Naruto : Masashi Kishimoto

Arc : Shippuden

Hikari No Yami season 2.

Genre : Aduventure, Fantasy, Friendship, Familiy, Hurt/Comforn, Romance.

Warning : Typo, Gaje, Semi-canon, Smart!Naru, Doujutsu!Naru, Meiton!Naru, Overpower!Naru, Jinchuriki!Naru, Alive!MinaKushi.

Disebuah hutan belantara, terlihat seorang remaja laki-laki yang tengah melompat dari dahan ke dahan yang lainnya di setiap pohon yang dia lewati. Seorang remaja laki-laki bersuarai kuning jabrik dengan setelan sebuah baju kaos berwarna biru dengan celana hitam panjang yang senada dengan sandal shinobi milik nya, serta sebuah jubah berwarna putih yang dibiarkan terbuka.

Hanya ada kesunyian yang menemani remaja laki-laki itu, dan yang terdengar hanyalah suara dahan pohon yang menjadi tumpuan dia untuk melompat. Melompat dan terus melompat hanya itu yang dapat dia lakukan.

Bahkan remaja laki-laki itu sama sekali tidak memperdulikan dua orang shinobi yang terus mengikuti nya. Dari kejauhan terlihat beberapa hutan yang sudah diselimuti oleh kabut yang begitu tebal, tidak ingin mengambil resiko. Remaja laki-laki itu berhenti melompat dan memutuskan untuk berlari di permukaan tanah.

Sedangkan kedua shinobi yang mengikuti remaja laki-laki itu, terlihat juga sedang berlari sambil berusaha menjaga jarak antara diri mereka dengan remaja laki-laki yang ada didepan mereka.

Katon : Gokakyuu no jutsu

Tiba-tiba sebuah bola api muncul dan melesat menuju ke kedua shino yang tengah mengahmengikuti remaja laki-laki itu. Dan yang pertama kali menyadari datangnya bola api itu adalah shinobi berkacamata.

" Melompat! " teriak shinobi berkaca mata itu.

Teman dari shinobi berkacama yang mendengar teriakan dari temanya, langsung melompat kekiri, sedangkan shinobi berkacamata melompat ke sebelah kanan.

Blaar!

Suara bentura antara permuka tanah dengan bola api itu menggema kepenjuru hutan. Dan tidak lama setelah itu, muncullah tiga orang Anbu yang mengenakan topeng dengan logo Kirigakure didepan kedua shinobi yang diketahui memiliki surai merah.

" Apa yang kalian lakukan disini? " tanya salah satu Anbu itu.

" Kami sedang mengejar teman kami! Jadi bisakah kalian menyingkir, kami tidak ingin kehilangan jejak dari teman kami " ucap shinobi bersurai merah yang mengenakan kacamata a.k.a Karin.

" Kami tidak bisa memercayai ucapan kalian? Bisa saja kalian mata-mata yang dikirim oleh Desa lain untuk mengamati desa kami yang baru pulih " ucap Anbu lain.

" Kami bukanlah mata-mata Anbu-san, kami ini hanyalah Shinobi biasa yang tengah mengejar teman kami " ucap shinobi yang tak berkaca mata a.k.a Sara.

" Kami tidak bisa mempercayai kalian, minna-san kita tangkap dia " ucap Anbu yang diketahui bahwa dia adalah pemimpin dari kedua Anbu yang lainnya.

" Ha'i Taicho " balas mereka.

Setelah itu, ketiga Anbu itu langsung melesat menuju Karin dan Sara. Namun sebelum, ketiga Anbu itu menyerang kedua Shinobi itu, Karin sudah terlebih dahulu menyerang salah satu Anbu yang ada disana dengan menggunakan pikulan yang dilapisi oleh Chakra.

Bruugh!

Anbu yang terkena pukulan Karin terpental ke belakang, namun salah satu teman dari Anbu itu langsung menebaskan pedang milik nya kearah Karin. Dan dengan insting yang sudah terlatih, Karin dapat menahan laju pedang tersebut dengan menggunakan kunai milik nya.

" Sara sekarang ! " teriak Karin.

" Ha'i "

Sara pun langsung merapal segel tangan, dan setelah segel tangan itu selesau. Sara langsung menyemburkan bola air kearah Anbu yang tengah dilawan oleh Karin.

Suiton : Teppoudama no jutsu

Fuuton : Kazekiri no jutsu

Dan sebelum bola air itu mengenai Anbu yang dilawan oleh Karin, bola air itu sudah pecah terlebih dahulu akibat gelombang angin yang diciptakan oleh sang kapten Anbu itu.

" Jangan melupakan ku bocah " teriak Anbu yang dipukuli oleh Karin yang tiba-tiba saja muncul didepan Sara yang siap untuk memotong kepala Sara dengan menggunakan pedang nya.

Meiton : Akahebi no jutsu

Tiba-tiba saja muncul sulur dari semak-semak yang menghentikan gerakan Anbu yang ingin memotong kepala Sara, dan kedua Anbu yang masih selamat itu dapat mendengar suara asing sebelum gerakan temannya terhenti.

Karin yang sempat lengah, langsung dibekap oleh salah satu Anbu itu. sehingga saat ini Karin menjadi sandera Anbu Kirigakure.

' Sial! gara-gara lengah, aku sampai tidak memperhantikan lawan ku ' batin Karin yang merutiku kesalahan nya.

" Keluar! Atau aku akan memenggal kepala gadis ini. " ucap Anbu yang tengah membekap Karin.

Sriiing!

Tiba-tiba saja didepan Anbu itu muncul remaja laki-laki bersuarai kuning, dan tidak hanya itu saja. Di tangan remaja laki-laki itu sudah terlihat Raijin no ken yang sudah aktif, meskipun begitu Anbu itu sama sekali tidak terkejut dengan kemunculan sosok remaja itu.

...

...

" Ucapkan selamat tinggal pada teman mu " ucap Anbu itu yang langsung menebaskan kunai nya keleher Karin.

Craaaasss!

Kepala Karin langsung terjatuh kepermukaan tanah dan diikuti dengan keluarnya darah Karin layaknya air mancur, sehingga membuat tubuh dari Anbu itu bermandikan oleh darah Karin yang bercucuran.

Bruuugh!

Tubuh Karin pun jatuh dengan lemas, dan tidak lama setelah itu. Remaja laki-laki itu pun juga langsung menebaskan Raijin no ken miliknya ke Anbu yang sudah memenggal kepala Karin.

Craaass!

Sebuah tebasan horizontal harus diterima oleh Anbu itu, dan akibatnya topeng yang menutupi wajahnya harus terpotong. Dan terlihatlah sebuah luka melintang pada bagian pipi kanan sampai ke pipi kirina akibat tebasan remaja laki-laki itu.

" Arrrggghhh! " teriak kesakitan Anbu itu.

Craasss! Crasss! Crasss!

Tidak hanya itu saja, remaja laki-laki itu kembali menebaskan Raijin no ken nya ketubuh serta ke tangan dan kaki Anbu itu. dan setiap tebasan itu, selalu terdengar suara teriakan kesakitan dari Anbu itu.

Tidak sampai disitu saja, bahkan remaja laki-laki itu juga sampai menebas dan memotong bebera bagian dari tubuh Anbu itu.

" Aaaaarggg! Ku-kumon...Aaaaarrrggg he-hentikan...Aaaarggggg! "

Remaja laki-laki itu pun berjongkok, dan meletakkan tanganya tepat didada Anbu yang saat ini tergeletak tak berdaya.

" Baiklah akan aku hentikan " uca remaja laki-laki itu.

Sang Anbu yang mendengar perkataan dari remaja laki-laki itu, tak dapat untuk tersenyum senang.

" Tapi setelah serangan yang terakhir ini "

Seketika senyum Anbu itu menghilang dan digantikan dengan raut wajah ketakutan.

Jleeeeb!

Seketika tangan remaja-laki-laki itu menusuk tepat didada Anbu itu, dan setelah itu dengan kasarnya remaja laki-laki itu manarik tanganya sambil menggenggam jantung milik Anbu itu yang masih berdetak.

" Selamat tinggal, Anbu-san " ucap remaja laki-laki itu.

Craaaas!

Jantung yang berada digenggamnya langsung terbelah menjadi dua setelah menerima tebasan dari Raijin no ken. Tidak ada suara teriakan kesakitan dari Anbu itu, yang ada hanyalah kesunyian yang melanda tempat itu.

...

...

Tubuh dari Anbu itu langsung terjatuh tak berdaya setelah secara tidak sengaja manatap mata dari remaja laki-laki itu. Sementara itu, kedua Anbu yang merupakan partner nya hanya dapat terdiam setelah melihat salah satu dari mereka jatuh dengan mudahnya.

" Satu sudah tumbang, dan tersisa dua lagi. Sebaiknya aku apakan kalian ? " tanya remaja laki-laki itu sambil menatap kedua Anbu itu dengan menggunakan Doujutsu nya.

" Siapa kau? Dan kau apakan teman ku ? " tanya kapten Anbu itu.

" Ooooohhh! Aku hanya memperlihatkan kepada dia sebuah Genjutsu yang tidak akan pernah dia lupakan. Dan soal siapa aku? Kau bisa mencari nya di Bingo Book. Karena nama ku cukup terkenal di sana... " ucap remaja laki-laki sambil melesat kearah salah Anbu yang masih belum bisa bergerak.

" Bukan begitu, Anbu-san "

Craaass!

Seketika Raijin no ken milik remaja laki-laki itu memenggal kepala dari Anbu itu. Terjad keheningan setelah rema laki-laki itu memenggal kepala salah satu Anbu itu.

" Sara, Karin, kita pergi " ucap remaja laki-laki itu sambil berlari meninggalkan para Anbu Kirigakure.

Wuuush!

Kedua gadis Uzumaki itu pun langsung pergi meninggalkan sang kapten Anbu itu. Dan tidak lama setelah itu, muncullah seorang shinobi Kirigakure yang mengenakan anting kertas yang bertuliskan suatu formula Fuinjutsu, serta penutup mata pada mata kanannya.

" Jadi dia yang dikatakan oleh para Akatsuki itu " ucap pria beranting kertas itu.

" A-ao-sama, g-gomen. " ucap sang kapten Anbu.

" Tidak apa? Lagi pula kau bukanlah tandingannya. Saat ini yang bisa kita lakukan hanyalah memperkuat pertahanan desa kita. Tapi jangan khawatir, tidak lama lagi dia akan segera terbunuh. Bukan begitu Taka-san " ucap Ao

Dari gelapnya hutan, keluarlah sosok yang mengenakan topeng elenag dengan setellan yakni jubah Akatsuki, yang dibirkan terbuka.

" Begitulah Ao-san, tidak lama lagi dia akan segera terbunuh. Namun aku harapa, kau sudah mempersiapkan bayaran yang setimpal untuk membunuhnya, Ao-san " ucap Taka.

" Jangan khawatir, Mizukage-sama pasti akan menepati janjinya. Dan juga, kami harap kau juga menyerahkan apa yang sudah kita janjikan "

" Tentu saja, aku akan menyerahkan Doujutsu nya kepada mu. Dan aku akan memenggal kepalanya dengan Kubikiribocho milik mediang Zabuza ini. Dan juga kepala nya itu akan menjadi milik ku. " ucap Taka sambil mengacungkan Kubikiribocho milikya ke arah kapten Anbu Kirigakure.

" Tidak masalah, dan kuharap kau menepati janji mu Taka-san " ucap Ao.

" Tentu " ucap Taka sambil melesat kearas kapten Anbu.

Dan tidak lama setelah itu, terlihatlah kondisi dari kapten Anbu itu yang sangat mengenaskan. Kepala yang terpotong serta organ-organ dalam yang keluar dari perutnya.

...

...

Disebuah kedai makanan, terlihatlah seorang remaja laki-laki yang saat ini tengah menikmati makan malam bersama dua orang shinobi cantik yang memiliki warna surai yang sama.

Dan saat ini, mereka bertiga tengah menjadi pusat perhatian para pengunjung kedai itu. Atau lebih tepatnya sang remaja laki-laki itulah yang menjadi pusat perhatian mereka semua.

" Na-naruto sepertinya dari tadi kita diperhatikan oleh para pengunjung " ucap Karin sambil memperhatikan para pengunjung.

" Aku sama sekali tidak peduli, selama mereka tidak menganggu ku. Maka aku tidak akan menganggu mereka juga. Aaaahhhh! Oba-san tolong bawakan daging nya lagi " ucap Naruto sambil memanggil sang pelayan.

Dan alasan kenapa mereka atau Naruto yang menjadi pusat perhatian mereka, karena status Naruto sebagai seorang missing-nin yang kepopuleranya sudah setara dengan Orochimaru yang merupakan pemegang gelar missing-nin dengan harga buronan paling tinggi.

" I-ini pesanan anda Goshujin-sama " ucap pelayan itu dengan takut.

" Hm..Arigato " balas Naruto

Dan setelah mengantar pesanan Naruto, seketika pelayan itu pergi ke belakang dengan terburu-buru. Naruto yang melihat tingkah dari pelayan itu, sama sekali tidak merasa bersalah.

" Sebaiknya kalian segera habiskan makanan kalian. Kita harus mencari penginapan yang masih memiliki kamar yang kosong. Aku benar-benar sudah ngantuk " ucap Naruto yang kembali melanjutkan makan malam nya.

Karin dan Sara yang mendengar perkataan Naruto dibuat sweatdrop, baru saja mereka mendengar bahwa Naruto merasa sangat ngantuk, namun entah kenapa Naruto masih terlihat bersemangat dan dapat memakan semua daging yang dia pesan dengan lahap.

' Aku sama sekali tidak paham dengan pemikiran bodoh mu itu Naruto ' batin Karin.

Setelah itu, Karin dan Sara kembali melanjutkan acara makan mereka yang sempat tertunda. Meskipun merasa risih, namun mereka berdua tetap berusaha untuk menghabiskan makanan mereka.

Setelah berusaha keras untuk menahan perasan mereka yang merasa sangat risih, akhirnya Karin dan Sara berhasil menghabisi seluruh makan malam mereka. Naruto yang melihat kedua sahabatnya yang telah selesai makan, langsung berdiri dan berjalan menuju kesalah satu pelayan yang dia lihat.

Namun ketika Naruto akan menghampiri pelayan yang dia lihat itu, sang pelayan sudah terlebih dahulu pergi meninggalkan Naruto. Dan Naruto yang melihat tingkah dari pelayan itu, dibuat terbengong.

' Apa aku sebegitu ditakuti ya ? ' batin Naruto.

Tidak ingin ambil pusing, Naruto pun memutuskan untuk pergi meninggalkan kedai makan itu. Namun sebelum Naruto sepenuhnya keluar dari kedai makan itu, tiba-tiba saja Naruto melempar dompet nya kearah Karin dan Sara.

Sara yang melihat itu, dengan sigap dapat menangkap dompet milik Naruto.

" Kalian temui pelayan tadi, dan bayar semua makanan kita. " ucap Naruto dan setelah itu Naruto pun keluar dari kedai makanan itu.

SkipTime!

Tak butuh lama, setelah lima menit yang lalu Naruto keluar dari kedai. Karin dan Sara pun juga keluar, dan terlihatlah ekspresi dari kedua gadis itu yang terlihat sangat kelelahan. Naruto yang melihat ekspresi dari kedua gadis itu, memutuskan untuk mendekati mereka.

" Ini " ucap Karin sambil menyerahkan dompet milik Naruto.

Naruto pun menerima dompetnya dan membuka dompetnya sambil mengecek keadaan keuangan milik nya. Dan ketika Naruto mengecek dompetnya, Naruto melihat keadaan dompetnya masih dalam keadan semula. Bahkan uang yang seharus nya digunakan untuk membayar masih ada.

" Pemilik kedai ini sama sekali tidak mau menerima uang mu. Bahkan kami sampai memaksanya untuk menerima uang mu, namun hasilnya tetap sama " ucap Karin dengan lesu.

" Apa kau tahu, alasan kenapa dia menolak nya ?" tanya Naruto.

" Dia bilang, dia tidak ingin menerima uang dari seorang missing-nin. Dan juga, dia sepertinya sangat ketakutan ketika kami menemui nya " ucap Karin.

" Begitu! Ternyata tidak buruk juga menjadi seorang missin-nin. Mungkin aku bisa menggunakan status ku ini untuk menginap dengan gratis " ucap Naruto.

Karin dan Sara yang mendengar ucapan Naruto langsung menarik telinga Naruto, sehingga mempuat sang empunya berteriak kesakitan.

" I-ittaaiiii...Ka-karin, Sa-sara lepaskan! "

" Tidak akan " ucap Karin yang semakin kuat menarik telinga Naruto.

" Itu benar, kami tidak akan melepaskan telinga mu sebelum kamu berjanji tidak akan menggunakan status mu itu untuk kesenangan mu sendiri " ucap Sara.

" I-iya...aku janji, aku tidak akan menggunakan status missing-nin ku untuk kepentingan pribadiku " ucap Naruto.

" Baguslah kalau begitu " ucap Karin yang semakin keras menarik telinga Naruto.

" I-iitaaaii, Karin kenapa kau semakin kencang mariknya. Apa kau ingin membuat telingaku putus " teriak protes Naruto.

" Kalau boleh, aku ingin sekali memutuskan telinga mu ini Naruto " ucap Karin dengan aura gelap yang keluar dari tubuhnya.

" Se-sebaiknya jangan. A-aku masih ingin mendengar suara dari telinga ku " ucap Naruto.

" Benarkah ? "

" te-tenyu saja. Ka-kalau begitu, sebaiknya kita segera mencari penginapan. Sebelum hari semakin larut " ucap Naruto.

" Baiklah " ucap Karin.

Dan setelah itu, Karin pun melepaskan telinga Naruto. dan terlihatlah keadaan dari telinga Naruto yang sangat merah saat ini. Naruto pun langsung mengusap-usap telinganya dikarenakan masih merasa sakit.

SkipTime

Setelah berusaha mencari kesetiap penjuru desa, akhirnya Naruto, Kari, dan Sara menemukan penginapan yang masih menyediakan kamar kosong. Meskipun hanya satu, namun itu sangatlah berarti bagi mereka.

Dan saat ini terlihatlah Naruto yang sedang mengistirahatkan tubuhnya di pemandian air panas yang disediakan oleh penginapan. Bersandar dibalik bebetauan, dan mulai memikirkan tentang rencana nya yang selanjutnya.

' Naruto bisakah kau datang kemari sebentar ' ucap suara misterius.

Naruto yang mendengar suara yang cukup familiar baginya, mulai menutup matanya dan berkonsentrasi. Dan tanpa Naruto sadari, bahwa sudah masuk dua orang gadis kedalam pemandian yang sama dengan Naruto.

Mindscape

Disebuah tempat yang dipenuhi oleh genangan air terlihat sosok rubah raksasa berwarna oranye berekor sembilan sedang duduk sambil menunggu kedatangan seseorang. Sementara itu, disamping kanan dan kirinya terdapat beberapa jerusji besi yang memiliki ukuran yang hampir sama dengan rubah itu sendiri, dan posisi dari setiap jeruji itu menyerupai sebuah lingkaran.

( A/n: posisinya seperti para Bijuu yang mengelilingi Naruto. )

Pada jeruji sebelah kiri terlihatlah sosok tanuki bertubuh gempal sedang duduk sambil memandang keluar jeruji besinya. Pada tubuhnya terdapat beberapa simbol simbol yang menyarupai api dan begitu pula dengan ekor nya yang besarnya hampir menyetarai tubuhnya sendiri yang juga terdapat beberapa simbol pada ekornya.

Lalu disebelah jeruji si Takuni terlihat juga sosok Nekomata yang diselimuti oeh api berwarna biru dan memiliki dua ekor yang juga diselimuti oleh api biru, yang saat ini sedang tidur. Lalu disampinya lagi, sama sekali tidak ada penghuninya.

Dan disamping jeruji yang kosong itu, terlihatlah sosok kera merah berekor empat yang sedang tidur. Dan selebihnya masih kosong. Kecuali jeruji disamping kiri rubah berekor sembilan, terlihatlah sosok makluk yang menyerupai seekor banteng namun sebelah tanduknya sudah terpotong dan memiliki tubuh seekor gurita.

Yang saat ini sosok banteng bertubuh gurita itu tengah berusaha untuk memukul serta menarik setiap potong besi pada jeruji itu dengan menggunakan tentakelnya. Namun sepertinya usaha yang dilakukannya sepertinya sia-sia.

Tiba-tiba saja, ditengah tengah para hewan raksasa itu muncul sosok manusia yang memiliki suarai pirang. Dan tentu saja para hewan raksasa yang merasakan kehadiran dari sosok 'dia' langsung memukul serta mengeluarkan kata-kata kasar kepada manusia itu. Kecuali sosok rubah berekor sembilan dan Nekomata, yang hanya bersikap biasa-biasa saja.

" Ada apa kau memanggilku, Kurama ? " tanya Naruto kepada sosok rubah berekor sembilan yang bernama Kurama.

" Aku ingin membicarakan sesuatu dengan mu " ucap Kurama.

" Begitu, lalu apa yang ingin kau bicarakan Kurama " ucap Naruto sambil memandangi para hewan raksasa yang sedang terkurung didalam jeruji.

" Mengenai tujuan perjalanan mu ? "

" Lalu, apa kau mempunyai saran ? "

" Ya, sebaiknya kau pergi mengembara dan pergi mencara para Jinchuriki yang lainya untuk kau ambil sebagian kekuatan dari Bijuu mereka. Lalu kau juga harus pergi ke lembah kematin "

" Kalau soal kekuatan para Bijuu, aku sudah merencanakannya. Namun, untuk apa aku pergi menuju ke lembah kematin ? " tanya Naruto.

" Disana terdapat sebuah gulungan rahasia milik Rikudo-jiji, dan kau harus mempelajari gulungan itu. Karena aku sangat yakin, pasti ada pembahasan mengenai Doujutsu milik mu. " ucap Kurama.

" Dasar rubah sialan, kenapa kau memberi tahu pada manusia ini tentang letak gulungan rahasia milik jiji " teriak Shukaku.

" Bukankah sudah jelas, kalau Kurama ingin Naruto untuk melaksanakan tugas dari Ashura-kun. Kau sudah mendengar sendiri bukan ? " ucap Matatabi.

" Aku tetap tidak terima, jika bocah ini harus mempelajari gulungan rahasia milik Rikudo-jiji. Jika dia tetap bersikeras, maka akan aku buat tubuh nya hancur dikarekan tidak dapat menampung kekuatan ku. Kalian juga akan membatu ku juga bukan Son, Gyuki ? " Ucap Shukaku.

" Tentu saja, aku ingin sekali menghancurkan tubuh bocah ini. Aku tidak sudi jika harus menjadi jinchuriki dari bocah yang Cuma beruntung dikarenakan memiliki setengah kekuatan Ashura " ucap Gyuki.

Sementara itu, Naruto yang mendengar perdebatan para Bijuu dibuat bingung. Memiliki setengah kekuatan Ashura? Dan melaksanakan tugas dari Ashura? Dia sama sekali tidak mengerti dengan pembicaraanpara Bijuu ini.

Dan ketika para Bijuu itu menginginkan tubuhnya hancur, entah mengapa dia ingin sekali tertawa. Karena semua yang dibicarakan oleh para Bijuu itu sama sekali tidak akan pernah terjadi pada dirinya.

" Kalau begitu kita mulai sa...UUUaaggghhh! " ucapan Shukaku pun terhenti ketika tiba-tiba saja tubuhnya diikat oleh rantai-rantai chakra.

" Kau tahu? Kebencian mu itu sudah diluar batas Shukaku. Jika kau benar-benar membenci ku dan menginginkan tubuh ku hancur, maka itu semua hanyalah sia-sia. Selama dua tahun bersama kalian, aku sudah mempersiapkan semua kemungkinan yang akan terjadi.

Dan salah satunya adalah kau Shukaku, diantara para Bijuu yang ada disini. Hanya kau lah Bijuu yang memiliki kemampuan untuk menghasut., dan jika kau ingin membuatku hancur dikarenakan Chakra kalian. Maka itu sama sekali tidak akan bisa.

Aku sudah menambahka beberapa segel pada jeruji kalian. Kalian tidak akan bisa menyalurkan chakra kalian kepada diriku, bahkan jika kalian mengerahkan seluruh kemampuan kalian. Itu sama sekali tidak akan berhasil " ucap Naruto.

Triiing! Triiing! Triiing!

Tiba-tiba saja, jeruji yang mengurung para Bijuu terbuka. Dan tentu saja hal itu membuat para Bijuu yang lainnya terkejut.

" Kita selesaikan permasalahan kita disini. Kalian berempat, Shukaku, Matatabi, Son Goku, dan Gyuki lawanlah diriku bersama dengan Kurama. Dan jika aku dan Kurama menang, maka aku ingin kalian semua membantu ku, tanpa ada paksaan. Dan jika aku kalah, maka aku akan menyerahkan tubuh ku ini pada kalian. " ucap Naruto.

" Jika itu yang kau inginkan, maka akan aku turuti Uzumaki Naruto " ucap Shukaku sambil menciptakan beberapa bola pasir dibelakang nya.

" Begitu pula dengan kami Bocah ! " ucap Son dan Gyuki.

Wuuuush!

Setelah itu, Bola-bola pasir milik Shukaku langsung melesat kearah Naruto dan begitu pula dengan Son dan Gyuki yang menembakkan bola Lava dan tinta hitam kearah Naruto.

Naruto yang melihat serangan dari para Bijuu itu langsung mengaktifkan Doujutsu nya. Dan setelah mengaktifkan Doujutsu nya, Naruto langsung melakukan segel tangan yang cukup sederhana.

Kagebunshin no jutsu

Dan muncullah dua klon bunshin milik Naruto, meskipun begitu. Tetap saja serangan dari ketiga Bijuu itu masihlah belum dihentikan oleh Naruto.

" Kurama " panggil Naruto.

" Serahkan pada ku " ucap Kurama yang mengebaskan ekornya.

Dan akibatnya, serangan dari Shukaku dan Gyuki berhasil diatasi, namun tidak dengan bola lava milik Son yang sebentar lagi akan mengenai Naruto. Namun, tiba-tiba saja bola-bola lava kilik Son berubah menjadi butiran debu ketika bola lava itu melewati dinding api biru milik Matatabi.

" Maaf Shukaku, untuk saat ini kita akan menjadi musuh kalian. " ucap Matatabi.

" Apa maksud mu Matatabi, apa kau ingin mendukung pendapat rubah sialan itu " tanya Gyuki.

" Tentu saja "

Naruto yang mendengar ucapan dari Matatabi langsung tersenyum, dia sama sekali tidak memperkirakan bahwa salah satu dari para Bijuu akan membela dirinya.

" Terima kasih Matatabi, aku tidak akan membuatmu kecewa atas keputusan mu itu " ucap Naruto.

" Meskipun kucing itu bergabung dengan mu, namun teteap saja kami teteap unggul. Dua lawan tiga, sudah jelas kami akan menang " ucap Son.

" Sepertinya kau harus menggunakan kacamata Son, karena aku juga akan ikut "

Bliiishhhh!

Dan setelah itu, tubuh Naruto langsung diselimuti oleh chakra emas, dan Chakra emas itu langsung berubah bentuk menyerupai sosok Kyuubi versi Shukaku. Sedangkan kedua klonya yang sudah selesai merapal handseal langsung menghentakkan telapak tangan mereka kepermukan air.

Meiton : Yami no Ryu

Suiton : Suiryuudan no jutsu

Dan muncullah dua ekor naga hitam yang ukuranya setara dengan para Biju dan lima ekor naga air yang ukuran nya pun juga sama dengan para Bijuu.

" Dan juga lawan mu saat ini adalah delapan melawan tiga. Bersiplah untuk petemputan yang besar para Bijuu " ucap Naruto asli yang seketika tubuh dari Kyuubi versi Shukaku diselimuti oleh Armor astral berwarna hitam.

.

Bersambung!

Ohayou minna-san, ketemu lagi dengan author yang gaje ini. meskipun mendapat sedikit kendala dalam pengupdate fic ini. Namun akhirnya fic ini dapat update.

Tidak banya yang dapat author katakan, selain terima kasih kepada para readers karena sudah mau menunggu update nya fic author. Dan akan author usahakan untuk update secepatnya, meskipun sempat lupa dengan beberapa alur.

Mungkin itu saja, dan apa ada saran dari beberapa readers untuk chapter selanjutnya? Jika ada author harap kalian dapat menulisnya dikolom review. Dan itu saja yang dapat author sampaikan.

See you Again Minna-san

Apocalypse of Yami mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan.