Author : *sujud berulang kali Gomennasai minna! Lagi - lagi aku menelantarkan fanfic ini. Huwaa! Beginilah jadinya jika masih duduk dibangku pendidikan. Harus berkutat dengan yang namanya tugas dan ujian. *menangis histeris

Yuki : Aduh, Author-san. Kami mengerti kok. Jadi jangan menangis lagi *memeluk bahu Author

Yui : Itu benar, Author-san. Kami tahu kok kalau Author-san sudah berjuang keras *memeluk sambil mengelus kepala Author

Kou : Tapi, Author-chan, kenapa lama sekali? Bukankah ujianmu sudah berlalu berminggu - minggu lalu. Kenapa baru update sekarang?

Ayato : Meski tak mau mengakuinya, aku setuju dengan si pirang. Buat apa peduli dengan tugas dan ujian? Buang - buang waktu saja. Lebih baik update terus fanfic ini.

Author : Kau tak akan pernah mengerti penderitaanku, kepala merah.

Ayato : Nan da to?!

Raito : Tapi, aku cukup menantikan kok chapter selanjutnya. Kalau tidak salah mengenai musim panas kan. Kalau bicara soal musim panas pastilah, khuhu...

Reiji : Yare yare, apa yang kau pikirkan hingga darah keluar dari hidungmu, Raito?

Subaru : Sudah pasti hal yang tak benar. Kono hentai yarou ga

Yuuma : Ma, tapi memang benar sih. Musim panas = laut = bikini, sudah pasti membuat semua orang menantikannya *tertawa

Kanato : Dasar hentai

Yuuma : Nan da to oi Kuma?!

Shuu : Ukh! Suaramu itu berisik! Mau musim panas atau bikini itu bukan urusanku.

Yuuma : *mendecak kesal Huh! Aku tak peduli dengan pendapar seorang NEET.

Author : Shuu-san kalau kau bicara seperti itu, kau tak akan bisa melihat sosok Yui-chan dalam baju renang loh. Kau mau?

Shuu : *tersenyum meremehkan Heh! Perempuan macam dia memakai baju renang? Sama sekali tak cocok

Ayato : Tashika ni, aku setuju dengan Shuu. Chichinashi dakara na.

Author : *menggeram kesal Dasar kepala merah dan pemalas tak tau diri

Azusa : Nee Ruki... kalau begini caranya... Author-san... tidak akan sempat membalas... review dari... pembaca...

Ruki : *menghela napas Kalau begini caranya, biar aku saja yang membalasnya.

*memasang senyum untuk oluna36 Terima kasih banyak untuk reviewnya, nanti akan kusampaikan langsung pesan manis mu pada Author-san

firaxarika Terima kasih kembali. Nantikan chapter mengenai musim panas ini ya. Iya, Author-san memang akan membuat chapter ketika kami semua masih kecil. Tapi, itu untuk nanti ya. *muncul perempatan dikening Ruki Eh? Yuki cocok dengan Ayato? Benarkah itu? Kok aku mendadak merasa kesal ya? *tertawa pelan kita lihat saja bagaimana Author-san menulis reaksi kami dari saran firaxarika-san ini. Mengutip dari kalimat Autho-san, review panjang - panjang itu nggak apa - apa kok

Qyresh Wah, ternyata Author-san punya pembaca riang sepertimu. Terima kasih sudah memberikan review pada fanfiction Author-san. Pasti dia akan senang sekali. Ya, pemikiran Karl Heinz-sama memang tak pernah bisa ditebak. Apalagi oleh anaknya sendiri. Maka dari itu aku sangat menghormati beliau meski terkadang permintaannya yang aneh - aneh. Beliaulah penyelamat hidupku. Oh, tentu saja boleh. Baik yang versi kecil maupun versi dewasanya. Dengan senang hati. Kurasa Author-san juga tak keberatan. Begitu juga denganku *suara kecil Karena dengan begitu, pengganggu untuk mendapatkan Yui semakin besar. Benarkah? Akhirnya Qyresh-san mengerti juga. Yuki sejak dulu memang manis. Sampai sekarang pun masih manis. Dan sekali lagi, terima kasih sudah memberikan reviewnya.

Guest Ya, akan kusampaikan pesanmu untuk Author-san *sambil mencium punggung tanganmu

Author : Eh?! Ruki yang membalas review nya? Huwah... terima kasih banyak ya. Jika sudah menyangkut Yuki-chan atau Yui-chan, aku bisa langsung lepas kendali. Perasaan cinta yang berlebih untuk OC sendiri dan karakter utama hehehe

Ruki : Huh! Lain kali jangan biarkan emosimu meledak seperti itu. Beruntung aku mau melakukannya, karena kau sudah berusaha keras diujianmu.

Author : *tersipu A-arigatou...

Yuki : Tapi, kalau Ruki nii yang membalas review, kok aku merasakan perasaan tak enak ya. Ruki nii tidak berbuat hal yang aneh - aneh kan tadi?

Ruki : *tersenyum sambil menepuk pelan puncak kepala Yuki Ada yang harus kita bicarakan, Yuki. Ayo ikut aku sebentar.

Yuki : Eh?! Chotto! Ruki nii!

Author : Wah... apa Yuki-chan akan baik - baik saja ya?

Azusa : Khawatir... dengan... Yu-chan... Author-san?

Author : Tentu saja. Mana mungkin aku tidak khawatir. Apa Azusa tidak melihat tatapan mata Ruki?

Kou : *menepuk pelan pundak Author Daijoubu da yo Author-chan. Ruki-kun hanya akan memberikan sedikit "hukuman" pada Yu-chan

Author : Eh?! Hukuman?! *berubah pucat Harus menyelamatkan Yuki-chan! Yuki-chan! *menyusul Ruki dan Yuki

Kou : Sepertinya, aku sudah mengatakan hal yang tak perlu ya?

Azusa : Kou... kau sengaja... ya?

Kou : Bagaimana ya~ Oh iya, daripada itu. *berbalik arah pada pembaca Untuk Emuneko-chan tachi tetap terus baca fanfiction milik Author-chan ya. Nanti pasti akan kuberikan kalian hadiah untuk Emuneko-chan yang patuh. Sore jya, mata ne~