Author : Minna! Gomen baru muncul setelah 2 bulan hiatus. Huwah! Aku ngga tau harus meminta maaf seperti apa ke minna biar bisa dimaafin.
Ayato : Itu masalah gampang, Author.
Author : Hah? Caranya?
Ayato : Hanya perlu memilih diantara 2 pilihan.
1. Serahkan darahmu/ darah OC mu
2. Buatkan cerita mengenai Ore sama yang menghisap darah OC mu
Yuuma : Oi! Kenapa kau meminta hal macam itu, hah?! Ngajak berantem ya?!
Kou : Sou da yo. Aku tak akan membiarkan Sakamaki menghisap darah Yu-chan.
Raito : Kurasa itu bukan ide yang buruk, Ayato-kun. Aku belum pernah menghisap darah Yuki-chan dan ini bisa menjadi kesempatan yang bagus.
Author : Ukh! Jika memang harus begitu, apa bo-
Yuki : Chotto matte, Author-san! Kau serius?! Aku belum menyetujuinya!
Author : Tapi, Yuki-chan...
Yui : *menepuk pelan pundak Author* Author-san, pikirkanlah dulu sebelum bertindak. Ya?
Kanato : Kenapa kau mendadak menjadi bijaksana, Yui-san?
Yui : Eh? Hen ka na? Tapi, menurutku itu benar kok.
Shuu : Mau benar atau salah, kehadiran Author nggak jelas itu sudah mengangguku mendengarkan musik. Oi, soko no Author, kau harus bertanggung jawab.
Author : *makin terpuruk dan akhirnya memilih diam dipojokkan*
Yuki : Hei! Jangan makin membuat Author-san terpuruk dong, Shuu-san.
Azusa : Tapi... kenapa... Author-san... baru muncul... sekarang?
Subaru : Bukannya aku ingin membela, tapi si Author itu punya kehidupan sendiri, kan? Kurasa dia sibuk dengan kehidupannya itu dan melupakan fanficnya sendiri.
Author : *mendadak bangkit dan menghampiri Subaru dengan mata berbinar* Subaru-kun! Hanya kau yang mengerti penderitaanku! Sou da yo. 2 bulan ini benar - benar neraka bagiku. Udah UTS ditambah dengan kegiatan yang nggak ada berhentinya. Plus kemarin ada kejadian yang membuatku harus mengonsumsi obat pahit. Benar - benar menyebalkan.
Ruki : Meski begitu, jangan sampai kau melupakan tanggung jawabmu sebagai author. Kau tak ingin kehilangan para readersmu kan?
Author : Ukh... *makin muram*
Yuki : Ruki nii benar - benar hebat. Sungguh bijaksana.
Yui : Tapi, pastinya Author-san sudah membuatkan fanfic untuk mina-san, bukan?
Author : *mendadak kembali ceria* Hahaha, tentu saja sudah. Memang ngga akan diposting sekaligus. Tapi, udah ada gambaran dan udah siap diposting. Tinggal direvisi sedikit habis itu selesai deh.
Yuki : Jya, nggak ada yang perlu dipermasalahkan dong harusnya.
Author : Sebenernya... ada sih... satu...
Yuuma : Apa? Cepat katakan biar semua masalah ini kelar dan kita bisa melihat fanficmu lagi
Author : *bingung* Ung... sebenarnya, ada satu alasan lagi yang membuatku lupa dengan fanfic ini.
Kou : Nani, Author-chan?
Author : Kalian jangan marah ya. *ngambil napas panjang* Sebenernya, aku lagi bikin proyek fanfic K****o No B****e sama F**e! Emang belum dapat readers yang banyak kayak difanfic ini. Tapi, menurut teman - temanku itu bagus dan layak untuk diposting. Jadi, kemungkinan akan makin telat untuk update fanfic side story ini.
Yuki : Jya... bagaimana dengan kelanjutan fanfic ini? Katanya mau diadakan season 2, Author-san?
Author : Tenang saja, itu tetap akan dilanjutkan. Tapi, karena masih belum sempurna kurasa masih harus ditunggu lagi. Belom dapet informasi yang sepadan dengan apa yang dipikirkan.
*Semuanya terdiam. Hening, tanpa ada suara yang terdengar*
Author : Oi! Kalian jangan diam saja dong!
Ayato : Cih! Kukira apa. Ternyata hanya masalah sepele doang.
Author : Itu bukan masalah sepele, Ayato!
Raito : Tapi, Author-chan tetap akan melanjutkan fanfic ini kan?
Author : *mengangguk*
Yuki : Jya, tak ada masalah dong seharusnya. Apa pun itu, yang penting Author-san nggak meninggalkan kami seperti kemarin itu. Nee, Yui-chan?
Yui : Sou. Tetap semangat, Author-san.
Author : *terharu dan akhirnya menangis* Arigatou minna. Huweee!
Yui : *langsung memeluk Author*
Yuki : Oh iya, ngomong - ngomong, mana si megane itu? Dari tadi nggak kelihatan.
Shuu : Kenapa kau bertanya padaku? Jangan mengangguku.
Yuki : Kau kan kakaknya, Shuu-san.
Yuuma : Sudahlah biarkan saja dia, Yuki. Percuma kau bicara pada seorang NEET.
Shuu : *memberikan death glare*
Yuuma : Ho? Kau mau berantem ya?
Yuki : *menghela napas* Baiklah minna, daripada kita saksikan kedua orang ini berantem, lebih baik kita berikan semangat pada Author-san yuk. Biar keinginan minna untuk bisa membaca Eternal Nightmare season 2 terwujudkan. Yah, sebagai OC dan secara tak langsung karakter utama dalam fanfic itu, kelihatannya aku harus berusaha lebih keras lagi.
Kalo begitu, kita nikmati saja yuk update-an fanfic Author-san. Oh iya, jangan lupa berikan review-nya ya minna. Biar Author-san makin semangat. Oh, jangan lupakan review buat proyek fanfic yang lagi dikerjakan Author-san.
Mata ne~
