Special Hallowen : Oni Gokko

Musim yang penuh dengan warna jingga dan merah telah menyambut kehidupan mereka. Suhu pun semakin dingin, mengingat dipenghujung bulan Oktober. Berbicara bulan kesepuluh dalam hitungan satu tahun tersebut, ada satu event yang kiranya sangat ditunggu oleh anak – anak penyuka permen dan misteri. Apakah ada yang mengetahui event itu?

"Kalau bicara Oktober, pastilah Hallowen. Dan kalau bicara mengenai Hallowen, pasti... permen!" seru Yuki senang.

Yuuma yang mendengar seruan Yuki segera menyentil kening adik perempuannya, menyuruhnya untuk diam. "Urusse! Jangan banyak bicara dan bantu aku memanen sayuran ini!" bentaknya.

Yuki mengurucutkan bibirnya, sebal. Tapi, tetap melakukan apa yang diperintahkan oleh Yuuma. Cowok penyuka gula batu itu sedang senang bukan main karena sayuran hasil jerih payahnya telah tumbuh dan siap untuk dipanen musim ini. Tak lupa juga dengan sayuran labu, pesanan Yuki untuk Hallowen mendatang. Inilah alasannya mengapa Yuki, yang biasanya paling tidak mau berada diladang Yuuma, membantu kakaknya untuk memanen sayuran. Setelah memanen sayuran yang memang siap untuk diambil, Yuki mengangkut keranjang penuh sayuran itu kadalam mansion. Meski musim gugur, keringat tetap membasahi wajah kecil gadis berambut hitam pendek itu.

"Hora yo," ujar Yuuma, memberikan sebuah botol minum dingin padanya.

Yuki tersenyum lebar, menerimanya dengan senang hati.

"Mau kau apakan labu sebanyak itu?" tanya Yuuma yang melihat satu keranjang besar penuh dengan labu kuning.

"Sudah pasti untuk membuat Jack O'Lantern," jawab Yuki senang. "Aku membantu OSIS untuk meramaikan acara Hallowen besok."

"Memangnya sekolah kita akan mengadakan acara Hallowen?" tanya Kou yang baru saja masuk ke dapur. "Aku tidak mendengar mengenai hal itu."

"Itu karena kalian semua sibuk dengan Yui-chan," sindir Yuki. Ia membuang botol minumannya dan kembali mengangkat keranjang labunya. "Aku akan mengantar labu – labu ini kesekolah. Sampaikan ke Ruki nii ya, kemungkinan aku akan pulang agak malam."

Tak sempat mendengar panggilan Kou, Yuki sudah melesat membawa keranjangnya ke limusin milik Mukami. Kou dan Yuuma hanya saling berpandangan dan mengangkat kedua bahunya.

xxx

Detik berubah menjadi menit, menit berubah menjadi jam, jam berubah menjadi hari, dan hari berubah menjadi minggu. Tak terasa persiapan OSIS sekolah mereka, yang dibantu dengan keantusiasan Yuki selesai dengan sempurna. Sekolah malam tempat ia belajar telah disulap menjadi gedung hantu yang angket, namun masih ada kesan elegan mengingat siapa murid yang bersekolah. Karena hari ini Hallowen, tentu saja siswa yang datang diwajibkan untuk memakai kostum ala Hallowen. Tak terkecuali Sakamaki dan Mukami bersaudara.

"Uwah… sekolah kita benar – benar menjadi rumah hantu besar begini," ujar Ayato setengah menyindir.

"Kenapa kita harus ikut acara seperti ini?" tanya Kanato.

"Karena ini undangan dari sekolah," jawab Reiji sambil membetulkan letak kacamatanya.

"Merepotkan saja," gerutu Shuu.

"Nee nee, aku kepikiran sejak tadi," sahut Raito. "Kenapa sejak tadi berangkat aku tidak melihat Bitch-chan?"

"Dia diseret pergi oleh si Mukami," jawab Subaru. "Cih, aku punya firasat tidak enak mengenai hal ini."

"Entah kenapa, aku sependapat denganmu, Subaru," sahut Kanato.

Dilain sisi, tak jauh dari gerbang sekolah, Mukami bersaudara yang baru saja tiba terdiam sesaat ketika melihat perubahan sekolah mereka.

"Si Yuki benar – benar membantu acara seperti ini?" tanya Yuuma tak percaya.

"Kalau tidak, Yu-chan tak akan sesibuk itu beberapa minggu lalu," jawab Kou.

"Hallowen…"

Ruki menghela napas dan pergi duluan yang diikuti oleh ketiga saudaranya. Sekolah mereka benar – benar telah berubah. Cukup sulit membedakan mana guru juga murid karena semuanya memakai kostum. Tapi, hal yang tidak berubah adalah semuanya adalah manusia, kecuali Sakamaki dan Mukami bersaudara. Tentu saja, meski mereka semua adalah vampire, karena mereka murid sekolah ini, mereka diwajibkan untuk datang kesekolah memakai kostum Hallowen.

Secara singkat, Ayato dan Ruki memakai kostum iblis. Hanya saja yang membedakan adalah warna. Jika Ayato kostum iblis merah, sedangkan Ruki kostum iblis hitam. Kanato memakai kostum penyihir, Raito memakai kostum hantu dengan topeng Jack O' Lantern, Shuu memakai kostum bajak laut, Reiji memakai kostum vampire (padahal dia sendiri vampire!), dan Subaru memakai kostum mumi. Untuk Kou, ia memakai kostum nekomata, kostum kucing dengan ekor dua buah. Yuuma memakai kostum zombie dan Azusa memakai kostum Jack O' Lantern.

Dari kejauhan ditempat yang tak bisa dijangkau oleh Sakamaki dan Mukami bersaudara, sosok hitam memperhatikan mereka dengan seksama. Seringai lebar yang sanggup membuat bulu roma sekelilingnya berdiri muncul diwajahnya yang tak terlihat karena tertutupi tudung hitam.

"Jangan tersenyum seperti itu, Lucifer-ku," nasihat seseorang. "Kau membuat murid lain ketakutan dengan auramu."

"Gomen. Tapi, ini menyenangkan sekali," sahutnya semangat. "Terima kasih sudah mau mendengarkan permintaan egoisku."

Orang yang berada disampingnya hanya tersenyum lebar, menawan beberapa siswi yang lewat. Kemudian ia permisi karena masih ada pekerjaan yang memanggil dirinya. Sosok hitam itu kembali menghadap jendela, menatap para vampire yang akan menjadi korban mainannya.

xxx

"Minna!" seru Yuki ketika melihat saudaranya yang baru saja datang keruangan aula utama. Ia mendadak berhenti berlari ketika menyadari kostum apa yang dipakai oleh mereka. Mata birunya mendadak berkilauan.

"Ada apa dengan matamu yang berkilauan itu?" tanya Yuuma, merasa tak nyaman.

"Eh~ mataku memang seperti ini sejak dulu~"

"Yu-chan… kostum apa… yang kau… pakai?" tanya Azusa.

Yuki tersenyum sambil memutar tubuhnya, memperlihatkan kostum sederhana yang ia pakai. "Kostum dewa kematian," jawabnya. "Kakkoii desho?"

"Yu-chan, jangan katakan padaku kalau sabit yang kau bawa itu…" ujar Kou, sengaja menggantungkan kalimatnya karena tidak mau apa yang dipikirkannya memang terjadi.

"Sou da yo. Ini sabit betulan," kata Yuki bangga. "Aku meminjamnya."

"Dari?" kali ini giliran Ruki yang bertanya.

Yuki menyeringai lebar, tak mau memberitahukan jawabannya. Suara dari podium menyita perhatian mereka, termasuk semua murid yang sudah berada diruangan aula utama. Sosok tengkorak tengah menjelaskan mengapa acara Hallowen diadakan disekolah mereka. Yuki kelihatan tidak sabar, entah karena apa dan itu membuat Mukami bersaudara sedikit khawatir. Mereka tahu betul siapa Yuki karena sudah lama mereka bersama. Jika Yuki terlihat tidak sabaran, pastilah ada sesuatu yang akan terjadi diacara Hallowen hari ini.

"Nah, untuk event utama hari ini OSIS telah menyiapkan satu acara yang pastinya akan membuat kalian semua kegirangan," ujar si tengkorak semangat. "Untuk lebih jelasnya, Shinigami Mukami Yuki, tolong maju kedepan."

Yuki segera maju keatas podium. Berbeda dengan tepuk tangan yang diberikan oleh siswa lain, baik Sakamaki dan Mukami justru langsung pucat. Apa yang ditakutkan menjadi kenyataan.

"Etto… saya tidak akan menjelaskan panjang lebar karena tidak ingin membuang waktu untuk mina-san bersenang – senang. Event utama hari ini sangat sederhana," ucap Yuki. Ia melihat siswa yang tengah menatap dirinya, menunggu. Seringaian khas milik Yuki terukir dibibirnya. "Kita akan bermain oni gokko!"

"Oni gokko?!"

"Sou desu. Nah, yang akan menjadi oni adalah… kono Yousei-san desu."

Raut wajah Sakamaki dan Mukami bersaudara langsung berubah semakin pucat. Bagaimana tidak, karena yang memakai kostum peri tak lain dan tak bukan adalah Komori Yui. Sorakan untuk Yui semakin menjadi – jadi ketika gadis itu berdiri ditengah podium, disamping Yuki. Yah, memang terkesan kekanak – kanakan mengingat hari ini adalah hari Hallowen. Tapi, justru kostum inilah yang akan membedakan dirinya dengan semua murid. Yuki yang melihat saudaranya dari ujung matanya hanya terkikik geli.

"Kalau begitu, saya akan menjelaskan peraturannya," ujar Yuki. "Peraturannya sederhana. Mina-san hanya perlu mencapai sebuah menara tinggi dibagian timur sekolah untuk menangkap Yousei-san."

Sorakan senang semakin menggila diruangan aula utama.

"Untuk yang berhasil menangkap Yousei-san, akan dihadiahi sebuah permen yang luar biasa menyenangkan untuk mina-san," tambah Yuki, sengaja meningkatkan motivasi para murid. "Jya, mari kita hitung satu sampai sepuluh untuk membiarkan Yousei-san pergi kemenaranya!"

Begitu hitungan dimulai, Yui buru – buru pergi dari aula utama menuju menara yang telah dibangun khusus untuk hari ini. Setelah mencapai angka sepuluh, pintu ruangan aula utama dibuka perlahan oleh panitia yang telah bersedia disana. Baru saja mereka ingin keluar dari sana, suara Yuki kembali terdengar dari atas podium.

"Tapi, harap berhati – hati pada Jack Frost. Jika bertemu dengannya mina-san bisa saja tersingkir dari oni gokko ini," Yuki memperingatkan. "Selamat bersenang – senang."

Aula utama mendadak menjadi sepi karena para peserta sudah keluar untuk menangkap Yui, termasuk Sakamaki dan Mukami bersaudara. Panitia yang berada bersamanya diruangan itu mendadak kehilangan kesadarannya, tertidur dengan lelap. Begitu juga dengan dirinya.

xxx

Satu jam telah berlalu sejak permainan Hallowen ini dimainkan dan sudah banyak sekali peserta yang gugur. Penyebabnya sudah pasti karena Jack Frost, jebakan yang telah disiapkan, siapapun yang mengusulkan permainan ini. Kehadiran peri kecil yang terkenal nakal ini memang tak bisa dihindari, karena sangat suka muncul tiba – tiba. Sesuai dengan namanya, siapapun yang bertemu dengannya akan dibekukan dalam kurun waktu tertentu. Ah, dibekukan disini maksudnya dibuat tidur. Nah, sejak permainan dimulai pun belum ada yang berhasil mencapai menara yang dimaksud, termasuk para vampire itu. Karena selain kehadiran peri nakal itu, banyak sekali jebakan yang sudah disiapkan oleh dalang permainan ini (jebakannya beragam dan Author mengandalkan imajinasi reader tachi untuk membayangkan jebakan apa saja itu. Pasti menarik, ne~)

"Ukh, permainan apa sih sebenarnya ini?" keluh Kou. "Kalau begini caranya, kita tak akan bisa menangkap Emuneko-chan."

"Tapi... ini... menyenangkan..." ujar Azusa senang.

Diujung koridor yang mereka lalui, mendadak muncul makhluk kecil yang asyik terbang kearah mereka. Dengan cekatan, mereka berempat menghindari apa pun sinar yang dilontarkan makhluk kecil itu. Yuuma menghadang kedepan, menghajar si makhluk kecil hingga tak sadarkan diri. Ia sangat kesal saat ini dan perlu menyalurkan rasa kesalnya pada sesuatu.

"Kalau aku bertemu dengannya, akan kupukul dia!" sumpah Yuuma pada dirinya sendiri.

"Kau benar," sahut Ruki setuju.

Ketika mereka hendak melanjutkan berlari, mereka melihat sosok yang seharusnya ditangkap. Seringaian muncul diwajah Kou dan Yuuma dan keduanya langsung berlari dengan kecepatan penuh menuju sang mangsa. Yousei, yang tak lain adalah Yui terkejut melihat Kou dan Yuuma menghadang langsung kearah dirinya. Namun, bukan ekspresi ketakutan yang dilihat dari Mukami bersaudara. Yui justru tersenyum senang, tentunya membuat mereka kebingungan. Disaat Kou dan Yuuma lengah, dengan sekuat tenaga Yui menendang mereka berdua hingga terpental beberapa meter kebelakang. Melihat kehebatan tenaga Yui, membuat Ruki bungkam. Azusa justru merasa iri pada kedua saudaranya karena mendapat tendangan yang nampaknya sanggup membuat manusia biasa dibawa kerumah sakit. Yui langsung melarikan diri begitu melihat ada kesempatan didepannya.

"Ukh! Sejak kapan Emuneko-chan punya kekuatan seperti itu?" tanya Kou.

"Ada yang aneh disini," ujar Ruki curiga.

xxx

"Kuso! Doko da aitsu wa?!" kesal Ayato yang sejak tadi tak berhasil menemukan Yui.

"Kita sudah memutari gedung sekolah ini, tapi tak berhasil menemukan Bitch-chan maupun jalan keluar menuju menara itu," ujar Raito sambil melihat kearah menara tinggi yang berada tak jauh dari tempat mereka berdiri.

"Ada sesuatu yang aneh terjadi disini," sahut Reiji.

"Sejak awal, event ini memang mencurigakan," tukas Shuu. "Sudah tiga tahun bersekolah disini, tapi baru tahun ini diadakannya acara Hallowen."

"Yang sejak dulu tak pernah dirayakan disekolah ini," sambung Kanato, menyetujui ucapan Shuu.

"Jadi, ini memang ulah si gadis Mukami menyebalkan itu?!" Subaru menarik kesimpulan. "Cih! Jika ketemu akan kuhajar dia!"

Diujung lorong, seseorang datang kearah mereka. Sosok itu tak lain adalah yang dicari mereka selama satu jam lalu. Wajah ketakutan langsung tergambar jelas diwajah pucatnya. Ayato segera berlari dengan kecepatan penuh kearah Yui. Meski gadis itu mengerahkan semua kemampuannya, ia tetap kalah oleh lari Ayato yang notaben seorang cowok dan vampire.

"Akhirnya kudapatkan kau, chichinashi!" seru Ayato senang.

"Tidak secepat itu," sebuah suara terdengar. Seringaian muncul diwajah Yui dan itu cukup membuat Ayato membatu ditempat. Karena lengah, ia terpaksa harus menerima tendangan Yui yang menyebabkan cowok berambut merah itu tersungkur kebelakang. Subaru menghadang dan melayangkan tinjunya, tak peduli yang dihadapannya adalah seorang perempuan. Yui dengan cepat menghindar dan membalas semua tinju Subaru. Sempat terjadi aksi saling pukul diantara keduanya, tapi langsung diakhiri dengan kemenangan Yui. Melihat itu yang lainnya hanya terdiam, tak sanggup berkata apa – apa.

"Bitch-chan... apa yang terjadi padamu?" tanya Raito bingung.

Yui kembali tersenyum dan berlari menuju menara, tempat harusnya ia berada.

"Tak ada jalan lain kecuali menangkapnya," ujar Kanato.

xxx

Waktu telah berlalu tanpa ada yang menyadarinya. Tapi, satu hal yang pasti para vampire itu telah sampai dimenara, tempat tujuan mereka. Lelah, itu sudah pasti karena mereka benar – benar dipermainkan oleh dalang event ini. Butuh waktu yang cukup lama bagaimana caranya keluar dari gedung sekolah untuk bisa sampai kemenara. Karena sejak awal, sidalang memang sudah merencanakan untuk mengurung mereka sementara waktu didalam gedung sekolah, bermain dengan permainan yang telah disiapkan.

Tanpa banyak bicara ataupun tatapan mematikan yang biasa dilemparkan, mereka langsung masuk kedalam menara tinggi itu. Ruangan gelap juga dingin langsung menyambut mereka. Ditengah ruangan, berdiri sosok hitam yang membawa sabit dewa kematian, menyeringai kearah mereka. Yuuma hendak maju untuk meminta penjelasan dari sosok itu, namun segera dicegah oleh Ruki. Ia menunjukkan sebuah tali benang tipis yang telah terhubung dengan... sesuatu yang tak bisa dijabarkan disini. Anggaplah yang terkena jebakan itu, entah dia manusia atau vampire bisa dipastikan akan pergi dari dunia tempat tinggal mereka.

"Selamat datang kalian yang telah berhasil sampai dimenara ini," ujar sosok itu bersuara. "Kuucapkan selamat dari lubuk hatiku yang paling dalam."

"Jangan banyak bercanda!" seru Yuuma kesal. "Cepat jelaskan maksudmu, Yuki!"

Sosok itu tidak mempedulikan ocehan Yuuma dan itu membuat vampire bertubuh tinggi itu makin kesal. "Mari kita masuk keacara utama dari permainan oni gokko ini," ucap sosok itu. Disebelah sosok itu mendadak muncul, entah dari mana, Yui yang biasanya, terlihat ketakutan seolah tak tahu kondisinya saat ini.

"Aturannya sederhana dan masih sama," lanjut sosok itu. "Kalian hanya perlu menangkap Yousei-san."

Suasana berubah hening. Baik kedua pihak tak ada yang berbicara sampai sosok itu kembali menyeringai, yang seramnya lagi semakin lebar. "Hanya saja, aku akan memberi batas waktu untuk menangkap Yousei-san."

"Waktunya 15 menit... dan dimulai dari sekarang!"

"Hah?!" seru semuanya dengan serempak. Tapi, karena tak ada waktu untuk mengajukan protes atau pun pertanyaan, mereka langsung berpencar untuk menangkap Yui yang masih mengenakan kostum peri. Berbagai cara dilakukan, mulai menggunakan kekerasan sampai membuat jebakan sederhana yang entah bagaimana caranya mereka bisa membuatnya. Sayang, tak ada satu pun cara yang bisa menangkap sosok Yui yang telah berubah kembali. Sosok ketakutan Yui yang mereka lihat tadi bagaikan ilusi. Karena dihadapan mereka saat ini, sosok Yui seperti orang lain.

"Lima menit lagi..."

"Cih! Kalau begini caranya langsung hadang saja dari depan," ujar Ayato frustasi.

Ayato bersama Subaru dan Yuuma menghadang Yui secara terbuka dan mengejar gadis itu dari depan. Tentunya Yui dengan mudah menghindari mereka bertiga. Ia melupakan bahwa diantara mereka ada yang memiliki ukuran tubuh tinggi. Alhasil, tangan orang itu berhasil menarik rambut pirang Yui. Semua orang yang ada diruangan itu langsung diam tak percaya. Begitu juga dengan dirinya ketika ada yang aneh dengan dirinya.

"Yuki/Yu-chan?!"

Sosok sebenarnya dari target yang seharusnya ditangkap bukanlah Komori Yui, melainkan Mukami Yuki. Rambut pirang yang ada ditangan Yuuma hanyalah sebuah wig untuk menutupi identitas asli dari Yousei-san, oni dari permainan oni gokko ini.

Yuki mendecih pelan sambil merapikan rambut hitam pendeknya yang sedikit berantakan. "Padahal sebentar lagi waktu bermain akan habis, malah ketahuan lebih dulu."

"Yuki-chan, daijoubu?" tanya sosok hitam yang terburu – buru menghampiri Yuki.

"Un. Daijoubu da yo, Yui-chan," jawab Yuki sambil menerima pemberian mantel hitam dari Yui. Ia melihat kearah para vampire yang masih diam ditempat itu. "Hei, kalian boleh bernapas kok. Toh, permainan juga sudah berakhir."

Yuuma yang pertama kali tersadar langsung memukul kepala Yuki, membuat sikorban memekik keras. "Aow! Tidak perlu memukulku sekeras itu, baka aniki!"

"Aho ka omae?!" seru Yuuma. "Jelaskan apa maksudnya semua ini?!"

"Tentu saja untuk bermain," jawab Yuki polos sambil mengelus kepalanya, takut kenapa – kenapa akibat dipukul oleh tenaga kakaknya yang kelewat besar. "Kalau hanya mengadakan pesta Hallowen itu membosankan. Maka dari itu, aku membuat permainan ini. Tentunya berkat bantuan orang itu."

"Orang itu?" tanya Ayato.

"Tak perlu kujawab, kalian pasti tahu siapa yang kumaksud," jawab Yuki ketus. "Tapi, karena tak mungkin Yui-chan kujadikan umpan aku berpura – pura menjadi Yui-chan dan begitulah."

Yuki baru saja ingin melontarkan semua keluh kesahnya karena rencananya tak berjalan sesuai dengan yang dipikirkan, panggilan pelan dari Yui menyadarkan dirinya. Awalnya ia menatap bingung gadis berambut pirang itu. Namun, karena mendadak ia merasakan hawa tak enak Yuki langsung menoleh. Wajahnya yang memang pucat makin pucat ketika melihat kesepuluh (minus Azusa) vampire yang mengeluarkan aura gelap. Ia meneguk ludah dengan susah payah.

"Ano... kalian kenapa ya?" tanya Yuki, pura – pura bodoh.

"Tidak bisa dimaafkan," ujar Kanato.

"Yu-chan, meski kau adik kebangganku, kau sudah kelewatan kali ini," sambung Kou.

"Eh? Aku... salah apa ya?" Yuki kembali bertanya.

"Yuki, kau sudah siap kan menerima hukumanmu?" Ruki bertanya yang makin membuat Yuki ketakutan.

"Kali ini akan kuberikan kau pelajaran, kuso onna," sahut Ayato.

"Meski benci mengakuinya, aku ikut denganmu," sambung Yuuma.

"Kau harus bertanggung jawab atas semua ini, Yuki-san," ujar Reiji.

"Kupastikan kau tak akan bisa kabur," ancam Subaru.

Yuki makin ketakutan. Ia sama sekali tak menyangka kalau mereka akan semarah ini. Dengan segala keberanian yang masih ia punya, ia menarik tangan Yui dan kabur dari sana. Tentunya dengan bantuan pintu rahasia yang telah ia siapkan jika ada keadaan darurat. Begitu ia keluar dari menara, Yuki memaksakan kakinya untuk berlari sekuat tenaga. Meski dirinya sudah jauh, ia bisa mendengar suara bangunan runtuh dibelakangnya. Ia yakin kalau menara itu sengaja dihancurkan untuk dijadikan jalan pintas bagi mereka.

"Trick or Treat mina!" seru Yuki. "Dan... GOMENNASAI!"


Hora yo : Nih

Kuso. Doko da aitsu wa : Sial. Dimana sih dia


Author : Happy Hallowen minna (walo telat ngucapin) Gimana nih chapter kali ini? Baguskah? Atau kesannya maksa? Hng... kupercayakan pada review minna aja deh.

Yuki : Ano... Author-san, boleh aku bertanya sesuatu padamu?

Author : Ng? Tentu saja boleh. Nani, Yuki-chan?

Yuki : *ngambil napas panjang* Kenapa Author-san menulis cerita macam ini?! Author-san ingin membunuhku?!

Author : *tutup telinga karna suara Yuki yang lantaran kencang*

Yuki : Aku nggak akan mengakui Author-san temanku kalo tidak memberikan alasan yang masuk akal!

Author : Pertama, karena menurutku ini cerita yang menarik. Kedua, tentu saja tidak, Yuki-chan. Buktinya diakhir cerita kau melarikan diri dengan selamat, bukan?

Yuki : Tapi, belum tentu aku akan selamat! Apalagi dari hukuman Ruki nii! Ukh! Membayangkannya saja sudah membuatku ingin menghilang dari dunia ini.

Yui : *menghela napas* Dimulai lagi deh pertengkaran mereka. Sudah kuduga akan menjadi seperti ini. Baiklah, dari pada kita mendengar pertengkaran mereka berdua, lebih baik aku membalas review dari mina-san menggantikan Author-san. Etto...

blue sapphire sophia -san : Wah, terima kasih atas dukungan dan semangatnya. Terutama dari OC milik blue-san. Pasti Author-san senang banget. Oh iya, Author-san punya pesan untuk blue-san. Katanya, Author-san udah membalas pertanyaan OC blue-san lewat PM. Bisa dicek langsung ya. Kalau ada yang masih ingin ditanyain, silahkan langsung hubungi Author-san. Oke?

firaxarika -san : Terima kasih atas reviewnya firaxarika-san. Tetap dukung dan me-review update-an Author-san ya. Biar Author-san punya semangat nulis hehehe. Eh? Ah... aduh kelihatannya aku tidak pantas membaca direview bagian akhir firaxarika-san. Tapi, nanti akan kusampaikan pada Yuki-chan dan Author-san hehehe.

*melihat kebelakang, Author dan Yuki masih adu mulut* Hah, sampai kapan mereka akan berantem seperti itu. Baiklah, terima kasih pada mina-san yang sudah mendukung fanfic ini. Ditunggu terus ide, saran, bahkan kritikan untuk Author-san ya.

Akhir kata, sampai jumpa mina-san.