Author : *mojok dipojok ruangan dengan aura hitam disekelilingnya*
Yuki : Ukh! *berbisik pada Yui* Ada apa dengan Author-san? Kok aura disekelilingnya nggak enak banget?
Yui : Ahaha... Author-san sepertinya kelelahan. Yuki-chan tau kan kehidupan Author-san belakangan ini benar - benar sibuk.
Yuuma : Sibuk? Memangnya dia pernah sibuk apa selain membuat fanfic aneh nggak jelas ini?
*Sebuah meja melayang kearah Yuuma*
Yuuma : Huwa! tte oi kuso Author! Apa yang kau lakukan, hah?!
Yuki : Huwa... Author-san, tenanglah!
Yui : Benar kata Yuki-chan, Author-san. Kau harus tenang! *membantu Yuki mencegah Author melempar meja lagi kearah Yuuma*
Raito : Hng... kira - kira ada apa ya dengan Author-chan? Seperti bukan dia saja.
Kanato : Pasti hanya hal bodoh yang sedang dipikirkan oleh Author itu.
Ayato : Itu benar. Author itu kan tak pernah jelas selama ia ada disi- *meja melayang kearah Ayato* Huwaa! Oi kuso Author! Kenapa aku juga kau lempari meja?!
Kou : Kelihatannya Author-chan sedang kesal ya.
Ruki : Atau malah melampiaskan stressnya pada kita.
Kou : EH?! Sore hidoi yo. Memangnya apa yang terjadi sampai Author-chan stress begitu?
Azusa : Hah... aku juga... ingin... dilempari... meja... oleh Author-san...
Ruki : Lebih baik kau hentikan niatmu itu, Azusa
Azusa : Eh? Doushite...?
Shuu : Dou demo ii. *melihat keributan yang dibuat oleh Author akibat Ayato dan Yuuma* Ukh! Setiap kali ketemu dengan Author itu, rasanya tak bisa tenang.
Reiji : *membetulkan kacamatanya* Meski aku tidak mau mengakuinya, aku setuju dengan Shuu.
Subaru : O-oi, apa tidak apa - apa jika tidak menghentikan itu Author? Bisa - bisa tempat ini hancur.
Kou : Jya, Subaru-kun, go!
Subaru : Hah? Kenapa kau menyuruhku yang pergi?!
Kou : Karena... kalau urusan seperti ini, lebih baik diserahkan pada Subaru-kun yang selalu menghancurkan sesuatu.
Subaru : Teme!
Reiji : *Menghela napas* Jika seperti ini terus tak akan ada yang membalas review dari pembaca Author. Tidak ada pilihan lain, biar aku saja yang melakukannya.
Shuu : Tumben kau mau melakukannya, Reiji?
Reiji : *menghiraukan Shuu*
Untuk Niechan Seicchi : Terima kasih atas reviewnya dan terima kasih atas dukungan juga semangatnya. Nanti, akan langsung kusampaikan pada Author.
blue sapphire sophia : Benarkah? Sudah dicek kembali PM nya? Author berkata sudah mengirim ulang saran dan pesan untuk blue-san
fira sakamaki : Terima kasih banyak karena sudah terhibur oleh fanfiction buatan Author. Author pasti akan sangat senang. *mendadak diam*
Ruki : Ada apa Sakamaki Reiji? *mengambil kertas yang dipegang oleh Reiji*
Kou : Apa yang tertulis, Ruki-kun?
*Suasana mendadak hening*
Subaru : *merasa heran* Oi, kalian kenapa?
Kou : Yu-chan... amnesia? Sikapnya berubah 180 derajat?
Ruki : *menghela napas* Kita lanjutkan saja membalas review ini. Untuk fira sakamaki -san, terima kasih atas sarannya. Akan langsung kusampaikan pada Author saran dari fira sakamaki -san.
Subaru : Entah kenapa, aku merasa akan ada hal yang benar - benar buruk, kalo Author itu membuat cerita seperti itu.
Kou : Aku setuju denganmu, Subaru-kun.
Azusa : *melihat kearah Yuki yang masih bergelut untuk menenangkan Author* Yu-chan...
