Ini adalah cerita atau karya saya sendiri tanpa bantuan ide orang lain.
Rated : T (bisa berubah sesuai alur cerita)
category : Romance - Drama - mystery
pemain : Chanyeol dan Baekhyun pastinya.
Kai dan Sehun [ SKY MEMBER ]
Noph Pith [ Baekhyun chingu :v ]
Luhan [ SKY Manager ]
Cameo : cari sendiri. buanyak soalnya.
setelah membaca silahkan untuk memberikan review kalian.
love dan masukan cerita ini ke library kalian !
KALIMAT YANG BERGARIS MIRING ANGGAP SAJA ITU BAHASA THAILAND.
HAHAHA
HAPPY READING
ANAK ANAKNYA CHANBAEK !!
"Aku berjanji akan membawamu untuk bertemu dengan SNSD Baek."
oOo
'Keletang'
Baekhyun bangun jam 4 sore. Seperti biasa ia memasak nasi, air, mencuci pakaian, membuat bekal, menyetrika pakaian sebelum ia pergi sekolah.
Yaa.. Baekhyun masih sekolah. Tapi ia sudah bekerja di sebuah minimarket untuk membantu kebutuhannya disini.
Orang tuanya? Entahlah.. ia dibesarkan di panti asuhan. orang tuanya telah bercerai. Ayahnya entah kemana dan ibunya tinggal jauh diKorea. sampai ia memberanikan diri tinggal jauh dari panti asuhan di sebuah gubuk kecil untuk ia tempati. Ia membeli rumah ini setelah ia mengumpulkan uang gajiannya. Walau kecil bagi orang lain. Tapi ini istana baginya.
Ceklek
"Chan.. Chanyeol.. ini sudah siang"
"Ehm.."
"Bangunlah.. jika kau ingin sendirian disini"
"Kau mau kemana Baek?"
"Sekolah.."
Chanyeol mendudukan tubuhnya di ranjang dan melihat arah jarum jam yang pendeknya mengarah pukul 6.
"Kau pergi sekolah jam 6 pagi?"
"Aku hanya ingin mengatakan padamu kalau aku akan pergi sekolah.. bukan aku akan pergi sekolah jam 6 !"
"Ku kira kau sekolah jam 6. Ini kan masih gelap"
Baekhyun membelalakan matanya. Mana bisa orang bilang kalau jam 6 lewat 15 menit masih gelap.
Yaa saat mereka masih dikamar memang gelap karna jendelanya masih tertutup rapat.
Baekhyun mendorong jendela kayu untuk mempersilahkan sinar matahari masuk.
"Aish.. !! Kenapa kau buka bodoh ! Silau !"
"Kau bilang ini gelap.. ini kuberi cahaya pagi untukmu !"
"Mana tahu aku kalau di Thailand jam 6 sudah terang begini !"
Hah.. lagi lagi Baekhyun harus mengalah dengan Idol yang sok selalu benar ini.
"Baiklah ! Aku mandi dulu"
Baekhyun bangun dan mengambil handuknya di belakang pintu kamar.
"Tunggu .. Tunggu !!"
"Apalagi ?!!"
"Itukan handukku !"
'Astaga.. apa idol ini lupa kalau ia tinggal dirumah orang lain. Yang tentu saja barang yang ia pakai itu juga milik orang lain ! ' yaa.. itulah fikiran Baekhyun.
"Kuingatkan padamu Park Chanyeol ssi. Member dari BoyGroup SKY yang berada di posisi visual, main rapper, aktor, dan model. Ku ingatkan sekali lagi padamu kalau kau itu... MENUMPANG DIRUMAH KU !!!!!"
'Meonggg !!' 'Krakk kraaakk.' 'Cit cit cit'
Berbagai hewan benar benar terkejut mendengar jeritan Baekhyun. Termasuk Chanyeol yang sedang menutup telinganya. Ia fikir kalau telinganya akan bermasalah setelah mendengar suara jeritan Baekhyun.
"Hah..hah" baekhyun terengah.
"Ma..maaf.. aku hanya tidak terbiasa saat aku harus berbagi handuk dengan orang lain"
"Astaga... seharusnya aku yang bilang begitu !"
"Kalau begitu belikan aku handuk baru !"
"Mana uangmu. Aku akan membelikannya"
"Ahh.. sebentar"
Chanyeol merogoh sakunya. Jelas ! Tidak ada uang disana. Ia selalu menaruh uang di dompetnya. Dan dompetnya selalu ia masukkan di dalam tas kecilnya. Dan tas kecilnya selalu ia taruh di mobil van. Benar benar rumit. dan yang pasti IA TIDAK PUNYA UANG !
"Tidak ada"
"Sudah kuduga"
Baekhyun membuka pintu kamar dan meninggalkan Chanyeol yang terlihat sedih. Ia melirik kearah nakas di samping ranjang.
Ada ponselnya disana. Tapi mati. Ia benar benar bernasib buruk.
"Apa aku terkena kutukan sampai aku melewati masa yang sulit seperti ini?"
oOo
"Kai .. apa kau bisa menghubungi Chanyeol?"
Kai menggeleng ia sudah ratusan kali menelfon Chanyeol tapi selalu gagal. Ia benar benar khawatir dengan sahabatnya itu. Apalagi tas kecil berharganya tertinggal di van.
"Aku telah mengirimnya pesan. Tapi tidak dibaca olehnya"
Sehun juga sudah melakukan hal yang sama dengan Kai.
"Astaga.. hari ini dia ada syuting"
"Kita harus kembali ke Korea Lu. Bagaimana juga kita harus tetap kembali sesuai jadwal"
"Lalu bagaimana dengan Chanyeol.. Kai?'
"Hah.. aku tidak tahu.. tapi kita harus menjaga nama baik grup kita kan?"
"Lu.. sepertinya Kai benar. Kita harus kembali. "
Luhan terlihat bingung. Ia harus memilih keputusan sekarang. Pulang demi nama baik grup dan agensi tanpa Chanyeol. Atau pulang bersama Chanyeol tapi tidak tahu kapan Chanyeol akan kembali.
Mereka seharusnya pulang tadi malam. Tapi karna Chanyeol tidak ada. Mereka menunda penerbangan mereka.
Sampai seorang kru menghampiri mereka.
"Kapten ! Aku sudah melacak ponsel Chanyeol. Dan aku berhasil menemukan alamat terakhir yang ia datangi setelah syuting kemarin."
"Benarkah?! Dimana?!"
Luhan mengguncang kru itu. Ia benar benar senang saat ini. Seperti sebuah keajaiban yang datang secara tiba tiba.
"Aku melihatnya di sekitar Pabrik tahu di kota ini"
"Pabrik tahu?" Tanya Sehun Kai dan Luhan bersamaan.
"Yaa.. tapi ponsel itu sepertinya tidak aktiflagi. Karna Saat aku ingin melacak alamat lengkapnya sudah tidak bisa lagi"
"Kau tidak sempat melihat denah jalannya?"
"Aku hanya melihat tulisan Pabrik tahu. Dan saat aku ingin melihat denahnya. Aku gagal karna gps Chanyeol tidak aktif. "
"Bukankah petunjuk pabrik tahu sudah cukup? Kita bisa mencari Pabrik tahu di sekitar kota ini"
Luhan mengangguk setuju dengan usulan Kai. Tapi kru itu menggeleng tidak setuju.
"Itu sulit. Karna ada 7 pabrik tahu di kota ini"
"APA?!"
oOo
Chanyeol dan Baekhyun berdiri di depan sebuah bangunan tua.
Tentunya setelah mereka mandi dan sarapan.
"Kau yakin disini tempat kita bertemu semalam?"
Baekhyun mengangguk.
"Ku kira semalam ini sebuah gudang"
"Bukan.. ini adalah pabrik tahu. Aku bekerja disini untuk mengambil dan mengantar tahu kepasar setiap pagi"
Chanyeol mengangguk. Tapi setelahnya ia terkejut. Setiap pagi? Tapi, bukankah Baekhyun harus sekolah?.
"Tapi kan kau sekolah Baek"
"Ya.. tapi aku bisa mengatur waktuku. Kapan aku harus bekerja dan kapan waktu untukku sekolah"
"Jadi maksudmu sekarang kau mulai bekerja?"
"Tentu saja ! Kau fikir aku bekerja saat jam istirahat ?!"
"PAN !"
Baekhyun tersentak ia melirik Chanyeol yang mulai panik karna ada orang lain yang menghampiri mereka. Ia tidak ingin ada orang yang tahu tentang identitasnya sebagai idol.
Walau itu hanya sedikit kemungkinan.
"Pakai maskermu !"
Chanyeol mengangguk dan mulai memasang maskernya kembali.
"Ada 3 tong tahu yang harus kau antar"
"Ehm.. "
"Ini kuncinya"
Baekhyun mengambil kunci yang dilempar oleh sang pemilik.
"Omong omong siapa dia Pan?"
Baekhyun gusar. Ia tidak berfikir sebelumnya untuk memperkenalkan Chanyeol di depan orang lain.
"Dia temanku"
"Ahh.. senang bertemu denganmu"
Chanyeol melihat Baekhyun. Meminta bantuan maksudnya. Ia benar benar tidak tahu apa yang dikatakan oleh orang ini.
"Di..dia tidak bisa bahasa kita"
"Hah?"
"Dia temanku dari Inggris. Jadi dia hanya bisa bahasa inggris."
"Ahh.. dia turis!"
"Haha.. ahh sepertinya kami harus pergi sekarang. Come on richard"
Baekhyun memberi kode pada Chanyeol untuk mengikutinya.
Chanyeol yang mengerti hanya bisa
"Yes..yes.. come on man !"
oOo
Brrmm..brrrmmm..
Mobil pickup yang dikendarai oleh namja mungil dan namja tiang yang duduk manis di kursi penumpang sedang pergi menuju pasar.
Chanyeol terlihat sedang melihat pemandangan kota kecil ini. Sedangkan namja mungil sedang fokus dalam kemudinya.
3 tong tahu yang ada dibelakang mereka siap diantar ketoko yang ada dipasar. Walau menempuh jarak yang lumayan jauh. Tapi tak masalah. Toh mereka menggunakan mobil untuk kesana.
"Kotamu indah Baek.."
"Benarkah? Bagimu yang pertama kali datang memang indah. Tapi untukku yang sudah tinggal lama disini. Tempat ini biasa saja untukku"
Chanyeol mengangguk setuju. Kota Seoul yang indah bagi orang diluar sana. Tapi bagi Chanyeol itu semua tidak lebih dari tempat tinggal yang biasa saja. Yaa karna ia sudah bosan dengan semua itu.
"Kau sudah ke Korea Baek?"
"Tentu.. ibuku orang Korea"
"Eoh? Benarkah?"
Baekhyun menghela nafas. Dia fikir ia bisa bicara Korea itu dari siapa? Jika bukan dari orang terdekatnya (ibunya). Walaupun Chanyeol berfikir Baekhyun belajar bahasa Korea karna dia ingin bisa bicara dengan idolanya SNSD.
kek Jung yang belajar bahasa Korea biar bisa ngobrol ama Kai ㅋㅋㅋ
"Lalu kenapa kau tinggal disini? Kenapa tidak di Korea?"
"Orang tuaku bercerai"
"Jadi kau ikut ayahmu?"
"mungkin"
"kau tidak tahu dimana ayahmu?"
"tidak tahu"
"kalau tidak tahu. seharusnya kau tinggal bersama ibumu"
"tidak mau"
"seharusnya kau.." glek
Chanyeol hendak bertanya lagi. Tapi ia urungkan karna melihat tatapan sinis dari Baekhyun. Yaa mungkin Baekhyun sedikit risih karna membicarakan masalah pribadinya.
"Ahh.. aku baru ingat Baek !"
Baekhyun menoleh sebentar melihat ekspresi terkejut Chanyeol. Lalu kembali melihat jalan.
"Kau punya ponsel kan?"
"Tentu"
"Bisa internet?"
"Tentu saja.. kau fikir aku menonton snsd dari mana kalau tidak dari benda itu"
"Bagus Baek ! Aku bisa memasukkan akun emailku kesana. Dan aku akan meminta bantuan lewat itu !"
Ckiiiitt
Rem mendadak membuat Chanyeol dan tong di belakang mereka bergoyang.
"Benar Yeol ! Kenapa tidak dari kemarin !"
"Ehm.."
Chanyeol mengangguk. Baekhyun mengambil tas dan mengeluarkan ponselnya.
"Ini "
"Bagus.. kau menyetirlah dan aku akan melakukan tugasku"
Baekhyun mengangguk setuju. Jika Chanyeol pergi beban hidupnya jadi ikut pergi.
"Ini 3 tong tahu.."
"Baiklah terima kasih Pan. Sepedamu aku taruh disamping"
"Baiklah.. ini kunci mobilnya."
Baekhyun pergi kearah samping toko dan mengambil sepeda yang diikat.
"Pan dia siapa?"
Orang itu menunjuk Chanyeol yang sibuk dengan ponsel Baekhyun sambil berlompat lompat seperti orang gila.
"Dia temanku Richard"
"Ahh.. dia bukan orang sini?"
Baekhyun menggeleng.
"Aku harus kesekolah paman"
"Baiklah hati hati"
Baekhyun mendorong sepeda disamping tubuhnya menemui Chanyeol yang seperti orang gila dengan ponsel ditangannya.
"Kau sedang apa?"
"tentu saja mencari sinyal bodoh !"
'heol.. siapa yang dia bilang bodoh?! Sialan' batin Baekhyun
"Disini tidak ada sinyal"
"Memang tidak ada"
"APA?!"
"Ayo naik. Aku akan terlambat kesekolah jika kita berdebat disini"
Chanyeol menurut ia memakai masker wajahnya lagi. Sambil menaiki sepeda Baekhyun. Hanya ada satu kursi untuk pengemudi sepeda. Jadi Chanyeol berdiri di belakang Baekhyun.
.
.
.
KlikBaekhyun mengunci ban sepedanya di parkiran sekolah.
Dan Chanyeol masih sibuk dengan ponsel Baekhyun.
"Kau mendapat sinyal?"
"Tidak. Ahh iya bagaimana caranya kau melihat video snsd jika sinyal disini saja sulit didapatkan?"
"Ahh.. itu aku mendownloadnya."
"Berapa lama kau menunggu download an itu selesai?"
"2 sampai 3 hari mungkin"
'Aku akan mati disini' jika ini komik mungkin roh Chanyeol akan keluar dari tubuhnya.
"Pan !"
"orang asing lagi"
"kau yang orang asing bodoh !"
Seseorang menghampiri Baekhyun dan Chanyeol yang sedang berdebat kecil.
"Eoh? Pith kau disini?"
Namja mungil yang cukup manly itu mengangguk sambil melihat Chanyeol dengan mata yang mengintimidasi.
"Siapa dia?"
"Temanku Richard"
Namja bernama Pith itu mengangguk lagi. Dan melihat Chanyeol dengan penuh selidik. Wajah yang tertutup masker pakaian yang cukup ketat (tentu saja ketat karna ia memakai pakaian Baekhyun) membuat Pith curiga.
"Ayo ke kelas Pan."
Namja itu menarik tangan Baekhyun pergi meninggalkan Chanyeol sendirian dengan wajah terkejut.
Ia lantas mengikuti Baekhyun dan temannya yang aneh itu.
Sampai
Ckiiiiittt
"Pan !"
Seorang yeoja kali ini.
Ia keluar dari mobilnya dan menghampiri Baekhyun dan juga Pith.
"Noph? Kenapa berhenti dijalan?"
"Sudahlah Pith ! Aku ingin bicara dengan Pan !"
Pith menedikkan bahu tak peduli.
Sedangkan Chanyeol hanya terdiam memperhatikan Baekhyun dan kedua temannya itu dari jarak 3 meter.
"Pan ! Kau tahu boy group kesukaan ku SKY kan? Salah satu dari mereka hilang!"
Baekhyun terkejut tentu saja. Ia sudah tahu bahwa berita ini akan keluar tapi tidak secepat ini. Ia kira agensi mereka akan menutupi masalah ini.
"Si..siapa yang hilang?"
"Chanyeol !!"
Chanyeol yang mendengar namanya disebut langsung sontak menuju Baekhyun dan bicara dengan bahasa Korea.
"Apa yang dikatakannya? Kenapa dia menyebut namaku? Apa aku ketahuan? Apa ada sesuatu dengan grupku? Atau aku.."
"Stop !"
Baekhyun jengah mendengar pertanyaan Chanyeol yang mungkin tidak ada habisnya.
Pith dan Noph hanya bengong melihat interaksi mereka. Walaupun Noph seperti merasa familiar dengan suara dan postur tubuh orang yang ada di hadapannya ini.
"Siapa dia Pan? Sepertinya aku mengenalnya"
Glek.. apa Baekhyun akan ketahuan oleh seorang yeoja ? Yang sekaligus penggemar berat dari SKY !!
TBC
huaa... up lagi lanjutannya.
jangan lupa reviewnya
cium dari Jung chu *
