-intermezo-
Yahoooo… chapter 2 apdate!! Makasih banyak ya… udah di review… XD
Aye bales review disini ajah ah~
1. kenapa Near namanya jadi Nera??
- cuz,saya sering banget salah ngetik nama Near! Near jadi Nera! –dihajar Near-
2. apa maksud dari 15 kemaren??
- itu sebenernya 15 persen... saya baru tau klo pake icon persen langsung di sini, pas di aplot jadi kagak muncul...
3. apa maksud dari judul lolicon light ini??
- err...--a itu… terinspirasi dari senpai saya yang terang2an mengaku klo dia lolicon! XD –dilempar ke bak sampah- ya…pokoknya Light seorang Lolicon! Ntar juga tau...XD
Ahahaha… ya sudahlah,,, jadi ngebacot ngawur ginih… yang penting! Anda senang saya senang! Anda review saya ngepiuw!(lha??)
DISCLAIMER : Punyanya Tsugumi Ohba & Takeshi Obata.
XXXXXX
-LOLICON LIGHT part 2-
Cerita sebelumnya :
(ahh… aye males nulisnya… aye singkat aje ye? –dihajar massa- ouh iya! Mulai dari sini,nama Near tetep ditulis Near! Bukan Nera. Nera hanya untuk Light yang ngomong.)
L dan Near pun kembali ke tempat Light. L mengijinkan Near pergi bersama Light. Akhirnya, mereka berdua keluar dari Gramedia.
Cerita Sekarang :
Light dari tadi ngeliatin Nearrr mulu... 'kenapa nih anak manis banget yak? Tapi kayaknya aku pernah ngeliat dia deh... dimana ya?' pikir Light.
Near dari tadi asik ajah tengok kanan tengok kiri ngeliatin etalase toko2 yang berjejer rapih. Dia kagak ngeh kalo dari tadi diliatin ama Light mulu. Sampai suatu ketika...
"Ah! Light-niisan... tuh ada toko mainan! Sepertinya…" kata Near ragu2 menunjuk pada sebuah toko yang bertuliskan 'GAME PANIC' di banner tokonya.
"..." Light masih bengong ngeliatin Near.
"Light-niisan??" panggil Near sambil narik bajunya Light.
"Akh! Maaf! Ada apa?" kata Light tersadar.
"..." Near tetep narik bajunya Light sambil nunjuk ke toko tadi.
'awh...manisnya...' batin Light sambil bersemu merah. "ayo Ner! Kesana." ajak Light semangat. Akhirnya mereka berdua masuk ke dalam toko tadi. Disana berjejer mainan yang luar biasa banyaknya dan luar biasa langkanya! Saat Light berkeliling dengan Nera menjelajahi isi toko, Light menemukan mesin gashapon. Spontan, Light menarik tangan Near agar berhenti.
"Ada apa, niisan?" tanya Near.
"Hei, kau tau mesin ini tidak?" tanya Light balik sambil menepuk-nepuk mesin gashaponnya.
"..." Near ngeliatin mesin yang berbentuk telur dan berisikan action figure mini didalamnya. Near pun menggelengkan kepalanya tanda kalo ia tidak tau.
"Hah~ ternyata kau tidak tau ya... ini namanya gashapon. Kita bisa dapetin mainannya kalo memasukkan koin ke sini..." jelas Light sambil nunjuk tempat koin.
"Oh, begitu ya..."
"..." Near terus aja ngeliat gashapon yang berisi action figure mini death note tanpa mengucapkan satu kata pun.
'Ha~ jelas banget kalo mukanya mau nyoba maen ginian... kenapa nggak bilang aja sih!!' batin Light
"Hei! Mau coba main?" Tanya Light.
"Ah!" Near kaget saat Light bertanya begitu. "A-apa boleh?" tanya Near sambil tertunduk malu.
"Ahahahaha... kau ini! Hei, jangan segan gitu dong. Bilang aja kalo mau apa2, ya? ^_^" seru Light sembari menepuk-nepuk rambut Near. "Tunggu disini ya…" Light pun pergi ke tempat kasir untuk membeli beberapa koin gashapon. Sedangkan Near? Near Cuma bisa memegang rambutnya. Merasakan tempat yang tadi disentuh oleh Light. Tanpa sadar, wajah Near pun merona. "Light-niisan..." bisik Near pelan dicelah pikirannya.
"Hn?? Ada apa Ner? Kok bengong?" Light spontan bertanya sekembalinya dari kasir.
"...!!" Near kaget, karena Light tiba2 memecah lamunannya.
"Hee?? Kau demam ya? Mukamu merah. Coba ku cek…" Light pun mendekatkan keningnya ke kening milik Near. Otomatis muka Near malah tambah merah saat kening Light menyentuh keningnya. Near tak bisa berkutik, ia hanya bisa diam saja menerima perlakuan Light.
"Hmm...aneh,kening mu tidak panas...tapi kenapa mukamu tambah merah ya? Ahahaha...menarik!"
"..." Near tak bisa membalas perkataan Light. Karena dia masih sibuk mengatur kecepatan jantungnya saking malunya.
"Umm...Ner? mau yang mana? Gashaponnya..."
"Ah... terserah niisan..."
"Ok..." Light mengiyakan. Light pun memasukkan 2 koin yang tadi dibelinya di kasir. Lalu memutar tuasnya searah jarum jam. Ceklek! Telur gashapon pun keluar. Light segera memberikannya ke Near.
"Arigatou Light-niisan..." ucap Near yang terus memperhatikan benda yang didapatnya tadi. Terlihat sekali Kalo Near sangat senang.
"Ya, sama-sama... umm, tidak mau dibuka?"
"Di...buka?"
"Ahahaha...iya ya, kau kan tidak tau... nanti di dalamnya ada action figure mini-nya. Tapi harus dirakit dulu. Merakitnya gampang kok!" jelas Light.
"Kalau begitu, aku membukanya dirumah saja. Ehehehe..."
"Haha... ya sudah kalo begitu. Kalo masih nggak ngerti juga, tanya sama L saja ya..."
"He?? Dengan L-niisan?"
"Iya... sepertinya ia bisa..."
"Oh...begitu..." ucap Near kecewa.
"Klo nggak mau, ya… kepadaku juga boleh…" tawar Light.
"Ah! Hai!" jawab Near senang. Near pun tertawa lembut.
-Doki- tiba2 Light merasa jantungnya berdegup kencang. Baru kali ini dia melihat Near tertawa. 'Nggak kuat lagi!!' teriak Light di hati. Light langsung meluk Near. Lalu melepaskan pelukannya secepat yang ia bisa. Light pun buru-buru keluar toko sambil mencari-cari handphone miliknya. Meninggalkan Near yang masih tercengang akan tindakannya tadi. Langsung ia menelepon L.
"bzzzt...bzzzt" terdengar bunyi getar dari saku celana L. Dengan biasa L mengambil handphone-nya dengan gayanya. Dia melihat nama di layar Handphone-nya. Ternyata yang meneleponnya adalah Light. Dengan malas di jawabnya telepon itu.
"Moshi-moshi" sapa L.
"L, maaf! Aku pulang duluan."
"Ha? Kenapa?"
"..."
"Light?"
"Ah! Maaf, tadi ayahku meneleponku. Dia menyuruhku untuk cepat pulang. Aku rasa ada hal penting yang akan dibicarakannya kepadaku." jawab Light bohong.
"Hontou?"
"...Hei? kau tak percaya padaku, hah?"
"Tenanglah Light, iya iya percaya... hah~ apa boleh buat kalo begitu"
"Sankyu"
"Eh! Tunggu! Kau masih bersama Nera kan? Kalo mau pulang, tolong antar dia pulang sekalian ya! Ehehehe…"
"Eh! Tung- akh sial! Dia sudah menutup teleponnya! Bagaimana ini? –sigh- ya sudahlah..." Light pun pasrah. Akhirnya dia kembali ke dalam toko. Dilihatnya Near sudah tidak ada ditempat gashapon tadi. Light mencari-cari Near disetiap pojokan. Tapi nggak ketemu juga… 'Nera… kau kemana sih…' keluh Light. Light khawatir jika ia sampai tidak menemukan Near ditempat ini. Light tetap mencari Near di dalam toko. Sampai pada akhirnya ia menemukan Near yang sedang jongkok di lantai sambil menjajarkan beberapa set puzzle di depannya.
"NERA!!" panggil Light dengan nafas terengah-engah.
"Light-niisan..."
"Kau kemana saja??!! Apa yang kau lakukan disini hah?! Jangan membuat ku khawatir!!" bentak Light.
Mendengar bentakan Light, Near spontan kaget. Near menundukkan kepalanya. Tangan Near gemetar karena takut. "Gomen na niisan…" jawab Near dengan suaranya yang gemetar. Light yang melihat tangan Near yg gemetar langsung ikut-ikutan jongkok. Berusaha untuk sejajar dengan tinggi Near.
"…"
"…"
"Gomen… Hontouni gomenasai…" lirih Light.
Mendengar kata maaf dari Light, Near pun mendongakkan kepalanya. Melihat Light yang sedang menundukkan kepalanya,sama seperti yang dilakukan olehnya.
"Maaf, karena telah membentak mu…maaf karena telah memelukmu tiba-tiba...maaf karena telah meninggalkan mu...maaf..." ulang Light.
Near yang terhanyut mendengar kata-kata maaf Light tanpa sadar berdiri dan langsung memeluk badan Light sedapat yang ia bisa.
"Daijoubu Light-niisan…" ucap Near. 'Harusnya aku yang minta maaf sama Light-niisan…maaf karena telah berbohong…aku hanya ingin membuat L-niisan senang…karena aku sangat memuja L-niisan…maaf…' batin Near.
Light tak bisa berkutik saking kagetnya karena tiba-tiba saja Near memeluknya. Muka Light benar-benar merah padam. Ia berusaha menutupi wajahnya agar tidak ketahuan oleh Near. 'Kenapa ia memeluk ku?' pikir Light. Tak lama kemudian, Near pun melepas pelukannya. Lalu kembali ke tempat dimana ia menjejerkan puzzle2 pilihannya. Menunggu hingga Light kembali berdiri.
"... Nera... aku ingin pulang." ujar Light tiba2.
"??"
"tadi aku sudah bilang ke L kalo aku akan pulang duluan…tapi, dia memintaku untuk mengantarmu pulang…"
"…!!"
"Bagaimana?"
'Apa maunya L-niisan sih? kenapa jadi begini?' pikir Near.
"Hai" jawab Near seraya merapikan puzzle yang sudah dipilihnya.
"Ya sudah…ayo cepat kita ke kasir." Ajak Light. Akhirnya setelah membayar puzzle yang dibeli oleh Near,mereka berdua pun keluar dari Pauwlownia Mall. Mereka pulang dengan taksi.
-di dalam taksi dalam perjalanan pulang-
"Nera… apa tidak apa-apa kau dirumah sendirian?" tanya Light membuka pembicaraan.
"Iya tidak apa-apa…sudah biasa…"
"Apa nggak kesepian tuh?"
"…"
"Ah! Begini saja! Hari ini kau dirumahku dulu sampai L menjemputmu. Biar kutelepon L nanti."
"Eh? Ta-tapi…"
"Jangan takut. Disana ada adikku, Sayu. Dia sepantaran dengan mu… mungkin kau bisa bermain bersamanya…"
"…baiklah…"
"-smile- ya sudah, aku telpon L dulu." Kata Light sambil mencari nama L di phonebook nya.
Light pun menelepon L. Memberitahu kalo Near akan tinggal dirumahnya sampai L menjemput nanti. L pun mengijinkan.
Setelah 1 jam perjalanan, mereka pun sampai dirumah Light.
Light dengan segera membuka pintu depan, tapi pintunya tak bisa dibuka. 'Apa ibu pergi ya?' pikir Light.
"Anoo Light-niisan… itu ada kertas terselip di atas pintu." Kata Near memberitahu.
"Oh, thanks!" Ucap Light seraya membaca tulisan di kertas tersebut.
Light-kun…
Ibu dan Sayu keluar sebentar.
Tolong jaga rumah ya…
Oh iya, di dapur ada sashimi…
Dimakan ya…
-ibu-
"…"
"Light-niisan? Doushita?" Tanya Near.
"aaa…begini Ner, tiba2 saja ibuku dan adikku pergi keluar. Jadi dirumah nggak ada siapa2…maaf ya…" kata Light seraya menyerahkan kertas tadi ke Near sebagai bukti.
"…" Near cuman bisa diam.
"yasudahlah… apa boleh buat… ayo masuk" ajak Light sambil nyari kunci di bawah pot bunga.
'L-niisan… bagaimana ini? Ku mohon kami-sama... semoga nggak terjadi apa-apa... semoga L-niisan cepat datang menjemputku...' doa Near dalem hati.
-bersambung-
Chibikyu : puahh!! Akhirnya selese juga chap.2 nya... ha~ romantisnya kagak ada acan2 pun... sekalinya ada kagak mengenah! Cih! Emang kagak bakat dibidang romance ya gw...gw ganti ajah ah genrenya!
Matt : lagian sih lu, sok2an mw bikin romance segala...
Chibikyu : eitz! Jangan salah Matt! Ini namanya TANTANGAN!
Mello : apanya yang tantangan? Protes ah! Kenapa kita kagak muncul sebatang huruf pun di chapter 2 ini??
Chibikyu : kenapa ya? --a
L : protes juga! Kenapa bagian gw cuman dikit!
Chibikyu : woy! Perhatiaan ya~ tokoh utamanya tuh disini cuman Light ama Near! Jadi klo lo pada jarang muncul ya wajar...
Matt&Mello : -ngelempar geta ke author-
L : -ngelempar biji semangka sambil ngomong " pergilah setan! Datanglah keberuntungan!" ke author.
Near : ckckck... disini kagak ada yang bener ya...
Light : ckckck...
Near : eh, ada yang mw ngasih saran kagak? Buat kelanjutan ni fanfict?
Chibikyu : wah! Ide bagus tuh! Siipzz!! Minna… reviewnya ditunggu!! Yang kagak review di datengin ama ryuk lho!! Wkwkwk –dilempar apel-
" kami seluruh character yang ada di fanfict ini mengucapkan 'ARIGATOU GOZAIMASU' sudah membaca fanfict tak mengenah ini…semoga yang baca dan yang review diberikan pahala sebanyak-banyaknya…amieen…Ja! Sampai ketemu lagi di chapter selanjutnya…XD"
