Intermezzo
Chibikyu : Huang…huang… saya dibilang muncung sapi… huang…huang…DX
Matt : wkwkwk… muncung sapi katanya!!! gyahahaha -ketawa gulung2 dilantai-
Chibikyu : khh!! Urusai!! Yosh!! Mari mulai chapter ke 4 ini!! (empat kan ya???)
Disclaimer : ah… bosen nulis beginian mulu… udah pada tau kan?? Itu lho,, Tsugumi Ohba & Takeshi Obata!!
XXX Lolicon Light chap. 4 XXX
Dalam perjalanan menuju rumah Light...
"L-niisan... nggak apa-apa tuh, rencana niisan terus berjalan?" tanya Matt kepada L yang sedang asyik membuat barbeque dari berbagai macam kue di mobilnya.
"Tenang-tenang... semua akan berjalan lancar... kan Near yang ngerjain... pasti beres deh!" jawab L pede.
"Cih! Near mulu! Kenapa mesti Near sih? Kenapa nggak aku aja!! Secara aku kan lebih cantik dibanding Near!!" ujar Mello cemburu.
"EHM!!" Matt langsung berdehem sambil melotot ke arah L.
"Tuh! Kau dengar tidak suara berdehemnya Matt??" tanya L sembari terus memakan kue barbequenya itu.
"Apa? Tenggorokan mu sakit Matt?" Mello malah nanya balik ke Matt. Spontan, di jidat Matt timbul satu kedutan urat (??) setelah mendengar pertanyaan Mello tadi.
"Gyaaa!!! Iya! Tenggorokan ku sakit!!" teriak Matt yang udah mamerin tenggorokannya ke arah Mello plus pelototan matanya.
"Tuh kan, niisan juga denger sendiri kan apa kata Matt... orang dia Cuma sakit tenggorokan doang kok... trus apa masalahnya? Kenapa nggak aku aja?? Kenapa?" tanya Mello innocent.
"Aduh... ampun deh Mell... Matt!! Kau saja yang kasih tau si Mello!" perintah L.
PLAKK!! Matt langsung mukul kepala Mello. "Aaaaahhh!! Ittai..." keluh Mello.
"Rasakan!!" ujar Matt kesal.
"Kenapa sih?! Maen pukul aja! Apa salahku?" tanya mello kesal.
"Denger ya!! Kalau kamu yang ada di tempat Near... ntar gimana kalau tiba-tiba kamu jadi disukain sama Light?! Gimana kalau kamu juga jadi suka sama Light?! Trus kalau kamu jadian sama Light, aku mau dikemanain?! Ntar gimana sama perasaanku?!" tabrak Matt yang air matanya udah netes-netes di pipinya.
'Ah elah... lebay amat sih nih anak...' pikir L yang dari tadi diem aja ngedengerin curhatan Matt.
"..." Mello masih cengo ngedengerin curhatan Matt.
"Hiksu..hiksu..." Matt masih nangis.
"Matt..." ujar Mello.
"Hiksu..hiksu..." Matt tetep nangis.
"...." Mello berpikir sejenak.
"..." L juga ikut-ikutan diem menikmati scene yang ada di depan matanya.
"Matt... tatap wajahku..." pinta Mello sambil menyentuh pipi Matt.
"...hiks..." Matt langsung menatap wajah Mello.
"Matt..." ujar Mello sambil menghapus bulir-bulir airmata Matt.
"Mello..." balas Matt sambil memegang lengan Mello.
"OOOHHH! JADI GITU YA! KAMU TAKUT AKU DIAMBIL LIGHT YA!! AHAHAHAHA... JADI KAMU CEMBURU YA! EHEHEHEHE... CIYEE... MATT CEMBURU TUH..." tiba-tiba Mello berkata demikian yang telah menghancurkan efek romantis yang AKAN dibuat oleh author.
L dan hiwatari yang mendengarnya Cuma bisa sweatdrops. Sedangkan Matt...
"Khhh!! Mati aja sanah Lu!! Dasar blonde gila!!" Matt langsung menghujam kepala Mello dengan tonjokannya yang bertubi-tubi.
"Ckck... Mada-mada da ne..." L hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat adegan gak penting yang barusan terjadi. "Hiwatari-san...tambah kecepatannya..." perintah L.
"Baik..." jawab Hiwatari.
_______________________________________
Akhirnya mereka sampai dirumah Light. Light pun membuka-kan pintu tanpa memakai bajunya. Masih tetap dengan handuk yang menggantung di lehernya dan celana panjang yang dikenakannya. Plus dengan rambutnya yang masih agak basah.
"Uwouhh!! Ada pemuda berbasah-basahan di depan mataku!! Kyaaaa~" histeris Matt yang langsung di tutup matanya sama Mello.
"Nera mana?" tanya L to the point.
"Ada... lagi tidur..." balas Light yang menaiki tangga di ikuti oleh L, Mello, dan Matt.
"Whattt??? Tidur??? Kok bisa??? Tidur dimana???" tanya Mello kaget.
"Biasa aja kali Mell..." balas Matt dari belakang.
"Dikamar ku..." jawab Light polos.
DUK! Mello menabrak L yang tiba-tiba berhenti mendadak. "auch! Niisan kenapa tiba-tiba berhenti sih?" tanya mello.
"Apa kau bilang Light? Di-di-kamar mu?? Lagi-la-lagi tidur?" tanya L dengan terbata-bata.
"Ya... kenapa emangnya?" balas Light.
"Near tidur... sedangkan Light-niisan tidak pakai baju...mungkinkah kalian..." Matt mengira-ngira apa yang telah dilakukan oleh light.
"Light-niisan!! kenapa nggak pakai baju!" tanya Mello mengintograsi Light.
"Habis mandi kan."
"Ma-mandi?" tanya L yang juga ikut-ikutan mengira-ngira apa yang telah dilakukan oleh Light.
"Terus! Kenapa Nera bisa tidur di kamar Light-niisan!" tanya Mello yang naik selangkah ke anak tangga dan berdiri disamping L.
"Mungkin... kecapean kali..." jawab Light enteng.
"Nera kecapean??" pikiran L udah mengawang-awang ke arah yang nggak jelas.
"Jangan-jangan..." Matt mendramatisir.
"Jangan-jangan..." mello tambah mendramatisir.
"Ja-jangan-jangan apa?!" tanya L yang mukanya udah ketakutan. Takut near di apa-apain sama Light.
"..." Light cuma bisa diem.
"Jangan-jangan..." Matt berkata lagi.
"Jangan-jangan kau menolak cintaku~ jangan-jangan kau hiraukan hatiku~" Mello malah nerusin kata-kata Matt pake lagu ST 12.
SBET! L langsung nyabet Mello pake handuk yang ada di leher Light. Matt sama Light langsung sweatdrops.
"Aduh! Sakit tauk!" Mello mengaduh-aduh kesakitan.
"Jangan bercanda!" bentak L.
"Jangan-jangan Nera sama Light udah ML!!" sambar Mello yang langsung ditendang sama Light dan L hingga Mello jatuh jungkir balik ke bawah.
"Lelucon kalian nggak lucu! Kalau mau tau yang sebenernya, sana! Tanya sama Nera sendiri!" Light langsung sewot.
"Maafkan kami..." kata Matt dan Mello menunduk.
Akhirnya mereka tiba dikamar Light. Dan benar, disana Near masih tertidur nyenyak. L langsung menghampiri Near yang sedang tidur, mencoba membangunkannya dengan lembut. Sedangkan light langsung menghampiri lemarinya. Mencari-cari baju yang akan dipakainya.
"Ner... bangun yuk! Niisan dateng nih..." kata L pelan.
"Ngg..." Near tampak belum sadar juga dari tidurnya.
"Jangan dibangunin... mending digendong aja. Bawa ke mobil sana." kata Light menyarankan.
"Iya ya..." kata L.
"Sni! Biar aku yang gendong!" pinta Light yang udah hampir memasukkan tangannya ke bawah punggung Near.
PLAKK! L menepis tangan Light. "Jangan, biar aku aja."
"Apaan sih! Kamu diem aja disitu! Biar aku aja!" balas Light.
"Apa yang kamu lakukan! Udah! Aku aja!!" balas L nggak mau kalah.
"Nggak usah... kamu kan tamu... masa' kamu yang bawa... harusnya aku yang bawa! Kan aku tuan rumahnya!!" timpal Light dengan alasan yang nggak masuk akal.
"Tapi aku kan kakak sepupunya!! Udah! Minggir sanah!" balas L.
"Nggak mau! Aku aja!" Light lagi-lagi nggak mau kalah.
"Ngotot banget sih! Kenapa mau gendong Nera sih??! Suka ya, sama dia?!" tanya L kesal.
"...!!!" Light mati kutu nggak bisa bales omongan L.
"Ngg..." Near tiba-tiba bangun.
"Nggak ada hubungannya! Dasar sepupu complex!!" Light langsung turun ke bawah dengan muka yang sudah merah padam.
"Ngg...L-niisan?? Udah dateng ya..." kata Near yang dari tadi ngucek-ngucek matanya.
"Wah...Light-niisan ngambek tuh..." kata Matt.
"Light-niisan ngambek? Kenapa?" tanya Near.
"Ah! Sudahlah! Ayo pulang Near!" perintah L yang langsung narik tangan Near.
"Ah...chotto matte niisan..." pinta Near tapi dihiraukan oleh L. L langsung turun kebawah dan masuk ke mobilnya. Mengiraukan Light yang ada di ruang tamu. "ah! Light-niisan!" teriak Near sebelum masuk ke dalam mobil.
"Gomen na Light-niisan... kami permisi dulu! Maafkan sikap L-niisan." kata Mello diikuti Matt. Mereka semua pun pergi meninggalkan rumah Light.
'Kok jadi gini sih?' pikir Light. Light bingung tentang apa yang barusan terjadi. 'Kenapa alur ceritanya jadi begini sih?' Light pun memutuskan untuk mengistirahatkan kepalanya sejenak di tempat tidur. Ia pun memasuki kamarnya dan langsung menaiki tempat tidurnya. Perkataan L terus terngiang-ngiang di benaknya. "Ngotot banget sih! Kenapa mau gendong Nera sih??! Suka ya, sama dia?!". –blush- muka Light memerah, dengan cepat ia memutar badannya menghadap ke meja belajar yang ada disamping tempat tidurnya.
"Hn?? Bukannya itu gashapon nya Nera ya?" kata Light setelah menemukan gashapon milik Nera yang ketinggalan di meja belajarnya. Light bangun dari tempat tidurnya dan mengambil benda bulat itu, lalu kembali lagi.
"Suka ya, sama dia?!" perkataan L terus berputar-putar di benaknya. "Iya! Aku suka sama Nera! Memangnya kenapa?! Nggak boleh?!" teriak Light muak ke gashapon milik Nera tersebut. Ia langsung melempar gashapon itu ke samping tempat tidurnya. Light terdiam. Lalu diambilnya kembali benda itu. Ia pun menaruhnya di samping bantalnya dan pergi tidur.
________________________________________
Di wammy house...
"L-niisan... kenapa sih? Aku kok langsung diseret-seret gitu? Kan nggak enak, tadi belum pamitan sama Light-niisan..." ujar Near yang sudah melepas dan mengganti bajunya.
"..." L hanya diam menanggapi kata-kata Near.
"Matt... apa sih yang barusan terjadi?" tanya Near pada Matt.
"Ngg..." Matt tidak bisa meneruskan kata-katanya karena takut akan dimarahi oleh L.
"L-niisan... nggak apa-apa nih kaya gini? Ntar rencana Niisan nggak bakal lancar lho! Apa rencana ini dihentikan aja ya?" kata Mello.
"Iya lho! Mending Niisan minta maaf aja deh sama Light... aku rasa, perkataan L-niisan tadi sedikit menembus perasaannya lho..." Matt menambahkan.
"?? Perasaan? Perkataan??" tanya Near bingung. "memangnya, apa yang telah L-niisan katakan pada Light?"
L tidak menjawab perkataan Near. Ia langsung pergi ke kamarnya. Near, Mello dan Matt langsung keheranan.
"Mello, tolong ceritakan, apa yang barusan terjadi di rumah Light." pinta Near serius.
Mello pun menceritakan semuanya. Setelah mendengar cerita Mello, Near hanya berkomentar... "Begitu ya..."
"Begitu ya, gimana maksudmu?" tanya Matt.
"Itu artinya... Light-niisan sudah mulai menyukaiku...khukhukhu" Near tersenyum licik atas perkataannya.
"Cih! Jangan terlalu percaya diri begitu Near... jangan sampai kenyataan itu berbalik padamu." ungkap Mello sambil lalu.
"Apa maksudmu?" Near mengikuti Mello.
"Ya... maksudku... jangan sampai kau juga suka sama Light." kata Mello menegaskan. Near kaget mendengar perkataan Mello.
"Su-su-suka?" kata Near. Near langsung menutupi setengah wajahnya dengan tangannya yang diselimuti oleh piyamanya yang kebesaran itu. "Nggak akan!" Near langsung berlari ke arah kamarnya meninggalkan Mello dan Matt dikoridor.
"Hahaha... sepertinya jadi makin seru ya Mell..." ujar Matt kepada mello.
"Well... kita liat aja perkembangannya nanti..." Mello dan Matt pun masuk ke kamarnya masing-masing.
Sementara itu, dikamar L... L sedang melihat-lihat nomor telepon yang ada di phone booknya. Dilihatnya no telepon Light. 'minta maaf kah?' pikir L. 'aku masih mau meneruskan rencana ini... tapi...' L menimbang-nimbang handphonenya. Lalu ia menekan tombol 'panggil' di handphonenya. Kemudian membatalkannya.
"Oh iya! Jangan pake handphone ku! Pake punya Near! Khukhukhu..." L mendapat secercah ide untuk menjalankan kembali rencananya. Ia pun pergi ke kamar Near untuk meminjamnya.
L langsung membuka pintu Near tanpa mengetok terlebih dahulu. Near sedang asyik memainkan puzzle yang baru dibelinya. "Near, pinjem hape ya!" kata L yang langsung menyambar Hape Near.
"Silahkan..." kata Near. L pun langsung memasukkan nomor telepon Light di hape near, kemudian meneleponnya.
"Moshi-moshi..." sapa L.
---tsuzuku---
Jyahh… bersambung lagi… kapan selesenya kalo begini terus…
Ja! Ayo di review!!
Akankah chapter depan adalah chapter terakhir??
Saya nggak tauuu!! Yang jelas saya pengen cepet2 selese!! Hohoho…
Arigatou gozaimashita buat yang udah ngeriview fanfict saya!! XD
Saya sangat senang membaca review kaliannnn…!!! XD
Ada yang udah bagi rapot??
Gimana rapotnya??
Apa?? Kurang memuaskan?? Cep-cep-cep… bersabar dan terus berusaha ya nak…-author digampar raport sama okasannya-
Semoga raport saya memuaskan!! Amiienn…
Ja!! Arigatou gozaimasu!! Dan selamat berlibur!!! XD
