DEATH NOTE is belongs to Takeshi Obata and Tsugumi Ohba
XXX Lolicon Light chap. 5 XXX
'L-niisan nelpon siapa ya? Tumben-tumbennya L-niisan minjem hp-ku' pikir Near sembari menyusun puzzle-nya.
"Moshi-moshi" kata L ditelepon sembari duduk disamping Near. Memperhatikan cara Near menyusun puzzle.
Near sesekali melihat L yang sedang memperhatikan dirinya. Lebih tepatnya melihat caranya menyusun puzzle. Near sebenernya penasaran dengan orang yang ditelepon oleh niisan-nya itu. Namun, ia tidak mau memperlihatkan rasa penasrannya itu pada L.
"Ah! Light-kun… Gomen…" kata L yang langsung melirik kearah Near. Seakan memberi tahu 'Ini Light loh!'. Near pun sedikit tersentak mendengar nama Light. Spontan ia memberhentikan jarinya yang sedang menekan puzzlenya itu. Near mendonggak-kan kepalanya untuk melihat L. L tersenyum jahil melihat Near.
L terus berbicara dengan Light ditelepon sembari ikut menyusun puzzle Near. Sambil sesekali berkeliling dan memainkan mainan Near yang berceceran.
"Aku ingin mengajak kau ke penginapan ku besok. Bisa ikut? Apa? Tidak bisa?" terlihat wajah L sedikit kecewa. Near bisa melihat itu. Sekali lagi, Near mencoba menerka apa yang dibicarakan oleh Niisan-nya itu.
"Tidak bisakah kau bolos sehari saja Light?" kata L. L langsung membalikan puzzle yang sudah rapih terpasang oleh Near menjadi berantakan kembali.
"Ah!" Near kembali menyusun Puzzle-nya yang kembali berantakan itu.
"Ya sudah, kalau begitu besoknya lagi? He? Kau bisa?" L langsung berdiri. Puas karena mendengar kata 'iya' dari Light.
"Ok! Oyasumi… oh iya! Ini -nya Nera loh!" L mengakhiri pembicaraannya dengan Light. L kembali duduk di samping Near.
"Near…" panggil L. Near langsung menghentikan pekerjaanya.
"Hai…" Near memposisikan duduknya menghadap L.
"Kau tahu tadi aku berbicara dengan siapa di telepon?" Tanya L.
"Light-niisan?" jawab Near sambil memilin-milin rambutnya.
"Yaph! Kau tahu apa yang kami bicarakan?"
"Umm… tidak juga. Sepertinya Niisan mengajaknya menginap di penginapan kita, lalu sepertinya Light-niisan tidak bisa, kemudian Niisan mengajukan hari lain dan Light-niisan setuju. Begitukah?"
"Ya-" kata-kata L terpotong saat ia akan berbicara.
"Satu lagi! Niisan juga memberi tahu kalau itu nomor telepon ku!" lirik Near.
"Hahaha… tidak apa-apa kan Near? Iya, aku mengajaknya ke penginapan. Kita semua akan menginap. Termasuk Nera!"
"Ta-" Kata-kata Near dipotong oleh L.
"Tapi sayang nya besok dia ada kuliah dan kegiatan lainnya. Makanya bisanya hari berikutnya. Oleh karena itu-"
"Tapi Niisan! Bisakah aku ikut ke penginapan tanpa menjadi Nera? Aku ingin pergi dengan kalian semua tanpa menjadi orang lain! Jujur saja, aku sudah mulai lelah. Lelah harus memilih kata-kata! Harus mengganti 'boku' menjadi 'atashi', harus pake wig, harus pake rok, harus bersikap seperti perempuan, dan lain-lain!" Near mengeluarkan semua unek-unek nya, hingga membuat L sedikit terperengah.
"Near…" L mengusap lembut rambut Near, berusaha menenangkannya.
"Maaf ya… tapi, bisakah kau bertahan sedikit lebih lama lagi? Sampai Light bilang suka padamu."
"Aku juga tidak mau mempermainkan perasaan Light-niisan!" jerit Near. Near sedikit menjauhkan posisinya dari L.
"Near…" L mendekati Near dan memeluk Near. Mengusap lembut rambut Near kembali. "ku mohon…" pinta L.
"…" Near sebenarnya sudah tidak mau lagi menjalankan rencana itu. Ia takut akan terjadi sesuatu yang akan terjadi pada dirinya. Takut jika ia menjadi semakin menyukai Light. Karena ia menyadari, kalau ia memiliki rasa kepada Light walau hanya sedikit. Ya, sedikit…
"Near?" panggil L yang sudah melepaskan pelukannya. L melihat sedikit air mata muncul di curuk mata Near. L
"Baiklah… Niisan…" Near akhirnya memutuskan akan terus menjalankan misinya itu. Lalu ia tersenyum kepada L yang ada di hadapannya. Tersenyum sambil menahan air mata yang hampir menetes jatuh di pipinya.
"Arigatou Near…" L tahu bahwa sebentar lagi Near tidak bisa menahan air mata nya. Ia lalu mencium mata Near lembut. Berusaha menghilangkan air matanya. Lalu mengusap lembut kepala Near sekali lagi sambil mengucapkan "Oyasuminasai…". Barulah ia berjalan pergi sambil menutup pintu kamar Near.
"…" Near mendengar langkah kaki L sudah menjauh dari kamarnya. Near berjalan ke tempat tidurnya. Duduk diam disana sambil melihat ke luar jendela.
"Gomen ne… Niisan…" ucap Near yang kemudian menutup matanya. Berusaha untuk tidur.
OoOoOoOoO
L berada di kamarnya. Duduk dengan laptop di depannya dan segelas kopi didepannya ditemani dengan beberapa macam makanan manis.
Sesekali ia menyeruput kopinya. Bermainkan data-data yang ada di laptopnya, ia memikirkan sesuatu.
'kenapa air mata itu bisa muncul di mata Near? Kenapa Near sepertinya sudah tidak mau lagi menjalankan rencana ini? Apakah near menyukai Light?'
"Tidak mungkin Near menyukai Light." Bisik L sambil memegang cangkir kopinya.
"Bukannya tidak mungkin. Tapi, tidak boleh…" L tersenyum sinis.
"Tidak ada alasan khusus untuk rencana ini, Near… aku hanya ingin mengerjai Light saja… khukhukhu…" L kemudian meminum kopinya.
L kembali melihat laptopnya. Membaca beberapa data. Jari-jarinya mulai bekerja. Memilih kotak-kotak huruf yang nantinya akan muncul di layar laptopnya.
"Kau termakan rencana ku, Light-kun…"
--- Tsuzuku ---
Hyahaha… dikit banget yah…
