Pertemuan
© Faerea
DISCLAIMER:
Hunter x Hunter © Yoshihiro Togashi
Part 3
"Orang Sesat!"
~*~
Keesokan harinya, setelah kejadian menyebalkan di perpustakaan kemarin, Kurapika dan teman-temannya yang lain memutuskan untuk jalan-jalan. Biasalah... Keliling-keliling kota.
"Kurapika, aku mau pergi ke toko kue! Boleh ya!" sahut Gon.
"Kalau aku... AH! Ke toko permen! Ini tasku dan Gon. Titip, ya!" sahut Killua sambil memberikan tasnya dan tas milik Gon kepada Kurapika.
"Iya..." jawab Kurapika tanpa basa-basi.
"Kalau begitu... Aku mau ke toko peralatan dokter! Sampai jumpa!" kata Leorio sambil ngeloyor pergi.
Sekarang, tinggal Kurapika yang jalan-jalan keliling kota sendiri. Yang lainnya pada berpencar.
"Yang benar saja?! Aku ditinggal sendiri begini?!" kata Kurapika yang sempat memperhatikan Gon, Killua, dan Leorio yang langsung jalan sendiri-sendiri.
Kurapika, sambil ngebawa-bawa tas milik Gon & Killua, hanya melihat-lihat pemandangan yang kebanyakan, pemandangan orang lagi jualan. Tidak. Kurapika tidak mau ke perpustakaan kemarin. Bisa-bisa, dia ketemu sama mbak-mbak penjaga perpustakaan yang aneh + menyebalkan + sok tahu + keras kepala + cerewet + gaje kemarin.
Kurapika tidak terlalu memperhatikan pemandangan sampai ketika ia melihat seseorang yang sepertinya pernah ia lihat sebelumnya... Itu dia! Pemuda berambut hitam kemarin. Pemuda itu hanya berjalan-jalan tidak jelas seperti Kurapika. Tidak jelas mau ke mana tujuannya. Kurapika sedang memperhatikan Kuroro, tiba-tiba ada yang memanggilnya.
"Anda ini yang kemarin pacaran di perpustakaan itu, ya?"
"..."
"Iya kan ya?"
"..."
"Eh?"
"Pacaran? Si... Si... Siapa yang pacaran?" tanya Kurapika yang kaget.
"Iya kan? Eh, iya dong? Eh, iyalah... Ayolah... Sudahlah... Ngakulah..."
"..."
"Gimana?"
"..."
"Kok diam lagi?"
"APA KAU BILANG TADI?!" seru Kurapika yang sudah marah bukan main. Ia hampir saja mengikat orang tadi dengan rantai.
"EEEH?! Tunggu-tunggu! Ini aku, Hisoka!!!"
"..."
"Yeee... Dia diam lagi..."
"..."
"WOY! Jangan diam saja dari tadi! Nanti kesambet setan!"
"IYA! Kau setannya!" kata Kurapika sambil nunjuk-nunjuk Hisoka.
"Terserah! Ngomong-ngomong, ini ngapain bawa-bawa tas sebanyak itu?" tanya Hisoka sambil menunjuk tas milik Gon dan Killua.
"Oh... Ini tas milik Gon dan Killua, dan ngomong-ngomong juga, ngapain kau ada di sini?"
"Tidak suka? Ya udah, aku pergi saja!"
"Siapa juga yang tidak suka? Kan cuma nanya, ngapain ada di sini?"
"Tidak tahu mau ngapain... Jalan-jalan sajalah..."
"Dasar badut pengangguran..."
"Asal tahu saja ya... Sekarang ini, aku tidak memakai make-up yang seperti badut itu tahu! Lihat pakai mata, dong!"
Memang benar, sekarang Hisoka sedang tidak memakai make-up yang seperti badut. Rambutnya disisir ke bawah dan dia sedang memakai jas. Terlalu rapi malah...
"Hisoka, sekarang kau rapi amat. Tidak pakai make-up aneh itu lagi?" tanya Kurapika.
"Aku bosan pakai riasan yang seperti itu. Gaya baru... Model baru..."
"Ya sudah."
Kurapika mencari-cari pemuda berambut hitam tadi. Sayangnya, pemuda itu sudah pergi. Akhirnya dia dan Hisoka jalan-jalan saja berdua di kota. Mereka sudah seperti teman akrab walaupun, tidak jarang Kurapika marah-marah karena Hisoka mencoba untuk memegang tangannya.
"Jangan berani-beraninya memegang-megang tanganku!" seru Kurapika marah kepada Hisoka.
"Oh. Ya, ya... Kalau sekali saja?" tanya Hisoka.
"Tidak boleh!" jawab Kurapika.
"Satu jam?" tanya Hisoka lagi.
"Tidak boleh!" jawab Kurapika dengan jawaban yang sama.
"Setengah jam?"
"Tidak! Tidak!"
"Lima belas menit?"
"Tidak boleh!"
"Sepuluh menit?"
"Tidak boleh juga!"
"Lima menit?"
"Tidak!"
"Satu menit?"
"Tidak!"
"Satu detik?"
"Harus berapa kali aku bilang padamu?! Aku bilang, TIDAK!!!" jawab Kurapika sambil teriak-teriak.
"Sayang sekali... Padahal..."
Hisoka belum sempat menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba ada yang memanggil Kurapika dari kejauhan.
"Kurapika! Ngapain kau berjalan-jalan dengan si setan sesat bernama Hisoka itu?!" seru orang yang memanggil Kurapika. Leorio.
"Iya nih! Kurapika, jauhi makhluk aneh itu!" seru seorang anak laki-laki. Gon.
"Aku setuju-setuju saja sama mereka berdua..." celetuk Killua.
"Baiklah, aku pergi sekarang. Sampai jumpa, cantik." ujar Hisoka kepada Kurapika sambil berjalan menjauh.
"..."
"..."
"..."
"..."
"APAAAAA?!!!" seru Kurapika, Leorio, Gon, dan Killua secara bersamaan setelah Hisoka pergi.
"Ku... Kurapika... Tadi Hisoka bilang kau apa?" tanya Killua.
"Oooh... Tadi Hisoka bilang kalau Kurapika itu cantik. Kalau tidak salah..." jawab Gon.
"Cantik?! Hisoka sudah gila atau apa? Kurapika itu cowok tapi dia bilang cantik. Parah... Parah..." kata Leorio sambil geleng-geleng kepala.
"Hisoka itu... Gila, sesat, aneh, menyebalkan, sok menyeramkan, seperti badut kalau pakai make-up, tampangnya ancur, sering ketawa-ketawa sendiri seperti orang sakit jiwa... Terus... Tidak tahulah!" kata Gon.
"Aku setuju dengan yang "sesat"!" ujar Killua.
Mereka terus membicarakan tentang Hisoka yang memanggil Kurapika "cantik". Kurapika tidak ikut membicarakannya, ia hanya diam. Kurapika sedang memikirkan kata yang diucapkan oleh Hisoka tadi.
"Cantik..."
[Hisoka's POV]
~*~
Kulihat...
Aku senang melihatnya...
Melihat wajah cantiknya...
Memang cantik...
~*~
Aneh memang...
Cowok yang sangat cantik...
Bukan seperti cowok kebanyakan...
Dia berbeda...
~*~
Hampir saja...
Tangannya hampir kegenggam...
Ia hampir menjadi milikku...
Hampir...
~*~
[END OF POV]
TBC!
~*~
Faerea:
Hehehe... Muncul juga Hisoka si orang sesat! Tunggu-tunggu! Kalau Hisoka bilang Kurapika "cantik", pairingnya jangan-jangan... HisoKuraKuro... HOHOHO! YEAH! Saya sudah mulai aneh... Kalau ada yang tidak suka dengan pairing itu... Ya... tetap saja KuroKura... Kalau suka, jadilah HisoKuraKuro! Oh iya! Saya akan hiatus untuk beberapa hari. Adik saya mau ulangan semester. Jadi, saya harus hiatus dulu... Jaa ne!
