UNGU VIOLET

Ada 4 hal yang membuatku tertarik padanya :

Yang pertama , warna rambutnya yang mengalir bagaikan blueberry jam favoritku .

Yang kedua , cara bergeraknya . Begitu gemulai , layaknya seorang penari balet .

Yang ketiga , caranya bertindak . Androginus . Campuran antara lelaki dan wanita , bagaimana ia bisa membuat dirinya yang feminin terlihat maskulin .

Yang ketiga , keseriusannya dan kemisteriusannya .

Aku menyukainya . Iya , aku mengakui aku menyukainya . Dia bagaikan seorang angsa lelaki yang begitu indah .

Setiap kali aku melihatnya , aku semakin suka dengannya . Aku ingin dia jatuh cinta padaku . Ups! Sepertinya aku sudah terlalu jauh …

Tapi , kadang-kadang aku ingin tahu bagaimana rasanya pacaran .

Bagaimana rasanya berjalan bersama lelaki yang kamu sayangi .

Bagaimana rasanya menggandeng tangan lelaki yang kamu sayangi .

Bagaimana rasanya makan es krim strawberry sundae ukuran besar berduaan .

Bagaimana rasanya first kiss pada saat fireworks .

Bagaimana rasanya saat ia memeluk atau merangkulku saat aku sedih atau ketakutan .

Bagaimana rasanya pacaran itu , ya ???

Miliena .

Yay! Hari ini adalah hari kita kembali mendarat(kali ini aku mendarat di dekat Singapura) dan menikmati kehidupan di bumi dan hari ini diklaim sebagai HARI LIBUR . Senangnya diriku . Hari yang kutunggu-tunggu . Aku lumayan tidak nyaman jika terus-terusan berada dalam kapal terus . Di luar angkasa memang seru , gravitasinya 0 . Tapi , aku kan makhluk bumi . Mana tahan di luar angkasa terus .

"Mileina , kali ini giliran kamu dan Tieria yang belanja , yah!"

Buh! Kata-kata Ms. Sumeragi menghancurkan pikiranku dan keinginanku untuk menikmati hari-hari ini . Aaaaaaa! Padahal ka ada diskon besar-besaran , aku ingin beli flat shoes merah yang kulihat di internet kemarin !

Eh , tapi aku kan belanja bareng Tieria , ya ? Tapi , tetap saja ! Aku paling malas kalau harus belanja begini ! CURANG ! Kenapa saat diskon besar-besaran begini harus aku yang dapat giliran belanja ?

Sumeragi nggak pernah belanja , tiap kali ada beginian . Pasti dia yang akan nyantai . Sekarang saja , dia pasti ke pantai . Sentosa island tepatnya . Ngapain lagi di sana selain berjemur dan menikmati pemandangan .

Allelujah dan Marie dapat giliran tinggal di Ptolemy . Mereka berdua pasti pacaran lah …

Feldt pergi entah ke mana , yang pasti ke luar negeri . Sepertinya ke Dublin .

Setsuna . Dia itu orang paling nggak jelas di Ptolemy . Jujur . Aku rasa dia berkeliling Singapura sendirian .

Lockon . Dia juga pergi ke Sentosa Island , tapi sepertinya berbeda tujuan dengan Sumeragi .

Lasse . Dia kelayapan di Orchard Road .

Saji . Nggak mungkin lah dia di bolehin keluar . Kalau dia keluar dan terjadi massive massacre seperti waktu itu kan menyeramkan .

Papa . Papa selalu ada di Ptolemy . Dia jarang keluar-keluar .

Tieria . Bersama aku belanja kebutuhan Ptolemy .

Mau nggak mau . Aku langsung bersiap-siap untuk pergi dan aku harus berdandan dahulu . Untuk pertama kali aku merasa kalau aku harus tampil lebih cantik dari biasanya . Hampir 1 jam aku memilih baju agar aku terlihat lebih cantik dan sedikit lebih dewasa dari sekarang ,paling tidak, aku mau kelihatan seperti remaja 17 tahun .

Aku keluar , mengurai rambutku . Menggunakan anting-anting hoop emas yang hampir tak pernah kupakai . Kaus berwarna kuning dengan lengan balon yang agak panjang , vest khaki dan rok mini jeans yang mini sekali dengan model agak ngembang berwarna biru washout . Aku menggunakan sepatu hak 5 cm bermodel pump warna kuning . Aku terlihat sedikit lebih dewasa . Yah , bisa dibilang remaja 16 tahun . Kurang setahun dari targetku.

Sementara , Tieria keluar dengan menggunakan cardigan hitam-putih garis-garis , melapisi kaus hitam yang dipakainya . Ia menggunakan celana berwarna ungu tua , lebih gelap daripada warna rambutnya dan sneakers hitam .

Ia yang menyetir mobil , mobil sedan dengan atas yang terbuka berwarna abu-abu .

Aku yang duduk di samping . Ia tidak berbicara sepatah katapun padaku . Di mobil , ia menggunakan kacamata hitam yang membuatnya tampak seperti seorang wanita . Aku yakin ada beberapa laki-laki yang melihat ke dia . Tapi , aku tetap takjub melihat Tieria .

Aku tidak bisa melepaskan konsentrasiku ke Tieria sampai ia menghentikan mobil itu .

"Ayo , kita turun!" Katanya padaku , tanpa ekspresi . Dengan cepat dia menutup pintu mobil dan menguncinya , yang berarti aku juga harus begerak cepat .

Kita pertama kali tiba di Supermarket yang terletak di Orchard Road . Aku bagi tugas dengan Tieria . Dia beli peralatan yang agak berat dan sulit dicari . Aku beli makanan .

Aku berkeliling menyusuri supermarket itu . Aku menyelesaikannya dengan cepat , meskipun aku agak sedikit bingung ketika harus mencari sarden kalengan .

Ketika aku menemukannya , sebuah pemandangan yang benar-benar mengganguku muncul di depanku .

"Sayang , kamu mau apa saja mama berikan …" Kata wanita itu . Wanita itu bermata ungu dan berambut pirang ,tetapi dengan akar rambut berwarna coklat . Ia berwajah manis sekali , dengan tubuh langsing dengan kulit yang sangat terawat . Ia hanya menggunakan kemeja putih dan jeans biru , ditambah dengan anting berlian dan jam Rolex , ia mengenakan tas Louis Vuitton keluaran terbaru . Di temani seorang anak kecil berambut cokelat , bermata biru . Anak itu tampak seperti anaknya .

Aku begitu galau ketika menatap wanita itu , dia orang yang begitu dekat denganku . Wanita itu balik menatapku , dengan pandangan galau di campur dengan pandangan terkejut . Tapi , ia hanya tersenyum , lalu ia membalikkan pandangan dariku . Ia berjalan terus melintasiku bersama anak kecil yang di gandengnya itu .Aku tidak tidak menoleh untuk tidak melihatnya . Mencocokan feelingku bahwa ia ibuku .

"Mileina!" Tieria tiba-tiba mengagetkanku dengan menepuk pundakku .

Ah iya , aku sampai lupa bahwa aku harus menyerahkan troli ini ke kasir . Aku bersama Tieria membayar seluruh kebutuhan kita . Tieria sepertinya sudah selesai belanja semuanya. Ia begitu cepat dalam melakukan segalanya .

Kami memasukkan barang-barang itu ke mobil dan aku tidak menyangka dia begitu kuat dengan badannya yang fragile itu . Hwa ! Makin membuatku suka dengannya !

Tieria kembali menggunakan kacamata hitamnya . Hal itu tidak mengagetkanku , ketika banyak cowok-cowok Singapura menoleh melihatnya . Apalagi kalau bukan karma warna rambutnya yang mencolok itu .

"Eh , Mileina mau temani aku beli cardigan , tidak?" Tanyanya padaku . Mengejutkan ! Dia mengajakku belanja ! Belanja berdua . Nge-date ! Kyaaaaaa ! Tapi , cardigannya kan sudah setumpuk . Sepertinya dia memang maniak cardigan .

"Eh , iya . Aku mau nemenin asal nanti dibeliin!" Aku menjawab dengan polos . Tapi , Tieria hanya tersenyum dan mengganguk padaku . Aku merasa deskripsi Feldt sedikit salah tentangnya . Feldt bilang Tieria itu susah tersenyum , suram terus . Padahal , dia normal kok .

"Tieria biasanya beli cardigan di mana?" Aku bertanya untuk mencairkan suasananya , ia begitu serius .

"Aku biasanya beli di 21th Avenue atau desainer Montgomery C." Ia menjawabnya seperti orang normal kok . Feldt agak ngaco .

Untuk beberapa waktu kami berdiam . Kembali , aku yang harus mengajaknya bicara .

"Warna rambutmu itu asli ya?" Pertanyaan bodoh . Tapi , mana mungkin ada manusia dengan warna rambut seperti itu .

"Ah … Baru pertama kali ada yang menanyakan pertanyaan itu padaku" Responnya padaku . Nadanya menyindirku seakan aku bodoh .

"Kenapa kamu pilih warna ungu , itukan nyentrik sekali!" Kataku padanya .

"Hem .. Ungu ini warna kesukaanku …Ungu Violet , warna yang berada di antara kegundahan dan cinta yang passionate " Jawabnya padaku sambil mengelus rambutnya sendiri .

"Karena itu??" Aku merasa jawabannya agak dibuat-buat .

"Yah , itu terdengar begitu melankolis buatku . Maka itu aku menyukai warna ungu" Katanya padaku dengan nada yang cukup SERIUS .

"Mileina suka warna torquise atau kuning ,tapi tidak mungkin jadi warna rambut!" Aku kembali berkata-kata padanya .

"Sudahlah . Rambutmu bagus , jangan di apa-apain lagi" Tieria memuji rambutku yang terlalu seperti buntut babi ukuran besar .

"Ah , Tieria . Singapura bersih sekali ya!" Sepertinya sangking aku ingin menarik perhatiannya , segala kata ku keluarkan .

"Kamu belum pernah ke sini ya?" Tanya Tieria .

"Belum…" Aku menjawab dan aku memang belum pernah . Tapi , yang paling penting aku ngobrol banyak dengan Tieria . Aku juga belanja bareng Tieria ! Yay ! Dia membelikanku 2 cardigan , 1 berwarna kuning garis-garis putih dan 1 lagi berwarna torqouise garis-garis putih juga .

Dia orangnya tidak se-pendiam yang Feldt bilang , dia bisa tertawa juga . Tapi , memang sih , tidak bisa sangat lepas . Tapi , aku lihat dia tertawa lepas ketika aku salah bicara bahasa Cina dengan orang Singapura saat belanja di Montgomery C. . Dia juga bisa di bilang fashion consultant yang baik loh! Dia bisa bilang mana baju yang pantas untukku dan mana yang tidak cocok untukku . Seru sekali belanja bersama Tieria .

Kita kelilingi mal di Singapura . Aku belanja baaaaanyak sekali dan sepertinya 80% Tieria yang bayar . Aku beli 2 cardigan , 1 sepatu merah , 1 cd musik John Madonna(dan Tieria beli John Lennon!) , 2 pasang anting-anting dan 1 mini dress TOP SHOP berwarna biru . Aku puas sekali !

Tuhan , ralat . Terima kasih karena kali ini aku di suruh belanja bersama Tieria .

Aku kembali ke Ptolemy jam 7 malam, dengan wajah yang cerah tentunya . Tapi , yang paling membuatku senang adalah ketika Tieria bilang "Terima kasih , senang jalan-jalan bersamamu" . Aduh , aku sampai merinding , pipiku memerah . Aku langsung lari ke kasur dan memeluk bantalku . Duh , sepertinya Mileina jatuh cinta sama Tieria . Pilihan yang aneh , tapi …. Bagaimanapun juga aku suka dia .

Sumeragi sepertinya tidur di kamarnya . Ia sepertinya cukup kelelahan . Ia memang butuh banyak tidur .

Lockon dan Anew ada di dalam kamar Lockon dan kalian tahu apa yang mereka lakukan .

Tieria kembali ke ruang computer.

Lasse dan Ian mengurusi bagian teknisi .

Setsuna makan di kafetaria . Aneh kan? Padahal di luar banyak makanan

Allelujah dan Soma/Marie sedang berjalan ke kafetaria .

Feldt tiba-tiba mengetuk pintu kamarku , sebenarnya memencet bell pintu kamarku . Ia datang dengan wajah yang agak cerah dari biasanya , tapi sepertinya ia habis menangis .

"Kenapa , Feldt?" Tanyaku secara langsung .

"Aku tadi ke makamnya Lockon … Neil Dylandy" Katanya dengan tatapan yang sendu . Ia langsung duduk di atas kasurku .

"Mileina tadi jalan-jalan bersama Tieria!" Kataku , melupakan kata-kata 'belanja untuk keperluan Ptolemy' .

"Sepertinya kamu bahagia ya … jalan-jalan bersama Tieria …" Ia bilang padaku . Nadanya tak menunjukkan kalau dia sedang bahagia maupun lega .

"Kenapa sih , kok sedih banget?" Tanyaku .

"Aku belum bisa melupakannya . Ia cinta pertamaku …dan ia sudah pergi sebelum aku sempat menyatakan perasaanku padanya" Kata Feldt padaku . Ia tidak menangis , tapi ia bersedih .

"Sudahlah … Aku yakin pasti dia juga ingin kamu move on , bukan bersedih-sedih ria begini!" Kataku padanya .

"Kamu nggak tau perasaanku padanya ! Aku masih belum bisa melupakan hari itu!" Feldt membentakku . Ia langsung keluar dari kamarku . Yaaah … Palingan dia lagi PMS , jadi sentimental begitu .

Tapi , sepertinya saranku itu memang tidak tepat kalau di berikan sekarang . Tapi kerena sudah lewat , ya biaralah … Dan hari itu aku tulis di buku catatan pribadiku .

Mulai hari ini , aku buat 2 target baru .

1. Menemukan Ayah dan Ibu kandungku! . Wanita dengan warna mata ungu itu dan laki-laki pirang bermata hijau itu !

2. Buat Tieria Erde jatuh cinta padaku ! Aku suka dengannya , aku ingin dia jadi pacarku ! Pasti seru sekali berjalan-jalan berdua dengannya !

Mileina Vashti Tieria Erde .

Ternyata di hidupku banyak warna ungu . Ungu Violet . Antara kegundahan dan cinta .

Love ,

Mileina Vashti .


Kali ini saya memang lebih menunjukkan sisi ceria dan remaja Mileina , untuk menyeimbangkan unsur dramanya .

Note : Untuk semua merek-merek yang di sebutkan disini , Montgomery C. dan 21th Avenue tidak riil .

MASIH ADA CHAPTER 5 DAN SETERUSNYA !!! IF U LIKE IT , THEN WAIT FOR THEM!