Nak, kamu sudah buka pintu itu ya?
Pintu yang telah dibuka . Memberikan labirin tersendiri bagi tiap orang , ada yang rumit , ada yang sederhana . Tapi , gadis itu baru saja masuk ke dalam labirin yang rumit.
IDENTITAS MIMPI
"OH MY GOD!" Lelaki berambut panjang yang mengenakan jas lab berwarna putih itu terkejut setelah melihat perbandingan 2 dokumen itu .
Gawat . Aku harus memberitahu Mr. Bushido . Bukan , bukan Mr. Bushido , tapi Graham Acre !
Lelaki itu berjalan cepat ke arah penjara itu . Suara sepatunya bagaikan ketukan pintu . Sampai ia berhenti di depan pintu penjara itu . Ia bertemu dengan kepala penjara itu . Kepala penjara itu adalah seorang laki-laki bertubuh besar , berkulit hitam dengan wajah yang penuh luka . Ia mengenakan seragam hijau A-LAWS dan di pinggangnya terdapat banyak kunci , meskipun untuk menutup pintu penjara itu , mereka menggunakan kode .
"Bagaimana gadis ini?" Tanyanya pada kepala penjara itu .
"Sudah 1 minggu lebih … Sepertinya ia banyak menangis . Ia tidak mau bicara apapun , , agak susah untuk gadis sekecil dia" Kata Kepala Penjara itu .
"Boleh saya lihat?" Lelaki itu kembali bertanya , sementara kepalanya bergerak , ingin melihat ke dalamnya . Seorang gadis yang stress dengan baju penjara , dan gadis itu terlihat dekil sekali .
Mileina
Kenapa aku begitu bodoh . Saat pergi ke area A-LAWS, saat ketangkap kenapa lariku tidak cepat ? Setsuna juga meninggalkanku ! Seharusnya dia yang bertanggung jawab . Kan dia yang di kenal A-LAWS sebagai anggota CB , bukan aku !
Tuhan !!!! Kenapa bisa begini ? Setsuna tolol ! Ia tidak melindungiku . Aku juga bodoh , kenapa bisa ketangkap ? Aku sendirian lagi . Tuhan , tolong aku!
Penjara ini begitu dingin , gelap dan mengerikan . Aku memang tidak di ikat-ikat , tapi tetap saja . Di sini cuma ada cahaya lampu yang redup , suram . Di kananku ada kasur , tapi kasur itu sudah jelek . Sulit untuk menidurinya , pada hari pertama aku di sini aku tidak bisa tidur sama sekali ! Di kananku , box mandi yang sangat menjijikan dan menyeramkan . Setiap hari memang aku mendapat makanan . Tapi , makanan itu tidak bisa di makan !
Tiap pagi , mereka datang untuk menginterogasiku . Mereka memang tidak memukulku , tapi mereka menyetrumku ! Mereka akan mengeksekusiku jika keajaiban tidak datang secepatnya ! Tiga minggu , waktuku hanya 3 minggu . Kalau aku tak bisa memberikan informasi yang bermutu dalam 3 minggu , aku bisa mati !!!! Ya Tuhan , kirimkanlah seseorang untuk menyelamatkanku ! Tapi , aku tidak mungkin memberikan informasi itu . Keluar dari sini , aku bisa di bunuh Celestial Being kalau aku melakukannya .
Aku terus menangis . Kalau saja Papa bisa menyelamatkanku atau Tieria kepikiran tentangku . Kumohon , anggota CB , siapapun !!!
.hiks…
Tuhan , aku harap aku bisa punya sayap , jadi aku bisa terbang jauh dari sini …
Tuhan , permohonan dan doaku .
Billy .
Aku melihat anak itu , begitu kasihan . Ia begitu tersiksa . Ia banyak menangis .
"Dia tidak mau makan ya?" Aku mengkhawatirkan anak itu , bagaimanapun juga dia punya hubungan darah dengan Graham . Kasihan Graham kalau terjadi apa-apa dengan anak ini .
"Makannya sedikit , kerjanya menangis terus . Ia juga tidak mau berbicara apapun" Kata penjaga penjara itu .
Aku menundukan diri . Aku berusaha memberikan kedamaian pada anak itu , bagaimanapun juga dia masih remaja , masih kecil . Tidak mungkin aku perlakukan kasar , aku harus pakai kedamaian dan kelembutan padanya .
"Nggak apa-apa …Aku tidak akan menyakitimu" Aku jongkok , supaya aku bisa meraih gadis yang sedang menangis , menutup wajahnya dengan seluruh tubuhnya , kakinya maupun tangannya . Aku mengelus rambutnya , gadis itu terlihat kotor . Ia butuh tempat yang lebih bersih dan nyaman agar dia mau bicara .
"Jangan sentuh aku!" Gadis itu menyahut padaku . Ia seperti berteriak , aku tahu ia merasa ketakutan , tidak nyaman dan stress berat .
"Baru pertama kali aku mendengarnya mengeluarkan suara selain menangis dan berteriak" Kata penjaga penjara itu .
"Kalau terus-terusan begini , kamu bisa sakit" Kataku padanya .
"Percuma! Aku juga akan mati minggu depan!" Kata gadis itu , ia menyahut padaku . Tapi , kali ini ia berani menunjukan wajahnya . Rambutnya lepek , matanya sayu dan ada lingkaran hitam di bawahnya , wajahnya cekung dan terlihat begitu kotor .
"Kamu harus mandi , kamu harus cuci muka , kamu harus makan . Kamu harus kelihatan bersih , sayang!" Kataku padanya , sambil menyetuh pundaknya .
"Sudah kubilang percuma , kan?" Teriak gadis itu . Lalu ia menangis lagi .
"Kepala penjara , kamu bisa tidak pindahkan dia ke ruang tahanan yang lebih elit . Supaya ia bisa bersih?" Aku meminta kepala penjara itu . Gadis ini kasihan sekali . Dia masih kecil dan ditambah lagi ia seorang gadis . Aku kasihan jika melihat ada seorang gadis cilik tidak terawat begini .
"Mr. Katagiri , saya bisa mengizinkan jika hanya untuk beberapa jam" Kata kepala penjara itu .
Lalu , kepala penjara itu memindahkan gadis itu ke ruang yang lebih elit . Tapi ,tetap saja di jaga CCTV .
Aku sudah tidak terlalu merasa bersalah lagi . Yang kulakukan selanjutnya adalah mencari Graham . Tapi, aku harus kembali ke ruang lab dahulu . Ada hal yang harus kuselesaikan .
Di depan ruang lab , aku sudah di tunggu Mr. Bushido dengan baju merahnya , seperti biasa dan topeng itu . Aku sedikit terkejut , karena kebetulan sekali aku ingin bicara dengannya .
"Kenapa?" Tanyaku sambil berjalan ke arah computer .
"Masurao . Ada sedikit efek pada badanku . Aku rasa kau harus membuat tekanan udara di dalam Masurao tidak sebesar itu" Katanya padaku . Ia mengikutiku sampai ke computer .
Dan , dengan sengaja aku menjatuhkan dokumen-dokumen tentang dirinya .
"Dokumen itu masih ada , Ya?" Ia bertanya padaku sambil membantuku menata dokumen-dokumen itu .
"Iya. Tetapi , yang kubingungkan . Lukamu kan tidak parah, kenapa kau pakai topeng?Yah , seperti kapten almarhum Smirnov lah…" Tanyaku padanya , hanya untuk membuka percakapan yang lebih panjang dengannya.
"Selain untuk menutupi . Aku ingin menciptakan pribadi baru . Aku ingin membuang Graham yang lemah dan suka memiliki rasa bersalah" Katanya padaku . Alasannya agak aneh , tapi itulah dia .
"Jadi , kamu tidak akan hidup berdasarkan' hidup Graham' lagi?" Aku bertanya padanya .
"Aku ingin meninggalkan semuanya tentang Graham dan memulai hidup baru" Kata lelaki itu .
"Bagaimana jika ada hal yang tertinggal dari kehidupan Graham?" Aku bertanya padanya , memancing agar dia mau menceritakan semuanya .
"Maksudmu? Kau bertanya seperti kau ingin aku kembali menjadi Graham" Katanya padaku dengan nada sedikit sinis .
"Okay , sepertinya aku tidak usah bicara yang aneh-aneh lagi . Langsung to the point saja" Aku sudah cukup muak dengan percakapan tarik-tarikan ini .
Aku langsung mengeluarkan semua file-file yang ada tentang hubungannya dengan anak itu dan langsung menunjukkan di depan matanya .
"Ya Tuhan…" Mr. Bushido terkejut melihatnya . Ia tidak bodoh , ia mengerti semua itu .
"Aku menemukan hasil seperti itu , ketika aku harus membandingkan efek GN Particles kita dengan GN Particles CB pada DNA" Aku mengakui segalanya padanya .
"Pola DNA Graham ada padanya" Katanya padaku , ia mengatakan seakan ia tidak mau mengakui bahwa ia adalah Graham Acre .
"Itu siapa-mu?" Tanyaku secara singkat .
"Itu anak Graham" Katanya padaku , dengan nada yang agak sedih .
"Sudahlah , lepas topeng itu … Tidak ada salahnya menjadi Graham Acre" Kataku padanya . Jujur , aku kurang suka dengan topeng itu dan bagaimana ia mengganti dirinya menjadi Mr. Bob Bushido . Aneh .
Pertama , dia seorang Amerika . Seperti seorang Amerika yang maniak Jepang .
Kedua , dia mantan UNION dan seharusnya dia nasionalis .
Ketiga , dia punya wajah all-American-blonde . Tidak seharusnya penampilannya begitu .
Ia melepas topengnya , melepas coat merah nan-freaky itu . Menunjukan ia , sebagai Graham Acre . Si all-American Blonde yang nasionalis , hanya dengan kaus hitam yang ia pakai sebagai dalaman dan celana hijau A-LAWS .
Kedua kalinya , aku melihat kecacatan di wajahnya . Luka di kulit area mata kirinya , yang membuat kulitnya tampak jauh lebih gelap daripada kulit sekitarnya .
Ia tersenyum di depanku .
"Entah kenapa aku merasa lega ketika membuka topeng ini" Katanya padaku , ia langsung mengambil kursi dan duduk di kursi itu .
"Graham!?Itu benar anakmu?" Aku sedikit terkejut ketika mendengar kalau itu anaknya . Kita sudah berteman(bromance mungkin …) bertahun-tahun dan aku tidak tahu bahwa dia punya anak .
"Iya . Itu anakku" Ia tampak nyaman untuk mengakuinya .
"Kapan kau menikah?" Tanyaku padanya dengan bingung .
Ia masih berdiam diri , dalam kesunyian . Sepertinya ia mengingat-ingat apa yang terjadi sebelumnya .
"Eh , nggak mungkin . Anak itu berumur 14 tahun . Mana mungkin kau menikah di umur belasan?Kau tidak mungkin sebodoh itu" Kataku padanya .
"Anak itu lahir sebelum kau kenal aku dan yah… aku benar-benar mengubur masa laluku" Ia menjawab dengan simple . Ia terlihat sedih , tapi dengan segala usaha , ia berusaha membuat keadaan tidak tegang sama sekali .
"Kamu tidak mungkin sebodoh itu! Atau jangan-jangan kamu pernah menyumbang ke bank sperma ya?" Dengan sedikit nada humor aku berkata padanya .
"Ya, nggak lah!" Ia juga sedikit tertawa mendengar pertanyaanku . Tapi , aku masih bisa lihat kalau ia memang masih sangat galau untuk menceritakannya , sepertinya cerita itu adalah cerita yang berat sekali . Sampai ia tak mau menceritakannya .
Lelaki pirang itu duduk membungkuk , mengambil nafas sambil memainkan jarinya . Aku bisa melihat kalau perasaanya sedang campur-aduk . Antara senang , maupun sedih, sepertinya cerita itu adalah cerita yang berat sekali . Sampai ia tak mau menceritakannya .
Lelaki pirang itu duduk membungkuk , mengambil nafas sambil memainkan jarinya . Aku bisa melihat kalau perasaanya sedang campur-aduk . Antara senang , maupun sedih .Yang pasti dia bingung akan segala hal ini . Aku juga pasti akan bingung kalau jadi dia .
"Billy , anak itu dimana?" Ia berdiri dengan perlahan dan bertanya padaku .
"Dia di penjara" Aku menjawabnya dengan pelan . Tanpa memikirkan apa yang akan dia lakukan
"Terima kasih" Ia langsung mengambil jas merahnya dan memakai topengnya untuk menemui anak itu .
"Graham , kamu mau aku ikut atau tidak?" Tanyaku padanya . Aku tidak ingin dia maupun anak itu dapat masalah .
"Nggak usah . Kamu baikkin Masurao saja" Ia berhenti sebentar sebelum melanjutkan perjalanannya . Tapi , yang membuatku tenang adalah gaya bicaranya yang masih seperti Graham .
Mileina.
Aku tidak melewatkan kesempatanku untuk berbenah-benah dan membersihkan diri , aku benar-benar kembali bersih dan rapi sekarang . Lelaki berambut panjang tadi mungkin baik ...
"Nak! Ada tamu!" Kata penjaga penjara itu padaku .
Tanpa menunggu jawabanku , pintu penjara di bukakan .
Seorang lelaki tinggi dengan rambut pirang , ia menutupi wajahnya dengan topeng den menggunakan coat warna merah masuk ke dalam penjara itu .
Jujur , aku ketakutan . Dia tampak menyeramkan bagiku . Aku tidak bisa lari . Yang bisa kulakukan hanyalah berharap dan memasang wajah antara ketakutan dan memelas agar dia tidak menyakitiku .
Aku sudah terjatuh dan tersandar di tembok , sambil menangis. Aku ketakutan , ketakutan sekali .
Tiba-tiba dia berjongkok di depanku . Aku menatap matanya dan ia tidak kelihatan seperti singa yang mau menerkamku . Justru , aku melihat tatapan sedih , tetapi juga gembira . Yang begitu tulus dan menenangkan dari mata hijaunya .
Tatapan itu juga merupakan tatapan yang familiar . Ayah biologisku ? Apa dia ayah biologisku ? Tuhan , apa ini ayah biologisku?
"Mileina..." Ia memelukku . Aku bisa mendengar bahwa ia menangis dan membuka topengnya .
"Aku minta maaf ya..." Katanya sambil menatapku , matanya berkaca-kaca . Masih tersisa air mata di matanya , membasahi pipinya yang penuh dengan goresan .
Dad , aku tidak tahu mana diantara kita yang menemukan . Apakah kau yang menemukanku , atau aku yang menemukanmu.
Yang pasti , tak peduli siapa yang saling menemukan satu sama lain , aku senang hal ini terjadi .
Target 1 : half-accomplished .
Note : Surely, saya sendiri pas bikin ini merasakan adanya ke-absurd-an . Melankolis absurd . Yah , yang mau ngikutin chapter 6 on the way...
CHAPTER 6 ON THE WAY ....
By the way ,
arigatou nee buat Tierra Vedetta yang udah mau review 3 chap gw .
Dan yang belum review ... I really appreciate your reviews , i'm waiting for it .
merci/thank you/terima kasih/arigatou/xie xie .
xoxo ,
Chanellia Momentum .
CHAPTER 6 AKAN SEGERA DI UPLOAD!
