APA YANG ADA DI KEPALAKU
Natal membosankan . Aku ingin kembali ke bumi . Titik . Ke California .
Atau mungkin ke New York City . Aihhh, senangnya ! Sangat menyenangkan . Kembali bertemu Daddy dan menghabiskan waktu bersamanya , mungkin juga untuk belanja di Barney's atau dimanapun lah . Atau mungkin di Soho . Aaaaaa!
Aku begitu bosan menunggu adanya pengumuman di kamarku , sambil membolak-balik halaman majalah yang kubaca , dengan jari-jari yang baru kemarin berkuku kuning pisang sambil menyimpan rasa iri terhadap gadis-gadis yang ada di tiap lembaran majalah itu , berperut rata tanpa tonjolan , perut dengan tulang-tulang yang menonjol , tangan yang menunjukkan bentuk tulang seorang wanita , kaki-kaki bertungkai ramping dan panjang , begitu ramping dan kurus , wajah-wajah tirus , dibingkai dengan rambut halus yang panjang , bibir mereka terpoles lipstik warna-warni , yang membuat mereka terlihat seperti dewi-dewi dari khayangan yang menimbulkan decak kagum dan iri gadis-gadis muda . Aku hanya bisa cemberut dan berharap agar tubuhku bisa sekurus mereka ,aku selalu menginginkan tulang belikat yang menonjol sampai ke dalam , seperti gadis-gadis yang ada di majalah . Ukuran paha dan betis yang kecil dan tungkai yang panjang .
Aku tidak suka tubuh yang dibilang 'seksi' layaknya tubuh Ms. Sumeragi yang begitu penuh di bagian atas ,dan sedikit tonjolan di bagian belakang , para lelaki-lelaki cabul pasti mengidolakannya , sebagai simbol seks mereka , aku tidak mau diperlakukan seperti itu . Aku ingin tubuh yang keren , seperti tubuh model,layaknya tubuh Chanel Iman , tinggi dan kurus . Dia memang memiliki tubuh yang tidak bisa dikatakan 'seksi' , tapi dia memiliki tubuh yang cantik dan hal itu berbeda dengan seksi yang biasanya merupakan objek fantasi para lelaki(dan lesbian) cabul .
Mungkin juga Tieria menolakku karena ia lebih suka wanita kurus , wanita bertubuh tipis dan berukuran 0 . Aku yakin dia tipe orang yang lebih suka menyentuh tulang daripada daging apalagi lemak . Entah kenapa , aku selalu menganggap gadis dengan tubuh tulang belulang jauh lebih cantik dibanding gadis dengan tubuh berdaging apalagi berlemak , itu sudah tidak masuk hitungan cantik . Apalagi dengan lemak berlebih dibagian lengan dan kaki , bagian tubuh yang sukar ditutupi .
Tubuhku kecil sih , tapi dengan sedikit lemak , lemak anak kecil mungkin . Tubuh anak kecil ini bukanlah tubuh yang bisa membuatku gembira , terlalu kecil , maksudku terlalu anak-anak , yang aku inginkan itu tubuh dewasa , yang berbentuk seperti jam pasir , tapi dengan hanya adanya sedikit daging di atas tulang , supaya tidak terlalu keras ketika disentuh .
Tapi , kenapa ya mata ungu-ku tidak menyala-nyala ?? Mata Mom begitu menyala-nyala ketika siang dan terkadang juga bisa tampil redup dan menggoda . Aku berada ditengah tengah keindahan itu , STD alias standard . Aku ingin punya mata seperti Mom , cantik sekali .
Baru kali ini aku terobsesi pada tampilan seperti itu dan langsung mencari mengunakan search engine di internet . Dan mata menyala-nyala itu ternyata bisa didapatkan dengan cara meneteskan air lemon , sepertinya sakit sekali . Tapi , demi mata yang berkilauan . Aku harus mencoba , mencampurkan dengan beberapa persen air lalu dengan beberapa lainnya supaya pHnya sama dengan pH air mata . Well,mataku sedikit perih untuk pertama-tama. Tapi,lama kelamaan aku tidak merasa perih lagi , aku melihat kekaca dan yang kulihat adalah seorang gadis cantik dengan mata yang berkilauan , dengan tubuh yang sedikit berlemak di bagian tangan dan kaki .
Aku berjalan menuju lorong dan yang aku sangat berharap agar Tieria melihatku bahkan menatapku hingga dalam-dalam . Tapi,yang terjadi ternyata cukup menjengkelkan , sangat menjengkelkan bahkan . Ia hanya menatapku 1 detik , tak lebih dengan ucapan "Selamat Natal" yang begitu cepat . B O R I N G . Dan dia sedikit salah tanggal pengucapan , seharusnya hal itu diucapkan besok . Hari ini masih tanggal 24 dan pagi sesuai greenwich mean time .
Aaaaaaaa! Aku kesal .
Tapi , aku jadi mengingat-ingat masa natal dimana aku biasanya meletakkan permohonan natalku ke dalam kaus kaki yang disediakan Linda , kaus kaki merah yang tebal dengan pinggiran berwarna putih yang terbuat dari faux fur , kaus kaki itu besar dan ada digantung di dinding sebelah tungku perapian yang selalu menyala-nyala , yang selalu membuatku hangat ketika mengalami musim dingin .
Aku sampai sekarang masih memiliki kaus kaki itu , berwarna merah dan akan kugantung di kamarku . Kali ini aku hanya akan memasukkan secarik kertas kecil dan sebuah foto . Foto Tieria , dimana kertas kecil itu bertuliskan "all I want for Christmas is Tieria Erde" lalu aku mencium kertas dan foto itu , kumasukkan foto(yang berupa foto Tieria waktu kita jalan-jalan di Singapura) itu kedalam kaus kaki itu , atas dari kaus kaki itu kujahit ,supaya tidak ada yang tau apa yang kumau selain Santa Claus .
Malam ini aku berdoa kembali supaya Tieria mau menerimaku sebagai pacarnya . Duh,kenapa yah aku bisa terobsesi oleh laki-laki itu?
Dan secara tiba-tiba aku langsung teringat akan peristiwa penolakkan Tieria padaku . Aku kembali menangis sampai tertidur , hatiku seperti ditusuk seribu jarum , dimana 500 begitu beracun, membekas,menghancurkan dan mengundahkan hatiku . Lalu 500 lagi malah memacu diriku untuk berusaha lebih keras lagi agar aku bisa dapat dia .
Mimpi . Dengan umur segini,aku sadar kalau aku sudah meminta yang aneh-aneh pada Santa Claus . Santa Claus datang padaku , dengan kostum merah-putihnya yang begitu tebal dan hangat , ditambah dengan kereta hijau yang dipenuhi lampu warna-warninya layaknya lampu yang ada di pohon natal , di kursi belakang terdapat karung dengan bahan super tebal berisi hadiah-hadiah untuk anak-anak kecil . Aku yakin itu mimpi,karena aku terbangun di atas ranjang dimana biasanya aku tinggal di bumi , ranjang berwarna pink dengan jendela berbentuk kotak yang klasik yang terdapat disebelahku . Santa Claus masuk lewat jendelaku , ia datang dengan cukup mengerikan , ia punya jenggot putih yang luar biasa panjang dan tebal , dengan tubuhnya yang besar . Tapi , ia menyapaku dengan lembut .
"Mileina , aku membaca permohonanmu" Santa bertubuh besar itu mengeluarkan secarik kertas dan foto dari kantungnya dan menyodorkannya padaku .
"Jadi,Apa Santa bisa mengabulkan permintaan Mileina?" Tanyaku pada Santa , dengan nada yang manis , berharap pada rumus "Kalau kamu menjadi anak baik,maka permintaanmu akan dikabulkan" .
"Hohohoho . Tenang saja , Santa hanya ingin membawamu jalan-jalan menyusuri malam ini" Santa itu mengesalkan dan tidak nyambung . Aku tanya apa , dia jawab apa . Yah , aku sih ikut-ikut saja .
Dengan daster polkadot pendek kuningku ditambah dengan sandal bulu berwarna oranye aku langsung menaiki kereta itu . Santa langsung menyelimutiku dengan jas merahnya yang klasik , supaya aku tidak kedinginan .
Dengan tanda nada cambuk pada kulit rusa-rusa itu , perjalanan ajaibku dengan Santa kumulai .
Santa membawaku layaknya seorang yang melewati masa teleportasi . Ia membawaku menembus waktuku . Aku menembus sebuah lorong waktu , hingga akhirnya aku berada di jendela rumah sakit .
Melihat seorang pria cukup tampan berambut pirang , ia masih sangat muda , ditambah lagi dengan jumpernya yang sangat kasual dan celana jeans .
Berada di ruang bayi dengan mata yang sedih , membuatku jadi ikut sedih .
"Dia ayahmu dan dia sayang kamu" Santa itu berkata hal-hal yang sudah kuketahui .
"Iya,Mileina tahu itu . Dia sayang sama Mileina" Entah kenapa aku merasa dia adalah Santa yang bodoh .
"Aku mau memberikanmu hadiah yang berbeda . Aku memang tidak bisa memberi janji pasti apakah permohonanmu dalam secarik kertas ini bisa terkabul . Tapi, Aku akan memberikanmu 1 hal terindah dalam hidupmu"
Kata-kata Santa membuatku tenggelam dalam mimpi semuku . Ia menutup mataku dengan penutup mata , memasangkanku sebuah kalung .
Keesokan paginya aku terbangun dengan kondisi sangat berbeda .
Di sebuah apartemen , aku berada di sebuah kamar ukuran 3.5 x 3.5 m , dimana terdapat kasur berseprei putih , tempatku terbangun , dengan piyama yang sama dan sandal oranye yang sama ada di sebelah ranjang itu . Dari luar terdengar suara agak ribut ,tapi aku tahu suara itu . Suara seorang laki-laki dan suara seorang wanita , aku kenal suara laki-laki itu tapi aku tak tau suara wanita itu .
"Citrine , dasiku yang warna merah masih dicuci ,ya?" Pria itu terdengar sangat familiar di telingaku .
Aku keluar dari kamarku , dengan gelombang yang berantakan .
"Mileina , kamu tidak berangkat ke sekolah hari ini?" Tanya pria pirang itu padaku dan pria pirang itu adalah Graham , dad .
"Hah?" Aku jadi sedikit bingung , ini apaan? Kok, ada acara sekolah segala?
"Sudahlah,hari ini kan hari terakhir sekolah,hari penutupan kelas, kan?" Seorang wanita yang tidak kukenal , berambut pendek berwarna strawberry blonde , yang pasti dia bukan Mom . Dia wanita lain yang tidak kukenal .
"Hah?Kamu sepertinya terlalu banyak tidur sampai kamu melupakan Citrine,pacar Dad. Mulai Senin ini kan dia tinggal bersama kita" Graham mengatakannya padaku , senyum menghiasi wajahnya yang penuh dengan goresan yang dalam .
"Graham,memang luka di wajahmu itu tidak bisa hilang ya?" Citrine bertanya pada Dad dan aku sendiri jadi ikut berpikir apakah luka di wajah Dad itu bisa hilang atau tidak .
"Well,seseorang pernah menawarkanku bantuan untuk hal itu" Dad sepertinya menolak bantuan itu ,yah itu jelas sekali karena sampai sekarang wajah Dad tidak berubah .
"Kenapa kamu tak ambil?" Tanya Citrine pada Dad sambil membereskan piring sarapan pagi Dad .
"Itu datang bukan dari orang yang pantas" Aku langsung tau ketika Dad berkata begitu .
" Mom,ya?" Ups!Kenapa yah akhir-akhir ini aku sering keceplosan begini .
Aku melihat ekspresi Citrine yang tiba-tiba berubah , seperti orang yang cemburu dan was-wasan .
"Citrine,Mileina minta maaf,ya" Aku cuma bisa memasang wajah imut agar dia memaafkanku .
"Jadi kamu masih berhungan dengan wanita kaya itu?" Citrine dengan sinis bertanya pada Dad,ia seperti seorang istri yang cemburuan ,padahal Dad saja
belum memberikan setidaknya cincin tunangan pada wanita strawberry blonde itu .
"Kamu kira aku akan berselingkuh dengan wanita materialis itu?" Dad membuat Citrine terlihat bodoh dengan nada menyindir yang begitu kentara .
" tidak mungkin selingkuh. Tapi bukan tidak mungkin kan kalau Serena masih menginginkanmu" Citrine benar-benar cemburu dengan Mom . Ugh!Mom tidak mungkin begitu .
"Dia tidak akan mengambilku sebagai pasangan selingkuhannya,kalau selingkuhpun aku yakin dia akan mengambil pria seperti Jesus Luz atau Ricky Martin,yah kamu taukan,pria-pria berkulit kecoklatan yang tanned,latin,dengan tubuh berotot yang super seksi.." Graham menjelaskan dengan detail layaknya ia tau selera Serena .
"Stop!Okay aku mengerti" Sepertinya Citrine sudah lelah membayangkan pria yang berpotensi untuk menjadi selingkuhan Mom .
"Dad,tapi Mom tidak separah itu,kan?" Aku sendiri juga tidak tahu mengapa aku bisa berbicara sepolos itu ,dan aku sadar aku terlihat BODOH .
"Well,setahuku sih dia memang terkadang terlihat berada di beberapa host club" Dad menjawabnya dengan begitu santai , menyindir dan meyakinkan meskipun tangannya masih bergerak-gerak memasang dasinya berkali-kali dan susah untuk rapi .
"Tapi,kamu janji ya sama akyu supaya kamyu tidak masuk dalam perangkap wanita materialis itu" Dengan cara berbicara yang 'super imut' itu wajar saja jika laki-laki sangat menyukai dia , lalu saat memasangkan dasi saja,gerakan tangannya selalu super menggoda,desahan-desahan kecilnya. Sepertinya aku harus mencoba pada Tieria .
"Nah,sebaiknya kamu pergi sekarang ya,kan kamu harus ke headquarter" Aku terus memperhatikan gerakan Citrine,ia selalu mengelus bagian dada Dad dengan lembut,dengan alasan merapikan kemeja Daddy lalu ketika Dad keluar rumah ia mengedipkan matanya dengan genit pada Dad .
"Nah,sekarang waktumu untuk mandi,sarapan dan sisanya terserah kamu" Kata-katanya membangunkan 'pengamatan'ku tentang dia dan perilakunya .
"Oh iya" Aku hanya bisa memperhatikan Citrine atas sampai bawah sekarang . Citrine juga cantik,tapi tak secantik Mom,Citrine lebih ke imut dengan rambut pendek berwarna strawberry blonde,kaki yang jenjang dan tubuh langsing . Mom memang tidak setinggi dia,tapi jelas sekali kalau Mom lebih cantik dan seksi . Tapi,aku tidak menyangka kalau Dad bisa jatuh cinta pada wanita seperti Citrine .
"Kamu mau menolak perintahku lagi?" Citrine tiba-tiba berubah menjadi nenek sihir yang galak ketika Dad tidak ada .
"Iya!" Aku langsung bergerak cepat, untungnya aku langsung menemukan kamar mandi dan langsung menguyur tubuhku dengan shower dingin .
Tapi,yang paling menyenangkan adalah ketika aku membuka lemari pakaianku . Berjejerlah pakaian-pakaian berwarna-warni , warna permen yang lucu-lucu . Ada jumpsuit pink,ada kaus oranye bergambar mickey,dibawahnya ada berbagai macam sepatu juga,kebanyakan sneakers dan flat shoes dan juga disajikan dengan berbagai macam warna . Aaaaaw! Aku tidak bosannya mengubek-ubek lemari itu dan ternyata ketika aku 'menggali' lebih dalam aku menemukan beberapa kotak yang berisi sepatu-sepatu cantik,heels dan beberapa boots .
Dan sepatu-sepatu cantik itu tak terkirakan harga dan mereknya . Louboutin , Chanel dan LV . Ah! Ini pasti pemberian Mom . Dad sepertinya benar dalam mendeskripsikan Mom sebagai wanita kaya raya yang ehm ... kesepian.
Kalau aku mencari ke dalam-dalam lagi , aku menemukan beberapa dress yang juga dibungkus dalam kotak oleh Mom dengan tag "Happy Birthday,Mileina!" ada Marchesa pula . Ya Tuhan!Betapa bahagianya hidupku!
Dan ini jauh jauh jauh lebih bahagia ketimbang hidup dengan Papa Ian dan Linda . Menyelamatkan dunia , Apa?? Kedengaran klise , sangat klise . Papa Ian tak pernah membelikanku sebuah sepatu yang benar-benar bagus dan jelas sekali kalau ia punya selera yang JELEK dan Linda , mungkin cantik . MUNGKIN . Tapi tentu saja dia tidak secantik Mom apalagi sekeren Mom . Mom selalu keren , seperti tokoh-tokoh di Gossip Girl atau Paradise Kiss . Linda? Dia seperti Betty Suarez di Betty La Fea . Yah,dia cuma lebih cantik dan memiliki tubuh lebih bagus dibanding Betty Suarez . Well,soal wajah dan tubuh itu kentara sekali dan tentu saja aku tidak akan menyangkalnya .
Tapi,tentu saja aku tidak akan memakai baju-baju yang ada di lemari hari ini . Hari ini aku ingin tampil lucu a.k.a. Kawaii . Jumpsuit baby blue,sepatu dr. Martens warna pink , rambut yang kukuncir dua , dengan dua pita minnie kiri dan kanan , bangle bentuk pita yang kutumpuk-tumpuk dan tadaa!
I'm so kawaii desu!
Ketika Citrine melihatku keluar dari kamar , dia cuma bisa marah-marah .
"Kamu ngapain aja dikamarmu? Keluar dari kamar kamu malah terlihat seperti badut , ayo kamu ganti pakaianmu!"
Apa?Citrine jahat sekali!Mileina kan tidak salah apapun . Aku nggak salah apa-apa,kan?
Aku merasa sedih dimarahi seperti itu . Supaya Citrine tidak marah-marah lagi , aku mengganti bajuku , padahal aku sudah sangat kawaii,kan?
Akhirnya aku cuma pakai kaus kuning,celana pendek jeans warna biru dan boots , plus postman bag merek Prada(Iya! Prada asli!Pasti Mom yang membelikannya padaku!) .
Nah,ketika aku keluar dari kamar , giliranku yang harus menunggu Citrine dan perutku berbunyi , aku harus makan meskipun sebenarnya aku sedang taraf diet .
Aku makan cereal akhirnya dan aku bisa kenyang . Haaah!Aku jadi merasa sedikit berdosa .
Citrine keluar dari kamar , dia terlihat cantik dengan blazer merah dan celana panjang warna hitam miliknya , ditambah lagi dengan sepatu hak tinggi yang lancip yang dikenakannya , cantik sekali sih .
"Hari ini kamu mau jalan dengan Nicola ,ya?" Citrine menanyakan pertanyaan yang kembali membuatku bingung . Nicola itu siapa?
"Nicola?" Aku hanya bisa berbingung ria .
"Iya,temanmu,teman dekatmu,rambut coklat panjang,poni samping,mata hijau,dia super slengean" Okay . Jelas sekarang , dengan kehidupan seperti ini aku punya teman yang normal dan menyenangkan . Bahagianya hidup seperti ini .
Tiba-tiba hp-ku berbunyi , e-mail dari Nicola .
"From : Nicola Morsten
Object : Hang Out issue
You promised that we're going to hang out together for lunch at Din Tai Fung,right? So, see you at 1 , M!"
Sms-nya cukup fancy , dia memanggilku dengan sebutan M . Lucu sekali .
Din Tai Fung.
Aku melihat seorang gadis muda,lebih tinggi daripadaku,mungkin se Miss Sumeragi.
Dia terlihat cukup keren , skinny jeans merah kotak-kotak, boots doc marten warna hitam,kaos putih robek-robek dengan potongan asimetris dan -seperti yang dikatakan Citrine- rambut coklat panjang dan mata hijau . Tubuhnya agak berisi dan pinggangnya tidak kecil tapi entah kenapa tetap kelihatan bagus dan serasi .
"Olala!Aku ingin memberitahu kamu sesuatu,Mileina Acre!"
Ketika dia berbicara , dia makin terlihat fun dan menyenangkan dan ia memanggilku Mileina Acre!Aah!Senangnya!!!!Lebih bagus sih dibanding Mileina Vashti.
" apa?" Aku tidak bisa menjawab apapun.
"Roy Fontini , si pria Itali yang anak orang kaya itu menyatakan cintanya padaku" Ia begitu bersemangat sampai ia memegang tanganku dan menggoyang-goyangkannya .
Oh iya , masa remaja . Masa remaja gadis biasa pasti dipenuhi oleh sekolah,aktivitas-aktivitas seru,peer group dan ........
teman laki-laki(Ups!aku jadi ingat Tieria)
Bandingkan dengan masa remaja di medan perang. Perang,kematian,darah,air mata,usaha,bom,kekhawatiran,konspirasi dan embel-embel lainnya. Aku akui memang menengangkan tapi aku lebih memilih ketenangan dibanding hidup di medan perang .
Masa remaja cuma sekali , aku seharusnya menikmatinya layaknya anak remaja biasanya .
"Hey..." Nicola menggoyangkan tangannya di depanku .
"Daritadi kamu mikirin apa?" Nicola terlihat lebih nyata dibanding Feldt . Dia terlihat begitu ceria layaknya remaja biasa , di wajahnya begitu penuh kehangatan dan keceriaan layaknya matahari pagi hari .
"Bukan apa-apa" Kataku padanya . Nicola kau begitu nyata.
"Jadi,seharusnya aku terima Roy atau tidak?" Aku bahkan tidak tahu Roy itu siapa .
"Dia bukan anak mafia,kan?" Hanya itu yang muncul dikepalaku saat ia bilang pria Italia yang kaya raya .
"Bukan!!!Dia bukan anak mafia!Tidak semua pria Itali kaya mafia" Nicola terlihat tidak setuju tapi ia tidak temperamen seperti Tieria , dia terlihat normal dan masih terlihat senyum dalam nada tingginya .
"Tau darimana kamu?" Nicola tampak bingung seketika .
"Mileina kolot. Ayah dia itu yang punya bioskop yang terkenal di Italia" Wow . Apakah golongan teman-temanku sebegitu borju-nya?
"Yasudah . Kamu cinta dia , tidak?" Well, kita masih harus berbicara tentang cinta bukan?
"Ehmmmm...... aku cuma cinta dompetnya sih. Hahahaha" Nicola ternyata sangat materialis! Atau memang cuma aku seorang kah yang masih mempercayai cinta sejati?
"Dretttttdrerettttdretretttt"
Hp-ku bergetar ,dan aku lihat ternyata Dad menelepon.
"Mileina , kamu mau tidak malam ini kita nonton film Star Wars bersama?" Wew . Pengalaman menonton bersama Dad , sepertinya menyenangkan .
"Citrine juga ikut?" Itu yang pertama kali keluar di otakku , wanita langsing itu selalu mengganggu pikiranku , dia seperti ingin memisahkanku dengan Dad .
"Tidak . Malam ini kencan kita berdua" Dad terdengar sok gaul , lucu juga , sih ...
"Okay,Dad. Jam berapa?" Kata Mileina .
"Jam 5 , Dad jemput kamu di rumah" Dad selalu terdengar friendly .
"Jadi kita nonton dulu ,baru makan malam?Citrine ikut makan malam bersama kita?" Tanyaku ke Dad .
"Citrine sama sekali tidak terlibat apapun malam ini . Nanti kita makan pinkberry dahulu , baru nanti kita nonton bioskop lalu makan malam" okay . Aku akan jadi babi seketika , sepertinya makan malamnya akan kukurangi atau aku harus beli ukuran kecil .
"Okay,Dad!See you!" Ah!Ian tidak mungkin mengajakku dalam aktivitas seperti ini .
"Om Acre ,Yah?" Nicola bertanya hal yang tidak perlu ditanyakan lagi .
"Iya , Dad mengajakku nonton malam ini" Tapi kadang-kadang basa-basi perlu ditanggapi juga demi norma dan kesopanan.
"M,aku tau kok kalau Citrine itu mama tirimu dan aku tau tante Al Wrone itu ibu biologismu" Nicola baru saja mengatakan sesuatu yang mengubah suasana .
"Citrine tidak boleh ah menikah dengan Dad!Jangan bilang begitu , Mileina takut hal itu terjadi" Kali ini aku benar-benar takut . Kalau Citrine benar-benar menjadi Ibu tiriku , tingkah lakunya makin menjadi-jadi .
"Amin . Semoga jangan . Citrine itu terlalu jahat , dia wicked , aku sudah bisa lihat dari tingkah lakunya yang sombong dan membencikan itu! Yah, aku tau dia cantik dan seksi . Tapi,tetap saja ,wajahnya adalah tipe wajah yang pantas untuk ditampar , yah meskipun mungkin menampar tulang pipinya yang menonjol itu mungkin menyakitkan" Nicola , kau sangat materialis ,lucu dan cruel . Meskipun aku setuju atas semua hal yang kaulakukan , aku tetap merasa kau sangat jahat dan bisa membuatku tertawa .
"Aku serius dan aku harus pergi sekarang , aku harus ke salon soalnya jam 7 nanti aku ada makan malam keluarga"
Nicola menandakan anak remaja yang super sibuk . Tapi ia sibuk normal,bukan sibuk sepertiku . Sibuk melindungi dunia dan membasimu musuh . Kedengaran klise sekali , aku seperti seorang pahlawan kebenaran . Sinchan mungkin atau Naruto . Jelas sekali , aku merasa hal yang kulakukan terdengar bodoh . Yah,ditambah lagi CB adalah teroris di mata dunia , segala hal jadi tampak aneh .
Aku langsung kembali ke apartemen menggunakan taksi . Aku melihat Dad sudah di rumah, lebih cepat daripada biasanya .
"Bagaimana makan siangnya dengan Nicola?" Tanya Dad padaku .
"Biasa saja" Aku tidak mau berbohong dan mengatakan hal basa-basi yang penuh sukacita palsu .
"Dad mau mandi sebentar , Mileina jam 5 kita langsung pergi ke pinkberry" Pinkberry?Wew!Tempat FroYo!Aku cuma pernah makan sekali dengan Ian seumur hidupku dan sekarang Dad mengajakku untuk makan bersamanya dan aku masih ingat kalau pinkberry itu enak sekali . Coba saja sama Ian , setahun sekali mungkin aku makan pinkberry .
Bahagianya hidup seperti ini.
Dan.....
Aku membuka mataku .
Aku ada di ruang kesehatan , putih , penuh dengan lampu putih dan aku ada dalam tabung putih yang perlahan-lahan membuka tutupnya yang berupa kaca transparan .
Wajah pertama yang kulihat adalah Papa Ian . Ia menunduk , dengan jari-jari terkatup yang ada di keningnya . Setelah ia melihatku bangun, ia langsung memelukku .
"Ya Tuhan , untunglah kau tidak apa-apa" Ian mendekapku dengan kuat , dari nadanya saja aku tau kalau dia luar biasa khawatir padaku .
Papa Ian sayang aku dan ini membuatku jadi merasa berdosa kalau aku membanding-bandingkan dia dengan Dad .
Aku mendorong tubuhku agar dekapannya terlepas dariku .
"Pa , kenapa Mileina bisa ada disini?" Seingatku aku tidur di kamarku sendiri .
"Tadi kamu pingsan dan Tieria yang membawamu kesini , apa yang dilakukan orang-orang A-LAWS itu padamu?" Papa terlihat begitu khawatir padaku , ia melihat tubuhku dari atas sampai bawah .
Aku pingsan??Kenapa aku bisa pingsan,Ya?
Pintu terbuka , tergeser dari 2 arah dan pria berambut ungu itu datang di hadapanku . Ia tampak khawatir padaku .
"Mileina tidak apa-apa?" Tieria bertanya pada Papa Ian layaknya ia khawatir padaku .
"Ia tidak apa-apa , hasil checkupnya pun menyatakan kalau dia sehat" Papa Ian menjawabnya padahal aku belum sehat , aku sakit secara mental . Aku masih sakit hati , patah hati maksudku .
"Mileina , kamu sudah siap bekerja lagi?" Ugh! Seharusnya anak di bawah umur sepertiku tidak usah bekerja , aku seharusnya sekolah .
"Iya , Mileina sudah sehat kok"
Well,mau tidak mau .
