Disclaimer : Langsung aja deh...Naruto punya Yuki!!*di gaplok Sasuke, "Naruto punya Aku sama Kishimoto sensei tahu!!"*
Pairing : SasuXNaru Slight SasuXFemNaru
Warning : AU, this fict is not Yaoi, tapi nantinya Yaoi. Yang nggak suka nggak usah baca!!
Just Enjoy It….Oncle?!!
TWIN HEART
By : Aizawa Yuki
Liburan musim panas yang panjang telah terlewati bersama oleh murid-murid Konoha High School.
Hari pertama masuk sekolah setelah liburan panjang, Terlihat sangat jelas sekali murid-murid yang berjalan di sepanjang koridor untuk memasuki ruang kelas mereka masing-masing, tak terkecuali gadis berambut pirang panjang dengan gaya rambut khasnya yang selalu di kuncir dua bersama dengan seorang partnernya yang bernama Uchiha Sasuke berjalan bersama memasuki kelasnya.
"Aah~Masuk sekolah lagi...Payah!!" Komentar Naru pada sang partner yang ada di sebelahnya.
Reaksi sang partner hanya membuang nafas panjang saat mendengar komentar Naru yang mengeluh karna kegiatan sekolah kembali di laksanakan.
Ketika akan memasuki ruang kelas, Naru melihat temannya yang tengah berdiri di depan pintu kelas memandang ke arahnya dan Sasuke. Wajahnya lumayan cantik, mempunyai warna rambut pirang pucat dan bola mata yang berwarna biru ke abu-abuan.
"Haaa~ii Naru, Sasuke....!!" Sapa gadis yang akrab di panggil Ino itu.
"Hai juga, Ino-Chaaan.....!!" Respon Naru sambil melambai-lambaikan tangannya.
"Hn" Balas Sasuke pendek.
"Wah...Ino, kulit mu kok berwarna kecoklatan gini? Habis dari mana saja liburan musim panas kemarin?" Tanya Naru dengan heran melihat kulit Ino berubah warna menjadi seperti kulitnya.
"Liburan musim panas kemarin, aku pergi ke Villa orang tuaku yang ada di Hawaii. Di sana aku sering menghabiskan waktu untuk Sun Bath, jadi jangan heran kalau kulitku berubah kecoklatan gini." Jelas Ino pada Naru sembari mengelus-ngelus kulit tangannya.
Yamanaka Ino adalah gadis remaja yang sering menghabiskan waktunya dengan melakukan kegiatan seperti itu. Keluarganya sangat kaya raya, ayahnya memiliki bisnis Toko Bunga besar-besaran di berbagai Kota, Wilayah, bahkan Luar Negeri.
"Kalau Naru sendiri gimana? Pasti libuaran musim panas kemarin menghabiskan waktu bersama Sasuke berdua ya..? Wah....nginep bareng di rumahnya Sasuke dong?" Tanya Ino dengan nada sedikit menggoda di bagian akhir.
Refleks wajah Naru dan Sasuke berubah semerah tomat mendengar ucapan Ino, demi menjaga imej dan harga dirinya sebagai seorang 'Uchiha', Sasuke mengambil keputusan untuk langsung memasuki ruangan kelas bersama Naru tanpa memperdulikan kata-kata Ino tadi.
"Ayo kita masuk!!" Ajak Sasuke pada Naru sembari menggenggam erat pergelangan tangan Naru.
Terlintas ide jahil di pikiran Ino saat melihat tangan Sasuke menggenggam tangan Naru dengan erat.
"Wah....Wah....dalam hal lain Uchiha selalu menjaga gengsinya kepada semua orang. Tapi, kenapa soal menggandeng tangan sang Uzumaki tak pernah memperdulikan hal itu ya?? Atau jangan-jangan....Sasuke sudah melamar Naru di liburan musim panas kemarin?" Goda Ino sembari memberikan cengiran usilnya pada Sasuke dan Naru.
"E-eh....??" Spontan wajah Naru berubah semerah mata di culek.-Lha??-
"Sesukamu!" Balas Sasuke yang masih menggandeng tangan Naru dengan kuat.
Sasuke berjalan memasuki kelasnya bersama Naru yang berada di belakangnya, melewati FansGirl Sasuke yang tengah duduk memandangi Naru dengan tatapan tak mengenakkan.
Setelah sampai di tempat yang di tuju, Sasuke kemudian duduk diikuti Naru yang duduk di sebelah kanan Sasuke. Dari kelas satu SMA sampai dengan kelas tiga sekarang ini, Sasuke dan Naru selalu duduk bersebelahan. Entah apa yang membuat mereka berdua senyaman ini sampai-sampai tak merasa bosan duduk bersebalahan selama tiga tahun terakhir.
"Dobe, setelah pulang sekolah nanti datanglah ke rumahku ada yang ingin aku tunjukkan padamu." Pinta Sasuke.
"Oke, dengan senang hati" Balas Naru menerima pinta Sasuke tanpa pikir panjang sambil memberikan senyuman termanisnya pada Sasuke.
Sasuke terpaksa menutup hidungnya melihat pemandangan tak asing lagi baginya. Anehnya berkali-kali Sasuke melihat senyuman manis Naru yang menyegarkan sekaligus menggoda iman itu, Sasuke selalu saja tidak tahan untuk tidak menutup hidungnya. Padahal jika di hitung-hitung sudah berjuta-juta kali Naru memberikan senyuman termanisnya pada Sasuke tetapi, tetap saja Sasuke tidak bisa mempertahankan wajah dinginnya ketika melihat senyuman itu.
'Ting-Tong-Teng-Tong'
Bel masuk sekolah berbunyi, menandakan pelajaran sebentar lagi akan di mulai. Terlihat sesosok guru perempuan memasuki ruangan kelas XII-2, kelas yang juga tempat dimana Naru dan Sasuke menuntut ilmu.
Guru itu memiliki rambut panjang bergelombang berwarna hitam pekat, badannya seksi, dan perawakannya juga terlihat sempurna.
"Guru kurenai selalu terlihat cantik ya?" Ucap Naru.
"Hn" Balas Sasuke seperti biasanya.
"Kok hanya 'Hn' sih?? Memangnya kamu nggak tertarik sama sekali pada Guru Kurenai?" Tanya Naru heran.
"Dia sudah tua" Jawab Sasuke sekenanya.
Naru yang berada di sebelahnya pun sweatdrop mendengar ucapan Sasuke yang blak-blakan.
"Ya Ampun....Guru Kurenai kan masih berumur 29 tahun? Masa' sudah tua sih? Walaupun umurnya segitu tapi, dia tetep terlihat seksi. Aku jadi iri!" Ucap Naru sambil melihat Gurunya dengan tampang kagum.
Sasuke melirik ke arah Naru dan membalas, " Kau terlihat lebih seksi Dobe, wajahmu juga sangat manis, nggak kalah sama Guru Kurenai, kenapa harus iri segala?!" Kata Sasuke dengan tatapan yang menggoda ke arah Naru.
Mendengar balasan dari Sasuke, wajah Naru bersemu merah.
"Ka-Kau i-ini apa-apaan sih? Jangan pakai tatapan seperti itu dong!! Risih tahu dilihatnya!!" Seru Naru gelagapan.
Lama setelah acara goda-menggoda Sasuke, pelajaran pertama pun di mulai dengan mata pelajaran Matematika. Sejujurnya Naru agak malas jika harus berhadapan dengan yang namanya Matematika, tapi entah karna keberuntungan semata atau memang karna takdir yang di gariskan oleh Tuhan, Naru bertemu dengan pemuda tampan dari keluarga terpandang yang juga tidak di ragukan lagi kejeniusannya. Siapa lagi kalau bukan si Uchiha Sasuke?
Dalam lubuk hati Naru yang paling dalam, ada untungnya juga bisa bertemu dengan Sasuke. Selain tampan, dia juga pintar. Jadi, jika ada pelajaran merepotkan seperti Matematika, Fisika atau yang lainnya Naru tinggal bertanya pada teman masa kecilnya dan berakhirlah kerepotan Naru dalam masalah hitung-menghitung.
Dua puluh menit berhasil terlewati dengan cepat, materi untuk pelajaran Matematika juga sudah berhasil pula di sampaikan Guru Kurenai pada semua murid-muridnya, dan untuk mengetes apakah murid-muridnya telah paham dan mengerti apa yang di sampaikan tadi, guru Kurenai menyuruh untuk mengerjakan tugas di buku sekaligus untuk mengisi waktu yang tersisa.
"Baiklah semuanya! buka halaman 114 dan kerjakan tugas yang tertera di sana. Jika bel sudah berbunyi nanti, kumpulkan tugas kalian dan letakkan di ruang guru, mengerti?!" Ucap guru Kurenai panjang lebar.
"Baik, guru Kurenai!" Jawab semua murid serempak.
Semangat Naru hilang ketika mendengar perintah dari guru Kurenai. Sasuke yang melihat reaksi Naru kemudian berpikir, 'Sampai kapan dia harus mengeluh begini saat guru Kurenai memberikan tugas?'. Sasuke hanya mendengus melihat perubahan wajah Naru.
"Sasuke~" Ucap Naru manja.
"Hn"
"Bantu aku kerjakan tugas dari guru Kurenai" Pinta Naru pada Sasuke diikuti senyuman termanisnya.
"Kau tidak berkata 'tolong'?" Sindir Sasuke.
Mendengar ucapan Sasuke itu, hawa panas mulai menyelubungi wajah Naru.
"Kalau kau tidak mau, ya sudah!! Aku bisa minta bantuan pada Sai!!" Seru Naru.
Sasuke mulai geram mendengar nama itu di sebut, dengan segala kerendahan hati sang Uchiha pada Naru, dia rela melakukan apa saja untuk seorang gadis berambut pirang tersebut.
"Sini bukumu, biar aku kerjakan semuanya" Ucap Sasuke seraya menahan tangan Naru yang mulai beranjak berdiri.
"Wah....Sasu-koi baik deh" Ucap Naru tanpa menyadari apa yang di katakannya barusan.
Refleks wajah Sasuke berubah menjadi semerah buah kesukaanya mendengar perkataan dari Naru.
Naru yang melihat wajah Sasuke merah padam langsung menyadari kebodohan yang sudah ia katakan tadi, dan segera meralat ucapannya.
"Emm....maksudku Sasuke-teme baik banget deh....hehe" Ralat Naru, sembari membuang mukanya ke arah lain, berusaha untuk menyembunyikan wajahnya yang juga memerah.
'Ting-Tong-Teng-Tong'
Bel istirahat berbunyi, semua murid satu persatu keluar dari kelasnya bertujuan untuk merefresh otaknya yang telah penuh dengan materi pelajaran.
Naru dan Sasuke berjalan bersebelahan menuju halaman belakang sekolah, tempat yang begitu indah di kelilingi oleh banyak taman bunga beserta air mancur yang berada di tengah-tengah taman.
Sesampainya di sana Naru segera mengambil posisi duduk di bawah salah satu pohon sakura yang dulunya di tanam oleh murid-murid konoha high school termasuk dirinya, untuk lebih memperindah halaman belakang sekolah mereka.
Sasuke berjalan mendekati Naru dan mengambil posisi di sebelahnya. Merapatkan tempat kosong antara dirinya dan Naru.
Lama mereka dalam kegiatan diam seribu bahasa, akhirnya Naru mulai angkat bicara.
"Sasuke...." Ucap Naru yang bukan merupakan suatu pertanyaan melainkan pengetesan, apakah pemuda di sampingnya benar-benar mendengarkan ucapannya barusan atau tidak.
"Hn" Jawab Sasuke singkat, padat, dan berhemat(??)
"Kau tahu mengenai kakak laki-laki ku?" Tanya Naru.
Sasuke terbelalak kaget mendengarnya. Sudah sebelas tahun ini dia mengenal Naru, mulai dari keluarganya, tingkah lakunya bahkan kebiasaanya selama ini. Tapi, Sasuke benar-benar tidak mengetahui kalau Naru punya Saudara laki-laki?
"Apa kau bilang? Kakak laki-laki? Memangnya....." Belum sempat Sasuke melanjutkan ucapannya, Naru segera memotongnya duluan.
"Aku punya saudara laki-laki!! Tepatnya saudara kembar!!" Seru Naru.
Sasuke mengangkat sebelah alisnya, 'memangnya kapan kedua orang tuanya membuat Saudara kembar untuk Naru?'
Melihat tampang ragu dan heran yang di tunjukkan oleh Sasuke, Naru membuang nafas panjang.
"Dulu sebelum aku bertemu denganmu, kakak laki-laki ku ada di jepang. Tapi, sejak aku berumur enam tahun, kakakku tinggal di London bersama dengan kakek yang juga tinggal di sana." Kata Naru, "Jadinya sampai sekarang aku belum bertemu dengan kakakku, dan...."
Sasuke memicingkan matanya saat ucapan Naru berhenti.
"Dan.....kabarnya kakakku akan pulang di awal musim gugur nanti." Lanjut Naru.
"Oh....jadi begitu ya? Tadi kau bilang dia saudara kembarmu kan? Berarti wajah kalian mirip? Namanya siapa? Lalu kenapa kau memanggilnya kakak?" Tanya Sasuke bertubi-tubi, hal ini benar-benar menanyakan tanda tanya besar, 'sejak kapan Uchiha secerewet ini?'
"Iya...dia memang saudara kembarku, aku memanggilnya kakak karna ibu bilang dia lahir sepuluh menit sebelum aku. Yang namanya saudara kembar pasti mirip lah....tapi, orang bilang kakakku lebih manis dari pada aku. Dan namanya Naruto." Jelas Naru.
"Hn, jadi begitu ya?" Ucap Sasuke seakan meminta penjelasan lebih.
Naru melihat ada keanehan pada sikap Sasuke saat ini.
"Hei, kenapa kau jadi se antusias itu? Ingin mengetahui bagaimana kakakku?" Tanya Naru.
"Tidak apa-apa" Balas Sasuke berusaha mengembalikan sifat asli Uchihanya.
Sasuke tidak mau Naru mengetahui apa yang ia sembunyikan di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, sekumpulan tanda tanya besar masih saja mengisi kekosongan di pikirannya. Mengenai tema kakak laki-laki Naru.
'Seperti apa ya saudara laki-laki Naru?Naru bilang, dia jauh lebih manis. Padahal menurutku Naru saja sudah semanis ini, bagaimana bisa kakaknya jauh lebih manis? Apalagi kakaknya laki-laki?' Batin Sasuke.
Karna beberapa pertanyaan yang menumpuk di pikiran Sasuke, dia jadi tidak berkonsentrasi pada sekitarnya. Sampai-sampai bel selesai istirahat pun hanya Sasuke anggap sebagai petir yang tidak bersuara.
"Hei...Sasuke!!" Bentak Naru, berusaha menyadarkan Sasuke dari pikiran bawah sadarnya.
"Ah! I-Iya...ada apa?" Ucap Sasuke ketika dia sudah tersadar dari lamunannya. Benar-benar bukan khas klan Uchiha.
"Sudah bel. Sebaiknya kita masuk kelas karna pelajaran akan segera di mulai." Ajak Naru.
"Oke"
Di ruangan kelas....
"Hai Naru, Sasuke! Dari mana saja? Kok lama banget sih?" Sapa Ino saat melihat kedua temannya baru memasuki kelas.
"Habis dari halaman belakang..." Jelas Naru.
"Ooohhhh....." Balas Sai yang ikut nimbrung di belakang Ino.
"Ih...Sai!!! Apaan sih?" Ucap Ino yang mulai tidak nyaman dengan perlakuan Sai.
"Childish..." Gumam Sasuke yang hampir saja tak bisa di dengar oleh Sai dan Ino. hampir. tapi, masih tetap bisa terdengar oleh Naru.
Reaksi Naru hanya tertawa kecil mendengar gumaman dari Sasuke, kemudian berjalan menuju tempat duduknya semula.
"Emm....Naru?" Kata Sasuke.
"Ya"
"Apa, Gaara juga tahu mengenai saudara kembarmu itu?" Tanya Sasuke sembari memalingkan wajahnya dari Naru.
"Kalau kau saja tidak tahu, bagaimana mungkin Gaara mengetahuinya??" Naru balas bertanya.
"Yah....mungkin saja kan, kau menceritakan hal ini lebih dahulu pada Gaara." Ujar Sasuke.
"Nggak lah....!! Memangnya kenapa sih? Kok sampai segitunya kalau lagi membahas tentang kakakku?" Tanya Naru seraya memandang lekat-lekat ke arah mata onyx Sasuke.
"Ngghh....tidak apa-apa kok!! Sudah jangan banyak tanya!!" Elak Sasuke.
"Oke...Tuan-Uchiha-Pemarah-dan-sok-Pengatur!!" Sindir Naru.
Pelajaran kembali di mulai dengan materi Fisika yang di ajar oleh guru Kakashi, dia terkenal sebagai guru yang bijaksana, tegas, dan ramah terhadap muridnya, akan tetapi satu hal yang benar-benar menjadi kebiasaan buruk bagi guru yang menyandang predikat terbaik itu, yaitu catatan : Sering terlambat masuk kelas.
Tapi, sungguh tak di sangka tak di kira, entah karna apa Hari ini guru Kakashi menyabet rekor : Kakashi tak datang terlambat!!
Anak-anak pun sampai terheran-heran di buatnya. 'Sejak kapan guru Kakashi datang On-Time seperti ini?' bahkan salah satu dari mereka ada yang berpikiran ' Kesamber gledek sama petir kali ya? Ah!! Itu sih sama aja!'
Sampai seterusnya pelajaran tetap berlangsung, setelah pelajaran Fisika berakhir, pelajaran Kimia datang menyambut yang di ajar oleh guru Orochimaru.
Banyak anak yang berpikiran, apakah wajah guru Orochimaru benar-benar putih pucat atau memakai bedak berbobot dua kilo gram?? Tapi, tidak ada yang tahu tentang hal itu, karna guru Orochimaru terkenal sebagai seorang Guru yang misterius, suka menyendiri dan tidak ramah lingkungan(??). Sangat berbanding terbalik dengan guru Kakashi.
Pelajaran terus saja berlanjut, sampai bel pulang sekolah berhasil di kumandangkan. Membuat para murid yang ada di kelas yang sama juga dengan Naru bisa menghembuskan nafas lega karna sudah terbebas dengan pelajaran menyeramkan yang membuat bulu kuduk berdiri seratus persen.
Naru dan Sasuke bersiap merapikan bukunya kemudian mereka masukkan ke dalam tasnya masing-masing.
"Dobe, jangan lupa nanti datang ke rumahku" Ucap Sasuke mengingatkan.
"Hn" Balas Naru pendek.
Sasuke memicingkan matanya, "Sejak kapan kau mengCopy-Paste kebiasaan ku mengatakan hal itu?"
"Baru saja" Ucap Naru dengan entengnya.
"Sesukamu!!" Balas Sasuke.
Di kediaman Uzumaki....
"Hm....kira-kira Sasuke mau memperlihatkan apa ya padaku?" Pikir Naru sembari merebahkan tubuhnya di atas kasur bersprai orange miliknya.
"Hah....kalau soal itu nanti sajalah. Mending aku cepet-cepet ke rumah Uchiha itu. Bisa-bisa dia menjamur nunggu aku kelamaan" Ucap Naru yang langsung beranjak menuju kamar mandinya.
Sekitar butuh waktu lima belas menit bagi sang Uzumaki untuk bersiap-siap menuju rumah Sasuke. Setelah semua di anggapnya beres, Naru kemudian berangkat ke kediaman sang Uchiha. Sebelum Ia sampai di pintu keluar rumah, Naru sempat berpapasan dengan ibunya yang baru saja pulang dari rumah tetangganya.
"Eh, Naru, kau mau pergi kemana? Rapi amat?" Tanya Kushina yang melihat anaknya berpakaian rapi tak seperti biasanya.
"Biasa....mau ke rumah sang Uchiha bungsu, Bu...." Kata Naru, "Ah...aku berangkat dulu ya, bu. Udah di tunggu sang Uchiha nih..." Lanjutnya.
"Iya...Hati-hati ya!!" Ucap Kushina seraya melambaikan tangannya pada Naru yang sudah hilang ditelan bumi.
Di kediaman Uchiha....
" Mana sih Dobe itu!!" Keluh Sasuke saat orang yang di nantinya tak kunjung nampak batang hidungnya sekalipun.
"Teme....." Teriak Naru sambil berlari mendekat ke arah Sasuke.
"Huh....lama sekali Usuratonkachi!!!" Bentak Sasuke ketika orang yang di nantikannya sudah datang.
"Hhh...Hhh...Maaf..." Ucap Naru dengan nafas yang tersenggal-senggal.
"Ayo Masuk!" Ajak Sasuke.
"Hn"
Sasuke berjalan masuk menuju pintu utama di susul oleh Naru yang berada di belakangnya dan langsung di sambut dengan ramah oleh para pelayan yang ada di rumah Sasuke.
Mereka berdua terus berjalan, hingga sampai di tempat yang biasa Sasuke tiduri, tak lain dan tak bukan adalah Kamar tidur sang Uchiha Sasuke yang amat luas, megah, dan indah yang kental dengan nuansa seni begitu memasuki kamarnya.
Kebanyakan kamar sang Uchiha di dominasi oleh warna biru, yang memang kenyataannya adalah warna kesukaan sang pemilik kamar.
Begitu memasuki kamar tidur Sasuke yang amat indah, Naru tercekat, tepatnya terpana melihat dekorasi kamarnya yang benar-benar sangat menakjubkan. Sampai-sampai tak bisa di ungkapkan lewat kata-kata.
Setelah puas memandangi seluruh kamar tidur sang Uchiha sampai ke sudut kamar, Naru kemudian memandang kepada sosok sang pemilik kamar ini.
Seakan mengerti apa arti dari pandangan tersebut, Sasuke menganggukkan kepalanya dan berkata, " Aku kemarin mendapatkan benda ini di sebuah toko boneka" Ucap Sasuke sambil mencari benda yang ia maksud.
Setelah berhasil mendapatkannya, Sasuke kemudian melemparkan benda itu pada Naru, yang sialnya Naru tidak tepat waktu menghindar dari lemparan benda tersebut.
Alhasil, benda tersebut mendarat mulus di wajahnya dan menyebabakan orang yang bersangkutan jatuh terduduk
"Ah!! Teme apa-apaan sih ini!!" Protes Naru, sembari berdiri dan mengelus-ngelus bokongnya yang terasa sakit.
Setelahnya Naru benar-benar terpaku atau lebih tepatnya lagi kagum atau terpana melihat benda apa yang menabrak wajahnya itu. Sebuah boneka....rubah, yang memiliki sembilan ekor di belakangnya!! Bonekanya besar tapi terlihat sangat lucu, dan bulunya benar-benar halus.
Naru berpikir, apakah hanya untuk ini saja Sasuke menyuruh dia datang ke rumahnya? Sejenak Naru memeperhatikan pemuda yang ada di hadapannya, dengan sedikit ragu-ragu Naru kemudian bertanya, " Sas-..." belum sempat Naru melanjutkannya, tiba-tiba Sasuke memotong pembicaraan Naru.
"Aku suka kamu..."
"....." Hening...
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
"....." Masih hening.
Sampai akhirnya......
"Sasuke...."
To be continued......
Bagaimana Fic Yuki? Membosankan? Atau.....? mendingan Minna mereview aja.
Setiap kritikan pasti akan Yuki terima dengan lapang dada, asalkan jagan nge-Flame, Okay??
Sebenarnya Fic ini mau Yuki persembahkan buat teman Yuki....tapi, berhubung teman Yuki nggak tahu kalau Yuki buat Fic......Nggak jadi deh...!! tapi, Yuki bener-bener kangen sama temen Yuki!! Hiks...Hiks...
Gomen kalau masih ada typo-nya, karna Yuki apa? Yuki benar-benar tak bisa menghindar dari setiap kesalahan *mundungin badan*
Minna setelah membaca fic Yuki ini pasti berfikir 'kok banyak skip nya ya?'
Memang Yuki sadar sekali kalau banyak yang di skip, apalagi pas waktu pelajaran sekolah, soalnya jujur Yuki males kalau nerangin kegiatan pas waktu pelajaran di mulai, terutama pelajarannya Orochimaru dan Kakashi.
Lalu, apa Minna juga bingung tentang saudara kembar Naru? Nih....Yuki kasih bocorannya sedikit aja, di fict Yuki ini, Naru yang perempuan di beri nama oleh ibunya 'Naru' aja, sedangkan Naru yang laki-laki di beri nama 'Naruto'. Biar nggak bingung atau malah tambah bingung mendingan Minna baca yang lanjutan fict nya aja ya....??? *di tendang*
Tapi mungkin, Yuki sekarang lagi HIATUS!!! Memang sih...Yuki nggak suka kalau HIATUS, tapi ini menyangkut masalah pribadi Yuki sendiri....*di gaplok*
So, maukah Minna mereview Fic Yuki???
REVIEW!!! Onegai....(Puppy eyes no jutsu) -semua senpai kelepek2- * di tendang sama senpai2*
