A/N : Huuuufff~akhirnya nih fic di apdet juga....!! sumpeh Yuki sama sekali nggak tega buat ninggalin fic gaje Yuki, entah.....mungkin karna fic Yuki ancur lebur kali ya??
Ok, This is the Review Reply.....
Kurukanda-B-Nolawie: Oh.....begitu yach?? Sebenarnya fic ini hasil dari ide Yuki yang numpang lewat seenaknya. Sebagian besar Yuki masih belum mengetahui fic apa aja yang di buat oleh para senpai-senpai di FFN, jadi Yuki nggak tahu kalau fic ini juga sama kayak fic para senpai sebelumnya, begitu.....?? So, Arigatou gozaimasu buat review nya yach....kurukanda-sama....
Light-Sapphire-Chan : Buat review dari Sapphire-sama ( gomen....Yuki masih belom tahu Sapphire-sama di panggil apa ) jawabannya sama kayak yang di atas. Yuki bener-bener nggak tahu soalnya, kalau nih fic hampir mirip atau memang mirip sekali dengan fic senpai yang lain, jadi Yuki harap Sapphire-sama memakluminya. Karna memang ide ini Yuki dapat setelah lihat poster Naruto kembar ( satunya cewek dan satunya lagi cowok ) hehe...Arigatou buat review nya....
Disclaimer : Naruto punya om Masashi tuh!!
Pairing : SasuNaru donk!!!
Just Enjoy it, Oncle!!
"Aku suka kamu..."
"......" Hening....
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
"......" Masih hening.
Sampai akhirnya.....
" Sasuke...."
TWIN HEART
By : Aizawa Yuki
"A-apa kau bilang tadi, Sasuke?" Tanya Naru, seolah menginginkan kepastian dari pemuda yang ada di hadapannya.
"Bagaimana acting ku?" Balas Sasuke bertanya.
Mata biru Naru terbelalak kaget mendengarnya. Naru benar-benar tak menyangka dengan apa yang di dengarnya barusan.
"Pssttt.....kau dengar tidak?" Tanya Sasuke memastikan sembari berjalan menuju ke arah Naru yang berdiri terbengong melihat ke arahnya.
"A-eh....Sasuke...jadi....itu....kau...." Tanya Naru gelagapan sambil menunjuk-nunjuk ke arah yang tak menentu.
"Bagaimana Acting ku tadi? Lumayan bagus tidak?" Tanya Sasuke lagi.
"Ah iya, bagus banget kok! Aku saja tadi sampai kaget mendengarnya saat kamu bilang kalau kau menyukaiku, hehe..." Ucap Naru sekenanya, berusaha untuk mengembalikan detak jantungnya yang semula berdetak tak beraturan.
"Siiip....! Maaf ya tadi, kalau sudah membuatmu kaget. Dan....untuk boneka rubah itu, aku memang sengaja memberikannya untuk mu." Balas Sasuke berusaha menjelaskan kepada Naru tentang kesalah fahaman yang terjadi di antara mereka.
"Iya, terima kasih." Hati Naru seperti tercabik-cabik mendengar pernyataan dari Sasuke. Sebenarnya Naru juga tak keberatan kalau Sasuke mengatakannya sungguhan, tapi....apa boleh buat, kenyataan memang kenyataan, walaupun itu serasa seperti tenggelam dalam kegelapan jurang tanpa batas.
Naru merasa walaupun sudah sebelas tahun ini dia menemani Sasuke, tapi sama sekali tak ada ekspresi cinta yang Sasuke tunjukkan padanya. Selama ini Naru diam-diam menyukai Sasuke tanpa menunjukkan ke khalayak ramai tentang kejujuran cintanya pada Sasuke. Sama sekali tidak pernah.
Mungkin dengan alasan seperti itulah Sasuke tak pernah mengetahui perasaan Naru yang sebenarnya kepada dirinya. Hanya rasa persahabatanlah yang sangat Sasuke pahami dari diri Naru kepadanya.
Heran. Satu kata itulah yang melayang-layang di pikiran Naru sekarang. Entah kapan, dimana, dan siapa yang berhasil menyabet hati tuan pemuda Uchiha Sasuke ini? sebelas tahun lamanya Naru bersama dengan Sasuke, tapi...kenyataannya selama itu pula Sasuke belum pernah menyukai seorang cewek sekalipun.
Jika seandainya si Uchiha ini tidak memasang wajah dinginnya kepada seluruh cewek yang berpenghuni di Konoha High School, mungkin ada beribu-ribu cewek yang sudah mendaftar untuk ngedate dengannya. Tapi, fakta tidak membuktikan hal seperti itu.
"Naru..." Panggil Sasuke.
"A-eh...iya...ada apa?" Tanya Naru setelah berhasil keluar dari lamunan panjangnya.
"Minum tehnya...nanti keburu dingin" Jelas Sasuke saat mengetahui kalau gadis di depannya sama sekali tidak berkonsentrasi dengan apa yang terjadi di sekelilingnya.
Teh? Benar. Dari tadi Naru terus saja melamun bahkan sampai-sampai dia tak menyadari kalau dia sekarang berada di ruang tengah. Begitu pula saat menuruni anak tangga dari kamar Sasuke, Naru hanya terus berjalan mengikuti Sasuke di belakangnya, akan tetapi pikirannya melayang-layang entah kemana perginya.
Mata Naru tertuju pada secangkir teh di hadapannya, Naru terus memandangi teh itu baik-baik, memandangnya lekat-lekat. Warna tehnya hijau, aromanya benar-benar wangi dan sedap. Membuat siapa saja yang meminumnya pasti kecanduan untuk segera menambah isi teh yang telah kosong. Namun tidak bagi Naru, dia tetap saja memandangi teh itu dalam-dalam.
"Hei, Dobe! Jangan di pandang terus...minum saja langsung tehnya!" Teriak Sasuke yang dengan sukses membuyarkan kegiatan Naru.
"Eh...I-Iya...tapi...Sasuke, kau mendapatkan teh ini dari mana?" Tanya Naru.
"Teh ini? tempo hari tetanggaku kebetulan liburan ke luar negeri, jadinya dia memberikan teh ini sebagai oleh-oleh untukku." Jawab Sasuke sembari menyeruput teh di hadapannya.
"Oh...begitu ya? Kalau boleh tahu, tetanggamu liburan ke mana?" Tanya Naru lagi.
"Aku tidak tahu lebih tepatnya ke mana. Memangnya ada apa sih dengan teh ini? kok sepertinya teh ini jadi begitu berharga buat mu?" Tanya Sasuke keheranan.
"Emm....tidak apa-apa kok! Hanya saja, Naruto-NiiChan dulu juga pernah mengirimkanku teh seperti ini dari sana." Jelas Naru.
Hati Sasuke berdetak dua kali lebih cepat setelah mendengar Naru membawa-bawa nama kakaknya di depan Sasuke, di dalam ruang tengah ini.
"Naruto..." Ucap Sasuke pada diri sendiri dengan nada pelan, tapi cukup bisa di dengar oleh gadis berambut pirang panjang di seberangnya.
"Kenapa, Sasuke?"
"Hn, tidak apa-apa! Oh ya, apa besok kau ada acara, Naru?" Ucap Sasuke mengalihkan pembicaraan.
"Besok aku tidak ada acara, memangnya kenapa?" Tanya Naru sembari meminum teh yang sedari tadi sama sekali belum di sentuhnya.
"Aku mau mengajakmu pergi berdua saja" Balas Sasuke.
Spontan Naru hampir saja menyemburkan teh yang sudah berada di mulutnya karena kaget mendengar jawaban dari Sasuke. Mengingat statusnya sebagai seorang perempuan, Naru kemudian segera menelan tehnya dan membenarkan posisi duduknya.
"Ehem...kau tadi bilang apa, Sasuke? Maaf...aku tidak kedengaran...." Ucap Naru berbohong.
"Hah....makanya kalau punya telinga di pasang baik-baik dobe...! tadi aku bilang mau mengajakmu jalan-jalan...apa kau bisa...?" Tanya Sasuke ulang.
'Sasuke, benar-benar mau mengajakku jalan-jalan...tapi, untuk apa ya...?' Tanya Naru dalam hati.
"I-Iya...aku bisa kok!" Jawab Naru.
"Kalau begitu, besok kita bertemu di tempat seperti biasanya. Kau tahu kan dimana?" Ucap Sasuke memastikan.
"Yang benar saja! Jelas aku tahu dong dimana tempatnya!!" Balas Naru.
Seulas senyum tipis terukir di bibir Sasuke mendengar jawaban dari Naru.
Keesokan harinya....
-
Di depan stasiun....
Terlihat sosok yang mondar-mandir tidak jelas sedari tadi. Sejenak dia mengarahkan jam tangannya di depan pendangannya, jam tangan itu menunjukkan pukul 07.30, sosok itu mulai geram setelah mengetahui jam berapa sekarang. Sosok lainnya yang di tunggu belum juga datang menghampirinya, siapa lagi kalau bukan si Uzumaki? Padahal kemarin dia sudah menjelaskan untuk datang tepat waktu pukul 07.00.
Sang Uchiha berusaha untuk kembali menenangkan dirinya, mencegah agar hawa kemarahan tidak segera meningkat di atas kepalanya.
Sepuluh menit berlalu, Sasuke mencoba menatap kembali jam tangannya, di situ menunjukkan pukul 07.40, sang Uchiha kembali menghela nafas.
Sampai pada akhirnya dua puluh menit berlalu, sukses pula membuat pemuda Uchiha ini menjamur menunggu sosok yang di nantinya.
Tidak tahan lagi, kesabarannya sudah melewati batas sekarang. Dia menyesal sudah mengajaknya pergi jalan-jalan hari ini. di dalam hatinya, dia berjanji untuk tidak mengajak gadis berambut pirang tersebut, tapi mungkin janjinya tidak akan mungkin dapat ia laksanakan. Mengingat kalau gadis yang di nantinya itu sudah terikat persahabatan yang melebihi dirinya dengan siapapun.
Sasuke sudah menganggap kalau Naru benar-benar seorang sahabat yang ia cari selama ini, yang mampu untuk mengisi kehampaan hatinya yang sudah bertahun-tahun di acuhkan oleh keluarganya sendiri. Berkat Naru juga, sosok seorang Uchiha bungsu yang selama ini terkenal tak pernah tersenyum, akhirnya bisa kembali menampilkan senyumannya yang sudah lama terkubur.
Candanya, tawanya, keceriaannya, dan satu hal yang terpenting yaitu...senyumannya, berhasil untuk membuat Sasuke kembali ke dunia nyata, dunia yang penuh dengan kehangatan, dan juga kebahagiaan yang tersimpan baik-baik di hatinya, menunggu senyuman sang dewi.
'Siiinnggg'
Kepala sang Uchiha tiba-tiba saja terasa sangat berat. Apa yang tejadi dengannya? Dia tidak salah makan tadi pagi. Apa ada sesuatu yang salah padanya?
"Sasuke....." Sosok yang lain datang memanggil.
"Na...ru...."
"Hhh....Hhh...maaf Sasuke, aku terlambat, hehe...." Ucap Naruto pada Sasuke dengan nada sedikit takut. Takut, karena sang Uchiha di hadapannya ini akan memarahinya karena kesalahannya yang datang terlambat.
"I...Iya...tidak apa-apa..." Ucap Sasuke sembari memegangi sebelah kepalanya yang terasa sangat berat.
Naru melongo mendengar jawaban dari Sasuke. Tidak seperti Sasuke yang biasanya, yang selalu memarahinya kalau Naru datang terlambat ketika ada pertemuan.
Naru merasa ada keganjilan di hatinya, tapi ia tak tahu apa itu.
"Sasuke...kau kenapa? Kau marah ya...karena aku datang terlambat?" Tanya Naru setelah mendapatkan reaksi yang tak biasanya dari Sasuke.
"Tidak...aku tidak apa-apa, mending kita langsung jalan-jalan saja!" Balas Sasuke berpura-pura terlihat seperti biasa.
"Benar?" Tanya Naru memastikan.
"Hn"
"Hah...baiklah...kalau ada apa-apa bilang padaku ya?"
"Hn"
"Hei...yang selain 'Hn' dong...!! masa' dari tadi jawabannya 'Hn' saja?"
"Hm"
"Apa bedanya 'Hn' dengan 'Hm'?"
"Iya. Dobe!!"
"Nah...begitu dong..."
"Dasar dobe...."
Setelah selesai acara perdebatan antara 'Hn' dengan 'Hm', akhirnya kedua insan itu beranjak pergi dari stasiun menuju ke taman hiburan.
Sesampainya di sana, Naru benar-benar tak bisa menyembunyikan rasa kekagumannya pada tempat yang ia pandangi. Tempat di mana banyak sekali wahana-wahana yang ada di dalamnya, beserta dengan segala macam permainannya juga.
Pertama-tama Naru mengambil keputusan untuk segera menaiki Ferris Wheel, tetapi sebelum itu, Naru juga harus meminta persetujuan dari orang yang mengajaknya. Sang Uchiha hanya mengangguk pertanda menyetujuinya dan diikuti dengan teriakan dari Naru, yang hampir dengan sukses membuat gendang telinga sang Uchiha pecah.
-
Satu jam telah berhasil di lewati dengan sukses di taman hiburan ini. begitu juga dengan kepuasan hati sang Uzumaki yang kini tengah duduk dengan santainya di Garden city tepat berada di tengah-tengah taman hiburan. Sasuke berjalan mendekati Naru dan mengambil posisi duduk di sebelahnya.
Sambil memegangi sebelah kepalanya yang terasa pusing, Sasuke bertanya pada Naru, "Kau senang Naru?"
Naru yang duduk santai sambil memandangi sekelilingnya hanya menjawab pertanyaan Sasuke dengan anggukan.
"Syukurlah....! kalau begitu...apa kau haus? Aku mau pergi membeli minum dulu. Kau di sini saja, jangan kemana-mana!" Perintah Sasuke.
"Iya"
Sasuke beranjak pergi membeli minuman untuk mereka berdua, sedangkan Naru tetap tak berhenti dari aktifitas sebelumnya, memandangi sekeliling taman hiburan yang sangat luas.
Setelah puas memandangi seluruh isi taman hiburan ini, beserta dengan kegiatan orang-orang di sekelilingnya. Naru menyadari akan sesuatu hal, Uchiha Sasuke!
Naru's Pov
"Sasuke lama sekali? Padahal hanya membeli minuman saja kok lamanya seperti sedang antre di toilet saja?"
Sejenak aku memandangi jam tanganku, sudah sekitar dua puluh menit Sasuke meninggalkanku untuk membeli minuman. Tapi, sampai saat ini Sasuke belum juga kembali? Apa yang terjadi dengannya?
"Ah! Mendingan aku menyusulnya saja"
Tapi, tunggu!! Tadi kan, Sasuke berpesan padaku untuk tidak pergi kemana-mana? Ah!! Masa bodoh dengan ucapan itu!! Mendingan sekarang aku cepat-cepat mencari Sasuke!!
"Sasuke....di mana kau..." Gumamku sambil terus berlari mencari sosok seseorang yang aku cari.
Ku rasa sudah dari tadi aku berlari terus-terusan menyusuri taman hiburan ini. tapi, kenapa Sasuke belum juga aku temukan? Memangnya dia mencari minuman di mana sih? Jauh sekali!!
Aku terus saja mencari si Teme itu tanpa henti, sampai akhirnya aku melihat sekerumunan orang banyak di seberang sana.
"Ada apa itu? Perasaanku kok jadi tidak enak begini?" Tanggapku setelah melihat sekelebat orang berdesakan di sana.
Aku memberanikan diri untuk menuju ke kerumunan orang-orang itu. Sesampainya di sana, ku lihat tak ada celah bagiku untuk mengetahui ada apakah di sana.
"Maaf, Permisi...." Sapa ku pada salah seorang yang berada di kerumunan itu.
"Iya...ada apa?" Jawabnya.
"Kalau boleh tahu, di situ ada apa ya?"
"Katanya, tadi ada seorang pemuda tampan yang sedang berkelahi dengan preman-preman yang ada di sini, kemudian pemuda itu kalah dan jatuh tak sadarkan diri"
Hah!! Aku kaget setengah mati mendengar jawaban dari orang itu. Pemuda tampan....berkelahi dengan preman-preman....apa....jangan-jangan....
Tanpa pikir panjang aku langsung menyerobot masuk ke dalam kerumunan orang-orang itu, tak peduli aku harus kehabisan nafas atau semacamnya!! Yang ku inginkan hanyalah memastikan apakah benar pemuda yang di maksud adalah si Teme itu.
"Teme....!!!!!" Teriakku histeris setelah berhasil menyerobot masuk ke dalam kerumunan orang-orang itu, dan mendapati Sasuke yang tergeletak tak sadarkan diri.
"Kenapa jadi begini!!!!!!" Keluhku melihat Sasuke tak berdaya setelah aku mengangkatnya ke dalam pangkuanku.
Aku merasa orang-orang di sekitar sini benar-benar tidak mempunyai perasaan!! Apakah ini tanggapan yang baik setelah melihat seseorang yang tergeletak tak berdaya seperti ini?? hanya melihat dan memandangi saja tanpa melakukan sesuatu seperti memanggil ambulans atau membawanya ke rumah sakit??
Dasar Bodoh!!!!!
Tanpa banyak memikirkan orang-orang di sekitarku, aku segera meminta bantuan pada security yang berada tak jauh di sana. Aku sempat berfikir, apakah security ini tak tahu tentang perkelahian tadi? Atau memang mereka takut melawan preman-preman yang mengusik Sasuke tadi?? Masa bodoh dengan semua itu!!!
Aku segera memerintahkan para security ini untuk cepat-cepat memanggil ambulans dan mengantar Sasuke ke rumah sakit.
Kejadian ini benar-benar mebuat hatiku terluka. Aku benar-benar manusia yang tak berdaya!! Yang tidak bisa melakukan apa-apa untuk seseorang yang benar-benar berharga bagiku!! Apa jadinya tadi, jika Sasuke tidak cepat-cepat di tolong?
'Dasar manusia bodoh' aku mengutuk diriku sendiri dalam hati.
Bagaimana caranya aku bisa menjadi gadis yang kuat di saat Sasuke mengalami kejadian seperti ini??
Hanya ada satu cara!! Ya. Cara itu!! Masa bodoh dengan statusku sebagai perempuan!! Yang terpenting bagi ku adalah keselamatan Sasuke seutuhnya!! Kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi!! Aku berjanji!!
End of Naru's Pov
Sesampainya di rumah sakit, terlihat para perawat dan salah seorang dokter bertindak cepat menangani pasien yang baru datang.
Naru segera turun dan membantu para petugas untuk menurunkan Sasuke. Setelah itu para perawat dan dokter pun langsung membawa Sasuke ke Ruang Gawat Darurat. Sayangnya di waktu dan tempat seperti ini, Naru tidak di izinkan untuk ikut dalam perawatan menemani Sasuke di dalamnya. Sehinnga Naru di haruskan untuk menunggu di luar.
-
Sekian lama Naru menunggu dan bersabar, serta menenangkan hatinya yang gundah. Akhirnya kesabaran pun di balas dengan kepuasan oleh Tuhan, sang Dokter keluar dari Ruang dimana Sasuke di rawat.
"Dokter, bagaimana dengan keadaan Sasuke?" Tanya ku khawatir.
"Masa kritisnya sudah lewat, sekarang dia sedang koma. Aku harap kamu bisa menemaninya. Oh....ya, dan jangan lupa, terus panggil namanya sehingga dia bisa tersadarkan kembali, mengerti!"
"Baik"
Perlahan Naru memasuki Ruangan itu dengan langkah hati-hati, dibukanya pintu kamar dan ditutupnya kembali. Sedikit demi sedikit dia melangkah ke tempat Sasuke berada. Tergeletak tak sadarkan diri, dengan segala peralatan rumah sakit yang menyambung ke tubuhnya.
Naru tak tega melihat Sasuke dalam kondisi seperti ini, perlahan dia mengambil posisi duduk di sebelah Sasuke. Di belainya rambut Sasuke hati-hati. Sedikit demi sedikit tetes air mata mulai membasahi pipi karamel Naru, terus....terus....berhamburan keluar dari pelupuk matanya hingga menetes dan membasahi wajah pemuda yang berada di bawahnya.
"Sasuke....."
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
To be Continued....
Waaa....fic yang ancur lebur!!
Apa masih ada ya para senpai yang mau membaca dan mereview fic dari Yuki???
Kalau memang masih ada dan dengan ikhlas menyumbang review dari senpai sekalian, Yuki ucapkan beribu-ribu terima kasih.
Dan...Yuki mau minta maaf bagi para senpai yang lainnya karena, Yuki sekarang mungkin lagi semi Hiatus!! XD
Yuki sebenarnya nggak mau banget!! Sumpah deh!! *di getok Naru, "jangan pakai semi-semian segala dong!! Dasar author!! Ngomong aja kalau lagi males!!"*
Nggak kok!!! Yuki nggak males!! *Author nendang Naru * -dichidori sama Sasuke-
Dari pada mikirin soal Hiatus...mendingan review ya.....!!!
12
