A/N : Tuh kan…ternyata Yuki memang nggak bisa buat HiatUs-HiatUsan!! Alhasil, akhir-akhirnya tangan Yuki udah gatel banget pengen segera buat nih chapter 3,oya??
review Reply.....
Yuzuu-Chan : Makacih banget ya...buat reviewnya NeE...wekekekek
mikazuki chizuka : Ah...ternyata memang kita punya ikatan batin ya...!!! makacih buat reviewnya...
Light-sapphire-chan : ya...karena tadi Sasuke mau beli minum buat Naru, terus ada preman-preman yang ganggu Sasuke de...jadi Sasuke marah dan meladeni preman-preman itu...! yuki males buat nulis adegan antara perkelahian Sasuke dg Preman2, cz yuki nggak suka berantem -Sok!- makacih ya...reviewnya....!!
makacih buat reviewnya...
Disclaimer :Sumpeh...yang punya Cuma Om Masashi doang!!! Yuki nggak bisa ngarep!!
Pairing :masih membingungkan....! tapi, buat yang chap ini SasuXFemNaru dulu.
Uzumaki Naru : 17 tahun
Uchiha Sasuke : 17 tahun
Hyuuga Neji : 22 tahun
Ten-Ten : 21 Tahun
Just enjoy it, Oncle...!!
0o0o0oXxXo0o0o0
TWIN HEART
Naru's Pov
"Naru...."
Mataku kembali terbuka setelah mendengar suara parau seseorang yang memanggil namaku.
Aku kembali terkejut saat ku dapati Sasuke tengah tersadarkan kembali dari komanya.
Hatiku sangat lega menerima kenyataan ini...
Sosok yang berada tepat di depanku, yang terbaring lemah sembari menatapku dengan kedua mata onyx indahnya. Aku tak sanggup untuk meninggalkannya sendirian. Sasuke jadi begini itu juga semua karena kesalahanku!! Karena aku perempuan yang lemah, perempuan yang tak bisa di andalkan, perempuan yang hanya bisa meminjam punggung seseorang untuk berlindung. Betapa bodohnya aku!!
Ya tuhan...andaikan aku bisa menjadi lebih kuat....andaikan aku bisa menolongnya ketika dia sedang kesulitan....dan menemaninya di kala dia kesepian....
Sampai kapan aku harus menjadi seperti ini?!! kejadian ini tidak akan pernah aku lupakan sepanjang riwayat hidupku. Aku berjanji, demi Sasuke, aku akan melakukan apapun!!
"Naru...." Suara Sasuke memanggil kembali.
"Ada apa Sasuke? Apa kau lapar? Biar aku ambilkan makanan." Kataku seraya beranjak pergi yang akan meninggalkan Sasuke.
Langkahku terhenti ketika ku rasakan sebelah tangan kekar Sasuke melingkar di pergelangan tanganku, menggenggamnya erat, seolah tidak mengharapkan kepergianku di sisinya.
"Jangan pergi, Naru....tetaplah di sini...dan aku tidak lapar." Ucapnya dengan suara yang masih terdengar parau.
"Kau yakin tidak mau makan? Sudah seharian ini kamu tidak makan sejak koma tadi pagi, Sasuke." Balasku memastikannya.
Yang kudapat hanyalah gelengan lemas dari Sasuke pertanda dia memang benar-benar tidak mau makan.
"Hah...As your wish, Sasuke." Kataku sembari melemparkan senyuman tulusku dan kembali duduk di sisi Sasuke.
Oh....tuhan, apa yang harus aku lakukan jika Sasuke dalam keadaan seperti ini? jarang aku melihatnya selemas ini.
Kulihat mata Sasuke setengah terbuka. Mungkin dia ingin tidur kembali, mengingat kondisinya memang masih belum stabil sepenuhya.
"Lebih baik kau tidur saja, Sasuke. Dokter bilang kau harus istirahat yang cukup setelah kau sadar." Jelasku padanya.
"Tapi, kau berjanji tidak akan pergi kemana-mana kan?" Tanyanya padaku sembari menggenggam erat punggung tanganku.
"Aku janji." Ucapku meyakinkan.
Setelah mengucapkan dua kata itu pada Sasuke, bisa kulihat matanya yang lama-kelamaan menutup, sampai akhirnya benar-benar terpejam.
Aku memastikan kalau Sasuke memang sudah tertidur pulas dengan menggerak-gerakkan sebelah tanganku di depan wajah Sasuke. Dia memang sudah tidur.
Perlahan aku kembali menitikkan air mataku yang tadi sempat tertahan sewaktu aku akan keluar mengambil makanan untuk Sasuke. Semakin lama tangisanku semakin menjadi, aku terus menangis menitikkan air mataku tanpa suara, takut akan orang yang aku sayangi terbangun kembali dari tidurnya.
Sambil terus menangis, aku mulai melangkahkan kakiku menuju toilet yang terletak tidak jauh dari ranjang Sasuke.
Sesampainya di sana, kutatap wajahku di cermin yang berada tepat di pinggir pintu.
Bisa kulihat air mataku yang tak hentinya keluar dari pelupuk mataku. Rasa-rasanya aku tak sanggup untuk terus mengeluarkan air mataku, karena kurasakan air mataku mulai kering, meninggalkan bekas aliran air mata di kedua pipi tan ku.
Sambil terus menatap wajahku di cermin, aku mulai menerawang kejadian tadi pagi dimana Sasuke tergeletak tak sadarkan diri tanpa ada seseorang yang cepat-cepat memberikan pertolongan pada Sasuke.
'Benar-benar manusia BODOH!!!'Teriakku dalam hati.
Aku trauma mengingat kejadian tadi pagi bersama dengan Sasuke, seratus persen membuatku trauma!!
Ku atur kembali pola nafasku setelah memaki-maki diriku sendiri dalam hati. Setelah kembali dalam aturan normal, aku mencoba memikirkan hal yang sedari tadi kupikirkan melihat Sasuke lemah seperti itu. Ya. Dengan menjadi perempuan yang kuat pastinya. Perempuan yang tidak hanya menunggu pertolongan dari orang lain.
"Baiklah!! Untuk hal ini akan ku atur setelah Sasuke pulang dari Rumah Sakit." Ucapku Pasti.
End of Naru's Pov
Naru keluar dari pintu toilet dan terus berjalan hingga sampai di tempat Sasuke berada. Di elusnya kembali rambut hitam Sasuke yang menurutnya halus itu. Perlahan Naru mulai membungkukkan sedikit badannya dan mencium lembut kening Sasuke. Di ciumnya pelan kening Sasuke, mencegah agar sang pemilik tidak terbangun akibat ulahnya itu.
Setelah Naru melakukan kegiatan tersebut, dilihatnya Sasuke mulai menggeliat tidak nyaman. Melihat Sasuke seperti itu, akhirnya Naru kembali mengelus rambut Sasuke pelan yang dengan berhasil membuat sang pemilik merasa nyaman di buatnya, dalam keadaan tak sadarkan diri.
Malam kian larut dan udara pun semakin dingin. Memaksakan semua insan yang hidup di dunia ini untuk segera menyelimuti diri mereka dalam balutan selimut yang hangat dengan beralaskan kasur yang empuk. Tapi, hal ini sama sekali berbeda dengan Naru yang tidur dengan nyamannya di sisi ranjang Sasuke, dengan posisi duduk di atas kursi dan meletakkan kepalanya di atas ranjang Sasuke serta kedua tangannya bekerja sebagai pengganti bantal di bawah kepala Naru.
Memang bukan hal biasa yang dilakukan orang-orang tidur di jam seperti ini. Tapi, hal ini bukanlah hal yang buruk bagi Naru untuk bisa tidur nyaman layaknya orang-orang yang tidur dengan enaknya di atas ranjang empuk. Asalkan dia bisa bersama dengan Sasuke, semuanya bisa berubah menjadi senyaman orang-orang yang bergulat dengan bantal gulingnya di atas kasur empuk.
0o0o0oXxXo0o0o0
Pagi hari pun menjelang. Sang surya mulai tampak menghiasi langit-langit yang masih terlihat malam. Terlalu pagi bagi seseorang untuk bangun dari tidur malamnya dan memulai aktivitasnya di pagi hari. Hal ini sangat berbeda dengan apa yang di lakukan Naru pagi ini, dengan giatnya dia sudah bangun dari tidurnya lima belas menit yang lalu.
Aktivitasnya sekarang ini adalah memandang lurus ke depan menatap insan yang sedang tidur dengan lelapnya. Menunggu sampai mata hitam itu kembali terbuka, dan menunjukkan senyum lamanya pada Naru.
Perlahan tapi pasti, mata yang telah lama di nantinya itu akhirnya terbuka kembali menampilkan kedua mata onyx indah yang cukup lama tertutup.
Seulas senyum terukir di wajah gadis bermata biru langit tersebut.
"Selamat pagi, Sasuke..."
Pemuda bermata onyx itu tersenyum dan membalas, "Selamat pagi..."
"Apa kau lapar? Biar aku ambilkan makanan ya...kali ini kau tidak bisa menolak!" Ucap Naru tegas tapi lembut.
"Hn." Balas pemuda itu singkat.
Seperti permintaan Sasuke padanya, Naru kemudian beranjak pergi meninggalkan Sasuke dan mengambilkannya Sarapan. Terlalu pagi memang jika harus sarapan pada waktu seperti ini, tapi jika perut Sasuke tak terisi barang sesuap Nasi pun semenjak kejadian kemarin, bukannya malah sembuh tapi Sasuke malah akan terbaring lemah terus-terusan di Rumah Sakit ini. Naru tidak mau jika hal itu terjadi.
Sekitar butuh sepuluh menit bagi Naru untuk mengambilkan sarapan untuk Sasuke, akhirnya Naru sampai pada kamar dimana Sasuke di rawat. Naru kemudian mengambil posisi duduk di sebelah Sasuke dan menyuapinya perlahan.
"Aaaa~....." Ucap Naru.
Mendengar cara bicara Naru seperti ibu menyuapi anaknya, otomatis Sasuke tidak terima.
"Aku bukan anak kecil lagi Dobe..." Protes Sasuke.
"Lalu, apa kau bisa sarapan sendiri tanpa aku suapi?" Tanya Naru.
"Tapi, kau tidak usah pakai nada A seperti itu kan?" Tanya Sasuke balik.
"Iya, Iya! Dasar Uchiha gengsian! Ayo, buka mulutmu!" Perintah Naru.
Mendengar perintah Naru yang sok keibuan, mau tak mau Sasuke harus membuka mulutnya juga, karena dipikir-pikir perut Sasuke juga sudah merasa lapar.
Sesuap....
Dua suapan....
Tiga suapan....
Sampai akhirnya habis.
Melihat mangkuk yang tadinya terisi penuh oleh Nasi setengah bubur dan berbagai lauk-pauknya sekarang sudah habis, Naru membuang nafas lega.
"Bagus! Sasuke memang anak pintar ya...!" Puji Naru setelah melihat isi mangkuk yang di bawanya telah habis sembari memukul ringan kepala Sasuke.
"Orang sedang sakit malah di pukul. Dan asal kau tahu saja, dari sebelum aku lahir di dunia ini memang aku sudah pintar. Sangat berbeda denganmu yang pantas menyandang gelar Usuratonkachi!" Ejek Sasuke yang mulai mengembalikan sifat asli Uchihanya pada Naru sambil memegangi kepalanya yang sebenarnya tidak sakit.
"Huh....Dasar!! Terserah apa katamu Teme!! Yang penting sekarang kau sudah sehat kembali..." Ucap Naru kegirangan.
"Dasarnya Dobe...memang Dobe.... mau di apakan lagi coba?" Ejek Sasuke lagi.
Mendengar ejekan yang tak henti-hentinya keluar dari mulut Sasuke tentang dirinya, Naru terpaksa menggembungkan pipinya karena kesal dan mencubit pelan lengan Sasuke.
"Awch...!! Dobe sakit tahu!!" Ucap Sasuke sembari memegangi lengan kirinya.
"Biarin!!" Balas Naru enteng.
0o0o0oXxXo0o0o0
"Bagaimana, Dokter? Sasuke sudah boleh pulang kan?" Tanya Naru pada seorang Dokter di hadapannya. Dokter itu cantik, kalau tidak salah umurnya mencapai usia lima puluhan, tapi wajahnya tidak terlihat seperti usia demikian, jauh lebih muda di bandingkan dengan usia aslinya.
"Ya, keadaannya sudah terlihat membaik sekarang. Jadi, dia bisa pulang. Tapi ingat, dia harus cukup istirahat karena kondisinya belum pulih total, mengerti!" Jawab Dokter yang akrab di panggil Tsunade itu.
"Aku mengerti. Terima kasih karena sudah menolong Sasuke." Ucap Naru sembari membungkukkan badan tanda hormat.
"Ya...itu sudah menjadi tugasku sebagai seorang Dokter, Naru-San..." Balas Tsunade dengan wajah yang terlihat sedikit memerah.
"Kalau begitu, Saya permisi dulu." Kata Naru seraya pergi meninggalkan Dokter itu sendirian di ruangannya.
0o0o0oXxXo0o0o0
Sasuke berjalan mendekati jendela yang tidak jauh dari ranjangnya. Menghirup udara segar yang berhamburan masuk melewati lubang pernafasannya. Sasuke menutup matanya, mencoba merasakan semilir angin yang menyentuh lembut kedua pipi pucatnya. Sasuke membuka kembali mata onyx miliknya ketika merasakan seseorang masuk kedalam kamarnya.
"Sasuke..."
"Ada apa Dobe..." Ucap Sasuke setelah mengetahui bahwa gadis berambut pirang itulah yang memasuki kamarnya dan memanggil namanya.
"Tadi Dokter Tsunade sudah mengizinkanmu pulang. Jadi, kita siap-siap pulang sekarang ya..." Jelas Naru pada pemuda yang tengah menatap langit itu.
"Hn"
Naru segera merapikan ranjang Sasuke dan menghampiri pemuda yang berada di hadapannya. Naru kemudian menepuk pelan bahu Sasuke.
"Ayo, Sasuke kita langsung pulang. Aku sudah kangen rumah, begitu juga dengan mu kan?" Ajak Naru.
"Hn"
"Ranjangnya sudah kurapikan, sedangkan kemarin kita tidak membawa barang apapun kan? Jadi, kita langsung tinggalkan tempat ini saja." Jelas Naru sembari menggandeng tangan Sasuke, bermaksud mengajaknya untuk pulang.
Tapi, tangan Sasuke malah menarik kembali tangan Naru yang mengharuskan Naru berbalik memandang mata onyx milik Sasuke.
"Ada apa lagi Te-..." Ucapan Naru terputus ketika kedua belah bibir Sasuke mengecup singkat bibir mungilnya.
Bisa dirasakan getaran bibir Sasuke yang hangat menyentuh langsung bibir mungil Naru. Naru sempat terkejut dengan perlakuan Sasuke yang tiba-tiba itu. Refleks wajah Naru memerah dan memegangi bibirnya
"Terima kasih karena kau sudah mau menemaniku di sini." Ucap Sasuke lembut tepat di telinga Naru.
Hati Naru bergejolak menerima rangsangan tersebut dari Sasuke, jantung Naru berdegup tak beraturan memikirkan hal yang baru saja terjadi. Kenyataan kalau Sasuke mencium singkat bibir Naru!
Tapi, Naru tak mengetahui kalau ciuman tadi hanyalah sebatas ungkapan rasa terima kasih Sasuke padanya, bukan merupakan sebuah ungkapan hasrat cinta untuk Naru.
"Hoi Dobe! Sampai kapan kau mau berdiri di situ terus?" Tegur Sasuke yang dengan sukses membuyarkan lamunan Naru.
"A-Eh...I-Iya..." Balas Naru seraya berlari mendekati Sasuke.
0o0o0oXxXo0o0o0
Kediaman Uchiha...
Sesampainya di kediaman Uchiha yang begitu megah, salah seorang pelayan datang menghampiri tuan mudanya.
"Tuan muda dari mana saja? Dan....kenapa tuan muda terlihat pucat seperti itu?" Tanya salah seorang pelayan itu khawatir.
"Aku tidak apa-apa....aku ingin masuk sekarang." Jawab Sasuke.
"Baiklah Tuan muda, mari silahkan!"
"Hn, Ayo Naru!" Ajak Sasuke sembari menggengam tangan Naru erat.
Naru hanya mengangguk pelan menerima ajakan dari Sasuke. Sesampainya di dalam rumah Sasuke yang megah, sang pelayang langsung mengantarkan Sasuke menuju ke kamarnya bersama dengan Naru yang mengikuti di belakang Sasuke tanpa melepaskan genggamannya pada Sasuke.
"Sudah sampai Tuan muda. Apa ada yang Tuan muda inginkan?"
"Tidak, terima kasih. Pergilah!" Perintah Sasuke.
"Baik. Permisi Tuan!"
Setelah sang pelayan tersebut pergi, Sasuke kemudian memandang Naru lekat-lekat. Naru yang di lihat seperti itu dengan Sasuke, akhirnya merasa risih juga.
"Kenapa Sasuke? Kau mau sesuatu?" Tanya Naru.
"Tidak. Aku Cuma ingin tanya, kapan kakakmu akan datang?"
Mendengar pertanyaan yang tak terduga bagi Naru, Naru kemudian mengangkat sebelah alisnya.
"Memangnya kenapa?" Tanya Naru kembali.
"Aku kan Cuma bilang 'tanya' Dobe..." Jelas Sasuke.
"Hah....kan sudah aku bilang, kalau kakakku akan pulang awal musim gugur nanti, Teme!!" Ucap Naru.
"Hn, Ya sudah kalau begitu." Jawab Sasuke.
"Dasar orang aneh!" Seru Naru.
Tak sampai beberapa lama mereka terjebak dalam obrolan kecil, akhirnya Naru menyadari akan rencana Naru sebelumnya, dan bergegas untuk pulang ke rumahnya.
"Ah...Sasuke maaf. Aku harus pulang sekarang, ada urusan yang harus aku selesaikan. Dan...jangan lupa untuk istirahat yang cukup ya Teme!!" Bentak Naru di sertai penekanan pada akhir kalimat.
"Ya....Mama!" Ucap Sasuke.
"Aku pulang dulu, bye...!!" Ujar Naru seraya berlari menuju pintu kamar Sasuke dan menutupnya pelan.
Setelah melihat Naru yang telah lenyap, Sasuke beranjak menuju kasur king size nya, dan tertidur pulas di atasnya. Membiarkan dirinya jatuh ke dalam alam bawah sadarnya, dan...memimpikan seseorang yang sama dengan Naru. Naruto.
Naru's Pov
'Aku harus segera pergi ke tempat itu. Ya, harus!' Batin ku tak sabar.
Aku berusaha berlari sekencang mungkin untuk segera sampai pada tempat yang aku tuju. Tempat dimana semua orang bisa berlatih untuk bela diri. Semua orang pasti sudah tahu. Ya. Tempat yang aku tuju adalah pelatihan Taek won do.
'Cepat....Cepat!!' Batinku bergejolak.
Ya ampun...kenapa sampai sesemangat ini? aku tidak menyangka kalau kejadian kemarin membuatku trauma seperti ini dan rela untuk mengikuti pelatihan yang sebenarnya sangat aku benci!
Tapi, apa boleh buat, semua ini demi Sasuke. Aku rela melakukan apapun untuknya. Karena aku....aku....aku sangat mencintainya. Aku tak tahu persis kapan perasaan ini ada? Padahal dulu aku hanya menganggapnya sebagai seorang sahabat. Tapi, sekarang?
"Arrrggghhhhh....." Teriakku frustasi. Untung saja jalan ini sepi, jadi orang-orang mungkin tidak akan melihatku sebagai orang gila yang berteriak sendirian.
Gedung putih bertuliskan Taek won do di atasnya sudah tampak di depan mata. Ya. Aku sudah sampai! Aku segera masuk kedalamnya dan yang pertama kali aku temui adalah seorang laki-laki berambut panjang berwarna coklat dan mata lavendernya yang tak berpupil, dia datang menghampiriku.
"Apa kau ada keperluan?" Tanyanya padaku.
"Iya. Aku ingin menjadi murid di pelatihan ini." Jelasku padanya.
"Kalau begitu, ikutlah denganku!"
Dia mengajakku ke ruangannya yang tak jauh dari pintu masuk. Ku lihat banyak sekali murid perempuan yang mengikuti pelatihan ini dan sedang berlatih dengan seorang instruktur....perempuan. Dia manis, rambutnya berwarna coklat dan di gulung dua, persis seperti orang china.
Saking seriusnya melihat murid yang sedang berlatih, tanpa aku sadari, aku telah masuk di ruangan yang kecil tapi sangat rapi dan bersih. Banyak sekali rak buku di dalamnya, emm...buku itu kebanyakan bertuliskan huruf kanji. Mungkin itu buku tentang berbagai tehnik Taek won do, mungkin.
"Duduklah!" Seru seseorang yang dengan sukses membuyarkan lamunanku.
"Ba-Baik" Jawabku.
"Perkenalkan Aku Hyuuga Neji, pemilik resmi pelatihan Taek won do ini. Siapa Namamu?" Tanyanya.
"Namaku Naru, Uzumaki Naru."
"Baiklah, Uzumaki Naru. Apa kau siap menerima pelatihan Taek won do di sini? Jika kau siap, sekarang juga kau boleh mengikuti pelatihan ini. tapi, jika kau masih belum siap sepenuhnya, kau boleh memulainya besok. dan yang akan menjadi instruktur mu adalah seorang wanita yang bernama Ten-Ten." Jelasnya panjag lebar.
"Aku siap sekarang." Jawabku pasti.
"Ok. Kalau begitu, silahkan tanda tangan di sebelah sini."
Aku menuruti semua perintahnya. Ku ambil kertas yang di sodorkannya kepadaku. Sekilas aku baca isi kertas itu, yang menyatakan kalau aku telah resmi menjadi murid di pelatihan Taek won do ini dan harus mematuhi segala perintah yang ada.
'Yosh!' Ucap ku dalam hati sembari mengambil bolpoin dan menggoreskan tintanya pada kertas itu. Berbentuk seperti huruf yang menyambung menjadi satu, itulah gambaran tanda tanganku. Terlihat biasa saja, tapi penuh arti di dalamnya.
Setelahnya aku menyerahkan kembali kertas itu pada Instruktur Neji, dan dia menerimanya. Bisa ku lihat dia beranjak menuju lemari yang tidak jauh dari mejanya, untuk mengambil sebuah baju berwarna putih.
Kemudian dia menyerahkannya kepadaku.
"Ini punyamu. Setelah itu, kau harus ganti bajumu dan memakai baju yang aku berikan padamu. Apa kau mengerti?" Tanya Instruktur Neji padaku.
"Ya, aku mengerti!" Jawabku.
Aku segera melangkah menuju ruang ganti baju, tapi sebelum aku meninggalkan tempat ini, aku membungkukkan badanku pada Instruktur Neji tanda hormat.
Sesampainya di ruang ganti baju, aku segera melepaskan pakaianku dan menggantinya dengan pakaian yang di serahkan oleh Instruktur Neji tadi. Pakaiannya berwarna putih dan terlihat sederhana, dan juga ada tulisan Taek won do di punggung pakaian.
Setelah memakai pakaian tadi, aku langsung pergi menuju tempat pelatihan. Ku lihat murid yang tengah mengikuti pelatihan itu tampak serius dengan ajaran Instrukturnya.
Menyadari akan keberadaanku di sini, sang Instruktur menoleh ke arahku dan datang menghampiriku.
"Hei...apa kau salah satu murid baru di sini?" Tanyanya padaku. Spontan semua murid melihat ke arahku.
"Iya." Jawabku.
"Ayo. Kita segera latihan. Teman-teman baru mu juga pasti sudah menunggu." Ucapnya sembari meraih sebelah tanganku.
Aku menuruti segala perintah Instruktur ku, dan berjalan menuju tempat latihan. Sesampainya di sana, Instruktur Ten-Ten menyuruhku untuk memperkenalkan diri di depan murid-murid.
"Perkenalkan, Namaku Uzumaki Naru. Aku murid baru di pelatihan ini. Mohon bimbingannya sekalian." Ucapku sembari membungkukkan badanku di depan mereka semua.
"Baik." Sahut mereka serempak sembari membungkukkan badan mereka juga padaku.
"Nah, semuanya. Mari, kita lanjutkan latihan kita yang tadi. Oleh karena disini ada murid baru, jadi kita ulang lagi latihan kita ya..." Ucap Instruktur Ten-Ten pada semua murid-muridnya. "Naru, silahkan ambil tempat yang kau suka." Lanjutnya.
Aku menganggukkan kepalaku tanda setuju. Kemudian aku mangambil tempat di sebelah gadis yang...terbilang cukup mirip dengan seseorang yang menyapaku saat pertama kali aku datang kemari. Gadis itu lebih kecil dariku, dan matanya yang juga berwarna lavender tak berpupil.
'Aku heran melihatnya, kenapa dia persis dengan Hyuuga Neji ya? Atau jangan-jangan dia adiknya? Dari pada terus tenggelam dalam penasaran, lebih baik aku tanyakan langsung saja.' Batinku.
"Umm...maaf, kalau boleh tahu, nama anda siapa?" Tanya ku padanya.
Bisa kulihat dia sempat kaget mendengar pertanyaan yang tiba-tiba dariku. Dia berusaha membalas pertanyaanku dengan sedikit malu.
"Na-namaku...Hyu-Hyuuga Hinata...." Ucapnya malu-malu.
Correct! Ternyata dia memang adik dari Hyuuga Neji!
"Kau...adik dari Hyuuga Neji?" Tanyaku sekali lagi.
"Bu-bukan...a-aku...sepu-sepupunya..." Jawabnya.
Wah...ternyata aku salah kira. Kupikir dia adiknya, tak tahunya sepupu dari Hyuuga Neji.
"Kau siap, Naru?" Sahut Instruktur Ten-Ten yang dengan sukses membuatku hampir terlonjak kaget mendengarnya.
"Ya. Aku siap!" Balasku yakin.
Tak lama setelah itu, latihan pertamaku mengikuti pelatihan Taek won do akhirnya berlangsung juga. Pertama, aku memang tak sanggup untuk menyeimbangkan gerakan badanku, tapi berkat bantuan dari Hinata, aku bisa melakukannya dengan sedikit mudah.
Latihanku akan terus berlanjut sampai aku benar-benar menguasai beberapa jurus Taek won do. Tak kusangka ternyata mengikuti pelatihan seperti ini mengasyikkan juga. Bisa menambah kemampuan bela diri, menambah pengalaman, dan juga menambah teman.
Hari-hariku selanjutnya pasti akan lebih menyenangkan. Dan juga...aku bisa menjadi perempuan yang kuat, yang bisa melindungi orang yang aku sayangi.
End of Naru's Pov
Setelah sekitar menghabiskan waktu dua setengah jam untuk mengikuti pelatihan Taek won do, akhirnya Naru dan yang lainnya berpamitan untuk pulang pada sang Instruktur Ten-Ten.
"Instruktur Ten-Ten...aku pamit pulang ya..." Ucap Naru pada Instrukturnya, seraya pergi menjauh sambil melambaikan tangannya.
"Ya, Naru. Hati-hati di jalan ya..." Balas Ten-Ten sembari melambaikan tangannya ke arah Naru.
"Iya."
Naru melangkahkan kakinya menuju ke sarangnya. Sangat melelahkan memang, setelah menjaga Sasuke seharian di Rumah Sakit, kemudian langsung mengikuti pelatihan Taek Won do.
"Hhh....Capeknya...!! Tapi, tak apalah. Dengan begini aku sudah bisa menguasai beberapa jurus dalam Taek won do!" Ucap Naru bersemangat sembari mengepalkan kedua tangannya tinggi-tinggi.
Sehari mengikuti pelatihan rasanya bagi Naru sudah cukup bisa untuk menghajar preman sialan yang menghajar Sasuke kemarin. Mengingat kalau pelatihan tadi pagi memang menguras banyak tenaga tapi, manfaatnya benar-benar tak terpikirkan.
Setelah berjalan cukup lama, akhirnya Naru sampai di rumahnya kembali.
"Aku pulang...!!" Sahut Naru seperti biasa, saat memasuki rumah tercintanya.
"Naru!!! Dari mana saja Kau!!!!" Ucap seorang perempuan yang tak lain dan tak bukan adalah Ibu Naru sendiri.
"I-Ibu...maaf aku tidak bilang pada Ibu terlebih dahulu." Balas Naru takut-takut.
"Memangnya kau dari mana saja, Naru? Kenapa baru pulang sekarang?" Tanya Ibu Naru khawatir.
"Kemarin Sasuke masuk Rumah Sakit. Jadi, aku menemaninya seharian. Dan tadi...aku pergi latihan dulu..." Jawab Naru sebisa mungkin.
Mendengar jawaban dari Naru, Ibu Naru mengangkat sebelah alisnya.
"Memangnya Sasuke kenapa? Dan kau habis latihan apa?" Tanya Ibu Naru lagi.
"Umm...kemarin waktu aku dan Sasuke jalan-jalan di taman kota, tak tahunya ada preman yang menghajar Sasuke habis-habisan, jadi Sasuke terluka parah dan harus di bawa ke Rumah Sakit. Sedangkan....." Naru memutuskan perkataanya dan menundukkan kepalanya.
Dilihatnya air mata Naru mulai menetes membasahi pipi Naru. Ibu Naru pun prihatin melihatnya.
"Naru...." Ucap Ibu Naru.
"Sedangkan....aku mengikuti pelatihan Taek won do. Agar kejadian yang kemarin tidak terulang lagi. Aku ingin melindungi Sasuke, bu...." Ujar Naru yang masih meneteskan air matanya.
Ibu Naru tak tega melihat anaknya seperti ini. Tanpa pikir panjang lagi, Kushina kemidian meraih badan Naru dan memeluknya erat.
"Apa kau....menyayangi Sasuke, anakku...?" Tanya Kushina.
Naru hanya menganggukkan kepalanya di dalam dekapan sang Ibu, sambil terus menitikkan air matanya.
Sang Ibu kemudian mengelus pelan rambut Naru, " Kalau begitu....jika kau mencintai Sasuke...jaga Sasuke baik-baik ya....jangan sampai...kau kehilangan orang yang sangat kau sayangi..." Ucap Kushina.
"Ibu...." Ucap Naru sambil mendongak ke arah Kushina. "Kenapa ayah meninggalkan kita?" Lanjutnya.
Hati Kushina berdebar tak beraturan mendengar ayahnya kembali di panggil.
"Ayah pergi, karena kesalahan Ibu juga, yang tidak bisa menjaga ayahmu baik-baik." Jelas Kushina yang di susul dengan tangisannya mengingat kepergian suaminya.
Naru hanya dapat menundukkan kepalanya dan menenggelamkannya dalam dekapan hangat sang Ibu. Naru merasa bersalah juga, karena dia sudah menanyakan hal ini pada Ibunya yang menyebabkan Ibunya menangis.
'Maafkan aku, Bu....' Ucap Naru dalam hati. ' Aku berjanji akan menjaga Sasuke baik-baik....'
Kushina kemudian melepaskan dekapannya pada Naru, setelah mengingat hal yang akan di sampaikan pada anaknya.
"Oh ya...tadi kakakmu menelepon rumah, dia bilang kakakmu akan pulang 20 hari lagi setelah tugas di sekolahnya selesai. Kakakmu mencarimu tadi, tapi karena kau tidak ada jadi, Ibu bilang kau sedang pergi." Jelas Kushina panjang lebar.
Naru membelalakkan matanya setelah mendengar penjelasan dari Ibunya.
"Be-benarkah...? Yaay!!! Kakak akan datang!! Aku sudah tak sabar lagi, bu...." Ucap Naru kegirangan.
"Iya...Iya..." Sahut Kushina yang ikut kegirangan juga.
'Kakak...seperti apa ya, wajah kakak sekarang ini? hihihi... yang pasti mirip denganku dong...!' Batin Naru.
Hari-hari ke depan mungkin akan di jalani Naru dengan semangat, mengingat kakaknya akan pulang sebentar lagi.
Mungkin....hari itu juga pasti akan di nanti oleh seseorang yang ingin sekali bertemu dengan Naruto. Uchiha Sasuke...
To be Continued...
Yaay!!! Chapter 3 selesai!!
Ya ampun....Gomen kalau masih ada typonya.
Terus Gomen juga kalau apdet yang chapter 4 lama!! Soalnya Yuki berencana buat apdet pas bulan Ramadhan...Hiks...Hiks...* Di gaplok Sasuke *
Sasuke : Ngapdetnya lama banget sih...? aku kan nggak sabar pengen ketemu sama kakaknya Naru?!!! * ngelirik Naru *
Naru : Yah...sabar aja kali, Sas!! Authornya kan lagi seret buat ngapdet, ya nggak?
Author : Hiks...Hiks...emang Naru deh...yang bisa ngertiin perasaan Authornya!! * Lari-lari meluk Naru *
Naru : Cup-Cup-Cup....kecian deh...Author satu ini * ngelus-ngelus rambut Author *
Sasuke : Gggrrrhhh....Dasar. Author manja!! Sini kamu!! Biar aku chidori!! * ngejar-ngejar Author *
Naru : Yah....nasib...nasib....!! emang takdir Author kali ya...? ya sudah, mendingan Minna san mereview fic ini deh...dari pada mikirin Author yang kena Chidori dari Sasuke * Meratapi Author *
