Tittle : The Vampire
Author : Chochoberry
Cast : Park Chanyeol, Kim Minseok & other
nggak suka mending jangan baca ^^/
warning : YAOI ! FANTASY ! cerita ini ngebosenin, awas ketiduran di saat membaca, banyak typo (s) maklum author masih abal - abal, judul nggak cocok ma cerita soalnya gue asal aja milih judul *plok* ._.
-ChanMin-
ooo
ooo
ooo
Minseok tengah asyik menatap langit di malam hari melalui jendela kamarnya. Cuaca hari ini tidak begitu cerah rupanya, langit malam hanya dihiasi bulan sabit dan bintang yang jumlahnya tidak seberapa. Minseok melihat jam yang tergantung di dindingnya, jam 01.15 a.m, sebentar lagi malam akan berganti pagi namun orang yang ditunggunya masih belum datang. Sebenarnya, Minseok sudah sangat lelah, matanya pun memerah karena menahan kantuk namun ia sudah berjanji pada dirinya sendiri, ia tidak akan tidur jika dia belum pulang.
GREP !
Tiba-tiba saja sepasang tangan melingkar di pinggangnya membuat Minseok kaget, namun ia tahu siapa pelakunya, siapa lagi kalau bukan orang yang ditunggunya.
"Chanyeol ! berhentilah membuatku kaget, kamu mau aku kena jantungan eoh ?!" kesal Minseok sambil mencubit pelan tangan Chanyeol.
"Maaf hyung―habisnya hyung asyik melamun sih, emangnya apa yang hyung lamunin sih ?" tanya Chanyeol, mengeratkan pelukannya pada Minseok.
Minseok menghela nafasnya, "Tidak ada kok―aku hanya sedang melihat langit malam―lain kali belajarlah mengetuk pintu sebelum masuk, itu lebih sopan dan yang jelas tidak akan membuat orang kaget" Minseok kesal karena Chanyeol sering kali membuatnya kaget dengan datang tiba-tiba lalu memeluknya.
Chanyeol meletakkan dagunya di bahu Minseok, mencium aroma tubuh Minseok yang sangat ia sukai, "Iya―iya, lain kali aku akan mencoba untuk mengetuk pintu agar hyung tidak kaget lagi".
Minseok tersenyum mendengar janji Chanyeol (walapun ia yakin, keesokan harinya Chanyeol pasti lupa dengan janjinya) lalu dielusnya tangan Chanyeol, "Bagaimana apakah dia sudah berhasil ditangkap ?"
Chanyeol menghembuskan nafas kesalnya, "Tidak hyung―malam ini dia lolos lagi, aku dan teman-teman hanya bisa menangkap beberapa anak buahnya saja" dapat terdengar nada kekesalan dari ucapan Chanyeol karena orang yang diburunya selama bertahun-tahun belum juga tertangkap.
Minseok membalikkan badannya, sehingga saat ini ia dan Chanyeol saling berhadapan, ditatapnya wajah Chanyeol, dapat Minseok lihat terdapat guratan lelah disana lalu kantung mata Chanyeol yang semakin membesar membuktikan bahwa Chanyeol benar-benar lelah.
"Ada apa hyung ? kenapa hyung memandangku seperti itu ?" tanya Chanyeol karena sedari tadi Minseok terus menatapnya.
"Yeol ~ apakah kamu tidak lelah dengan semua ini ? setiap malam kamu harus keluar untuk memburunya, apakah kamu tidak ada niatan untuk berhenti ?" Minseok memeluk Chanyeol erat, membenamkan wajahnya di dada Chanyeol.
Chanyeol mengelus rambut Minseok sayang, "Hyung―dia adalah orang yang membunuh kedua orang tuaku, lalu gara-gara dia juga klan vampir harus menanggung malu selama ratusan tahun sehingga klan vampir harus pergi dari Transylvania, negara kelahiran kami dan mengungsi di dunia manusia, begitu banyak kejahatan yang dia lakukan, jadi aku harus menangkapnya hidup atau mati" dapat Minseok rasakan ada rasa dendam yang mendalam dalam ucapan Chanyeol, kalau sudah begini Minseok tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menuruti apa yang Chanyeol katakan.
"Tapi aku takut terjadi sesuatu denganmu, Yeol ~ tidak ingatkah kejadian 3 hari yang lalu, kamu sekarat gara-gara terkena peluru perak untung saja Kyuhyun hyung datang tepat waktu, sehingga dirimu bisa terselamatkan" Minseok semakin mengeratkan pelukannya pada Chanyeol, di otaknya kini terbayang peristiwa mengerikan itu lagi dimana makhluk itu menembakkan peluru perak ke arah Chanyeol, untung saja peluru itu belum menembus jantungnya sehingga Chanyeol masih bisa diselamatkan, Minseok yang melihat itu secara langsung hanya bisa berteriak dan menangis, waktu itu ia benar-benar takut kehilangan Chanyeol.
"Hei―hei, hyung tenang saja, aku janji peristiwa itu tidak akan terjadi lagi. Lain kali aku akan lebih berhati-hati" Chanyeol mengusap punggung Minseok, mencoba untuk menenangkan namja yang sudah menemaninya 1 tahun belakangan ini.
Minseok menghela napas panjang lalu ia mendongakkan kepalanya menatap Chanyeol, ia sudah bertekad akan mengatakan keinginannya malam ini, "Yeol ~" panggil Minseok lirih.
"Ada apa hyung ?" tanya Chanyeol sambil menatap wajah Minseok.
"A―aku ingin menjadi sepertimu" ujar Minseok sangat lirih―hampir tidak terdengar, namun karena jarak Chanyeol dan Minseok yang dekat lalu ditambah Chanyeol adalah seorang vampir yang mempunyai pendengaran sangat tajam, tentu saja Chanyeol dapat mendengar dengan sangat jelas apa yang diucapkan oleh Minseok.
"Ma―maksud hyung ?" Chanyeol sebenarnya mengerti dengan ucapan Minseok, namun ia ingin mendengar penjelasan lebih lanjut kenapa tiba-tiba Minseok menginginkan hal itu.
"Aku ingin membantumu menangkapnya dan aku sadar kalau aku tidak bisa melakukan apa-apa jika aku hanya manusia biasa lalu kalau aku menjadi vampir, aku bisa menjaga diriku sendiri sehingga aku tidak menyusahkanmu" ujar Minseok, ia ingat ketika musuh-musuh Chanyeol hendak menyerangnya (Minseok adalah manusia yang di dalam tubuhnya terdapat darah segar dan darah adalah hal yang sangat disukai oleh bangsa vampir) dan ia tidak bisa berbuat apa-apa, untung saja Chanyeol datang dan menyelamatkan dirinya.
Chanyeol diam saja, ia sibuk mencerna ucapan Minseok dalam otaknya, sekarang otak dan hatinya tengah berdebat, otaknya menyuruh agar ia mengabulkan keinginan Minseok, bukankah ini hal baik ? Minseok ingin jadi seperti dirinya lagipula ia akan mendapatkan hal yang sangat luar biasa, yaitu darah Minseok. Kyuhyun (ketua klan vampir) pernah bercerita padanya bahwa Minseok itu spesial, namun Kyuhyun tidak menjelaskan kenapa Minseok adalah manusia yang spesial, dia hanya berpesan pada dirinya untuk menjaga Minseok baik-baik dan jangan sampai Minseok jatuh ke tangan orang jahat. Chanyeol juga dapat merasakan bahwa darah Minseok itu sangat manis, karena setiap kali ia memeluk Minseok ia dapat mencium aroma darahnya, kalau saja Chanyeol adalah vampir baru mungkin ia sudah menggigit dan menghisap darah Minseok sampai habis namun Chanyeol sudah terlatih untuk hal ini, apalagi saat ini status Minseok adalah kekasih yang sangat ia cintai.
Kembali pada perdebatan antara otak dan hati Chanyeol, kalau otaknya mengatakan iya namun hatinya berkata tidak. Entah mengapa, hatinya tidak menyetujui keinginan Minseok untuk menjadi vampir, hatinya menginginkan agar Minseok tetap menjadi manusia. Ah―ini benar-benar membingungkan !
"Yeol ~ kenapa kamu diam saja ?" ujar Minseok menyadarkan Chanyeol, ia heran karena daritadi Chanyeol tidak mengeluarkan sepatah katapun.
"Ti―tidak apa-apa hyung" Chanyeol tersadar dari pikirannya, ia pun mengelus pipi putih Minseok, "Hyung yakin ingin berubah menjadi sepertiku ? apakah hyung nanti tidak akan menyesal ? Hyung juga harus ingat, hyung masih mempunyai orang tua, apa yang akan terjadi jika orang tua hyung tahu kalau anaknya berubah menjadi seorang vampir ?"
Minseok tersentak mendengar ucapan Chanyeol, kini di otaknya timbul bayangan orang tuanya yang saat ini berada di Singapura untuk mengurus bisnisnya, meskipun mereka jauh namun mereka tidak lupa untuk menghubungi Minseok bahkan ia pernah mengenalkan Chanyeol kepada orang tuanya dan disambut gembira oleh keduanya, mereka tidak menyangka anak satu-satunya sudah mempunyai kekasih, sangat tampan lagi. Minseok sangat menyayangi kedua orang tuanya dan ia tidak mau membuat orang tuanya kecewa.
"A―aku hanya ingin membantumu dan aku juga tidak mau menyusahkanmu lagi" Minseok menundukkan kepalanya, tangan mungilnya memilin ujung kemeja yang Chanyeol pakai.
Chanyeol tidak kuasa menahan senyumnya mendengar ucapan Minseok yang terkesan polos, tangan besarnya mengangkat dagu Minseok agar bertatapan dengan wajahnya, "Hyung―selama ini hyung selalu memberi semangat saat aku down, selalu mendengar keluh kesahku, selalu memelukku saat aku membutuhkan sandaran, hyung juga selalu setia berada di sampingku meskipun hyung tahu kita berbeda, itu sudah lebih dari cukup. Lalu hyung tidak pernah menyusahkanku, itu semua sudah tugasku untuk menjaga hyung, karena aku sudah memilih hyung yang seorang manusia untuk menjadi pendamping hidupku jadi aku merasa hal itu sudah menjadi resiko yang harus aku tanggung".
Mata Minseok berkaca-kaca mendengar ucapan manis Chanyeol, ternyata Chanyeol tulus mencintainya. Minseok rasa pilihannya kali ini benar-benar tepat, menjadikan Chanyeol sebagai pemilik hatinya.
Chanyeol mengecup kening Minseok, "Aku mencintaimu, hyung".
"Aku juga mencintaimu, Yeol ~" Minseok kembali meletakkan kepalanya di dada Chanyeol.
Namun, tiba-tiba Minseok mengangkat kepalanya lalu menatap Chanyeol, "Ah ! aku baru ingat, kamu vampir sedangkan aku manusia, kamu akan selalu muda dan hidup abadi sedangkan aku akan menua lalu mati, lalu―" ucapan Minseok terhenti karena telunjuk Chanyeol kini berada di bibirnya.
"Kalau masalah itu, tenang saja hyung―Kyuhyun hyung sudah membuat ramuan agar hyung bisa selalu menemaniku tanpa harus menjadi vampir―" Chanyeol merogoh saku celananya untuk mengambil sesuatu, sedangkan Minseok hanya melihatnya dengan tatapan bingung, "Nah ini dia―minumlah hyung !" Chanyeol menyodorkan sebuah botol kaca kecil yang berisi cairan berwarna merah seperti darah.
Minseok mengambil botol itu, diamatinya sebentar dia tidak menyangka Kyuhyun mampu membuat ramuan semacam ini. Minseok membuka botol itu lalu diminumnya dalam sekali tegukan. Minseok meringis saat cairan itu masuk ke dalam kerongkongannya, rasanya pahit sekali. Chanyeol yang melihat hal itu langsung bisa menyimpulkan bahwa rasa cairan itu jauh dari kata enak.
Beberapa detik setelah minum ramuan itu, Minseok merasakan ada hal aneh terjadi pada tubuhnya. Ia merasa suhu di sekitarnya memanas, padahal temperatur AC di kamarnya sudah diset rendah. Chanyeol yang menyadari ada yang tidak beres pada Minseok langsung menangkup wajahnya.
"Hyung ! hyung kenapa ?! wajah hyung kenapa memerah begini ? hyung sakit ?!" ujar Chanyeol panik sambil menempelkan tangannya di kening Minseok.
"Ngghh―panasshh―nggh―Yeol ~" Minseok mendesah kepanasan, Chanyeol benar-benar bingung apa yang terjadi pada Minseoknya ini.
"Hyung ! apa sebaiknya kita―hmmmmp" ucapan Chanyeol terhenti karena Minseok melumat bibirnya dengan sedikit kasar. Chanyeol membulatkan matanya, ia benar-benar kaget kenapa Minseok jadi liar begini ? padahal biasanya Chanyeol lah yang memulai, tapi ini Minseok yang menyerangnya duluan.
Merasa tidak mendapat respon, Minseok semakin semangat melumat bibir Chanyeol bahkan kini tangannya mengelus dada Chanyeol, dan tentu saja hal ini membuat hasrat Chanyeol mulai membara. Oh Kim Minseok―dirimu telah membangunkan singa yang tertidur.
Sementara itu...
"Sepertinya aku lupa mengatakan pada Chanyeol bahwa ramuan itu memiliki efek samping, ramuan itu akan membuat Minseok menjadi ganas dan liar" gumam Kyuhyun sambil membolak-balik lembar buku resep ramuannya. "Dan sepertinya aku terlalu banyak memasukkan Tribulus Terristris (tumbuhan yang biasanya dicampurkan dalam obat perangsang) ke dalam ramuan tadi" tidak ada nada penyesalan dalam ucapannya, sepertinya Kyuhyun memang sengaja melakukan hal ini.
"Ah ! aku harus mengatakan pada semuanya, bahwa Chanyeol tidak akan mengikuti perburuan ini selama―" Kyuhyun mengerutkan keningnya pertanda ia sedang memikirkan sesuatu, "1 minggu, huft―waktu yang cukup lama dan sepertinya aku harus bersiap-siap akan terkena jitakan Minseok".
END
gomawo yang udah mau baca, dengan atau tanpa review , xoxo '3'
maaf review kalian nggak gue bales satu – satu, tapi gue terima kasih banget ma kalian yang udah capek – capek ngereview ff gue :3 /bow/
oh satu lagi, bagi yang request pairing sabar aja ya ? soalnya gue tekanin sekali lagi kalau gue nentuin pairing ini pake undian jadi yang keluar itu yang gue jadiin cast ff. request pairing kalian pasti keluar tapi nggak tahu kapan kan ini sistemnya kayak arisan/? kalian pasti menang tapi nggak tahu kapan, so Be Patient...! oke :3
