Chapter 12 : The Kingdom Of Swordmaster Part 2
Malam itu terlihat ada 4 orang yang duduk di meja makan yang sudah penuh dengan makanan yang telah di siapkan, makanan itu kebanyakan seafood karena daerahnya sendiri berada di pesisir sehingga makanan laut menjadi sesuatu yang sehari-hari dimakan oleh orang-orangnya, Naruto, Agnis, Victor, dan Laura tengah makan Bersama.
"hmm ingin mengundang ku masuk kedalam Guild anda ya?"
Ujar Laura memikirkan sebuah tawaran yang diberikan oleh Naruto, ia mengetahui Naruto itu cukup kuat yang bahkan bisa mengalahkan Agnis dalam mode serius namun dirinya sendiri sebagai anak penguasa disini seharusnya memiliki privilege yang seharusnya ia lebih jual mahal dulu sebelum ia menyetujui permintaan dari Naruto.
"iya, aku ingin mengundang mu kedalam Konoha." Ujar Naruto mencoba meyakinkan Laura agar ia ingin bergabung dengan Konoha.
Laura sendiri sebenarnya tidak memiliki keberatan yang berarti untuk bergabung dengan Konoha, ia bisa berlatih dengan Agnis jauh lebih sering dibanding harus menunggu Agnis datang terlebih dahulu kesini, atau dia bisa berlatih Bersama Naruto, tehnik bayangan itu juga cukup bagus digunakan sebagai pelatihan jika dirinya nanti berada dalam situasi dikeroyok.
"makanan ini enak." Ujar Agnis yang memakan makanan ikan didepannya ia nampaknya menyukainya.
"ya aku setuju dengan itu." Ujar Naruto mencoba menyetujui perkataan dari Agnis, meski makanan kesukaannya adalah ichiraku ramen namun tetap saja makanan ini harus di apresiasi karena rasanya dan kualitasnya.
"hmm bisa kamu memberikan aku waktu mungkin sekitar 7 hari?" tanya Laura meminta waktu setidaknya sampai ia bisa memutuskan untuk bergabung dengan Konoha atau tidak, sementara itu Victor tidak berkomentar apapun karena cukup sulit untuk menolak tawaran itu, meski ia tidak tahu apa alasan mereka merekrut Laura namun dengan adanya Agnis sendiri bisa menjadi jaminan tersendiri baginya.
"hmm itu tidak terlalu lama, jadi tidak masalah." Ujar Naruto dengan nada santai.
"terima kasih atas pengertiannya." Ujar Laura dengan nada santai, sementara itu Naruto hanya tersenyum, entah apa yang terjadi namun perlahan wajah Laura memerah sedikit, dia segera menggelengkan kepalanya menyingkirkan bayangan yang ada dikepalanya.
Sementara Agnis yang melihat itu hanya tersenyum jahil melihat Laura.
Lalu mereka melanjutkan sesi makan mereka Bersama-sama dengan khidmat tanpa bersuara.
…
Kira-kira pukul 22.00 Naruto berada di daerah pesisir pantai Arseid sambil melihat kearah bulan yang berbentuk bulan sabit, angin pantai terasa sangat menyenangkan namun disaat yang sama terasa hampa.
"Kau mengingat Konoha lagi Naruto." Ujar Kurama tiba-tiba dari dalam Mindscapenya membuat Naruto sedikit tersenyum mendengarnya.
"kurang lebih begitu, akan aneh kalau aku sudah melupakan Konoha secepat itu jika aku tidak memikirkan Konoha sekarang Ttebayou." Ujar Naruto dengan nada santai sambil terus memandangi langit malam yang sangat menenangkan.
"hoo aku tidak menyangka ada seseorang disini." Ujar sebuah suara yang mengagetkan Naruto yang sontak membuat Naruto melotot dia tidak menyangka seseorang yang berada didepannya tidak dia sadari sama sekali, padahal dia merupakan ninja yang memiliki sensor yang sangat kuat karena adanya Kurama didalam dirinya.
"Naruto berhati-hatilah." Ujar Kurama yang nampaknya juga baru sadar mengenai kedatangan pria itu hal itu membuat Naruto langsung menatap pria itu dengan tatapan serius.
"siapa kau?" tanya Naruto dengan nada serius.
"begitukah sikap orang saat pertama kali bertemu? Inilah kenapa aku benci manusia." Ujar pria itu dengan nada kesal.
*Wuuush*
"tidurlah." Pria itu tiba-tiba berada dibelakang Naruto dan mencoba menotok belakang leher Naruto, namun Naruto langsung masuk kedalam mode Biju dan menghentikan tangan dari pria itu.
"hoo ini menarik, manusia yang bahkan tidak memiliki Cosmo bisa bergerak dengan kecepatan itu, tapi itu masih terlalu lambat!" ujar pria itu yang tanpa sadar sudah membanting Naruto hal itu membuat Naruto cukup terkejut .
"Naruto dia datang! Mana focus mu!" Kurama berteriak menyuruh Naruto untuk focus, bagaimana tidak kecepatan Raikage terasa tidak ada apa-apanya dibanding kecepatan pria ini, Naruto berusaha bangun.
*Buak*
Dengan santainya pria itu menendang Naruto sehingga ia terlempar sejauh 10 meter darisana.
*Buak Brakk*
Pria itu langsung berada diatas Naruto dan meninju Naruto sehingga ia menabrak tanah dan menyebabkan kawah yang sebesar 1 meter kedalam tanah, dengan diameter 1 meter juga.
"Naruto apa kau tidak apa-apa?" Kurama secepat mungkin memfokuskan Chakranya pada satu hal yaitu penyembuhan, kecepatan pria ini jauh lebih cepat dari Raikage A, atau mungkin lebih cepat dibanding Minato yang disebut kilat kuning.
"aa, jika Hokage langsung tidur karena hal ini dia tidak pantas disebut Hokage." Ujar Naruto yang mencoba bangun lagi.
"melihat mu bangun lagi membuat ku kesal."
Pria itu Kembali menendang Naruto.
*Greep Trakk*
Namun kali ini Naruto berhasil menangkap kakinya walau pergelangan tangannya retak terdengar dari bunyi nya.
"Tch." Pria itu cukup kesal melihat tendangannya ditangkap oleh Naruto.
"Rasengan!" Naruto mencoba mendaratkan Rasengan kepada pria itu, pria itu membiarkan serangan Naruto mengenainya.
Namun betapa terkejutnya Naruto bahkan bajunya tidak tergores oleh rasengan miliknya.
Hal itu membuat Naruto menatap dengan wajah tidak percaya kepada pria itu, sementara itu sang pria hanya tersenyum.
"hanya itu?" pria itu Nampak cukup meremehkan Naruto, pria itu mencengkram kepala Naruto dengan cukup keras, bahkan dengan kekuatannya Naruto masih tidak bisa melepas cengkraman itu.
Kemudian sang pria langsung membanting Naruto ketanah sekali lagi dan Kembali membuat kawah, bahkan wajah Naruto sudah berdarah karena bantingan itu.
"geh." Pria itu Nampak terkejut Naruto masih mencoba bangkit.
"maaf saja aku pria yang tidak mengenal kata menyerah." Ujar Naruto dengan nada meyakinkan meski tubuhnya babak belur, meski tubuhnya penuh dengan darah dia masihlah seorang Hokage dia tidak boleh menyerah seperti pecundang, seorang Kage selalu siap akan hari matinya karena tangan Kage sendiri tidaklah bersih.
"Tidal Wave!" terlihat banyak gelombang air keluar dari tangan pria itu dan langsung menerjang kearah Naruto.
"Doryuheki!" Naruto mencoba membuat perisai tanah.
*brak byuuur*
Perisai Naruto yang ia buat tidak cukup kuat untuk menahan air pasang surut yang diberikan oleh pria itu hal itu membuat Naruto Kembali diterjang oleh air pasang surut lagi.
Merasa sudah selesai pria itu berbalik dan mencoba pergi.
"mau… kemana … kau.." ujar Naruto terputus-putus serangan itu nampaknya sangat sulit ditahan oleh Naruto, melihat Naruto membuat pria itu teringat akan 5 sosok yang akan terus bangkit dan melawannya.
"kau benar-benar membuat ku kesal!" pria itu Nampak kehilangan pitam dan langsung menerjang Naruto.
*tak tak tak*
Adu tinju terjadi entah apa yang terjadi Naruto merasa dia bisa melakukan adu tinju dengan musuh didepannya, Kurama sendiri sadar ada yang berbeda dengan tubuh Naruto seolah-olah ada energi lain selain chakra yang ada didalam tubuh Naruto, namun apapun itu kekuatan itu cukup membantu.
"aku tidak menyangka, dia membangkitkan Cosmo saat bertarung dengan ku." Ujar pria itu dengan nada cukup terkejut, sementara itu Naruto tidak terlalu menanggapi karena dirinya sendiri masih sangat kerepotan untuk menghadapi serangan dari pria itu.
"tidur lah." Ujar pria itu dingin dan dengan kecepatan yang bahkan lebih cepat dari sebelumnya pria itu membuat Naruto jatuh pingsan dalam sekali pukul.
"selanjutnya mungkin adalah medan perang, ingatlah aku sang dewa lautan Poseidon akan membunuh mu jika saatnya tiba." Ujar pria itu dengan nada serius kemudian berjalan kelaut seketika ada gelombang laut menutupi tubuh Poseidon dan terlihat seperti Poseidon terserap kedalam laut.
Victor yang daritadi hanya melihat juga hanya bisa melihat Naruto dengan tatapan tertegun, untuk orang yang bahkan bukan Saint bisa bertahan seperti itu setelah dihajar oleh Poseidon, ini adalah yang pertama dia temukan semenjak para Saint tidak lagi Bersama Athena.
Victor membopong tubuh Naruto menuju ke mansion Arseid, Agnis yang kebetulan berada di ruang tamu melihat Victor membawa Naruto juga menjadi terkejut melihat keadaan Naruto yang babak belur padahal sebelumnya dia dengan mudah bisa mengalahkan Agnis.
"bantu aku membawanya ketempat tidur." Ujar Victor, Agnis pun ikut membopong tubuh Naruto yang penuh luka diikuti oleh beberapa medis yang ada dirumah itu untuk pertolongan pertama, karena di Arseid tidak ada rumah sakit jadi dia harus ditangani oleh medis seadanya.
Ketika mereka menyerahkan pada paramedis kini terlihat Agnis dan Victor sedang duduk di ruang tamu, bahkan Agnis menatap kearah Victor dengan serius, bahkan jika Naruto melawan Victor seharusnya Victor menerima luka yang seimbang namun Victor baik-baik saja.
"jadi bisa jelaskan pada ku apa yang terjadi paman Victor?" tanya Agnis baik-baik sementara itu Victor hanya menghela nafas.
"dia baru saja bertarung dengan Poseidon." Ujar Victor dengan nada serius.
Hal itu membuat Agnis mengepalkan tangannya, dia tidak menyukai Olympus setelah kegagalan Nazzarick dalam perang melawan Olympus yang menyebabkan orang yang ia cintai mati ditangan Ares, hal itu membuat Agnis mengepalkan tangannya erat-erat.
"sialan Olympus." Ujar Agnis dengan nada kesal kepada Olympus yang tiba-tiba saja datang dan main hajar aja.
"untuk alasan Poseidon kemari aku juga belum tahu, tetapi kemungkinan bukan untuk maksud yang baik." Ujar Victor dengan nada serius kepada Agnis.
"namun aku tidak menyangka dia memiliki kemampuan yang bahkan bisa bertahan melawan Poseidon walau tidak berhasil melukainya." Ujar Victor dengan nada sedikit takjub karena dia sendiri melihat Naruto dihajar oleh Poseidon dan tidak berani keluar.
"begitukah, namun cukup membingungkan kenapa Poseidon melakukan itu sendiri, kenapa dia tidak menyuruh para Scale untuk menyerang?" ujar Agnis dengan nada serius.
Masih menjadi misteri kenapa Poseidon tiba-tiba datang dan menyerang Naruto, namun hal ini tidak bisa dibiarkan.
"Agnis pergilah tidur, aku akan menyuruh beberapa penjaga untuk berjaga," ujar Victor dengan nada serius, dia tidak sebodoh itu untuk melakukan provokasi kepada Atlantis sebagai tempat tinggal Poseidon jadi hanya sejauh ini yang bisa dia lakukan sementara sambil menunggu bangunnya Naruto.
Agnis sendiri tidak mengindahkan perkataan Victor dan tetap berada di luar ruangan Naruto untuk menunggu Naruto siuman, andai dia mempelajari sihir penyembuhan atau sihir sensor dia mungkin bisa datang untuk membantu Naruto.
…
Keesokan harinya terlihat Agnis berada dipantai sembari memandangi lautan yang cerah memantulkan sinar matahari dari atas.
Agnis berada disana karena dia ingin berjaga-jaga apabila Poseidon datang, dia bisa bertarung dan mungkin membunuh Poseidon, rasa ingin membunuh Poseidon milik Agnis memang cukup tinggi, dia tidak menyangka mendapatkan kesempatan balas dendam dengan cepat.
Sementara itu di Training Ground lainnya terlihat Laura sedang berlatih pedang, dengan mengayunkan pedangnya terus menerus, ia sudah mendengar kabar Naruto dari ayahnya dan dia merasa sangat lemah dibanding ayahnya, Agnis, bahkan Naruto bagaimana jika Poseidon menyerang lagi?
Yang ada dikepala Laura adalah bagaimana cara menjadi kuat untuk melindungi daerahnya.
Sementara itu Kurama sedang mengumpulkan Chakra dan melakukan penyaluran Chakra disaat yang bersamaan kepada Naruto hal ini berguna untuk mempercepat regenerasi dari tubuh Naruto, pertarungan itu sangat membuat tubuh Naruto patah disini-sana, dia bahkan tidak pernah melihat tubuh Naruto sampai sekacau ini.
Hal ini menandakan di dunia ini adanya kekuatan yang jauh lebih mengerikan daripada di dunia mereka, namun Kurama masih berpikir juga mengenai energi asing yang berada didalam tubuh Naruto, dia juga merasakannya hal ini seperti dia melihat kedalam sebuah galaksi yang jauh dan masih tidak teratur entah bisa diaktifkan atau tidak.
Victor sendiri berada di ruangannya untuk mempersiapkan pengamanan yang lebih ketat lagi, dan cara terbaik untuk mengevakuasi warga darisana karena ada kemungkinan Poseidon akan menyerang lagi dan bila itu terjadi maka hal itu sangat mengerikan banyak warga yang bisa menjadi korban.
Kembali kepada Agnis, kini ia sedang menelpon Azazel sebagai salah satu pendiri dan juga pemegang saham yang besar di Guild Konoha dia berhak tau apa yang terjadi disini dan mungkin saja dia memiliki pengetahuan kenapa Poseidon tiba-tiba menyerang, selain itu bala bantuan mungkin akan sangat bagus bila datang.
"halo Agnis-chan ada apa?" tanya Azazel dengan nada seperti om-om pemabuk sedang menggoda seorang anak gadis dari telfon.
"Poseidon menyerang kami." Agnis tidak basa-basi langsung mengatakan hal yang membuat Azazel harus memuntahkan minumannya karena cukup terkejut.
"tch mau bagaimana pun ini terlalu cepat." Ujar Azazel dengan nada serius, hal ini membuat Agnis sedikit bertanya-tanya.
"apa kau sudah memprediksi kalau Poseidon akan menyerang?" tanya Agnis dengan nada serius, hal ini membuat Azazel menghela nafas sebentar.
"tentu, aku mendapatkan informasi dari mantan saint Athena jika Olympus berniat memulai peperangan dan sudah menyiapkan pasukan untuk berperang melawan banyak fraksi." Ujar Azazel dengan nada serius.
"kenapa kau tidak memberi tahu kami hal sepenting itu?" tanya Agnis dengan nada kesal kepada Azazel sementara itu Azazel hanya menghela nafas.
"kesalahan perhitungan, aku kira mereka setidaknya masih akan diam selama satu sampai dua bulan lagi, ternyata dia membuat pergerakan yang jauh lebih cepat dari yang kuduga." Ujar Azazel dengan nada serius.
"tidak masalah, jika Poseidon Kembali menyerang akan aku usahakan mengirim satu lagi member Guild Konoha dan dia mungkin cukup kuat untuk bertarung melawan dewa, aku akan mengirim bala bantuannya secepat mungkin."
TBC
Hola balik lagi sama ane, kali ini mulai masuk arc yang akan ada kesinambungan dengan Arc Olympus,silahkan ditunggu yah, untuk pertanyaan Agnis diambil dari anime mana jawabannya dia bukan dari anime melainkan dari game The Scarlet Demon Slayer, karakter yang Bernama Agnis juga, karena tidak ada lagi mungkin hanya segini yang bisa saya tulis bila ada pertanyaan bisa di ketik sekian dan terima kasih ADIOSSS
