Akatsuki Bences chapter 2

-

-

Keesokan harinya, mereka mulai siuman. Namun ada yang aneh, nada bicaranya dan pribadinya berubah, menjadi seperti banci taman lawang. Ternyata formula itu berhasil dengan sukses. Setelah ber 'ike-uke' ria, mereka langsung pergi ke Duta Mall Konoha untuk membeli baju, yang tentunya sesuai selera mereka.

Para pengunjung asalnya takut melihat rombongan yang memakai jubah awan merah-kecuali Orochimaru yang memakai jubah Ultramannya. Namun mendengar nada bicara dan kelakuan norak mereka, para pengunjung pun dapat menghela napas lega. Dan mereka menyimpulkan orang-orang aneh ini adalah segerombolan geng banci kaleng.

"Huaa..." ucap mereka kagum dengan mulut terbuka. Membuktikan betapa noraknya mereka. Wong ndeso banget.

Setelah tunjuk ini dan itu, mereka sampai kepada toko pakaian terlengkap di Konoha. Dari pakaian formal sampai cosplay tersedia disini. Mereka berhamburan mencari pakaian yang mereka suka. Para pegawai dan pembeli toko tersebut hanya bisa menggelengkan kepala pasrah. Sang Pemilik toko akan memastikan besok ia memasang tanda "Banci dilarang belanja disini".

Setelah bertumpuk-tumpuk pakaian di tempat ganti, mereka berhasil menemukan pakaian yang sangat cocok bagi mereka. Para anggota Akatsuki ini pun menuju ke tempat kasir. Entah mengapa keadaan menjadi sunyi. Ternyata para pegawai dan pengunjung tergeletak pingsan di lantai dengan mulut berbuih. Mereka ternyata terkena penyakit epilepsi mendadak melihat seberapa nista pakaian geng aneh tersebut. Mereka, dengan anggun *menurut mereka* terus berjalan tanpa perduli keadaan sekitar. Sampai ditempat kasir, sang kasir pun menoleh, "Apa yang bisa..." perkataanya tak sempat selesai karna telah sukses pingsan berdiri dengan mulut terbuka.

Para anggota Akatsuki yang pergi belanja dengan terburu-buru, ternyata lupa membawa uang. Mereka pun menyerahkan benda-benda yang mereka bawa.

Pein menyerahkan VCD bokep favoritnya *Gosipnya itu VCD Bokep Mario Ozawa yang di Bali* yang selalu ia bawa di celana dalam. Itu karna ia takut VCD itu disita oleh Konan dan menurutnya, tempat paling aman menyimpan VCD itu adalah didalam CD.

Sasori menyerahkan boneka Barbie yang paling berharga baginya.

Tobi menyerahkan persedian lolipop yang selalu ia bawa kemana-mana.

Deidara menyerahkan peralatan bom miliknya.

Hidan menyerahkan sabit tua dan kitab suci Jashin miliknya.

Kakuzu menyerahkan koper uang miliknya *cuma koper, isinya ga ada. Kakuzu takut dirampok*.

Kisame menyerahkan pedang Samehada dan Itachi menyerahkan foto-foto milik Sasuke waktu umur 1 tahun.

Orochimaru menyerahkan pedang Kusanagi dan yang lebih mengejutkan, ia menyerahkan novel yang ditulis oleh teman masa lalunya. Icha-Icha Paradaise : YAOI FREAK!.

Merekapun berangkat menuju habitas asli mereka, Taman Lawang Konoha. Dimana disana banyak terdapat teman-teman seperjuangan mereka, para banci kaleng. Mereka memutuskan jalan masing-masing.

-With Itachi-

Itachi memakai pakain tradisional India, sari. Selendangnya melingkar manis dilehernya, bagian perutnya terekspos bebas, membuat pusarnya terlihat. Dan yang lebih noraknya, semuanya berwarna pink. Dari sandal, pakaian sarinya, selendang, dan lips glos nya pun pink. Rambut panjangnya yang biasanya diikat, sekarang digerai. Ia kini berjalan-jalan di pinggiran taman Konoha.

Entah takdir atau apa, ia melihat otouto-nya bersantai bersama 3 orang temannya, tim Hebi. Dengan gerak slow mation, ia berlari menyongsong adik tersayangnya. Dengan Background lagu Kuchi-Kuchi Hotahai, ia terus berlari. Terdengar bunyi gemerincing dari gelang yang ia pakai di kedua tangan dan kakainya. Bagian depan tubuhnya-dada, bergerak naik turun saat ia berlari. Entah apa yang ia pakai dibalik branya.

"Sasuuke chan!" Itachi berteriak sambil masih berlari. *bayangin aja scene Sahrul Khan ama Anjali, Itachi jadi Anjali.*.

"Sasuke, ada yang memanggilmu tuh," tunjuk Suigetsu pada orang norak berpakaian pink yang sedang berlari-lari gaje sambil memanggil-manggil nama Sasuke. Ia berusaha keras ga tertawa didepan Sasuke, mendengar pemimpinnya itu dipanggil 'Sasuke chan'. Mau di Chidori?

"Kau siapa?" tanya Sasuke pada orang yang kini ada di depannya. Sasuke bodoh ya? Sama kakak sendiri aja lupa, gimana caranya ia balas dendam? Wajahnya aja ga ingat.

Itachi yang ngos-ngosan menarik napas panjang, dan...

"Acha, acha... Masa Sasu chan lupa ma ike?" Itachi memasang tampang sedih, Sasuke jijik. "Dilihat dulu deh!"

Itachi mengambil pose bak model kelas atas. Ia mengangkat kaki kirinya kebelakang dengan kedua tangan di pipi. Lalu ia membentuk tanda 'V' dengan jarinya. Ia kemudian menyamping, tangan dipinggang dan yang satu mengelus rambutnya sendiri. Ia memutar tubuhnya sambil mengibaskan rambut hitam panjang sunsiliknya.

Suigetsu ketawa ngakak, sambil gelindingan di tanah. Jugo cengok, mulut terbuka. Karin muntah darah. Sasuke merinding, semua bulu kodoknya berdiri. *iih, Sasuke punya bulu kodok*. 'Rasanya kenal, wajahnya familiar. Tapi gue gak pernah berhubungan macam banci Norak kalengan gini," batinnya sambil merasakan firasat yang amat sangat buruk.

"Ga kenal! Kamu siapa sih?" tanya Sasuke dengan amat sangat tidak sabar. Ia merasa sangat risih berdekatan dengan makhluk nista ini. Hello? Apa kata dunia seorang Sasuke Uciha berhubungan dengan banci kaleng. Bisa tercoreng nama jahatnya dan jatuh martabaknya di mata para fans girl-nya. *FG : Sialan tuh Sas-uke guci-ha-mil, ngejatuhin martabak dimata kami. Awas kalo ketemu (ngacungin sumpit)*

"Ini ike boo, anikimu. Achaa...Acha hee." Itachi mulai mengeluarkan jurus mata genitnya. Kedipan maut no jutsu.

Otak sasuke blank seketika. Entah mengapa, rasa balas dendamnya menguap dan mengembun menjadi rasa jijik. 'Inikah orang yang membantai klan Uciha?' batinnya sedih, ga berkelas banget sebagai missing nin kelas S.

Sasuke mengaktifkan mata Saringannya, mencoba menyaring gambar menjadi lebih baik. "Kai!" ia mengucapkan kata pelepasan genjutsu, berharap gambar kakaknya yang memakai sari ini hanyalah genjutsu.
"Kai!" ucapnya lagi, namun penampakan itu masih sangat jelas.
"Kai!"
"kai!
"KAI!!" teriak Sasuke frustasi. Namun Itachi masih tetap disana. Tersenyum manis malah. *permisi, Author mau kebelakang sebentar. Hoeek*

"Sasu chan, acha...Berikan anikimu pelukan!" Itachi merentangkan tangannya sambil melempar tubuhnya kearah Sasuke. *Itachi, kepala, tangan, ma kaki lo ketinggalan.*

Sasuke menghindar dan mencari perlindungan dibalik bahu mungil Karin dan memeluknya dari belakang. *ooh, so sweet. Dilemparin batu ama sasusaku fans. Gomen, cuma slight doang kok.*

Karin mukanya memerah malu. Namun kelihatannya Itachi tidak menyerah, kini ia berada disamping Sasuke dan berhasil mengelus pelan pipi Sasuke. *tenang, ini bukan shonen ai*

Sasuke merasakan kakinya melembek, seperti jelly. Kakinya terus bergetar, aku takkan mampu kalau seperti ini terus, pikirnya. Ia pun melepaskan pelukannya pada Karin dengan amat sangat terpaksa *ketahuan Sasuke menikmati pelukan ma karin*. Ia pun melakukan langkah seribu no jutsu. Namun apesnya, kakaknya yang aneh itu malah mengejarnya. Mirip adegan india, bahkan penuh dengan air mata.

"Sasu chan, acha... jangan pergi dari ike, boo, Sasu chan..." Itachi nangis lebay.

Sedangkan Suigetsu masih tertawa terpingkal-pingkal sampai keluar airmatanya. Kini ia tau kelemahan ketuanya itu. Sewa aja banci taman lawang, beres. *Dasar nakama durhaka*. Jugo bahkan ikut tertawa melihat adegan kejar-kejaran dua Uciha itu. Karin? Pingsan dengan wajah bahagia. Senyum menghiasi bibir pinh tipisnya. "Sasuke kun.." desahnya dalam pingsan.

-Omake-

Kini telah dibuka toko barang antik disamping toko tempat para Akatsuki belanja pakaian. Tampak para pengunjung yang sangat antusias.

Beberapa komentar pembeli :

"Aku ingin mempelajari buku aneh ini." Ucap seorang pemuda dengan potongan rambut bob sambil memperlihatkan sebuah buku atau kitab tebal berjudul "Jashin sama" dengan simbol lingkaran dan segitiga terbalik. *kita doakan Lee tidak menjadi ulama sesat setelah mempelajari buku milik Hidan itu. Ia sudanh cukup aneh dengan semboyan semangat masa mudanya.

"Aku penasaran dengan VCD ini," ucap neji sambil mengacungkan VCD berjudul Miyabi. "Mungkin ini lagu terbaru band Salju." duganya yakin. Semoga si alim Neji tidak sebokep Pein setelah menontonnya. Kasihan Ten Ten.

"Akhirnya aku menemukan Berbie terlangka didunia," Kankouro melompat-lompat seperti anak perempuan.

Kakashi yang tidak sengaja lewat, kembali menarik langkahnya saat melihat buku novel bercover oranye. Icha-Icha Paradaise : YAOI FREAK!!, itulah judul buku tersebut. Mata Kakashi membulat tak percaya. Bahkan ia menurunkan sebelah maskernya untuk memeriksa apakah ini genjutsu atau bukan. Buku paling terkenal diantara para fojushi. Satu-satunya didunia. Dan harga yang ditawarkan sangat miring.

Sedangkan didalam, terdapat segerombolan wanita yang menamakan diri mereka Sasuka FG. Mereka berebut gambar chibi Sasuke. Seperti lelang saja keadaannya. Sungguh akhir yang bahagia bagi pemilik toko barang antik yang juga pemilik toko pakaian itu. Berkat para banci kaleng itu, ia kaya mendadak. Besoknya ia memasang tanda "Banci dapat diskon 50%" didepan tokonya.

TBC

PS : ntuk yag menunggu THO chapter 2, insya Allah paling lambat hari minggu.

Makasih udah mau membaca dan review fic gaje ini.

Pendapat kalian, siapa anggota Akatsuki selanjutnya yang pantas untuk chapter depan untuk dinistakan?