Akatsuki Bences chapter 3

-

-

Naruto berjalan-jalan di taman Lawang Konoha yang terkenal ke'angker'annya. Dan kelihatannya hari ini ia akan mengalaminya. Dimulai dari firasatnya yang merasakan sesuatu yang amat sangat buruk akan terjadi.

Dari arah depan nampak makhluk gaje, karena ga jelas gendernya. Pakaian sih cewek, tapi mukanya muka cowok, bokep pula.

Ia memakai sepatu berhak tinggi, 15 centi, tank top extra ketat dengan tulisan I'm Seksi, juga hot pant. Semuanya berwarna oranye. Yang anehnya lagi, dibelakangnya terdapat ekor kucing dan ia juga memakai wig potongan lurus sepundak (seperti milik Sakura) berwarna oranye dengan bando kuping kucing berwarna pink. Ia berjalan layaknya model kelas atas diatas catwalk. Matanya tertumbuk tepat kearah Naruto yang berjalan kearahnya.

Makhluk aneh *Alien kalah aneh* yang ternyata diketahui identitasnya adalah Pein, ketua organisasi yang tak kalah aneh. Kini ia tengah berlari ke arah Naruto dengan slow motion. Rambutnya berkibar *emangnya bendera?* tertiup angin.

"Kakanda ike!" teriaknya ketika memeluk Naruto. Ulang, MEMELUK. Naruto yang tiba-tiba dipeluk cengo dengan mulut terbuka.

"Siapa sih loe?!" bentaknya sambil mencoba melepaskan diri dari pelukan sang gadis jejadian yang malah mempererat pelukannya.

"Iih, masa lupa. Mau di cium dulu biar ingat?" sarannya sambil memonyongkan bibirnya. Naruto yang tak melihat adanya celah untuk lolos, hanya bisa pasrah. Mungkin sudah nasib ia akan berciuman lagi dengan laki-laki. Sudah cukup mimpi buruknya setelah kejadian dengan Sasuke. Setelah itu ia di cap sebagai gay.

Tapi kelihatannya tuhan ada di pihaknya. Ia mengirimkan bidadarinya kepada Naruto. Bidadari itu berambut Indigo dan berbola mata lavender.

"Kaiten!" teriaknya sambil memusatkan cakra dikedua telapak tangannya dan mendorong Pein. Dorongan itu membuat pelukan itu terpisah dan menyelamatkan Naruto dari ciuman maut.

"Aku takkan membiarkanmu menyentuh Naruto lagi, " kata itu keluar dari bibir mungil gadis bernama Hinata. Ia memposisikan dirinya diantara Naruto dan pein. Ia memasang kuda-kuda bertahan untuk melindungi Naruto, pemuda yang ia cintai sejak masuk akademi.

"Apa yang kau lakukan disini. Pergi dari sini, kau bukan tandingannya."

"Aku tahu," nada suara Hinata melembut, "Aku hanya bertindak egois."

"Apa maksudmu? Apa yang kau lakukan? Ini berbahaya!" Naruto yang masih belum pulih dari kecengoannya hanya dapat memperingatkan.

"Aku disini karena kemauanku sendiri...Aku dulu sering menangis dan mudah menyerah...Aku hampir saja melangkah ke jalan yang salah."

"Tapi kau...Kau menunjukkanku arah yang benar...Aku selalu mengejarmu, ingin memilikimu, aku hanya ingin berjalan bersamamu."

"Aku ingin bersamamu," kata-kata gadis berambut Indigo itu melembut. Naruto yang mendengarnya hanya bisa membulatkan mata. 'Benarkah itu, Hinata?' batinya.

"Kau telah merubahku," lanjut Hinata. "jadi aku takkan takut mati saat melindungimu." Hinata mengaktifkan bloodline keluarganya, Byakugan.

"Karena aku," katanya dengan nada kepastian. "Mencintaimu."

Hinata mengumpulkan chakra pada telapak tangannya. Naruto yang tertegun mendengar pernyataan Hinata, tak bisa mencegah Hinata yang berlari kearah Pein. "Juho Shoshiken!"

"Shieeenra Tenseeei Boooo!" karena pelapalan yang kurang sempurna, jutsu yang digunakan Pein tak berkerja. Pukulan Hinata telak mengenai dadanya, membuat ia melayang dan akhirnya hilang diluasnya cakrawala dengan meninggalkan satu titik terang.

-

-Omake 1-

-

"Benarkah apa yang kau katakan tadi, Hinata?" tanya pemuda berambut pirang itu pada gadis penyelamatnya. Sang gadis hanya mengangguk malu.

Dengan slow emotion Naruto berlari kearah Hinata dengan tangan terentang. Begitu pula dengan Hinata.

"Adinda!"

"Ka-Kakanda!"

"BERPELUKAN!" teriak keduanya dengan gaya Teletubbies.

Di tempat inilah, taman Lawang Konoha dan disaksikan para crack couple *Om dan banci*, mereka menjadi satu dalam pelukan hangat.

-

-Omake 2-

-

Pein yang melayang tujuh hari tujuh malam, mengelilingi Bumi 2 putaran dan sempat tersesat di orbit Mars,akhirnya mendarat *emangnya pesawat?* di markas Akatsuki. Konan yang sedang mengganti popok Einan, anak perempuannya dan Pein, terkejut. Ia pun bergegas ke ruang tengah, asal suara gaduh tersebut.

Disana ia melihat makhluk gaje yang memakai pakaian sangat minim berwarna oranye. Makhluk itu mempunyai ekor dan kuping kucing berwarna pink. Setelah dilihat lebih jelas, nampak wajah yang dipenuhi peirching. Yakinlah ia bahwa makhluk gaje ini adalah suaminya.

"PEIN!" teriaknya marah. Tak lama kemudian terdengar bunyi yang dapat diindikasikan bahwa itu bunyi :

-Tamparan
-Pukulan
-panci, piring, gelas, kompor *?* yang dilempar
-Kursi yang patah
-dll

Dan jangan laporkan ini kepada Polsek Konoha, karena anda hanya akan dianggap orang aneh. Mana ada istri yang melakukan KDRT terhadap suami?

Dikamar, Einan tersenyum. Senyuman yang diartikan, Semoga-aku-mendapat-papa-baru-yang-ga-mesum.

T B C

Siapakah anggota akatsuki selanjutnya yang akan keluar?

Review yang banyak yah?