Gomene minna-sa~n !!
Maaf telat uploadnya... banyak ujian mematikan ! Browsing jadi vakum 1 bulan ! T.T
To the point !
Summary Last Chapters: Setelah Sasuke menolak cinta Karin, dia akan mengatakan cintanya pula pada Sakura. Itachi yang mengetahui itu pun mulai mengajukan rencana kepada Akatsuki untuk ikut menonton sekaligus menjaga Sasuke dalam acara yang romantis itu.
Chappie 3 : Aishiteru Sakura-chan !
Sasuke uda lama bgt duduk di kursi reyot panjang di taman. Matanya uda keriap-keriapan, mulutnya udah nguap berulang-ulang sampe pegel. Kepalanya uda kaya' mobil ngerem mendadak melulu.
"Whoooooaaaallllaaaaaaahhhhhh….!Sakura-chan ini lama amat sih… gw udah nunggu 3 jam 40 menit 38,965876 detik… Apa jangan-jangan dia lupa ama janjinya ya…" gumam sasuke sambil sandaran di kursi merem melek dengan muka tanpa ekspresi.
Akhirnya setelah bertahun-tahun lamanya, juga bermusim-musim dilalui, gadis yang ditunggunya itu pun datang. Rambut pinknya tampak berkibar mulus ditiup angin.
"Sa-Sakura-chan ! Akhirnya lo datang juga !" sapa sasuke semangat saat melihat gadis itu datang seraya berdiri tegak di depannya. Tidak lupa merapikan baju, rambut, juga ngelap iler yang nempel di pipi.
"Siapa lo?" tanya Sakura sinis. Dia melihat Sasuke dari atas ke bawah. Dari bawah ke atas. Atas ke bawah. Bawah ke atas lagi. Atas ke bawah. Bawah ke atas lagi. Atas ke bawah. Bawah ke atas lagi. Capek ah !
"Lo kok lupa sih? Gw kan Uchiha Sasukee !! Masa' lo lupa ama cowok nan ganteng se-konoha??" tanya sasuke heran. Muncul kepedean khasnya yang juga dimiliki Itachi. Sifat khas klan Uchiha kini bener-bener terbalik 360 derajat. (Itu mah muter-muter aja !)
"Uchiha Sasuke? Gw ga kenal lo. Lo juga jgn sok-sok kenal ama gw ! Kalo nge-fan, ga usah kepedean basi kayak tadi ! Dasar rambut pantat bebek ! Nyebur aja ke comberan sono !" ujar Sakura dengan juteknya.
"Huwwaaaaaaaaaaaaaaaaaa…..!!!!" Sasuke menangis meraung-raung. Narik-narik rambut sampe pada rontok. Banting-bantingin kursi. Akhirnya dia digotong ke RSJ terdekat oleh tim anbu.
Sutradara : "CUT ! CUT ! CUUUUUT !!"
Author: "Maab pak bu dek kak bang kek nek om tante nak cu cit…"
Sasuke : "Kurang panjaaang !!! (sewot)"
Sakura : "Napa sih?"
Author: "Ada kesalahan dialog !"
Sasuke : "Yang manahh ?!!"
Author: "Bukan lo !!! (balas sewot) Gw ngomong sama Sakura !"
Sasuke : "Huh ! (monyong 5 inchi)"
Sakura : "Dialog yang mana?"
Author : "Barusaaan... waktu adegan ngebentak Susuke..."
Sasuke : "SASUKE, blo'oooon !!"
Sakura : "Ngoooooh… yang itu ? Masa' iya sih… (sambil melihat teks dialognya) Eh, kok tulisannya di sini "Mak Jutek" ??!"
Author : "Karena itu gw bilang salah dialog ! Ketuker sama dialog "Mak Jutek dan Mak Centil" !"
Sasuke : "(sinis sambil menirukan kata-kata Author) Karena itu gw bilang salah dialog ! Ketuker sama dialog "Mak Jutek dan Mak Centil" !!"
Author : "Lo sinis banget sih sama gw !? Mau minta tanda tangan bilaang !! (dengan GR kampungan)"
Sasuke : "Ada ember?"
Sutradara : "Aduuuuuuhhh !!! Kaliaan !! (menahan lengan author dan sasuke) Anak sama ibu kok berantem..."
Author & Sasuke : "ANAK ?!! IBUU??!!! (Dengan wajah mual)"
Sakura : "Terserah laaah... yang penting udahan dulu dong berantemnya ! Besok juga boleh, tapi jangan sekaraang !"
Sasuke dan Author saling pelototan.
Sutradara : "Sekarang... kita lanjut lagi !! Take 67,....... and... ACTION !!!"
Akhirnya setelah beberapa menit, gadis yang ditunggunya itu pun datang. Rambut pinknya tampak berkibar mulus ditiup angin.
"Sa-Sakura-chan ! Akhirnya lo datang juga !" sapa sasuke semangat saat melihat gadis itu datang seraya berdiri tegak di depannya. Tidak lupa merapikan baju, rambut, ngelap iler yang nempel di pipi, de el el.
"A…Sasuke-kun ! Kau mengagetkanku saja…"ucap Sakura pelan dilanjut dengan senyum manisnya. Pokoknya maniiiiiiiiiis ! (Menurut sasuke) "Ngomong-ngomong sasuke-kun, apa yang ingin dibicarakan?"
"Ini mengenai kau dan aku…"wajah Sasuke mulai blushing. Mulai deh garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Kau dan aku…? Tentang apa…?? Soal kemaren lo gw siram pake keran itu?"tanya Sakura.
"Bukan yg itu…."Sasuke menyela.
"Yang waktu gw tinggalin lo di kuburan trus dikejer-kejer kuntilanak itu?"
"Bukaaaan…"sasuke mulai menunduk
"Oooo… atau yang waktu gw lari pas lo dicium orang gila sebelah rumah gw??"
"Bukaaaaaaaaaaannnnn….(Batin sasuke : Kalo ni cewek masih bacot juga, gw bisa bete lama-lama !!)"
"Atau yang…" sebelum Sakura selesai bicara, tangan Sasuke sudah mendarat di mulut Sakura.
"Ini lain."ucap sasuke pelan. Akhirnya Sakura diam juga.
"Jadi…tentang apa??" tanya Sakura. Mereka mulai serius.
"Kita duduk aja dulu. Ga enak bicara sambil berdiri." tawar Sasuke without expression dengan wajah menunduk.
"Atau tentang..."
'LO DIEM DULUUUUUU !!!!" bentak Sasuke geram membuat rambut Sakura terbang-terbang akibat angin yang dikeluarkan dari mulut sasuke.
0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
Sementara itu, Itachi dkk (dan kera-kera) udah manjat dan duduk di atas pohon dengan gaya aneh masing-masing sambil nonton mereka berdua.
"Aduuuhh… adek gw kira-kira berhasil ga' ya….?" Ucap Itachi sok panik sendiri.
Krik krik krik… No respon.
Aduuuuh…. Berhasil ga' ya…????" Itachi mulai kesal.
Krik krik krik krik… still no respon.
"Iiiiih… berhasil gak siiiihh???!!" Itachi mulai naik darah.
Krik krik krik… stay no respon.
Ck ! Berhasil ga' niiih…..???!!" Karena dari tadi tidak ada tanggapan dari teman-temannya, dia kehilangan kesabarannya yang masih dibawah normal. "Woy ! Berhasil ga' kira-kiraaaa ???!!! Malah pada cengo semua !!"
"Lha? Lo nanya ama kita? " tanya Zetsu dengan wajah o'on. "Gw kira lo cuma komat-kamit sok panic at the disco sendiri !"
"Weh ! Lo nge-copycat nama band paporit gw ?! Lo ngebajak nama panik at the disco ?!!" Sasori sewot pada Zetsu. Siap-siap menyerang dengan kugutsu teddy bearnya pinknya.
"Emangnya lo bukan tukang copycat!??" tanya Zetsu sebel. "Nama lo niru-niru band paporit gw ! Saosin !" balas Zetsu.
"Alaaaah…nama Sasori kan juga niru-niru nama bumbu masak itu looh ! SAORI !!" tambah Tobi dan langsung dapat sambutan gamparan Sasori.
"Jadi lo seneng nama gw jadi nama bumbu masak?!" geram sasori. Tobi mengangguk cepat tanpa takut-takut.
"Udah, udaah ! (Sang pembela dan pelerai orang-orang geblek dataaaaang… PAIN !) jangan ribuuut… mau rencananya sukses gaaa ?? Ntar kalo Itachi ketauan lagi ngintip mereka, kita bisa kacau !!" lerai Pain yang tangannya lagi menggenggam tangannya Konan.
"Sukses ato enggaknya kan berbalik ke Itachi. Kita-kita kan ga terlibat ! Apa rugi kita coba? Paling Itachi sendiri yang kena mampus ! Dasar tua bangka !" ucap Kisame santai yang lagi asyik pedicure manicure.
"Apa lo bilang, sam (keren bgt namanya)?!"bentak Itachi. "gw denger lo tadi ngejelekin gw."
"IIIIIHHH !! GE-ER !! Siapa yg ngomongin lo ! Ya kan, Tobi??" kata Kisame sambil memberi isyarat pada Tobi agar tidak membocorkan rahasia.
"Dia gak ngejelekin senpai, kok !" ucap Tobi. "tapi dia cuma bilang "Dasar tua bangka" !"
Kisame mulai membaca ayat Al-Qur'an. Mulai dari Al-Ikhlas ampe Al-Baqarah. Itachi cuma ketawa maksa dengan tampang killer.
"Tuan Hoshigaki yang ganteng....."ucapnya pelan sambil merangkul Kisame.
"A...ada apa, kakek? Jangan gombal deh... Ups !" Kisame kelepasan.
"GW BIKIN LO HIU GOREEEEEEEENG !!!!" jerit Itachi mirip kepala suku di pedalaman hutan yang nyuruh warganya buat nyantap manusia yang ditemukannya.
"Tunggu !!! Sebelum gw mati..." Kisame gemetaran. "tolong selesaikan mani-pedi gw dong. Gak afdol kalo mayat gw dikubur dalam keadaan berantakan kaya' gini"
"Didandani gimana pun juga tetep aja berantakan, Kisame..." tutur Zetsu.
"Sampai gw aja ga bisa bedain mana gigi mana mata." tambah Sasori.
"Sabar ya, senpai ! Senpai pasti bakal dikenang abadi selamanya sebagai orang paling keren sedunia deh" hibur Tobi dengan tampang innocent.
"Yakin, Tob??" tanya Kisame terharu. "Ternyata walaupun lo agak lemot, gw akui lo emang orang yang baiiik...."
"Maksudnya... diantara bangkai-bangkai hiu..."
0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
Setelah beberapa lama sasuke masih belum jawab apa-apa. (Lama bgt sih. Mana Authornya harus jumpa fans nanti…) Itachi de ka ka masih setia menunggu. Itachi ngupil, Kisame asyik pedicure manicure, Sasori sms-an ama ceweknya, Zetsu makan cemilan, Deidara asyik neropongin macam-macam, Hidan berzikir, Konan asyik ngobrol berduaan ama Pain, Kakuzu ngitungin duit, sedangkan Tobi main Empire Earth di laptop.
"Zetsu-san ! bagi cemilan dong !" pinta Sasori tiba-tiba sambil megang perutnya yang udah membunyikan alarm berkali-kali. Dengan alarm lagu Afterlife-nya A7x (author's fave soong !!)"gak ada makanan kecil, makanan besar juga gak pa-pa deh"
"Acaranya belum kelar tuh ! Tahan dikit !" tolak Zetsu. Padahal dia udah makan 5 bungkus. Ludes !
"Makan aja satu pabrik cemilan !" desis Sasori.
"HOREEEEEEEE !!!!!!! GW UDAH AMPE ATOMIC AGE-WW 1 !!! AHOOOOYY !!! HOREEE !!! HOREEEE !!! HOREEEE !! HOREEEE !!! HO…"teriak Tobi. Langsung di gaplok pake sandal jepit Hidan.
"Gw mau konsen zikir, tau' !" protes Hidan. Tobi cuma mencibir.
"Halah, sok alim lo !"celetuk Deidara yang lagi neropong gerombolan cewek-cewek di pemandian air panas. Dasar otak hentai ! "Asoooooiii… cantik bgt tuh ceweek !!"
"Daripada elo ! Ngintipin cewek mulu kerjanya ! Cuci tuh otak ! laki-laki mata ember !" dengus Hidan. "mata lo bisulan mampus lo !"
"Yeeee…! Gw kan lagi melihat pemandangan yang indah di situ ! Gitar spanyol broo !!" bantah Deidara. Hidan menggeleng-gelengkan kepalanya kaya' orang alim gitu.
"OOOOO…. Jangan-jangan lo mao nengok juga ??!!" teriak Deidara tiba-tiba. GLEK ! Hidan melongo inncocet. "Iya kaaaan????!! Lo sok-sok ngelarang gw padahal lo juga mau kaaaan??!"
Hidan terdiam sesaat, lalu dengan mimik sok sucinya, dia menolak matang-matang (mentah-mentah kali !) "Ih, sorry lha ya? Kalo mau mata bisulan, jangan ngajak-ngajak orang dooong ! Malu punya mata bintitan sendiri?!"
"Bener lo kaga nyesel?"tanya Deidara dengan devil facenya.
"Beneeeer !!!" teriak Hidan lagi.
"Gw bayar deeeh... 6 juta Ryo..."bujuk Deidara.
"Emang gw Kakuzu?!" Hidan sewot karena dirinya disamakan dengan Kakuzu, si mata duitan kelas kakap di Akatsuki.
"Gw beliin tasbih baru kalau gitu..."
"Enggaak !!!"
"Kualitas ekspor... asli dari arab lho..."
"Kurang jauh !! Gak tergoda !!"
"Dari Afrika pedalaman !! Puas ?!"
"TETEP GAK MAOO !!! Mau dari Arab, dari Afrika, dari kepala lo, dari buntut lo, I SAY NOOO !!!"
"Ya udah kalo gak mau.... Padahal di situ ada Tsunade-sama loooohhhh… dia lagi…"
"PINJEM TEROPONGNYAAAAAAAAAAAAA !!!!!!!!!"teriak Hidan sembari menyambar teropong Deidara. Deidara hanya tersenyum licik sambil cekikikan mirip Kuntilanak. Dasar penyesat umat Dewa Jashin !
"Virus hentai !" gumam Deidara sambil mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya. 'Sukses, kaann ???"
Krik krik krik krik... Deidara sweatdropped sendiri.
"Gw dikacangin..."batin Deidara sambil garuk-garuk kepala.
"Sakura… sudah lama aku ingin mengatakan ini…"
"Kamu udah ngulangin kata itu 20 kali, Sasuke-kun ! Cepetaaaan ! To the point aja deeeeh !!" Sakura mulai gak sabar dengan mata yg makin redup.
"Aku….."
Itachi de ka ka langsung mengalihkan perhatian ke Sasuke dan Sakura. Mereka mulai antusias nontonnya. Itachi ngangguk-ngangguk cemas sendiri. Pain dan Konan panik sambil pelukan (KACAAAAUUUUU !!!!!!), Sasori nutup mukanya, Tobi malah sesak napas , Kisame HHC sambil meluk Itachi (kalian emang yaoi. Aku restuin kok *ditendang Itachi FC* Kisame mah jarang punya FC ! XD) tapi langsung dilepas Kisame mengingat perkelahian tadi, Zetsu melotot, Kakuzu ngelipet-lipet kecil uangnya (karena snewen), Deidara terus menarik-narik teropongnya yang masih dipinjam Hidan yg terus neropongin cewek di pemandian.
"Woy ! Gatel lo ? Ntar gw garok lo pake kerokan sampah ! Nonton dooong !" bentak Deidara pada Hidan. Kini giliran Deidara yang sok alim.
"Gantiin posisi gw lo ! Haha !" ledek Hidan. Weleh… preman jadi ahli agama. Ahli agama jadi preman. Akhirnya teropong berhasil dirampas Deidara ketika Hidan digelitikin pinggangnya.
"Dei-jandaaaaaaaa !!!!" pekik Hidan kesal.
&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&
"Aku…………."ucap Sasuke ragu-ragu. Jari-jari telunjuknya saling beradu (kaya' Hinata lagi malu gitu loohh.. tau lah gimana !!)
"Sasuke, kamu udah bilang hal itu berulang-ulang selama 80 ka…"
"AISHITERU, SAKURA-CHAN !! LO MAU GA JADI PACAR GUEE ???"teriak Sasuke akhirnya dengan wajah merah . Wajah Sakura tak kalah merah bak kepiting rebus. Blushing !
Orang-orang lebay di atas pohon, langsung berteriak layaknya katrok guys, kecuali Itachi yg ga ikut teriak tentunya. "CHO SOUUUUUUUUURRR!!!!!!!! (kok asem?) ROMANTIS EUUUUUUUUYYYYY !!!!!!"
Sasuke en Sakura celingak-celinguk mendengar suara yang mirip suara-suara setan dari alam kubur itu.
"BEGOOOO !!" seru Itachi sambil ngacak-ngacak rambutnya. "Kalo dia tau dia gw buntutin gmnaaaahh ???!! Bisa mati gw !!"
"hehe… Sorry..sorry !! Soalnya romantis bgt…" ucap Kisame cengengesan.
"Ho'ooh ! Uchiha emang romantis ! Top !" tanggap Tobi sok-sok ga mau kalah sambil mengacungkan jempolnya.
"Apa?!" dengus pain sewot. "Emang Uchiha aja yg bisa romantis? Gw jugak bisa !! Konan… Mau gak… lo nikah ama gw…??? (Ayo teriak bareng-bareng : "PARAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHH !!!!!!")"
Semua ternganga. Pain ngelamar Konan?! Di pohon jengkol lagi?! Ga strategis amat sih tempatnya !
"Aku mauu beib… (BEIB??? WADOOOW !! PARAH + KACAAAAAUUU !!!) Tapi kita kawin bo'ongan aja yaaa…"
GDBUMMMM !!! Semuanya jatuh dengan posisi nungging.
Di bawah…
"Tapi Sasuke…" ucap Sakura tiba-tiba. "apa mungkin kita bisa bersama??"
"Untuk ente dan ane… eh , salah ! untuk kau dan aku… tiada yg tidak mungkin (anything's possible ! new coca cola zero su… eh? Kok nyerempet ke situ segh?) bahkan… untuk bersama…"
Akhirnya, Sasuke mendekati wajahnya ke wajah Sakura. JANGAN NEGATIP DULU !!
"Busyeeeeet !!! Adek gw?????" batin Itachi kaya' setan kepanasan.
"Mereka… mau ngapain tuuuh ????!!!" batin Kisame dengan gaya feminimnya. Bahasa untuk gaya Kisame yang sebenarnya sih "dengan gaya hiu betinanya".
"Astopirulloooh !! Ini mah pilem 16 taon plees !" ucap Hidan nepuk-nepuk dada sok alim lagi. Padahal dalam batinnya : "Alhamdulillaah…. Selama bertahun-tahun akhirnya gw bisa nonton yg ginian juga…"
"Taruiiihhh !! (keluar bahasa minangnya Deidara.) Lanjuuuuuttt !!!" seru Deidara melihat Sasuke dan Sakura pake teropong. Seneng. Dasar gatel ! Sini , gw garukin pake garokan sampaaah !! Tapi untungnya udah digaplok duluan ama Itachi karena teriakannya cukup keras.
"OMGGGG !!!" teriak kakuzu histeris.
"Mana nih LSJ !! (lembaga sensor jepang) Ga disensooor???!!" ucap Zetsu jengkel.
"Sasoriiii !!! Tutupin mata tobiii !! Dia masih keciiil !!" perintah Pain panik.
"Tobiii !! Tutup mataaa !!! Jangan ngintiiiip !!"seru sasori di telinga Tobi.
"Paan seeeeehh??? Emang Sasukenya mau main petak umpet ya ampe ga boleh diliat??" Tobi bertanya dengan gebleknya. Mata Tobi terpaksa ditutupin ama Sasori pake kaus kakinya busuknya.
"HOOOOOOEEEGGG !!!! JANGAN BIUS AKU, SENPAI !!!!"jerit Tobi kebauan seperempat mati.
"Hidung lo sebenarnya yang mana sih? Gw kira selama ini lubang di topeng lo ini mata..."tanya Sasori heran.
"Dua-duanya sih. Semua indera gw tergantung mata gw satu ni !"jelas Tobi. Sasori meringis ngeri. Bener juga sih... kalo lobang di topeng cuma satu, ya semua indera tergantung lobang itu dong !
"ARRRGGGHHH !!!"teriak Konan sambil…. Ya… memeluk Pain.
"Jangan teriak-teriak gitu dong, beib ! Kamu sekarang persis orang gila ! Ntar aku ga mau anak kita persis kamu !" pinta Pain yang direspon oleh gamparan Konan.
Ternyata, apa yang dilakukan Sakura dan Sasuke?
"Honey... aku baru tau loh kamu punya tahi lalat di deket mulut..." tutur Sasuke.
"Masa'?" Sakura meraba mulutnya. "Gw aja baru tau lalat bertahi di sini..."
"YA ELAAAAHHHH !!! KIRAIN MAU NGAPAIIIN !!!"teriak semuanya kecuali Itachi.
"Jangan teriaaaaaaak....." desis Itachi agak keras geram sambil merantukkan kepalanya ke pohon. "Ngerti bahasa bumi gak, siiih???"
"Gw cuma ngerti bahasa Mars." celetuk Tobi yang menyebabkan kepalanya ketiban kaleng softdrink.
"Eeeeh ! Mana adegan serunyaaa ???!!" gerutu Deidara membanting teropongnya.
"Dasar orang kaya ! Teropong mahal gitu dibuang !" Kakuzu sewot. "kan bisa gw jual. Lumayan lho harganya di pasaran..."
Deidara buru-buru mengambil teropongnya dan langsung menjaga jarak dari Kakuzu.
"Untung belum keburu diambil.... Kalo iya, gw gak bisa neropongin cewek-cewek mandi lagi..." gumam Deidara lega.
"Bagus buat gw, dei..." ucap Hidan sambil bertasbih dengan wajah.... gatel. "gw mau memantau umatku yang sesat dari atas gedung !"
"Memantau umat atau ngeliat cewek mandi....???"tanya Deidara menggoda.
"Ngeliat cewek mandi."Hidan berkata jujur.
'Gw mau kasih lo asal lo ....."
"Asal...?"
"Asal bayar, dooooong....."
"Kakuzuu !! Lo tularin penyakit lo ke Deidara, yaaa ?!!" tanya Hidan ke kakuzu.
"Penyakit apaan ?!" tanya Kakuzu.
"Commercial acute syndrome !!!"
Tiba-tiba, di saat puncak romantisme di antara Sasuke dan sakura , datanglah orang ketiga yang menghampiri mereka. Biasanya orang ketiga itu setan, tapi ini bukan setan. Manusia setengah setan ! Karin ! *Ditendang Karin FC*
"Oho... jadi kalian lagi mesra-mesraan !" seru Karin yang membuat kedua insan itu melihat ke arah sumber suara.
"Kalo iya, kenapa?"Sakura memasang tampang jengkelnya pada Karin. "Lo cewek ganjen dari team Hebi itu, kan?!"
"Tau juga lo. Tapi sorry ya, gw bukan cewek ganjen ! Lo tuh yang keganjenan !" hardik Karin.
"Eh, cari masalah lo ?!" Sakura menghampiri Karin dengan wajah kesal, namun segera dihentikan sasuke.
"Biar gw yang nanganin !" Sasuke turun tangan. "Heh, Karin, lo mau apa lagi sih?"
"Sasuke ! Aku mau kita bicara empat mata sebentar !"perintah Karin.
"Emang acaranya Tukul?" ledek sakura.
"Buat apa?" tanya Sasuke keberatan.
"Kita mau bahas pertunangan kita." jawab Karin dengan maksud agar membuat sakura cemburu. 'lo kan udah janji mau nikahin gw. Gw ga mau cewek sialan satu ini ngeganggu urusan kita."
"BRENGSEEEK !!!" seru Sakura seraya melayangkan tangannya hendak menampar Karin.
"Sweetie, cukup gw bilang !!" lerai sasuke menahan tangan sakura yang emosinya tak tertahankan lagi.
"Kok jadi acara berantem gini?" tanya Kisame.
"Senpai Deidara ! Mau support siapa?" tanya Tobi sambil merampas popcorn yang sedang dipegang Zetsu.
"TOBIIIII !!!"pekik Zetsu kesal.
"Gw yang baik aja dah ! Sakura !" jawab Deidara.
"Okeh. Kalo gitu aku Karin. Maju, Kariiin !!"
"Sakuraaa !! Tonjok mukanya !!"seru Deidara nggak mau kalah.
"Kariiin !!! Tonjok itunyaa !!! Yang atas ato yang bawah terserah deeh !!"seru Tobi yang alhasil dikenai tempelengan maknyus dari Itachi.
"Sekali lagi lo gitu, gw hajar itu elo !!" ancam Itachi garang.
"Hajar aja, senpai ! Tobi kan nggak punya itu !!" jelas Deidara dengan tampang jujurnya.
??
--------------===========================================================------------
"Lo mau apa lagi sih?! Masih belum puas soal tadi pagi? Lo bikin apes gw aja tau nggak !" ujar Sasuke pada Karin.
"Gw mau kita jadian ! Makanya, tinggalin tuh cewek !" kata Karin bersikeras.
"Ngerti nggak sih lo?" Sasuke mendorong Karin. Emosi abis ! "Gw nggak pernah suka ama lo ! Dan nggak akan pernah !"
Karin terhenyak. Dia menitikkan air matanya.
"JAHAAAT !!!" pekiknya seraya pergi dari situ. Sasuke menghela nafas panjang.
"Say..." Sakura memeluk Sasuke. "Lo ngelakuin itu semua demi gw...? So sweeet..."
"Wah, akting gw mantap ya? Aduduhh... gw berbakat juga ternyata !!" girang Sasuke.
GUBRAQ
Suasana hening di atas pohon.
"Tamat?" tanya Tobi longor.
"Bersambung ke episode minggu depan." sahut Deidara.
"Keren adik lo, bro ! Cara ngusirnya itu menghayati banget ! Matanya juga bicara gitu !" komentar Kisame.
"Lo pikir ini sinetron lop-lopan ?" Itachi cewod.
"Ketua !" panggil Zetsu. "Ketua kapan bisa romantis gitu?"
"Memang gw ngga romantis?!!" Pain ngga terima. "Lalu gw harus ngapain?"
"Cipika cipiki dong ! Bisanya kok nge-gombal doang." protes Sasori.
"Oke kalo gitu !!" pain bersemangat dan langsung mendekati bibirnya ke pipi Konan. Namun, langsung di tutup mulut Pain pakai selop Hidan.
"Taubatlah wahai siluman pierchiing !!" kata Hidan dengan bijaknya.
"BUSUUUUUUKKKKKK !!!" jerit pain histeris. "Mendingan bau ketek si Tobi ! Napa sih lo? Berdosa ya?!"
"Gw kasihan aja sama Konan kalo ngenyium bau gigi ketua. Coba, belum gosok gigi berapa bulan?"
"8 bulan." jawab Pain polos.
Semua muntah massal di tempat.
Karin berlari dan terduduk lemas di taman. Tampak ia masih menangis tersedu-sedu.
"Sasu...ke..." isaknya. Tiba-tiba, muncul suigetsu di belakangnya.
"Soal sasuke Uchiha?" terkanya. Karin mendelik ke arah Suigetsu.
"Ngapain lo disini?!" hardik Karin kesal.
"Ya nyapa lo lah !" jawab suigetsu cengengesan. "udaaah.... ngapain cowok kaya' dia dipikirin terus?! Kerenan kakek gw ! Nyiksa diri aja..."
"Lo reseh banget sih, dasar gigi gergaji !!" Karin beranjak dari sana dengan kesalnya. Suigetsu cuma ternganga memperhatikan Karin.
Eperiwaaan ! R & R please ! ^^
Next Chapter : Karin's 1st action !
