Disclaimer : Bukan Punya Saya!

ModernAU! ApocalypseAU! Reincarnation! Mature! Inc! Harem?! SmutPlotStory! Lemon! Berantakan! Newbie!

"bla bla bla" Percakapan

"bla bla bla" Batin

"Bla bla bla" Jutsu


Jepang merupakan salah satu negara pendiri dari Asian Front. Bersama dengan China dan Korea Selatan, mereka membentuk aliansi dan mengajak negara Asia lainnya tersebut sebagai balasan dibentuknya aliansi lain di dunia. West Federation adalah aliansi bentukan Amerika dan negara - negara maju di Eropa. South Alliance kemudian dibentuk oleh negara - negara di Amerika selatan dan sebagian besar negara di Afrika. Selain ketiga Aliansi negara lainnya, di Asia Tenggara dan negara - negara kepulauan di Oseania membentuk aliansi tersendiri, Oceanian Union.

Kegagalan PBB dalam menjaga keseimbangan dan kedamaian di dunia serta kepentingan kalangan atas membuat PBB dibubarkan dan masing masing dari negara membentuk aliansinya masing - masing. Selain adanya kepentingan kalangan tertentu, kemajuan dan ledakan teknologi di tahun 2050 membuat keseimbangan teknologi dan kekuatan semakin goyah. Para aliansi dan sekutu berlomba dalam pengembangan teknologi dan kekuatan. Terasa bahwa terdapat ketegangan antar aliansi negara - negara, dan para wartawan serta jurnalis menyebut keadaan sekarang sebagai "Silent War".

...

Kepulan asap membumbung tinggi di sejumlah titik. Roda Humvee yang dikendarai Naruto masih terus berputar, berpacu dengan jalan yang saat ini porak poranda. Banyak mobil dan kendaraan terbakar serta menghalangi jalanan.

Blar...

Blar...

Blar...

Grayfia yang menerobos jalanan menabrakkan Humvee yang dikendarainya melewati mobil mobil terbengkalai itu.

Daerah yang dilewati oleh mereka tidak ada tanda keberadaan zombie, meskipun tercipta suara berisik dari hasil tabrakan. Para zombie mungkin telah beralih ke sisi lain kota yang mana berpenduduk lebih padat.

Letak Uzu Corp berada di sebelah barat Kota Kuoh, yang tergolong sepi dan sedikit jauh dari pusat keramaian.

"Nee, Grayfia-nee. Kenapa Kaa-san mau menerima proyek ini jika resiko yang ditimbulkan akan sangat besar?" Sorot mata Naruto melihat sekeliling, jalanan tampak rusak.

Grayfia masih berfokus ke jalanan, sesekali melihat ke belekang untuk memastikan mereka tidak diikuti. "Entahlah Naruto-sama, Kushina-sama tak pernah menceritakan alasannya."

Naruto menganggukkan kepala, ia tahu bahwa perjalanan masih cukup lama sehingga ia memejamkan matanya.

...

Tes

Tes

Tes

Sebuah ruangan dan suasana yang familiar bagi Naruto. Ruangan besar tanpa batas dan lantai berair yang menjadi tempat baginya jika tidak sadarkan diri dahulunya. Sekarang hanya ruangan kosong.

"Ceh, Kurama tak ada disini." Matanya melihat sekeliling. Memang, sebelum pelatihan di Genbu, hubungan antara mereka berdua tidaklah baik. Kurama terus mengalirkan chakranya pada Naruto dan bermaksud untuk melemahkan segel yang mengekangnya sehingga nantinya akan bebas. Namun berkat hal itu pula Naruto selalu selamat dari keadaan yang mengancamnya.

Naruto merasakan sedikit sisa chakra Kurama yang tertinggal. Ia menutup mata dan berkonsentrasi, beberapa saat kemudian kumpulan bulp chakra berwarna jingga terkumpul di depan Naruto dan membentuk gumpalan cukup besar.

Naruto membuka mata dan menjulurkan tangannya. Ia tersenyum simpul, namun cukup bersedih karena teman yang menemaninya sedari kecil telah hilang. Hanya sisa chakra yang terkumpul di depannya inilah peninggalannya. Naruto berkonsentrasi kembali dan kemudian tersadar dari mindscape nya. Mereka masih terus berkendara, menyusuri jalan.

Tak berselang lama, terlihat sebuah gedung kaca tinggi dan bertuliskan Uzu Corp. Gedung Uzu Corp memang terlihat futuristik dan megah, berbanding terbalik dengan beberapa gedung lain yang berada di kawasan tersebut dan masih memiliki desain pabrik serta perusahaan pada umumnya.

Keadaan kawasan tersebut cukup sepi dan tak ada tanda tanda zombie. Humvee yang dikendarai Naruto dan Grayfia terlihat menghindari mobil mobil dan serakan yang menutupi jalan. Itu dilakukan untuk mencegah zombie mendengar suara berisik dan mendatangi mereka.

Humvee berhenti di depan pintu masuk gedung Uzu Corp. Naruto dan Grayfia keluar dari Humvee dan bergegas masuk ke dalam gedung. Keadaan kacau balau dan porak poranda, terlihat beberapa sudut ruangan ada api menyala dan membakar barang di sana. Mata Naruto melihat sekeliling dan melihat keadaan.

"Aneh."

"Apa yang aneh, Naruto-sama?" membalas gumaman Naruto.

"Sejak tadi, kita tak menemui tanda - tanda makhluk jelek dan suasana di sini sungguh sepi dan senyap." Naruto mengikuti Grayfia yang memimpin jalan untuk menjemput keberadaan Kushina.

Grayfia juga merasakan hal aneh itu, sejak tadi meskipun dia tenang, matanya melihat sekeliling dan bersikap waspada. Tempat yang biasanya penuh dengan hirup pikuk dan kesibukan dari para pegawai Uzu Corp menjadi sangat senyap dan porak poranda. Grayfia merasakan bahwa mereka sedang diawasi oleh sesuatu.

Naruto menyentuh Fuin yang ada dilengannya dan sebuah kunai muncul di tangan. Firasat Naruto merasakan akan terjadi sesuatu.

Prang...

Pyar...

Kaca yang berada di ruangan tersebut pecah. Beberapa siluet manusia masuk melalui lubang kaca dan menerjang ke arah mereka berdua. Melihat tersebut, Naruto bersiap dan Grayfia mengeluarkan pedang kejutnya.

Salah satu siluet menerjang ke arah Naruto dan menghunuskan sebuah pedang.

Trankkk...

Pedang tersebut berhasil Naruto tahan menggunakan kunai yang ia pegang. Sementara mereka beradu kekuatan, Grayfia menahan 2 siluet lainnya.

"Apa kau baik - baik saja, Naruto-sama?" Grayfia mendorong kedua orang tersebut dan melihat ke arah Naruto.

"Aku baik baik saja"

"Sebaiknya khawatirkan dirimu sendiri daripada orang lain." Salah seorang siluet tersebut menerjang maju, menghunuskan pedangnya. Grayfia melompat kebelakang menghindari hunusan. Seorang yang lain menebaskan pedangnya, namun Grayfia kembali berhasil menghindar. Dua orang tersebut sengaja memancing Grayfia untuk menjauh dari Naruto dan pimpinannya.

Sementara Grayfia meladeni dua orang penyerang lain. Naruto masih berusaha melawan seseorang di depannya. Wajahnya tak dapat dikenali karena menggunakan penutup wajah, sama seperti Topeng Anbu di dunianya dulu.

Trink... Trink

Naruto menangkis sabetan pedang sosok tersebut. Naruto yang dari tadi hanya bertahan, mulai untuk menyerang. Ia melompat ke depan mengayunkan kunai yang ia pegang ke leher musuhnya.

Trink...

Sosok itu berhasil menahan serangan Naruto. Belum selesai Naruto menyerang, Naruto mengayunkan kaki untuk menendang kepalanya. Sosok itu menundukkan kepala dan melompat menjauh. Melihat kesempatan itu, Naruto melemparkan shuriken yang ia ambil dari Fuin di lengannya.

"Shuriken Kagebunshin no Jutsu"

Shuriken yang Naruto lemparkan bertambah jumlah dan membuat sosok itu membelalakkan matanya terkejut. Memanfaatkan keterkejutan lawannya, dengan kecepatannya, Naruto menghilang dan muncul di belakang lawannya. Ia mengayunkan kakinya untuk menendang, namun betapa terkejutnya Naruto, tendangannya ditahan oleh sebuah lengan mekanik yang muncul dari punggung lawannya. Shuriken yang ia lemparkan tadi dapat ditangkis oleh sosok itu, namun beberapa shuriken lolos dan mengenai lawannya.

Tendangannya berhasil ditepis, namun ia mengayunkan kunai tersebut hendak menebas lawannya itu.

Trink...

"Cih" Naruto mendecih kesal karena serangannya berhasil digagalkan. Ia melompat mundur dan bersiap kembali untuk serangan berikutnya.

"Siapa kau?" Naruto masih dalam posisi siaga."Kenapa kau menyerangku?"

Sosok itu tak menjawab dan hanya bergumam sembari memegang telinganya. Sorot matanya melihat ke Naruto yang masih bersiaga. Dengan tiba - tiba ia menerjang maju ke arah Naruto, namun sebelum mereka kembali beradu senjata, sosok tersebut melemparkan bom asap. Kepulan asap beredar, Naruto melompat keluar dari kepungan asap, dan merasakan sosok yang ia lawan telah pergi menjauh. Ia juga merasakan pertarungan Grayfia telah selesai dan satu lawannya berhasil kabur sedangkan lawan lainnya berhasil ia kalahkan.

Naruto tak berusaha mengejar musuhnya tersebut karena staminanya yang hampir mencapai batas. Setelah mengeluarkan jutsu Katon tadi, chakra dan staminanya terkuras. Karena pada dasarnya tubuhnya ini belum sanggup untuk menopang kekuatan shinobinya.

Naruto pergi dari tempat pertarungannya dan mencari keberadaan Grayfia. Beberapa saat berjalan, ia melihat Grayfia sedang mengikat lawannya yang terlihat sedikit babak belur dan tak sadarkan diri. Grayfia juga terlihat baik baik saja, namun terlihat beberapa luka di tubuh Grayfia dan pakaiannya yang sobek.

"Kau baik - baik saja, Grayfia-nee?"

"Aku baik baik saja Naruto-sama." Grayfia selesai mengikat orang tersebut. Netra mata Naruto melihat orang yang berhasil Grayfia ikat. Pakaian serba hitam dan hoodie yang menutupi serta topeng itu terlihat rusak. Naruto sedikit terkejut melihat sebuah lambang kipas merah di lengan baju orang tersebut. Ia juga sedikit terkejut, pengasuhnya ini bisa melawan dua orang dan berhasil mengalahkan salah satunya. Ibunya memang tak sembarangan dalam memilih pengasuhnya ini.

"Uchiha". Gumam Naruto. "Meh, hal gila apalagi yang akan aku temui nanti."

Grayfia yang mendengar gumaman Naruto, membalas "Pasukan Keamanan Pemerintah mengirim mereka, kemungkinan untuk menangkap Kushina-sama."

"Jadi sama seperti di duniaku dulu, Uchiha menjadi pasukan keamanan."

"Kita harus bergegas Naruto - sama." Grayfia kembali memimpin jalan.

"Bagaimana dengan ini?" Naruto menunjuk tawanan yang terikat dan tak sadarkan diri.

"Kita tinggalkan di sini lebih dahulu. Dia tak akan bisa kabur."

"Oh, Baiklah." Naruto mengikuti Grayfia. Mereka terus bergerak dan tiba di sebuah pintu besi besar. Grayfia memasukkan tanda pengenal dan pintu kemudian terbuka.

Naruto memang pewaris utama perusahaan ini, namun ini baru pertama kalinya ia mendatangi Uzu Corp. Dari ingatan sebelumnya, ibunya Kushina selalu bilang untuk fokus pada pendidikannya sehingga siap jika nantinya memegang perusahaan.

Grayfia masuk ke dalam ruangan tersebut diikuti oleh Naruto. Meskipun pintu tertutup, di dalam ruangan tersebut tak berbeda dengan ruangan sebelumnya yang terlihat berantakan dan porak poranda. Terlihat di dinding ruangan, bekas cakaran dan retakan yang disebabkan oleh sesuatu. Mereka terus berjalan dan sampai diruangan yang memiliki kamar berkaca dan berjejer. Kaca kaca tersebut telah pecah hancur berantakan dan tidak ada penghuninya di setiap kamar.

Netra Naruto melihat sekeliling mengamati keadaan sekitar.

"Ini adalah ruangan pengujian untuk chip yang dikembangkan oleh Kushina-sama." Grayfia menjelaskan. "Chip itu dipasangkan pada subjek dan dilihat perkembangan serta efek sampingnya."

Mereka sampai di sebuah pintu besi besar lagi, dan Grayfia mengeluarkan tanda pengenal. Identitas diterima oleh mesin dan pintu terbuka, dan ternyata sebuah lift. Mereka berdua masuk ke dalam dan lift membawa mereka ke bawah.

Drap...

Beberapa saat kemudian lift berhenti dan pintu terbuka. Mereka keluar dari lift dan terkejut melihat ruangan yang ada di depannya.

...

Ia merasakan sakit kepala yang hebat dan tubuhnya serasa tak bisa bergerak. Matanya perlahan terbuka, ia berusaha melihat sekeliling namun penglihatannya masih kabur. Tubuhnya menegang mengingat bahwa dirinya masih berada di ruang kepala sekolah dan pintu masuk yang ia blokade hampir jebol akibat kerumunan zombie.

"Ugh" Tsunade melenguh sakit dan memegang kepalanya. Badannya terbaring dan kedua tangannya sulit digerakkan. Ia berusaha menoleh ke sekeliling. Ia sedikit tenang melihat bahwa dirinya tak berada di ruangannya dan dalam keadaan bahaya.

Ia kembali mengingat ada seseorang yang bertarung di luar ruangannya sehingga perhatian para zombie teralihkan. Namun ia juga terluka karena gigitan dari zombie karena berusaha menahan pintu agar tak dijebol. Ia berusaha menahan kesadarannya sembari menahan luka bekas gigitan sebelum akhirnya hilang kesadaran ketika orang yang bertarung di luar ruangannya masuk ke dalam. Ia melihat surai merah sebelum akhirnya pingsan dan terbangun di ruangan yang ia tempati sekarang.

Kriet...

Pintu ruangan Tsunade berada dan sosok perempuan masuk ke dalam. Shizune diberikan perintah oleh Grayfia untuk mengawasi orang ini.

"Oh, kau sudah tersadar rupanya." Shizune berjalan mendekat, dan terlihat surai hitam pendeknya serta pakaian formal yang ia kenakan. Seharusnya dia berada di Uzu Corp bersama dengan Kushina sebelum infeksi meledak. Namun, ia berada di kediaman Uzumaki karena ada beberapa dokumem yang harus ia ambil. Ketika infeksi meledak ia masih di sini dan berusaha untuk kembali ke Uzu Corp, namun dihentikan oleh Grayfia.

Tsunade berusaha menoleh untuk melihat siapa yang datang. Matanya masih kabur dan badannya masih belum bisa digerakkan.

Melihat raut tanya Tsunade yang ditujukan padanya, Shizune menjelaskan "Aku Shizune, orang yang sementara waktu bertanggung jawab di sini."

Tsunade menganggukkan kepalanya. "Kau diselamatkan oleh Naruto-sama dan dibawa ke kediaman Uzumaki."

Uzumaki, memang benar salah satu muridnya merupakan keturunan klan tersebut. Siapa yang tidak tahu Uzumaki, klan yang memiliki perusahaan Uzu Corp dan masuk ke jajaran perusahaan dengan keuntungan terbesar. Uzumaki Kushina merupakan teman, sepupu sekaligus adik kelasnya ketika masih kuliah dulu. Hal itu terjadi karena Uzumaki dan Senju memiliki hubungan kekerabatan.

"Kau terkena gigitan makhluk jelek itu, tapi untungnya kami memiliki serum untuk mengatasinya." Jelas Shizune. "Namun itu tak menutup kemungkinan masih ada efek samping yang terjadi pada tubuhmu."

Tsunade menganggukkan kembali kepalanya. Ia merasakan balutan perban pada bekas luka gigitan dan sedikit rasa nyeri. Shizune duduk di sebelah tempat tidur Tsunade, dan memeriksa keadaannya.

...

Sebelum Kedatangan Naruto dan Grayfia

Kushina tak pernah menyangka proyek yang ia terima beberapa tahun silam akan menjadi malapetaka yang menghancurkan dunia. Awalnya, ketika ia melihat garis besar rencana proyek ia merasa tak masalah. Namun hal ini juga yang membuat Kushina juga bersiap jika terjadi hal paling buruk. Orang yang membawa proyek ini adalah orang yang tak dapat dipercaya.

Salah satu alasan ia menerima proyek ini adalah keadaan Uzu Corp yang dulu sedang tidak stabil dan berada di ambang kebangkrutan. Setelah ia bercerai dengan Minato, perusahaan dibagi menjadi 2 nama kepemilikan dan ia mendapatkan hak yang lebih kecil dari Minato sebagai ganti hak asuh Naruto ia miliki.

Beberapa tahun pengembangan dan penjualan, semua berjalan dengan lancar. Keadaan dan keuangan Uzu Corp membaik dan masuk ke dalam perusahan besar dengan penghasilan terbesar. Ia juga bisa membiayai dan memberikan fasilitas terbaik untuk anak semata wayangnya, Naruto.

Keadaan sedikit berubah ketika seorang utusan dari pemerintah memberikan perubahan rencana proyek dan ikut campur dalam pengembangan. Nanoteknologi yang dipasangkan pada chip mengalami perubahan dan mengakibatkan mutasi pada penggunanya.

Nanoteknologi ini dikembangkan demi kemajuan manusia, terutama di bidang kesehatan. Selain itu, ini dilakukan sebagai balasan teknologi yang dikembangkan oleh aliansi West Federation dan aliansi lainnya. Keadaan 'Silent War' membuat aliansi negara negara berlomba dalam pengembangan teknologi dan militer.

Kushina juga paham akan keadaan politik dunia yang bersitegang, proyek inipun bagian dari rencana aliansi Asian Front.

Setelah memerintahkan Grayfia untuk mengaktifkan protokol keamanan, Kushina pergi ke ruang arsip Uzu Corp. Ruangan tersebut cukup besar dan biasa ia gunakan sebagai tempatnya menyendiri di Uzu Corp. Meskipun terdapat banyak rak buku dan arsip dari perusahaan, di salah satu sisi ruangan memiliki layar monitor dan komputer sebagai penyimpanan dokumen. Selain sebagai ruangan penyimpanan dokumen dan arsip, ruangan ini memiliki beberapa ruangan lain yang saling terhubung dan memiliki tingkat keamanan canggih, sebagai protokol keamanan. Ruangan tersebut terletak di ruang bawah tanah yang cukup dalam dari permukaan.

"Sial" Kushina mengumpat, ia sedang membereskan dokumen dan akan menyelamatkan diri ketika Pasukan Keamanan Pemerintah merangsek masuk keruangannya.

Kushina terkejut dan tak menyangka ia akan ditangkap oleh Pemerintah di tengah kekacauan ini. Ia menyadari pemerintah membutuhkan kambing hitam untuk bencana yang terjadi. Dan di sinilah mereka akan menangkap dirinya.

"Atas perintah Pimpinan Aliansi, Kau, Kushina Uzumaki ditangkap karena mengakibatkan bencana ini." Pimpinan dari pasukan itu menyampaikan perintah penangkapan dirinya.

"Cih, jadi begini cara main mereka." Kushina mendecih kesal.

Dua orang dari lima anggota pasukan itu maju ke depan untuk menangkap Kushina. Ia masih tak bergeming dan membereskan dokumen yang ia tangani. Salah satu tangan Kushina memegang serum berwarna hijau yang disimpan pada sebuah suntikan.

Serum yang dikembangkan oleh dirinya dan Shizune serta ilmuwan lain ini masih dalam tahap ujicoba dan belum diaplikasikan pada manusia. Ia menyuntikkan serum itu pada dirinya. Dua orang yang melihat Kushina sedang melakukan sesuatu segera berlari mendatangi Kushina.

"Meh, semoga tak berakibat terlalu fatal." Sebelum Kushina kehilangan kesadaran.

Pasukan keamanan yang melihat Kushina tak sadarkan diri segera memborgol dan menangkapnya. Pimpinan pasti akan senang dengan kerja mereka, ditambah misi kali ini berjalan lebih mudah karena Kushina tidak dikawal oleh si rambut abu - abu.

"Tak ada perlawanan, kita bawa dia ke pusat." Titah pimpinan pasukan itu.

Mereka membawa Kushina dan beranjak keluar ruangan.

"Hei, kenapa dengannya?" Salah seorang pasukan menunjuk Kushina yang tak sadarkan diri. Badannya bergetar dan keringat dingin bercucuran membasahi tubuh Kushina. Dalam sekejap, mata Kushina terbuka namun bukan berwarna violet yang menawan tapi merah menyala.

Crat...

Salah seorang pasukan jatuh terduduk dengan kepala hilang dan darah mengucur. Pimpinan pasukan itu terkejut dengan kejadian tiba tiba itu dan segera melompat menjauh dari Kushina diikuti anggota lainnya.

Tangan Kushina yang ia gunakan untuk menebas orang itu kembali ke bentuk semula. Tubuhnya sedikit membengkak namun tak menghilangkan kesan seksi yang ia miliki. Sorot matanya melihat ke arah pasukan yang menangkapnya.

"Sial" Umpat pimpinan pasukan itu.

...

Naruto dan Grayfia masuk ke ruangan Kushina berada. Ruangan tersebut lebih kacau dari ruangan sebelumnya. Darah terciprat dan menempel di mana mana. Tembok hancur dan berlubang terlihat disalah satu sudut.

"Apa yang terjadi di sini?" Naruto melihat sekeliling, sedikit terkejut dengan keadaan tersebut, berbeda dengan ruangan lainnya.

Netra Grayfia melihat ke sudut ruangan dan terlihat beberapa tubuh manusia yang mati dan tercabik - cabik. Di sisi lain ruangan terlihat tubuh Kushina yang tergeletak tak sadarkan diri. Melihat hal itu, Grayfia segera menghampiri Kushina dan mengecek keadaannya. Naruto yang melihat Grayfia berlari, mengikutinya dan terkejut melihat tubuh Kushina yang tak sadarkan diri dan penuh bercak darah.

"Kaa-san. Apa yang terjadi padamu?" Naruto segera menggendong tubuh Kushina. "Kita harus melakukan sesuatu Grayfia-nee." Naruto sedikit panik dengan keadaan Kushina.

"Kita harus membawa Kushina-sama kembali. " Jawab Grayfia. "Sebaiknya kita bergegas sebelum mereka kembali lagi."

Mereka berdua segera beranjak dari ruangan itu dan menuju ke Humvee. Tak lupa Grayfia membawa tawanan yang telah sadarkan diri yang mungkin nantinya dapat berguna untuk memperoleh informasi.

Perjalanan mereka tak ada kendala yang berarti dan hanya menemui beberapa zombie yang ditabrak oleh Grayfia. Setelah sampai ke kediaman Uzumaki. Naruto segera membawa Kushina ke ruang perawatan.

"Apa yang terjadi pada Kushina-sama?" Shizune panik melihat keadaan bos nya.

"Tak ada waktu untuk bertanya, segera siapkan ruang perawatan." Ucap Naruto.

Shizune menganggukkan kepala, dan menyiapkan ruangan. Naruto mengikuti langkah Shizune sedangkan Grayfia membawa tawanan ke ruang tahanan dan menginterograsinya.

...

"Jadi untuk apa Pemerintah menginginkan Kushina Uzumaki?" Ruangan gelap dan hanya disinari cahaya lampu redup itu menjadi ruang introgasi tahanan yang ditangkap Grayfia.

Tahanan yang ditangkap Grayfia masih mengenakan topeng dan pakaian khas Pasukan Keamanan. Tangan dan kakinya diikatkan pada kursi tempat duduknya.

Tahanan itu masih bungkam dan tak mengucapkan sepatah katapun. Grayfia yang tak menerima jawaban atas pertanyaannya kembali bertanya.

"Memilih untuk bungkam eh..."

Grayfia berjalan mendekat ke tahanan itu dan berusaha membuka topeng yang ia kenakan. Topeng menjadi protokol keamanan untuk Pasukan Keamanan milik pemerintah agar tak dikenali ketika melaksanakan pekerjaan kotor. Tiap anggota Pasukan Keamanan yang mengenakan topeng masuk ke dalam skuad khusus yang menerima pekerjaan langsung oleh pemerintahan.

Topeng itu berhasil dilepas oleh Grayfia, dan melemparnya ke sembarang tempat. Mata Grayfia sedikit melebar dan terkejut melihat siapa yang berhasil ia tangkap.

...

Naruto yang melihat Kushina, ibunya terbaring di kasur sedikit meringis. Meskipun dalam keadaan tertidur, Naruto dapat melihat bahwa ibunya sedang merasa gelisah dan tak tenang. Keringat bercucuran di badan Kushina. Ia dan Grayfia menemukan Kushina dalam keadaan tak sadarkan diri dan beberapa bagian pakaian yang ia kenakan sobek tak beraturan, menampilkan kulit putih mulusnya.

Naruto menggelengkan kepalanya, ia berjalan mendekati Shizune yang berkutat dengan alat alat medis. Shizune merupakan orang kepercayaan Kushina di Uzu Corp. Segala urusan yang berhubungan dengan perusahaan ia yang urusi dan membantu ibu nya. Naruto sendiri sudah beberapa bertemu dan mengobrol dengan Shizune.

"Jadi, apa yang terjadi dengan, Kaa-san? Shizune-san?" Tanya Naruto melihat Shizune yang berkutat dengan komputer canggih di depannya.

"Kushina-sama menggunakan serum yang sedang dikembangkan oleh perusahaan pada dirinya sendiri." Jelas Shizune "Ia akan meningkatkan kemampuan tubuh namun masih belum teruji pada manusia."

Naruto menganggukkan kepala. Serum yang dimaksud oleh Shizune mungkin cairan sama, yang diminum oleh Mizuki.

"Jadi, adakah efek sampingnya?" Naruto kembali bertanya.

"Saat ini, saya sedang memeriksanya, Naruto-sama."

Naruto kembali menganggukkan kepala. Jika menilik sebelumnya, serum yang memberi kekuatan pada pemiliknya akan memiliki kompensasi dan efek samping pada tubuh, sama seperti kejadian Mizuki.

Tak mau mengganggu Shizune bekerja, Naruto memutuskan untuk keluar mencari udara. Meskipun dalam dirinya ia merasa khawatir pada keadaan ibu nya, ia percaya dan menyerahkan pada ahlinya untuk mengobati Kushina.

Naruto keluar, dan menuju ke balkon dari kediaman Uzumaki. Tembok besi tinggi dengan senapan mesin masih bersiaga dan berputar otomatis mengawasi keadaan sekitar. Tubuh zombie terlihat bergelimpangan dan terbakar akibat jutsu Naruto. Bau anyir dari tubuh zombie lain juga tercium oleh hidung Naruto.

Naruto menghela napas, sudah beberapa bulan ia 'terjebak' dan bereinkarnasi di dunia baru ini. Ia tak bisa memenuhi ramalan dari Kakek katak dan misi yang diberikan oleh Petapa Genit tak dapat ia genapi. Banyak hal di dunia ini yang baru baginya, tapi ada beberapa hal juga yang membuatnya tertawa hambar karena orang - orang di dunianya juga di sini, meskipun bukan yang ia kenal. Tsunade, Shizune, dan bahkan ibu nya Kushina masih hidup di sini. Mungkin ia akan membiasakan diri dengan hal tersebut.

Tes

Tes

Tes

Naruto yang sedang larut dalam pikirannya sedikit terkejut ketika dirinya ditarik ke dalam alam bawah sadarnya. Ia melihat pantulan dirinya di air yang ia pijak, surai kuning, 3 garis di masing-masing pipinya dan mata birunya.

"Hei, diriku?"

Naruto menoleh ke depan dan mendapati seseorang yang mirip dengannya namun dengan surai merah, tanpa garis di pipi dan mata violet yang sama dengan ibu nya menatap dirinya tersenyum.

"Yah, kau tidak kaget seperti yang ku prediksi." ia menggaruk belakang kepalanya dan tertawa.

"Jadi, untuk apa diriku memanggilku ke sini?" Naruto bertanya.

"Hanya menyapa. Toh sekarang, tubuh ini berada dalam kendalimu. Jadi aku hanya tinggal menikmati saja dari sini." Naruto menganggukkan kepala.

"Mungkin, ini akan menjadi pertemuan pertama dan terakhir kita nee. Jadi ku titipkan Kaa-chan padamu." Ia tersenyum dan tubuhnya perlahan memudar.

Naruti yang masih memproses kejadian yang terjadi hanya kembali menganggukkan kepala.

"Aku merestui kalian, anggap saja ini sebagai hadiah karena kehidupan kerasmu di hidup sebelumnya" Ia kembali tertawa, dan tubuhnya hilang seutuhnya. Hanya tersisa Naruto yang masih bingung.

Ia mengerjapkan matanya dan kesadarannya kembali. Ia masih berdiri di balkon rumahnya dengan bau anyir masih menyeruak di udara. Naruto menghela napas, bertemu dengan dirinya di dunia ini dan dirinya hanya mengucapkan beberapa kata yang ambigu membuatnya bingung. Sekarang ia memiliki kendali penuh terhadap tubuhnya ini. Dan bahkan dirinya di dunia ini menitipkan Kushina pada dirinya apalagi merestui mereka.

Naruto sedikit memerah memikirkan hal tersebut. Ia kembali mengutuk pikiran mesum dirinya di dunia ini terhadap Kushina. Ia tak habis pikir, bagaimana dirinya bisa menjadikan ibu nya fantasi liar nya. Tapi memang tak bisa dipungkiri bahwa Kushina memang memiliki tubuh seksi yang membuat lelaki kehabisan darah dan kelebihan imajinasi. Dengan tubuh seperti itu meskipun dengan usia yang tak lagi muda, Kushina masih memiliki tubuh yang didambakan wanita lain, apalagi bagian Payudaranya. Kushina juga sering menggoda dirinya di dunia ini dengan hanya mengenakan pakaian minim di rumah, atau dengen ejekan berbau mesum.

Naruto kembali menghela napas dan menggelengkan kepala, berusaha menghilangkan pikiran mesumnya. Ia harus kembali fokus dan bertahan hidup di dunia yang saat ini sedang kacau.

"Ugh, ku harap ada Shikamaru disituasi seperti ini." Temannya itu punya otak dan menyusun rencana lebih baik daripada dirinya.

"Lebih baik berdiskusi dengan yang lain." Gumam Naruto. Naruto masuk ke dalam untuk menemui Grayfia.

...

Di Suatu Tempat

Dia harusnya berada di pulau untuk liburan dan menikmati cuti yang diberikan Kushina padanya. Namun, Setelah ia melihat dan mendengar bahwa terjadi kekacauan besar serta kejadian aneh di mana orang - orang menggigit orang lainnya, ia membatalkan liburannya dan bergegas kembali ke Uzu Corp.

Ia menyaksikan kekacauan yang terjadi di bawah sana. Banyak teriakan yang terdengar dan asap membumbung tinggi ke langit. Helikopter yang membawanya menuju ke Uzu Corp terbang sedikit lebih rendah dari biasanya.

Syut...

Dlar...

Tanpa diduga helikopter yang ia naiki ditembak oleh sesuatu dan mengenai rotor belakang helikopter. Helikopter tersebut hilang kendali dan berputar jatuh ke bawah. Suara helikopter dan bunyi tubrukan mengundang kerumunan zombie untuk mendekat. Ia yang masih sadarkan diri namun tak bisa menggerakkan tubuh karena terjepit oleh bagian helikopter hanya bisa berpasrah diri dan menunggu nasibnya menjadi zombie.

Matanya mulai kabur dan kesadarannya semakin menghilang, begitupun dengan kerumunan zombie yang semakin mendeket.

Duar..

Duar...

Suara ledakan terdengar dan kepulan asap membumbung dari arah kerumunan zombie itu. Ia melihat siluet seseorang mendekati dirinya karena melihat cara berjalannya yang normal, sebelum kesadarannya hilang.

...

Di Suatu Tempat

Ruangan gelap dan minim pencahayaan menyambut pasukan yang baru saja menyelesaikan pekerjaan. Tiga orang yang mengenakan topeng masuk dan kemudian duduk menunduk menghadap seseorang di depannya.

"Bagaimana bisa kalian gagal?" Orang yang duduk dihadapan mereka bertiga berkata dengan nada marah. "Kalian hanya melakukan pekerjaan mudah dan sekarang kalian kehilangan anggota."

"Di mana sisa anggota kalian?" Siluet lain, yang berdiri di belakang orang itu ikut berbicara.

"Kami berhasil menangkapnya, namun ia meminum cairan serum dan mengamuk melawan kami." Salah satu pasukan yang menjadi pimpinan angkat bicara.

"Kalian memang tak berguna." Pimpinan itu mengepalkan tangannya erat, mendengar perkataan atasannya.

"Sekarang, di mana target berada?"

"Pengawalnya datang dan membawa bantuan, serta target di bawa oleh mereka." Jelas pimpinan pasukan.

"Lalu, apakah kalian berhasil membawa serum lainnya?"

"Kami berhasil membawa beberapa serum dan chip yang telah ditingkatkan dari lab mereka." Sang pimpinan maju ke depan dan menyerahkan sebuah koper. Koper dibuka olehnya dan terlihat beberapa serum berwarna hijau serta chip.

"Setidaknya misi kalian tidak mengalami kegagalan total." Ia menutup kembali koper tersebut dan menyerahkannya pada orang di belakangnya. "Kalian pergilah." titah orang tersebut.

Ketiga orang pasukan itu menunduk hormat kemudian pergi keluar ruangan.

"Jika bukan karena orang itu, sudah aku hancurkan orang sombong ini."

"Diamlah, mereka bisa mendengarmu."

Sementara ketiga anak buahnya pergi keluar ruangan, Orang yang menjadi atasan mereka berdiri dan memandang ke kaca transparan yang ada di ruangan tersebut.

"Jadi apakah dia mau untuk memperbanyak serum ini?" Tanya orang itu pada asistennya, yang masih memegang koper.

"Sejauh ini, dia masih bungkam dan tak mau bekerja sama." Balas asistennya. "Tapi para interogrator sedang berusaha untuk memaksanya."

"Kita harus cepat dalam bertindak." Orang itu menghela napas. "Pimpinan aliansi meminta kita segera menyelesaikan misi ini. Terlebih kekacauan yang terjadi sekarang, membuat kita semakin terhambat."

Pemerintah sebenarnya curiga dengan keadaan yang terjadi saat ini. Infeksi dan terciptanya para zombie diduga karena adanya mata mata musuh yang menyabotase penelitian di Uzu Corp. Karena selama waktu berjalan, pengembangan tidak mengalami hambatan dan kegagalan. Selain pengembangan chip, pemerintah juga mengembangkan sebuah serum.

Serum yang dimaksud adalah serum Super Soldier yang meningkatkan kemampuan dan kekuatan manusia. Dengan semakin meningkatnya ketegangan antar aliansi, memaksa tiap persekutuan untuk mengembangkan teknologi dan berlomba dalam kekuatan militer.

Asisten orang itu hanya menganggukkan kepalanya dan tak berkata apapun.

"Perintahkan regu C untuk mencari tahu posisi Uzumaki itu."Kata orang itu. "Kita harus secepatnya menemukan orang itu."

"Siap."

...

Ia membelai surai merah indah milik ibunya. Setelah diperiksa oleh Shizune, ia memberitahukan bahwa Kushina mengalami mutasi gen dan membuatnya memiliki kekuatan super. Shizune menjabarkan bahwa belum ditemukan efek samping selain mutasi tersebut. Tangan Naruto memegang tangan halus dan putih milik Kushina. Tubuh dan keadaan ibu nya menjadi lebih tenang setelah dirawat oleh Shizune.

Sebelum berada di kamar ibu nya, ia berdiskusi dengan Grayfia dan Shizune untuk langkah ke depannya. Naruto akhirnya memerintahkan Grayfia untuk mengumpulkan makanan dan beberapa benih untuk ditanam di halaman mereka. Setelahnya, ia bergegas untuk menjalankan misi dari Naruto. Naruto sendiri percaya dengan kemampuan Grayfia, karena ia yakin bahwa Grayfia bukan pengasih biasa. Sedangkan Shizune diperintahkan untuk melihat keadaan Tsunade. Karena telah diselamatkan olehnya, ia sekarang menjadi tanggung jawabnya, selain itu Senju masih berkerabat dengan Uzumaki.

Naruto masih duduk di samping Kushina, melihat dan membelai Kushina. Kushina tiba - tiba membuka matanya dan tangan yang dipegang oleh Naruto, mengerat. Naruto yang melihat ibu nya tersadar tersenyum.

"Kaa-san, akhirnya kau sadar." Kushina menoleh ke arah Naruto dan membalas senyumnya.

"Naruto." Gumam Kushina.


AN : Thanks untuk reviewnya pembaca yang baik. Ehm, aku membuat cerita ini tak berfokus pada Power Up MC karena melihat banyaknya cerita lain memilih alur seperti itu. Mungkin Power Up MC dan tokoh lain ada, namun tak sepenuhnya demikian.

Ini cerita yang muncul dalam pikiran dan langsung kutulis dan tak akan pasti dalam update. Karena biasanya hanya menjadi Silent Reader.

Sebagai pecinta Harem, cerita ini akan sebagian besar mengarah ke hal itu dengan plot tertentu. Selain itu, aku masih termasuk baru dalam menulis, jadi harap maklum jika banyak typo dan alur yang berantakan serta kurang konsisten.

Hidup Harem MILFS!!! Muegehehegeehhe...