Epilog
10 Bulan dan Setelah itu
"Lalu, apa yang terjadi, Mama?"
Gadis kecil itu menempel di ujung rok Shiho dengan mata besarnya berkedip penuh rasa ingin tahu.
Shiho yang berdiri di dapur memutuskan untuk terus bercerita untuk gadis itu sambil menyajikan hidangan di piring.
"Kakak perawat membawamu ke dada mama saat kau baru saja lahir. Mama sangat bahagia. Saat kau lahir kau sangat kecil, tapi hangat dan energik."
Cerita tentang kelahiran adalah salah satu cerita favorit para anak gadis. Gadis itu mendengarkannya berkali-kali dan mengingat apa yang akan terjadi selanjutnya, dia tidak pernah bosan dan meminta kelanjutan ceritanya.
"Bagaimana dengan Papa?"
"Papa bergegas ke bangsal ketika dia mendengar bahwa kau sudah lahir, dan dia dengan bahagia menyambutmu mengucapkan 'Halo, My love'."
Pipi gadis kecil itu memerah dan mengangguk dengan puas.
"Apakah aku bayi yang sangat kecil?"
"Karena kau berada di perut mama, kau seperti daun momiji di taman."
"Haha, daun momiji kecil sekali."
Shiho telah selesai menata meja, menatap gadis itu lagi. Dia seorang gadis kecil yang manis mengenakan gaun untuk acara khusus dan rambutnya dikepang.
"Ya. Kau tumbuh begitu besar sebelum mama menyadarinya."
Gadis itu terlonjak saat tiba-tiba Shiho berjongkok dan membuka tangannya.
"Kau sudah tumbuh besar."
"Ladies jangan berpelukan seperti itu."
Wajah gadis itu bersinar terang saat suara rendah terdengar dari belakang.
"Papa!"
Saat meninggalkan Shiho, gadis itu berlari ke arah pria jangkung di belakang.
"Professor dan yang lainnya sudah datang. Tampaknya Masumi akan segera sampai."
"Syukurlah aku sudah menyiapkan makanannya."
Hari ini adalah hari pesta ulang tahun gadis kecil itu.
Hari dimana dia dilahirkan kembali muncul di benak Shiho terasa seperti baru kemarin. Bukan hanya hari persalinan, itu adalah hari ketika dia mengetahui bahwa dia hamil. Rasa sakit yang tak terlukiskan karena mual di pagi hari, dan kesan hari ketika dia pertama kali merasakan gerakan janin. Hari-hari yang Shiho habiskan bersamanya lebih dekat daripada orang lain penuh dengan kejutan, kecemasan, dan kegembiraan yang luar biasa.
Furuya memberitahunya bahwa keluarga Miyano menantikan kelahiran Shiho saat itu. 280 hari yang dihabiskan bersama janin, sekarang Shiho memahaminya, itu adalah hari-hari berharga yang tak tergantikan baik bagi seorang ibu maupun orang-orang di sekitarnya yang mendukungnya, dan hari itu sudah lama sekali sejak dia lahir. terkadang dia ingin berteriak atau membuang semuanya dan menangis, tetapi lebih dari itu, hari-hari yang dia habiskan dalam keluarga yang dia bangun dengan Akai sangat berharga.
Keluarga Shiho yang seharusnya ada empat orang sejak Shiho lahir telah menjadi dua orang pada saat dia menyadarinya. Akhirnya, Shiho ditinggalkan sendirian dan tidak bisa menemukan arti sebuah keberadaan, tapi semua itu kembali dengan dimulai sebagai Shiho Miyano, dan setelah terhubung dengan Akai, keluarga Shiho menjadi dua orang, lalu saat ini menjadi tiga sejak anaknya lahir.
Shiho tidak tahu apakah keluarga barunya telah menjadi keluarga seperti keluarga Miyano yang dibicarakan Furuya, tapi kenangan sehari-hari mereka bagaikan permata. Waktu yang dihabiskan bersama keluarga baru ini tidak akan pudar seiring waktu dan akan menghangatkan hati Shiho dengan lembut.
-TAMAT-
Terima kasih sudah mengikuti cerita ini...
Kronik Pernikahan masih berlangsung jika saya menemukan cerita-cerita pendek yang menarik nanti akan diterjemahkan.
