Hua….Rei hampir gak nyangka, Rei bisa update fic ini…

Padahal bentar lagi ulangan tapi rei tetap bersihkuku untuk update..

Ya udah dhe! Dari pada Rei curhat, mendingan kita baca fic nih..!

Okay happy reading


Disclaimer: Naruto punya Rei!*diamuk masa*iya dhe punya sensei Kishi*ditendang keantartika*

Chapter 2

Keesokkan harinya, Ino sudah melakukan tugas yang dibicarakannya bersama Gaara. Kini dia telah berada di oase, yang merupakan satu-satunya tempat yang paling sejuk di Suna. Dia sudah mulai meneliti jenis obat dan mengajarkannya pada ninja medis Suna.

Kemudian, tibalah waktunya istirahat. Ino memutuskan untuk pergi kepemandian air panas. Dia pergi sendirian. Sesampainya disana, Ino segera mengganti bajunya dengan selembar handuk.

BRAK! Ino menggeser pintu dengan keras.

"Waw…tempat yang indah!"kata Ino. Lalu dengan segera dia memasukkan tubuhnya kepemandian air panas itu.

"Waw…nyamannya~" katanya santai.

BRAk! Bunyi pintu digeser lagi. Ino melihat siapa yang masuk.

"KYAAA! GAARA! KENAPA KAU ADA DISINI!INIKAN PEMANDIAN WANITA!" teriak Ino histeris.

Gaara bingung dan dia menjawab pertanyaan Ino dengan sepontan.

"Pemandian wanita? Bukannya ini pemandian umum!"

"Ma-masa?" kata Ino kaget.

"aku takkan salah. Aku t'lah sering kesini!" kata Gaara. Ino tercengong kaget, dia pun merunduk karna malu. Tiba-tiba terdengar suara segerombolan laki-laki dan itu membuat wajah Ino menjadi pucat.

"Ba-bagaimana ini?" kata Ino panik. Tiba-tiba Gaara masuk kepemandian, dia mendekati Ino...

"A-apa yang mau kau lakukan?" Ino berkata dengan tegas, namun juga ada nada malu disuaranya.

"Jangan bicara! Kalau tidak mau ketahuan!" kata Gaara. Dia meletakkan tangannya disamping tangan Ino. Ino sebenarnya mau berontak, tapi sayangnya situasi tidak menguntungkan.

BRAKK! Pintu terbuka lagi…

"Wah…ada tuan kazekage nih!" kata seorang pemuda yang baru masuk kepemandian itu. Namun Gaara tidak merespon ucapan mereka.*dikacangin nih*

"Ya sudah, kami nanti saja mandinya! Kami pamit dulu kazekage-sama!" kata pemuda lainnya. Mendengar hal itu, Ino menarik nafas lega, Namun sayangnya salah seorang diantara mereka dapat mendengarnya.

"Seperti ada suara perempuan!" kata pemuda pertama.

"Ah.. kau ada-ada saja! Mana mungkin tuan Gaara membawa wanita kepemandian air panas! Ya sudah kami pamit dulu ya~" kata pemuda kedua dan merekapun menghilang dibalik pintu.

"KYA…!" tiba-tiba Ino berteriak, Gaarapun langsung membekap mulut Ino.

"Kau ini! Kau benar-benar mau ketahuan ya?" tanya Gaara sedikit jengkel, Inopun menggeleng.

"Bagus! Aku akan keluar dan mencari baju lelaki, dan kau segeralah menyamarlah menjadi laki-laki! Kau paham itu?" kata Gaara, Inopun mengangguk.

Rencanapun dilangsungkan, Ino menyamar menjadi laki-laki dan Gaara mencari baju pengganti. Setelah rencana berjalan mulus mereka keluar dari pemandian dan Ino berubah menjadi wanita kembali. Mereka duduk ditaman dekat pemandian itu.

"Kau ini! Seberapa bodohnya sih?" tanya Gaara heran.

"Maaf," kata Ino lirih. Gaara menhela nafas.

"Andai kata maaf dapat mengurangi kebodohanmu, itu pasti lebih berguna!" kata Gaara.

Ino terdiam diam, dia berpikir untuk mengubah arah topik pembicaraan.

"Gaara, apa menjadi kage itu menyenangkan?" tanya Ino. Gaara menoleh pada Ino.

"Mencoba mengalihkan pembicaraan?" tanya Gaara. Ino mengumpat Gaara dalam hati'kenapa laki-laki ini pintar sekali sih?'.

"Emm…" Ino mencari jawaban tepat untruk Gaara.

"Aku hanya penasaran saja!" kata Ino. Gaara tediam sejenak lalu dia menatap lurus kedepan.

"Terkadang jadi kage tidak selalu menyenangkan. Kau kehilangan porsi latihan dan waktu luang. Bersantaipun harus pakek acara kabur segala!" kata Gaara. Ino langsung merespon

"Apa kau sekarang sedang kabur?" tanyanya lagi.

"Menurutmu?" kata Gaara. Ino mengangguk, lalu dia berkata:

"Tapi kau itu hebat! Kau mampu mengatur Suna! Kau bahkan jadi kage termuda! Ku yakin banyak yang mengagumimu Gaara!" puji Ino.

Gaara menoleh dan berkata:

"Tentu saja, kaupun sudah sudah melihat bagaimana perilaku gadis-gadis Suna." Ino tertawa, kemudian dia menatap Gaara.

"Ternyata kau tak seseram kabar angin! Aku malu karna terpengaruh!" kata Ino dengan nada menyesal.

"Ya wajar kalau kau percaya! Pertama kali aku muncul dihadapanmu, aku terlihat bagai monster! Apa sekarang aku masih terlihat seperti itu?" tanya Gaara. Ino menggeleng.

"Kau tak terlihat menyeramkan! Tapi kau terlihat kesepian!" kata Ino, Gaara sedikit kaget mandengarnya.

"Kenapa Gaara? Apa aku salah bicara?" tanya Ino. Gaara menggeleng dia menatap kosong kedepan.

"Tidak, hanya saja perkataanmu tepat sasaran,"katanya(Gaara). Ino menoleh pada Gaara seutuhnya.

"Kenapa? Padahal kau punya Temari dan Kankuro, kau bahkan punya sahabat seperti Naruto…" Ino menggantungkan perkataannya.

"Dan jika kau mau, aku mau kok jadi temanmu! Itupun kalau kau tak keberatan punya teman yang bodoh sepertiku!" sambung Ino lagi. Tanpa sepengetahuan Ino, Gaara tersenyum simpul.

"Tak masalah aku punya dua teman yang bodoh! Ya, kau dan Naruto!" kata Gaara. Ino ingin marah tapi tak jadi karna dia telah dipanggil. Diapun menoleh pada Gaara.

"Sayonara Gaara," kata Ino. Dan Gaara hanya menjawab"hn"

Beberapa hari kemudian, Gaara dan Ino terlihat akrab. Dan entah sejak kapan Ino mulai menyukai Gaara. Hari inipun dia datang ke tempat gaara untuk mengantar bekal. Oh ya, jadwal tugas Ino diperpanjang seminggu. Dan itu artinya dia mempunyai banyak waktu untuk mendekati Gaara.

Akhirnya Ino tiba didepan ruangan Gaara. Dia hendak mengetuk pintu, tapi dia tanpa sengaja mendengar pembicaraan…

"APA?" teriakkan ini Ino yakini milik Gaara.

"Ya tuan, kami sudah memutuskan untuk menjodohkan anda dangan Matsuri!" suara kakek-kakek yang diyakini Ino milik tetua Suna. Ino merasakan hatinya sakit seperti diiris sembilu.

"Kenapa? Apa hak kalian, ha?" kata Gaara protes.

"Tapi tuan, ini demi kebaikkan Suna!" kata para petinggi. Ino mendengar dengan hati harap-harap cemas, dia berharap Gaara menolaknya dengan tegas.

"Ya, akan kupikirkan nanti," kata Gaara. Ino seperti tersambar petir, badannya lemas dan hatinya terasa perih. Bekal yang dibawaknya pun terjatuh, dia berlari dan menyesal telah bertemu Gaara…

TBC


Huh…chapter kedua selesai sudah…

Mau balas review ah…

Yap pertama buat

Karinuuzumaki

Tenang aja, aku masih nyimpan 2 fict gaaraino lagi kok

Satu my father is my baby sister, satunya lagi first date

Terus review yak :3

Yang kedua untuk

Reader

Hua…gomen update lambat

Saia harap anda tetap mau review

Yang ketiga untuk

Quincy Vha Sanovha

Thanks akan sarannya vha-san

Yang keempat untuk

KonanloversChan

Konan-chan….*lari-lari ala film India, meluk konan-chan ditendang keantartika*saia seneng sekali dipanggil senpai

Terima kasih atas dukungannya…

Yang kelima Yuuki-chan

Waw… tak usah mempermainkan kau yuki… bagian ehm…ehm…nya Cuma dikit

Dan ingat ceritaku jangan dibocorkan!

Yang keenam buat

Zheone Quin

Rei bingung lope"nya udah muncul lum senpai?

Yang terakhir buat

sleepy lover

sama dong kita fans Ino, tapi aku bukan Ino fanatic gak apa ya

ceritanya oke?

Yare-yare bahagianya daku

Terus review ya

Setelah balas review mari kita akhiri chapter 2

Sekedar pembewri tahuan ini Cuma 4 chapter jadi aku harap kalian tetap review

Sekarang Rei minta review..

Jane!