Jreng…jreng…

Ada yang nunggu chapter 3 ?

Kalau ada alhamdulillah…*sujud syukur*

Saia merasa fict saia tak berbobot dan serasa ingin kabur…

Tapi…nasi t'lah menjadi bubur,

Jadi yang masih sudi menemani saia, saia ucapkan terima kasih

Yang terakhir happy reading!


Disclaimer*akan jadi milikku setelah aku berhasil membunuh kishimoto-sensei*

Chapter 3

Entah sudah berapa hari, Ino mengabaikan Gaara. Gaara mulai kesal atas perubahan sifat Ino. Dan tiap ditanya gaara "Ada masalah apa, Ino?", Ino pasti menjawab"Aku tak ada masalah, hanya saja aku sedang sibuk!" dan itu sudah terjadi berkali-kali.

Ino selalu berharap tugasnya cepat selesai. Tapi anehnya, tugas itu makin lama-makin panjang, dan itu disebabkan oleh Naruto yang selalu mengulur-ulur waktu. Lebih parahnya lagi, Naruto memperpanjang waktunya di Suna hingga seminggu lagi. Padahal Ino sedang kesusahan akan perubahan sifatnya sendiri. Akhirnya Ino memutuskan untuk tidak menghindari Gaara dan semenjak itu pula mereka akrab kembali.

"No, sebenarnya masalahmu kemarin apa sih?" tanya Gaara masih penasaran.

"Tidak ada, oh ya! Dengar kabar, kau mau bertunangan dengan Matsuri ya?" tanya Ino. Gaara sedikit kaget mendengarnya. Jujur saja, dia tak menyukai topik pembicaraan ini.

"Maaf Ino! kurasa ini tak ada hubungannya denganmu." Kata Gaara. Ino memandang miris kearah Gaara, jauh direlung hatinya, ada rasa sakit yang sangat mengganjal benaknya.

"Ah...gitu ya? Kalau begitu lupakan! Gaara aku beli minuman dulu ya? Apa kau mau?" tanya Ino. Boleh saja saat ini dia menyunggingkan senyum yang manis, tapi siapa yang tahu isi hatinya? Cumin author, Tuhan dan Ino sendirilah yang tahu*dibakar rame-rame*

"Boleh," kata Gaara. Ino beranjak pergi, namun sebuah tangan kekar menahannya…

"Gaara?" tanya Ino.

"Ah…maaf!" kata Gaara. Dia melepaskan genggaman tangannya, dan Inopun berlalu pergi,

"Kenapa jadi begini?" tanya Gaara pada dirinya sendiri. Dia mengacak-acak rambut merahnya.

"Dasar payah,"

Ino POV

Aku mempercepat laju jalanku. Pikiranku begitu kacau. Aku tak menyangka Gaara begitu merahasiakannya dariku. Padahal aku sangat ingin mendengar sebuah penyangkalan darinya. Aku tersenyum miris, 'apa lagi-lagi aku gagal ya?'pikirku. ini sangat buruk, bahkan aku merasa ini jauh lebih buruk daripada saat aku mengharap cinta Sasuke. Kenapa? Kenapa cintaku selalu kandas sebelum dimulai! Kenapa Tuhan begitu kejam padaku? Sebenarnya apa dosaku Tuhan!

aku nyaris menangis tadi. Dua botol minuman yang kupegang kini mengeluarkan uap dingin. Aku harus kembali ketempat Gaara. Entah mengapa perasaanku terasa tak enak. Aku sempat ragu saat mau berbelok ke tempatnya. Tepat saat di tikungan aku melihat wanita cantik berambut pendek yang sedang berlari dengan tergesa-gesa.

"Matsuri?" kataku spontan. Aku berdiri mematung di tempat. Aku tahu kemana Matsuri akan pergi, aku tahu dia akan menuju ketempat siapa. Aku makin tak ingin ketempat Gaara, tapi aku juga tak mau meninggalkannya bersama Matsuri. Aku tak rela! Dan aku takkan pernah rela!

Aku mencoba memberanikan diri. Kulangkahkan kakiku ke tempatnya. Namun apa yang kulihat? Orang yang sangat kucintai tengah berciuman dengan orang lain. Mungkin orang menganggap itu wajar mengingat mereka sudah bertunangan. Tapi aku tetap tak rela! Kenapa harus dia? Kenapa bukan aku?.

Botol air minum yang kupegang jatuh ketanah, begitu juga dengan air mataku. Aku sangat ingin menyalahkan orang lain, tapi saat ini tak ada yang bisa kusalahkan karna ini bukan salah siapa-siapa! Ini bahkan bukan salah Gaara, tapi ini salahku! Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku menyesal telah menyukai seseorang...


Normal POV

Ini sudah kedua kalinya Ino menjauhi Gaara. Namun tampaknya Gaara juga tak berminat untuk mendekati Ino lagi. Setiap bertemu tidak menyapa dan jikapun berbicara hanya seadanya saja.

Hari-hari Ino mekin suram, untung saja sisa tugasnya di Suna tinggal lima hari lagi. Tepat tiga hari sebelum kepulangannya. Ino mendapat surat undangan. Ya, ini sudah diduga Ino.

"Gaara…"panggil Ino dengan lirih, dia tak menyangka akan secepat itu, besok merupakan hari bahagia untuk Matsuri. Siapa sih yang tak senang jika mereka bertunangan dengan orang yang mereka sukai? Ino sangat iri dengan nasib Matsuri,'andai saja itu aku'pikirnya.


Ino berputar-putar di depan ruang Kazekage. Pikirannya kacau dan kepalanya terasa pusing. 'kenapa juga aku sanggupi permintaan mereka! Akh….DASAR BAKA!'pikir Ino…

Yah mari kita flashback sebentar

"Hei, Matsuri sungguh beruntung ya? Dia bisa mendapatkan tuan Gaara! Dia seperti Cinderella!" kata salah satu ninja medis.

"Oh...begitu," kata Ino tak berminat. Sudah cukup dia merasa sedih di rumah, tapi kenapa para ninja ini begitu sibuk dengan masalah Gaara sih? Apa mereka tak tahu bagaimana perasaan Ino? kalau author sih tahu*author sudah siap dimakamkan*

"Kau ini! Kenapa responmu biasa saja?" kata salah satu ninja medis lainnya.

"Oh ya! Kaukan akrab dengan tuan Gaara! Kenapa kau tak ucapkan selamat padanya? Sekalian ucapkan salam dari kami ya?" tanya yang lainnya. Ino tercengong kaget.'Jangankan ucapkan selamat, menatapnya saja aku sudah tak mampu!'katanya dalam hati.

"Tidak ah~

Dia pasti sibuk!" kata Ino memberi alas an.

"Ayolah...sampaikan salam kami!"

"Kami mohon Ino!" berbagai bujukkan dilontarkan mereka, Ino semakin tersudut dan akhirnya menyerah…

"Ya…ya! Baiklah! Terserah apa kata kalian!" kata Ino. Entah mengapa dia merasa bodoh saat ini.

"Ye…Ino memang baik!" teriak mereka. Ino hanya geleng-geleng kepala saja.

End flashback

Ino mesih bingung atas apa yang mau dia lakukan.

"Ketuk…tidak…ketuk…tidak…" gumamnya berulang-ulang

"Ketuk saja ah…" katanya. Dia menutup kedua matanya'ayo bersikap santai Ino!'pikirnya

Tok…tok…tok…

Ino menunggu dan belum ada yang keluar.

'Kemana orangnya sih? Coba kuketuk lagi!" gumamnya

Tok…tok…tok-

"Awww…"

"Eh…Gaara?"

"Aduh!"

"maaf Gaara! Aku tak sengaja!" kata Ino dengan merapatkan kedua tangannya.

"Tak apa…ada masalah apa kau kemari?" tanya Gaara.

"Se-selamat!" kata Ino. Gaara menatap wajah Ino dengan sorot wajah bingung.

"Untuk?"

"Pertunanganmu! Kau pasti bahagiakan?" tanya Ino. Gaara sedikit kaget, lalu raut vwajahnya berubah…

"Apa aku terlihat bahagia?" tanya Gaara. Dia menatap lurus pada Ino. Dia tampak menungfgu jawaban dari Ino.

"Mengapa tidak? Kau beruntung mendapatkannya!" kata Ino. Bibirnya sedikit gemetar saat mengatakannya.

"Jadi itu pendapatmu? Yah… apa boleh buat," kata Gaara dan dia pergi meninggalkan Ino.

"Sejujurnya…aku berharap kau jawab tidak Gaara"


Hari pertunangan Gaara telah tiba. Ino sudah menenangkan hatinya. Dia melepaskan kesedihannya dengan berdandan secantik mungkin. Sekarang dia berada di depan ruang ganti mempelai pria. Entah apa yang ingin dia lakukan.

"Sekarang…atau tidak sama sekali!" katanya.

Tak berapa lama kemudian Gaara keluar dari ruang ganti. Dia sangat takjub dengan kecantikkan Ino.

"Kenapa kau ada disini?" tanya Gaara sedikit penasaran.

"Aku mau pamit!" kata Ino. Wajahnya terlihat sedikit pucat.

"Bukanya-"

"Sudah dipercepat," kata Ino memotong pembicaraan.

"Oh…" tanggap Gaara. Suara angin yang berhembus dapat dengan jelas terdengar dan itu membuat suasana terasa kaku.

"Ada yang mau kusampaikan denganmu, Gaara!" kata Ino. Dia berjalan mendekati Gaara.

"Apa?" tanya Gaara, dia tak bergerak sedikitpun dari posisinya.

"A-aku…" Ino berjinjit dan mencium bibir Gaara sekilas.

"Aishiteru Gaara, walau cuman sebentar terima kasih. Ku doakan untuk kebahagiaanmu!" kata Ino. Setelah itu dia berlari keluar, meninggalkan Gaara yang berdiri mematung.

Acara dimulai, saatnya untuk kedua mempelai saling bertukaran cincin. Gaara memasangkan cincin di jari manis Matsuri. Saat Matsuri hendak memasangkan cincin di jari manis Gaara, Ino pergi. Dia tak tahan melihatnya. Dia mengambil barang-barangnya dan pergi meninggalkan Suna. Dia mempercepat larinya. Dia berlari ditengah terik gurun pasir. Tanpa dia sadari angina gurun bertiup sangat kencang. Ino berhenti dan mengamati sekitarnya.

"Gawat! Badai pasir!" Ino berlari dan berharap menemukan goa untuk berlindung. Namun sayangnya dia terkena badai pasir dan kesadarannya pun menghilang.

Ino POV

"TIDAK! JANGAN GAARAAA!JANGAN! JANGAN TINGGALKAN AKU!1

JANGANNNN!" Teriakku. Aku melihat Matsuri dan Gaara tertawa bersama dan mengabaikanku.

"JANGAN GAARA!KUMOHON!" teriakku makin kencang.

Normal POV

"JANGANN!" teriak Ino kencang. Dia menangis dan seseorang menghapus air matanya.

"Kau bodoh! Kenapa pergi saat badai!" katanya. Ino membuka matanya dan mencoba menatap jelas wajah lawan bicaranya.

""GAARA!" teriak Ino. Dia langsung menghambur kepelukkan Gaara.

"Gaara! Kau disini? Aku takut sekali! Aku takut sekali! Aku takut kau mengabaikanku! Aku belum sanggup melepaskanmu!" teriak Ino dalam pelukkan Gaara.

"Maaf aku membuatmu bingung dan khawatir! Seandainya saja aku lebih cepat menyadari kebohongan Matsuri! Pasti kau tak harus menderita begini!" Gaara mempererat dekapannya pada Ino. Ino kaget…

"Kebohongan?" tanya Ino. Gaara melepas dekapannya.

"Iya. Pertunangan ini ulahnya," kata Gaara. Ino menatap Gaara tak percaya.

"Bagaimana bisa?" tanyanya.

"Matsuri mengetahui rahasia petinggi Suna. Dan dia menggunakan rahasia itu untuk mengancam petinggi Suna agar mau membantunya mendapatkanku. Maka dari itu dia membuat Suna kekurangan bahan pangan untuk sementara waktu. Padahal Suna sedang menbantu Konoha memulihkan kesetabilan desa. Tiba-tiba dia datang berlagak menjadi pahlawan dengan memberi bahan pangan hasil curiannya, dia bilang itu untuk membantu desa, tapi anehnya para tetua bilang'karna kebaikkanmu, kurasa kau pantas menjadi istri seorang kazekage' aku bilang itu tak masuk akal! Tapi tetua itu bilang'itu demi kebaikkan desa!'. Jadi begitulah…maafkan aku Ino! Maaf karna kebodohanku yang tak dapt menebak rencana Matsuri sejak awal!" kata Gaara. Ino mencoba memproses apa yang dikatakan Gaara.

"Jadi, kau masih bertunangan dengannya Gaara?" tanya Ino memastikan.

"Tidak! Aku membongkar kedoknya saat dia akan memasangkan cincinnya padaku!" perkataan Gaara bagaikan lantunan musik yang indah ditelinga Ino.

"Jadi…kau tidak akan meninggalkanku?" kata Ino. Gaara mengangguk dan itu membuat Ino makin senang, tapi sepertinya masih ada hal yang mengganjal dibenak Ino

"Bagaiman kau menemukanku Gaara?" tanya Ino penasaran.

"Kau lupa aku ini ninja pasir! Aku melacakmu dari pasir yang kau injak*dasar author ngarang*" kata Gaara. Ino ber-oh ria

"Kali ini ada satu hal yang ingin kukatakan denganmu Ino!" kata Gaara tiba-tiba.

"Apa?" tanya Ino penasaran.

"Aishiteru Ino" kata Gaara sambil mencium bibir Ino dan Inopun membalasnya.


The end

Author ngantuk~*nguap*

Entah udah berapa lama Rei ngetik!

Mata Rei bahkan sudah berkunang-kunang*nyaris pingsan*

Udah ah! Rei mau balas Review bagi yang gak login`

Daripada nanti Rei molor?

Pertama-tama arigato bagi orang yang udah baca fic Rei!

Nah balesan pertama…

Minami22

Ini udah dilanjutin

Thanks dah review

Nah buat Konanlovers Chan

Konan-chan thanks dah review ampe akhir

Soal yang di pemandian emang sengaja gak bikin 'ehm…ehm…'*hayo apa maksudnya*

Nanti kalau saia bikin banyak yang flame gara' salah rate

Entar Rei usahakan bikin fic gaaraino yang rate m

Tapi gak janji ya?

Nah buat yang login dah di bales lewat PM

Sampai jumpa di fic Rei yang lainnya ya? Oo~