Warning : Pasti ada typo walaupun udah dicek =D, Don't like don't read, SONGFIC gaje! Maybe OOC! Maybe aneh juga! Hahahaha =D
Romance&Friendship
Rate : T
Pairing : Sakusasu,Sakukaka,Sasuhina,,bingung... _
Tarraaaaaaa...! chap 3 datang... hahhahahahaa =D (ketawa loncat-loncat*gubrakkk* roboh dah rumah cha) XD, untuk kesekian kalinya cha bilang, cha masih bingung sm cerita ini, target-nya ampe chap 2 ajah, tp ketagihan ngetik apa yang cha pikirin makanya jd panjang gini, hweeheee =)) –senyum sendiri-
Harapan cha masih sama, semoga chap 3 ini bisa lebih baik dari chap-chap kemaren… Amiiinn... :))
Di chap ini cha kasih lagunya GITA GUTAWA- HARMONI CINTA (alasannya karena Harmoni cinta cha lagi bagus… hahahahaah =D –plaakk! - ditampar rame-rame *kabuuurrrrr! =D
Hummm… tanpa ba bi bu be bo, let's begin now… ^^
Bales riview dulu yah...
VamPs 9irL : mkasih yah udah rnr… soal knp sasu nya jadi gitu, baca lagi aja yah, nih chap 3-nya, spesial buat kamu ^^… ntar kalo sudah baca pasti ngerti…
4ntk4-ch4n : Iya, tenang aja, dichap 3 ini udah dijanjiin kok bakalan happy ending, baca terus ya XD… makasih^^
Summary: Di hari ulang tahunnya, tak ada yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada Sasuke, hanya 1 orang saja yaitu Hinata Hyuga teman semasa SMA Sasuke. Kehadiran Hinata dalam hidup Sasuke membuat Sasuke merasa sedikit terhibur, hingga suatu waktu saat Sasuke mengantar pulang Hinata dengan tiba-tiba Hinata memeluk erat Sasuke dan mengecup bibir Sasuke. Sakura yang tak sengaja melihat kejadian itu hanya bisa menahan sakit dihatinya. Ada apa dengan Sakura?
DISCLAIMER : ANTON OKTORA *bag big bug* itukan nama si Ayank? hahahaha =)) –dengdong- yang bener tuh MASASHI KISHIMOTO *gomen ya senpaii : ))*
Secret Lover
Flashback
Sakura hanya bisa menangis tesedu-sedu di sofa ruang tamu rumahnya, sedangkan Kakashi hanya diam melihat Sakura begini, dia tidak tega, tapi bagaimana lagi? Saat ini Kakashi-lah yang paling di sakiti!
"Berhentilah Saku-chan... apa dengan menangis semuanya akan selesai?" Kata Kakashi yang tak tahan melihat tangisan Sakura.
"Hikss..hikss..hikss... a..." Jawab Sakura yang masih tersedu-sedu, hingga dia tidak bisa berbicara dengan jelas.
Kakashi mulai mendekati gadis manis itu, diapun membelai rambut Sakura dengan lembut dan memeluk tubuh mungil Sakura. Setelah itu, di genggamnya erat tangan Sakura dan merapatkan dahinya dan dahi Sakura, hingga dia bisa melihat wajah Sakura dengan jelas, matanya yang masih sembab karena menangis, hidungnya yang merah, dan tubuh Sakura yang kini bergetar karena masih menahan tangis.
"Tolong Sakura... jangan pernah ulangi apa yang terjadi hari ini! ini benar-benar menyakitkan untukku, aku mencintaimu melebihi apapun didunia ini! bahkan melebihi kasih sayangku pada diriku sendiri!" Kata Kakashi kepada Sakura dengan posisi masih merapatkan dahi dengan Sakura, terlihat sekali oleh Sakura ada aliran air dimata Kakashi yang sebentar lagi akan terjun dari mata Kakashi.
"Tahukah kamu Sakura? setiap detik hembusan nafasku ini hanya karena mu! Betapa aku tersiksa jika aku harus kehilangan dirimu! Semua dunia ku akan mati!" Lanjut Kakashi yang kini terduduk lemah depan Sakura, entahlah! Sejak kapan Kakashi jadi begitu mencintai Sakura! sungguh... sangat amat mencintai Sakura!
"Kakashi..." Kata Sakura yang kini memeluk erat kekasihnya itu,
"Maafkan aku Kakashi..." Lanjut Sakura menyelesaikan kata-katanya. Sakura menyesal atas apa yang dia lakukan, benar-benar menyesal, karena telah menyakiti Kakashi. Kini, Sakura benar-benar takut kehilangan Kakashi, dia takut cinta Kakashi tidak akan sebesar ini lagi kepadanya. Mendengar itu, Kakashi tersenyum kepada Sakura dan mengecup kening Sakura dengan lembut.
End off flashback…
Semua terasa berat bagi Sasuke, dia tidak tahu dimana dia harus berjalan? Kemana arah hidupnya harus di tuju, sedangkan tujuan utamanya kini telah pergi tanpa kata-kata, pergi menjauh dari hidupnya dan mungkin takkan bisa kembali lagi kepelukannya. Hidup Sasuke benar-benar berantakan! Mukanya yang dulu selalu bersinar kini lusuh, terlihat sekali bahwa Sasuke jarang mengurus dirinya! Sunguh... keadaan Sasuke sekarang sangat memprihatinkan! Sasuke yang sedang duduk santai di taman kampus tiba-tiba terkejut dengan nada HP-nya.
"Tumben ada sms... hummmm?" Pikir Sasuke yang bingung HP nya berbunyi lagi, karena sejak Sakura pergi HP-nya tak pernah lagi berdering baik sms maupun telpon.
Happy B'day Sasuke...
Wish u all the best =))
Aku hanya berharap kamu bisa selalu bahagia…
Amiiin... : ))
Pengirim : Hinata Hyuga
Diterima : 10:14
10/10/10
Sms tersebut mengejutkannya, benar saja tak terasa waktu berjalan cepat, hari ini sudah tanggal 10 oktober, tepat hari ulang tahunnya. Sasuke hanya tersenyum membaca sms dari temannya itu, sedikit banyak dia senang ada yang ingat ulang tahun nya.
Waahh... makasih ya Hinata,
Amiin... : ))
10/10/10 10:16
Tak lama setelah Sasuke membalas sms itu, terdengar lagi dering sms di Hp nya,
Hahahaha... iya.. sama-sama kawan.. =)
Apa kabarmu Sasuke? Bisa ketemuan tidak hari ini?
Ada yang mau aku kasih ke kamu, plissss mau ya? =.(
Pengirim : Hinata Hyuga
Diterima : 10:19
10/10/10
Hahahaha... Sasuke hanya tertawa melihat balasan Hinata, kemudian dia membalas lagi sms Hinata,
Humm... kabarku biasa saja,: (
Maybe i was sad : (
Ketemu dimana? : )
10/10/10 10:20
Kemudian, secepat kilat Hinata membalas sms Sasuke,
Hum...why?
Ya sudah, nanti kamu harus cerita tentang masalah mu padaku?
Kita ketemu dicafe dekat stasiun saja, jam 3 ya? Ok =)
Pengirim : Hinata Hyuga
Diterima : 10:22
10/10/10
Sasuke tertawa membaca sms Hinata, karena dia sudah menduga Hinata pasti mengajak ketemu dicafe tersebut, cafe itu tempat biasa dia nongkrong bersama teman-teman SMA nya dulu, tentu saja bersama Hinata juga.^^
Baiklah =)
10/10/10 10:23
Kalau di pikir-pikir, Sasuke sudah lama tidak bertemu Hinata, sejak reunian SMA mereka 1tahun lalu, Sasuke hanya tersenyum sendiri sambil membaca ulang sms Hinata, sahabat lamanya. Hubungan Sasuke dan Hinata sangat dekat, karena orang tua mereka juga teman bisnis.
Hinata gadis tomboy yang tak pernah memakai rok kecuali rok sekolah itu, benar-benar mengasyikkan untuk Sasuke, karena mereka punya hobi yang sama, sama-sama menyukai olahraga ekstrim.
.
.
.
Cring. Seorang gadis berambut indigo membuka pintu sebuah cafe. Yah, cafe tempat dia mengadakan janjinya kepada seorang pria yang dikaguminya sejak dulu. Langsung saja dia masuk kedalam dan mencari posisi duduk yang enak sambil menunggu kedatangan pria yang dikaguminya itu.
Cring. Tak lama kemudian masuklah laki-laki tampan, berkulit putih dan tinggi semampai kedalam cafe. Hinata yang mengenali sosok laki-laki tersebut langsung melambaikan tangannya, memberi tanda tempat duduknya. Melihat lambaian tangan itu Sasuke tersenyum dan segera menghampirinya.
"Hai... sudah lama ya?" Tanya Sasuke sambil duduk di kursi kosong di depan Hinata.
"Tidak juga... aku juga baru sampai." Jawab Hinata dengan senyum manisnya dan terlihat juga lesung pipi Hinata yang membuat dia menjadi lebih manis.
"Oh iya, kenapa penampilanmu berubah Sasuke? Jadinya seperti bukan Sasuke saja." Lanjut Hinata mulai membuka obrolan antara keduanya agar kekakuan antara mereka berkurang. Saat ini Hinata bingung melihat penampilan Sasuke yang berantakan, kemejanya lusuh, celana jeans belelnya robek, entah karena fashion atau sengaja seperti itu, mata Sasuke yang terlihat merah seperti orang yang kurang tidur karena kantung matanya berwarna hitam, serta rambutnya yang kini mulai gondrong dan mulai menutupi telinganya.
"Humm... banyak hal yang membuatku menjadi begini." Jawab Sasuke datar. Jawaban Sasuke ini menimbulkan berjuta-juta pertanyaan di pikiran Hinata,
'Sebenarnya apa yang terjadi dengan Sasuke hingga dia berubah begini?' bisik batin Hinata.
"Humm... begitu." Jawab Hinata seadanya, dia mengerti dari nada bicara Sasuke tadi sudah bisa di artikan bahwa Sasuke tidak ingin membahas apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya, walaupun Hinata tidak sabar untuk menghujani Sasuke dengan berjuta-juta pertanyaan.
Kini, suasana mereka mulai menjadi beku, auranya tidak mengenakkan, Hinata bingung harus berkata apa? Dia tau mungkin keadaan ini karena pertanyaannya yang sedikit membuat Sasuke ingat dengan hal yang tak ingin di ingatnya.
"Oh iya, kamu mau minum apa Sasuke?" Tanya Hinata yang mulai berusaha membuat semua keadaan beku tadi menjadi cair.
"Vanilla latte." Jawab Sasuke dengan menyebut nama minuman kesukaaannya.
"Hanya itu saja?" Tanya Hinata sambil mengerutkan alisnya, berharap Sasuke memesan cake juga untuk di makan.
"Humm." Jawaban Sasuke ini benar-benar membuat Hinata tambah bingung! Ternyata sifat laki-laki ini tidak berubah, selalu saja berkata seadanya.
"Ya sudahlah, kalau begitu aku saja yang pesan!" Hinata yang kini mulai kesal dengan sifat cuek Sasuke.
"Samakan saja makananku dengan punyamu." Jawab Sasuke sambil menatap Hinata dengan tersenyum.
"Baiklah." Jawab Hinata dengan senyum pula sembari memanggil pelayan cafe dan memesan makanan. Jujur saja saat ini Hinata benar-benar malu, pasti terlihat kalau pipinya yang mulus itu, kini samar-samar terlihat ada warna merah muda. Sasuke yang masih menatapnya membuat Hinata menjadi tidak tau harus berbuat apa? Dia takut ekspresinya ini akan membuat Sasuke mengetahui maksud hatinya.
Ada yang bergerak di dalam darahku ini
Seperti ku kenal pernah ku rasakan
Waktu aku jatuh cinta
Waktu hatiku tertarik
Rasanya pun begini... Jatuh cinta...
Apakah ini sama seperti yang itu
Hatiku bergerak .. aku jatuh cinta..
Dinding hatiku berlabuh
Harmoni cinta menyentuh
Pipikupun merona... jatuh cinta...
"Kenapa kau menunduk Hinata? Apa wajahku begitu menakutkan untuk kau lihat?" Tanya Sasuke yang tak mengerti dengan tingkah Hinata.
"Ti-tidak kok! Kau ini ada-ada saja! Wa-wajahmu tidak menakutkan kok!" Jawab Hinata terbata-bata karena menahan malu dan masih menundukkan kepalanya.
"Humm... terus? Kenapa kau menundukkan kepala seperti itu?" Tanya Sasuke sambil mendekatkan lagi wajahnya kewajah Hinata.
"Aduhh... kau ini, banyak tanya sekali! Jangan menatapku begitu dekat seperti ini! aku malu!" Jawab Hinata tiba-tiba dan sambil mendorong pelan wajah Sasuke untuk menjauh dari wajahnya, karena dia takut jika begitu dekat Sasuke akan melihat warna merah pipinya dan mendengar debaran jantungnya yang makin kencang.
"Hahahahahahhahahaha..." Sontak Sasuke tertawa melihat ekspresi Hinata seperti itu, dengan lembut dia mengusap rambut Hinata dengan ekspresi masih tertawa.
Huhh! Hinata menghela nafas melihat Sasuke menertawakannya. 'Dasar Sasuke!gak peka banget sih jadi cowok!' bisik Hinata kepada dirinya sendiri, sejujurnya dia agak kesal karena Sasuke tak mengerti arti tingkah anehnya itu.
Makanan yang mereka pesan-pun datang, sedikit demi sedikit mereka memakan makanan pesanan mereka masing-masing dan bercerita panjang lebar sambil mengingat-ingat kembali cerita SMA mereka dahulu.
Harmoni cintaku..
Kini datang...
Nyanyikan suara hatiku
Berlabuh penuh cinta...
Tak terasa haripun mulai gelap, terlihat dari dalam cafe keluar jendela matahati mulai tenggelam, pantas saja cafe ini bernama 'Sunset Cafe' karena jika sunset tiba, kita bisa secara otomatis melihat indahnya sunset di senja hari.
"Hinata, sepertinya sudah mau malam, ayo kita pulang." Ajak Sasuke
"Wahh... iya ya, tak terasa kita sudah duduk di sini hampir 3 jam, heeehe." Jawab Hinata sambil tersenyum.
"Makanya, ayo kita pulang." Lanjut Sasuke mengajak Hinata pulang.
"Baiklah." Jawab Hinata.
Merekapun beranjak pulang.
Di dalam mobil, Sasuke tiba-tiba bertanya,
"Hinata, kamu pulang kemana? Kerumah yang baru?" Sasuke yang bertanya kemana Hinata akan pulang, sebenarnya rumah mereka itu dulu sangat dekat hanya kelang 2 rumah tetangga saja, tapi 2 tahun yang lalu Hinata dan Ibunya pindah kerumah yang baru jauh dari rumah yang lama.
"Aku pulang kerumah yang lama saja Sasuke, aku sudah bicara sama ibuku kalau aku akan pulang kerumah yang lama, lagi pula dirumah itu ada tanteku." Jawab Hinata menjelaskan kemana dia akan pulang.
"Baiklah... let's go home!" Kata Sasuke yang langsung menancapkan gas mobilnya untuk pulang kerumah. Di mobil-pun mereka tertawa bersama, mengingat kejadian lucu saat mereka masih sekolah dulu. Sungguh, waktu seperti ini begitu diharapkan Hinata, dari dulu dia ingin terus seperti ini dengan Sasuke. Ini adalah hari tak terlupakan bagi Hinata.
Sesampainya didepan rumah Hinata... Sasuke mematikan mesin mobilnya sebentar, kemudian turun bersamaan dengan Hinata, dan berdiri di depan pagar rumah Hinata.
"Humm... ini kado ulang tahun dariku..." Kata Hinata sambil menyerahkan kotak kecil yang terbungkus rapi lengkap dengan pitanya kepada Sasuke.
"Apa ini?" Jawab Sasuke bertanya tentang apa yang diberikan Hinata padanya.
"Kau ini! namanya juga hadiah, nanti kau buka saja setelah sampai dirumah, oke?" Kata Hinata sedikit ketus karena Sasuke banyak tanya.
"Hahaha... oke lah... ya sudah, masuk sana, salam untuk keluarga mu ya?" Jawab Sasuke seraya masuk kedalam mobilnya. Dan tiba-tiba!
"..." Tanpa berkata-kata Hinata langsung memeluk Sasuke dari belakang erat-erat, Sasuke sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan Hinata, yang tiba-tiba memeluknya erat.
"Sasuke... apapun yang terjadi padamu ceritakan padaku, aku janji aku akan selalu ada untukmu." Kata Hinata sambil mempererat pelukannya kepada Sasuke.
"Terima kasih Hinata, tapi aku baik-baik saja." Jawab Sasuke yang melepas pelukan Hinata sambil tersenyum dan langsung membuka pintu mobilnya.
"Sasuke..." Hinata menarik tangan Sasuke, sehingga Sasuke berbalik badan menghadap Hinata, kemudian gadis itu sedikit menjinjit kakinya untuk mencapai wajah Sasuke dan dengan lembut dia mengecup bibir Sasuke, bibir Hinata dan Sasuke kini saling bertautan, bibir Hinata bergetar seakan mengungkapkan semua isi hatinya selama ini yang terus terpendam hanya untuk Sasuke.
10 detik kemudian, Hinata melepas ciumannya kepada Sasuke dan memeluk Sasuke erat. Tentu saja, saat ini jantung Hinata terus berdetak kencang, aliran darahnya mengalir deras, seluruh tubuhnya bergetar, karena tak tahan lagi memendam semua isi hatinya. Detik ini juga akan diledakkannya semua bom yang terpasang aktif dihatinya.
"Aku... mencintaimu..." Bisik Hinata dalam pelukan Sasuke. Sasuke yang sedari tadi membeku kini terbangun kembali dari keterkejutannya.
"Hinata... aku..." Jawab Sasuke melepaskan pelukan Hinata.
"Maaf, aku harus pulang." Lanjut Sasuke yang langsung masuk ke mobilnya dan menancapkan gas sekencang mungkin agar dia bisa segera pergi dari situasi seperti itu.
Tidak disangka ada sepasang mata yang sedari tadi tak sengaja menyaksikan kejadian antara Hinata dan Sasuke, sepasang mata indah itu kini mulai berkaca-kaca, pelan-pelan airpun mulai keluar dari kelopak mata indah yang seperti daun lembut yang bergoyang saat ditiup angin! Tak hanya mata yang terasa perih karena tangisan, hatipun terasa tersayat-sayat pisau tajam beribu-ribu kali! Hati yang rapuh itu kini benar-benar hancur, hancur berserakan dilantai seperti debu! Tak ada yang tersisa, benar-benar hancur! Itulah mata dan hati Sakura, tak sengaja Sakura yang sedari tadi berdiri di balik jendela kamarnya yang posisinya berseberangan dengan rumah tetangga Hinata, harus menyaksikan kejadian yang tak seharusnya dia lihat. Jujur saja, dihatinya yang paling dalam dia masih memperhatikan Sasuke, meski hanya dari kejauhan! Posisi Sakura benar-benar sulit, dia harus menjauhi Sasuke yang dari dulu adalah sahabat terbaiknya dalam suka dan duka sekaligus orang yang juga disayanginya hanya demi menjaga perasaan Kakashi, kekasihnya yang begitu mencintainya sepenuh hati bahkan melebihi rasa cintanya terhadap dirinya sendiri. Sakura hanya bisa menangis dan terus menangis.
Mengingat kejadian itu, ingin rasanya dia memutar balikkan waktu agar dia tidak melihat kejadian menyakitkan itu.
Isak tangis Sakura semakin menjadi, sungguh... perihnya hati Sakura! detak jantungnya seolah terhenti, pikirannya kalut hingga dia tidak bisa berfikir jernih! Entahlah! Mengapa Sakura merasa begitu tersakiti! Saat dia menyaksikan Sasuke dicium wanita lain, Sakura merasa nafasnya sesak! Oksigen jadi sulit masuk kedalam paru-parunya! Dan karbondioksida di dalam paru-parunya pun susah untuk keluar. Dengan tertatih, Sakura segera memulihkan tenaganya dan beranjak ke tempat tidurnya untuk menenangkan semua pikirannya yang saat ini benar-benar kacau!
Sasuke yang tiba dirumahnya dengan segera naik kelantai 2 rumahnya, masuk kedalam kamar dan merebahkan tubuhnya ditempat tidur yang empuk, sembari berfikir dan mencairkan kembali otaknya yang sedari tadi beku karena Hinata tiba-tiba menciumnya!.
Huhh...!
Helaan nafas Sasuke sambil terus memperbaiki jalan pikirannya. Tak lama kemudian, Sasukepun terlelap berharap semoga saat dia bangun di esok hari dia akan merasa lebih baik.
TBC
Jiiaaahhh...
Apa itu? –tengok2 ke atas membaca ulang apa yang sudah ditulis- =,=
Huaaahhhh...
Maluuu nya...
*pundung dikolong meja belajar* _
hufftt... selesaii juga chap 3 ini,
gimana? gimana? *penasaran banged mau tau komen para readers* XD
Aneh kan? hahahahha... samalah seperti yang nulis ceritanya *pura-pura gak tau* =D
hadeeehhh...! mav yah Sakura-chan =( -malang nasibmu ndok-
mav juga karena cha buat karakter Hinata jadi aneh gitu... heee =) *dikejar-kejar fans Hinata-chan* kabuuurrrrr =D
Kalau ada yang mau baca chap 3 yang gaje ini Chaca ucapkan terima kasih banyak... –membungkukkan badan- sungguh ini memang cerita gaje. hahhahaha
jujur aja, pas Cha baca ulang chap 3 ini kok rasanya tambah gajje? hahahahah... tak sama seperti pikiran awal Cha, ^^
nah...hampir lupa,
PERLU DI INGAT!
Cha JANJI SECRET LOVER INI AKHIR-NYA PASTI HAPPY ENDING SASUSAKU =))
Jadi Cha harap para readers gak bosen nungguin cerita ini ampe akhir... heee : ))
Oh iya, waktu cha cerita tentang fanfic ini sama pacar cha (baru cerita sama si Ayank pas chap 3 lagi dibuat *plakk!* telat amat yak? Mavv ayank.. heee =D cup cup muach :* ), gak nyangka si Ayank bilang gini,
-dialog Chaca sm Ayank- heehee =))
Chaca : Ayank, aku lagi punya hobi baru loh...
Ayank : apa emang nya?
Chaca : menumpahkan ide cerita dalam sebuah fanfiction, hee –senyum bangga- : ))
Ayank : wahh... bagus yank... bagus.. bagus.. bagus... keep spirit yah? : )
Hahahahha… senang nya si Ayank dukung chaca, jadi tambah semangat deh nulis ceritanya.. =))
Hahaii *curcol* XD
*dialog diatas memang gaje, jadi gak usah di baca juga gak papa... heee*
Diharapkan meninggalkan jejak kalian disini ...
*puppy eye*
Riview yah
*Cha nichi kudo*
sii_penggiilla chocolattez
Sampai jumpa di Secret Lover chap 4 ... =))
