Warning : Pasti ada typo walaupun udah dicek =D, Don't like don't read, SONGFIC gaje! Maybe OOC! Maybe aneh juga! Hahahaha =D
Romance&Friendship
Rate : T Agak nyeleweng ke rate K…
Pairing : Sakusasu... _
Bales review dulu yah...
Made kun : Emang mereka nyebelin banget dilempari kulit duren ama fc kakahina* makasih yah udah rnr... ini chap terakhir spesial buat kamu...
Vamps 9irl : Ehm, makasih yah udah rnr... ini chap terakhir nih, spesial buat anda... =)
Keiko1310 : Sama, aku juga gak rela sasu sama hina, gak cocok yak? Mwahahah -ditampol-
Aurellia Uciha : iya, emang gak cocok banget mereka berdua, cha juga gak suka, tenang aja sayang, di chap ini Hina saya buat hilang, mwahahah -devil laugh-
Abhel : Makasih yah udah rnr... ini udah di apdet.. rnr lagi yah, spesial buat anda..
Kak Raka : Oalah kak, anda terlambat meriview saya, tapi pokoke love iu full deh, -peluk2 kk- =)
Kyaaaa… Secret Lover chap 4 datang… hhahaii XD (lari-lari dihalaman rumah sambil triak-triak *plakk* di lempar tetangga) –takuuttt iihh- =,=
Di chap 4 ini semoga ceritanya gak gajje lagi... hahahah =D amin. : ))
Hadeeehh.. : ( pas baca ulang chap 1, 2, 3 kok rasanya gak nyambung ya ceritanya? Heee... tapi, sambung-sambungi aja lah. Hahaha –buagh- dilempar sepatu *cabuuuttttt* XD
Ngomong-ngomong, ini chap yang terakhir dari secret lover, semoga chap terakhir ini benar-benar berkesan. Amiinn... =))
Di chap terakhir ini cha pake lagunya Afgan feat Nagita S. – Yang ku tahu cinta itu indah (lagunya keren banget... pertama kali dengar lagu itu, netes airmata cha... huhu T,T) , lagunya Armada-Wanita paling bahagia (keren abissss lagunya, -acungin 5 jempol- *plakk!*)
Terus, satu lagi Cha masukin penggalan lirik OST. He's beautiful (drama korea yang lagi Cha suka), keren makna dari liriknya... heee =)) (dan lagi, yang nyanyinya Hwan Tae Kyung) kyaaaaaaaaaaaaaaaaa... loph-loph tae kyung* -plakk!- ditampar A. lovers.. hakkzzz XD
Gak mau basa-basi lagi deh, I will start now =)
Summary: Sakura yang mulai sadar tentang perasaan dia sebenarnya, kini mulai melakukan sesuatu demi orang yang benar-benar dicintainya, Sakura takkan melepaskan cintanya lagi, apapun yang terjadi! Bagaimana dengan Hinata yang harus rela ditolak oleh Sasuke, dan bagaimana pula reaksi Kakashi saat adiknya, Hinata berkata bahwa dia mencintai Sasuke yang notabene adalah orang yang sangat dibenci Kakashi!
DISCLAIMER : ANTON OKTORA *plakk!* kok nama si Ayank lagi yang keluar? Hahahah =D *gubrak!* di lempar pake kaoskaki sama senseii. =.= yang bener tuh MASASHI KISHIMOTO –gomen ya sensei- : ))
Secret Lover
(last chapter)
Kukuruyukkk... kokokan Ayam terdengar jelas menandakan hari telah pagi, matahari yang terbit dari timur benar-benar cerah, seolah tersenyum dan bersemangat menyambut sesosok laki-laki tampan, berkulit putih, tinggi semampai, dan mempunyai senyum yang amat manis, yang bisa membuat kaum hawa meleleh hatinya. Itulah Sasuke Uchiha.
"Uhhhgg... Jam berapa sih? Masih ngantuk banget rasanya! Hooamm." Kata Sasuke dengan malas sesekali dia menguap.
"Hah? Jam 7? Astaga! hari ini ada pertemuan pagi! Telat nih!" Mata Sasuke terbelalak ketika melihat jam dikamarnya sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
Hari ini Sasuke ada pertemuan pagi dengan dosennya, pencerahan di pagi hari mungkin, heeee : )
Sasuke bergegas untuk mandi dan siap-siap sarapan, terus pergi kekampus.
'Aduh... pak Killer itu pasti marah kalau aku telat begini! Tuhan... tolong saya' Bisik Sasuke pada dirinya sendiri sambil membayangkan apa yang akan terjadi padanya jika dia terlambat menemui dosen pembimbingnya, yang sering disebut 'Killer' karena sikapnya yang kejam! Dengan secepat kilat Sasuke menyiapkan dirinya, diapun hanya menyantap 1 potong roti coklat dan seteguk vanilla latte yang sudah disiapkan pembantu rumahnya di atas meja makan. Sekarang Sasuke siap untuk kekampus, dengan sigap dia masuk kemobilnya, memutar balik mobilnya keluar dari garasi dan menancapkan gas mobilnya agar dia bisa sampai kampus secepatnya!
Sesampainya dikampus, Sasuke berlari sekencang-kencangnya hingga pacuan kuda-pun kalah dengan larinya. Hahahahaa =D
'Aduh... cepat! Cepat! Aku harus cepat! Jika tidak matilah aku!' Bisik Sasuke sambil terus berlari-lari dikoridor, orang-orang yang ada dikoridor-pun bingung dengan apa yang dilakukan Sasuke?
'Lari pagi dikampus! Aneh!' Pikir salah satu mahasiswa yang melihat tingkah Sasuke.
Akhirnya, Sasuke-pun sampai diruang dosen pembimbingnya, dengan menarik nafas yang dalam kemudian dikeluarkannya pelan-pelan, Sasuke memperbaiki penampilannya serta terus menenangkan dirinya, 1 langkah Sasuke mengetuk pintu ruangan Dosennya itu.
'tok-tok-tok' Suara ketukan pintu yang di ketuk Sasuke.
"Permisi Pak." Sapa Sasuke sambil membuka pintu pelan-pelan, di lihatnya didalam ruangan itu tidak nampak bapak tua gendut dengan model rambut mirip Einstein, Sasuke bingung dengan keadaan diruangan itu.
'Dimana Pak killer ya?' Bisik Sasuke sambil terus berfikir dimana keberadaan dosen yang dia cari.
'Jangan-jangan, sudah masuk kelas? Astaga! Gawaatttt!' Kata Sasuke yang terus-terusan menerka keberadaan dosen yang dicarinya, secepat pacuan kuda berlari kelantai dua menuju kelasnya.
Sesampainya dikelas...
"Permisi." Kata Sasuke dengan pelan sambil menundukkan kepalanya, takut apa yang dia bayangkan akan terjadi sekarang! Jantungnya berdetak kencang dan tubuhnya pun bergetar, sesekali menetes air keringat dari dahinya! Sasuke terus terdiam di depan kelasnya, sambil menunggu jawaban dosennya.
"Hei Sasuke, kenapa kau? Masuk kelas sambil menunduk gitu?" Teriak teman sekelas Sasuke, Shikamaru yang bingung melihat Sasuke masuk kelas sambil menunduk.
"Hah? Shika? Kau sendirian dikelas? Hari ini bukannya ada pertemuan pagi sama si Killer?" Tanya Sasuke bingung melihat kelasnya sepi tak berpenghuni, yang ada hanya Shikamaru, teman sekelasnya, selain itu tak ada seorangpun.
"Hahahaha..." Shikamaru tertawa melihat ekspresi Sasuke yang kebingungan.
"Kenapa kau tertawa? Jawab aku!" Tanya Sasuke yang semakin bingung dan penasaran dengan apa yang terjadi sekarang!
"Kau ini! kau pikir hari ini hari apa Sasuke?" Jawab Shikamaru yang masih tertawa melihat Sasuke.
"Hari ini hari Rabu kan? Kau lupa kalau si Killer bilang hari Rabu ini kita ada pertemuan pagi!" Jawab Sasuke menjelaskan pada Shikamaru.
"Hum... memangnya hari ini tanggal berapa Sasuke?" Kata Shikamaru yang terus membuat Sasuke bingung.
"Tanggal 11 oktober kan?" Jawab Sasuke sambil mengerutkan sebelah alisnya.
"Terus apa hubungannya sama pertemuan si Killer?" Lanjut Sasuke terus melontarkan pertanyaan kepada Shikamaru, Sasuke makin penasaran.
"Aku rasa kau memang benar-benar stress Sasuke!" Jawab Shikamaru sambil memegang kening Sasuke dan menyamakan suhu badannya dan badan Sasuke,
"Hari ini memang tanggal 11 oktober, kau tidak ingat? Pertemuan itu sudah lewat, tanggal 4 oktober minggu lalu! Sebaiknya kau istirahat di UKS saja, aku takut kau tambah gila! Hahahahaha." Lanjut Shikamaru sambil terus menertawakan Sasuke. Jawaban Shikamaru ini membuat rasa penasaran Sasuke terjawabkan, Sasuke yang mulai sadar-pun membuka Hp-nya melihat tanggal, benar saja tanggal 4 oktober minggu lalu ada alarm peringatan di HP-nya tentang pertemuan pagi bersama dosen pembimbingnya. Sasuke-pun keluar kelas untuk menenangkan pikirannya yang saat ini masih bingung dengan keadaan. Tiba-tiba!
"Sasuke." Seseorang memanggil nama Sasuke. Sasuke yang samar-samar ingat dengan suara ini membalikkan badannya, yah... itu suara Sakura.
"..." Sasuke hanya diam melihat Sakura
"Sasuke, aku... " Kata Sakura yang terbata-bata.
Melihat tingkah Sakura yang seperti itu, Sasuke hendak beranjak pergi menjauhi Sakura.
"Sasuke tunggu! Ada yang mau aku tanyakan padamu?" Kata Sakura yang menahan Sasuke pergi.
"Ada apa?" Jawab Sasuke tanpa membalikkan badannya.
"Semalam, ka-kau pergi dengan siapa?" Tanya Sakura.
"..." Sasuke sedikit terkejut dengan pertanyaan Sakura itu, sambil mengingat apa yang terjadi padanya Semalam, Sasuke terus diam, tanpa berkata-kata.
"Sasuke, apa wanita itu kekasihmu? A-aku melihat wanita itu menciummu!" Lanjut Sakura terus menanyakan rasa penasarannya.
"Bukan urusanmu!" Jawab Sasuke datar sambil berlalu meninggalkan Sakura.
"Memang bukan urusanku! Tapi kejadian itu menyakiti hatiku!" Jawab Sakura berbisik dengan nada kecil hampir tak terdengar, melihat Sasuke menjauhinya Sakura hanya bisa menangis! Semua memang kesalahannya karena dia telah menyakiti Sasuke! Kini Sakura tau bagaimana rasanya di campakkan oleh orang yang di sayangi.
Tak pernah aku membayangkannya
Bila insan sedang patah hati
Kali ini ku rasakan sesungguhnya!
Siang hariku bagaikan malam
Pelangipun berwarnakan kelam
Inikah yang dinamakan patah hati!
Hikss... hiksss... isak tangis Sakura semakin jadi, Sakura bingung, bagaimana caranya agar dia bisa membuat Sasuke kembali lagi padanya. Kini Sasuke benar-benar membencinya.
Tak ingin ku jalani cinta yang begini
Yang ku tau cinta itu indah
Tak ingin kurasakan jiwa yang tak tenang
Ku mau kau tetap disisiku!
Sasuke terus berjalan menuju parkiran, terasa dihatinya seolah jantungnya di remas-remas orang hingga terasa begitu sakit! Sasuke sakit karena harus mencampakkan Sakura seperti tadi!
"Siallllllll! BODOOOOOOOOOOHHHHHHHH!" Teriak Sasuke sambil menendang kaleng kosong yang tergeletak di depannya!
"Kenapa sampai saat inipun aku masih tak bisa melupakannya! Sakura..." Kata Sasuke yang marah pada dirinya sendiri karena sampai saat ini dia belum bisa melupakan Sakura.
Sasuke masuk kemobilnya sambil mencari-cari sesuatu di tumpukkan buku yang ada di jok belakang mobilnya. Setelah menemukan barang yang dicarinya Sasuke membuka barang yang berbentuk kotak kecil dengan pita berwarna biru khas dirinya.
"Jam tangan?" Kata Sasuke saat melihat isi dari kotak tersebut, itu adalah kado pemberian Hinata tadi malam, sambil terus memutar otaknya mengingat kejadian semalam Sasuke melajukan mobilnya menuju ke suatu tempat. Kerumah Hinata.
Di depan rumah Hinata, terlihat Hinata sedang menyiram tanaman dihalaman rumahnya,
"Sasuke." panggil Hinata yang terkejut melihat Sasuke berdiri di depan rumahnya.
"Aku hanya ingin mengembalikan ini." Jawab Sasuke seraya memberikan kotak kecil yang semalam di berikan Hinata padanya.
"Tapi... kenapa?" Tanya Hinata yang bingung Sasuke mengembalikan hadiah darinya.
"Aku tau Sasuke, sikapku semalam memang tak pantas! Mencium mu begitu saja! Tapi itu karena aku..." Lanjut Hinata menjelaskan pada Sasuke, tapi kata-katanya dipotong Sasuke.
"Cukup! Tak perlu kau jelaskan kejadian semalam! Karena aku benar-benar membencinya! Kau tau Hinata! Kejadian semalam hanya membuat dia menangis! Aku pernah berjanji padanya untuk tidak mencium wanita lain selain Dia! hanya Dia saja!" Jawab Sasuke sedikit marah kepada Hinata atas apa yang di lakukan Hinata semalam.
"Dia? siapa Sasuke?" Tanya Hinata yang bingung dengan kata-kata Sasuke yang seolah membicarakan seseorang dengan menyebut orang itu 'Dia'.
"Dia, orang yang membuat aku dan hidupku berubah seperti sekarang ini! Dia yang paling aku cintai meskipun dia meninggalkan ku! Dia yang selalu ada di setiap detik waktu hidupku! Dia yang selamanya akan tetap aku cintai sampai aku mati! Puas kau Hinata!" Jawab Sasuke yang seolah meluapkan semua perasaan yang di tahannya selama ini, setelah itu Sasuke membalikkan badannya dan masuk kemobilnya untuk segera pergi dari rumah Hinata. Saat ini, Sasuke sedang menahan tangis diujung kelopak matanya! Dia tak ingin Hinata melihat tangisannya ini, karena yang boleh melihat dia begini hanya Sakura!
"Sasuke tunggu... maafkan aku Sasuke... Sasuke!" Kata Hinata sambil menghalangi mobil Sasuke, tapi percuma, secepat kilat Sasuke memundurkan mobilnya dam memutar balik mobilnya hingga Hinata tak bisa mengejarnya!
"Sasuke! maafkan aku... hikss... hikss... tidaaaaaakkkkkkkk!" Kata Hinata yang terduduk lemas di depan rumahnya sambil menangisi kepergian Sasuke! Hinata tau, saat ini, Sasuke pasti sangat membencinya.
Hinata merogoh kantung celananya mengambil HP nya dan menelpon seseorang.
"Ka... aku.. ingin kakak menemuiku dirumah yang lama sekarang juga!" Kata Hinata kepada orang yang yang di telepon nya.
Dalam perjalanan Sasuke hanya diam, terkejut karena bom yang terpasang aktif dijantungnya sebagian telah di ledakkannya, entah! Tinggal berapa bom lagi yang belum meledak! Hanya menunggu waktu saja!
Tiba-tiba HP Sasuke-pun berbunyi, tanpa melihat siapa yang menelpon Sasuke langsung mengangkat telponnya
"Hallo?" Kata Sasuke
"Sa... Sasuke a-aku... hikss... hikss." Jawab orang dari telpon tersebut dengan nada tersedu-sedu.
"Sakura? Kau kenapa? Kau lagi dimana? Aku segera kesana!" Kata Sasuke cemas, mendengar orang yang menelponnya adalah Sakura, apalagi dengan suara terbata-bata sambil menangis segan.
"Di rumah." Jawab Sakura yang langsung menutup telponnya.
Tut-tut-tut...
"Halo? Sakura? Sialll! Telponnya putus! Sakura..." Kata Sasuke sambil menancapkan gas pada mobilnya memutar balik menuju rumah Sakura.
Flashback
Sakura yang terus menangis ditaman kampus karena ditinggal Sasuke. Sakura tidak tahu harus berbuat apa? Dia hanya bisa menangis menahan rasa sakit dihatinya.
"Tuhan... kembalikan dia padaku lagi Tuhan! Kali ini ku berjanji akan benar-benar menjaganya! Aku tak sanggup bila harus melihat dia bersama yang lain! Tolong Tuhan... kali ini saja dengarkan do'a ku!" Bisik Hati Sakura berharap Sasuke kembali lagi padanya. Dengan pelan Sakura berjalan menuju parkiran, dia sudah minta jemput Kakashi untuk segera pulang dengan alasan tidak enak badan dan ada sesuatu yang penting yang harus di bicarakannya dengan kakashi.
Kakashi yang sedari tadi sudah menunggu Sakura diparkiran sedikit terkejut melihat Sakura berjalan sempoyongan lemah, seolah tak ada lagi nyawanya untuk hidup!
"Sakura!" Kakashi yang menangkap Sakura di pelukannya.
"Kakashi... aku sadar, aku begitu mencintainya! Tak bisa jika melihat dia bersama yang lain! Hanya dia saja!" Kata Sakura yang mengejutkan Kakashi.
"Maksudmu siapa Sakura? Tak ada orang lain yang mencintaimu lebih dariku!" Jawab Kakashi menegaskan bahwa hanya dia saja yang mencintai Sakura! tak ada orang lain lagi!
"Tapi aku benar-benar mencintainya! Melebihi apapun didunia ini!" Kata Sakura yang kini membuat Kakashi sakit!
"Sakura... tolong! Tolong jangan tinggalkan aku lagi! Tolong cintai aku! Aku benar-benar tak bisa tanpamu!" Jawab Kakashi sambil terus memeluk erat tubuh Sakura. Kakashi benar-benar tak bisa tanpa Sakura!
"Maafkan aku Kakashi, aku tak bisa mencintaimu! Karena aku hanya mencintai Sasuke!" Kata Sakura melepas pelukan Kakashi kemudian berlalu meninggalkan Kakashi.
"Sakura tunggu!" Kakashi terus memanggil Sakura, tapi tak sedikitpun Sakura menolehnya. Sakura terus berlari hingga akhirnya dia menghampiri taksi dan segera naik taksi untuk pulang!
"Sasuke! Bocah itu harus musnah!" Kata Kakashi yang di penuhi oleh dendam kepada Sasuke. Kemudian hp Kakashi pun berbunyi.
"Halo?" Setelah mendengar suara orang yang menelponnya, ekspresi muka Kakashi berubah, dengan segera dia masuk kemobilnya dan pergi.
End off Flashback
Sasuke dalam keadaan cemas, terus menancapkan gas mobilnya mempercepat laju agar dia bisa sampai dirumah Sakura secepatnya, degup jantung Sasuke makin kencang, Pandangannya lurus kedepan, pikirannya kusut, yang ada hanya Sakura, apa yang terjadi pada Sakura saat ini. Dalam kecemasannya Sasuke terus berfikir keras, hatinya terus berdoa agar tak terjadi apa-apa pada Sakura.
Akhirnya Sasukepun sampai didepan rumah Sakura, dengan segera dia masuk kerumah Sakura, terus naik kelantai dua menuju kamar Sakura, tanpa berfikir panjang Sasuke langsung menerobos masuk kekamar Sakura.
"Sakura! apa yang kau lakukan!" Teriak Sasuke menahan Sakura yang saat ini dalam posisi memegang pisau buah, Sakura ingin bunuh diri!
"Hikss... hikss... maafkan aku Sasuke! Aku mencintaimu." Jawab Sakura sambil menangis.
"Sakura... jangan lakukan hal bodoh seperti ini!" Sasuke mendekati Sakura, melepaskan pisau yang dipegang Sakura, dan menyandarkan kepala Sakura dipundaknya, dengan erat Sasuke terus menggenggam tangan Sakura, terasa sekali tangan Sakura yang mulai dingin, gemetaran, dan ketakutan. Pikirannya kosong, dia putus asa.
Kan ku utarakan kepadamu...
Semua yang ada dihatiku...
Aku mencintai kamu...
Dengarkan janjiku...
"Sasuke... jangan pergi dengan wanita itu! Jangan membelakangiku! Pandanglah aku Sasuke! Aku Sakura yang selalu mencintaimu!" Kata Sakura yang masih dalam keadaan kosong, kini Sakura benar-benar takut di tinggalkan Sasuke! Sakura benar-benar tak siap jika harus hidup tanpa Sasuke.
"Tidak Sakura... aku akan selalu disini bersamamu! Takkan pernah meninggalkanmu! Maafkan aku Sakura." Jawab Sasuke sambil terus menenangkan keadaaan Sakura, Sasuke terus memeluk Sakura, mengusap kepala Sakura, sesekali dia mengecup kening Sakura, selama ini Sasuke juga merasa sakit karena harus mengacuhkan Sakura, padahal sebenarnya dia selalu memperhatikan gerak-gerik Sakura. Begitupun dengan Sakura yang diam-diam juga selalu memperhatikan Sasuke. Sekarang takkan adalagi yang bisa memisahkan Sasuke dan Sakura. sekarang yang ada hanya Sasuke dan Sakura, takkan ada lagi orang lain didunia mereka.
Kan ku sayangi kau sampai akhir dunia...
Dan ku jadikan kamu wanita...
Paling bahagia diseluruh dunia...
Karena kamulah satu-satunya...
Kakashi telah sampai ditempat yang di tujunya, segera dia masuk kerumah yang terlihat begitu rapi dan sejuk, Kakashi terus mencari keberadaan orang yang di carinya.
Disudut ruangan yang sedikit gelap itu, ada sesosok wanita mungil yang sedang duduk lemah sambil menutup wajahnya, yang terdengar hanya isak tangisnya yang pilu, melihat sosok tersebut Kakashi mulai menghampirinya.
"Hinata..." Kata Kakashi memanggil seraya mengulurkan tangannya.
"Kakak... hikss...hikss..." Hinata langsung berdiri meraih uluran tangan Kakashi, di peluknya laki-laki bertubuh tegap itu, kemudian di rengkuhnya seerat mungkin agar semua kerinduan yang di pendamnya kini tersampaikan kepada laki-laki itu.
"Ada apa Hinata? Kenapa kau menangis seperti ini?" Tanya Kakashi melihat keadaan Hinata seperti ini.
"Dia... hikss... di-dia... a-aku benar-benar mencintainya kak!" Jawab Hinata terbata-bata! Karena masih dalam keadaan menangis tersedu-sedu. Mendengar itu, Kakashi bingung. siapa orang yang di maksud adiknya ini?
"Dia? Siapa Hinata?" Tanya Kakashi meledakkan kebingungan hatinya.
"Dia kak, aku hanya mencintai Dia!hanya dia kak! Lebih dari apapun!" Jawab Hinata yang sedikit histeris di pelukan Kakashi.
"Iya... tapi dia itu siapa?" Kakashi terus memecahkan rasa ingin tahunya tentang orang yang di cintai adiknya ini.
"Dia... Sa-sa-sasuke... Uchiha... " Jawaban Hinata ini membuat Kakashi terkejut, berharap apa yang di dengarnya itu salah!
"Apa? Siapa kau bilang ?" Kakashi yang merasa tak percaya Hinata menyebut nama orang yang saat ini di bencinya!
"Sasuke kak! Sasuke Uchiha! Aku sangat mencintai dia! hanya dia saja!" Tegas Hinata yang kini membuat Kakashi terdiam!
"Jadi? dia yang membuatmu menangis seperti ini? sungguh naif Hinata! Lupakan semua rasa itu! Aku tidak ingin adikku mencintai laki-laki yang bernama Sasuke Uchiha itu!" Jantung Kakashi berdegup kencang, amarahnya naik sampai pada saraf otaknya! Tubuhnya bergetar! Sambil menahan marah Kakashi terus menenangkan Hinata.
"Kenapa kak? Aku hanya mencintai dia!" Kata Hinata bingung kenapa kakaknya marah saat tau orang yang di cintainya adalah Sasuke!
"Karena dia, aku harus kehilangan Sakura! wanita yang paling aku cinta melebihi diriku sendiri!" Jawaban Kakashi membuat Hinata tercengang, jadi wanita yang di cintai Sasuke adalah mantan kekasih kakaknya sendiri! Merasa tak percaya Hinata duduk di kursi yang ada didekatnya.
"Hah? Apa? Jadi wanita yang membuat Sasuke berubah itu adalah Sakura, pacar kakak? tidak mungkin!" Hinata masih merasa tak percaya.
"Sasuke akan menerima balasannya!" Jawab Kakashi tak terima Sasuke merebut Sakura bahkan sekarang Sasuke malah membuat adiknya menangis!
"Kakak mau melakukan apa pada Sasuke?" Tanya Hinata sedikit takut melihat ekspresi Kakashi yang dingin.
"..." tanpa menjawab pertanyaan Hinata, Kakashi terus berjalan menuju mobilnya, Hinata yang mengikuti Kakashi merasa takut Kakashi akan melakukan hal-hal aneh terhadap Sasuke. Terlihat Kakashi seperti sedang mencari sesuatu diantara barang-barang yang ada dimobilnya, Hinata yang bingung Kakaknya mencari apa, memberanikan diri untuk bertanya.
"Kakak mencari apa?" Tanya Hinata
"..." Kakashi terus diam tak menjawab adiknya, setelah benda yang dia cari ketemu, dia menunjukkan benda itu di depan muka Hinata.
"Aku mencari ini." Jawab Kakashi sambil memegang benda yang sedari tadi di cari-carinya.
"Pistol? Untuk apa kak? Apa yang akan kakak lakukan dengan pistol itu?" Hinata terus bertanya kepada kakaknya tentang apa yang akan di lakukan oleh kakaknya dengan senjata berbahaya itu,
"Kau hanya perlu lihat dan perhatikan apa yang akan aku lakukan Hinata! Peluru dari pistol ini akan menembus jantung Sasuke!" Kakashi menjawab dengan penuh amarah, Kini kakashi di penuhi oleh rasa dendam terhadap Sasuke.
"..." Hinata hanya terdiam melihat kakaknya yang terselubung aura dendam! Hinata takut dengan keadaan kakaknya sekarang, dia hanya bisa diam sambil berfikir apa yang akan dia lakukan untuk menghentikan kakaknya.
Dari kejauhan Kakashi bisa melihat mobil yang terparkir didepan rumah Sakura, mobil sedan biru mengkilap mencirikan sang pemiliknya, ya... itu mobil Sasuke, terlihat juga flat mobil itu, S 45 UKE itu flat nomor mobil Sasuke. Kakashi terus berjalan menuju rumah Sakura, Hinata hanya mengikuti Kakaknya dari belakang sambil berjaga-jaga, diam-diam Hinata sudah memanggil polisi untuk datang kerumah Sakura. Kakashi dengan pandagan dingin masuk kerumah Sakura, naik kelantai atas menuju kamar Sakura, aura Kakashi benar-benar gelap yang ada dipikirannya sekarang hanya dendam yang mendalam kepada Sasuke!
Gubrakk! Pintu kamar Sakura yang di tendang Kakashi...
"Kakashi... kau..." Kata Sakura yang terkejut melihat Kakashi berdiri dipintu kamarnya dan disampingnya ada Hinata!
"Iya Sakura, ini aku, kenapa? Sepertinya aku mengganggu kalian!"
Jawab Kakashi dengan penuh amarah seolah akan segera meledakkan dendamnya! Dengan segera dia mengacungkan pistol yang di bawanya ke arah Sasuke! Tepat ke kepala Sasuke, Sasuke yang sedang duduk bersama Sakurapun terdiam, takut jika sedikit bergerak saja maka Kakashi akan melepaskan tembakannya..
Tiba-tiba!
Dooooooorrrrr...!
Tembakan Kakashi lepas seketika, komplek perumahan yang sepi itu di kejutkan dengan suara tembakan yang menggelegar keseluruh komplek! Dengan segera semua orang yang mendengar suara mengejutkan itu pecah berhamburan keluar dari rumah mereka menuju sumber suara tembakan tersebut.
"!" Teriak Sakura saat sadar melihat darah segar berceceran dilantai kamarnya! Itu darah segar milik siapa? Apakah Sasuke? Sakura menutup mukanya dengan tangannya, takut! Sakura takut melihat kejadian mengerikan itu, Darah segar itu terus berceceran dilantai semakin banyak, itu membuat Sakura semakin takut, tiba-tiba sepasang tangan merengkuhnya dan memeluknya erat, saat melihat siapa orang yang memeluknya, Sakura melihat sosok Sasuke, kalau ini Sasuke, terus? Siapa yang menghasilkan darah segar yang berceceran dilantai ini.
Ternyata itu adalah Hinata! Hinata yang sesaat sebelum Kakashi melepas tembakannya, melompat kearah depan Sasuke, maka dari itu, Hinatalah yang kena tembakan Kakashi.
Dengan separuh nafas yang terengap-engap antara sadar dan tidak, Hinata terus menahan sakit karena dadanya tertembus peluru yang di lepaskan oleh kakaknya sendiri. Kakashi yang sadar siapa yang dia tembak, seketika mendekati tubuh yang terhempas yang menjadi korban dendamnya!
"Hinata!" Kata Kakashi yang memeluk erat tubuh adiknya sambil terus-terusan memanggil nama Hinata,
"Ka-ka-kakak... Huh! Bi-ar-kan Sa-sa-su-ke ber-sa-ma Sa-ku-ra." dengan terbata-bata karena menahan sakit yang dia rasa Hinata mengatakan kepada Kakashi untuk membiarkan Sasuke bersama Sakura. kemudian, nafas yang hanya seperdelapan itu sudah tak terdengar lagi, hening, tak bersuara lagi, Hinata meninggal ditempat!
"Hinataaaaaaaaaaaaa ..." Teriak Kakashi sambil terus memeluk tubuh yang berhamburan darah itu, kakashi menyadari, semua ini karena tingkah bodohnya! Hinata yang tak bersalah harus menanggung semua perbuatan karena dendamnya!
Tak lama dari situ mulai terdengar sirine mobil polisi dan ambulans dirumah Sakura, Polisi yang tibapun langsung memborgol Kakashi sedangkan para medis yang ada segera membawa mayat Hinata kerumah sakit.
Sakura yang saat ini masih shock terus dipeluk oleh Sasuke,
"Semuanya telah berakhir Sakura, tak perlu cemas, semua benar-benar telah berakhir!" Kata Sasuke sambil menangis lega berbisik kepada Sakura bahwa kejadian mengerikan itu telah berlalu. Sakura yang masih shock itu dibawa Sasuke kerumah sakit untuk istirahat menenangkan pikirannya.
1 minggu kemudian...
"Hahahahahha... lucu sekali ceritamu Sasuke? Hahahaha... aduhhh... sudah! Sudah! Sakit perutku karena tertawa terus!" Tawa Sakura kini terdengar lagi, sejak kejadian mengerikan 1 minggu lalu Sakura menenangkan diri dirumah sakit, tapi hari ini adalah hari kepulangannya.
"Hn, baiklah Saku." Jawab Sasuke sambil mengelus lembut kepala Sakura. "Sakura... mau tau tidak apa yang akan di katakan malaikat tentang Sakura dan Sasuke?" Tanya Sasuke tiba-tiba sambil menatap dalam mata Sakura dan menggenggam erat tangan Sakura.
"Humm... apa?" Sakura bingung dengan pertanyaan Sasuke.
"Kata malaikat, mulai detik ini hingga selamanya Sakura akan selalu bersama Sasuke! Takkan pernah berpisah kecuali maut yang memisahkan!" Jawaban Sasuke benar-benar mengejutkan Sakura, Sakura pun mendekatkan dahinya ke dahi Sasuke, kini terasa, ujung hidung mereka mulai bersentuhan, Sasuke berhenti bergerak begitupun dengan Sakura, mereka saling menatap dalam jarak dekat, kemudian Sasuke menarik nafas pelan dan sedikit bergerak menempelkan bibirnya ke bibir Sakura, setelah beberapa detik Sasuke melepas ciumannya dan menatap Sakura dengan senyuman manisnya.
Jadi terimalah oh cintaku...
Jangan kau patahkan hatiku...
Aku mencintai kamu...
Dengarkan janjiku...
"Will you marry me?" Sasuke meminta Sakura untuk menikah dengannya,
mendengar itu, Sakura diam sejenak tersenyum kepada Sasuke lalu memejamkan matanya.
Kan ku sayangi kau sampai akhir dunia...
Dan ku jadikan kamu wanita...
Paling bahagia diseluruh dunia...
Karena kamulah satu-satunya...
"Apa itu maksudnya Sakura?" Kini Sasuke yang bingung kenapa Sakura malah memejamkan matanya, bukan menjawab pertanyaannya tadi.
Sakura mulai membuka matanya lagi, menatap Sasuke tajam,
"Kau tau Sasuke, ibuku pernah berkata, jika kekasihmu melamarmu, maka tersenyumlah padanya dan pejamkan matamu lalu jawab lamaran nya dengan kata-" kata-kata Sakura terputus dan membuat Sasuke merasa lebih bingung lagi.
"Apa Sakura?" Tanya Sasuke
"Yes, I will, because I Love You..." Jawab Sakura tersenyum kepada Sasuke dan kemudian Sasuke pun membalas senyuman itu, lalu mengecup lembut bibir Sakura kembali, Sakura-pun membalas kecupan lembut itu, bibir mereka kini saling bertautan,mereka saling membalas kecupan masing-masing, sesaat mereka berhenti untuk mengambil oksigen demi paru-paru mereka.
"I Love You Sakura, akan selalu seperti ini hingga selamanya." Sasuke mengecup lembut kening Sakura, Sakurapun tersenyum manis melihat Sasuke. Kini, malaikatpun bersaksi dengan cinta mereka yang selalu abadi.
"Humm...Sasuke, sebenarnya kamu itu adalah sahabatku, terus jadi pacar rahasiaku, tapi sekarang resmi jadi tunanganku..." Mendengar Sakura mengatakan itu, Sasuke tersenyum berharap selamanya akan selalu bersama Sakura.
"Kau mau dengar aku berdoa tidak?" Kata Sasuke sambil mengecup tangan Sakura.
"Humm.. baiklah." Jawab Sakura.
"Tuhan… hari ini Sakura telah kembali bersama Sasuke lagi, maka dari itu, jangan pernah pisahkan kami, apapun yang terjadi, biarkanlah kami tetap begini hingga kami tiba di waktu terakhir kami nanti, Amin." Kata Sasuke seraya memegang pipi Sakura,
"Amin." Jawab Sakura sambil tersenyum manis, sebuah senyuman yang telah meluluhkan hati Sasuke. Mulai detik ini hingga selamanya mereka akan tetap bersama, tak akan pernah terpisah hingga nanti waktu terakhir mereka tiba. =))
Fly me to the moon
And let me play among the stars
Let me see what spring is like on jupiter and mars
In other words hold my hand
In other words darling kiss me
Fill my heart with song
And let me sing forever more
You are all along for all,
I worship and adore
In other words please be true
In other words I LOVE YOU
The end
Huaaahhhh …. Akhirnya selesai juga Secret Lover chap terakhir ini, hikss… hikss.. –berlinang airmata- =, ( sedih amat cerita ini? Kok bisa ya neng Cha buat cerita ini?
Walaaahh… semoga para readers gak kecewa sama ending yang Cha buat ini. amiiinn... =)
Humm... gomen ya Kakashi... karakternya jahat banget.. –buagh- ditimpukin Kakashi lovers, cabuutttt XD
Gomen juga buat pecinta Hinata... Hinatanya jadi meninggal *dibyakugan Hina* =(
Sakusasu lovers, Cha puas banget karena endingnya baguusssss =) *muji-muji sendiri* -plakk- _
Curhat ya readers...
Humm... readers, belakangan ini hubungan Cha sama si Ayank agak renggang, entahlah! Bentar-bentar berantem! Kemaren dia bilang kalau Cha harus nonaktifin akun FB! Dia bilang dengan Cha punya FB tuh sama aja dah nyakitin dia karena Cha komen sama temen FB yang cowok, padahal FB kan Cuma dunia maya?
Says to Ayank ...
"Ayank... aku tutup akun FB aku, biar kamu tahu kalau aku gak mau liat kamu sakit karena aku! Hikss... =,( mavin Cha ya Ayank? Cuma pengen kamu tau kalau Cha sayang kamu bahkan lebih dari sekedar kata-kata. =) "
semoga si Ayank ngerti maksud Cha.
Heee –plakkk!- *curcol* hahaha =D maaf ya readers, Cha curcol mulu, tapi setidaknya curcol ini bisa buat beban dihati Cha hilang setengah, =)
Arigatou gozaimasu buat semua readers dan pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan cerita ini, hahahahaha =D *bungkuk-bungkuk badan* jangan bosen ya buat bantuin Cha lagi di certa berikutnya.. heee =))
Spesial buat Cyfz Harunoo... nih puas gak dengan hasilnya? Puas kan? Hahahha -maksa banget-
Dan spesial thanks buad yang udah membacanya sampai tamat, terima kasih sudah menghargai saya didunia ffn ini, tanpa kalian, mungkin cerita ini gak akan berlanjut -jyahhh- XD
Sampai jumpa dicerita Cha berikutnya... =D
Mohon meninggalkan jejak kalian disini…. : ))
Caci maki atau apapun juga Cha terima.
Riview yah ... =) *puppy eye*
Rencananya cha mau buat sekuel dari secret lover ini… Gimana? kalo ada yang setuju kasi tw yah... heee =))
Salam manis cinta sayang,
Cha Nichi Kudo
Si_penggila chocolattez
