Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto
Sakura POV
Malam pertamaku dikediaman Uchiha, asing rasanya berada dikamar sebesar ini, kamarku yang dulu tidak sebesar ini, tapi terasa hangat, karena ibuku selalu berada disampingku sebelum aku tidur, dia selalu bercerita sesuatu untuk membuatku tertidur. Sejenak aku memejamkan mata, tapi yang terlintas dibenakku adalah senyuman ayah dan ibuku, aku sangat merindukan mereka.
"Huuu…ayah…ibu…aku kangeeeen." Aku terus menerus memanggil nama mereka, aku bahkan sempat terlintas berfikir untuk menyusul mereka, tapi itu hanya sepintas, dan tidak lama kemudian, aku tertidur.
Normal POV
Pagi hari yang cerah, terdengar suara seseorang dari luar jendela Sakura, suara seorang laki-laki yang sedang berteriak.
"Ayo lebih semangat tuan muda Itachi! uan muda Sasuke!" kata suara itu.
Sakura terbangun dari tidurnya, berhubung dia belum pernah membuka jendelanya karena dia sampai disini malam-malam, sekarang dia membuka lebar jendela kamarnya, terlihat pemandangan yang sangat indah, ternyata kamar Sakura menghadap belakang rumah kediaman Uchiha, dan dibelakang rumah itu terdapan danau kecil dan halaman yang sangat luas, Sakura melihat seorang pria dewasa sedang melatih Itachi dan Sasuke ilmu bela diri. Sakura keluar dari kamarnya menuju beranda kamarnya, dia memperhatikan Itachi dan Sasuke yang sedang serius berlatih.
Sasuke POV
Saat aku sedang berlatih bersama kak Itachi, aku tidak sengaja melihat Sakura yang sedang memperhatikan kami dari beranda kamarnya, sepertinya dia baru bangun dari tidurnya.
"HIAAAAAH" aku memukul kayu yang berada didepanku, tapi sangat disayangkan, kayu itu sangat keras sehingga membuatku kesakitan.
"Aaaawwww…aduuh…sakiiit" sial, aku malu sekali, Sakura pasti melihat adegan tadi, aku mencuri pandang keatas, dan melihat Sakura tengah memandangi danau.
'Hhh..untung dia tidak lihat, rencana mau pamer, malah kesakitan seperti ini, cih!'
Normal POV
"Sakuraaaa." Panggil Itachi melambaikan tangannya.
'Kak Itachi, mau apa dia!' pikir Sasuke sewot.
"Kalau mau kemarilah." Ajak Itachi.
Sakura yang malu langsung berlari kembali menuju kamarnya.
'Hyaaaaa….mereka melihatku…aku malu sekali!' pikir Sakura yang wajahnya memerah.
"Kakak membuatnya takut tuuh." Kata Sasuke sok tahu.
"Tidak, dia hanya malu saja, dia belum terbiasa pada kita." Jelas Itachi.
"Baiklah, pelajaran ini cukup sampai disini, tuan muda Itachi, tuan muda Sasuke, saatnya berlatih menunggang kuda." Kata pria yang memegang buku untuk melihat jadwal mereka.
Sakura merasa penasaran dengan danau tersebut, akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari kamarnya dan berlari menuju taman belakang.
"Ah, selamat pagi Nona Sakura." Sapa para pelayan, tapi sapaan mereka di abaikan oleh Sakura, dia terus berlari menuju belakang. Sesampainya dia di taman belakang, dia melihat ada banyak kuda disana, Sakura sangat suka binatang, sehingga pikirannya tentang danau teralihkan oleh kuda-kuda itu, Sakura mendekati kandang kuda tersebut dan tiba-tiba terkejut melihat kedua kakak beradik itu keluar dengan menunggangi kudanya masing-masing.
"Ah, Sakura, kau memutuskan untuk kesini rupanya." Kata Itachi tersenyum.
Sakura tidak bisa menyembunyikan ekspresinya yang begitu ingin mnyentuh kuda, melihat Sasuke yang seumuran dengannya bisa menaiki kuda, dia sangat ingin mencobanya. Itachi melihat ekspresi Sakura yang benar-benar lucu.
"Hahahaa, kau ingin mencobanya Sakura?" tanya Itachi lembut.
Sakura menoleh kearah Itachi, pipinya memerah menandakan dia sangat senang, tapi dia tidak tersenyum, akhirnya Sakura memberanikan diri untuk menyentuh kuda tersebut.
"Brrrr" desah suara kuda ketika Sakura memegangnya, terlintas Sakura menyimpulkan senyuman kecil di bibirnya, dan senyuman itu hanya di sadari oleh Uchiha bersaudara yang wajah mereka langsung memerah.
"Apa kau juga mau mencoba menungganginya?" tanya Sasuke.
Sakura menoleh kearah Sasuke dengan wajah yang sudah tidak tersenyum lagi, dia juga tidak mengangguk tapi juga tidak menggelengkan kepalanya, Sakura takut akan dimarahi oleh Fugaku kalau sampai ketahuan.
"Tidak apa, aku akan bertanggung jawab." Kata Itachi.
"T…Tapi Tuan muda" kata salah satu pelayan.
"Tidak apa, keluarkan kuda yang paling jinak dan lebih kecil untuk Sakura." Perintah Itachi.
Akhirnya dikeluarkanlah kuda berwarna putih, pria yang mengeluarkan kuda tersebut menggendong Sakura untuk naik diatas kuda itu dan mengatur pijakannya.
"Nona, hati-hati, cukup mengayuhkan talinya, kuda itu akan berjalan pelan, tapi jangan terlalu kencang, kuda itu bisa ketakutan dan berlari sangat kencang." Jelas pemandu kuda.
Sakura mematuhinya, akhirnya Sakura, Sasuke dan Itachi berkuda mengelilingi taman yang luas itu, mereka tetap pada jalurnya, Itachi didepan, Sakura barisan kedua, dan Sasuke dibelakang. Ketika sampai di dekat danau, pandangan Sakura kembali pada danau tersebut, akhirnya Sakura sadar apa tujuan dia sebenarnya datang ke taman. Tanpa aba-aba Sakura mengencangkan ayuhan tali kudanya sehingga membuat kuda yang Sakura tunggangi kaget dan berlari.
"SAKURAAA" kejar Itachi memakai kudanya begitu pula Sasuke.
Sakura tidak mendengarkan mereka, bahkan dia tidak takut dengan kuda yang dia tunggangi, tujuannya hanyalah satu, yaitu danau. Ketika dia hampir dekat dengan danau, sang kuda berhanti mendadak dan itu membuat Sakura terlempar ke danau.
"SAKURAAAA" teriak Sasuke sambil menunggangi kudanya.
"Sasuke panggil ayah, pak Yoshi tolong bawa Sasuke ketempat aman." Kata Itachi yang langsung melompat ke danau tersebut untuk menyelamatkan Sakura.
Sakura POV
Ketika melihat danau itu, hanya satu pikiranku, ingin sekali aku tenggelam di danau itu, mungkin aku bisa bertemu dengan ayah dan ibuku, ketika aku tenggelam, aku melihat seseorang telah melompat dan mengejarku didalam air, dia berusaha meraih tanganku, ketika dia berhasil menggenggam tanganku, dia memelukku dan membawaku keatas.
Normal POV
"Puaaah, Sasuke Bantu aku." Kata Itachi yang muncul dari dalam danau dan melihat Sasuke belum pergi. "Kemana pak Yoshi?" tanya Itachi.
"Dia memanggil ayah, aku tidak bisa pergi meninggalkan kalian!." Kata Sasuke yang khawatir.
"Sakura, buka matamu!" teriak Itachi menepuk pipinya. Tapi Sakura tidak membuka matanya, akhirnya Itachi menekan dadanya agar air yang dia telan keluar cara itu tidak berhasil, akhirnya Itachi memberikan CPR untuk Sakura, ketika Sasuke melihat Itachi memberikan nafas bantuan, Sasuke mendorong Itachi.
"Aw, Sasuke! Apa-apan kau!" teriak Itachi.
"Kau jahat! Mencium Sakura saat dia tidak sadar! Kasihan Sakura!" teriak Sasuke yang belum mengerti.
"Aku bukan menciumnya, tapi memberi nafas buatan untuknya." Kata Itachi yang melanjutkan menekan dadanya Sakura.
"Uhuukk…uhuukk." Sakura mengeluarkan air dari mulutnya, akhirnya Sakura membuka matanya, dia melihat samar-samar ada 2 orang pemuda memasang wajah pucat yang terlihat sangat khawatir didepannya.
"ITACHIII, SASUKEEE, SAKURAAA" teriak Fugaku yang berlari dari dalam rumah menuju tempat mereka.
"Ayah." Kata Sasuke.
"Ada apa ini? kenapa Sakura bisa tenggelam?" tanya Fugaku panic.
Ketika Sakura benar-benar sadar, dia mengubah posisinya yang tadinya tidur sekarang jadi duduk, dan lagi, tidak berkata apa-apa dan tanpa ekspresi, Sasuke yang kesal melihat Sakura seperti itu mendekati Sakura dan menamparnya.
PLAK
Tentu saja hal ini membuat Fugaku dan Itachi terkjut.
"KAU! JANGAN SEKALI-SEKALI MELAKUKAN HAL SEPERTI TADI, KAU TIDAK TAHU BETAPA KHAWATIRNYA KAMI HAH!" bentak Sasuke.
Tamparan dan bentakan Sasuke seakan menyadarkan kebodohan Sakura, hingga akhirnya Sakura mengeluarkan tangisannya yang dia pendam dari kemarin.
"Huaaaaaaaaa." Sakura menangis dan terus menangis, dia menangis bukan karena tamparan Sasuke, tapi karena dia baru merasa bisa menangis setelah orang tuanya mati. Fugaku menggendong Sakura yang masih menangis ke kamarnya, Sedangkan Sasuke dan Itachi masih berada disitu.
"Kau keterlaluan Sasuke." Kata Itachi yang melihat kearah adiknya yang juga sedang menahan tangis. "Hei, jadi laki-laki tidak boleh cengeng." Kata itachi memegang kepala adiknya itu.
Sakura POV
Ketika paman Fugaku menggendongku ke kamar, aku masih menangis, aku menangis sambil memeluk dada paman Fugaku, aku merasa sangat sedih, kesepian dan putus asa.
"Menangislah Sakura, keluarkan semuanya, jangan ada lagi yang kau pendam." Itulah yang dikatakan paman Fugaku padaku, aku menangis makin kencang, seakan pita suaraku akan pecah.
Setelah sekian lama aku menangis, aku mencoba untuk berhenti. Paman Fugaku masih berada disampingku, kini bibi Mikoto ikut berada dikamarku dengan membawakanku handuk dan baju kering.
"Apa kau sudah merasa baikan?" tanya paman Fugaku.
Aku hanya mengangguk masih sambil mengeluarkan air mata.
"Apa Sasuke terlalu keras menamparmu? Tenang saja, nanti paman akan menghukumnya." Paman Fugaku berbicara dengan nada bercanda padaku, aku hanya menggelengkan kepalaku.
"Sakura," bibi Mikoto memanggilku dan memegang pipiku. "Katakanlah apa yang ingin kau katakan." Kata bibi Mikoto dengan lembut, suara lembutnya membuatku yang akhirnya mengatakan unek-unekku.
"Huaaa..haaaa..huaaaaaa" aku menangis mmeluk bibi Mikoto. "Aku kangen ibuuu..aku kangen ayaaah, aku ingin bersama merekaaa." Aku terus-terusan mengucapkan kalimat itu.
Normal POV
Mikoto memeluk Sakura yang terus-terusan memanggil ayah dan ibunya, Mikoto melihat kearah Fugaku dengan tatapan sedih.
"Sakura, memang sangat berat bagimu, dengarkan paman." Kata Fugaku memegang pundak Sakura.
"Mulai saat ini, paman dan bibi akan menjadi sosok ayah dan ibu bagimu, kau boleh meminta apa saja pada kami, kalau kau mau menangis karena rindu pada ayah dan ibumu, kau boleh datang padaku dan menangis padaku, kalau kau ingin tidur ada yang menemani, Mikoto bisa melakukannya untukmu, kami akan berusaha membuatmu bahagia, kami janji." Kata Fugaku.
Sakura yang masih menangis akhirnya mengangguk.
"Ng..t..terima ka…kasih" kata Sakura yang berusaha menghentikan tangisnya.
"Sama-sama sayang." Kata Mikoto. "Sekarang kita ganti baju yah, pakaianmu basah sekali."
Sakura mengangguk dan Fugaku keluar dari kamar Sakura, diluar sudah ada Sasuke dan Itachi yang menunggu diperbolehkan masuk oleh ibunya.
"Sasuke," panggil ayahnya, Sasuke merasa takut akan dimarahi abis-abisan karena telah menampar Sakura.
"Terima kasih telah menampar Sakura." Kata Fugaku tersenyum lembut. "Berkat kamu, dia mau bicara pada kami."
"Benarkah?" tanya Itachi.
"Ya, setelah Sakura ganti baju, kalian boleh menemuinya." Kata Fugaku yang langsung kembali ke tempatnya.
Sasuke dan Itachi saling tatap beberapa menit, lalu mereka berebut memegan gagang pintu untuk berlomba siapa dulu yang memasuki kamar Sakura. Dan tiba-tiba pintu terbuka yang menyebabkan Itachi jatuh diatas Sasuke.
"Loh? Kalian?" tanya ibu mereka dengan heran.
"Ng…tidak, kami…" kata Sasuke gugup. "Hei berdiri kau! Berat tahu!" sewot Sasuke terhadap kakaknya yang masih menindih tubuh adiknya yang lebih kecil.
"Sakura bagaimana keadaanmu?" tanya Itachi yang bangkit dan menghampiri Sakura yang sedang duduk di kasur.
Sakura menundukkan kepalanya. "…sih." Kata Sakura tidak jelas.
"Ha? Apa? Kau bicara apa?" tanya Itachi yang tidak mendengar.
"T…terima kasih." Kata Sakura malu-malu.
Mikoto tersenyum melihat Sakura yang sudah mau berbicara sedikit demi sedikit pada anak-anaknya.
"Heii..kau juga harus berterima kasih padaku." Kata Sasuke tiba-iba berlari kedepan Sakura.
Melihat Sasuke, wajah Sakura memerah dan untuk menyembunyikan itu Sakura membuang mukanya terhadap Sasuke.
"Heii..kau tidak sopaaan!" sewot Sasuke.
"Hahahaa…Sasuke, seharusnya kau yang harus minta maaf pada Sakura karena telah menamparnya." Kata Itachi.
"Apa! Tidak mau!" kata Sasuke memalingkan wajahnya dan melipat tangannya ke depan.
Tiba-tiba Sakura melakukan hal yang benar-benar diluar dugaan, Sakura melompat dan memeluk lengan Itachi, dia mengubur wajahnya di lengan Itachi.
Sakura POV.
Tindakanku ini membuat Uchiha bersaudara itu terkejut,tapi aku tidak peduli, aku memeluk tangan kak Itachi, karena sudah sangat lama aku menginginkan seorang kakak, kak Itachi sangat pas dengan figure tersebut. Aku sangat menyukai kak Itachi, pokoknya tidak boleh ada yang merebut kak Itachi dariku.
Itachi POV.
Sakura memelukku? Aku sangat senang sekali, ingin rasanya memonopolinya sendirian, sepertinya dia butuh perlindunganku, mulai dari sekarang, aku akan melindunginya dengan seluruh kekuatanku. Aku tidak akan pernah membuatnya sedih dan menangis.
Sasuke POV.
Haaah, apa yang dia lakukan, menyebalkan.
"Apa yang kau lakukan! Lepaskan lengan kakakku!" aku menarik tubuhnya agar dia melepaskan pelukannya itu dari Itachi, aku tidak terima dia hanya manja terhdapa Itachi.
"Lepaaaassss!" aku memaksanya melepaskannya tapi Sakura malah memandangku dan menjulurkan lidahnya dengan ekspresi wajahnya yang datar itu padaku.
"Sialan! Kau menantangku yah." Aku membentaknya, tapi dia tidak takut dengan bentakkanku, dia malah tertawa.
Normal POV.
Melihat Sakura tertawa untuk pertama kalinya membuat kedua Uchiha bersaudara itu berdebar-debar sangat kencang, Itachi yang lebih dewasa dari Sasuke menyadari kalau dia menyukai Sakura, dan bertekad untuk menjadikan Sakura istrinya nanti kalau mereka sudah besar, sedangkan Sasuke, dia memang menyukai Sakura, tapi dia tidak mau ada orang lain yang sampai tahu, tapi percuma, Itachi sudah tahu gerak-gerik Sasuke.
chapter ini pendek yah setelah aku baca lagi...hehhe...maaf, habis banyak gangguan yang dateng saat aku ngetik chapter ini...
waahh...terima kasih reviewnya yah...
oh iya aku mau menjawab pertanyaan di review.
Icha yukina clyne : aku emang suka bgt cerita-cerita yang berunsur angst/tragedy/hurt. habis seru, dan pasti menyentuh, aku kalau udah baca komik yang berunsur itu, pasti nangis..^^
maaf, untuk chapter berikutnya kayanya harus memakan waktu 2 atau 3 hari...=_=, soalnya mulai besok laptop dipake berdua sama kakakku, dan computer rumah selalu dipake mama ku, hehehe...maaf yaah kalau chapter berikutnya agak lama..tapi aku pasti usahain kok bakal update cepet...okaay...
luv u guy's...^3^
and BTW...i'm not a senpai...i'm a newbie too for being Author...hehehehe...^^
