Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto


Itachi POV

Pagi hari, aku seperti mendengar suara adikku yang sedang berlatih bela diri dihalaman belakang, aku bertanya-tanya, buat apa dia berlatih sepagi ini, bahkan hari ini tidak ada kegiatan bela diri, akhirnya aku memutuskan untuk menemuinya dihalaman belakang dan memberikannya air minum.

"Sepertinya kau serius sekali." Kataku sambil memberikannya air minum.

Adikku yang sedang memukul-mukul kayu berhenti ketika melihat aku memberikannya air minum dan menerima pemberianku, aku tahu kalau dia sedang menginginkan sesuatu, tapi jala pikirannya sangat susah ditebak.

"Kenapa bangun sepagi ini? Lagi pula hari ini tidak ada kegiatan bela diri." Kataku sambil memandangnya heran.

"Tidak apa, aku hanya ingin lebih mahir saja." Jawab Sasuke dengan ketus, ya, adikku ini sangat ketus, tapi entah kenapa disitulah letak lucunya Sasuke.

"Kak..." tiba-tiba dia memanggilku. "Bagaimana caranya supaya aku bisa kuat?"

Aku terkejut dengan pertanyaannya.

"Aku ingin kuat kak." Sambungnya.

"Agar bisa pamer Sakura?" aku menggodanya dengan pertanyaanku, aku tahu Sasuke menyukai Sakura, tapi dia enggan mengungkapkannya pada siapapun, harga dirinya terlalu tinggi, wajahnya sangat memerah ketika kugoda seperti itu.

"A...enak saja, aku ingin kuat bukan karena mau melindunginya kok." jawab Sasuke dengan gugup.

"Sasuke, aku tidak bilang kau melindunginya, tapi pamer padanya." kataku iseng.

"Aaarrghhh...kalau tidak mau membntuku pergi sana!" teriak dia padaku, aku pun tertawa dengan gelinya melihat Sasuke yang malu-malu, aku memang menyukai Sakura, tapi kalau Sasuke jug menyukainya, mungkin ku bisa sedikit mengalah, karena aku ingin adikku bahagia, tapi aku tidak akan rela kalau ternyata Sakura menyukai orang lain selain aku atau Sasuke.

Aku tersenyum melihat Sasuke yang sedang menutupi malunya, lalu aku melihat keberanda Sakura, ternyata Sakura sedang berdiri disana memandangi kami.

"Sakuraaaa, selamat pagi." sapaku padanya dengan ramah dan tersenyum, tapi Sakura tidak menjawabku, dia menutupi wajahnya memakai boneka beruang kesayangannya.

"Dia... kenapa kemarin memelukmu yah." kata Sasuke tiba-tiba.

"Ng? Kau cemburu yah?" tanyaku yang masih iseng.

"Enak saja! Sudahlah, aku mau mandi." Sasuke pergi meninggalkanku sendiri ditaman, aku melihat kearah Sakura lagi, dan dia masih melihat kepadaku, lalu aku memberikan senyuman padanya. "Sebentar lagi sarapan, ayo keruang makan." kataku sambil berteriak dari bawah.

Normal POV

Ketika semuanya sudah berkumpul diruang makan, Sakura tidak juga muncul dari kamarnya, akhirnya Fugaku menyuruh salah satu pelayan dirumah mereka untuk memanggil Sakura, belum pelayan itu melangkahkan kakinya, Sakura sudah muncul dari kamarnya.

"Sakura, kenapa kau telat bangun?" tanya Mikoto dengan lembut.

"Tidak, dia tidak telat kok, tadi sewaktu aku sedang latihan dibelakang dia sudah bangun, aku dan kakak melihatnya." jelas Sasuke yang tib-tiba bicara.

"Oh begitu, ayo sarapan Sakura, hari ini hari pertamamu masuk sekolah" kata Fugaku.

Sakura POV.

Ingin sekali rasanya bilang maaf pada mereka bahwa aku telat berkumpul diruang makan, aku berfikir, sekaya apakah keluarga Uchiha sehingga mempunyai rumah yang begitu megah, danau pribadi, kuda yang banyak, dan pelayan yang banyak, ketika aku mendengar pamn Fugaku bilang ini hari pertamaku sekolah, aku baru sadar, aku akan bersekolah di konoha academy sekarang, sekolah yng elit untuk anak-anak elit, sangat tidak cocok denganku yang dari kalangan biasa. Akupun menempatkan diriku di kursi dekat Sasuke, entah kenapa setiap dia menatapku aku selalu berdebar-debar, aku tidak suka, makanya aku selalu ketus terhdapnya, yang membuatku nyaman adalah kak Itachi, aku merasa terlindungi kalau bersamanya.

Normal POV.

Semua telah siap berangkat kesekolah memakai mobil, tentu saja ini bukan hal yang biasa bagi Sakura, ketika sampai disekolah, terlihat semua hormat terhadap Sasuke dan Itachi, tapi semua memandang bingung terhadap Sakura. Sakura yang merasa risih dengan tatapan itu memegang seragam Itachi, saat ini Sakura dan Sasuke adalah kelas 1 SD, sedangkan Itachi kelas 3 SD.

"Ada apa Sakura?" tanya Itachi sambil memegang tangannya.

Sakura hanya menunduk, dia tidak berani bilang kalau dia tidak suka dengan tatapan orang-orang sekitar.

Itachi mengantar Sakura keruang kepala sekolah sedangkan Sasuke langsung menuju kelasnya, Itachi meminta kepada kepala sekolah agar Sakura sekelas dengan Sasuke, tentu saja hal itu disetujui oleh kepala sekolah, karena keluarga Uchiha mempunyai peran terpenting di konoha academy, mereka donatur terbesar di konoha academy. Itachi menjelaskan keadaan Sakura yag tidak mau berbicara, dan memintanya agar tidak disuruh memperkenalkan dirinya didepan kelas.

Ketika dikelas, Sakura dibawa oleh gurunya dan mengenalkannya kepada murid-murid yang lain.

"Semuanya, ini Sakura Haruno yang baru saja pindah ke keluarga Uchiha, baik-baiklah padanya." kata Guru itu.

Sakura mendapatkan tempat duduk disamping Sasuke.

"Nah, kita mulai pelajaran pertama." kata guru itu.

Sasuke POV.

'Kenapa dia bisa dikelasku? Ah pasti ulah kakak' pikirku, tapi aku tidak keberatan karena kesempatanku untuk bersamanya lebih banyak dibanding kakak, dia sejak kejadian tenggelam di danau selalu manja pada kak Itachi, aku kesal melihatnya, dia manja tapi tidak tersenyum, dan anehnya lagi kak Itachi selalu tahu apa mau Sakura, itu membuatku sangat jengkel.

Ketika istirahat, Sakura sendirian duduk dengan wajah menunduk, tiba-tiba ada cowok yang mendekatinya.

"Hei Sakura, apa benar katanya kamu diasuh oleh keluarga Uchiha?" tanya anak cowok itu, dan seperti biasa Sakura hanya mengangguk.

"Hei, aku tidak mau jawaban anggukn, aku ingin kau jawab menggunakan suaramu." kat anak cowok itu dengan usil.

Entah kenapa ada orang yang memaksanya berbicara membuatku panas, aku ingin Sakura berbicara hanya padaku atau keluargaku.

"Hei! Kalau dia tidak mau tidak usah memaksa!" kataku yang berdiri dan menghampiri Sakura.

"Ah...tuan Sasuke, maaf." anak itu meminta maaf padaku. "jangan minta maaf padaku, minta maaf pada Sakura!" kataku memerintahnya.

Dan anak itu mematuhinya, lalu aku mengajak Sakura keluar, aku menggandeng tanganya yang lembut dan mungil itu.

Sakura POV.

Dia menolongku? Aku pikir dia membenciku, tapi dia menggenggam tanganku dengan lembut dan menarikku dari teman-teman kelas yang memandangiku terus.

"Kau, kalau tidak suka ya bilang saja, jangan dia seperti itu, orang lain tidak akan mengerti" katanya menasehatiku.

"Ng...terima kasih." kataku dengan suara pelan, dan aku yakin dia bisa mendengarku karena suasana dilorong saat itu agak sepi, melihat tanganku digenggam oleh Sasuke, anak-anak cewek disekitar memandangku sinis, memang Sasuke sangat tampan, sampai membuatku berdebar-debar kalu didekatnya, akhirnya aku melepaskan genggamannya.

"Ah, maaf" dia meminta maaf padaku, aku menggelengkan kepalaku. Aku melihat wajahnya memerah, lucu sekali, dia yang biasanya ketus padaku tapi sekarang dia menolongku dan wajahnya memerah, tanpa sadar, aku memandanginya dan itu membuatnya tambah malu.

"Aaahhh...jangan memandangiku seperti itu, menyebalkan!" sehabis berbicara seperti itu, dia berlari entah kemana, meninggalkanku sendiri. Aku bingung harus kemana. Lalu cewek-cewek yang tadi memandangiku menghampiriku.

"Haruno, kalau boleh tahu, kau siapanya keluarga Uchiha? Setahuku aku tidak pernah dengar marga Haruno dari orang tuaku." katanya dengan sinis.

Ingin sekali aku menjawabnya, tapi aku tidak bisa mengeluarkan suaraku.

"Kalau ditanya jawab dong! Apa kau bisu?" kata cewek yang satu lagi.

"Apa kau tahu, kami dimasukkan di konoha academy ini untu belajar menjadi 'lady' yang pantas untuk anak dari keluarga Uchiha." kata cewek yang lain. "kalau kau bukan kalangan dari orang yang sejajar seperti kita, kau tidak pantas berada disini."

"Kalau memang itu tujuan orang tua kalian memasukkan klian kesini, lbih baik kalian keluar karena aku tidak tertarik pada kalian sama sekali" kata Sasuke yang tiba-tiba datang kembali. Sejak kapan dia kembali? Aku tidak tahu.

Normal POV.

Setelah Sasuke berbicara seperti itu, para cewek itu meminta maaf terhadap Sasuke, tapi tidak pada Sakura, sehabis meminta maaf, mereka lari meninggalkan Sasuke dan Sakura.

"Inilah jadinya kalau aku meninggalkanmu." kata Sasuke melirik kearah Sakura yang terdiam. "Tadi ayah menelepon, katanya ada yang mau dibicarakan padamu siang ini."

Sakura mengangguk dan memegang seragam Sasuke.

"Ada apa? Kau mau apa?" tanya Sasuke.

Sakura tersiam dan mukanya memerah, beberapa detik kemudian, terdengar suara dari perut Sakura, ternyata dia lapar.

"Hahhahahahahaa" Sasuke tertawa terbahak-bahak mendengar perut Sakura bunyi. "Kau kan bisa bilang padaku, mulai sekarang belajarlah untuk memberi tahuku sesuatu yang kau mau, kak Itachi tidak ada, jadi aku tidak bisa memahamimu, kak Itachi itu seperti bisa membaca pikiran orang lain, bahaya, kau jangan terlalu dekat, nantti ketularan." kata Sasuke bercanda.

"Hehe.." tanpa aku sadari, aku tertawa kecil, dan itu membuat Sasuke menoleh kepadaku.

"Apa? Coba ulangi, aku ingin melihatmu tertawa." kata Sasuke iseng.

Dan lagi, Sakura memalingkan mukanya dari Sasuke, tapi masih tetap memegang seragam Sasuke.

"Dasar kau ini, ayo kita ke caffe."ajak Sasuke menggandeng tangan Sakura.

Ketika sampai di caffe, Sasuke memesankan makanan untuk Sakura dan Sakura memakannya.

"Aku penasaran, apa yang akan ayah sampaikan padamu yah." Kata Sasuke sambil menatap Sakura. "kau mau tidak memberitahuku?"

Sakura mengangguk menandakan iya pada Sasuke. Sasuke memandangi Sakura yang sedang menyantap makanannya, dan ketika Sakura menyadari Sasuke sedang menatapnya, dia mengehentikan kegiatannya itu dan menundukan kepalanya kebawah.

"Ah? Maaf…aku membuatmu risih yah? Yasudah, aku tidak melihatmu deh." Sakura menggelengkan kepalanya dan tiba-tiba berbicara.

"Aku, sudah kenyang." Sakura mengeluarkan suara yang kecil dan malu-malu, melihat Sakura seperti itu Sasuke sedikit tersenyum lembut dan mengajak Sakura kembali ke kelas.

Ketika sekolah telah usai, Sasuke dan Sakura menunggu Itachi yang belum juga datang, ketika Sasuke melihat sosok kakaknya dari kejauhan, dia baru saja mau memanggilnya tapi Sakura sudah berlari kearah Itachi dan memeluk Itachi. Sasuke sangat jengkel melihatnya.

'kenapa dia antusias sekali sama kakak sih! Dia tidak pernah berbuat seperti itu padaku!' pikir Sasuke yang kesal.

Merekapun menaiki mobil dan berjalan menuju rumah mereka, sesampainya dirumah, Sakura langsung menghadap Fugaku karena tadi siang Sasuke bilang Fugaku ingin menyampaikan sesuatu pada Sakura. Gadis kecil berambut pink itu mengetuk kamar Fugaku dengan pelan.

"Silahkan masuk." Sahut Fugaku, setelah Fugaku mengizinkan masuk Sakura membuka pintunya dan memasuki kamar kepala keluarga Uchiha itu, lalu dia menutup pintu itu dengan sangat pelan. Terlihat Fugaku sedang duduk diberanda kamarnya bersama istrinya yang sedang menikmati teh.

"Sakura, kemarilah." Pinta Fugaku.

Sakura POV

Begitu paman memintaku untuk mendekatinya, aku perlahan berjalan menuju mereka yang sedang duduk santi itu.

"Ada yang kami ingin tanyakan padamu." Bibi Mikoto mengatakab itu padaku sambil mengangkatku dan mendudukanku dipahanya.

"Kamu, apa bersedia kalau nama belakangmu kami ganti menjadi Uchiha?" tanya paman Fugaku dengan senyumannya, pertanyaan itu, aku tidak suka, aku tidak mau mengganti nama belakangku, karena inilah satu-satunya peninggalan orang tuaku, dan ini juga satu-satunya bukti kalau aku adalah anak dari Haruno, aku menunduk diam, aku tidak berani menjawab, aku takut salah ngomong.

"Sepertinya kamu tidak mau yah." Tiba-tiba bibi Mikoto mengucapkan itu padaku, seolah dia tahu apa kemauanku.

"Yasudah, kami tidak akan memaksamu, oh iya, bagaimana disekolah hari ini?" tiba-tiba paman Fugaku mengubah topik tentang sekolahan, ingin sekali aku mengadu tentang kejadian tadi dan merengek agar paman dan bibi memarahi anak itu.

"Baik-baik saja." Aku menjawab pertanyaan paman dengan pelan, entah kenapa, hanya dengan keluarga Uchiha lah ku bisa mengeluarka suaraku, tapi itu juga tidak terlalu banyak.

"Apa kamu sudah mendapatkan teman?" tanya bibi Mikoto.

"Belum, mereka…" aku menghentikan omonganku dan memandang paman Fugaku dan bibi Mikoto.

"Mereka apa? Ceritakan saja pada kami." Kata bibi Mikoto tersenyum.

"Mereka sangat berbeda dengaku, mereka seperti tuan putri dan pangeran." Aku mengutarakan itu pada paman dan bibi dan membuat mereka tertawa kecil.

"Hahahaha…Sakura, mereka memang dari keluarga yang terhormat, tapi kamu tidak kalah terhormatnya, keluarga mu Haruno adalah keluarga yang hebat, sopan dan sangat baik. Kamu cukup menjadi dirimu apa adanya saja, yah." Ucap bibi Mikoto sambil tersenyum.

Aku tersipu mendengar ucapan bibi tentang keluargaku, ternyata begitu keluargaku dipandangan mereka.

"Ehm, paman…aku ingin tahu, apa hubungan paman dan orang tuaku…" kataku sambil malu-malu, aku tidak tahu pertanyaanku ini sopan atau tidak, tapi aku sangat ingin tahu sebenarnya apa hubungan mereka.

"Hhhmm…bisa dibilang, dia penyelamat istriku." Jawab paman Fugaku sambil tersenyum. "dulu, kami sedang berada di bandara menunggu mobil kami yang lama datangnya, saat itu bibi Mikoto sedang mengandung Sasuke yang berumur 9 bulan, sudah besar memang, dan saat itu juga bibi Mikoto hendang melahirkan Sasuke, dia sudah tidak tahan dengan mulesnya, ketika aku sedang kebingungan karena supirku tidak kunjung datang, ayahmu dengan beraninya menolong kami dengan cara meminjam taxi yang berada di bandara itu, dia membawa taxi itu dengan sangat kencang dan hati-hati, laki-laki yang luar biasa, dan berkat ayahmu, anak dan istriku selamat." Cerita paman Fugaku membuatku terkagum oleh ayah.

"Sejak saat itu, aku dan ayahmu menjalin persahabatan, dia sering datang kesini, dan saat itu ibumu sedang mengandungmua yang beda 5 bulan dengan Sasuke. Akhirnya saat ibumu melahirkan, kami pun membantunya." Paman Fugaku menghentikan ceritanya.

"Terima kasih." Kataku dengan sedikit senyum.

"Kau harus banyak-banyak berbicara pada kami Sakura," kata Bibi Mikoto.

"Iya, terima kasih paman, bibi." Kataku sambil turun dari paha Bibi Mikoto.

"Hahaha…iya sama-sama, sekarang kembalilah kekamarmu." Kata paman Fugaku.

Akupun berlari keluar dan kembali ke kamarku.

Normal POV

"Kenapa kau tidak melanjutkan ceritanya lebih lengkap?" tanya Mikoto pada suaminya.

"Belum waktunya untuk dia tahu." Jawab Fugaku.

Masih banyak pertanyaan dibenak Sakura, tapi dia menahannya untuk tidak menanyakannya pada Mikoto maupun Fugaku, mereka sudah mau merawatnya saja sudah suatu kehormatan bagi Sakura, ketika dia sedang menuju kamarnya, dia bertemu Sasuke yang sedang menunggu Sakura, dan sesuai janji, Sakura menceritakan semuanya pada Sasuke, sejak hari itu, Sakura mengeluarkan keberaniannya untuk memperbanyak bicara, khususnya pada keluarga Uchiha.

10 tahun kemudian.

"Nona Sakura, bangun…sudah saatnya sekolah, hari ini bukankah upacara penyambutan murid baru?" salah satu pelayan setia Sakura membangunkannya dari tidurnya yang lelap, lalu Sakura membuka matanya dan bangun dari tidurnya, kini dia tumbuh menjadi gadis remaja yang sangat cantik dan menjadi idola di academy konoha, dia memanjangkan rambutnya yang pink itu dan memiliki tubuh langsing, benar-benar sempurna seperti seorang putri.

"Ah, Yumi, tolong siapkan seragamku." Kata Sakura kepada pelayan pribadinya itu.

"Sudah kusiapkan Nona, sekarang anda tinggal siap-siap." Jawab Yumi.

"Yumi, sudah berapa kali aku bilang, jangan panggil aku Nona, panggil saja Sakura." Kata Sakura dengan lembut tapi tanpa ekspresi.

"Ah, tapi kalau sampau ketahuan tuan Sasuke, aku bisa dimarahi seperti dulu." Jawab Yumi yang dulu pernah dibentak oleh Sauke karena memanggil Sakura tidak memakai 'Nona'.

"Tapi sekarang kan tidak ada dia." Ucap Sakura sambil menunjukan senyumnya yang elegan.

Ketika Sakura sudah siap, dia turun kebawah untuk berkumpul bersama keluarga Uchiha yang lainnya.

"selamat pagi." Sapa Sakura kepada semua yang telah berkumpul di meja makan, ketika Sakura duduk.

"Selamat ulang tahun kak Itachi." Ucap Sakura sambil tersenyum.

"Terima kasih Sakura, apa kamu tidak memberikan hadiah untukku?" kata Itachi dengan nada bercanda.

"Ah, maaf…aku belum menyiapkannya." Jawab Sakura dengan wajah sedih.

"Hanya ulang tahun tidak usah seribet itu!" timpal Sasuke ketus.

"Sasuke!" tegur Fugaku.

Tapi Sasuke mengacuhkan omongan Fugaku, entah sejak kapan Sasuke merasa sebal terhadap kakanya, mungkin bisa dibilang iri dan cemburu, karena Sakura selalu manja terhadap itachi, sedangkan terhadapnya, Sakura selalu menghindar, bahkan terkadang gugup kalau sedang berdua saja.

"Sekarang kalian sudah SMA, tidak terasa yah, Itachi, kau harus belajar yang giat, sebentar lagi kau lulus." Ucap Mikoto.

"Pasti bu." Jawab Itachi.

"kalian pulang jangan sampai telat, nanti malam akan banyak tamu yang datang." Kata Fugaku. "dan sakura, apa kau punya gaun yang masih muat?"

"Hhm..tidak ada, semua sudah kekecilan." Jawab Sakura.

"Ini, belilah" Fugaku memberikan Gold Card kepada Sakura. "Sasuke, kau temani Sakura membeli gaun."

"Haa?..." belum selesai mengucapkan apa yang ingin dikatakan, Sasuke sudah mendapat pandangan dingin dari ibunya. "Baiklaah." Sambung Sasuke.

"Sasuke memang anak yang manis." Kata Mikoto tersenyum seram.

Setelah menyelesaikan sarapannya, mereka berangkat kesekolah, dan seperti biasa, Sakura selalu menempel pada Itachi. Ketika sampai di sekolah, semua melirik pada mereka bertiga, dan yang lebih mencolok lagi adalah Sakura yang menggandeng lengan Itachi, para wanita di sekolah memandang Sakura dengan sisnis, tapi Sakura tidak mempedulikannya, dia berjalan diantara dua Uchiha itu dengan elegannya.

"Lihat…padahal Cuma anak angkat, tapi dia berlagak seperti salah satu dari Uchiha, sampai-sampai menggandeng Itachi segala, menyebalkan yah."

"Iya, pantas saja dia tidak mempunyai teman."

Mendengar omongan-omongan itu Sakura mengabaikannya, dia bahkan pura-pura tidak ada siapa-siapa disana, tapi beda dengan Sasuke.

"Kalian kalau masih bicara sepatah kata lagi tentang Sakura, aku jamin besok nama kalian tidak ada disini lagi." Ucap Sasuke dengan dingin.

"M…maafkan kami…tuan Sasuke." Kata mereka meminta maaf.

Sakura POV.

Inilah yang terjadi setiap hari, orang-orang yang merendahkanku, dengan aku yang tidak menganggapinya, karena aku tahu Sasuke akan membelaku, kenapa? Tidak tahu, aku yakin saja kalau Sasuke pasti membelaku, dan kak Itachi yang menggandengku lebih erat seolah mengatakan 'jangan didengar' , itu saja sudah cukup, dan berujung mereka yang meminta maaf pada Sasuke, bukan padaku. Tapi aku tidak mempermasalahkan itu semua, cukup kak Itachi dan Sasuke berada di pihakku, aku sudah senang. Wajar kalau anak-anak cewek memberikan pandangan sinis padaku, karena aku selalu berjalan antara kak Itachi dan Sasuke yang sangat tampan, tapi, selama aku bersama mereka, aku tidak pernah mendengar kalau kak Itachi atau Sasuke menyukai seorang gadis, apa karena aku yang selalu berada dismaping mereka? Atau mereka yang tidak pernah menceritakannya padaku? Padahal mereka tumbuh menjadi pria yang sangat tampan, karena dari kecil aku sudah biasa dekat dengan kak Itachi, jadi aku tidak gugup kalau sedang berduaan dengannya dan memandang ketampanannya, tapi kalau dengan Sasuke, aku sangat gugup, bahlan aku tidak berani memandang wajahnya, membuatku berdebar-debar tidak karuan, dia sangat tampan, tapi kelakuannya dingin sekali, aku tidak dapat mengerti apa yang dia inginkan, kak Itachipun begitu dingin, tapi hanya kepada orang lain, kalau terhadapku, dia selalu tersenyum dan menolongku.

Sasuke POV

Menyebalkan! Setiap berjalan bersama kami sakura selalu menggandeng Itachi, kenapa dia tidak pernah menggandengku sih! Dan lagi, para senior cowok memandangi Sakura terus, membuatku risih, ingin sekali aku menghajar mereka.

"Itachiii.." panggil salah satu teman kak Itachi yang bernama Hidan, aku tidak suka dia, karena dia selalu menggoda Sakura. "Wah, hari ini kau juga bersama tuan putrimu yah, apa kabar cantiik" menyebalkan! Dia mengatakan itu sambil memegang dagu Sakura, tapi tangan itu dihempaskan oleh Sakura, ya, dia tidak mau ada orang lain yang menyentuhnya, bisa dibilang dia tidak sudi disentu orang lain selain kami, aku juga tidak tahu kenapa.

"Heii…kau galak sekali sih, tapi itulah yang membuatmu makin cantik." Hidan terus menerus menggodanya.

"Cukup! Jangan menggodanya terus!" kataku sambil memegang pundaknya, lebih tepatnya lagi aku menekan pundaknya dengan tekanan yang keras, dan aku mengambil tangan Sakura. "Ayo Sakura, tempat kita berbeda dengan kak Itachi." Kubawa Sakura dari pandangan mereka.

Normal POV

"Adikmu itu sangat sensitif sekali yah." Kata Hidan pada Itachi.

"Yah, kalau mengenai Sakura dia pasti sangat peka, makanya jangan sekali-sekali kau berani menggoda Sakura didepannya, bisa-bisa kau dibunuh olehnya." Jawab Itachi bercanda.

"Hahaha..eh nanti malam, siapa saja yang datang?" tanya Hidan.

"Aku mengundang semuanya." Jawab Itachi.

"Hooo…aku akan datang lebih awal, aku ingin bersama Sakura, aku ingin coba ngobrol dengannya, dia itu pendiam sekali yah." Kata Hidan sambil berjalan.

"Hahaha… percuma, dia tidak akan mau berbicara denganmu atau siapapun kacuali kami." Jawab Itachi.

"Memangnya kenapa? Sebenarnya.." belum selesai Hidan bertanya Itachi memotongnya.

"Ayo masuk, kita harus berpidato untuk upacara." Ajak itachi.

Memang benar Sakura tidak mempunyai teman dikelasnya, itu karena setiap Sakura diajak ngobrol oleh teman sekelasnya dia tidak pernah menanggapinya, bahkan tersenyumpun tidak, dia hanya mau menanggapi Sasuke dikelasnya.

"Haruno…Sakura?" tanya seorang cewek berambut hitam panjang, Sakura menoleh kepadanya, dan dia mengajak bicara Sakura.

"Boleh kupanggil Sakura?" tanya cewek itu, Sakura mengangguk dan tidak memandang wajahnya.

"Aku Hinata Hyuuga, tapi kamu boleh memanggilku Hinata." Kata Hinata memperkenalkan diri, lalu Hinata menyentuh wajah Sakura. "Sakura, kamu harus menoleh kearah orang yang sedang bicara pada..kyaa." Hinata teriak karena tangannya dihempaskan oleh Sakura.

"Kau! Masih untung adikku mau berteman denganmu!" kata cowok berambut hitam panjang yang tiba-tiba datang.

"Tapi dia kan tidak meminta untuk ditemani oleh adikmu." Bela Sasuke yang menutupi Sakura dengan tubuhnya.

"Oh…apa kabar Uchiha?" kata cowok itu dengan sinis.

"Sangat baik…Hyuuga." Jawab Sasuke dengan dingin.

Hyuuga adalah keluarga yang sama terhormatnya dengan Uchiha, bisa dibilang kekayaan mereka setingkat.

"Ah…ini kakakku Neji, maaf ya Sakura atas perlakuannya." Ucap Hinata sambil tersenyum pada Sakura, senyuman Hinata membuat Sakura merasa bersalah telah menghempaskan tangannya.

"Ayo Hinata, kita pergi." Ajak Neji kepada adiknya.

"Sampai jumpa yah Sakura, senang berkenalan denganmu." Ucap Hinata.

"Sampai bertemu nanti malam, Uchiha Sasuke." Kata Neji dengan nada yang meledek. Tapi ledekan itu tidak ditanggapi oleh Sasuke.

"Kau tidak apa?" tanya Sasuke sambil mengelus kepala Sakura.

"Ng." Jawab Sakura singkat.

"Baguslah, untung yang menyentuhmu itu Hyuuga versi cewek, kalau yang menyentuhmu itu Hyuuga versi cowok, mungkin aku sudah menghajarnya." Kata Sasuke menyender dimeja Sakura.

Sakura yang sedang duduk memandangi Sasuke yang menyender di mejanya, dia melihat wajah Sasuke yang begitu dingin, tapi dia merasakan ada suatu kehangatan dalam perlakuan Sasuke terhadapnya.

Sakura POV

Tuh kan, aku deg-degan lagi, Sasuke membuatku seperti ini terus, apalagi nanti aku harus pergi berdua dengannya. Ya tuhan, ini tidak baik bagi kesehatan jantungku.

Normal POV

"Ayo Sakura, kita berangkat." Ajak Sasuke sepulang sekolah untuk membeli gaun.

"Iya." Jawab Sakura.

"Apa kau sudah tahu mau membeli gaun seperti apa?" tanya Sasuke.

"Belum." Jawab Sakura singkat.

"Hhhh…pasti bakalan memakan waktu lama." Keluh Sasuke.

"Kalau kau tidak mau, aku bisa sendiri." Kata Sakura mempercepat langkahnya, tapi langkahnya terhenti karena lengannya ditahan oleh Sasuke.

"Aku bercandaaa…kau ini, tidak bisa bercanda sedikitpun yah." Kata Sasuke.

Ketika Sasuke memegang lengan Sakura, terlihat wajah Sakura yang memerah, dan Sasukepun melepaskan pegangannya.

"Ehem…ayo kita berangkat." Kata Sasuke yang juga ikutan memerah.

Merekapun berangkat menuju toko gaun yang sangat terkenal, begitu mereka memasuki toko itu.

"Selamat datang Tuan Sasuke, Nona Sakura." Sapa para penjaga toko. "Ada yang bisa saya bantú?"

"Tolong carikan gaun yang pas dan sesuai dengannya, untuk acara ulang tahun kakakku malam ini." Jelas Sasuke.

"Baiklah tunggu sebentar." Ujar pelayan toko.

Selagi menunggu gaun datang, Sasuke melihat-lihat gaun-gaun wanita yang ada disitu.

'Heran, kenapa wanita suka sekali memakai pakaian yang seperti ini yah.' Pikir Sasuke, ketika sedang melihat-lihat, dia menemukan gaun merah yang sangat cantik.

"Ah…Sakura, ini ambil yang ini, coba kau pakai." Perintah Sasuke dan Sakura pun menurutinya, Sakura memasuki ruang ganti dan mencoba gaun yang dipilihkan oleh Sasuke. Ketika selesai mencobanya, Sakura keluar dari ruang ganti tersebut, dan hasilnya sangat cantik membuat semua orang tertuju pada Sakura.

"Sudah kuduga." Ucap Sasuke. "Baiklah, kita ambil yang ini."

Sakura mengangguk, entah kenapa dia sangat senang dengan gaun yang dipilihkan Sasuke itu, dia kembali keruang ganti dan kembali memakai seragamnya. Lalu Sasuke membayar gaun itu memakai uangnya.

"Ah…paman Fugaku telah memberikan Gold Card…" ucap Sakura pelan.

"Sudah tidak apa, kemana harga diriku menemani seorang wanita berbelanja tapi dia membayarnya sendiri." Ucap Sasuke sambil menanda tangani struk penjualannya. "Ayo kita pulang." Ajak Sasuke menggandeng tangan Sakura.

"Ng…terima kasih." Ucap Sakura tersenyum sambil malu-malu.

Sasuke tidak menjawab Sakura dia hanya tersenyum karena akhirnya dia berhasil membuat Sakura tersenyum padanya, dia tidak bisa membayangkan betapa cantiknya Sakura saat pesta nanti malam.


maaf yah chapter ini agak boring, aku memang ingin menjabarkan secara perlahan tentang cerita ini...

chapter selanjutnya akan muncul Neji, Hinata, Naruto dan Ino di pesta Itachi...

ditunggu yaaah...

terima kasih review dan masukannya...^^