Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto
Normal POV
Pada malam hari dimana pesta ulang tahun Itachi diselenggarakan dikediaman Uchiha yang megah itu, yang datang adalah dari kalangan kelas atas, Fugaku dan Mikoto menyapa tamu-tamu yang sudah datang dan membawa anak-anak mereka masing-masing. Itachi yang menyambut mereka dengan sangat sopan dan formal, sedangkan Sasuke berdiri sendiri disamping meja minuman, sambil memegang minumannya, dia melihat Sakura yang selesai dandan turun dari atas, Sasuke tidak melepaskan pandangannya terhadap Sakura. Lalu dia melihat Itachi datang menghampirinya.
"Sakura, kamu cantik sekali." Puji Itachi sambil mengulurkan tangannya kepada Sakura.
"Terima kasih kak, Sasuke yang memilihkan gaun ini." jawab Sakura dengan senyum yang khusus diperlihatkan untuk Itachi dan Sasuke seorang.
"Mari, kuperkenalkan pada teman-temanku." Ajak itachi merangkul pinggang Sakura. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih, Sasuke melihat Itachi memegang pinggang Sakura dengan gentle nya, dia merasa kalah dengan Itachi.
Sasuke POV
Kenapa selalu kakak sih, mereka terlihat sempurna berdiri berdua disitu, seharusnya yang menggandeng Sakura adalah aku, bukan kakak.
"Waah Itachi, Sakuramu cantik sekalii." Puji salah satu teman Itachi.
Sakuranya? Aku tidak salah dengar? Sebenarnya apa sih yang kakak ceritakan pada teman-temannya sehingga mereka berfikir Sakura itu milik kakak, menyebalkan!
Normal POV
"Hei, jangan menggodanya, Sakura ini teman-temanku, Sasori, Hidan dan Deidara." Kata Itachi memperkenalkan.
Sakura hanya menunduk sopan tidak mengeluarkan suaranya, saat itu Sasuke yang tidak mau kalah datang menghampiri mereka.
"Kak Itachi," panggil Sasuke. "Selamat ulang tahun."
"Ah, Sasuke terima kasih, dari tadi pagi kau belum mengucapkannya padaku." Kata Itachi menggenggam tangan Sasuke.
"Wah, maaf kalau aku mengganggu suasana menyenangkan kalian." Sahut suara laki-laki dari belakang mereka, dia adalah Neji Hyuuga dan adiknya Hinata Hyuuga.
"Mau apa kau?" tanya Sasuke sinis.
"Mau apa? Keluargaku kan kalian undang, jelaslah aku datang." Jawab Neji sombong.
"Terima kasih yah sudah datang Neji." Ucap Itachi dengan sopan.
"Kak Itachi, selamat ulang tahun." Ucap Hinata.
"Ya terima kasih Hinata." Jawab Itachi.
Lalu Hinata menoleh kearah Sakura dan tersenyum. "Hai Sakura, kau cantik sekali malam ini."
Sakura menunduk dan memegang tangan Itachi makin erat. "Ah, Sasuke, bisa kau antar Sakura ketempat minuman? Sepertinya Sakura haus." Kata Itachi, sebenarnya bisa saja Itachi meminta tolong Sasuke mengambilkan minumannya, tapi Itachi tahu, Sakura tidak suka dikerumuni banyak orang.
"Ah, iya." Jawab Sasuke yang mengerti pandangan Itachi. "Ayo Sakura." Ajak Sasuke.
Begitu Sasuke dan Sakura sudah menjauhi keberadaan mereka, Sasuke mengambilkan minum untuk Sakura.
"Ini." tawar Sasuke.
"Ng…Terima kasih." Jawab Sakura sambil mengambil minuman itu.
"Hei." Panggil Sasuke kepada gadis disampingnya dan melihatnya dia memakai gaun merah yang dipilhkannya itu. "Kau cantik malam ini." puji Sasuke yang malu-malu.
Sakura terkejut dengan ucapan Sasuke yang memujinya, dia sangat senang ketika Sasuke memujinya. "Ah…Terima kasih." Jawab Sakura malu.
"Sakura, kita kan sudah tinggal bersama selama 10 tahun, aku minta jangan terlalu kaku padaku, kau bisa bersikap biasa saja pada kak Itachi, tapi kalau terhadapku, kau selalu seperti menghindar." Pinta Sasuke, dan permintaan Sasuke membuat Sakura berfikir. "Ah, tidak usah dijalani sekarang, pelan-pelan saja. Okay." Kata Sasuke mengedipkan matanya.
"I…Iya." Jawab Sakura.
Setelah itu, Itachi membuka acaranya dengan kata-kata penyambutan, ulang tahun Itachi baru dirayakan saat ini, sebelumnya dia tidak pernah mau untuk dirayakan, sehingga pesta ini sangat ramai dan penuh dengan kerabat-kerabat.
"Nyonya Uchiha." Panggil pria berambut pirang.
"Ah, Tuan Yamanaka, apa kabar." Sapa Mikoto.
"Baik, hahaha, sangat baik…Ino, ayo beri salam." Kata pria itu.
"Selamat malam Nyonya Uchiha, apa kabar?" sapa Ino dengan sopan.
"Baik, waaah Ino kau sudah besar, tambah cantik pula." Puji Mikoto.
"Benarkah? Terima kasih…" Ino menghentikan perkataannya dan melihat Sasuke yang sedang berbicara dengan Sakura. "Aku tinggal sebentar yah, permisi." Pamit Ino.
"Bagaimana, tertarik dengan anakku?" tanya ayahnya Ino.
"Hahahaha, aku tidak berhak untuk itu, itu semua aku serahkan pada diri mereka masing-masing." Jawab Mikoto.
Sakura POV
Saat aku sedang berbicara dengan Sasuke, entah kenapa aku merasakan perasaan yang beda, perasaan ini beda dengan apa yang kurasakan saat aku bersama dengan kak Itachi, seperti nyaman dan berdebar-debar.
"Banyak sekali yang datang." Ucapku pada Sasuke.
"Yah, kenapa? Kau tidak suka berada disini? Mau keluar?" tanya Sasuke padaku, entah kenapa itulah yang aku suka darinya, selalu mengutarakan isi hatiku dahulu disbanding siapapun.
"Sasukee." Tiba-tiba ada seorang wanita berambut pirang menyapa Sasuke, wanita itu sangat cantik, aku bahkan sampai membatu melihat kecantikannya.
"Ah, Ino." Sapa Sasuke kembali.
"Apa kabar?" tanya wanita itu dengan senyum, senyuman itu senyum yang sangat lembut.
"Baik." Jawab Sasuke singkat.
"Apa ini kekasihmu?" tanya wanita itu dengan sopan.
Aku terkejut saat dia menanyakan aku kekasih Sasuke, biasanya orang-orang akan menanyakan kalau aku adalah kekasih kak Itachi, ini baru pertama kali ada yang menanyakan itu padaku, membuatku sangat berdebar-debar.
"Bukan." Jawab Sasuke singkat, 'bukan? Ah ya, aku memang bukan kekasih Sasuke, tapi kenapa jawaban Sasuke membuatku sedih'.
"Oh begitu, syukurlah, bisa repot aku nanti kalau kau mempunyai kekasih." Jawab wanita itu, sebenarnya siapa wanita ini.
"Hai, aku Yamanaka Ino, salam kenal yah." Wanita itu memperkenalkan dirinya dengan sangat ramah.
"Dia Sakura, Sakura sudah tinggal bersama kami sejak 10 tahun yang lalu." Jelas Sasuke.
"Oh, Maaf aku tidak tahu, aku baru saja tiba diluar negri sejak 11 tahun yang lalu." Jawab Ino dengan sopan.
Ino, dia ini siapanya Sasuke? Kenapa Sasuke sangat dingin terhadap Ino? Dan sepertinya, kalau aku melihat ayahnya Ino dan Bibi Mikoto, mereka akrab sekali. Perasaan apa ini, kenapa aku jadi gelisah.
"Sakura," tiba-tiba Ino memanggilku. "Kita berteman yah." Ino mengajakku berteman dengan senyumannya, dan entah kenapa, aku bisa menjulurkan tanganku pada Ino, tapi.
"Sakura ayo kita dansa." Sasuke tiba-tiba mengajakku ketengah lantai dansa, aku sangat tidak enak pada Ino, baru kali ini aku bisa menjulurkan tanganku pada orang lain, aku ingin berteman dengannya.
"S…Sasuke?" aku bertanya-tanya, ada apa dengan Sasuke.
"Kenapa kau memberikannya salam?" tanya Sasuke sambil merangkul pinggangku dan meletakkan tanganku ditelapak tangannya.
"Ah, sudah lupakan." Sambung Sasuke.
Saat aku berdansa dengan Sasuke, aku merasa sentuhan Sasuke sangat hangat, entah disadari atau tidak oleh Sasuke, bahwa wajahku saat ini sangat panas.
Normal POV.
"Ternyata kau sudah datang, Ino." Sapa Itachi menghamiri Ino.
"Ah, Itachi." Jawab Ino kaget.
"Hei, tidak sopan, panggil aku kakak" ucap Itachi sambil mengetuk kening Ino.
"hehehehe, ehm…Dia…"
"Yah, dia Sakura yang kuceritakan." Potong Itachi.
"Wah, sepertinya sainganmu sangat berat yah." Ejek Ino.
"Hahahaha, aku akan merelakannya selama dia bersama adikku, tapi kalau ada yang berani mengganggu hubungan mereka, dia harus berhadapan denganku." Kata Itachi dengan mata menyindir.
"Wah, kalau begitu seram sekali dong." Sindir Ino kembali dengan senyuman elegannya.
Ketika sedang berada ditengah-tengah suasana dansa mereka, Sasuke merasa bahunya ditepuk seseorang, ketika Sasuke menoleh.
"Sasukeeeeeeeeeeee." Tiba-tiba orang yang menepuk bahu Sasuke memeluk Sasuke, tentu saja hal itu membuat Sakura kaget dan memundurkan langkahnya.
"Arggh…Naruto! apa-apaan sih kamu." Sewot Sasuke.
"kenapa kau tidak mengundangku secara langsung siih, kenapa kak Itachi yang mengundangku, padahal kan kamu sahabatku." Rengek Naruto.
"kamu kan sudah tahu tanpa kubilang juga kau mestinya tetap hadir disini." Kata Sasuke sambil membetulkan jasnya.
"Hai, kamu Sakura yah, salam kenal aku Naruto teman Sasuke sejak lahir, kami bahkan tidak bisa dipisahkan oleh badai angin topan." Kata Naruto memperkenalkan dirinya sambil menyambar tangan Sakura dan mengayunkannya dengan cepat dan kencang.
"Heii! Bodoh." Sasuke menjitak Naruto yang sembarangan menyentuh tangan Sakura.
"Aw…Sasukee…kenapa kau begitu kasar padaku sekaraang." Rintih Naruto.
"Bukan begitu, kau jangan seenaknya menyentuh Sakura." Jelas Sasuke singkat.
"waah, kau sangat melindungi Sakuramu yaaah…manis sekaliii…aku tunggu undangan pernikahan kalian yah, aku mau menemui Hinata dulu, daaah." Kata Naruto meninggalkan mereka berdua, mendengar Naruto mengucapkan 'Sakuramu', Sasuke sangat malu, tapi dia juga senang.
'Aku sangat kaget, sewaktu teman kak Itachi bilang aku adalah 'Sakuranya' aku tidak mempermasalahkan itu, tapi saat Naruto mengucapkannya untuk Sasuke, aaahh…mukaku panaas.' Pikir Sakura yang memegang wajahnya.
"Hei, kau tidak apa?" tanya Sasuke kepada Sakura.
"Ng…"
"Sakura." Panggil seseorang yang tak terduga. Neji.
"Bersediakah kau berdansa denganku?" pinta Neji sambil membungkukan badannya, Sakura ingin sekali menolaknya, tapi keluarga Hyuuga adalah sama terhormatnya dengan keluarga Uchiha, kalau dia menolaknya, sama saja mempermalukan keluarganya.
"Tidak bisa, Sakura harus istirahat." Kata Sasuke membawa Sakura pergi.
"Ah, Tidak apa…aku mau." Jawab Sakura tiba-tiba yang membuat Sasuke kaget.
Sasuke bingung, kenapa tiba-tiba Neji meminta Sakura berdansa dengannya, benar-benar mencurigakan.
"Terserah kamu" jawab Sasuke ketus dan meninggalkan Sakura.
Akhirnya Sakura dan Neji berdansa, Sakura sangat ragu-ragu, karena dia tidak pernah dirangkul oleh laki-laki lain selain Itachi dan Sasuke.
Neji dan Sakura berdansa dengan elegannya, sehingga semua mata tertuju padanya, Sasuke yang menyingkir dari tengah-tengah terlihat kesal. Itachi dan ino menghampirinya.
"Sasuke, kenapa kau membiarkan Sakura berdansa dengan Neji?" tanya Itachi bingung.
"Tidak tahu!, dia sendiri yang menyetujuinya, tanya saja padanya sendiri." Jawab Sasuke dengan dingin.
"Waah, ada yang cemburu, daripada kau cemburu, bagimana kalau kau berdansa denganku?" ajak Ino.
Itachi melihat kearah Sasuke memberikan pandangan 'jangan' pada Sasuke, tapi Sasuke ingin sekali mengetahui perasan Sakura padanya, akhirnya dia membaa Ino menuju tengah lantai dansa.
Sasuke menarik pinggang Ino agar mendekat kepadanya, tentu saja hal ini membuat Ino senang, karena Ino suka padanya sejak kecil, Sakura yang tidak sengaja melihat Sasuke berdansa dengan Ino merasa sedih melihat Ino tersenyum lembut pada Sasuke.
'Ah, Sasuke dan Ino…mereka serasi sekali.' Pikir Sakura. 'Ino sangat serasi untuk Sasuke, mereka sama-sama berasal dari keluarga terhormat, tunggu dulu…kenapa aku berfikir seperti ini?' Sakura menggelengkan kepalanya.
"Kau kenapa? Lelah? Mau istirahat?" tanya Neji.
"Ah, tidak…" Sakura terdiam dan memberanikan diri untuk berbicara pada Neji.
"Hm… Kenapa kau mengajakku berdansa?" tanya Sakura ragu-ragu.
"Ah itu, aku mau minta maaf soal tadi siang, aku fikir kau anak yang sombong, tapi aku rasa kau memiliki alasan tersendiri, benar kan?" tanya Neji.
"Ah, iya…" Jawab Sakura malu.
"Buktinya kau menerima ajakanku." Sambung Neji.
"Hehehe." Sakura sedikit tersenyum, dia mengingat omongan Sasuke yang menyuruhnya sering-sering tersenyum.
Melihat Sakura yang sedikit tersenyum, Neji merasakan debaran dalam hatinya yang tiba-tiba berdegup kencang.
'Ah, ternyata, dia manis sekali kalau tersenyum.' Ucap Neji dalam hati yang membuat dia juga tersenyum.
Sasuke yang rencananya mau membuat Sakura cemburu malah menjadi boomerang baginya, dia sangat terkejut melihat Sakura tertawa kecil pada Neji, begitu pula Neji, merteka seperti menikmati dansa mereka, akhirnya Sasuke menghentikan langkah dansanya dan meninggalkan Ino menuju kamarnya.
"Sasuke?" Ino merasa heran dengan perlakuan Sasuke, dia tidak terima ditinggal begitu saja, akhirnya Ino memutuskan untuk mengikuti Sasuke ke kamarnya.
"Sasuke? Ada apa denganmu? Kau cemburu melihat Sakura berdansa dengan Neji?" tanya Ino.
"Diam!" bentak Sasuke.
Ino terdiam mendengar Sasuke membentaknya, Ino menghampiri Sasuke dan memeluknya dari belakang.
"Aku masih menyukaimu, Sasuke…apa kau tidak bisa memandangku?" kata Ino sambil menempelkan tubunya dibelakang Sasuke. "Aku rela, menjadi pelarian bagimu."
Sasuke terdiam, dia sanagt cemburu, sangat cemburu sehingga ingin sekali dia mengacaukan pesta Itachi, ingin sekali dia menghajar Neji yang dengan mudahnya membuat Sakura tersenyum padanya, walaupun itu Cuma senyuman kecil, bahkan Sasuke bertahun-tahun mencoba membuat Sakura tersenyum.
"Ino, lepaskan aku, sebaiknya kau keluar, aku ingin istirahat." Kata Sasuke dengan nada yang dingin.
Ino menuruti apa kata Sasuke, dan sebelum dia keluar.
"Sasuke, pretimbangkanlah aku." Ucap Ino dan menutup pintunya.
"Sial!" gerutu Sasuke sambil memukul tembok.
Sementara itu, ditengah pesta Sakura telah selesai berdansa dengan Neji, kali ini dia sedang berbincang-bincang dengan Itachi.
"Kemana Sasuke?" tanya Sakura terhadap Itachi.
"Tidak tahu, tadi dia keatas bersama Ino." Jawab Itachi.
"Ha? Bersama Ino?" tanya Sakura mengulangi.
Itachi melihat wajah Sakura yang khawatir, entah apa yang dia khawatirkan, Itachi merasa Sakura sudah mulai menyukai Sasuke.
Sementara itu ditempat kerumunan keluarga Hyuuga.
"Kak Neji, tadi kakak berdansa dengan Sakura? Kakak serasi sekali dengannya." Ucap Hinata.
"Benarkah? Apa menurutmu begitu?" tanya Neji yang sedikit senang.
"Kakak suka padanya yah?" tanya Hinata penasaran.
"Ah…T…tidak, jangan ngaco kamu." Jawab neji yang wajahnya memerah.
"Neji." Panggil ayahnya.
"Iya ayah." Jawab Neji.
"Jangan lupa apa yang kita bicarakan tadi siang, jangan sampai kau terhanyut oleh perasaanmu." Kata sang ayah.
"Baik, ayah." Jawab Neji.
Itachi ingin menghampiri ayahnya, tapi langkahnya terhenti karena melihat Ino turun dari tangga arah kamar Sasuke, dia melihat wajah Ino yang sedih.
"Apa yang kau katakana pada Sasuke?" tanya Itachi yang memasang wajah serius.
"Tidak ada, hanya menawarkan sesuatu yang sewajarnya." Jawab Ino dengan wajah tersenyum.
"Kau tahu kan, kalau kau macam-macam…"
"Iyaa, tapi bagaimana kalau hubungan itu retak dengan sendirinya, atau dari salah satu antara mereka sendiri?" kata Ino memotong perkataan Itachi.
"Api tidak akan muncul kalau tidak ada minyaknya." Jawab Itachi.
"Oh ya? Bisa saja kok kalau hanya memakai kapas kecantikan." Jawab Ino sambil tersenyum dan melewati Itachi.
Malam ini malam yang berarti untuk Itachi, tapi dengan kedatangannya Ino, dan kejadian dansa Neji dan Sakura, semua itu membuat Itachi mempunyai perasaan buruk, mungkin masalah besar akan dimulai dari sekarang.
waah...makasih banyak bgt sarannya yah, maklum aku kan newbie...hehehe...
tengkyu tengkyu tengkyu...
next chapter besok yaaah...hehehehee
