Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto
Normal POV
Sasuke kembali ke kamarnya, dikepalanya terus terngiang ajakan Neji terhadap Sakura, ingin sekali dia melarang Sakura untuk pergi dengannya, tapi dia tidak punya hak untuk itu.
"Hei, si Hyuuga mau pergi loh besok dengan Sakura, bagaimana kalau kita juga ikut? Sekalian double date." Tawar Ino.
Tapi Sasuke tidak menjawabnya, dia membaringkan tubuhnya di kasur, Ino yang jengkel melihatnya mengabaikannya menghampiri Sasuke yang sedang tidur terlentang, dia menaiki kasurnya dan mendekati Sasuke lalu ingin mencium bibir Sasuke.
"Apa yang kau lakukan!" dorong Sasuke, beruntung karena Ino belum menempelkan bibirnya.
"Membantumu melupakannya, menyerahlah, dia tidak menyukaimu, dia menyukai Itachi." Jawab Ino. "Aku, akan menghilangkan bayangannya pada dirimu." Kata Ino berbisik sambil mencoba untuk menggoda Sasuke.
"Ino, tolong keluar dari kamarku." Pinta Sasuke dengan serius.
"Hhh…baiklah tuan muda." Kata Ino beranjak dari kasurnya. "Kalau berubah pikiran telepon aku yah."
Dengan begitu Ino pun pergi meninggalkan Sasuke yang sedang berfikir sendirian dikamarnya. Dia mempertimbangkan perkataan Ino yang untuk mengikuti Sakura dan Neji. Keesokan harinya, sepulang sekolah Sasuke melihat Neji datang kekelas mereka dan mengajak Sakura keluar.
"Hei!" panggil Sasuke kepada Sakura dan Neji, ketika mereka menoleh, Sasuke bingung harus bicara apa, karena dia memanggil mereka secara spontan.
"Ada apa. Uchiha?" tanya Neji.
"Ah, tidak apa." Jawab Sasuke dingin dan berjalan melewati mereka sambil berucap. "Selamat bersenang-senang."
"Sudah pasti." Jawab Neji.
Sakura memandang kearah belakang Sasuke, dia bertanya kenapa dia tidak bersama Ino, akhirnya Sakura memutuskan untuk bicara dulu dengan Sasuke baru ikut dengan Neji. Neji mengizinkannya dan Sakura mengejar Sasuke.
"Ng…Sasuke." Panggil Sakura.
Sasuke menghentikan langkahnya tapi dia tidak membalikkan tubunya.
"Aku…"
"Baguslah, kau sudah punya teman," potong Sasuke dan menoleh kearah Sakura dengan senyuman sedih. "Itu kan yang kau mau."
"Tidak, Sasuke aku mau…"
"Sasukeee." Panggil Ino yang tiba-tiba datang. "Loh? Sakura? Apa kabar? Katanya kau hari ini mau kencan dengan Hyuuga yah, waah kamu populer yah."
"Ng..tidak, kami hanya teman." Jawab Sakura pelan.
"Aaahh…awalnya kan teman, tapi lama kelamaan bisa lebih looh, iya kan Sasuke, Sasuke juga tidak keberatan kok kalau kau pacaran sama Hyuuga, benar kan?" tanya Ino yang disengaja.
Sakura POV
Mendengar perkataan dari Ino itu membuat hatiku sakit, apa benar Sasuke tidak punya perasaan apa-apa padaku.
"Ng, itu."
"Benar." Potong Sasuke tiba-tiba."Aku tidak akan keberatan kau pacaran dengan siapa saja, karena itu bukan urusanku." Dia mengatakan itu dengan dingin dan tanpa ekspresi, bagaimana bisa dia mengatakan itu, lalu kalau memang dia merelakannya, kenapa dia menggenggam tanganku dengan hangat saat di danau.
"Oh begitu, iya memang bukan urusanmu, hehehe, permisi." Aku berlari, ingin rasanya aku menangis, tapi itu tidak boleh kulakukan.
Normal POV
"Hei, sudah siap?" tanya Neji pada Sakura.
"Ng…ayo kita berangkat." Jawab Sakura.
Sementara itu, Sasuke tidak menggerakan kakinya satu sentipun, sebenarnya dia menyesal telah berkata seperti itu pada Sakura, entah kenapa dia tidak bisa jujur pada diri sendiri, atau lebih tepatnya dia takut menerima kenyataan kalau Sakura tidak mencintainya.
'Pengecut sekali aku ini.' keluh Sasuke, dan begitu dia memutar otaknya kembali, dia menarik Ino ke mobilnya.
"Ino ikut aku." Tarik Sasuke.
"Ah, mau kemana kita?" tanya Ino.
"Taman bermain." Jawab Sasuke singkat.
"Heh…dasar munafik." Ejek Ino.
Mereka berjalan menuju tempat Sakura dan Neji berada, Sasuke hanya ingin memastikan kalau Neji tidak berbuat macam-macam pada Sakura, alasan lainnya adalah dia ingin tahu sebenarnya apa yang ada didalam pikiran Sakura sehingga dia menerima ajakkan Neji.
Ketika sampai, mereka mengikuti Sakura dan Neji yang menaiki macam-macam wahana, terlihat Sakura seperti tidak menikmatinya, walaupun Neji sudah berusaha membuat Sakura senang, tapi Sakura hanya bisa memberikan senyuman pahit pada Neji.
"Haaaaaahh..bagaimana Sakura? Menyenangkan?" tanya Neji.
"Ya, terima kasih yah." Jawab sakura.
"Bohong," potong Neji. "Kau tidak menikmatinya yah?"
Sakura terdiam, dia menundukkan kepalanya.
"Hei, sudah mulai malam, terakhir kita naik itu yuk." Kata Neji menunjuk kearah wahana Ferris wheel.
Sakura menatap kearah wahana yang besar itu, ingin sekali dia menaiki itu bersama Sasuke, tapi dia berfikir kalau Sasuke membencinya. Akhirnya Sakura mengangguk menyetujui ajakan Neji. Sasuke melihat Sakura dan Neji menaiki ferris wheel itu, dia panic, kenapa Sakura setuju.
'mau apa mereka, sialan.' Teriak Sasuke dalam hatinya. "Ino, ayo kita naik itu." Ajak Sasuke menarik Ino.
"Waah, Sasuke, tumben sekali mengajakku naik ini." goda Ino.
"Ssstt diam." Pinta Sasuke. Ketika Sakura dan Neji menaiki tabung pertama, Sasuke dan Ino menaiki 2 tabung berikutnya. Sasuke meoihat Sakura dan Neji sedang berbincang-bincang.
"Sakura, ada yang ingin kutanyakan." Tanya Neji.
"Ya? Ada apa?" jawab Sakura sambil bertanya.
"Kamu, sebenarnya, apanya keluarga Uchiha?" tanya Neji, dan pertanyaan Neji mendapat pandangan bingung dari Sakura.
"Bukan, maksudku, nama belakangmu beda, dan mereka sepertinya sayang sekali padamu, seperti sayang pada anak sendiri." Kata Neji.
"Iya, sejak orang tuaku meninggal, mereka lah yang merawatku, mereka sahabat orang tuaku." Jawab Sakura singkat.
"Orang tuamu meninggal?" tanya Neji kaget.
"Ya, sewaktu aku berumur 5 tahun, hhmm…bisa kita tidak membicarakan ini?" pinta Sakura.
"Ah, Iya…maaf yah." Ucap Neji. 'aku tidak menyangka orang tuanya mninggal, ternyata itu hubungannya dengan keluarga Uchiha.'
"em, Sakura." Panggil Neji kepada Sakura yang sedang memandangi pemandangan malam dari atas.
"Maukah kau menjadi pacarku?" pinta Neji.
"HAaah?" Sakura kaget spontan dan berteriak.
"Hei, tidak usah sampai berteriak seperti itu." Kata Neji.
"Ah, tidak…maaf ini pertama kalinya bagiku." Jawab Sakura.
"Jadi?" tanya Neji.
"Ng…Maaf." Jawab Sakura.
"Pikirkan saja lagi, jangan terlalu buru-buru, aku akan tunggu kok." Ucap Neji.
"Tidak, maafkan aku…aku tidak bisa." Tolak Sakura.
Neji terdiam mendengar penolakan Sakura, sebenarnya dia marah, entah marah karena merasa harga dirinya sebagai Hyuuga terjatuh karena ditolak atau memang karena Sakura tidak menyukainya.
"Sasuke ya?' tanya Neji.
Sakura mengangguk dan tersenyum. "Aku mencintainya." Kata Sakura yang makin tersenyum, senyumnya lagi-lagi membuat jantung Neji berdebar-debar, senyum Sakura bagaikan malaikat, setiapkali membicarakan tentang Sasuke, dia pasti tersenyum seperti itu, itu menandakan Sakura benar-benar mencintai Sasuke.
"Hhh, sebaiknya kau katakana padanya." Usul Neji.
"Tidak bisa, dia sudah sangat serasi dengan Ino." Jawab Sakura.
"HEee? Kau yakin?" tanya Neji heran.
Sakura terdiam, dia juga tidak yakin kalau Sasuke dan Ino benar-benar jadi, apakah dia bisa menerimanya.
"Sudah jangan dipikirkan, mukamu jelek sekali tuh." Kata Neji mencubit pipi Sakura sehingga wajah Sakura menajdi lebar, melihat wajah Sakura yang seperti itu Neji tertawa terbahak-bahak.
"Hahaahahahaha…wajahmu lucu sekalii…hahahahaa" tawa Neji
"Hei, tidak sopaaan" kata Sakura yang juga sedikit ngambek tapi tertawa.
Sasuke dan Ino melihat mereka yang tertawa begitu bahagia dari tabung yang lain, Ino melihat wajah Sasuke yang dibakar cemburu. Terlintas pikiran iseng Ino.
"Kyaaaaaaaaaaaaaa" Ino tiba-tiba teriak dan menubruk Sasuke sehingga Sasuke terdorong Ino, dan Ino, menciumnya dipipi tapi kalau dilihat dari posisi Sakura dan neji, mereka mengira itu pasti ciuman bibir. Siasat Ino sukses membuat Sakura kaget. Sakura yang terkejut mendengar teiakan menoleh kebelakang begitu pula Neji, ketika Neji melihat adegan itu, Neji memalingkan wjahnya kearah Sakura, dia melihat Sakura yang mematung melihat Sasuke dan Ino terlihat seperti ciuman itu. Akhirnya Sakura benar-benar tidak tahan, dia memalingkan wajahnya dan mengeluarkan air matanya.
"Sakura…" panggil Neji dengan lembut.
"Hehehe…aku bodoh ya, sudah jelas mereka pasti pacaran, aku malah berharap, Ino kan lebih cantik dariku, dia juga berasal dari keluarga terhormat, dia benar-benar cocok dengan Sasu.."
Sakura tidak melanjutkan kata-katanya, Neji memeluknya agar tidak ada yang melihat Sakura menangis.
"Menangislah, masih ada waktu sampai bawah." Ucap Neji.
Saat ini yang Sakura butuhkan adalah pelukan dari Itachi yang hangat, tapi dia tidak peduli lagi, dia membalas pelukan Neji dan menangis.
"Ino, apa-apaan sih kamu!" dorong Sasuke kesal, ketika tubuh Ino menyingkir, Sasuke melihat Sakura dan Neji yang berpelukan.
'M…Mereka? berpelukan?' pikir Sasuke kaget.
Sasuke memandangi suasana mereka yang begitu hangat, dia tidak percaya bahwa Sakura menerima pelukan dari Neji.
"Kau lihat, ternyata Sakuramu memilih Hyuuga daripada Uchiha." Kata Ino mengejek.
Sasuke hanya mematung melihat mereka berpelukan yang lumayan lama. Akhirnya Sasuke memutuskan untuk memalingkan wajahnya, dan duduk menudukkan kepalanya.
Beberapa menit kemudian sudah tiba waktunya tabung Sakura dan Neji turun, baru beberapa saat kemudian tabung Sasuke dan Ino, Neji ingin mengantar Sakura pulang ke kediaman Uchiha.
"Tidak perlu repot-repot, biar dia bareng aku." Kata Sasuke menarik lengan Sakura yang mau memasuki mobil Neji dengan kasar.
"Akh…Sasuke."rintih Sakura.
"Hei, aku yang membawanya keluar, seharusnya aku juga yang mengantarnya pulang." Kata Neji menahan lengan Sakura yang satu lagi.
"Apa kau buta! Aku tinggal satu atap dengannya! Akan lebih aman lagi kalau dia pulang bersamaku!" bentak Sasuke sambil menarik Sakura lebih keras sehingga Neji melepaskan genggamannya.
"S…Sasukee..pelan-pelan, kenapa kau kasar pada Neji." Rintih Sakura.
"Neji! Neji! Neji!, kau itu baru beberapa hari bertemu dengannya sudah berani peuk-pelukan! Murahan sekali kau ini!" bentak Sasuke yang membuat Sakura tidak percaya kalau Sasuke mengatainya murahan. "ah…tidak…maksudku"
Sakura tidak menjawabnya, dia melepaskan tangan Sasuke secara paksa dan masuk kedalam mobil tanpa bicara, dan lagi yang bikin Sakura tambah kesal, Ino juga berada didala mobil itu.
"Sasuke, seharusnya kau biarkan saja Sakura dan Neji, mereka kan ingin berdua lebih lama." Kata Ino dengan sengaja.
Tapi tidak ada yang memberikan respond an Sasuke memandang Ino dengan tatapan sinis. Sasuke melirik kearah Sakura yang memandang keluar jendela, dia merasa bersalah kepada gadis yang dicintainya itu, telah menyebutnya sebagai cewek murahan. Padahal dia tidak tahu kejadian sebenarnya.
'Heran! Sudah mengataiku, sekarang diam seakan tidak pernah menyakitiku!' teriak Sakura dalam hati. 'tapi tetap saja, aku tidak bisa membencinya.'
Begitu sampai dirumah, Sakura langsung berlari kekamarnya, tapi ketika ditangga dia menubruk Itachi yang sedang berjalan.
"whoaw… Sakura? Ada apa?" tanya Itachi yang memegang buku dan memakai kacamata.
Sakura melihat kearah Itachi dan memeluk Itachi. Itachi yang merasa ada sesuatu yang aneh melihat Sasuke yang berusaha mengejar Sakura dan Ino dibelakangnya, dia langsung menangkap apa yang terjadi.
Sasuke POV
"Ayo, masuk ke kamarmu." Ajak Itachi kepada Sakura sambil melirik sinis padaku.
Aku melihat Itachi yang begitu lembut mengajak Sakura masuk ke kamarnya, aku benar-benar kalah dari Itachi, selalu kalah, sekeras apapun aku mencoba untuk berada di hati Sakura, Sakura pasti kembali pada Itachi.
"Sasuke…" Ino memanggilku dan memegang pundakku, aku tidak tahu harus bagaimana lagi, aku berjalan meninggalkan Ino sendiri dan masuk ke kamarku tapi ternyata Ino mengikutiku. Dan Ino menutup pintu kamarku, dia mendekatiku yang sedang duduk di kasur, dia mengangkat wajahku dan mencium bibirku dengan lembut, yang ada di bayanganku sekarang adalah Sakura yang menciumku, akhirnya aku membalas ciumannya, dan tiba-tiba saja ciuman itu berubah menjadi ciuman yang panas, Ino menaiki tubuhku dan membuka seragamku, dia mencium leherku sampai ke dadaku, aku tidak berkutik, bukan karena aku menikmatinya, itu karena dipikiranku terbayang Sakura, sedang apa dia bersama kak Itachi, dan sebenarnya ada apa dengan dia dan Neji.
Ketika Ino ingin melepaskan celanaku, aku tersadar dan menghentikannya.
"Hentikan, aku tidak menginginkan ini." aku bilang padanya.
"Apa kau yakin?" tanya Ino.
"Sebaiknya kau pulang." Aku beranjak dari tempat tidurku dan berjalan menuju beranda, aku menoleh kearah beranda Sakura yang lampunya masih menyala.
Normal POV
Sakura menceritakan semua kejadian yang terjadi di taman bermain pada Itachi. Itachi yang salah paham dengan cerita Sakura bahwa Sasuke dan Ino berciuman jadi mentekadkan niatnya.
'Dulu aku memang mengalah padamu Sasuke, tapi kalau kau membuat Sakura menangis, aku juga tidak akan segan-segan merebutnya' pikir Itachi selagi Sakura bercerita.
"Begitu kak, aku kesal sekali." Selesai Sakura bercerita.
"Sakura, mau melakukan hal yang menarik?' tanya Itachi sambil melepas kacamatanya.
"Apa?" tanya sakura balik.
"Kau tidak suka dengan Neji kan?"
"Tidak, aku hanya menganggapnya teman." Jawab Sakura.
"Kalau begitu, apa kau mau tahu perasaan Sasuke yang sebenarnya?" tanya Itachi dengan tersenyum."Pacaran denganku." Ajak Itachi.
Sakura terkejut dengan ajakan Itachi. "Pura-pura maksud kakak?"
"Yaah, terserah kau mau menganggapnya pura-pura atau serius, bukankah aku dulu pernah bilang, bahwa perasaanku padamua sejak 10 tahun yang lalu itu sama dengan perasaanmu pada Sasuke." Jelas Itachi. "Sepertinya kau lupa."
"Aaaahhhh." Kata Sakura yang mengingatnya. "Kak Itachi…serius?"
Itachi tersenyum lembut pada Sakura. "Mungkin aku bisa membuatmu lupa pada Sasuke, itupun kalau kau mau." Tawar Itachi.
Sakura terdiam, dia tidak mau Itachi menjadi pelampiasannya, tapi dia juga sudah tidak punya harapan pada Sasuke yang sekarang sudah bersama Ino. Dan Sakura berfikir, dia juga sayang pada Itachi, mungkin bisa berjalan dengan mulus.
"Iya kak, aku mau." Jawab Sakura dengan tersenyum.
"kau serius?" tanya Itachi meyakinkan Sakura.
"Iya, aku serius." Jawab Sakura tegas.
"Kalau begitu, aku tidak akan mundur lagi." Kata Itachi yang mendekati wajahnya pada Sakura dan menicum Sakura dengan lembut dan cepat."Kau tahu, itu ciuman keduaku untukmu." Kata Itachi tertawa sambil berjalan menuju luar.
"Haaah…kakak jahaaat" teriak Sakura.'kedua? yang pertamanya kapan?' pikir Sakura yang tidak ingat pernah diberi nafa bantuan oleh Itachi waktu kecil.
Dan ketika Itachi keluar, Sakura menutup wajahnya dengan boneka beruang kesayangannya dengan wajah memerah.
'aku dan kak Itachi? Tapi Sasuke…' ketika Sakura berfikir tentang Sasuke, dia teringat kejadian di taman bermain, dia menggelengkan kepalanya. 'aku pasti bisa melupakannya.'
Ketika Itachi membuka pintu Sakura, Itachi tersenyum lembut tapi senyuman itu hilang dari wajahnya karena suara Ino.
"Sepertinya terjadi hal yang menyenangkan." Kata Ino.
"Menurutmu?" jawab Itachi sambil melewatinya.
"Aku tidak mengerti jalan pikiranmu, katanya kau mendukung hubungan mereka, kenapa kau tidak bilang saja pada mereka bahwa mereka saling mencintai." Kata Ino yang penasaran.
"Aku mempunyai caraku sendiri." Jawab Itachi singkat.
"Oh begitu, kalau begitu, sama denganku, apa kau mau bekerja sama denganku?" tanya Ino memegang bahu Itachi.
"Maaf." Kata Itachi menyingkirkan tangan Ino. "Tapi kau sudah masuk dalam papan caturku, dan permainan, baru saja dimulai." Itachi meninggalkan Ino sendiri diruang tengah.
hahahahaha...sebelum aku update chapter ini, temanku baca duluan..dan katanya..
"Sumpah chapter ini orang-orangnya pada annoying bgt...ahahahha...=_=
makasih reviewnya yaaah...
