Disclaimer : Naruto milik Masahi Kishimoto


Normal POV

Saat makan malam dikediaman Uchiha, suasana saat itu sangat canggung, untung saja Ino sudah kembali kerumahnya, Sakura yang biasanya duduk disamping Sasuke, sekarang mulai duduk disamping Itachi.

"Sakura, tumben kau tidak duduk disamping Sasuke lagi." Tanya Mikoto.

"Ah…itu…" Sakura gugup untuk menjawabnya.

"Hanya masalah tempat duduk saja, tidak usah dipermasalahkan." Kata Sasuke sambil melahap makanannya.

"Sasuke, sebenarnya ada apa denganmu? Sepertinya akhir-akhir ini suasana hatimu sedang tidak enak." Tanya Fugaku.

Itachi meminum minumannya dan melirik kearah Sasuke lalu Sakura yang memasang wajah canggung.

"Ehem…karena semua berkumul disini, aku ingin mengumumkan sesuatu." Ucap Itachi sambil mengelap mulutnya. "Ayah, Ibu mulai saat ini, Sakura telah menjadi kekasihku."

Sasuke, Mikoto, dan Fugaku menghentikan kegiatan makan mereka, apalagi Sasuke, dia yang berfikiran bahwa Sakura ada apa-apanya dengan Neji, ternyata dia berpacaran dengan kakaknya, Sasuke saking shocknya dia tidak melanjutkan makannya dan menunggu Itachi melanjutkan omongannya.

"Kau tidak keberatan kan, Sasuke?" tanya Itachi.

"Bukan urusanku." Jawab Sasuke lalu meninggalkan ruang makan.

"Kenapa kalian bisa bersama?" tanya Mikoto dengan lembut.

"Ehm…anu…"

"Kami akhirnya menyadari perasaan kami masing-masing." Potong Itachi sambil memegang tangan Sakura dari bawah.

"Wah, baguslah, yang penting Sakura bersama dengan salah satu antara kau atau Sasuke, ibu tak masalah." Jawab Mikoto. Tapi Mikoto merasakan sesuatu yang aneh, seuatu yang disembunyikan oleh Sakura, dia bisa tahu karena dia sudah menganggap gadis berambut pink itu sebagai anak perempuannya sendiri.

"Aku akan menemui Sasuke sebentar." Kata Fugaku yang beranjak dari kursinya.

"Ng…aku sudah selesai, terima kasih makanannya." Ucap Sakura yang juga beranjak dari kursinya lalu kembali ke kamarnya.

Tinggalah Mikoto dan anak sulungnya itu, Mikoto memandangi Itachi seolah tahu Itachi sedang merencanakan sesuatu.

"Apa yang kau rencanakan?" tanya Mikoto dengan lembut pada Itachi.

"Sesuatu yang menarik bu." Jawab Itachi sambil meminum segelas air.

"Itachi jangan keterlaluan terhadap adikmu, kau tahu kan sebenarnya mereka saling…"

"Bu." Potong Itachi. "Aku tahu apa yang harus kulakukan, tenang saja, ini akan berakhir baik kok."

"Semoga saja." Jawab Mikoto dengan lembut.

Setelah mereka selesai, Itachi kembali ke kamarnya dan Mikoto memutuskan untuk menemui Sakura, dia merasa harus berbicara sesuatu dengan Sakura.

Sasuke POV

'Bagaimana bisa? Sakura dan kakak? Tidak mungkin! Aku pikir dia bersama dengan Neji! Lalu, kenapa mereka berpelukan?' aku mendumel dalam hatiku, mondar-mandir dikamarku sendiri seperti orang stress, yah tapi aku memang sedang stress, ini diluar pikiranku, kenapa Sakura bisa bersama kak Itachi, aku berfikir kembali, aku menganalisa kejadian sejak dari taman bermain.

'Saat itu, aku melihatnya berpelukan dengan Neji setelah insiden Ino mencium pipiku….' Aku berfikir kalau aku berada didalam posisi tabung Sakura, dan mereka melihat Ino melakukan itu padaku, itu pasti terjadi kesalah pahaman bahwa aku dan Ino sedang berciuman, dan Ino sudah pasti sadar akan hal ini, Ino merencanakannya dari awal.

'Ino brengseek!' aku memutuskan untuk menemui Sakura malam ini dan menjelaskannya, tapi ketika kubuka pintuku, aku melihat ayahku berdiri disana.

"Sasuke, boleh aku masuk?" tanya ayahku.

"Ah…iya." Aku mempersilahkan ayahku masuk ke kamarku, dan ayahku duduk dikasurku.

"Katakan padaku, apa yang mengganggu pikiranmu akhir-akhir ini?" tiba-tiba ayah menanyaiku pertanyaan yang benar-benar kena di hatiku.

"Tidak ada yah." Jawabku pendek.

"Jangan bohong." Ayahku memang hebat, dia bisa membuatku jujur dalam sekejap.

"Hhhh… ya, begitulah." Jawabku tidak jelas.

"Kalau kau menyukai Sakura, kenapa kau tidak mempertahankannya?"

"Terjadi banyak kesalah pahaman yang sulit diluruskan yah." Jawabku dengan wajah murung.

"Ayah mendukung siapa saja diantara kalian, Cuma yang ayah mau, jangan sampai ada perang dingin begini, ayah tidak suka." Tegur ayahku.

Aku hanya terdiam mendengarkan omongan ayah, dan beberapa saat kemudian ayah beranjak dari duduknya, sebelum dia pergi, dia meninggalkan pesan padaku.

"Kalau terjadi kesalah pahaman, usahakan diluruskan." Lalu ayah keluar dan menutup pintu.

Normal POV

Mikoto mengetuk pintu kamar Sakura dan membukanya, dia melihat gadis cantik itu sedang duduk dikasurnya sambil memeluk boneka beruang kesayangannya, Mikoto mendekatinya dan membelai rambut Sakura yang panjang.

"Sudah lama sekali aku tidak membelai rambutmu seperi ini." ucap Mikoto.

"Hihihi…iya, bibi selalu sibuk bersama paman." Jawab Sakura tertawa kecil.

"Kau sudah sangat besar ya Sakura, kau benar-benar mirip seperti ibumu." Sambil membelai rambutnya Mikoto tersenyum lembut pada gadis itu. "Nah, sekarang tolong ceritakan padaku. Semuanya."

Sakura membalikkan tubuhnya kearah Mikoto dia memasang wajah bingung, dan Mikoto langsung menyadarinya.

"Sudah kuduga, kalau memang kamu tidak ada perasaan terhadap Itachi, seharusnya kau menolaknya." Usul Mikoto.

"Aku bingung, saat aku menyadari perasaanku pada Sasuke, ternyata Sasuke sudah menjali hubungan dengan Ino, makanya aku mencob ingin melupakannya." Jelas Sakura.

"Apa kamu yakin ingin melupakan Sasuke? Dan kata sip Ino dan Sasuke ada hubungan special?" Tanya Mikoto bingung.

"Bukan kata siapa-siapa, aku melihat mereka berciuman." Jawab Sakur dengan wajah sedih.

"Sayaaang, apa kau yakin mereka berciuman?" Tanya Mikoto sambil memegang wajah Sakura. "Apa kamu pernah bertanya langsung pada mereka?"

'Bertanya? Iya, aku belum menanyakannya pada Sasuke langsung tentang hubungannya dengan Ino.' Pikir Sakura.

Mikoto tersenyum dan beranjak dari duduknya. "Sebaiknya kau pikirkan lagi, masih belum terlambat kok, lagi pula kalau dimataku, kamu dan Itachi itu sudah seperi saudara kandung." Usul Mikoto.

Mikoto meninggalkn Sakura dikmarnya, begitu dia keluar kamar, dia bertemu dengan Itachi yang sedang berdiri disamping pintu Sakura. Itachi tersenyum kepada ibunya dan berkata.

"Tidak semudah itu kuserahkan padanya bu."

"Kau ini iseng sekali pada adikmu." jawab Mikoto lembut.

"Bukan iseng kok, aku benar-benar mencintainya, aku melakukan ini supaya mereka sadar, tapi mereka berdua sama-sama bodoh" ucap Itachi.

"Hahahaha, Sasuke itu seperti ayahmu dulu, tidak pandai mengutarakan perasaannya."

Setelah mengucapkan kalimat itu, Mikoto pergi ke bawah meninggalkan Itachi, dan Itachi masuk ke kamar Sakura.

"Sakura, apa aku mengganggumu?" Tanya Itachi membuka pintu Sakura.

"Ah, kak Itachi, tidak kok, masuk saja." Jawab sakura.

"Kau sedang apa?" Itachi memandangnya dengan lembut.

"Hhhmm...sedang tidak apa-apa, hanya memikirkan sesuatu." jawab Sakura sambil tersenyum.

"Oh iya, lusa aku harus pergi ikut ayah keluar negri untuk membantunya mengurus suatu perusahaan, hanya sebentar kok, mungkin 1 minggu." ucap Itachi.

"Haaa? 1 minggu? Lalu aku disini dengan siapa? Apa bibi uga ikut?" tanya Sakura.

"Iya, ibu juga ikut, kamu disini dengan Sasuke, jangan berantem yah." pinta Itachi.

"Tentu saja tidak, memangnya kami masih kecil." ujar Sakura.

"Hahahaha, yasudah, selamat tidur yah." ucap Itachi sambil mencium keningnya Sakura.

Sakura memandang Itachi yang pergi keluar kamarnya, dia berfikir apakah yang dilakukannya ini sebuah keputusan yang benar, apa benar Sasuke dan Ino berpacaran, itu semua terngiang dikepala Sakura, Sasuke benar-benar mengontrol dirinya. Keesokan paginya, hari itu sekolah libur, Itachi menghampiri Sakura yang sedang mengelus-ngelus kudanya di halaman belakang.

"Pagi, Sakura." sapa Itachi sambil memeluk Sakura dari belakang.

"Ah, kak Itachi, pagi." sapa Sakura kembali.

"Hari ini, apa kamu ada acara?"

"Tidak, kenapa?" tanya Sakura.

"Mau menemaniku jalan-jalan?" ajak Itachi.

"Mauuu." ucap Sakura dengan ceria.

Itachi menarik tangan sakura menuju luar, dan adegan itu dilihat oleh Sasuke yang sedang memandangi Sakura dari atas, ketika samai diluar, tamu yang tak terdug tiba-tiba datang yaitu Neji.

"Neji?" kata Sakura bingung.

"Ah, aku hanya ingin mengunjungimu, tapi sepertinya ku mau pergi." Kata Neji.

"Ya, kami memang mau pergi, tapi kalau mau kamu bisa ikut bersama kami." Ajak Itachi yang merangkul Sakura.

Meihat Itachi merngkul Sakura dengan mesra, Neji langsung mengerti tentang hubungan mereka, dia memandangi tangan Itachi yang berada dipinggang Sakura, selintas Neji berfikir seharusnya tangannyalah ang melingkari pinggang Sakura, tap dia cepat-cepat menyingkirkan pikiran itu karena dia tidak boleh benar-benar jatuh cinta pada Sakura.

"Kalau begitu, aku kembali pulang saja." Kata Neji.

"Maaf yah Neji, mungkin lain kali." ucap Itachi yang sengaja menempelkan Sakura padanya.

Neji memaski mobilnya dan menutup pntunya dengan keras.

"Kak Itachi iseng." kata Sakura.

"Hahahahaha..ayo kita berangkat."

Mereka berangkat menuju tempat yang Itachi persiapkan, Sakura tidak tahu dia mau dibawa kemana oleh kakak yang kini menjadi kekasihnya, dia hanya pasrah dan menuruti Itachi. Begtu mobil behenti, Itachi mengeluarkan sapu tangannya dan menutup kedua mata Sakura.

"Kakak mau apa?" tanya Sakura yang kebingungan.

"Lihat saja nanti...jalannya hati-hati." ucap tachi menggandeng tangnnya, Itachi membawanya ketempat yang indah, terlihat disitu ada satu meja dan 2 kursi dtengah-tengah padang rumput yang dikelilingi bunga-bunga. Ketika sampai dimeja, Itachi mendudukan Sakura dikursi dan membuka tutup matanya.

"Huaaaah, kak Itachii...ini indah sekali." Sakura melihat pemandangan lam yang luar biasa indahnya, mereka berada dipuncak atas yang bisa melihat pemandangan kota dari situ.

"Sudah kuduga kau aka menyukainya." kta Itachi tersenyum dan menduduki kursi satu lagi."tadinya aku ingin membawamu malam ini, hanya saja malam ini aku harus menemani ayah meeting"

"Tidak apa, hari ini juga indah kok, terima kasih yah kak." ucap Sakura.

"Oh iya, nanti pulang dari sana kamu mau kubawakan apa?" tanya Itachi.

"Hhmm...Berliaaan."

"Hahahahaa, aku akan membelikannya yang banyak untukmu."

Mereka menikmati suasana disana yang begitu damai, Sakura dan Itachi berbincang-bincang sampai lupa waktu, sehingga sore pun tiba.

"Sudah sore, kau pulang diantar supir yah, aku langsung ke tempat ayah." usul Itachi.

"Iya," jawab Sakura.

Sakura pulang ke kediaman Uchiha sendirian karena Itachi tidak bersamanya, jadi dia mampir kesuatu tempat untuk membelikan Itachi baju hangat agar bisa dipakai saat dia tidak ada, mampirlah Sakura disuatu toko, dia memberli baju hangat berwarna biru tua lalu kembali menuju rumah. Karena saat di toko Sakura lumayan lama memilih bajunya, jadi Sakura telat sampai dirumah, ketika dia sampai dirumah.

"Dari mana saja kau!" kata Sasuke yang memarahinya tiba-tiba.

"Aku tadi bersama kak Itachi, lalu kami berpisah sebentar dan aku ke toko membeli baju hangat untuk dia pakai disana." jelas Sakura.

"Setidaknya hubungi rumah kalau kau pulang telat!" sewot Sasuke sambil memasuki kmarnya.

"Sasuke" panggil Sakura tiba-tiba, dan Sasuke menghentikan langkahnya. "Kamu, apakah kamu...apakah..." Sakura ingin sekali menanyakan hubungannya dengan Ino tapi dia sangat ragu untuk menanyakannya.

"Apa?" tanya Sasuke.

"Ng...tidak...tidak apa-apa...selamat malam." kata Sakura yang langsung memasuki kamarnya.

'Tidak bisa, tidak bisa, tidak bisaa!, aku terlalu takut untuk mengetahui jawabannya.' Teriak Sakura dalam hatinya.

'mulai besok selama seminggu aku akan berdua saja dirumah bersama Sasuke, aku harus bagaimana?' Sakura mulai panik dengan sendirinya, dia yang sedang berguling-guling dikasurnya akhirnya tertidur karena sangat lelah seharian berada diluar.

Pagi harinya, seluruh rumah diharuskan bangun pagi karena 3 Uchiha akan pergi selama seminggu, Sakura menghampiri Itachi dan memberikan baju hangat yang kemarin dia beli, begitu Sakura memberikannya, Itachi mencium Sakura tanpa ragu-ragu didepan semuanya.

Akhirnya mereka berangkat dan kini tinggal Sasuke dan Sakura berada dirumah megah itu.

"Hhh...sekarang, apa yang kita lakukan? Sekolah sedang libur, aku tidak ada acara, kamu?" tanya Sakura.

"Tidur." jawab Sasuke singkat sambil berjalan menuju kamarnya.

"Tunggu!" tarik Sakura, Sasuke menoleh ketika Sakura menarik bajunya. "Kita berkuda sebentar yuk." ajak Sakura.

Sasuke tersenyum tipis dan menyetujui ide Sakura, mereka berjalan kearah kandang kuda dan menaiki kuda mereka masing-masing, entah disadari atau tidak, mereka saling menikmati suasana itu, berkuda secara perlahan dan berbincang-bincang tentang masa kecil, dan tidak tahu sejak kapan mereka sudah sangat jarang bisa menikmati suasana itu.

Akhirnya mereka menepi ditempat biasa mereka ngobrol yaitu di pinggir danau.

"Sudah lama ya kita tidak ngobrol seperti ini." ucap Sakura yang seperti biasa tidak ada respon dari Sasuke.

"Sejak kapan yah, hubungan kita seperti perang dingin begini." tanya Sakura.

"Kenapa tanya padaku? Kau yang mulai duluan dengan mengencani Hyuuga." jawab Sasuke dengan nada risih.

"Aku tidak mengencaninya!" Sakura membela diri.

"Lalu kenapa kalian berpelukan?" kata Sasuke yang nadanya meninggi.

"Itu karena..." Sakura terhenti ucapannya.

"Karena apa? Karena kau menyukainya? Bisa-bisanya kau menduakan kakakku!"

"Aku tidak menduakan kakakmu! Saat itu aku sedang menangis karena melihatmu berciuman dengan Ino!." bentak Sakura yang keceplosan dan menutup mulutnya dengan tangannya.

"Hah? Aku dengan Ino? Jangan ngarang kamu! Aku dan Ino tidak ada hubungan apa-apa..." jawab Sasuke kesal. "Tunggu, kau menangis? Kenapa?"

"Tidak...bukan apa-apa." jawab Sakura panik. 'ya tuhan, ternyata benar mereka tidak ada hubungan apa-apa, lalu, aku harus bagaimana?'

"Apa jangan-jangan kau cemburu?" tanya Sasuke pelan, pertanyaan Sasuke sukses membuat wajah Sakura memerah dan Sasuke menyadari hal itu.

"Sakura, sebenarnya bagaimana perasaanmu padaku?" tanya Sasuke tiba-tiba.

'Tidak! Sakura kau sudah punya kak Itachi!' berontak Sakura.

"Sakura..." panggil Sasuke dengan lembut, Sasuke merasa sekarang kalau Sakura juga mencintainya, akhirnya dia mendekatkan wajahnya pada Sakura, dan Sakura tidak bisa menghindar.

"S...Sasuke...jangan..." tolak Sakura perlahan.

"Kenapa? Kau tidak menyukaiku?" tanya Sasuke.

"Bukan begitu,aku...kak Itachi..." kata Sakura gugup.

"Biar aku yang bicara padanya, Sakura jujurlah padaku, apa perasaanmu padaku, aku mohon!" tekan Sasuke.

"Aku..."

"Aku mencintaimu!" kata Sasuke tegas.

Sakura memandang Sasuke dengan wajah terkejut. 'kenapa, kenapa kamu baru mengatakannya sekarang, disaat aku mencoba untuk melupakanmu, kau dengan mudahnya menerobos masuk dalam pikiranku.'

Sasuke mendekatkan wajahnya kembali pada Sakura, dan ketika hampir tercapai bibir mungil itu.

"Sasukeeee.." panggil Ino yang tiba-tiba datang.

Sakura melihat Ino yang melambaikan tangannya didekat pintu masuk halaman belakang, lalu Sakura beranjak pergi meninggalkan Sasuke, tapi usahanya gagal.

"Aku tidak akan membiarkanmu lepas kali ini!" kata Sasuke marah dan menarik Sakura menaiki kudanya Sasuke, lalu Sasuke membawanya ke sebuah pondok kecil yang terletak di dekat danau itu.

"Wah, sepertinya mereka sudah tahu perasaan mereka masing-masing, Hm..." kata Ino memegang handphonenya.

"S...Sasuke...turunkan akuu!" berontak Sakura yang digendong oleh Sasuke yang menunggangi kuda kearah rumah kecil itu,ketika sampai Sasuke turun dengan menggendong Sakura dan memasuki rumah itu lalu Sasuke menurunkannya dikasur dan mengunci pintunya.

"A...Apa yang mau kau lakukan!" kata Sakura panik.

"Dengar ya...aku sudah menahan diriku melihatmu bermesraan dengan 2 cowok sekaligus! Kau pikir aku tipe keluarga Uchiha yang mempunyai darah penyabar! HAH!" bentak Sasuke sambil menghmapiri tubuh Sakura.

"S...Sasuke...j...jangan..." kalimat Sakura terpotong karena Sasuke telah mengunci mulutnya dengan mulut Sasuke, Sasuke mencium Sakura dengan kasar, dia marah dan kesal karena Sakura tidak mau jujur terhadap perasaannya sendiri.

"Kyaaaa...Sasukeee!" Sakura mulai teriak ketika Sasuke menjilat lehernya, ketika Sakura berteriak, mulutnya ditutup memakai tangan Sasuke, tapi seketika Sasuke merasakan tangannya basah, dan ketika Sasuke melihat wajah Sakura, dia menangis, Sasuke menghentikan ciumannya, dan menempelkan keningnya di kening Sakura.

"Huuu...hiks...hiks...he...hentikan...!" pinta Sakura.

"Sakura...maaf..." ucap Sasuke dengan lembut dan mencium kening gadis berambut pink yang sedang menangis itu. "Maaf."

Mereka berdua terdiam disana, Sasuke menunggu sampai Sakura mereda tangisnya dan Sakura pun akhirnya berhenti.

Sakura POV

Aku sangat takut, takut sekali dengan perbuatan Sasuke yang tiba-tiba, dan aku tidak menyangka dia mencintaiku, aku melihat kewajahnya yang sedang menyesali perbuatannya itu, dia tampan sekali, aku bukannya tidak mau, tapi caranya Sasuke membuatku takut, dan juga aku sudah menjadi kekasih kak Itachi, tapi...

' Sakura jujurlah padaku, apa perasaanmu padaku, aku mohon!' kalimat itulah yang terlintas dipikiranku.

"Ayo kita keluar, sepertinya kau butuh istirahat." tiba-tiba Sasuke berdiri dan entah kenapa aku sangat reflek menarik bajunya dari belakang, kini pikiranku kosong, yang kupikirkan saat ini adalah Sasuke.

'Kak Itachi...Maaf...'

Sasuke POV

Ketika aku beranjak ingin pergi, dia menarikku, aku menoleh kepadanya dengan wajah terkejut, ketika aku melihat wajahnya, dia memerah, entah memerah habis nangis atau apa aku tidak tahu.

"Jangan pergi." itulah yang diucapkannya padaku, lalu aku menundukkan tubuhku padanya, aku tidak bertanya kenapa dia menarikku, dengan ekspresinya saat inipun aku sudah paham, lalu aku mencium bibirnya yang lembut dan yang pernah dicium oleh Itachi itu, aku sangat kaget ternyata dia merespon ciumanku, saat aku menatap wajahnya, dia begitu cantik sehingga aku tidak bisa mengontrol diriku.

Aku menciumnya dengan lembut, begitu pula dengannya, karena posisiku tidak nyeman untuk berciuman akhirnya aku memutuskan untuk berpindah kesampingnya dan meneruskan ciumanku, setelah beberapa lama kami berciuman, aku memegang lehernya yang sudah memanas itu, lalu aku meminta Sakura membuka mulutnya agar aku bisa memasukkan lidahku padanya, dan Sakura pun menurutinya.

"Ngh..." ketika Sakura mendesah seperti itu, hasratku makin menaik, tanganku mulai bermain di tubuh Sakura, dan setelah aku puas bermain aku membuka baju Sakura. Dan sekali lagi, Sakura menurutinya.

"Sakura...aku mencintaimu..." kataku sambil menciumi tubuhnya, aku tahu Sakura sedang gemetar, lalu aku berhenti menciumi tubuhnya dan mencium kembali mulutnya, setelah aku sukses membuka seluruh pakaian Sakura, aku membuka pakaianku sendiri, dan menatap wajah Sakura.

"Kau yakin?" tanyakua kepada Sakura yang wajahnya kini memerah, Sakura hanya mengangguk.

Aku memandang wajahnya dan menicum keningnya. "Aku tidak akan berhenti walaupun kau teriak sekencang apapun." dengan begitu aku dorongkan tubuhku kepada Sakura, aku melihat wajag Sakura mengangkat keatas karena kaget dengan tindakanku, dan aku juga melihat ekspresi Sakura yang kesakitan.

"S...Sasuke...Sakiit~" rintih Sakura sambil mencengkram bahuku dengan kencang. Tapi aku tidak memberhentikan aktivitasku.

"Cengkramlah aku, Sakura..." kataku sabil melanjutkan.

"Uukkhh~" Sakura mencengkramku lebih kencang, dan beberapa lama kemudian cengkramannya memelan dan berubah menjadi pelukan.

Aku tersenyum ketika Sakura memelukku, itu artinya dia sudah terbiasa, akupun melanjutkannya dengan cepat dan sampai selesai.

Normal POV

Ketika selesai mereka melakukan hubungan intim, Sasuke terbaring disamping Sakura, dan Sakura terus menerus memeluk lengan Sasuke.

"Hihi...Sakura...kau mirip kuskus kalau seperti itu." ejek Sasuke yang melihat Sakura memeluknya.

Sakura tidak menjawab, dia makin menguburkan wajahnya di lengan Sasuke.

"Sasuke~" panggil Sakura yang nadanya menangis.

"Ada apa? Kenapa kau menangis?" tanya Sasuke bingung. "Apa kau menyesal?"

Sakura menggelengkan kepalanya dan terus menangis.

"Aku bahagia...tapi..aku merasa bersalah terhadap kak Itachi." jawab Sakura.

Sasuke memandang Sakura dengan wajah khawatir lalu dia memeluk gadis yang kini menjadi miliknya itu.

"Akan kutanggung semua dosa yang kita perbuat ini, Sakura...karena itu, aku mohon jangan menangis." ucap Sasuke dengan lembut.

Sakura memejamkan matanya, dia merasakan kehangatan dari Sasuke yang selama ini dia inginkan, dan dia tersadar, bahwa dia belum membalas ucapan Sasuke.

"Sasuke..." panggil Sakura dengan lembut, Sasuke melepaskan pelukannya dan mmandang Sakura. "Aku mencintaimu." ucap Sakura sambil tersenyum.

Sasuke tersenyum dan menciumnya. "Akhirnya kau mengucapkannya." kata Sasuke sambil tersenyum lembut.

'Mulai saat ini, aku tidak akan melepaskanmu, apapun yang terjadi!' ucap Sasuke dalm hatinya sambil mempererat pelukannya.

Mereka berdua berpelukan dengan posisi tidur sampai Sakura tertidur kembali, sedangkan Sasuke, dia memikirkan apa yang akan terjadi nanti, yang pasti badai besar akan terjadi dalam kediaman Uchiha ini.


aahh...lemonnya dikit banget kok...dan g diperjelas juga...g beranii...hahahahahaaa...

akhirnya Sasuke dan Sakura bersamaaa...

maaf yah agak lama updatenya, banyak gangguan, kucingku sakit jadi harus ngurusin dia dulu, bawa kedokternya dan segala macem..huhuhuhuhu...=_=

chapter berikutnya Sasuke bener-bener g ngelepasin Sakura apapun yang terjadi...hehehehee, maaf yaaaaah pecinta ItaSaku...=_=