Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto
Normal POV
PLAAK
"DASAR BODOH! KAU PIKIR BUAT APA KAU TERCIPTA DENGAN WAJAH TAMPAN DARI KETURUNAN HYUUGA KALAU SATU ORANG WANITA SAJA TIDAK BISA KAU LULUHKAN!"
"Maafkan aku ayah, tapi perasaan mereka sangat kuat, bahkan orang terdekatnya pun tidak bisa memisahkan mereka." jelas Neji kepada ayahnya yang sedang marah karena tahu bahwa Sasuke dan Sakura telah bersama.
"Sampai Ino yang memberi tahuku bahwa mereka bersama! Kau memang tidak becuss!" hina ayahnya.
"Ayah, kalau begitu kenapa tidak menyuruh Hinata saja yang mendekati Sasuke atau itachi." Jawab Neji kesal.
"Hinata sudah menjalin hubungan dengan Naruto sejak kecil, apa aku tega menghancurkannya!" bentak sang ayah.
"Tapi ayah tega menyuruhku!, dengar yah…jangan melampiaskan pada anakmu tentang dendammu di masa lalu! Aku bukan boneka ayah!" teriak Neji yang langsung meninggalkan ayahnya.
"Neji! Kembaliii!" bentak sang ayah.
Sasuke POV
Aku membuka mata yang telah tertidur saat bersama Sakura, aku melihat sosok wanita yang sangat kucintai sedang memejamkan matanya itu sedang tidur nyenyak di dadaku, aku membelai pipinya dan membuatnya terbangun.
"Ngh…Sasuke..? jam berapa sekarang?" tanya dia dengan suaranya yang sangat manis.
"Jam 3 sore," jawabku singkat. "Sakura, apa tubuhmu tidak apa-apa?" tanyaku lembut padanya.
"Ng..tidak apa, tenang saja." Jawab Sakura dengan senyumnya.
"Ayo kita kembali kerumah, atau kau masih mau disini?" aku bertanya padanya dengan tatapan lembutku dan mengelus pipinya.
"Sebentar lagi yah, aku masih ingin bersamamu." Jawab Sakura sambil memegang tanganku yang menyentuh pipinya.
Aku tersenyum padanya dan mencium keningnya. "Aku sangat bahagia."
"Hihihi, iya…" jawab Sakura tapi ketika aku melihat wajahnya, dia seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Tenang saja, kita hadapai kak Itachi bersama." Kataku sambil memeluknya.
Sakura mengangguk dan memelukku kembali, kami berpelukan disana sampai puas dan memakai baju kami yang telah lepas kembali, setelah berpakaian utuh kami berjalan keluar dan menuju rumah memakai kudaku, Sakura kunaikkan didepanku, saat sampai dihalaman rumah, aku turun dari kudaku dan menurunkan Sakura. Kami berdua masuk kedalam rumah dengan tawa yang bahagia, tapi tawa bahagia itu lenyap dari wajah Sakura tiba-tiba.
Normal POV
"Sepertinya kalian bahagia sekali yah telah menyakiti perasaan kak Itachi." Sindir Ino yang berada diruang tamu.
"Ino? Kenapa kau ada disini?" tanya Sasuke.
"Sepertinya kalian lupa akan kehadiranku yah, apa kalian terlalu menikmatinya, sehingga tidak sadar aku disini?" kata Ino dengan sinis.
Ketika Ino berkata seperti itu, Sakura teringat sebelum dia dibawa oleh Sasuke, Ino memanggil Sasuke dari halaman belakang.
"Apa jadinya yah kalau kak Itachi tahu, kalau pacarnya telah melakukan seks dengan adiknya ketika dia pergi belum ada 24 jam." Ketus Ino.
"Ino, ini bukan urusanmu, tolong jangan campuri…"
"Tentu saja ini urusanku!" potong Ino. "Aku mencintaimu Sasuke, tapi kau selalu mengabaikan kebaikan dan ketulusanku!"
"Aku tidak ada perasaan apa-apa padamu." Jawab Sasuke dengan tegas dan menggenggam tangan Sakura, Sakura melihat kearah wajah Sasuke yang mulai serius.
"Heh…padahal kau menerima ciumanku tadi malam." Ketika Ino mengucapkan itu Sakura terkejut dan melirik kearah Sasuke, lalu Sasuke pun melirik kearah Sakura. "Itu karena aku sedang galau, maaf." Ucap Sasuke pada Sakura, Sakura memasang wajah sedih dan mengangguk lalu memeluk lengan Sasuke.
"Kalian, lihat saja… kalian pasti akan berpisah! Asal kau tahu, aku bekerja sama dengan seseorang agar menghancurkan hubungan kalian!" bentak Ino yang mulai kacau dan sedikit mengeluarkan air mata. "ayahnya menyuruh anaknya untuk mendekati Sakura, dan suatus aat nanti dia pasti merebutnya darimu Sasuke! Dan saat itu, kau akan berpaling padaku!" teriak Ino yang akhirnya menangis.
Sakura makin mengencangkan pelukannya dilengan Sasuke dan menguburkan wajahnya disitu. Sasuke mengelus kepala Sakura dengan tangannya yang kosong.
"Itu tidak akan terjadi, Ino." Jawab seseorang didepan pintu. "Aku tidak mau lagi jadi boneka ayahku."
"Neji?" kata Sakura bingung.
Neji menghampiri mereka yang sedang perang mulut itu, " memang awalnya aku mendekati Sakura karena ingin mengambilnya dari keluarga Uchiha, tapi lama-kelamaan, aku benar-benar jatuh cinta padanya."
Sasuke dan ino terkejut mendengar Neji, Ino tidak menyangka kalau Neji yang begitu setia pada ayahnya akan mengkhianati ayahnya.
"Kau! Kau telah mengkhianati ayahmu! Kau tahu kan akibatnya! Kau akan dikirim keluar negri selama-lamanya!" bentak Ino.
"Aku tidak peduli, asal Sakura bahagia dengan Sasuke, aku bahkan mencampakkan ayahku yang sudah keterlaluan." Jawab Neji.
"Kenapa…kenapa ayahmu sekejam itu?" tanya Sakura yang bingung.
"Itu karena dendam di masa lalu." Jawab Neji.
"Dendam?" tanya Sasuke bingung.
"Ibuku…dulu sebelum meninggal karena sakit, dia selalu mencintai ayahmu, Sasuke." Jawab Neji.
Mereka bertiga semua sangat kaget, karena merka baru dengan kisah seperti ini, cinta antara keluarga Hyuuga dan Uchiha.
"Ibuku selalu mencintai ayahmu, bahkan disaat terakhirpun, yang terucap dimulutnya adalah ayahmu, makanya ayahku ingin ayahmu merasakan hal yang sama, dan incarannya adalah anaknya." Jelas Neji. "Dia ingin anak dari keluarga Uchiha menderita seperti dia."
"Bohong!" teriak Ino.
"Dia tidak bohong, mungkin apa yang dia katakana itu benar." Ucap seseorang di pintu.
"Ayaaaah?" kata Sasuke dengan sangat terkejut, dan yang lebih mengejutkan lagi, dibelakang ayahnya berdiri Mikoto dan Itachi yang memandang Sakura dengan perasaan kecewa.
"K…kak Itachi…" kata Sakura yang takut.
Sasuke mendekatkan diri Sakura padanya, melihat itu Itachi menghampiri Sasuke Dan memukul wajahnya.
"Ukh" rintih Sasuke.
"Kak Itachi jangaan!" tahan Sakura.
"Tenang saja Sakura, aku memang ingin kalian bersama, tapi tidak begini caranya!" bentak Itachi. "Kalian masih terlalu muda untuk melakukan itu!"
"D…dari mana kakak tahu?" tanya Sakura panic.
Lalu Sakura menoleh kearah Ino yang menunjukkan handphonenya sambil tersenyum, Ino lah yang memberi tahu Itachi sehingga membuat Itachi kembali dari perjalanannya.
"Tapi…bukannya ayah berada di…" kata Sasuke.
"Maaf, kami berbohong, kami merencanakan akan pergi semua, karena mungkin kalau kalian berdua kami tinggal, kalian bisa meluruskan kesalah pahaman kalian, salah paham sepertinya telah terurus dengan sangat baik, bahkan terlalu baik." Ucap Fugaku.
Sasuke dan Sakura terdiam, saat itu ingin sekali rasanya Sasuke menampar Ino yang telah membocorkannya kepada keluarganya.
"Sasuke, Sakura, malam ini aku ingin bicara pada kalian." Ujar Fugaku. "Dan Neji, ada yang ingin kubicarakan padamu."
Mereka pun berkumpul diruang tamu, Sasuke, sakura dan Itachi duduk bersamaan, Neji dan Ino, lalu Fugaku dan Mikoto.
"Aku sangat ingin meminta maaf pada ayahmu," ucap Fugaku.
"Sebenarnya, apa yang terjadi pada ayah dan ayanya Neji?" tanya Itachi.
Fugaku melihat kearah Nejid an Mikoto, lalu menghela nafasnya.
"Jadi, dulu aku, ayahmu dan ibumu adalah sahabat sejak SMA, dulu memang ibumu pernah menyatakan cintanya padaku, tapi aku tidak pernah menganggapnya sebagai seorang wanita, aku menganggapnya hanya sebagai adik, sampai suatu saat aku bertemu Mikoto dan akhirnya memutuskan untuk menikah, dia…ibumu datang padaku, dan meminta kesempatan untuknya, tapi aku tidak bisa, karena aku sangat mencintai Mikoto, lalu aku menjelaskan perasaanku pada ibumu, dan akhirnya dia mau mengerti." Fugaku menghentikan ceritanya sejenak.
"Lalu, suatu saat akhirnya aku mendengar ibumu akan menikah dengan ayahmu, dia bilang akhirnya dia sadar akan perasaan cinta ayahmu yang tulus itu padanya, kamipun sangat bahagia dan menghadiri pernikahannya dan…" Jelas Fugaku.
"Jangan kau berikan cerita palsu pada anakku Fugaku!" ucap ayahnya Neji yang tiba-tiba datang untuk mengejar Neji.
"Hizashi?" kata Fugaku yang terkejut.
"Aku selalu benci padamu sejak dulu, kau selalu merebut perhatian Tania dariku! Aku ingin sekali anakmu merasakan apa yang kurasakan!" desis Hizashi
"Hizashi…ini tidak ada hubungannya dengan mereka, jangan jadikan mereka korbanmu…" pinta Fugaku.
"Diam! Kau tidak akan pernah mengerti, Tania, dia sampai saat terakhir dia masih…"
"Kau salah." Potong Mikoto."Tania, dia sangat mencintaimu."
"Tahu apa kau! Kau bahkan tidak pernah bertemu dengannya sejak dia sakit!" bentak Hizashi.
"Hei! Jangan bentak ibuku!" kata Sasuke sambil beranjak dari duduknya tapi dihalangi oleh Sakura.
"Kami bertemu sekali, dan kami membicarakan isi hati kami masing-masing, dia bilang, 'saat ini aku bersyukur telah menikahi Hizashi yang begitu mencintaiku, dan kami mempunyai anak yang sangat tampan dan manis,dia sangat menjagaku sehingga aku makin sayang padanya.', " ucap Mikoto.
Mendengar ucapa Mikoto, Hizashi sangat terkejut, karena dia merasa kalau Tania istrinya selalu mencintai Fugaku, perlahan dia mengeluarkan air matanya dan melihat kearah Neji, anaknya dan Tania yang sangat disayanginya, dia tersadar, betapa buruknya dia menjadi sosok ayah, bahkan dia telah menyuruh anaknya untuk merebut Sakura dari tangan Uchiha, dan lebih bkin dia menyesal adalah telah menamparnya, Hizashi berlutut karena lemas, dan Neji menghampirinya lalu memeluknya dari belakang.
"Mari kita pulang, ayah." ajak Neji.
Hizashi mengangguk pelan. "Neji, maafkan ayah, ayah sudah gagal menjadi sosok ayah yang baik."
Neji menggelengkan kepalanya. "Tidak, buktinya ayah tidak mau menghancurkan hubungan Hinata dan Naruto." ucap Neji dengan tersenyum.
Akhirnya Neji membantu ayahnya berdiri dan berpamit pulang, sebelum mereka keluar, Hizashi menoleh kearah Fugaku. "Maafkan aku." ucapnya dan mereka pun telah pergi.
"Ternyata itu tujuannya, pantas aku merasa heran dengan tingkah Neji." ucap Itachi.
"Kalau kau merasa heran, kenapa kau tidak langsung memberi tahu." sewot Sasuke.
Itachi melirik Sasuke dengan jengkel dan tidak menjawabya, lalu dia melirik kearah Sakura, Sakura yang menyadari lirikan Itachi langsung menunduk karena dia merasa bersalah.
"Kalau aku tdak bisa mendapatkan Sasuke.."ucap Ino sambil berjalan kearah Itachi. "Aku harus mendapatkanmu."
Fugaku dan Mikoto terkejut dengan tindakan Ino, sedangkan Sasuke menghela nafasnya.
"Ino, sebenarnya yang kau incar itu nama Uchiha kan?" tanya Itachi "Tapi maaf, aku tidak tertarik padamu, yang kucintai hingga sekarang adalah Sakura."
"Sakura, Sakura, dan Sakura...heh..aku harap kalian semua tidak akan pernah bahagia." sumpah Ino sambil berjalan keluar.
"Hati-hati, biasanya ucapan akan menjadi boomerang untukmu." ucap Itachi.
Tapi perkataan Itachi tidak didengar oleh Ino, dia pergi meninggalkam kediaman Uchiha dengan jengkel. Sementara itu, Fugaku siap-siap untuk menceramahi Sasuke, Sakura dan Itachi.
"Kalia bertiga!" bentak Fugaku.
Serentak mereka menegangkan tubuh mereka karena bentakan Fugaku, Itachi memberanikan dirinya untuk menoleh duluan menatap wajah sang ayah itu.
"Ayah, biar aku jelaskan dari awal." pinta Itachi.
"Aku harap penjelasanmu masuk akal sehingga menyuruh kami berbohong untuk pura-pura pergi keluar negri hari ini." ucap Mikoto.
"Bisa-bisanya kau menyuruh orang tua berbohong, kak." ucap Sasuke kesal.
"Diam! Itu karena kalian berdua lelet, tapi aku t
Dak menyangka kalau kalian bisa sampai keluar jalur!" ucap Itachi kesal.
"Jadi, apa alasannya?" tanya Fugaku.
"Aku, memang mencintai Sakura dari dulu, bahkan ku berencana menjadikannya istri kalau dia mau." ucap Itachi yang membuat Sasuke memasang wajah cemburu.
"Tapi aku sadar, Sakura mencintai Sasuke, begitu pula Sasuke, tapi mereka terlalu takut untuk mengatakannya, akhirnya aku menyusun rencana sampai tahap ini." jelas Itachi.
"jadi...semua perlakuan kak Itachi, hanya bagian dari rencana kakak?" tanya Sakura sedih.
"Tidak, aku melakukannya dengan tulus sambil berharap kau membukakan hatimu untukku, tapi semuanya percuma, akhirnya rencana ini yang terakhir terpikirkan olehku." jelas Itachi.
"Kak...maaf.." ucap Sakura
"Bukan salahmu, Sakura...ini salahku karena tidak tegas pada perasaanku sendiri." ucap Sasuke.
"Jadi, kalian akan kuhukum untuk berpisah selama 3 bulan." ucap Fugaku.
"Apaa! Ayah, ini keterlaluan!" bantah Sasuke.
"Keterlaluan katamu? Apa kau pikir perbuatanmu itu tidak keterlaluan? Hah?" bentak Fugaku. "Sasuke, kau akan disini, tapi Sakura..." ucap fugaku dan memandang Sakura.
"Aku akan diusir? Aku akan terima." jawab Sakura dengan pasrah.
"Tidak, bukan itu, aku tidak akan melakukan hal itu padamu." jawab Fugaku. "kau tidak boleh bertemu Sasuke selama 3 bulan, jadi kau akan tinggal di apartemen yang akan kusediakan, kau akan tinggal bersama Mikoto disana." ucap Fugaku.
Sakura menunduk dengan pasrah, lalu Sasuke memegang tangannya dengan lembut dan menatap wajahnya.
"kau akan pergi malam ini, jadi siapkan barang-barangmu." ucap Fugaku sambil meninggalkan ruangan bersama Mikoto, Mikoto yang biasanya membela mereka kini hanya bisa berdiam diri.
Itachi pun kembali ke kamarnya, sedangkan Sasuke mengikuti Sakura ke kamarnya untuk membantunya mengemasi barang-barangnya.
"Sasuke..." panggil Sakura dengan lembut, Sasuke menoleh kearah Sakura dan memandangnya dengan bingung. "Baru saja kita bersama, tapi kenapa sudah harus berpisah seperti ini."
"Sakura, dengar...ini ujian terakhir kita, aku mohon kau bertahan, aku...telah menunggumu selama 10 tahun, kalau hanya 3 bulan saja, ini bukan apa-apa." ucap Sasuke sambil memegang wajah Sakura, Sakura tersenyum manis dan mencium tangan Sasuke. "Terima kasih."
"Lagi pula kalau aku kangen padamu, aku bisa mendengar suaramu melalui handphone, dan melihat wajahmu melalui video call.." ucap Sasuke.
"Hiihihi...iya.." jawab Sakura.
Mereka menghabiskan waktu yang tersisa untuk mereka sebaik-baiknya, memperbanyak pelukan dan kasih sayang yang selama ini mereka pendam bersama.
agak pendek yah chapter ini...hehehe..maaf baru update...keasyikan main xbox niih...hehhee...dan lagi asyik ngeliat final fantasy VIII dan devl may cry 4...
maaf...maaf...=_=
