Romance – Tragedy – Hurt/Comfort

Axis Power Hetalia - © Hidekaz Himaruya

"My first Hetalia fic, A Triangle love story between Austria, Prussia and Hungary, who'll win Hungary's love? Contains OOC + Death charas."

WARNING

~May contain OOC, AT and Death Charas. Including human names~

Last chapter ^^ selamat menikmati~


Chapter 3.1 : Die wiederverheirateten

Suara isak tangis terdengar dari rumah itu.

Semua orang bersimpati, menangis, menabur bunga diatas makamnya

Ia tak selamat—bahkan tak sampai ke rumah sakit.

Ya, dengan sangat disayangkan

Hari ini adalah, pemakaman orang itu.

Nisan batu itu bertuliskan nama orang itu,

Gilbert Beilschmith…

[Flashback]

Setelah Gil tertabrak truk, Rode dan Eliza tidak sempat menyelamatkannya. Darahnya sudah menggenang di jalan, banyak orang yang sudah berusaha memanggil ambulans—tapi tak kunjung datang.

Roderich dan Eliza pun langsung menghampiri Gilbert yang terkulai begitu saja di tengah jalan raya yang menjadi tontonan banyak orang.

"Obaka—Gilbert! Kau masih dengar suaraku kan?"

"H—Heh, kenapa? Kalian sedih aku yang…awesome…ini akan meninggalkan kalian?"

"Jangan bicara begitu Gil!" Elizaveta sudah terisak.

"W—Wah, wah…untuk apa gadis… yang… selalu memukuliku…menangisiku? Ke…sesese…"

"Kau sempat juga bercanda, Obaka-san,"

"Sudah, jangan bicara lagi…Gil…" Elizaveta memeluk Gil—tidak peduli dressnya penuh darah Gil.

"…Kapan ya…terakhir aku menjahilimu? Sekarang aku… malah menyukaimu…kesesese, gadis yang mengaku laki-laki sudah menjadi wanita yang hebat…"

Kali ini mata rubi Prussia menatap Austria.

"H, Hei Rod…dy, ak-aku punya…satu pesan awesome…untuk…mu."

"…Apa yang mau kau katakan? Semoga bukan celaan lagi,"

"…Yang kuliat di ujung jalan tadi…adalah…sosokmu…yang…sangat cocok dengan Liza…Roddy,"

"M-Maksudmu?"

"Kalau aku…benar-benar mati…kau harus menikah…lagi dengan…nya, janji…"

"Bicara apa kau Obaka-san?"

"…Kau…gak ngerti? Ini wasiatku yang awesome…"

Gilbert yang sedaritadi dipeluk Elizaveta, sekarang membelai rambut gadis itu perlahan. Dan membisikkan sebuah kalimat di telinga sang gadis.

"Ich… liebe dich, mein… lieber… Freund …" (I love you, my dear friend)

"…Gil, Gil…jangan…pergi…" Elizaveta makin terisak.

"Lebewohl, Gilbert…" (Goodbye, Gil)

Roderich menatap mata rubi Gilbert yang mulai kehilangan cahayanya. Gilbert tersenyum damai untuk mereka berdua, dan dengan lembut menutup matanya untuk selama-lamanya…

"Gil, jangan bercanda dong, nanti kupukul pake frypan…"

"Ayo buka matamu lagi Gil, nanti kita main lagi…"

"GILBERT—!"

[Flashback END]

Upacara pemakaman itu sudah selesai, dan kini di rumah Ludwig semuanya berkumpul tanpa suara. Elizaveta terus menangis tanpa henti. Natalia, Liechestein dan Taiwan ada di sebelahnya mencoba menenangkannya. Banyak juga yang menangis disana, Feliciano—bahkan Antonio juga.

Roderich hanya berdiri bersandar di tembok dengan wajah yang tertunduk. Di sebelahnya ada Ludwig dan Alfred.

"…Mungkin aku sudah membunuh brudermu, Ludwig," ucap Austria. "Harusnya aku saja yang mati disana, bukan dia,"

"Roderich! bersyukurlah kau masih hidup!" sergah Ludwig menanggapi cara bicaranya.

"Tapi…seharusnya—"

"Roderich…" Alfred menepuk bahunya. "Sudahlah, semua sudah berlalu…"

"…"

Aku akan menepati wasiatmu, Gilbert.

Padahal kau yang seharusnya menang…

Kenapa semua ini terjadi…?

Andai aku berhasil mendorongmu dari kecelakaan itu.

Di hari yang sama, di areal makam Gilbert Beildschmith.

"Terima kasih sudah mau menemaniku kesini, Roddy…"

Roderich datang dengan Elizaveta kesana, dengan sebuket bunga Edelweiss yang dibeli di toko bunga milik Francis. Elizaveta meletakkan bunga itu di pusara makam, seraya menatap nisan Gilbert dengan tatapan kosong.

"Liza, bagaimana soal…wasiat Gilbert?"

"O—Oh…y, ya. Dia ingin kita menikah lagi…"

"Aku tahu kau menyukai Gilbert dari pada aku, jadi kalau kau tidak mau tidak masa—"

Elizaveta menarik lengan Roderich.

"Aku…menyukai kalian berdua."

"…"

"…Aku tidak bisa memilih diantara kalian, aku…"

"Begitu…"

"Gil mengizinkan, kan? Jadi…aku tidak…ragu lagi."

"Kau mau lagi…denganku?"

"Ya, aku senang bersamamu, sedari kecil hingga sekarang,"

"Terimakasih, Liza,"

Angin berhembus, sesaat Roderich mengulurkan tangannya ke hadapan Elizaveta.

"Maukah kau…menikah denganku?"

"Dengan senang hati," Elizaveta menyembut tangan Roderich. "Bagaimana kalau kau ucapkan kata-kata saat kita pertama kali menikah?"

"Hmm…Oh, baiklah," Roderich berdehem sejenak. "…Die im Reichsrat vertretenen Königreiche und Länder und die Länder der heiligen ungarischen Stephanskrone."

Elizaveta pun membalasnya dengan kalimat yang sama. "A birodalmi tanácsban képviselt királyságok és országok és a magyar szent korona országai…"

Dua minggu kemudian mereka menikah, dan menjadi keluarga yang cukup bahagia—lebih dari pernikahannya yang pertama. Gilbert pasti tersenyum di hari pernikahan mereka—itu pikir Elizaveta.

Roderich pun mengeluarkan senyum yang sudah lama tidak terlihat—senyum lembut nan tulus. Ketika mereka berdua menukar cincin di hari pernikahan, semua tampak berbahagia juga di hari itu.

"Hmhm, senyum yang indah, Roddy," ucap Elizaveta.

"M-masa sih?" Roderich sampai tersipu.

Roderich menggandeng tangan Elizaveta selesai prosesi acara penukaran cincin.

"Szeretlek, Roddy"

Mereka berdua pun berciuman dengan mesra.

"Ich liebe dich auch, Mein lieber Liza"


FIN


Nah, selesai! Aneh kan ceritanya? Maaf juga buat yang ga suka pair AusHung. Oh ya! Glossary lagi~

"Szeretlek" = I love you

"Ich liebe dich auch, Mein lieber" = ( I love you too, my dear)

"Lebewohl" = Goodbye

"Ich liebe dich, mein lieber Freund" = I love you, my dear friend

"Die im Reichsrat vertretenen Königreiche und Länder und die Länder der heiligen ungarischen Stephanskrone." (German lang)

"A birodalmi tanácsban képviselt királyságok és országok és a magyar szent korona országai." (Hungary lang)

Kerajaan dan Negeri yang Diwakili dalam Dewan Kekaisaran dan Negeri Mahkota Hongaria Suci (litteral translation)

Kata-kata diatas itu aye ambil dari wikipedia, soalnya cocok juga jadi 'perjanjian pernikahan' mereka XDD so sweet~

Nah, sampai sini dulu~ ada pesan-pesan terakhir/kritik/flame?

Makasih yang udah baca!