Hi readers ^^, kayaknya aku update selalu telat terus yah.. well, I realy sorry about that.

Jadwal update-ku ke tunda terus sih.. maklum lah..

Sora: Ya udah, cepetan mulai nih ceritanya !

Phie: Ya.. bentar donk, kan mau curhat.

Sora: Kelamaan, sudah cepetan gih!

Phie: Pasti ga sabar nungguin "itu" yah? *grin

Sora: AHHHHHHHH... KALO IYA KNAPA? CEPETAN MULAII! *blushing

Ahahahaahahha OK deh... kita mulai certianya, selamat menikmati ^^

~Riku POV~

'BRAK' aku membanting pintu mobil keluargaku , sedangkan Kadaj dan Kaa-san sudah menungguku di luar. Tou-san mengambil koper dari bagasi mobil. Aku dan membantu Tou-san.

"Kadaj, bantu Tousan dan Riku!" perintah Kaa-san

"Malas, " kata kadaj acuh dan tetap konsentrasi dengan PSPnya.

"Kalau begitu, barangmu ditinggal saja!" ancamku kepada kadaj.

"Cih, kamu cerewet banget. Kayak tante-tante, " kata Kadaj kesal seraya mematikan PSPnya dan mengambil barang-barangnya.

Aku hanya menghela nafas. Kami segera masuk ke bandara dan check-in. Kemudian, aku duduk di bangku menunggu ayah yang sedang mengecek semua barang. Aku memejamkan mata, tetapi setap kali aku memejamkan mata, bukan kegelapan yang aku lihat, tetapi wajah Sora dengan berbagai ekspresi. Tertawa, sedih, bingung, marah, dan lain-lain. Mengingat wajahsora yang tertawa, aku memingat masa lalu kta, saat kita masih kecil.

X~o~oFlash Back~o~o~X

"RIKU!" teriak anak kecil berambut coklat brunnete sambil berlari kearahku.

Hi Sora.."Jawabku kepada anak berambut coklat yang bernama Sora.

"Hah, Hah, ada apa Riku? Tumben kamu memanggilku kemari," katanya sambil terengah-engah.

"Sora, kita tidak bisa bermain di pulau itu lagi. Kapal kita rusak," kataku sedih.

"Kenapa? Kok bisa rusak?" kata Sora ikut sedih.

"Itu, sepertinya terkena badai kemarin malam. " kataku sedih karena merasa bersalah.

Sora yang melihatku sedih, kemudian tersenyum hangat. Aku hanya bingung melihat senyum Sora.

"Ah, sudahlah Riku, jangan bersedih..." kata sora memelukku.

"... kita masih bisa membuat yang baru. Hanya kita berdua. Berarti hanya bisa dipakai oleh kita. Tidus dan Wakkka tidak boleh memakainya," lanjut Sora

"Yeah, kau benar Sora," kataku dengan tersenyum.

Beberapa menit kemudian, kami berhasil membuat kapal yang baru.

"Nah, akhirnya jadi juga kan," kata Sora Riang

"Yuph, kau benar," kataku bangga. Sora tersenyum melihat Riku yang kembali seperti semula.

"Nah, gitu dong, kamu harus ceria setiap saat. Jangan bersedih seperti tadi. Aku tidak suka kalau kamu seperti itu. Tersenyumlah untukku," kata Sora sambil memegang pipiku. Aku tersentak karena kata-kata Sora barusan. Kemudian aku tersenyum hangat kepadanya "Baiklah.."

X~o~o End of Flash Back~o~o~X

"Ahahaha..." aku tertawa sedih. Kemudian aku mencoba tersenyum.

'Baiklah Sora, aku akan selalu tersenyum untukmu,' pikirku. Kemudian aku menutup mataku kembali.

xXxXxXxXxXxXxXx

Di tempat lain, Sora melewati pengendara motor dengan cepat dan gesit.

"Uh, Sora bisakah kau pelankan laju motornya?" perintah Kairi dengan halus.

"Tidak bisa Kairi, kalau kita tidak cepat-cepat, maka Riku akan pergi tanpa mengucapkan salam p[erpisahan kepadaku. Aku tak mau itu," kata Sora dengan keras. Tiba-tiba, mereka berhenti karena lampu merah menghadang mereka.

"Sial, ayolah, cepat!" kata Sora kesal.

"Sora, tenanglah, tidakmungkin Riku akan pergi sekarang, mungkin dia.."

"Bagaimana jika Riku sudah pergi? Kita tidak tahu apa yang sedang dia lakukan sekarang.."kata Sora memotong perkataan Kairi.

"Itu..." kata Kairi terhenti karena perkataan Sora ada benarnnya juga.

'Dasar bodoh, apa kau lupa akan janji kita saat kecil?

X~o~o Flash Back Sora POV ~o~o~X

Saat itu adalah hari Halloween. Sekolahku mengadakan pesta kostum dan jurit malam. Waktu jurit malam, kami harus mengintari sekolah besama pasangannya. Aku mendapat pasangan bersama Tidus.

"Uh, Sora apa kau tidak merasa takut?" kata Tidus gemetar karena takut.

"A..aku sih.." kataku terhenti karena jeritan Tidus.

"WAAAAAAA, HANTUUU..." teriaknya dan menginggalkanku sendiri.

"TIDUS..." teriakku kepadanya. Tetapi dia tidak menoleh dan tetap berlari meninggalkanku.

Di tempat lain Riku yang sedang menungguku terlihat cemas. Dari semak semak halaman sekolah, Tidus datang sambil menangis.

"Tidus, dimana Sora?" tanya Riku dengan cemas.

"So, Sora.. Sora masih..." kata Tidus gemetar.

"Dasar bodoh" kata Riku seraya meninggalkan ku dan berlari untuk mencariku. Sedangkan aku hanya berjalan ketakutan dan menangis, berharap seseorang datang menolongnya.

"Ra, SORA!" teriak seseorang yang memanggil namaku. Tetapi karena terdengar samar-samar, aku mengacuhkannya dan duduk di bawah pohon memeluk lututku yang dingin. Tiba-tiba ada yang memegang pundaku.

"WAAAA.. ja.. jangan sakiti aku!" teriaku histeris sambil menangis ketakutan.

"Sora, tenanglah." Kata Riku lembut. Aku segera memeluknya dan menangis sejadi-jadinya.

"HUAA..Riku...Hiiks.. a..aku takut, jangan tinggalkan aku.." kataku terisak isak dan mempererat pelukanku. "...please, don't leave me alone again,"tangisku semakin menjadi

"Calm down Sora, I'm here with you. I never leave you alone. I promisse." kata Riku sambil membelai rambutku.

"Do you promise?" kataku mulai tenang.

"Yeah, no matter what happend between us, I always with you..." kata Riku terhenti. Tetapi aku tidak memperdulikan mengapa Riku berhenti bicara. Tetapi melihat sentum Riku, akupun menjadi tenang.

"Thank's Riku." Kataku tersenyum

X~o~o End of Flash Back~o~o~X

Lamu merah telah berganti mkenjadi hijau. Tetapi Sora tidak melajukan motornya karena melamun.

"Sora, lamunya sudah hijau, ayo cepat jalan sebelum pengendara lain protes!" perintah Kairi dan membangunkan Sora dari lamunannya.

"Huh?" gumam Sora setelah sadar dari lamunannya. Ternyata suara klakson dari motor dan mobil kendaraan lain sudah berbunyi keras. Dengan segera Sora menjalankan motornya dengan cepat.

Tiba-tiba, sebutir air menempel di pipi kanan Kairi. Awalnya Kairi bingung, apakah air hujan? Tetapi langit sangat cerah dan tak mungkin akan hujan. Kemudian sebutir air lagi menempel di pipi Kairi. Kairi melihat Sora dari kaca motor sedang meneteskan air mata. Kairi menghela nafas panjanng.

"Sora, kumohon berhentilah sejenak!" kata Kairi lembut karena takut menyakiti perasaan Sora.

"Ta..Tapi..." Kata Sora yang terdengar seperti menangis.

"SORA..kumohon, satukali ini saja kamu menuruti perintahku!" Perintah Kairi tegas. Sora segera menghentikan laju motor di bawah pohon.

"Sora, tegarlah, kamu tidak selamanya akan terus bergantung pada Riku. Kamu harus bisa berdiri dengan kakimu sendiri. Tidak perlu di topang oleh orang lain..." kata Kairi dengan halus.

"Aku tahu itu," sera memalingkan wajahnya.

"...kamu harus tegar. Sora yang kukenal adalah orang yang pantang naik, ceria, pantang menyerah, tegar, dan tidak mudah goyah karena masalah kecil maupun masalah besar," lanjut Kairi.

"Tetapi, Riku telah melupakan janji diantara kami," kata Sora yang terlihat menahan air matanya.

"Sora, Riku tidak akan melupakan janji-janjinya. Ingatlah, dia adalah orang yang selalu menepati janjinya," kata Kairi sambil memegang pipi Sora.

"Tapi, mengapa Riku..."

'PLAK'

"SORA, you always say 'try to think positive' but, why now you think negative? Don't be weak Sora." Kata Kairi tegas, dan menampar Sora.

"Wha..." Sora terbata-bata karena kelakuan Kairi yang berubah total, 180°. Sambil memegang pipi kanannya, Sora melupakan rasa sedihnya. Sinar matanya yang semula terlihat putus asa, kembali seperti semula, tegas, berani dan pantang menyerah.

"Thank's Kai~ untung kau ada disini." Kata Sora tersenyum kepada Kairi.

"Well, itu bukan masalah kecil, tapi jangan putus asa seperti tadi. Aku sangat tidak suka itu. Terutama Riku. Kay~ " katanya tersenyum sinis.

"Yeah" jawab Sora dan tersenyum sinis membalas senyum Kairi.

Mereka menaiki motor, dan segera melanjutkan perjalanan. Walaupun Sora sudah kembali seperti semula, dia tetap tidak mengurangi kecepatan motornya karena ada hal yang harus di ucapkannya kepada Riku. Hanya butuh 10 menit dari tempat tadi, mereka telah sampai di bandara, tempat Riku akan pergi. Sora segera memakirkan motornya.

"Kuharap, Riku belum pergi," kata Sora pelan, tetapi Kairi bisa mendengarnya.

"Yeah, ayo Sora!" ajak Kairi.

'Riku, semoga kamu masih menungguku.' Pikir Sora

-To Be Continued-

Wkwkwkwk... ahahaha.. hohoohohoh... hihihihii *STOPP, Authornya malah *

Hehhee, maaf yah readers dialognya dikasih es campur *maksudnya es campur, dialognya di campur aduk kayak es campur* dialognya di campur ma Bahasa Inggris. Soalnnya Authornya pengin nulis fic inggris gak kesampaian. Jadi kayak es campur yah.. so, kalo ada yang salah pas dialog inggrisnya I's SO Sorry bngt yah ^^ -plak, indoInggris- Tapi kok si Sora ga merespon yah?

Phie: SORA~~~

Sora: *menyebar aura hitam di pojok*

Phie: Kenapa kamu? Kok muram gitu?

Sora: SIAPA YANG GA MARAH KALO DI GAMPAR ORANG HIUH? Sakit tau.

Phie: Ye~ jangan salahkan aku donk, yang nge-gamapar kamu kan bukan aku...

Kairi: JANGAN SALAHKAN AKU Yah...! siapa juga Authornya? Yang bikin kan si Author.

Sora: Lagian, katanya mau ada 'itu' nya?

Phie: EKH, 'itu' nya di chapy 4 ntar... makanya jangan terburu buru dulu..!

Sora: *blushing* WAAAA... BRISIK! Dah deh.

Phie: ya udah dari pada banyak cas cis cus dah... R&R yah !

Kairi: Phie *san authornya* siap menerima Flame sepedas cabe rawit *grin*