Hallo Readers ^^. I'm come back again nih. Maaf ya, saiya lama banget updatenya. Soalnnya saiya lagi konsen ke US 1 yang sulit banget, dan fic natalku yang sudah selese itu. Jadi, saiya kembali untuk meng-update Fic ini deh. Kay~ met baca readers ^^

Disclaimer: Kingdom Hearts jelas bukan punyaku lah, punya Om Tetsuya dan Square Enix. Tapi, fic ini jelas punyaku. Hahahaa.

Warning: SHO-AI ! di chapter ini akan ada Sho-Ai nih. Bagi yang tidak suka (ato memang di bawah umur) Don't Read. Oh ya, di sini Sora dan Riku terlihat OOC. So, I Sorry to Sora and Riku Fans.

Chapter 5

Riku dan keluarganya mengantri untuk masuk ke ruang tunggu B. Saat itu, Sora yang melihat Riku ada di depan matanya, segera meneriakan nama Riku. Riku yang ada di belakang kadaj, menoleh kearah Sora. Sora berlari menghampiri Riku.

Riku kaget melihat Sora datang. Mungkin dia tidak sadar kalau matanya membesar dan mulutnya mengedipkan matanya seperti orang linglung. Riku tidak percaya bahwa Sora yang ia rindukan ada di depan matanya.

"Riku..." panggil Sora pelan sambil mendekat ke Riku.

"So,Sora? Ini Sorakan?" tanya Riku tidak percaya.

"Ya Riku. Ini aku." kata Sora pelas sambil mengatur nafasnya.

"Mengapa kamu ada di sini?" tanya Riku yang sudah terlihat tenang, meskipun rasa kaget yang terlihat samar.

"Aku datang ke sini ingin menanyakan dan memastikan sesuatu padamu," kata Sora serius.

"Huh, kamu ingin bertanya dan memastikan apa Sora?" tanya Riku heran. Sora mengambil nafas dalam dalam untuk mengutarakan semua yang ada di benaknya yang ia pendam sejak Riku menjauhinya.

"Mengapa kamu meninggalkanku tanpa bilang sesuatu Riku? Apakah dengan cara itu, kamu bisa lari dari kenyataan dan membuatku tenang?" tanya Sora tanpa basa-basi.

'Deg' jantung riku berdetak kencang. Riku tertegun dengan pertanyaan Sora yang diluar dugaan, mirip dengan mimpinya.

"So,Sora, aku bisa jelaskan semua..."

"Apakah Riku begitu membenciku sehingga kamu pergi tanpa bilang apapun. Begitu membenciku sehingga kamu melupakanku?" kini, kata-kata Sora mulai bergetar.

"Sora, dengarkan aku dulu.." Riku melangkah mendekati Sora. Tetapi Sora malah melangkah mundur seolah, ia tidak ingin di dekati Riku. Karena itu, Riku mengurungkan niatnya yntuk mendekatinya.

Tatapan Sora yang tajam dan terlihat penuh kekecewaan membuat Riku untuk meraih tangan Sora. Sora reflek membontak dan meminta Riku untuk melepaskan genggamannya.

"Le, lepaskan! Bukankan kamu sudah tidak memperdulikanku lagi?" tanya Sora sambil berusaha melepaskan genggamannya Riku.

Tetapi genggaman Riku semakin mengencang , bahkan tangan satunya pun ikut memegang tangan satunya Sora. Sora berusaha melepaskan genggaman riku, tetapi usahanya sia-sia.

Akhirnya, Sora mengerang kesakitan karena genggaman Riku yang kuat. Melihat Sora kesakitan, Riku merenggangkan genggamannya, dan menarik Sora ke dalam pelukannya dan membisikan, "Aku akan menunjukan perasaanku padamu yang sesungguhnya."

"..."

Sora yang belum sempat merespon kata-kata Riku, hanya terdiam ketika bibirnya dan bibir Riku bertemu. Riku yang tau bahwa Sora masih kaget akan serangannya yang mendadak, hanya melumat bibir Sora. Karena merasa puas melumat bibir Sora, Riku menjilat bibir bawah Sora agar Sora membuka mulutnya. Tetapi, Sora tidak mau membuka mulutnya. Sora hannya memejamkan matanya, tetapi terlihat menikmati serangan dadakan dari Riku. Karena itu, Riku memberanikan diri untuk menggigit bibir bawah Sora. Sora tersentak dan tidak sengaja membuka mulutnya. Kesempatan emas bagi Riku. Ia segera menjelajahi rongga mulutnya.

"Uh...mm.." Sora sedikit mendesah ketika Riku menyapu langit-langit di mulut Sora dan bertukar saliva

Setelah bermenit-menit mereka berciuman, Riku melepas ciumannya dan genggamannya. Mereka berdua terengah-engah karena kehabisan stok Oksigen. Sora duduk lemas sambil menghirup Oksigen sedalam-dalamnya. Mukanya memerah seperti buah apel yang manis dah segar.

"Aku tidak pernah membencimu Sora. Aku sangat peduli padamu Sora. Jika aku bisa, aku akan tinggal di sini bersamamu. Tetapi, ini sudah keputusan Tou-san, aku tidak bisa mengelak..." jelas Riku panjang lebar. Ia berjongkok dan memegang pundak Sora.

"... aku menyayangimu Sora. I love You." kata Riku sambil mengecup kening Sora.

"Uh, ma-maafkan aku Riku. A, Aku taku takalu kamu akan meninggalkanku lagi. Dulu, kamu pernah berjanji padaku kalau kamu tidak akan meninggalkanku lagi. Tapi sekarang, kamu akan pergi. Bahkan kamu tidak bilang apa-apa padaku. Setidaknya, beritahu aku kalau kamu akan pergi. Please, Don't leave me alone again Riku." kata Sora yang mulai menitihkan air matanya.

"I won't leave you alone Sora. I always with tou. Specialy in your hearts. If you feel lonely, I always in your hearts." kata Riku dengan tersenyum. Mendengar perkataan Riku, Sora mengusap air matanya, dan kembali tersenyum. Mereka beranjak berdiri.

"... tapi, sekarang aku harus pergi Sora. Can you wait for me?" tanya Riku.

"Aku akan menyusulmu Riku"

"Huh?"

"Aku akan pergi ke Twilight Town juga." kata Sora sambil tersenyum.

"Sekarang? Tapi bagaimana?" tanya Riku kaget.

"Well, bukan sekarang. Tapi saat aku kuliah nanti, aku akan kuliah di sana. Pasti Tou-san dan Kaa-san setuju..." kata Sora ceria. Sifat Sora sudah kembali seperti semula. Ceria,riang, naif membuat Riku tersenyum.

"... jadi, kamu mau menungguku di sana Riku?" tanya Sora

"Yeah, aku akan menunggumu di sana."

"Oh ya, tapi Riku, mengapa kamu tidak memberi tau aku kalau kamu akan pergi sekarang." tanya Sora yang kembali bertanya. Sepertinya masih ada perasaan mengganjal di hatinya.

""Itu, karena aku takut kamu akan marah padaku." jelas Riku.

"Tapi aku.." kata-kata Sora di potong oleh ciuman Riku.

"Sudahlah, masa lalu adalah masa lau. Jangan di ungkit-ungkit lagi. Kata Riku di sela-sela ciumannya. Sora hanya mengangguk dan melanjutkan ciumannya. Ciuman yang lembut itu membuat mereka melupakan waktu dan keadaan sekeliling.

"Hei, sampai kapan kalian mau berciuman terus?" tanya Kadaj

Dengan segera, mereka menghentikan ciumannya dan tertawa bersama.

"Ahaha, maaf Kadaj nii-san" kata Sora tersipu malu. Kairi yang tadi di tinggal Sora, sekarang ada di samping Kadaj dan terkikik geli.

"Untung saja kalian antri di paling belakang. Sehingga orang-orang tidak melihat kalian berdua berciuman..." kata Kairi.

"... dan untung juga, Kaa-san dan Tou-san sudah masuk Riku. Jadi kamu tidak terkena semprot dari Kaa-san" sambung Kadaj.

"Ahahaa,, " Sora dan Riku tertawa garing melihat situasinya.

"Sora, aku harus pergi sekarang. Aku akan menunggumu..." kata Riku sambil mengecup kening Sora.

"... dan satu lagi. Jangan menangis Kay~ hubungi aku saja kalo ada apa-apa," kata Riku.

"Uhh, aku tidak akan menangis." Kata Sora kesal. Yeah, sebenarnya Sora ingin menangis karena tidak rela Riku akan pergi. Tetapi Sora sudah bertekad untuk tidak menangis lagi. Riku hanya tertawa kecil melihat ekspresi Sora.

"Riku, hati-hati yah, jaga dirimu. Kami merindukanmu." kata Kairi yang mulai meneteskan air mata.

"Yeah, kalian juga." jawab Riku. Lalu Riku dan Kadaj masuk ke ruang tuggu. Sora dan Kairi hanya menatap mereka dengan tersenyum.

-A Few minutes latter-

"Hey, Kairi," panggil Sora

"Hum? Ada apa Sora?" tanya Kari.

"Kamu dan Kadaj nii-san pacaran yah?" tanya Sora jail

"Uh, dari mana kamu tau?" Kairi berbalik tanya dan tersipu malu.

"Yeah, keliatan kok dari ekspresimu memandang Kadaj."

"Ahaha, tapi Sora, kamu benar-benar akan ke Twilight Town?" tanya Kairi sedih karena akan di tinggal oleh kedua sahabatnya.

"Yeah..." kata Sora mantap.

Mereka berjalan keluar bandara, menuju ke tempat Sora memarkirkan motor Heyner. Sora menatap langit biru, kemudian Kairi ikut menatap langit. Langit yang biru dan cerah menghiasi lebar baru yang akan di muali.

~THE END~

3...2...1... YEY ^^ akhirnya selese juga nih cerita.^^ pendek banget yah fic-nya? Ahahaha *menebarkan bunga bersama Marluxia*

Sora: Ngomong-ngomong, saat aku dan Riku berdua, Kairi dan Kadaj nii-san lagi ngapain?

Me: Lagi bermesraan seperti kalian berdua dan bertukar no HP

Kairi dan Kadaj: *mukul author* jangan bongkar rahasia kami bisa kan?

Riku: Owh, kadaj bisa bermesraan yah? –*dengan nada datar*

Kadaj: sembarangan! *mukul Riku*

Me: Whatever. Readers, makasih banget yah yang sudah membaca dan mereview. Sangat membantu banget dan membuatku bersemangat nih. Arigatou-nee

Riku: Eitss, tapi Don't Leave me Alone masih ada bonusnya loh.

Me: Yuph, jadi tunggu yah (Ku buat beda judul, jadinya ku pisah sama Fic ini)

Sora: Oh iya, saran dan kritik sangat membantu untuk bonus chapter fic ini. Falme sepedes pedesnya boleh banget kok. hehee

So, Review?