Laziness Day

Warning: OOC N mis tipo

~KakaSaku~

~SasuHina~

Naruto © Masashi Kishimoto

Laziness Day © Novia Evenson, Kawashima Miharu

Summari: Sakura sudah malas menjalani hari-hari hidupnya setelah ia berurusan dengan aktor berambut perak yang selalu menyelengsarakan dirinya.

Gomen apdetnya lama sebenernya chap 2 udah lama selesai dari zaman dulu tapi karna kompinya rusak n saia lupa nyimpen copian yah jadinya begitulah.

Balesan Reviews

vea hatake

I 0 P 1_ Δ Ҝ

U know what I mean

dei hatake

nih pairnya KakaSaku sekaligus SasuHina

prinsip kita ada review da chapter baru

jadi review terus yaaaaaaaaaaaa *lebai mode on*

heni bieber

Terima kasih atas kebaikan hatimu yang membawa chap 3 selama berminggu-minggu sehingga saia tak bisa melanjutkan chap 2 review lho!

aya-na rifa'i

Sakura udah muncul di chap ini kalo Kakashi hmmmm *dibekap* vea: jangan certain sekarang ntar kagak seru.

Baca aja setelah ini deh.

Riichan LuvHiru

Sepertinya penantianmu masih panjang deh.

Karena untuk mendatangkan aktor sekondang itu author butuh dana yang besar.

Awan Hitam

Yups bener ni chap awalnya sasuhina

Kalo chap 2 hints kakasaku.

Chapter 2

Sakura's POV

Hari ini ada seorang murid baru cowok. Tipe Ino banget deh pokoknya. Ganteng, keren, misterius. Lumayan sih tapi bukan gue banget. Awalnya dia terlihat familier mirip seseorang di masa lalu. Seseorang yang kakaknya aku taksir. Sumpah waktu itu kalau gue inget-inget malu banget rasanya. Masa anak umur 8 tahun menawarkan diri menjadi istri orang. Sudah tidak usah dibahas lagi!

Tapi memang, wajah ini tidak hanya familier tapi itu memang dia. Aku masih ingat betul siapa dia, si Uchiha ayam. Tak banyak yang berubah dari dirinya, tubuhnya bertambah tinggi, wajah masih tampan,mata onyx yang menawan, suaranya semakin dalam dan sikapnya yang antisosial itu.

Oh iya aku belum bercerita bagaimana aku bisa mengenal dan juga jadi sahabatnya. Dulu, waktu masih SD ada anak pindahan aka Sasuke anaknya pendiam dan tidak punya banyak teman meskipun banyak gadis yang menyukainya. Dia juga pintar dan banyak guru yang menyukainya. Akhirnya aku dan Naruto yang kebetulan satu kompleks dengannya mencoba untuk mendekatinya, mengajaknya ngobrol (kebanyakan dia adu mulut dengan Naruto), main ke rumahnya (untuk mengamati Itachi) dan masih banyak hal yang kami lakukan. Finally Sasuke mau membuka diri dan kami bertigapun bersahabat. Namun tidak untuk waktu yang lama karena Sasuke pindah ke luar kota lagi.

Well mungkin takdir juga yang membuat Sasuke kembali ke kota ini. Naruto pastinya sangat senang, bisa kulihat dari tadi matanya berbinar-binar saat Sasuke memperkenalkan diri. Tentu saja kinikan sahabat kecilnya kembali. Dan mungkin aku akan sangat senang untuk menikmati hari-hari penuh dengan pertengkaran mereka berdua oooh hidupku akan bertambah indah.

Kini yang lebih menggembirakan lagi akan terjadi padaku. Ini semua gara-gara Karin jelek itu kalau saja membunuh itu tidak dosa, pasti sekarang nama Karin akan tertulis dengan indah di batu nisan. Aku heran, dulu ibunya ngidam apasih? Sampai-sampai anaknya lahir seperti itu. Membuat dunia semakin sumpek!

Berawal dari mulutnya yang monyong itu, dua hari yang lalu dia menantangku tanding basket antar tim sekolah. Sombong sekali dia mentang-mentang baru jadi tim cheersleader di sekolahnya dia jadi sok sekali.

~Flashback and Normal POV~

Sakura sedang menikmati nasi goreng favoritnya di salah satu cafe dekat kompleks rumahnya ketika datang tiga orang cewek satu orang yang tampak mendominasi adalah pemimpinnya dua oarang lagi di belakangnya adalah teman errr dayangnya. Sakura mengenal baik ketiga orang itu, sangat kenal malah. Yang di depan tadi Karin, merupakan musuh bebuyutannya. Sebenarnya dibilang musuh juga bukan karena Sakura nggak pernah merasa punya masalah dengan Karin, namun sepertinya Karinlah yang mencari-cari masalah dengan Sakura.

Penyebab utamanya adalah Sakura lebih populer dari pada dirinya. Di SMP Karin selalu merasa tersaingi dengan segala hal yang berhubungan dengan Sakura. Dari mulai pemampilan, kecerdasan otak, pergaulan sampai cowok yang ditaksir oleh Karin lari ke Sakura ya iyalah secara Karin agesif gila. Dan satu hal yang paling dibenci Karin, Sakura selalu dikelilingi cowok-cowok cakep hmm keren.

Karin beserta kedua dayangnya langsung menghampiri Sakura dan duduk tanpa dipersilahkan. Sambil mengibaskan rambutnya Karin berkata, "eh ada cewek kegatelan di sini, gue kira lulus dari SMP kita nggak bakal ketemu tapi ternyata dunia itu sempit ya."

Sakura hanya melihat dari ekor matanya orang kurang kerjaan yang telah mengganggu acara makan siangnya yang tertunda beberapa jam karena mengurusi klub basket, secara dia manager junior jadi tugasnya lebih berat. Untung saja ada Hinata dan Ino, meskipun Ino lebih sering tebar pesona dari pada kerja.

Merasa diabaikan Karin malah semakin ingin mengganggu Sakura. "oh ternyata masuk ke KHS membuatmu tuli ya? " Apa maumu Karin, aku sudah tak punya waktu berdebat denganmu " sahut Sakura di tengah acara makannya.

Dengan seringaian yang bermakna ganda Karin pun melancarkan aksinya, "Aku tidak mau yang aneh-aneh kok dan aku tidak mau macam-macam, tenang saja hanya satu macam."

"Sudahlah Karin tidak usah berbelit aku sedang malas hari ini kalau tidak penting lebih baik kau pergi saja " sahut Sakura sembari menyeruput stawberry milk shakenya.

" Oke langsung saja ... Kau tau kan aku sudah bergabung dengan team cheers di sekolahku."

" Oh yeah," Siapa juga yang bakal tidak tau kalau dalam satu minggu dia selalu pasang status di FB tentang latihan cheers, hah memuakkaaaaan! Kalau dipikir-pikir Karin itu kampungansekali ya. . . wkwkwk

Karin pun tersenyum lebih tepatnya menyeringai sehingga menampakkan deretan gigi yang dirawat baik olehnya. "Nah kalau kau sudah tau aku jadi lebih mudah mengatakannya." Sakura yang sudah selesai menghabiskan nasi gorengnya, melap mulutnya dengan tissue dan menyandarkan tubuhnya di kursi.

Karinpun kemudian melanjutkan dengan mantap, "Aku menantang teambasket sekolahmu untuk melawan team sekolahku. Tapi tentu saja bukan hanya sampi disitu kita pakai taruhan. Jika team sekolahmu kalah kau harus mencium Rock Lee di depan umum dan jika team sekolahku yang kalah hal tersebut juga berlaku untukku, bagaimana?

Sakura yang mendengar penuturan Karin itu langsung mendelik sebal karena sangsi bagi yang kalah sangat sangat tidak ... sulit mengungkapkannya dengan kata-kata.

"Kenapa Sakura sayang , kau takut kalau aku yang menang?" Dan dengan sedikit kalimat yang keluar dari bibir Karin emosi Sakura terpancing memang mudah sekali memancing emosi Sakura karena pada dsarnya Sakura emang emosian.

"Hah ya sudahlah dari dul;u kau memang pengecut Sakura, kurasa kau tidak akan berani menerima tantanganku. Kalau begitu aku pergi dulu". Karinpun beranjak dari kursinya diiringi dengan kedua dayangnya namun baru tiga langkah berjalan, langkahnya berhenti begitu mendengar suara dari belakangnya.

"Oke aku menerima tantanganmu!" Karinpun tersenyum mendengar jawaban dari Sakura. "Tapi Karin sepertinya kau yang akan menerima hadiah taruhan kali ini" tutur Sakura dengan senyum yang sangat manis namun dipastikan mampu membinasakan orang sekaliber Uchiha sekalipun.

~Flashback end~

Sakura kesal setengah mati gara-gara percakaannya dengan Karin di cafe tadi. Mukanya ditekuk dan bibirnya menggerutu kesana-kemari. 'kurang kerjaan sekali nenek lampir itu' batin Sakura jengkel.

Diapun melanjutkan acara jalan kaki menuju rumahnya masih disertai dengan mulutnya yang tak henti-hentinya mengutuk cewek yang membuat hatinya terkena badai taifun. Sampai-sampai ia tidak menyadari kalau ada seorang laki-laki di ujung jalan yang memperhatikn gerak-gerik Sakura sedari tadi. Dilihat dari penampilan dan gayanya bisa dipastikan dia tipe cowok berandalan, pengangguran, kurang kerjaan dan semua yang berakhiran dengan -an.

Pemuda itu memperhatikan Sakura dari pangkal rambut sampai ujung kaki. Terlintas sebuah pikiran nakal di benak pemuda tersebut, menggoda Sakura. Sedang, yang dijadikan target malah sepertinya acuh tak acuh dengan lingkungan disekitarnya.

Saat Sakura melintas, pemuda tersebut langsung melancarkan aksinya. "hai gadis" sapa pemuda tak dikenal itu. Sakura yang mulai ngeh dengan sapaan pemuda berandal tersebut. Makin ditekuk mukanya mendengar suara yang bernada menggoda itu. Dengan satu gerakan yang luwes Sakura menoleh dan mengeluarkan kata-kata mutiara dari bibirnya, "maaf saya sudah tidak gadis." pemuda tersebut hanya melongo setelah mendengar jawaban dari Sakura. Sakurapun berlalu tanpa memperdulikan efek dari perkataannya.

Sakura's POV

Sepertinya dewi fortuna sedang tidak memihak kepadaku, karena keesokan harinya setelah bertemu nenek gerondong aka Karin di cafe kesialan menimpaku lagi. Kalian tahu saudara-saudara saat aku memberi tahu kalau tim basket sekolah kami ditantang bertanding di sekolah lawan, anggota tim basket setuju-setuju saja. Nah yang jadi masalah besar adalah Kapten tim malah nggak mau main, GILA KAN!

Sebenarnya sih aku belum pernah bertemu dia secara langsung, secara aku baru bergabung dengan tim ini lima hari trus si Kapten sialan itu jarang latihan plus jarang masuk sekolah. Kalian tahu kenapa? Karena sang Kapten itu sok sibuk, emang sibuk sih selebritis gitooh.

Waktu dihubungi via telpon dia beralasan sibuk, pemotretan jadi model iklan, syuting, jadi bintang tamu atau apalah kegiatannya seabrek. Gue gondok setengah mati denger segudang alasannya. Percaya deh Hatake Kakashi model top, digandrungi cewek-cewek, ibu-ibu sampai nenek-nenek. Tipe cowok pujaan semua insan yang dimaksud insan di sini cewek loh, ingat itu. Yang yaoi juga deh.

Gue tahu kala selebrti itu sibuk, agendanya masak sih nggak bisa ngeluangin sedikit waktu buat tim. Diakan Kapten, masa gak tanggung jawab sama sekali. Kapten macam apa itu.

Pokoknya gue bakalan ngelakuin segala cara buat bikin tuh Kapten sialan itu mau turun lapangan, Apapun! Soalnya gue males banget kalau nanti harus kalah dari Karin. Apalagi harus nyium kepala mangkok beralis tebal lias Rock Lee, Hii mimpi buruk. Tunggu saja Hatake Kakashi kalau sampai dia bisa menuruti kemauanku secara baik-baik hidupmu tidak akan tenang. Hm smirk... smirk...smirk.

Sedangkan Ino yang duduk di sampingnya hanya menatap Sakura dengan heran ' wah Sakura sudah mulai gila.'

Tbc

Author: sekali lagi Kakashi belum muncul mungkin chap depan lagi baru muncul karna saat ini Kakashi lagi sibuk baca novel favoritnya *jus kidding kashi* pokoknya reader RnR ya!

All chara RnR pleaseee