Apa masih ada yang ingat fic nih?
Maaf karna semua fanfic di kompi Ame hilang N saia malas untuk mengetiknya lagi. Tapi karna baca review jadi semangat lagi deh.
Chater ini dipersembahkan untuk Vea yang mengandung anak pertamanya dengan Bang JangGeun seok.
~. Lazyness Day .~
Word: 2105
Pages: 13
.
.
Disclaimer:
Naruto © Masashi Kishimoto
Lazyness Day © Kawashima Miharu & Vea Hatake
.
.
Rate:
T
.
.
Genre:
Romance/ Humor
.
.
Pairing:
KakaSaku
SasuHina
.
.
Warning:
AU
Miss type
OOC
.
Balesan review:
Thia
ini kakasaku & sasuhina.
Tapi Thia mintanya sakukaka apa karna Sakura nya sangar. Kalo gitu Kakashi jadi calon anggota suami takut istri dong.
Rizu Hatake-hime
silver prince dah nongol di sini. Waktu chap sebelumnya dia slalu telat kalau mau syuting LD katanya tersesat di jalan yang bernama kehidupan. Jadi Ame kirim Sakura buat nyeret dia kemari.
Mei-chan kudo
Nich dah update selamat menikmati ya!
Merai Alixya Kudo
Di chap ini udah ada kakashi kok.
Jadi baca aja terus n jangan lupa review.
Awan Hitam
Entah kenapa jari-jari ini ingin membuat Sasuke lebih manusuiawi. Apalagi kalau dia sweet kyak gini bikin ngakak. Reaksi Sakura emang keren senpai. Haru aja kalau baca ulang bagian itu gak bisa berhenti ketawa.
SasuSaku fc
Kenapa kagak dibuat kakasakusasu fic?
Tuh karna si vea bigfans dari sasuhina and she force me make sasuhina T.T
Padahal Ame (author) lebih suka naruhina (deathglare ke vea).
Tapi di chap depan kayaknya bakal ada sasusaku deh.
.
.
Happy reading :)
"talking"
'thinking'
.
.
Sesosok gadis berambut bubble pink berjalan menuju gerbang Konoha Gakuen ia berencana untuk kembali ke rumahnya. Tidak seperti hari-hari sebelumnya yang dihabiskannya dengan mengurus klub basket sampai sore. Semua karena hari ini sang kapten memberi penguguman untuk meliburkan latihan, tidak seperti biasanya yang melewatkan jadwal latihan tanpa kabar apapun.
Bibirnya tersenyum simpul mengingat kejadian saat kelas olahraga tadi. Bagaimana tidak, seorang Uchiha Sasuke yang dia kenal sebagai pria yang tak pernah menaruh perhatian pada satu orang gadispun melakukan tindakan seperti tadi. Apalagi ekspresi wajahnya yang menyiratkan kekhawatiran padahal ia sama sekali belum mengenal gadis yang ia bopong. Tampaknya Sakura akan mendapatkan hiburan di hari-hari ke depan dari sang pangeran yang berusaha memenangkan hati sahabatnya. Dan terlebih lagi kehadiran Neji sebagai naga ups maksud author sepupu yang overprotektive akan semakin menyemarakkan cerita tersebut.
Langkah Sakura terhenti saat dia menangkap pembicaran dari luar gerbang. Tampak disana kapten klub basket yang selama berhari-hari ini dikejarnya yang sedang berbicara dengan seorang pria memakai jas dan celana hitam.
"Kau pulanglah dulu aku ada urusan yang harus kuselesaikan" Ucap aktor dengan rambut perak yang melawan gravitasi tersebut.
"Tapi Hatake-san bukankah Asuma-san manager anda sedang cuti?" Ebisu selaku sopir pribadi Kakashi masih bersikeras, ia menghawatirkan tuan mudanya.
"Kalau aku membutuhkanmu pasti kau akan kuhubungi" sahut Kakashi dengan tangan kanannya yang masih memegang bola basket berwarna orange.
"Baiklah saya permisi dulu" ucapnya seraya kemudian membungkuk memberi hormat yang dibalas Kakashi dengan anggukan kecil.
Ebisu kemudian masuk ke dalam mobil yang kemudian melaju meninggalkan Kakashi. Sedangkan Kakashi sendiri kini berjalan dengan masker terpasang untuk menyembunyikan wajahnya dari media ataupun fansnya.
Melihat kesempatan di depan matanya Sakura mengikuti Kakashi dari belakang. 'Jarang-jarangkan kau mendapati aktor terkenal seorang diri' pikirnya dalam hati.
Untuk hari ini saja Kakashi ingin menghabiskan waktunya tanpa kerja atau apapun. Bahkan saat jam pelajaran berlangsung ia berada di atap sekolah. Tampaknya ia benar-benar menginginkan ketenangan. Langkah kakinya berhenti di depan sebuah lapangan basket. Lapangan itu bukan tempat asing baginya karena ia biasa ke sini sampai beberapa tahun yang lalu bersama sahabatnya Obito. Ternyata hari ini adalah tepat dua tahun sahabatnya itu pergi. Siapa sangka padahal dulu tak pernah terlewat satu haripun untuk dia dan Obito memasukkan bola di sini dan terkadang muncul bocah berambut pirang yang merengek untuk diajari bermain basket.
Dipantul-pantulkannya bola orange itu untuk kemudian dilemparkan dengan sasaran ring di hadapannya dari daerah di luar garis lengkung putih. Tidak usah diragukan bola itu masuk dengan sempurna. Sakura yang berada dalam persembunyiannya pun berdecak kagum melihat aksinya barusan. 'Pantas saja Kakashi terpilih menjadi kapten basket KHS' pikir Sakura.
Kakashi yang sedari tadi berhasil memasukkan bola tanpa terlewat satupun tiba-tiba berhenti. Ia merasakan kalau ada seseorang yang mengawasinya sedari tadi. Raut wajahnya kemudian berubah menjadi suram. 'Apa mereka tidak bisa membiarkan dirinya sendiri untuk hari ini saja' pikir Kakashi kemudian. Ia pergi meninggalkan lapangan ini dan kembali menuju apartemen miliknya. Dan seperti dugaannya stalker itu masih mengikutinya, Kakashi merasa privasinya benar-benar terganggu. 'mungkin orang yang mengikutinya seorang paparazi yang akan melakukan segala cara untuk mengorek informasi tentang kehidupannya.' Pikir Kakashi
Sakura mash tetap melancarkan usahanya untuk mengikuti Kakashi. Dia tidak tahu mengapa dia tidak langsung berbicara pada Kakashi dari pada mengikutinya seperti seorang penguntit. Tiba-tiba telepon genggang miliknya bergetar kemudian ia merapatkan tubuhnya di dinding untuk melihat siapa penelepon barusan, ia memutuskan sambungan telepon tersebut karena saat ini ia sedang mengikuti seseorang yang akan menentukan nasib dari kevirginnan bibirnya. Namun nampaknya sang penelepon keras kepala. Ia masih tetap berusaha untuk menghubungi Sakura. Kesal dengan ponsel yang terus bergetar akhirnya Sakura mematikan ponsel berwarna perak miliknya. Sakura kemudian berbalik berencana untuk kembali mengikuti Kakashi. Namun tiba-tiba ia menabrak seseorang "maaf" ujar Sakura yang kemudian mendongakkan wajahnya untuk melihat orang yang barusan ditabraknya. Organ di dada kirinya berdetak tak menentu setelah mengetahui orang yang ditabraknya dan kini tepat berada di depannya adalah Kakashi.
.
.
.
" Kau sudah kami jodohkan Sasuke" ucap Fugaku dengan wajah stoic khas Uchiha miliknya.
"Uapaaaaaaa" teriak Sasuke dengan ooc nya. Matanya membelalak tak percaya dengan perkataan ayahnya barusan, kulitnya yang pucat bertambah semakin rambut yang semakin mencuat bak ayam yang baru saja kelar dari kandangnya (coret bagian terakhir saia tak mau mati terpanggang uchiha deathglare™)
"Iya Sasu-chan kau sudah kami jodohkan dengan putri teman Ibu" dukung Mikoto.
"Kami tidak asal mengambil keputusan Sasuke" kini giliran Fugaku yang menyanggah. "Waktu kami jodohkan kalian kami juga tidk bisa mendapatkan penolakan ataupun persetuan kalian, karena kalian masih bayi."
Kini Sasuke semakin terpuruk mendengar penuturan ayahnya. Kisah cintanya akan berakhir bahkan kisah itu belum sempat dijalinnya. Dia tidak akan bisa memgatakan tidak pada ayahnya dan dia terlalu biasa untuk melakukan segala perintah ayahnya jika sudah begini. Lagi pula dia tak memiliki alasan umtuk menolak perjodohan ini karna kondisi Sasuke saat ini yang tak memiliki kekasih.
Diamnya Sasuke mendorong Mikoto untuk merayu Sasuke yang sekarang bermuka kusut (bukannya kalau kusut tuh harusnya digosok or disetrika?). "Tenanglah Sasu-chan, putri Hiashi itu tidah buruk kok. Kalau kalian sudah saling kenal kalian pasti cocok. Ibu jamin itu." Ucap Mikoto disertai senyuman untuk meyakinkan putra bungsunya.
"Tapi Bu...aku.." sebelum sempat menyelesikan perkataannya, Itachi yang dari tadi tidak kelihatan batang hidungnya muncul dari arah belakang memotong pembicaraan Sasuke.
"Kau tidak akan menyesal Sasuke, aku sudah pernah melihatnya dan aku yakin kau tidak akan kecewa." Ungkap Itachi dengan sorot mata penuh keyakinan di dalamnya. Kemudian ia duduk di sofa yang menghadap adiknya.
"Bagaimana kau bisa seyakin itu?" 'Kenapa kau tidak menikahinya sendiri' sergah Sasuke ditambah komentar sarkastis yeah meskipun tak diucapkan secara lantang dengan disertai deathglare yang ditujukan pada baka-anikinya.
"Yah bisa dibilang aku tau tipe gadis kesukaanmu" smirk smirk smirk (kata ini udah dipatenkan sama vea).
"Kalian semua sudah bersekongkol ya!" ucap Sasuke dengan geram.
"Buang pikiran kotormu itu Sasuke, paling tidak lihat dulu fotonya sebelum mulutmu mengeluarkan kata-kata busuk lagi." Setelah Itachi mengatakan itu Mikoto langsung menuju ke dalam kamar tidurnya dan kemudian mengobrak abrik isi laci demi menemukan foto tunangan Sasuke yang telah dilihat itachi sebelumnya.
"Nah ini dia" kata Mikoto seraya mengangsurkan selembar foto ke Sasuke.
Sasuke yang awalnya ogah-ogahan mau tak mau manerima foto itu juga. Dan sekarang yang ditangkap oleh kedua onixnya adalah seraut wajah author yang mempesona ehm maksudnya seraut wajah mempesona dari seorang gadis bermarga Hyuuga dengan dihiasi bola mata Lavender dan tak lupa senyum yang merekah dari bibirnya. Kentara sekali itu adalah foto terbaru dari tunangannya karena tidak ada perubahan sedikitpun dari gadis yang baru saja diantarnya pulang tadi dibanding dengan foto yang ada di genggaman tangannya.
"Ini..." Sasuke hanya mampu menyuarakan satu patah kata saja karena pikirannya melayang ke mana-mana.
" Namanya Hyuuga Hinata, putri sulung dari keluarga Hyuuga. Pandai memasak, taat pada orang tua, sedikit pemalu, dan yang paling penting dia satu sekolah denganmu di KHS. Tidakkah kah pernah meliahatnya Sasu-chan?" ucap Mikoto dengan mata berbinar-binar.
Tidak ada kata yang keluar dari bibir Uchiha termuda di ruangan itu. Pikirannya sedang tidak ada bersama raganya. Dan dengan segala pemikiran yang ada di dalam kepalanya merajut menjadi sebuah simpul pemikiran yang merangsang kinerja otaknya untuk tersenyum ehm.. tidak menyeringai dan mengatakan "Oke aku terima perjodohanku ini."
.
.
.
Sakura saat ini memasang senyum termanis yang ia bisa untuk menyembunyikan keterkejutannya kepada Kakashi.
"Siapa namamu?" tanya Kakashi yang berusaha mengendalikan pikirannya yang berencana untuk menghajar siapapun yang mengikutinya namun batal karena orang itu ternyata adalah seorang gadis.
"Sakura" jawabnya dengan singkat.
"Maaf nona aku tahu kalau kau adalah fans ku tapi ku tak suka dengan fans yang tidak memberikan kebebasan dan terus-terusan mengikutiku" ucap Kakashi dengan narsisnya.
Sakura tampak geram. Tangannya mengepal gemetar mendengar penuturan dari pria dengan wajah yang dapat menahklukkan hati gadis-gadis remaja saat ini. 'Apa dia pikir aku salah satu fansgirl nya yang tak waras dan tergila-gila padanya.' dengan reaksi Sakura barusan dapat di ketahui bahwa ia tidak termasuk dalam daftar gadis pengagum aktor berambut perak tersebut.
Belum sempat Sakura meluruskan duduk persoalan sebenarnya, yang kemungkinan besar berakhir dengan kekerasan. Kakashi menyerahkan bola basket yang telah dibubuhi tanda tangan miliknya beberapa detik yang lalu. "Kau boleh menyimpan ini dan aku akan menganggap kejadian ini tak pernah terjadi" ujar Kakashi berharap bahwa fans dengan warna rambut yang dianggapnya aneh ini puas setelah mendapatkan tanda tangannya dan kemudian pergi meninggalkannya sendiri.
Dan harapan Kakashi terkabul karena dalam hitungan detik Sakura pergi meninggalkannya setelah mengembalikan bola basket tadi ke tangan Kakashi. Kakashi heran dengan sikap Sakura yang menolak pemberiannya bukankah biasanya seorang fans akan sedang jika diberikan tanda tangan. Namun ia tak terlalu memikirkan hal tersebut karena yang terpenting ia kini kembali mendapatkan kebebasannya. Dari pada pulang ke rumah keluarganya, Kakashi lebih memilih untuk pergi ke Apartement miliknya yang terletak tak jauh dari sekolah.
.
.
.
Entah apa yang dipikirkan Sasuke seharian di kamar dia hanya senyam-senyum gaje. Itachi saja yang mau mengambil CD Linkin Park yang dipinjam otouto-nya lupa hanya karena melihat pemandanagn langka dari Sasuke.
Sedangkan Sasuke cuek saja. "Show time Hinata or I should call you my fiénce" ucap Sasuke sembari senyam senyum gaje lagi.
.
.
.
Untuk kesekian kalinya Sakura mendesah ia tak tahu cara yang harus dilakukan untuk memenangkan taruhan itu tanpa melibatkan sang kapten yang telah membuatnya kesal siang tadi.
Kemudian Sakura teringat dengan Ponsel yang belum diaktifkannya pantas saja dari tadi tidak terdengar nada dering yang keluar dari balok perak itu. Daftar panggilannya dipenuhi dengan nama baka blondie.
Sakura berjalan menuju balkon kamarnya dari sana dapat terlihat bulan yang masih berbentuk sabit. Ia kemudian menekan beberapa tombol untuk menghubungi Naruto. Mencari tahu kenapa sahabatnya itu berbaik hari memenuhi daftar panggilan dan kotak masuknya.
" Sakura-chaaaaaaaan" teriak Naruto dengan taraf intensitas 100 dB dari telepon yang terhubung dengan Sakura.
" Apa kau mau membuatku tuli baka?" Sakura tak habis pikir apa orang satu ini tidak akan pernah dewasa.
"Kau tega sekali tidak menjawab teleponku. Kau pasti terkejut jika tahu apa yang kulihat tadi…" dengan berapi-api Naruto menceritakan kejadian yang terjadi di depan kediaman Hyuuga.
"…" Ia hanya menyerngitkan alisnya menanggapi cerita barusan. Yang dapat Sakura tangkap dari kata-kata Naruto yang sangat cepat itu hanya Sasuke, cium dan Hinata.
"Bagaimana kalau kau menginterograsi Sasuke besok?" usul Sakura yang kini memandang bulan berwarna perak yang menggantung di langit.
"Kau jenius Sakura-chan! Dan kau juga bisa menanyakannya pada Hinata-chan." Naruto kini memiliki misi yang harus dijalankan besok.
"Oyasumi Naruto." Ucap Sakura seraya ingin mengakhiri pembicaran. Meskipun ia penasaran dengan kisah antara Uchiha dan Hyuuga namun pikirannya terlalu letih dengan masalahnya sendiri.
"Oyasumi Sakura-chan" balas Naruto disertai dengan cengiran rubah trademark miliknya.
Sakura melangkah kembali ke dalam kamarnya kemudian menutup pintu kaca yang menghubungkan dengan balkon dan meletakkan ponselnya di night stand di samping ranjang. Sakura kemudian pergi ke kamar mandi untuk berganti piyama.
Sakura keluar dari kamar mandi begitu mendengar alunan lagu melody & harmony dari ponselnya. Dia mengambil ponsel itu dari tempatnya semula kemudian menjawab tanpa melihat siapa gerangan yang meneleponnya. "Ada apa lagi Naruto, sudah kubilangkan masalah Sasuke dibahas besok"
"Hmm aku bukan Naruto." Ucap suara si penelepon.
Sakura lantas melihat layar ponselnya, benar id yang muncul bukan dari nomor Naruto melainkan Kakashi, "Ooh ternyata anda, tuan Kakashi sang aktor ternama saya sungguh tersanjung anda dapat meluangkan waktu yang berharga untuk menelepon saya."
Kakashi yang biasa hanya akan mengacuhkan komentar sarkastis dari mulut Sakura. 'Tampaknya ia marah dengan kejadian siang tadi' pikir Kakashi, 'bukankah itu juga salahnya yang mengikutiku secara sembunyi-sembunyi' Tambah Kakashi.
"Waktuku cukup banyak jika untuk bercakap-cakap dengan manager yang sekaligus merangkap sebagai stalker sepertimu" sepertinya Kakashi tertarik dengan reaksi Sakura yang dianggapnya berbeda dari para fansnya.
"Oh jadi tadi siang kau sengaja ingin mempermalukanku dengan memberikan bola basket itu padaku?" Karena memang pada dasarnya Sakura adalah tipe orang yang mudah terpancing amarahnya jadi hanya dengan beberapa kata dari Kakashi dapat membuatnya emosi.
"Aku menghubungimu bukan untuk membahas kejadian tadi. Aku hanya ingin menerima permintaanmu agar aku ikut dalam pertandingan dengan Oto Gakuen" jelas Kakashi sembari menyenderkan kepalanya di punggung sofa.
"Benarkah?" dalam hitungan detik Sakura sudah melupakan amarahnya barusan.
"Tentu saja tapi aku punya syarat yang harus kau penuhi"
Ucap Kakashi disertai senyum separo dari bibirnya. "Kau harus menjadi asistenku, kutunggu sampai besok jawabanmu" lanjut Kakashi. Kakashi tak tahu apa yang membuatnya menyuruh Sakura menjadi asistennya padahal tadi ia menerima untuk ikut dalam pertandingan tanpa syarat saat Naruto datang ke apartemen memberitahunya.
"Dalam mimpimu HATAKE KAKASHI" Sakura menutup telepon lalu ia melemparkannya ke ranjang.
~.~
Tbc
Oya melody & harmony punya my koibito (dihajar reader) oke tuh lagu punya DBSK.
Dapat ide dari mana lagi peringatan dua tahun kematian Obito CKCKCK Kakashi kesannya jadi angst.
KELUARKAN SEMANGAT MASA MUDA
DENGAN REVIEW MINNA-SAN
KLIK TOMBOL INDAH DI BAWAH INI (Lee mode off)
ll
\/
