~. Lazyness Day.~

Word : 3343

Page: 21

Disclaimer:

Naruto © Masashi Kishimoto

Lazyness Day © Kawashima Miharu & Vea Hatake

Rate:

T

Genre:

Romance/ Humor

Pairing:

KakaSaku

SasuHina

Warning:

AU

Miss type

OOC

Balesan review:

Rina lavender

Ame: Gomen waktu bales review chapter lalu kau tak kelihatan *tampared*.

He he abis ame udah ngantuk sih.

Vea : Coplaks

Ame: ni dah di updet 2 chap malah, kenapa kau gak muncul di chap 4 apa gara2 ame lupa bales review *pundung*

Vea: bukannya kemarin loe blushing sambil ketawa gaje waktu dipanggil senpai (smirk smirk smirk)

Ame: diam kauuuuuuu!

Thia2rh

Ame: iya ini udah dibanyakin kakasaku nya full malah.

Vea: jangan lupa ntar review, ya kan Ame?

Ame: apaan loe tadi bikin imageku ancur sekarang panggil2 lagi.

Merai Alixya Kudo

Vea: syukur deh masih ada yang inget ama nih fic, soalnya si ame lamaaa banget up datenya.

Ame: dasar loe si kyu-kun kan abis rusak jadi gak bisa up date

Mer mau jadi asistennya kaka tanya aja sendiri ama orangnya tuh lagi baca bukunya di pojokan.

Kakashi: sayang sekali posisi itu udah keisi ama si kepala strawberry ntar kalo dia udah mati baru loe gantiin, sekarang loe review aja terus nih ceria dari duo coplaks.

Vea: KAKASHIIIIIIIII gue matiin loe

kakashi: emangnya kau sanggup

vea: "..."

ame: typo? He...he chap kemarin belum sempet di edit maklum.

Chap ini ku usahain membunuh tuh typo tapi kalau ada ya gimana ya kayaknya typo udah jadi trademark ame bahkan di ulangan sekalipun ada typonya.(sorry sensei v^_^v)

Akera Raikatuji

ame: anou itu gara-gara vea yang demen banget ama sasuhina and she force me to write sasuhina.

vea: soo whaat

ame: chap ini full tuh ama kakasaku jadi Akera jadi tertarik kan iya kan iya kan? (maksa)

Rizu Hatake-hime

Ame: wah kok banyak yang daftar jadi asistennya kaka ya (-.-?) tapi lowongannya kan udah tutup.

Sakura: Rizu ihklas jadi asistennya orang itu bener kan kalo gitu loe aja deh yang jadi asistennya.

Kakashi: nggak bisa pokoknya kau yang jadi asistenku kepala strawberry.

Sakura: buknnya tadi loe juga nawarin Merai-chan.

Kakashi: itu kalau loe udah mati.

Sakura: SHANAROOOOOOOOO mati loe orang-orangan sawah.

Vea:smirk smirk smirk

Happy Reading :)

"talking"

'thinking'

~.~ ~.~ ~.~ ~.~ ~.~ ~.~ ~.~

Menjadi asisten Kakashi adalah syarat yang ditetapkan Kakashi untuk dipatuhi Sakura. Sakura jelas-jelas tak mampu menolak perkataan pria yang notabene sibuk bak presiden itu meskipun ia harus menarik kembali kata-katanya semalam. Karena konsekuensinya adalah aib seumur hidup yang pastinya akan ditolak author (ya iyalah sapa juga yang ma sama Rock Lee sorry buat fansnya changcutter satu itu). Mau tak mau gadis pink itu menerima syarat yang dianggapnya sebagai pekerjaan yang sangat tidak elegan itu. Karena baginya kata asisten itu nggak jauh-jauh dari pembantu, pembokat, jongos dan keluarga-keluarganya.

Sakura tidak rela koreksi sangat tidak rela jika dirinya yang disebut-sebut sebaga salah satu murid dari sepuluh orang paling populer seantero KHS jadi pembokat err asisten Kakashi getoh. Meskipun well Kakashi artis, cakep lagi tapi tetep saja Sakura menganggap hal itu sangat mencoreng nama baiknya yang sudah baik.

Dan alhasil kini Sakura mengirimkan pesan singkat kepada Kakashi yang isinya kesediaan Sakura atas syarat yang diajukan dan jadwal latihan club basket. Bukan karena tak punya pulsa tapi Sakura takut emosinya akan terpancing seperti semalam jika ia menelepon Kakashi padahal ia mulai dapat berpikir jernih dengan menghirup udara pagi hari. Sepertinya eh bukan tapi pastinya hari-hari berat Sakura sebagai asisten Kakashi akan dimulai.

Lagi-lagi untuk kesekian kalinya bola orange itu berhasil masuk ke dalam ring dengan indah oleh tangan berwarna pucat milik Kakashi. Hal ini sudah menjadi makanan sehari-harinya bahkan bisa dikatakan as easy as breath. 'Dia sudah melanggar janjinya sendiri. Gadis apa itu, melanggar janjinya sendiri. Dasar kepala Stawberry.' Gerutu Kakashi sembari mengusap keringatnya.

Tiba-tiba pintu ruang gym terbuka dan tampaklah beberapa mahkluk adam datang dengan menenteng tas. Terlihat bocah dengan cengiran khas rubahnya, pemuda dengan senyum palsu, pria berambut nanas plus tampang malasnya dan seorang pria dengan segitiga terbalik di kedua pipinya.

"Yoo… kapten." Sapa si pirang lengkap dengan senyuman lima jarinya.

"Tidak biasanya kapten serajin ini," sindir Kiba halus. "Ohh iya kapten, kapan sih pertandingan melawan tim Oto yang dibilang manager?" belum sempat Kakashi menjawab pertanyaan Kiba barusan sudah ada yang membuka suara.

"Kau itu Kiba tak pernah menaruh perhatian pada hal-hal penting, sama seperti Naruto." Ungkap Sakura yang baru saja memasuki ruang yang digunakan sebagai latihan club basket. Di belakangnya turut pula pria dengan rambut raven.

"Hei… kenapa aku disangkutpautkan!" Ucap si blonde dengan bibir yang cemberut yang membuatnya terlihat semakin imut. Kini Naruto menatap tajam sambil mengacungkan jarinya pada Sasuke, "Dan kau Teme tak usah menghinaku dengan senyumanmu yang menyebalkan itu!" Perlu diketahui yang dimaksud Naruto dengan senyuman adalah sebuah seringaian. Naruto yang hendak mengeluarkan kata-kata mutiranya terhenti karena Sakura memukul kepalanya.

"Cepat sana latihan Naruto atau…" Naruto yang mendengarnya bergitik ngeri dan segera mematuhi kata-kata Sakura barusan apalagi dengan penampakan Sakura yang beraura hitam. "Dan kau Sasuke jika ingin 'melihat' latihan sebaiknya jaga sikap dan mulutmu." Sakura tahu sebenarna apa atau lebih tepatnya siapa yang menarik perhatian sang Uchiha. Namun sayang kenyataanya si obyek tidak ada di sini sekarang.

"Hn." Ucap sang Uchiha dengan jawaban yang bahkan tak bisa disebut sebuah kata.

Sakura kemudian mengambil botol air minum di dalam tas sebelum meletakkan tas miliknya di samping lapangan. Kemudian Ia meneguk air mineral tersebut sampai menyisakan ¾ isinya. Belum sempat botol itu kembali ke tempatnya semula Kakashi merebutnya.

"Apakah hanya untuk mencari air sendiri kau tidak mampu tuan aktor?" ucap Sakura yang bermaksud menghina Kakashi yang telah merebut botol air mineralnya.

"Maaf tapi air minumku habis, tapi bukankah kau asistenku, jadi itu bukan masalah bukan?" balas Kakashi yang kemudian meneguk air dari botol tadi.

Sakura tidak dapat membantah perkataan Kakashi barusan, Ia hanya dapat melihat peristiwa barusan seperti film yang ditayangkan secara slow motion kemudian wajahnya terlihat memucat. Apakah anda tahu penyebab perubahan warna muka dari Sakura, ayo kita lihat ke dalam pikirannya.

"Apa kakashi sudah gila, oke mungkin gue berlebihan itu hanya indirect kiss" batin Sakura berusaha menenangkan dirinya.

"whaaaaaaaat?"

"Naniiiiiiiiiiii?"

"Apaaaaaaaa?"

"TIDAK ITU NGGAK BOLEH TERJADIIII." Kalimat yang terakhir ternyata diucapkannya di luar benaknya sehingga memancing perhatian orang-orang disekelilingnya.

"Jadi kau tidak rela jika kita melakukan indirect kissing, atau kau lebih suka jika aku melakukannya secara langsung?" tanya Kakashi blak-blakan.

Sakura kini seluruh tubuhnya berwarna merah dan hanya dapat mengutuk Kakashi dalam hati.

Sedangkan anggota tim yang lain berbisik-bisik melihat adegan antara kapten dan manager mereka.

Team cheerleader KHS sedang giat-giatnya berlatih akhir-akhir ini. Tentu saja, kurang dari tiga minggu lagi team basket KHS akan turun lapangan dan sebagai pelengkap tentunya akan dimeriahkan dengan penampilan dari group cheerleader sekolah masing-masing.

Bukan latihan ini yang akan kita permasalahkan akan tetapi kemunculan mahkluk rupawan berambut perak plus kapten basket a.k.a. Kakashi Hatake ini yang akan kita bahas berjamaah.

Keberadaan Kakashi di gedung ini bukan tanpa alasan, dia sedang menunggu Sakura atau dalam konteks ini statusnya masih asisten Kakashi membereskan sisa-sisa perlengkapan yang dipakai latihan basket. Bukannya tidak mau membantu Sakura yang kelihatan kewalahan dengan pekerjaannya dan malah nyantai di depan pintu sambil nyender ke tembok (mau donk disenderin ^o^) tapi Ia sedang memikirkan hal lain yang tak jauh-jauh dari gadis berambut pink yang kini sibuk memasukkan bola ke tempatnya.

Selama pikirannya melayang kemana-mana, tak disangka dan tak diduga malah membuat Shion -ketua team cheers- salah paham. Pasalnya dari tadi Kakashi melamun sambil senyam- senyum dan dengan PD-nya. Shion berfikir kalau Kakashi lagi senyum ke dia. Yang membuat do'i makin PD dan cari perhatian.

Sakura yang tak sengaja melihat tingkah Shion paham betul kenapa dia bertingkah seperti itu, ya iyalah Kakashi ganteng gila. Tapi saat melihat ekspresi wajah Kakashi yang anteng-anteng aja dia malah sewot. Anda tahu kenapa saudara-saudara, Sakura jealous setengah mampus. 'Kalau sama cewek lain aja kelakuannya baik kalau sama gue, haah kelakuannya gak ada manis-manisnya' batin Sakura sambil mengambil bola dan memasukkannya ke keranjang.

Dan setelah memasukkan keranjang tersebut ke gudang Sakura mengambil tasnya yang tergeletak di pinggir lapangan dan berjalan menuju Kakashi yang masih dengan setia melamun sambil senyam-senyum (A/N: kakashi di sini bukan senyam-senyum gaje tapi senyam-senyum ganteng).

Sakura mengambil tempat di samping Kakashi yang masih setengah melamun dan melontarkan pertanyaan, "Sepertinya kau suka sekali memandangi ketua tim cheers itu." Pertanyaan Sakura itu membuat Kakashi sadar sepenuhnya dari lamunannya dan berpaling menghadap Sakura yang entah sejak kapan berada di sampingnya.

Melihat muka Sakura yang ditekuk dan pertanyaan dari bibirnya itu mau tak mau membuat Kakashi senang juga. "Memangnya kenapa, kau tidak suka?" Ucap Kakashi di sela tertawanya, "Mmm mungkin kau cemburu" Tanya atau lebih tepatnya pernyataan Kakashi.

"Apa? Cemburu? Yang benar saja." Jawab Sakura yang kemudian membuang muka sedangkan Kakashi kini tersenyum dengan matanya yang berbentuk bulan sabit.

Keduanya kemudian terdiam, tak ada yang mau membuka pembicaraan lagi terutama Sakura. Sakura yang semakin kesal kemudian beranjak pergi, namun Kakashi lebih cepat beraksi dengan menangkap pinggang Sakura dari belakang. Kalau kalian lihat adegan ini seperti Kakashi memeluk Sakura dari belakang.

Sakura yang kaget hanya dapat berdiri mematung. Kesempatan seperti ini tentu tak dilewatkan oleh Kakashi untuk menggoda Sakura lebih jauh dengan mendekatkan bibirnya ke telinga Sakuta kemudian berbisik, "Kalau kelakuanmu seperti itu, aku semakin yakin dengan pemikiranku tentang dirimu." Tak sampai disitu saja kemudian Ia menambahkan "Hati-hati Sakura, kau bisa jatuh cinta kepadaku." Setelah mengucapkan itu Kakashi segera berlalu dengan senyum kemenangan di wajahnya.

Sedangkan efek yang ditinggalkan akibat perbuatannya itu membuat Sakura mengejang kaku dan yang paling spektakuler adalah Shion jatuh dari piramida yang disusun bersama teman-temannya yang membuat Shion menimpa anggota Cheers yang ada di bawahnya sehingga piramida yang susah payah dibangun hancur pada saat itu juga.

Tak begitu lama kemudian ringtone ponsel Sakura berbunyi dan menampakkan sebuah pesan dari Kakashi.

New message (1)

Receive from: LazyAss Scarecrow

Deliver to : Me

Besok pagi datang ke Apartemenku pukul 8 tepat.

Tugasmu sebagai asistenku akan dimulai.

Dan aku sudah meminta izin Tsunade-sama untuk mu

jadi tak ada alasan dari mu untuk menolaknya.

Seperti biasa, jadwal seorang Hatake Kakashi padat. Seperti hari ini, bintang muda yang sedang naik daun itu disibukkan dengan pemotretan dengan salah satu Majalah Remaja yang terkenal.

Sesampainya di lokasi pemotretan Kakashi langsung menuju ke ruang ganti untuk mengganti kostumnya dan juga merias wajahnya yang keren (padahal gak usah dirias udah bikin cewek di luar sana jejeritan), tanpa memikirkan Sakura yang membawa - lebih tepatnya memikul- segala keperluan pemotretan seorang artis, seperti beberapa potong baju, sepatu, peralatan make up dan beberapa tetek bengek lainnya. Sakura yang notabene bertubuh mungil jelas tidak sanggup membawa perlengkapan itu alhasil terjadilah keributan kecil yang diakibatkan oleh jatuhnya kotak make up, beberapa baju Kakashi dan lainnya. Orang-orang di lokasi pemotretan hanya senyam-senyum menyaksikan aksi Sakura tersebut yang terlihat lucu saat cemberut karena barang yang dibawnya kembali berjatuhan.

Sedangkan Kakashi malah duduk manis di depan meja rias sambil memasang wajah BT-nya. Ada apa gerangan? Hohoho kalian salah kalau mau tanya saudara-saudara, seharusnya anda tanya kepada Kakashi bukannya sama authors. Tapi kalu kalian tanya saya kasih tau juga deh...

~.Flashback On.~

Malam hari saat Kakashi tidur, di mimpinya Ia melihat Sakura dan dirinya sendiri bergandengan tangan satu sama lain, beriringan menuju ke depan altar dan kemudian mengucapkan janji suci, dan setelah itu mereka dinyatakan suami isteri mereka berciuman sebagai tanda bersatunya kedua insan tersebut setelah itu lonceng pun berbunyi dan semuanya berubah, pemandangan tak sama lagi. Yang tervisualisasikan oleh mata Kakashi adalah pemandangan kamarnya, yang juga sebagai penanda bahwa mimpinya telah berakhir.

~.Flashback Off.~

Dan mimpi itu masih mengganggu pikirannya siang ini. Padahal Kakashi sudah membuang pemikiran-pemikiran itu dan mencoba melupakan mimpi semalam, tapi semakin ingin dilupakan bayangan itu justru makin jelas bersemayam di otaknya,

"Apa jangan-jangan... Sakura itu... ah tidak-tidak. Tidak mungkin Sakura, dia itu sama sekali tidak cantik, dia juga tidak menarik. Aah aku bisa gila kalau seperti ini," rutuk Kakashi sembari mengacak-ngacak rambut peraknya. "Pasti ini gara-gara mimpi itu, tidak mungkin aku dan Sakura arrrggh..."

Bertepatan dengan jeritan Kakashi itu pintu ruang ganti terbuka dan menampakkan Sakura yang kerepotan membawa barang-barang bawaannya. Kakashi hanya memperhatikan tanpa berkeinginan untuk membantu meringankan pekerjaan Sakura. Otaknya masih berkutat memikirkan kemungkinan-kemungkinan kenapa ia bisa sampai memimpikan hal tersebut. Dan pemikiran itu terhenti ketika sang fotografer dan penata rias masuk ke ruang ganti dan berbincang dengan Kakashi. Kemudian Kakashi mulai dirias.

Sakura yang bingung mau melakukan apa hanya dapat duduk diam di sofa yng terletak di sudut ruangan. Kakashi yang sedang dirias sejenak bisa melupakan segala pemikiran-pemikirannya tadi, tapi setelah membuka mata dan melihat pantulan wajah Sakura dari cermin rias, pikirannya mulai terusik kembali. Dan tanpa pikir panjang lagi Kakashi mengisyaratkan Sakura agar mendekat padanya dan Sakura menurut.

"Kau," sambil menuding dengan telunjuknya, "Jaga di luar! Jangan biarkan ada seorangpun yang masuk ke dalam sini tanpa seijinku. Ingat siapapun" kata Kakashi penuh penekanan.

"Iya-iya," jawab Sakura sambil memasang wajah sebal. Sakura pun keluar ruangan dan sengaja menutup pintu keras-keras untuk melampiaskan kekesalan hatinya.

Salah satu kru yng melihat peristiwa barusan hanya senyam-senyum dan melangkah mendekati Sakura, kemudian menepuk bahu Sakura tanda simpati.

"Sabar ya, Kakashi sebenarnya orangnya baik mungkin dia hanya sedang kesal. Kau tenang saja," kata kru tersebut.

"Apanya yang kesal, dia selalu seperti itu kepadaku. Sikapnya itu benar-benar membuatku muak," rutuk Sakura.

"Yang benar, sepertinya dia hanya bersikap begitu kepadamu. Padahal dengan yang lain Ia sangat baik."

"Eemm..., kurasa tidak. Sikapnya padamu itu istimewa, masa kau tidak sadar sih...?"

"Haah istimewa? Yang benar saja. Kau salah besar"

"Lihat saja dengan benar-benar Sakura, hati-hati dengan ucapanmu."

"Apa maksudmu?"

"Nanti kau juga tau." Kata kru tersebut sambil mengacak rambut Sakura dan berlalu.

"Apa sih maksudnya?" sakura bingung.

Dilain pihak seorang artis yang baru beranjak remaja turun dari mobil dengan anggunnya. Wajahnya tampak cerah dengan make up minimalisnya. Ia berjalan mantap menuju lokasi pemotretan. Setiap pasang mata tak dapat mengalhkan pandangan darinya saat dirinya melewati mereka. Hal itu disebabkan karena selain dia selebriti, juga gaya pakaiannya yang terlalu... bukan terlalu heboh, bukan terlalu mahal, dan bukan juga terlalu keren tapi terlalu mini plus terbuka.

Dan hal tersebut membuat mata para lelaki yang semakin bebas, bebas mengakses lekuk tubuh gadis ini, yang dikenal bernama Anko Mitarashi.

Nah kira-kira apa yang membuat seorang Anko berada di gedung ini? Uhmm, apakah Ia akan menemui pujaan hatinya di sini? Itulah pembicaraan yang sedang merebak diantara orang-orang di lobi gedung itu. Karena eh karena beberapa hari yang lalu Anko menyiarkan kepada pers kalau dia sedang PDKT dengan seseorang. Kita lihat siapa orangnya ho...ho...ho...

"Tunggu aku sayang, ... sebentar lagi aku datang." Ucap Anko sembari melangkahkan kaki.

Sakura masih setia stay di depan pintu ruang ganti seperti perintah Kakashi. Dirinya lebih mirip satpam sekarang dari pada seorang asisten. Dari kejauhan Ia melihat seorang gadis berjalan mendekat padanya. Seorang gadis yang menurutnya cantik namun akan lebih cantik lagi jika penampilannya tidak terlalu terbuka. Gadis itu semakin mendekat dan sekarang berada di hadapannya. Sakura berpikir, jika tidak salah Ia pernah melihat gadis ini, tapi dimana ia lupa. Yang pasti wajahnya sangat familier. Sakura tidak sempat berpikir karena gadis itu sudah bersuara dengan nada memerintah.

"Minggir!" perintah Anko.

Sakura masih belum ngeh dengan omongan gadis tersebut. Sehingga ia masih dalam posisinya nyander pintu.

Untuk kedua kalinya gadis itu membentak Sakura, "Minggir!"

"Tidak, aku tidak akan mengijinkan siapapun masuk." Balas Sakura.

"Berani sekali kau, memangnya kau ini siapa berani melarangku!"

"Kau yang siapa berani memerintahkanku," bentak Sakura yang ini membuat beberapa kru tertawa melihat tingkah konyol Sakura. Mereka menganggap ini kejadian langka. Seorang artis yang sedang populer dibentak seorang asisten artis lain yang juga populer, dan parahnya Sakura tidak mengenali Anko Mitarashi. Yup do'i emang Anko yang roman-romannya lagi naksir Kakashi.

"Apa? Kau tidak tau siapa aku! Yang benar saja setiap majalah pasti memajang wajah cantikku." Ucap Anko yang kini muncul efek bling-bling di sekitarnya.

"Memangnya kau artis ya?" tanya Sakura polos.

Anko langsung sweatdrop mendengar pertanyaan Sakura tersebut.

"Haah cukup sudah aku berurusan denganmu, minggir!"

"Tidak mau," Sakura kekeuh.

"Cepat minggir, aku mau bertemu Kakashi." Anko ngotot.

"Tapi Kakashi menyuruhku untuk tidak membiarkan siapapun masuk ke dalam." Jelas Sakura.

"Tidak mungkin Kakashi menolak menemuiku. Kalau kau tidak membiarkan aku masuk, aku yakin Kakashi akan membunuhmu."

"Oh ya... kok aku tidak percaya ya..."

"Arggh... Kakashi buka pintunya!" teriak Anko sembari mengedor pintu yang masih tetap dijaga Sakura.

Melihat keributan 'kecil' itu kru-kru di lokasi pemotretan tersebut semakin terhibur dengan tingkah polos Sakura dan kengototan Anko. Sungguh pemandangan yang langka sekali. Mau tak mau Kakashi yang berada di ruang ganti terusik juga dengan keributan tersebut. Kepalanya semakin pusing mendengar suara Anko yang akhir-akhir ini sepertinya sedang mengejarnya. Terlalu sering datang ke lokasi dan menempel terus kepadanya.

Sedikit banyak ia mendengar pertikaian Sakura dan Anko. Sebuah ide terlintas di benaknya. Sesuai pengamatannya Sakura adalah gadis yang polos, cuek, dan tak mau kalah. Sepertinya Ia bisa dijadikan senjata andalan untuk menghalau pergerakan Anko.

'Kau jenius Kakashi' batin Kakashi bangga. (smirk..smirk..smirk)

"Brakk" pintu ruang ganti dibuka dengan agak kasar oleh Kakashi. Hal itu membuat Sakura yang yang tadinya nyender di pintu buat ngalangin Anko jadi kejengkal ke belakang dan tubuhnya sukses menimpa Kakashi. Namun dengan sigap Kakashi menyangganya agar tidak jatuh.

Kemunculan Kakashi tersebut tentunya membuat Anko girang setengah mati. Ia langsung merapikan penampilannya dan memasang senyuman terbaiknya khusus untuk Kakashi tapi yang disenyumin malah acuh plus cuek.

"Mau apa kau?" tanya Kakashi to the point.

"Eh... aku... aku," Anko langsung gelagapan begitu Kakashi bertanya seperti itu. Dirinya terlalu disibukkan dengan acara menatap Kakashi yang Oh My God, keren baget...(kan abis di make up)

"Langsung saja Anko apa mau mu?" tanya Kakashi sembari meyenderkan tangan kirinya di bingkai pintu sedang Sakura masih berada di antara Kakashi dan Anko dengan posisi membelakangi Kakashi.

"Aku ke sini mau... mau... ehm ngobrol dengan mu," kata Anko sembari memasang senyum terbaiknya lagi yang katanya bisa meluluhkan ribuan lelaki.

"Aku sedang tidak mood ngobrol," kata Kakashi ketus.

Sakura hanya manggut-manggut saja sembari berguman, "Aku kan sudah bilang."

Dan hal tersebut semakin membuat Anko terpojok. Diapun mencari berbagai alasan lain untuk bertahan di samping Kakashi meski sekejap saja, 'Kalau bisa sih lama,' batinnya.

"Ya sudah kalau begitu, tidak ngobrol juga tak apa-apa asalkan aku tetap boleh berada di sini." Jawab Anko ngotot.

"Tidak ada yang bisa kau lakukan di sini, lebih baik kau pergi." Usir Kakashi.

Dan kali ini para kru semakin terhibur dengan tontonan langka yang berkelanjutan tadi. Gumaman rendah pun terdengar dari para kru tersebut. Ada yang merasa kasihan pada Anko, ada yang menyetujui sikap Kakashi bahkan ada pula yang bertaruh kira-kira siapa yang akan bertahan apakah Anko atau Sakura (?) karena mereka pikir ini adalah pertarungan cinta (^0^ hohoho).

"Tapi kan aku..." jawab Anko dengan suara rendah.

"Pergilah Anko! Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu," dan dengan satu kalimat terakhir tersebut sukses membuat tangis Anko merebak dan kemudian berlalu pergi sambil berlari, berharap tidak ada yang melihat tangisnya. Tapi terlambat, karena orang-orang kru di lokasi tersebut melihat drama dua babak itu.

Dan setelah bayangan Anko tidak terlihat lagi Sakura membuka suaranya, "Lihat akibat perbuatanmu, anak orang menangis kan." Sakura mulai menyalahkan Kakashi.

"Kau juga ikut andil kan," bisik Kakashi tepat di telinga Sakura yang masih membelakanginya.

Sakura membalik tubuhnya dan menghadap Kakashi menatap lurus ke wajahnya. Tak disangka jarak antara keduanya begitu dekat (smirk smirk smirk). Dan sebelum Sakura berpikir terlalu jauh ia langsung menimpali perkataan Kakashi.

"Kau yang salah!" ucap Sakura berusaha membuat ekspresi marah.

"Kau." Timpal Kakashi.

"Kau." Balas Sakura tak mau kalah.

"Kau Sakura." Kini Kakashi yang berucap.

"Kau yang salah pokoknya bukan aku!" Teriak Sakura ngotot.

"Kau saja yang salah." Jawab Kakashi mengusulkan.

"Pokoknya kau yang salah," ucap Sakura masih bersikukuh.

"Kau." Kata Kakashi sembari mengusap lembut rambut Sakura dengan jemarinya dan dengan sukses membuat Sakura terdiam membeku.

Melihat diamnya Sakura ini membuat Kakashi tersenyum lembut kepadanya. "Sudah ya berdebatnya, aku harus pemotretan dulu," kata Kakashi lembut sembari berlalu.

Sepeninggal Kakashi Sakura memegang dada kirinya. "Oh Kami-sama, mengapa dadaku bergemuruh seperti ini?"

~.Omake.~

Dan di pihak kru,gumaman rendah kembali terdengar. "Nah Sakon aku yang menang taruhan..., ayo bayar." Kata kembarannya Ukon dengan raut bahagia.

"Iya-iya. Huh tau begini aku pegang Sakura saja tadi." Rutuk Sakon.

Tbc

~.~ ~.~ ~.~ ~.~ ~.~ ~.~ ~.~

Carrot is orange and sky is blue

Don't forget to review

l l

ll

\/