Konoha's Academy
Disclaimer : Naruto dkk selalu jadi miliknya Kishimoto Sensei, dan "Now or Never" selalu jadi miliknya CN Blue…
Warning : AU. DON'T LIKE, DON'T READ! Shounen Ai, Typo, OOC dan OOC, dll, dkk, dst.
Enjoy It!
#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#
.
Eleventh Chapter : Chrysanthemum and Anti-Fans
.
Karin tampak sibuk merapikan sweater rajutan yang dikenakan Kiba, sementara Neji dan Gaara sedang menatap penampilan mereka di cermin, memastikan tidak ada hal yang kurang.
Hari ini keempat anggota Konoha's Academy akan melaksanakan fans greeting dengan fans club mereka, Chrysanthemum. Naruto dan Sasuke sepakat untuk melakukan fanservice seperti biasa. Sejak Tsunade memberikan tugas fanservice, keduanya memang tidak terlalu keberatan dengan hal ini. Dan ternyata fanservice yang mereka berikan mendapat tanggapan positif, walaupun tetap ada pihak-pihak yang tidak menyukai salah satu taktik management ini.
"Kalian sudah siap? Mana Kiba, Neji dan Gaara?" tanya Kakashi ketika melihat Naruto dan Sasuke memasuki backstage.
"Sepertinya mereka masih bersiap-siap," jawab Sasuke.
"Acara akan dimulai sebentar lagi, sebaiknya aku menyusul mereka," gumam Kakashi. "Oke, kalian tunggu disini," ucapnya kemudian sebelum melangkah ke restroom.
Naruto menyandarkan punggungnya ke sisi pintu yang ada di belakangnya dan Sasuke terlihat berdiri berhadapan dengan si pirang.
"Kau tidak bosan harus melakukan 'ini' lagi, Teme?"
Tanpa menuntut penjelasan lebih, Sasuke tahu kalau Naruto sedang membahas masalah 'fanservice' mereka. Sebelumnya, saat memberitahu mengenai jadwal fans greeting ini, Tsunade juga 'menugaskan' mereka untuk melakukan fanservice.
"Bukannya sejak awal kau yang memutuskan untuk melakukan ini, Dobe?" Sasuke menarik nafas panjang. "Sampai detik ini aku masih tidak mengerti kenapa management selalu menggunakan taktik semacam ini untuk menarik perhatian fans."
Naruto hanya angkat bahu, ia sendiri pun tidak mengerti. Padahal, daripada melakukan fanservice macam ini, bukankah akan lebih baik kalau kelimanya menerima tawaran iklan atau acara televisi saja? Itu juga bisa menarik perhatian fans kan?
"Aku tidak percaya, bisa-bisanya aku dipasangkan lagi denganmu," cetus Sasuke.
"Kau bicara seolah kau tidak menyukaiku sebagai 'pasanganmu', Teme. Aku sakit hati," balas Naruto dengan bibir sedikit mengerucut. Sasuke hanya membalas sikap kekanakan leader-nya dengan kerlingan mata bosan.
"Fanservice apa yang akan kau lakukan nanti, Dobe?" tanya Sasuke yang kini mengedarkan pandangan ke sekeliling.
"Aku tidak tahu. Aku tidak pernah merencanakan hal semacam ini, Teme. Aku akan merasa kaku kalau aku merencanakan hal ini. Kau tahu kan?"
"Hn, aku pun sama," Sasuke mengangguk. "Tapi aku tidak akan tinggal diam kalau kau sampai melakukan hal yang berlebihan," tambahnya disertai tatapan tajam.
"Aku tidak akan berbuat macam-macam, Uchiha Sasuke." Kini Naruto yang mengerlingkan mata.
"Sejak kapan kalian disini? Aku mencari kalian tadi," tanya Kiba yang baru saja muncul di backstage.
"Kau sudah siap? Mana Neji dan Gaara?" Sasuke balik bertanya.
"Mereka masih di restroom, sebentar lagi juga menyusul."
Setelah Kakashi memastikan keadaan panggung dan membuka acara fans greeting, lelaki berambut perak itu memanggil Konoha's Academy untuk menampakkan diri.
Suara teriakan langsung menggema di ruang pertemuan yang tidak terlalu besar namun cukup untuk menampung sekitar tiga ratus orang itu. Naruto dan keempat rekannya membungkuk hormat dan menyapa fans mereka. Setelah masing-masing memperkenalkan diri, mereka mulai berbincang ringan dengan fans.
Teriakan kembali terdengar memantul di dinding ruangan. Naruto memandang Kakashi yang ada di pinggir panggung. Setelah Kakashi menganggukkan kepala, pemuda itu mengangkat microphone-nya.
"Akhirnya kami bisa bertemu kalian di kesempatan spesial ini. Kami senang sekali," ungkap Naruto ceria.
"Kalian tahu kenapa kami memberi nama fans kami 'Chrysanths'?" tanya Sasuke, membuat fans meneriakkan kata 'tidak'.
"Kalau begitu, apa kalian tahu bunga Chrysanthemum?" Kini Gaara yang bertanya. Beberapa fans menjawab 'tahu', sementara beberapa sisanya menjawab kebalikannya.
"Kami mengambil nama 'Chrysanths' dari kata 'Chrysanthemum', nama sebuah bunga yang memiliki arti 'you are a wonderful friend'," ucap Neji.
"Dan alasan kami memilih nama Chrysanthemum sebagai official fans club adalah karena kami ingin menjadi teman terbaik bagi kalian," papar Kiba disertai senyum.
"Kami ingin berbagi rasa sedih dan senang yang kami rasakan pada kalian," sambung Gaara.
"Kami ingin selalu menemani kalian dalam situasi apapun. Kami akan berusaha untuk bisa menjadi tempat kalian bersandar," tambah Neji.
"Because that's what friends for," Kiba tersenyum lebar.
Sebagian fans terlihat menganggukkan kepala paham dan tersenyum mendengar penuturan idola mereka, sementara sisanya menatap masing-masing personil Konoha's Academy dengan mata berbinar kagum.
"Dan bentuk bunga Chysanthemum," Sasuke memotong ucapannya. "Bunga Chrysanthemum memiliki bentuk lipatan tak beraturan menyiratkan kesempurnaan," lanjutnya.
"Kami ingin menjadi sempurna, sesuai dengan apa yang kalian harapkan," ujar Naruto.
"Dan kami akan berusaha sebaik mungkin agar bisa mencapai kesempurnaan itu," tandas Kiba.
"Dan karena kalian adalah Chrysanths kami,"
"Kami harap kalian pun akan berusaha mencapai kesempurnaan di hidup kalian, sama seperti kami yang berusaha menyempurnakan hidup kami," Neji menyambung ucapan Gaara.
Suara tepuk tangan dan teriakan terdengar memenuhi ruang fans greeting. Naruto menatap keempat temannya dengan senyum mengembang. Gaara, Neji, Kiba, bahkan Sasuke, tak bisa menahan senyum mereka. Mereka tak bisa membayangkan dimana lagi tempat mereka seharusnya berada selain disini, didepan semua orang-orang yang mendukung mereka.
"Mungkin ini terlambat, tapi kami ingin mengucapkan terimakasih untuk dukungan dan respon positif kalian untuk single pertama kami," Naruto angkat bicara.
"Dan di kesempatan ini," Sasuke memotong ucapannya begitu mendengar teriakan fans yang memanggil namanya. "Dan di kesempatan ini, kami akan menyanyikan single kami, khusus untuk kalian," lanjutnya.
Setelah masing-masing mengambil posisi, musik mulai terdengar. Ini bukan pertama kalinya mereka bernyanyi live, tapi entah kenapa kesempatan kali ini terasa berbeda. Kelimanya melantunkan 'Now or Never' dengan semangat, berusaha menampilkan hal yang spesial untuk orang-orang yang telah mendukung mereka selama ini.
.
Senyuman dan raut puas tampak menghiasi wajah kelima anggota Konoha's Academy saat mereka melangkah meninggalkan panggung. Mereka menyempatkan diri bersalaman dengan beberapa staff dan fans yang mereka temui.
Acara fans greeting berlangsung dengan baik dan menyenangkan. Tak bisa dipungkiri kalau fans memang menjadi 'bahan bakar' bagi seorang idola. Dukungan bahkan teriakan mereka mampu menimbulkan semangat pada sang idola untuk melakukan hal terbaiknya. Dan perasaan itulah yang juga melanda anggota Konoha's Academy.
"Aku tidak tahu kalau ternyata banyak yang menyukai lagu kita," ungkap Kiba sesaat setelah mengistirahatkan diri di sofa.
"Yang lebih tidak kau ketahui adalah, diluar gedung masih ada fans kalian," ungkap Kakashi.
"Kau serius, manager?" tanya Neji tidak percaya.
Kakashi menganggukkan kepala. "Naruto sedang menyapa mereka sekarang," ungkapnya.
"Eh? Dia sendirian?" tanya Gaara.
"Ya. Dia tahu kalian lelah, jadi dia memutuskan untuk menyapa Chrysanths sendiri."
"Tapi sepertinya Naru-nii tidak sendirian," cetus Kiba, membuat Kakashi megerutkan dahi. "See? Sasu-nii tidak ada disini, dia pasti menemani Naru-nii diluar."
Kakashi hanya angkat bahu menanggapi dugaan si bungsu. Neji menyodorkan sebotol air mineral pada kedua rekannya yang tampak cukup kelelahan. Kakashi kemudian mengarahkan pandangan pada Gaara yang duduk bersisian dengan Neji.
"Kupikir kau akan mematahkan tangan Neji saat dia merangkulmu diatas panggung tadi, Gaara," ucapnya.
"Naruto pasti mematahkan leherku setelah aku melakukan hal itu, manager," dengus Gaara yang mendapat respon berupa tawa Kakashi dan dengusan geli Neji.
Kakashi tahu kalau awalnya Sabaku bungsu itu menolak usulan Tsunade mengenai fanservice ini, namun prediksi Naruto dan Sasuke kalau Gaara hanya membutuhkan waktu untuk membiasakan diri ternyata benar. Setelah hampir sebulan melihat leader dan lead vocal-nya melakukan fanservice, Gaara akhirnya mulai 'membantu' keduanya untuk melakukan hal serupa dengan Neji, walaupun hanya sesekali.
"Aku heran, kenapa leader dan lead vocal kita bisa melakukan fanservice diatas panggung dengan sangat natural seperti tadi. Kalau mereka terus begitu, lama-lama aku tidak akan bisa membedakan apakah mereka sedang melakukan fanservice atau tidak," tutur Neji takjub.
"Kalau Sasuke sampai mendengar ucapanmu yang terakhir tadi, dia akan benar-benar merusak keyboard-mu, Neji."
"Memangnya aku salah bicara, Gaara?"
"Tidak, hanya saja kau bicara seolah 'hubungan' yang sedang mereka jalani sekarang akan menjadi kenyataan."
"Who knows?"
"Dia benar-benar akan membunuhmu."
Kiba terkikik geli mendengar pertengkaran kedua kakaknya. Sasuke mungkin terlihat tenang ketika ia dan Naruto melakukan fanservice, tapi sebenarnya pemuda Uchiha itu tidak begitu nyaman dengan 'hubungan' yang tengah dijalaninya dengan Naruto.
"Pantas saja produser meminta kalian melakukan fanservice, ternyata kebanyakan Chrysanths adalah fujoshi," ucap Kiba tenang, membuat tiga orang yang ada di rungan itu menatapnya.
"Kau tahu istilah semacam itu, Kiba?" tanya Neji tak percaya.
"Tentu saja, memangnya kenapa?" Kiba balik bertanya. "Dan kurasa Naru-nii dan Gaara-nii memang pantas mendapatkan role sebagai seorang uke."
"Siapa kau sebenarnya? Mana Kiba kami?" tanya Gaara tatapan penuh selidik.
"Aku Inuzuka Kiba kalian, Gaara-nii," jawab Kiba dengan mata mengerling.
"Aku tidak percaya kau tahu hal-hal semacam itu, Kiba. Darimana kau mempelajarinya?" Kakashi ikut penasaran.
"Hei, aku memang masih muda, tapi jangan anggap kalau aku clueless mengenai hal-hal semacam ini," tutur Kiba tak terima.
"Bagaimanapun juga kau adalah anggota termuda disini, Kiba. Kami sebagai kakakmu punya tanggung jawab untuk mendidikmu," ucap Neji.
"Dan sekarang aku bingung harus berkata apa kalau orang tuamu mempertanyakan kenapa anaknya akrab dengan istilah semacam 'fujoshi' dan 'uke'," cetus Gaara, membuat Kakashi melepaskan tawa.
Suara langkah kaki tergesa dan gebrakan pintu memutus percakapan keempatnya. Dari arah pintu terlihat Naruto yang menghampiri mereka dengan nafas tersenggal.
"Mana Sasuke?" tanyanya.
"Bukannya dia bersamamu?" Gaara mengerutkan dahi.
"Tadi dia memang bersamaku, tapi tiba-tiba dia pamit dan pergi. Sial, dia kemana sih?" tanya Naruto dengan nada khawatir bercampur kesal.
"Tenangkan dirimu, Naruto," saran Kakashi.
"Dia melakukan apa sampai membuatmu panik begini?" tanya Neji.
Naruto menarik nafas panjang dan menutup matanya sesaat. Leader Konoha's Academy itu kemudian menceritakan mengenai Sasuke yang tiba-tiba pamit padanya dan para Chrysanths dengan wajah pucat dan suara bergetar.
"Sejak tadi kami disini, dan kami belum melihatnya," ucap Gaara.
"Ada yang salah dengannya. Kita harus segera menemukannya," bisik Naruto.
Kakashi menatap ekspresi sang Uzumaki beberapa saat, kemudian bangun dari duduknya, diikuti Neji, Gaara dan Kiba.
"Kita berpencar dan cari dia. Kalau sudah ada yang menemukannya, segera menghubungi yang lain. Ponsel kalian sudah kuberikan kan?" tanya Kakashi. Ia memang selalu memegang ponsel kelima anggota Konoha's Academy jika mereka sedang bekerja.
"Ya," jawab keempatnya bersamaan.
"Bagus. Mulai mencari," perintah Kakashi.
Kelimanya segera keluar dari rest room dan berpencar untuk mencari lead vocal mereka. Kakashi mencoba bertanya pada staff yang ditemuinya di koridor. Melihat raut wajah Naruto tadi, manager satu itu tahu benar kalau trauma yang dialami pemuda pirang itu ternyata belum hilang sepenuhnya.
Belum sampai sepuluh menit mencari, ponselnya berbunyi. Dan begitu selesai menerima panggilan dari Neji, ia segera bergegas menemui pemuda berambut coklat panjang itu. Dan suara pertama yang didengarnya dari toilet adalah suara panik Naruto.
"Kumohon jangan lagi…" bisik Naruto. "Sasuke, sadarlah. Uchiha Sasuke, buka matamu!" teriaknya dengan tangan menepuk-nepuk pipi Sasuke yang tampak lebih pucat dari biasanya.
Kakashi menahan tangan Naruto, membuat pemuda itu menolehkan kepala. Neji, Gaara dan Kiba tampak terkejut begitu melihat air mata menggenang di pelupuk mata leader mereka.
"Kita bawa dia ke Rumah Sakit," ucap Kakashi tenang.
Naruto kembali menatap sahabatnya yang tak sadarkan diri. Ketika Neji menemukannya, Sasuke sudah dalam keadaan pingsan dengan posisi duduk bersandar di dinding wastafel.
"Biar aku saja," ucap Naruto ketika Kakashi hendak meraih tubuh Sasuke.
"Kami bisa membawanya, lebih baik kau tenangkan dirimu, Naruto," tutur Neji.
"Kubilang biar aku saja!" sentak Naruto.
Neji membeku di tempatnya. Selama lebih dari setengah tahun tinggal bersama Naruto, sekalipun ia belum pernah dibentak dengan nada tinggi seperti itu olehnya. Kakashi menghela nafas dan membantu memposisikan Sasuke di punggung Naruto.
# # #
Neji, Gaara dan Kiba melangkah keluar dari ruang koreo setelah menyelesaikan latihan mereka hari ini. Ketiganya langsung mendudukkan diri di sofa yang tersedia di ruang santai.
"Kalian kenapa, un?" tanya Deidara dengan kedua alis terangkat.
"Rasanya aneh melihatmu lesu seperti itu, Neji," timpal Kisame.
"Dan lebih aneh lagi melihat Kiba yang tidak menerjang kotak bekal di atas meja," Hidan menyambung.
Baik Neji maupun Kiba tidak menanggapi ucapan senior-senior mereka. Jangan heran kenapa Akatsuki bisa masuk gedung management, karena saat ini Akatsuki memang sedang merintis karir di Konoha. Dan yang membuat boyband beranggotakan sepuluh orang itu ada di ruang santai saat ini adalah karena Akatsuki berada di bawah label Konoha Production.
"Mana Naruto? Aku belum melihatnya seharian ini," tanya Yahiko.
"Kami juga belum bertemu dengannya," sambung Gaara.
"Eh? Benarkah? Kapan terakhir kalian bertemu dengannya?" kini Zetsu yang bertanya.
"Kemarin saat di Rumah Sakit. Setelah itu, aku belum melihat Naru-nii lagi," jawab Kiba lemas.
Kesepuluh anggota Akatsuki tampak saling berpandangan. Mereka sudah mendengar kecelakaan yang menimpa Sasuke kemarin, mereka bahkan sudah menjenguk adik dari Uchiha Itachi itu pagi tadi. Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa Konoha's Academy memiliki anti-fans.
"Percuma kalian mengkhawatirkan Sasuke."
Semua mata langsung mengarah pada Itachi yang duduk bersisian dengan Tobi. Gaara yang sempat menutup matanya kini bahkan menatap lekat kakak sahabatnya.
"Percuma kalian mengkhawatirkannya karena dia tidak selemah yang kalian kira," lanjut Itachi.
"Dia bahkan tidak lemah sama sekali," sambung Tobi dengan dengusan geli. "Anak itu akan segera membaik, percaya padaku."
Kiba tersenyum mendengar dukungan leader Akatsuki itu, sementara Neji dan Gaara mengangguk pelan. Mereka tahu Sasuke tidak lemah, tapi mereka tidak bisa menahan diri untuk tidak mengkhawatirkan keadaan lead vocal mereka.
"Dan mengenai Naruto, kalian juga tidak perlu cemas. Dia pasti baik-baik saja," ungkap Sasori kalem.
"Aku berani bertaruh kalau kemarin dia pasti sangat panik, dan kuharap kalian tidak kaget melihat hal itu. Dia memang selalu bersikap berlebihan kalau ada orang disekelilingnya yang sakit," cetus Yahiko.
"Yahiko benar, un," Deidara mengangguk. "Ingat saat dia menginap sewaktu kita masih di Kirigakure?"
"Ah, ya, aku ingat. Sewaktu Yuura sakit demam kan?" Hidan memastikan.
"Oooh," Zetsu, Kisame, Kakuzu, dan Yahiko koor.
"Naruto pasti tidak pernah bercerita kalau dia pernah menjadi perawat pribadi Yuura kan, un?" tanya Deidara yang dibalas gelengan ketiga anggota Konoha's Academy.
"Jadi, waktu itu aku terkena demam karena kelelahan. Dan kalian tahu apa yang Naruto lakukan?" tanya Yuura yang kembali dibalas gelengan kepala.
"Dia mengikuti kemanapun Yuura pergi; membawakan perlengkapannya, membuatkannya bekal, dia bahkan mamasukkan obat-obatan lengkap ke tas Yuura," ungkap Yahiko.
"Dia benar-benar seperti seorang ibu," ucap Yuura diikuti tawa kecil anggota Akatsuki yang lain.
"Adik kita yang satu itu memang manis," ungkap Hidan yang dibalas anggukan sahabat-sahabatnya.
Neji, Gaara dan Kiba tidak bisa menahan senyum mereka setelah mendengar cerita senior mereka. Mungkin memang tidak ada yang perlu mereka khawatirkan.
.
Neji dan Gaara sama sekali belum mengalihkan pandangan mereka dari sosok Sasuke yang terbaring lemah di dalam ruang perawatan. Sore tadi mereka akhirnya mengetahui penyebab pemuda beriris onyx itu tak sadarkan diri. Dan setelah dilakukan penelitian, penyebab itu makin jelas; Sasuke mengalami keracunan.
Pihak keamanan sudah mewawancarai beberapa orang yang sempat melihat Sasuke sebelum menyusul Naruto menemui para Chrysanths diluar gedung. Dari informasi yang didapat, beberapa orang sempat melihat seseorang yang diduga sebagai anti-fans memberikan sebotol minuman pada lead vocal Konoha's Academy itu.
Dan setelah dilakukan penyisiran, botol minuman itu akhirnya ditemukan pihak keamanan. Hasil laboratorium menyatakan bahwa minuman itu telah dicampur oleh sesuatu yang berhasil meracuni sang Uchiha.
"Mana Naruto?" tanya Neji. Sejak tiba di Rumah Sakit beberapa menit yang lalu, ia belum melihat pemuda berambut pirang itu.
"Iya, mana Naru-nii? Semalam dia tidak pulang kan?" Kiba ikut bertanya.
"Dia sedang briefing dengan tim drama seri mengenai acara penayangan perdana yang akan dilakuan beberapa hari lagi," jawab Kakashi.
"Jujur saja, aku baru kali ini melihat Naruto sepanik kemarin," tutur Gaara.
"Aku bahkan tidak pernah menyangka dia bisa membentakku seperti itu," Neji tak habis pikir.
"Naru-nii bahkan tidak pulang dan bersikeras menunggu Sasu-nii semalaman. Dia bersikap terlalu protektif pada Sasu-nii," Kiba menggembungkan pipi.
Walaupun ketiganya sudah mendengar cerita Deidara dan anggota Akatsuki yang lain mengenai sifat 'keibuan' Naruto, mereka tetap merasa janggal dengan keprotektifan yang ditunjukkan leader mereka kemarin.
Neji, Gaara dan Kiba kembali menatap Sasuke yang masih belum sadarkan diri. Seharusnya anggota tertua Konoha's Academy itu sedang mengikuti briefing dengan Naruto sekarang. Sasuke dan Naruto diminta berduet untuk menyanyikan salah satu lagu di drama seri yang baru saja selesai diproduksi sebulan yang lalu itu.
"Kau tahu kenapa Naruto bersikap aneh seperti kemarin, manager?" Neji memecah keheningan.
Kiba dan Gaara menolehkan kepala dan menatap rapper Konoha's Academy yang sedang mendudukkan diri di kursi tunggu. Tatapan mereka kemudian beralih pada manager mereka.
"Apa kau mengetahui sesuatu yang tidak kami ketahui, manager?" Gaara ikut bertanya.
Kakashi yang sejak tadi bersandar di dinding dengan kedua tangan berada didalam saku tampak menggeleng pelan.
"Aku memang mengenal Naruto sebelum ia bergabung dengan Konoha's Academy, tapi itu tidak berarti aku mengetahui semua hal tentang leader kalian ini," ucapnya.
Neji memejamkan matanya selama beberapa menit. Sebenarnya ada yang ingin ia tanyakan pada leader-nya mengenai Yottsu Kikou. Pemuda Hyuuga itu merasa perlu meminta klarifikasi dari si pirang mengenai kebenaran alasan bubarnya Yottsu Kikou karena ia tidak ingin mempercayai salah satu artikel yang dibacanya beberapa hari yang lalu.
'Yottsu Kikou, boyband yang berada di bawah label Konoha Production, gagal mendapatkan kontrak album mereka. Menurut seorang narasumber, salah satu dari Haru, Natsu, Aki dan Fuyu tidak menandatangani kontrak album baru mereka. Manager Yottsu Kikou sendiri sudah membenarkan bahwa boyband ini memang tidak melanjutkan karir grup mereka karena Yottsu Kikou sendiri sebenarnya dibuat hanya untuk batu lompatan masing-masing anggotanya sebelum menjalani karir solo mereka. Narasumber kami pun membenarkan hal ini, namun ia menambahkan bahwa sebenarnya Natsu, leader Yottsu Kikou, adalah anggota pertama yang memutuskan untuk memulai debut solo-nya, bahkan sebelum management menawarkan kontrak album baru mereka.'
TBC
Balasan review:
Uzumaki Chiaki: Hampir tiap hari mengecek fic ini? Ah, saya terharu, ternyata ada yang menunggu update-an fic ini. Maaf sudah membuat Chiaki menunggu terlalu lama *bow*
Fanservice : scene atau kejadian yang dilakukan/dibuat sekedar untuk menghibur fans (Yahoo! Answer). Kalau di komik, fanservice biasanya berupa elemen cerita yang sebenarnya tidak memiliki hubungan dengan cerita itu sendiri, seperti penggambaran pakaian yang dibuat untuk mengekspos keseksian karakter dan semacamnya, dan itu dibuat hanya sebatas untuk menyenangkan fans dan membuat fans tertarik dengan cerita terserbut (; .org).
Kuro ni shiroi: Iya, NatsuFuyu~ X3 Apakah update-an ini masih terlalu lama? ^^
Vii no Kitsune: Eeeh, kecelakaan kenapa? O.O Lebih panjang? Ahahaha, saya tidak bisa menjanjikan itu, gomen. Kilat? Saya juga tidak yakin ini bisa disebut kilat =.= Yosh, ganbarimasu!
Keyra: Hoo, nama di balasan review kah? Saya tidak yakin bisa memasukan flashback tentang mereka disini, karena saya fokus menceritakan Konoha's Academy. Yep, hwaiting! ^^
