Konoha's Academy
Disclaimer : selalu jadi miliknya Kishimoto Sensei…
Warning : AU. DON'T LIKE, DON'T READ! Shounen Ai, Typo, OOC dan OOC, dll, dkk, dst.
Enjoy It!
#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#
.
Twelfth Chapter : Reveal The Truth
.
Kegiatan Konoha's Academy tetap berlangsung sesuai dengan jadwal yang ada. Kealfaan Sasuke sempat menimbulkan desas-desus mengenai pergantian personil, tapi kabar itu segera ditepis Naruto. Sang leader juga meluruskan pemberitaan simpang-siur setelah foto-foto Sasuke yang dibawa ke Rumah Sakit tersebar luas. Paparazzi memang harus selalu diwaspadai.
"Kau yakin tidak mau ikut kami pulang, Naru-nii?" tanya Kiba setelah van Konoha's Academy berhenti di pelatanran Rumah Sakit.
"Tidak malam ini, Kiba. Aku belum bisa meninggalkan Sasuke," jawab Naruto.
"Kau butuh istirahat, Naru," ucap Gaara.
"Hari ini kita hanya menyanikan dua lagu dan duduk seharian di dua stasiun radio, Gaara. Itu tidak membuatku kelelahan," balas Naruto dengan gelengan pelan.
"Masalahnya bukan terletak di kegiatan kita hari ini. Kami tahu persis kau pasti kurang tidur selama menemani Sasuke," Neji berujar.
"Percaya padaku, aku baik-baik saja," Naruto meyakinkan ketiga rekannya.
Sebelah tangan pemuda berkulit tan itu terulur untuk membuka pintu mobil. Setelah keluar dari van, Naruto menatap tiga sahabatnya yang tampak cemas.
"Daripada kalian mengkhawatirkanku, lebih baik kalian mengkhawatirkan keadaan kalian sendiri. Manager, tolong pastikan mereka baik-baik saja di apartemen."
Kakashi yang sejak tadi diam di belakang kemudi dan menatap leader muda itu hanya membalas dengan anggukan.
"Aku tahu kalau kau mengkhawatirkan kami, tapi tidak perlu sampai meminta manager mengawasi kami, Naru-nii. Kami bukan anak kecil," rutuk Kiba dengan wajah kesal.
Naruto hanya tertawa pelan sebelum menutup pintu dan menatap van Konoha's Academy berlalu dari melangkahkan kaki menyusuri koridor yang sepi. Tentu saja sepi, bisa dipastikan ia adalah satu-satunya pengunjung yang datang di waktu hampir tengah malam seperti ini. Beruntung Kakashi berhasil membujuk pihak Rumah Sakit untuk memperbolehkan anggota Konoha's Academy mengunjungi Sasuke kapanpun.
"Eh? Kau belum tidur, Teme?" tanya Naruto yang cukup terkejut melihat lead vocal-nya tengah duduk bersandar di tumpukan bantal.
"Lebih tepatnya baru bangun, Dobe," jawab Sasuke. "Mana yang lain? Kau sendirian?"
Naruto menarik sebuah sofa tunggal yang ada di kamar rawat dan memposisikannya di samping tempat tidur. Ia kemudian melepaskan jaket yang sejak tadi dikenakannya dan menyamankan diri.
"Kusuruh mereka pulang. Hari ini cukup melelahkan, mereka harus cukup istirahat."
Sasuke memperhatikan sang Uzumaki yang sedang meregangkan tubuh dan menepuk-nepuk bahunya.
"Kalau hari ini cukup melelahkan, lalu kenapa kau malah datang kemari? Bukankah sebaiknya kau juga istirahat?"
"Aku kan ingin menjengukmu, Teme. Lagipula aku bisa tidur disini seperti kemarin, tidak masalah kan?"
Sasuke hanya menghela nafas. Kadang ia tak bisa memahami pemikiran sahabatnya satu ini. Ia tahu benar kalau Naruto mencemaskan keadaannya, tapi ia tidak tahu kenapa Naruto harus bersikap seprotektif ini padanya.
"Kau tidak perlu melakukan semua ini, Dobe. Aku baik-baik saja," ucap Sasuke dengan tapan mengarah pada Naruto yang sedang menyandarkan kepala di sandaran sofa.
"Aku tahu kau akan baik-baik saja, tapi aku tidak bisa meninggalkanmu, Teme. Aku tidak akan mengulangi kesalahanku," ungkapnya dengan volume suara yang makin menghilang.
Sasuke berhenti bersandar dan menggeser tubuhnya hingga ke tepi tempat tidur, berdekatan dengan tubuh Naruto yang tampak lelah.
"Kau tidak akan mengulangi kesalahan apapun, Naruto. Kau bahkan tidak pernah membuat kesalahan itu."
"Aku melakukan kesalahan itu, Sasuke. Aku meninggalkannya—aku melakukan kesalahan itu." Naruto menutup matanya rapat-rapat.
Naruto hanya diam ketika merasakan sebelah tangan Sasuke membawa kepalanya bersandar di dada sang Uchiha. Dan saat ia merasakan dagu Sasuke di puncak kepalanya dan sebelah tangan berkulit porselen membelai rambut pirangnya, Naruto tak bisa lagi menahan air mata yang sudah menggenang sejak ia menutup mata.
# # #
Tsunade menggelengkan kepala dan menatap tajam pemuda yang sedang berdiri di hadapannya. Wanita cantik itu menghentikan permainan keyboard-nya.
"Kau benar-benar butuh istirahat, suaramu sama sekali tidak bagus," ungkapnya lugas.
Naruto menutup matanya sejenak dan mengangguk. Sejak Sasuke dirawat tiga hari lalu, ia memang tidak mendapatkan waktu tidur yang berkualitas.
"Aku tahu kau mengkhawatirkan Uchiha satu itu, tapi mulai saat ini kau juga harus mengkhawatirkan dirimu sendiri," ucap Tsunade.
"Aku mengerti."
"Kau tidak bisa mengesampingkan posisimu sebagai leader karena masalah ini. Semua orang memperhatikanmu, Naruto. Aku yakin kau tahu itu."
Naruto menatap iris hijau sang pelatih dan mengangguk. Tsunade kembali meletakkan jemarinya di atas tuts.
"Kita ulangi sekali lagi. Bagaimanapun juga aku tidak bisa membiarkanmu mengacaukan acara peluncuran drama itu siang nanti, anak nakal," tutur Tsunade, membuat senyum tipis tersungging di bibir sang Uzumaki.
Kakashi duduk di ruang santai gedung management. Hari ini Neji dan Gaara dan Kiba sedang menjalani sesi pemotretan untuk album Konoha's Academy yang rencananya akan dirilis dengan format special edition. Pemotretan cover album Konoha's Academy sendiri akan dilaksanakan setelah keadaan Sasuke membaik.
Suara dering ponsel membuat lelaki bermasker itu segera merogoh saku celananya. Dan ketika membaca nama penelpon, Kakashi mengerutkan dahi.
"Moshi-moshi," sapanya.
Beberapa saat setelah membiarkan si penelpon berbicara, Kakashi menghela nafas dan menggelengkan kepala.
"Kau yakin? Aku bisa dibunuhnya nanti."
Dan ketika mendengar balasan berupa 'Aku akan membantumu mengambil uang asuransi kalau sampai terjadi sesuatu padamu.', Kakashi melepaskan tawanya.
"Baiklah, tunggu setengah jam dari sekarang. Aku harus mengantarkan Naruto ke tempat peluncuran drama dulu, baru aku bisa menemuimu," ujarnya sebelum memutuskan sambungan.
"Hei, manager. Cepat sekali kau datang," sapa Naruto yang baru saja memasuki ruangan.
"Kau mau langsung berangkat?"
"Yup. Karin sudah berangkat duluan, jadi aku siap-siap disana."
Kakashi mengangguk paham dan bangun dari duduknya. Mereka terus mengobrol sepanjang perjalanan ke gedung tempat peluncuran sebuah drama diadakan. Sebulan setelah peluncuran single Konoha's Academy, pihak produksi serial drama itu meminta Sasuke dan Naruto untuk menyanyikan salah satu saoundtrack dengan formasi duet.
Tsunade sendiri mendukung pilihan produser drama tersebut, dan setelah berdiskusi dengan ketiga anggota Konoha's Academy yang lain, Naruto dan Sasuke menerima tawaran itu.
"Kau yakin bisa menyanyikan lagu itu sendiri, tanpa Sasuke?" tanya Kakashi.
"Ini bukan pertama kalinya aku menyanyikan lagu duet seorang diri, manager. Kau tenang saja," tutur Naruto percaya diri.
"Tapi aku heran, kenapa kau mau menyanyikan lagu itu? Maksudku, tidak biasanya kau mau menerima lagu dengan nada mendayu dan melankolis seperti soundtrack itu," tanya Kakashi penasaran.
Naruto melepaskan tawa. Ia dan Sasuke memang mendapatkan lagu bertempo pelan dan mendayu. Dan seperti yang dikatakan Kakashi, ia tidak begitu menyukai lagu yang bertempo lambat dengan 'suasana' melankolis. Tapi, saat mendengar melodi lagu yang ditawarkan padanya, pemuda ceria itu malah menyukainya.
"Kurasa aku mulai menyukai lagu-lagu seperti itu, manager. Lagu bertempo lambat memang sedikit menyulitkanku, karena aku harus menjaga nafasku agar bisa menyanyikan nada-nada panjang. Aku juga harus menjaga vibraku agar tidak merusak lagu itu. Tapi aku menyukainya."
"Baguslah," balas Kakashi sembari membelokkan mobil memasuki basement gedung. "Lagipula, lagu semacam itu bisa membantumu menghemat energi, mengingat kau adalah penyanyi yang tidak bisa diam kalau sudah di panggung," lanjutnya
"Kau menyebalkan, manager."
Kakashi hanya tertawa menanggapi ucapan Naruto. Setelah memastikan Naruto memasuki gedung dengan aman, lelaki itu kembali ke mobil dan melanjutkan tugasnya.
.
"Sepertinya kau sudah siap."
Satu kalimat itu membuat Naruto mengalihkan pandangan dari cermin lebar di depannya. Ia sedikit terkejut mendapati Neji, Gaara dan Kiba berdiri di pintu restroom. Tiga anggota Konoha's Academy itu melangkah mendekati sang leader.
"Kenapa kalian ada disini? Bagaimana dengan pemotretannya?" tanya Naruto heran.
"Kami menundanya. Setelah acara ini selesai, kami akan kembali ke studio," papar Gaara. Naruto menghela nafas.
"Jangan katakan kalau kami tidak seharusnya melakukan itu, Naru-nii," Kiba angkat bicara sebelum kakaknya membuka mulut.
"Ini debutmu menyanyikan soundtrack drama kan? Kami ingin menjadi bagian dari momen berhargamu," ungkap Neji.
"Dan kami tidak akan membiarkanmu bersenang-senang sendirian," tambah Gaara.
Naruto mendengus geli mendengar ucapan sang Sabaku. Ucapan itu juga pernah ia lontarkan pada Sasuke saat mereka baru saja mendengar pembagian suara dari Tsunade.
"Kami akan menempati kursi penonton paling depan," ucap Neji.
"Berjuanglah," sambung Gaara.
"Ganbatte!" timpal Kiba sembari menunjukkan kepalan tangan. Naruto tertawa melihat ekspresi si bungsu.
Setelah ketiga temannya pergi, Naruto kembali memperhatikan penampilannya di depan cermin. Walaupun ia hanya akan tampil di sesi kedua, saat perkenalan soundtrack drama, ia tidak mau mengecewakan Chrysanths dan penonton yang sudah menyempatkan diri hadir di acara ini.
Pemuda berkulit tan itu menggulung lengan kemeja putihnya sesiku. Ia kemudian mengancingkan vest dark brown yang dikenakannya. Matanya kini terarah pada celana berawarna abu-abu muda yang melekat di kaki jenjangnya.
"Ck, harusnya aku memakai sepatu cats warna putih," rutuknya.
"Kau sudah siap, Naruto?" tanya Karin yang baru saja kembali setelah pergi entah kemana.
"Aku tidak akan memakai dasi," ungkap Naruto sembari melepaskan dasi di kemejanya. Ia kemudian membuka dua kancing teratas kemeja yang dipakainya.
"Yah, kurasa begitu lebih baik," ungkap Karin setelah Naruto merapikan pakaiannya. "Kadang aku merasa posisiku sebagai tim wardrobe Konoha's Academy terancam karena kemampuanmu memadu-padankan pakaian, Naru."
Naruto tertawa geli mendengar ucapan wanita berkacamata itu. Ia lalu membalikkan tubuh dan membelakangi cermin yang sejak tadi memantulkan bayangannya.
"Kau tenang saja, Karin. Aku menyukai pekerjaanku, dan aku belum berniat merebut posisimu. Lagipula, aku tidak akan bisa membuat rancangan pakaian sebagus milikmu."
Karin hanya tersenyum menanggapi ucapan sang leader muda. Setelah memastikan penampilannya sekali lagi, Naruto pergi meninggalkan Karin di restroom.
Saat sampai di backstage, Kakashi sudah berdiri dan berbincang dengan Haku, pemuda manis yang juga dipilih untuk membawakan salah satu soundtrack di drama ini.
"Ah, kau sudah datang rupanya," ucap Kakashi begitu melihat sosok Naruto.
"Aku tidak terlambat kan, manager?" tanya Naruto setelah sebelumnya menyapa Haku.
"Penampilanmu setelah ini, Naruto-san. Semoga berhasil," tutur Haku disertai senyum.
"Terimakasih," balas Naruto dengan senyum lebar.
Dan setelah menunggu, akhirnya pemandu acara mempersilakan Naruto naik ke atas panggung. Naruto berbincang dengan pemandu acara sebelum akhirnya bersiap menyanyi. Sepasang mata beriris langit miliknya terarah pada tiga rekannya yang duduk di kursi terdepan.
"Sebelumnya aku ingin meminta maaf karena Sasuke, rekan duetku, tidak bisa hadir hari ini. Semoga kekurangan ini tidak membuat kalian kecewa," ungkap Naruto sebelum melodi intro lagu terdengar.
Semua yang ada di studio tampak menikmati lagu yang dinyanyikan sang Uzumaki. Tiga anggota Konoha's Academy yang menyaksikan langsung penampilan leader mereka tampak kagum. Kemampuan vokal Naruto memang tidak bisa diremehkan.
.
It looks familiar
My heart is beating
You have taken my heart
.
I will tell you now
I will be brave
May I love you now?
.
Nafas sang Uzumaki sempat tercekat saat mendengar suara bariton yang amat dikenalnya menyambung bait lagu yang sedang ia nyanyikan. Dan perlahan, sosok Sasuke muncul dari balik panggung.
Naruto segera kembali ke alam sadar saat Sasuke selesai menyanyikan bagiannya. Pemuda pirang itu pun melanjutkan lagu dengan mata terpaku pada sosok Sasuke di sampingnya. Pemuda bermarga Uchiha itu mengenakan sweater turtleneck berwarna abu-abu muda dan celana dark brown, sementara rambut raven-nya tampak ditutupi Gatsby hat berwarna coklat.
# # #
Sasuke bisa merasakan emosi mulai menguasai pikirannya. Ini adalah hari keduanya keluar dari Rumah Sakit, dan ia sama sekali tidak mengharapkan situasi ini terjadi ketika ia belum cukup kuat untuk menghadapi emosinya sendiri.
Selain karena kesehatannya yang masih belum pulih benar, padatnya jadwal hari ini pun mempengaruhi kemampuan sang Uchiha untuk mengendalikan emosi. Ia lelah, sangat lelah bahkan. Dan ia yakin keempat rekannya yang lain pun merasakan hal yang sama.
"Apa berita yang tertulis di artikel yang kubaca itu benar, Naruto?" Neji mengulangi pertanyaan untuk ketiga kalinya.
Sementara Neji menunggu jawaban, Naruto yang tengah duduk disamping Sasuke terlihat menundukkan kepala dan menghela nafas. Naruto tahu salah satu dari ketiga rekannya akan menanyakan hal ini, tapi ia tidak tahu kalau akan secepat ini.
"Naru-nii memang pernah mengakui kalau Yottsu Kikou bubar, tapi aku tidak percaya kalau hal itu terjadi karena Naru-nii memutuskan untuk keluar dari grup itu, Neji-nii," ungkap Kiba.
"Lalu kalau bukan karena itu, apa alasan Yottsu Kikou bubar?" tanya Neji. "Aku sudah bertanya pada beberapa staf di management mengenai hal ini, dan kebanyakan dari mereka memberitahuku kalau ada salah satu dari anggota Yottsu Kikou yang tidak menandatangani kontrak album baru mereka," ungkap Neji.
"Tapi, Neji, kau tidak punya bukti kalau Naruto adalah orang itu!" Gaara membela sahabatnya.
"Tapi diantara mereka, Naruto adalah anggota pertama yang keluar dari management, Gaara. Bagaimana mungkin dia melakukan itu kalau dia menandatangani kontrak album?" tanya Neji.
Gaara dan Kiba terdiam mendengar penuturan rapper mereka. Keduanya, terutama Gaara yang baru saja mengetahui kalau Naruto dan Sasuke adalah anggota Yottsu Kikou, terkejut saat Neji menanyakan alasan bubarnya Yottsu Kikou ketika mereka sedang beristirahat di ruang keluarga apartemen.
Sasuke yang sama sekali tidak beranjak dari sisi si pemuda pirang menutup matanya rapat-rapat. Sebelah tangannya sudah mengepal sejak tadi, berusaha meminimalisir kekesalan. Bagaimana bisa Neji bicara seperti itu pada leader-nya? Dan kenapa Naruto tidak membela diri? Kenapa pemuda pirang itu memilih untuk diam?
Sasuke membuka mata dan bangun dari duduknya sebelum kemudian menarik sebelah tangan sang Uzumaki.
"Kita pergi," ucapnya dengan nada datar.
Belum sempat mereka keluar dari ruang keluarga, Neji sudah menahan sebelah tangan Naruto yang bebas. Sasuke membalikkan tubuhnya dan menatap tajam pemuda beriris lavender itu.
"Lepaskan," perintahnya tegas.
"Tidak. Tidak sebelum kalian bicara mengenai alasan bubarnya Yottsu Kikou," tolak Neji.
Kini Gaara dan Kiba ikut bangkit dan berdiri di belakang Neji. Sasuke mengeratkan genggaman tangannya sementara Naruto masih diam.
"Kenapa kau tidak bicara, Naruto? Apa kabar itu benar? Apa benar kau tidak menandatangani kontrak dan lebih memilih untuk keluar dari Yottsu Kikou?"
Dan dengan pertanyaan itu, Naruto mengangkat wajah dan menatap Neji dengan tatapan yang belum pernah dilihat sebelumnya, baik oleh Neji, Gaara dan Kiba. Dengan kasar Naruto melepaskan genggaman tangan Neji.
"Ya, aku memang tidak menandatangani kontrak itu. Aku bahkan tidak sudi melihat kertas itu dihadapanku," paparnya datar.
Neji terpaku ditempatnya. Ia sama sekali tidak bisa membalas ucapan pemuda yang setahun lebih tua darinya itu. Naruto mengalihkan pandangannya.
"Ya, aku memilih keluar dari Yottsu Kikou dan keluar dari management. Ya, aku meninggalkan nama "Natsu" dan mengubur nama Yottsu Kikou."
"Hentikan, Dobe," Sasuke makin mengeratkan genggaman tangannya.
"Aku tahu aku mengecewakan banyak orang di management. Aku juga sudah mengecewakan Sasuke dan Yahiko. Aku bahkan mengecewakan diriku sendiri," papar Naruto.
Kiba dan Gaara tampak tidak percaya dengan fakta yang dikatakan sang Uzumaki. Naruto menatap wajah Neji, Gaara dan Kiba satu persatu. Ia tersenyum pahit dan menghela nafas.
"Aku memang anggota Yottsu Kikou pertama yang memutuskan untuk keluar, dan hal itulah yang membuatku merasa gagal sebagai seorang leader," paparnya.
Neji mengepalkan tangan kuat-kuat, menahan diri untuk tidak meluapkan emosinya. Ia tidak percaya bahwa apa yang dikatakan media bahwa "Natsu" meninggalkan Yottsu Kikou dan memilih bersolo karir adalah benar.
Pemuda Hyuuga itu memang baru mengenal sang Uzumaki saat mereka disatukan dalam Konoha's Academy, tapi ia sama sekali tidak menduga kalau Naruto bisa mengambil keputusan yang sangat egois; meninggalkan grup lamanya dan merintis karirnya sendiri setelah kemampuannya diakui banyak orang.
"Aku mengakui kalau apa yang kau katakan tadi memang benar, Neji. Aku tidak menandatangani kontrak dan aku adalah anggota pertama yang memutuskan untuk bersolo karir," ucap Naruto lagi.
"Cukup, Naruto. Kita pergi."
Dan dengan kalimat singkat itu, Sasuke menarik Naruto keluar dari apartemen, meninggalkan ketiga rekan mereka yang belum bisa menunjukkan reaksi apapun.
TBC
Author Notes: lirik yang ada di atas itu translate-an lagu "May I Love You?" yang dinyanyikan Jaejoong dan Yunho. Penyanyi aslinya memang bukan mereka, tapi aku lebih suka versi dua anggota TVXQ itu~ Ah, jangan lupa untuk ikut meramaikan event FBSN, "Hanashu of Chocolato", di hari Valentine nanti~
Balasan review:
Vii no Kitsune: ngebut? O.O Hati-hati, nanti kalau ada apa-apa kan bahaya. Sepertinya sebentar lagi juga fic ini selesai, karena saya memang tidak mau fic ini terlalu panjang. Bulan ujian? Ujian saya masih lama, tapi paper sudah mulai menumpuk ==" Doakan saja supaya saya bisa menyelesaikan fic ini dengan lancar. Osh, ganbarimasu! ^^
Uzumaki Chiaki: Suka? XD Bentuk fanservice itu macam-macam, dan salah satunya adalah menunjukkan kedekatan (kata aslinya sih 'keintiman') antar personil (kalau di grup) pada media. Yang melakukan ini kebanyakan adalah pemuda yang ada di dalam satu band dll. Fanservice-nya bisa hanya sekedar bersentuhan, bergandengan tangan atau memberikan kesan pada fans bahwa 'ada yang sedang terjadi' diantara keduanya (Urban Dictionary). Semoga penjelasannya bisa dimengerti ^^
