Konoha's Academy

Disclaimer : Naruto dkk selalu jadi miliknya Kishimoto Sensei.

Warning : AU. DON'T LIKE, DON'T READ!Shounen Ai, Typo, OOC dan OOC, dll, dkk, dst.

Balasan review: untuk kali ini balasan review saya cantumkan di awal ^^

Uzumaki Chiaki: =.=" Iya, masih TBC karena rasanya aneh kalau saya akhiri fic ini di chapter kemarin. Yup, sudah saya lanjutkan ^^

Keyra : kalau ga salah Eunhyuk juga punya kebiasaan yang sama kan? Ga terbayang apa yang terjadi kalau mereka tidur sekamar *daydreaming* Pasti lucu, hahaha XD Ini adalah cerita fiksi, dan bukan kejadian nyata. Ah, iya, chap kemarin typo(s) memang bertebaran dimana-mana, mianhaeyo ^^

Vii no Kitsune: Hee? Kenapa ga mau komen lagi? Flamer? Kalau boleh jujur, saya suka reader yang memberi komentar mereka tentang fic yang saya buat, bukan hanya sekedar mengisi kolom review dengan kalimat 'Cepat update' atau 'Fic-nya bagus'. Komentar, kritik dan saran adalah perhatian yang saya butuhkan sebagai author yang masih belajar, jadi jangan sungkan mengemukakan komentar dan memberi kritik atau saran ^^

Enjoy It!

#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#

.

Fifteenth Chapter : Begin

.

"Ohayou gozaimasu," sapa Naruto dengan tubuh sedikit membungkuk pada kamera-kamera yang mengarah padanya dari pintu masuk kamar apartemen. "Selamat pagi semuanya. Hari ini Konoha's Academy akan melaksanakan
rehearsal terakhir sebelum mini konser kami. Ah, silakan masuk."

Ya, ini adalah hari terakhir bagi Naruto dan keempat rekannya mempersiapkan mini konser sekaligus peluncuran album perdana mereka. Sudah hampir seminggu sejak pembicaraan 'dewasa'nya dengan Neji, dan kini keadaan diantara sang leader dan adiknya itu sudah pulih seperti sedia kala.

Kameramen dan kru yang datang memang ditugaskan pihak management untuk merekam kegiatan persiapan terakhir para anggota Konoha's Academy sebelum mini konser mereka. Semua kru yang memasuki apartemen itu akan mengikuti kegiatan Konoha's Academy selama seharian penuh, dimulai sejak pagi ini.

"Maaf kalau apartemen kami berantakan, aku belum sempat membereskannya karena kesibukanku akhir-akhir ini," ucap Naruto.

"Apartemen ini sama sekali tidak terlihat berantakan, leader-kun," ucap salah seorang kru.

Sejujurnya apartemen yang ditempati Konoha's Academy ini memang tidak berantakan. Hanya saja, bantal sofa yang tidak ditempatkan di posisinya dan majalah yang tampak tidak rapi di rak membuat Naruto merasa kalau apartemennya sedang tidak dalam keadaan yang rapi.

"Berhubung kalian datang lebih pagi dari yang direncanakan, kurasa tiga anggota Konoha's Academy yang lain masih tidur di kamar mereka," papar Naruto yang sedang memimpin kru ke dapur.

"Sasuke, sapa tamu kita," ucap Naruto setelah ia memasuki ruang makan yang masih terletak di area dapur dan menemui lead vocal-nya.

"Hai'. Ohayou gozaimasu," Sasuke yang sedang duduk sedikit membungkukkan tubuh.

"'Touto kita masih tidur, 'Suke?"

"Kurasa begitu. Aku belum membangunkan mereka."

"Hmm, baiklah. Tidak keberatan kalau aku meminta kalian membantuku membangunkan mereka?" tanya Naruto yang dibalas anggukan kamera. "Bagus!"

Naruto kini mengajak dua kameramen dan beberapa kru ke kamar adik-adiknya, sementara dua kameramen dan sisa kru yang lain tinggal bersama Sasuke. Kamar yang pertama mereka datangi adalah kamar anggota termuda, Inuzuka Kiba. Naruto duduk di tepi tempat tidur dan menunjuk sosok yang bersembunyi dibalik selimut.

"Akhir-akhir ini Kiba tidur terlalu larut. Dia berlatih keras untuk mini konser kami karena dia tidak ingin mengecewakan siapapun," ungkap si pemuda pirang.

Naruto menarik selimut berwarna coklat milik sang Inuzuka. Perlahan wajah lelap Kiba muncul. Si bungsu tampak tidur dengan nyenyak.

"Haruskah kubangunkan dia?" tanya Naruto sembari menatap kamera. "Kadang aku merasa tidak tega kalau harus menganggu istirahat teman-temanku. Itulah kenapa aku bersyukur karena Sasuke yang mendapat bagian membangunkan kami berempat," tutur Naruto.

Pemuda berkulit tan itu kemudian mengguncang-guncangkan tubuh Kiba dan memanggil namanya, berusaha membawa si bungsu ke alam sadar. Kiba tampak menggosok matanya beberapa kali sebelum membukanya perlahan.

"Pagi, Kiba," sapa Naruto dengan senyum lebar.

"Pagi, Naru-nii," balasnya dengan suara parau, khas orang yang baru bangun tidur.

Beberapa saat setelah mengumpulkan kesadaran, Kiba membulatkan mata terkejut ketika menyadari dua kamera sedang menyorotnya.

"Kau sudah benar-benar bangun sepertinya," Naruto menyeringai melihat keterkejutkan tampak di wajah adik bungsunya. "Kau tidak lupa hari ini kan?"

"Aaaahh! Maafkan aku," ucap Kiba yang langsung duduk dan membungkukkan tubuh beberapa kali kepada kamera. "Kalian datang lebih cepat dari yang kukira," lanjutnya.

"Oke, Kiba sudah bangun, sekarang ayo kita bangunkan Gaara dan Neji," tutur Naruto. "Kiba, bersiaplah dan segera ke ruang makan begitu kau selesai."

Kiba mengacungkan ibu jarinya dan langsung menghambur ke kamar mandi. Naruto yang melihat tindakan si bungsu hanya tertawa pelan. Ia lalu mengajak kameramen ke kamar Neji dan Gaara. Ia membuka pintu perlahan dan menunjuk ke tempat tidur beraksen putih dan merah gelap yang ada di kamar bernuansa lavender dan hijau muda itu.

"Apa kalian tahu? Tempat tidur Gaara baru datang beberapa bulan yang lalu. Tadinya mereka tidur di bunkbeds, bisa kalian bayangkan?" ungkap Naruto yang sudah mendudukkan diri disisi tempat tidur Gaara.

Awalnya Neji memang tidak memprotes kebiasaan tidur Gaara yang selalu menjatuhkan sesuatu dari tempat tidurnya, tapi lama kelamaan pemuda bermarga Hyuuga itu lelah juga 'diberi hadiah' tiap malam oleh sang Sabaku. Dan atas bantuan Naruto, akhirnya Gaara mendapatkan tempat tidurnya sendiri.

"Gaara, cepat buka matamu. Kau tidak mau terlambat kan?" tanya Naruto dengan tangan mengguncang bahu pemuda berambut merah yang masih menutup mata.

"Hmmm… Lima menit lagi," balas Gaara sambil menggulingkan tubuh ke samping. Naruto mendengus geli.

"Gaara, sampai kapan kau mau ada di dalam bungkusan selimut itu? Cepat bangun dan bersiap."

Gaara terlihat menganggukkan kepala dan mendudukkan diri. Naruto tersenyum puas dan beralih ke tempat tidur pemuda berambut coklat panjang. Ia kembali menatap kamera.

"Kalau kalian pikir Neji adalah sosok pemuda yang selalu bangun dengan damai di pagi hari, aku meminta kalian memikirkannya lagi setelah ini," ucapnya sebelum mengguncang tubuh vokalis bariton sekaligus rapper Konoha's Academy itu.

Neji tampak enggan membuka mata dan malah menarik selimut yang kini sukses menutupi semua tubuhnya. Gaara yang sudah sadar langsung meminta maaf pada kamera yang menyorotnya karena ia terlambat bangun (Naruto membawa dua kameramen bersamanya, ingat?).

"Diantara kami berlima, Neji adalah anggota yang paling sulit bangun pagi. Aku tidak bisa menyalahkannya, karena Neji memang tidak termasuk morning person. Tapi tetap saja, kalau dia tidak segera bangun, jadwal kami akan berantakan," Naruto masih berusaha membangunkan Neji.

"Sebaiknya kau lakukan apa yang biasanya dilakukan Sasuke, Naru. Kau tidak akan berhasil membuatnya membuka mata tanpa melakukan itu," usul Gaara yang segera melangkah ke kamar mandi untuk bersiap.

Dua kameramen menatap Naruto dengan tatapan 'apa-yang-dimaksud-Gaara?'. Naruto menyeringai tipis dan bangun dari duduknya. Ia mendekati sebuah keyboard yang ada disamping meja komputer.

"Membangunkan Neji memang membutuhkan cara khusus. Sejak April Fool yang kami lakukan bersama, Neji jadi over protective pada benda kesayangannya ini," Naruto menyalakan keyboard.

"Memangnya apa yang terjadi waktu itu, leader-kun?" tanya seorang kameramen. Naruto sedikit tertawa mengingat sesi balas dendam Sasuke pada Neji.

"April Fool tahun ini Sasuke dikerjai Neji, dan sebagai balasannya, Sasuke mengganti charger keyboard Neji dengan charger usang yang dia temukan di gudang. Saat itu Neji sangat marah karena mengira Sasuke benar-benar merusak keyboard-nya."

Naruto menatap Neji sesaat sebelum menekan beberapa tuts keyboard secara acak yang menghasilkan nada tidak harmonis. Dan beberapa detik setelah nada acak itu terdengar, Neji segera bangun dan duduk di atas tempat tidurnya.

"Menjauh dari keyboard-ku, Uchiha!" gerataknya dengan mata yang masih terpejam.

"Kalian lihat? Ini adalah cara khusus yang dipakai Sasuke untuk membangunkan Neji, dan cara ini selalu berhasil," Naruto tersenyum lebar.

.

"Kalian selalu makan pagi bersama seperti ini?" tanya seorang kru. Kini kelima anggota Konoha's Academy sedang berkumpul di meja makan dan menikmati sarapan mereka.

"Hmm, tidak selalu, karena kadang kami memiliki jadwal masing-masing," jawab Kiba.

"Kalau kami ada shooting pagi juga kami tidak sarapan di apartemen," sambung Gaara.

"Akan sangat menyenangkan kalau kami bisa makan bersama seperti ini setiap hari, tapi kami juga tidak bisa mengabaikan tanggung jawab kami yang lain," Naruto tersenyum.

"Kau selalu membuat sarapan setiap hari, leader-kun?" tanya kru itu lagi.

"Tidak selalu, toh Gaara dan Sasuke juga bisa memasak."

"Tapi tetap saja Naru-nii yang paling sering masak. Sasu-nii hanya bisa membuat onigiri, sementara Gaara-nii hanya bisa membuat ramen. Entah apa jadinya hidupku kalau mereka berdua yang memasak tiap hari," Kiba menghela nafas berat.

"Tapi pada akhirnya kau memakan masakan yang kami buat kan?" Gaara berujar kalem.

"Itu karena Naru-nii tidak akan mau memasak kalau masih ada makanan yang tersisa," Kiba menggembungkan pipi. Neji menahan tawa mendengar jawaban jujur adik bungsunya.

Setelah sarapan selesai, semua anggota Konoha's Academy kembali ke kamar mereka masing-masing untuk mempersiapkan barang apa saja yang akan mereka bawa sebelum pergi rehearsal hari ini. Semua anggota, kecuali sang leader yang masih berkutat di dapur.

"Apa yang sedang kau lakukan, leader-kun?" tanya seorang staff yang masih ada di dapur.

"Eh? Oh, ini. Aku sedang mempersiapkan bekal."

"Bekal?"

"Hai'. Akhir-akhir ini nafsu makan Kiba sedang meningkat, dan aku bisa menjamin kalau kami akan kesulitan keluar untuk membelil makan nanti. Jadwal kami hari ini padat. Itulah kenapa aku menyiapkan bekal."

"Kau bahkan mempersiapkan hal sekecil itu, leader-kun?" tanya seorang kru dengan tatapan tak percaya. Naruto membalas ucapan itu dengan tawa ringan.

"Bagiku ini bukanlah hal kecil. Aku adalah leader mereka. Aku bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada mereka dan aku pun harus memastikan kalau mereka tidak kekurangan hal yang mereka butuhkan."

"Naru-nii, ini aku bawakan tasmu," tutur Kiba sembari meletakkan sebuah tas olah raga di atas meja makan. Si bungsu kemudian melangkah mendekati Naruto yang sedang memenuhi kotak bekal berukuran sedang dengan beberapa potong onigiri, sandwich dan kentang goreng.

Dengan santai pemuda bermarga Inuzuka itu mengambil beberapa potong kentang goreng dan melahapnya dengan antusias. Naruto yang melihat kelakuan sang adik hanya menggelengkan kepala dan tersenyum tipis.

"Kau pasti sangat senang karena Naruto-kun selalu membuatkan makanan untukmu, Kiba-kun," ucap seorang kameramen.

"Uhm! Aku bersyukur karena salah satu diantara kami memiliki kemampuan memasak di atas rata-rata dari seorang pemuda pada umumnya."

"Apa masakan Naruto yang paling kau suka?"

"Aku suka semuanya! Naru-nii memang hanya bisa membuat beberapa masakan, tapi semuanya enak! Itulah kenapa aku tidak bosan memakan semua masakan buatannya walaupun kadang kami makan menu yang sama selama tiga hari berturut-turut," ungkap Kiba diiringi tawa.

"Oke, secara tidak langsung kau sudah memintaku untuk mempelajari menu baru, Kiba."

"Aku tidak bermaksud seperti itu lho."

"Kau tidak bermaksud mengatakannya secara langsung, aku mengerti."

Beberapa kru menahan tawa mendengar pertengkaran dua anggota Konoha's Academy itu. Setelah semuanya siap, mereka berlima akhirnya berangkat bersama sang manager yang ternyata sudah menunggu di lobi apartemen.

.

Kelima anggota Konoha's Academy duduk di tengah ruang koreo dengan nafas tidak stabil. Mereka baru saja mendapatkan waktu istirahat setelah berlatih koreo selama dua jam.

"Kami sedang istirahat," ucap Gaara kepada kamera yang ada di depannya.

"Kami memang sudah berlatih puluhan kali, tapi entah kenapa selalu ada hal yang membuat kami merasa kurang puas." Kini Sasuke yang bicara.

"Bicara tentang kekurang puasan, kurasa kita harus kembali berlatih bagian rap di salah satu lagu yang akan kita nyanyikan live nanti, Sasuke," Neji menatap anggota tertua di Konoha's Academy.

"Aku juga akan melatih falsetto-ku setelah ini," Naruto ikut bergabung dalam pembicaraan.

"Aku dan Gaara-nii masih akan berlatih koreo," tutur Kiba yang disambut anggukkan Gaara.

"Kalian sepertinya benar-benar mempersiapkan mini konser kalian," seorang kru berpendapat.

"Ini adalah mini konser pertama kami, tentu saja kami mempersiapkannya dengan serius," tanggap Kiba.

"Selain itu, di mini konser ini kami akan menyanyikan beberapa lagu yang ada di album perdana kami. Kami ingin memberikan kesan pertama yang memukau untuk semua Chrysanths," Neji berujar.

"Kami akan berusaha sebaik mungkin agar tidak mengecewakan siapapun," Naruto tersenyum.

"Apa yang paling kalian sukai dari kegiatan kalian di Konoha's Academy?" tanya seorang kru.

"Hm? Apa ya?" Kiba tampak berpikir.

"Kalau aku, kegiatan yang paling kusukai adalah latihan koreo seperti sekarang," jawab Gaara.

"Sudah kuduga," celetuk Neji yang langsung mendapat delikan tajam.

"Apa maksudmu?" tanya Gaara.

"Ya, sudah kuduga kalau kau pasti akan menjawab itu. Dance memang nomor satu dihidupmu kan?"

"Kau cemburu, Neji-nii?" goda Kiba dengan seringai di bibirnya.

"Oh, shut up. Untuk apa aku cemburu karena itu?" Neji mengerlingkan mata.

"Lho, bukannya karena Gaara-nii sering menghabiskan waktu di ruang koreo, kau jadi sering uring-uringan di apartemen?"

Neji melemparkan handuk kecil yang tersampir di bahunya ke wajah sang Inuzuka. Naruto hanya tertawa saat mendengar si bungsu membuka rahasia.

"Lalu bagaimana denganmu, Neji-kun? Kegiatan Konoha's Academy apa yang paling kau sukai?" tanya seorang kru.

"Yang paling kusukai adalah ketika aku menginjakkan kaki di tempat baru. Setelah merilis single, kami sering bepergian, dan rasanya menyenangkan bisa menginjakkan kaki di tempat yang belum pernah kudatangi sebelumnya."

"Tapi yang paling kusukai dari semua kegiatan kami adalah saat kami makan bersama," Kiba bicara.

"Apa di otakmu itu hanya ada kata 'makan', Kiba?" tanya Sasuke.

"Jangan salahkan aku. Kegiatan yang paling kusukai memang makan kok," jawab Kiba santai.

"Terserah kau saja." Sasuke tampaknya tak ingin membalas perkataan pemuda berambut cokelat berantakan itu lebih lanjut.

"Kalau kau, kegiatan kita yang paling kau sukai apa, 'Suke?" Kini giliran Naruto yang bertanya.

"Kau sendiri?" Sasuke membalikkan.

"Jawab dulu pertanyaanku," balas Naruto dengan kerlingan mata bosan. Sasuke meluruskan kedua kakinya yang tadi terlipat.

"Sejauh ini aku menyukai semuanya." Sasuke menatap Naruto, "Kau?"

"Kegiatan yang paling kusuka dari semua kegiatan yang kita jalani adalah saat kita bisa berkumpul seperti sekarang. Aku paling menyukai semua kegiatan yang kita lakukan bersama," ungkap Naruto dengan senyum lebar.

Kelimanya kembali berbincang dengan beberapa kru yang melontarkan pertanyaan seputar kegiatan sehari-hari mereka sebagai Konoha's Academy, sebelum akhirnya kelimanya berpisah dan melakukan kegiatan masing-masing sesuai dengan apa yang mereka katakan sebelumnya.

.

"Akhirnya kita sampai. Mini konser kami akan dilaksanakan di gedung ini," ungkap Gaara yang ada di dalam van Konoha's Academy.

"Jam empat lebih lima belas. Kami akan mulai rehearsal sekarang dan kembali ke apartemen jam sepuluh nanti," tutur Neji.

"Kalian siap turun?" tanya Kakashi yang membawa kendaraan mereka memasuki halaman gedung.

"Okay, here we go."

Naruto membuka pintu mobil dan melangkah turun. Ia memimpin anggotanya memasuki gedung dari pintu belakang. Dua kameramen melangkah di depannya, sementara dua sisanya melangkah di belakang kelima anggota Konoha's Academy.

Sasuke membuka pintu ruangan yang akan dijadikan tempat berlangsungnya mini konser dan menyapa semua anggota tim yang tampak sibuk merapikan panggung dan semua hal.

"Mau ikut aku berkeliling?" tanya Kiba yang terlihat semangat. Inuzuka muda itu kemudian melangkah menuju panggung bersama dua orang kameramen.

Neji dan Gaara melangkah mendekati Kabuto yang sedang berbincang dengan Kakashi di depan panggung, sementara Naruto dan Sasuke masih berdiri di tempat mereka.

"Ayo, kuperkenalkan kalian pada kru yang membantu kami," ajak Naruto yang sejak tadi melingkarkan sebelah tangannya di bahu Sasuke.

Mereka berdua melangkah mendekati semua kru dan menyapa mereka satu persatu, sebelum akhirnya mereka dipanggil Tsunade yang ternyata sudah lebih dulu tiba. Tiga anggota Konoha's Academy yang lain pun langsung mendekati produser mereka.

"Kalian pasti kenal siapa wanita cantik yang mengumpulkan kami tadi. Dia adalah Tsunade-san, produser sekaligus pelatih vokal kami," papar Kiba yang berdiri agak jauh dari keempat kakaknya.

"Kiba, kita akan segera mulai!" seru Gaara.

"Hai'!" sahut Kiba yang melangkah mendekati Gaara dan ketiga rekannya yang lain.

"Err, sepertinya kalian harus pergi sekarang," Gaara bicara pada kamera yang mengarah padanya.

"Tentu saja kalian harus pergi. Aku tidak mau konsep kami untuk mini konser ini bocor sekarang," Naruto mendukung ucapan adiknya.

"Sampai bertemu lagi," ucap Kiba sembari melangkah mendekati satu-satunya kamera yang masih menyala dan mematikannya perlahan.

.

Naruto menyerahkan botol air mineral pada Neji dan Kiba yang tampak kelelahan. Kelima anggota Konoha's Academy itu sedang duduk sambil meluruskan kaki di atas panggung yang akan mereka gunakan untuk pertunjukkan mereka nanti. Rehearsal baru saja selesai, dan jam sudah menunjukkan pukul sepuluh lebih duapuluh menit.

"Di luar pasti sudah sangat gelap dan dingin," Kiba memulai pembicaraan.

"Ya, kurasa begitu," Neji menyetujui.

"Akhirnya langkah terakhir sudah kita lakukan. Aku tidak sabar ingin cepat melakukan mini konser kita," tutur Naruto dengan sebelah tangan sibuk menyeka keringat.

"Ya, akhirnya hari itu tiba. Rasanya baru kemarin kita dikumpulkan bersama dan mengikuti trainee selama empat bulan sebelum akhirnya merilis single dan membuat MV," Gaara memandang langit-langit gedung.

"Benar. Rasanya baru kemarin kita ribut menentukan kamar di apartemen dan tinggal bersama di tempat itu," timpal Kiba.

"Waktu berjalan dengan cepat. Kita sudah hampir satu tahun bersama-sama, dan itu sama sekali tidak terasa," Naruto menyandarkan punggungnya ke sisi tubuh Sasuke yang duduk bersebelahan dengannya.

"Kita menikmatinya, jadi waktu terasa berjalan dengan sangat cepat." Sasuke meraih botol minum di tangan Naruto dan meneguk isinya.

"Kau benar," Naruto tersenyum tipis.

"Menurut kalian, apa yang akan terjadi lima tahun yang akan datang?" tanya seorang kameramen.

"Lima tahun yang akan datang?" Neji menaikkan alis.

"Yang pasti aku berharap semoga kontrak kami diperpanjang," jawab Naruto dengan cengiran lebar.

"Hn, aku setuju denganmu," timpal Sasuke yang diikuti anggukan tiga anggota Konoha's Academy yang lain.

Saat ini mereka berlima memang dikontrak selama lima tahun kedepan sebagai salah satu boyband dibawah label Konoha Production. Dan itu berarti, lima tahun dari sekarang kontrak mereka akan berakhir.

"Lima tahun yang akan datang… Berarti umurku dua puluh satu tahun. Oh, tidak, aku semakin tua!" pikiknya tertahan.

"Kalau kau semakin tua, lalu aku semakin apa?"

Kiba terkikik pelan mendengar pertanyaan leader-nya.

"Lima tahun yang akan datang berarti umurmu sudah dua puluh tiga tahun. Kau harusnya sudah punya kekasih, Naru," tutur Neji.

"Kenapa aku? Harusnya kau bicara seperti itu pada Sasuke, dia kan yang paling tua diantara kita berlima," Naruto mengelak.

"Oh ayolah, kalian hanya berbeda tiga bulan," Gaara mengerling. "Tapi aku berani bertaruh kalau diantara kita berlima, pasti Neji yang memiliki pasangan lebih dulu."

"Aku?" Neji menunjuk dirinya sendiri.

"Yep, kau. Siapa lagi?"

"Kenapa aku?"

"Karena Neji-nii itu playboy. Mantannya saja banyak sekali." Si bungsu menjawab.

"Yang benar saja. Kuakui mantan pacarku memang cukup banyak, tapi aku bukan seorang playboy tahu."

"Self denial," cetus Gaara.

"Kembali ke pertanyaan awal; apa yang akan terjadi pada kita lima tahun yang akan datang?" Sasuke mengulang pertanyaan inti sebelum pertengkaran Neji dan Gaara meletus.

"Hmm… Kurasa kita akan jadi lebih populer daripada sekarang," jawab Kiba yakin.

"Dan itu berarti kita akan lebih sibuk. Tapi itu juga berarti kemungkinan besar management akan memperpanjang kontrak kita. Sama sekali tidak buruk," Neji berujar.

"Lima tahun yang akan datang aku pasti bisa mengalahkan Naruto dan merebut posisinya sebagai lead dancer."

"Aku akan menunggu saat itu tiba, Gaara," balas Naruto dengan seringai menantang.

"Kalau menurutmu, apa yang akan terjadi lima tahun lagi, Sasu-nii?"

"Entahlah, aku tidak mau menebak-nebak," Sasuke angkat bahu. "Menurutmu, Naruto? Apa yang akan terjadi?"

Naruto terdiam beberapa saat. Sepasang mata beriris langitnya menatap tiga pemuda yang lebih muda darinya satu persatu. Ia kemudian menegakkan tubuh dan sedikit memutarnya untuk menatap Sasuke. Ia lalu membenarkan posisi duduknya dan menghela nafas.

"Aku juga tidak tahu apa yang akan terjadi lima tahun yang akan datang," ungkapnya. "Tapi yang pasti, aku berharap bertahun-tahun yang akan datang bisa kita lewati bersama-sama. Atau mungkin selamanya kita lewati berlima."

Sasuke menepuk bahu pemuda di sampingnya.

"Dan aku tidak akan bertahan kalau ada salah satu dari kita yang 'tumbang'."

Ucapan Neji cukup mengejutkan keempat sahabatnya, terutama Naruto. Hyuuga muda itu menengadahkan kepala dan menatap langit-langit.

"Entah bagaimana dengan kalian, tapi bagiku, nama Konoha's Academy akan memiliki makna berbeda jika salah satu diantara kita 'menghilang'."

Naruto tersenyum mendengar penuturan sang rapper muda. Pemuda bermarga Uzumaki itu merasakan hal yang sama, dan ia percaya tiga pemuda yang lain pun demikian.

"Ah, ayo kita nyanyikan lagu itu!" seru Kiba.

"Lagu itu?" Naruto menaikkan alis tanda tidak mengerti.

"Iya, lagi itu," balas Kiba antusias.

"Lagu yang kemarin kita pilih untuk membuka mini konser nanti maksudmu?" tanya Sasuke.

"Yep!"

"Ah, ya, lagu itu," Gaara menyambung.

"Tapi apa tidak apa-apa kita menyanyikan lagu itu?"

"Tidak masalah," Naruto menepis keraguan Neji.

"Kau yakin?" tanya Neji.

"Tentu," Naruto mengangguk.

"Baiklah kalau begitu," Kiba menyambut dengan semangat.

"Ini adalah salah satu lagu yang akan kami nyanyikan di mini konser kami, dan lagu ini juga ada di album perdana kami," ungkap Gaara.

"Kami menyanyikannya dengan dua versi, dan kali ini kami akan menyanyikannya dengan salah satu versi yang paling kusuka," ungkap Neji.

-0-0-0-

Panggung yang semula redup kini mulai terang dengan perlahan. Lima pemuda tampak duduk di bangku yang membentuk setengah lingkaran.

Rekaman video yang menunjukkan kegiatan Konoha's Academy kemarin baru saja selesai ditayangkan. Penonton, yang bisa dipastikan lebih dari setengahnya adalah Chrysanths, masih berteriak sejak layar menampilkan video beberapa saat yang lalu. Saat ini bisa dilihat tidak ada satu pun kursi penonton yang kosong, dan sejujurnya hal itu sama sekali tidak diperkirakan kelima pemuda yang tampak di atas panggung.

Perlahan lampu sorot mengarah pada lima pemuda belia itu satu persatu, menampilkan sosok mereka yang tampak santai dengan pakaian berwarna serba putih. Walaupun terlihat tenang, sejujurnya kelima pemuda itu sedang berusaha menenangkan diri.

Naruto yang duduk di ujung kiri memperhatikan empat pemuda yang duduk disamping kanannya, dimulai dari Kiba yang duduk tepat disebelahnya, kemudian Sasuke yang duduk di tengah, Neji, hingga Gaara yang duduk di ujung berlawanan dengannya.

Pandangan pemuda berambut pirang itu kini terarah pada kursi penonton dihadapannya. Walaupun ia sudah pernah tampil di atas panggung sebelum ini, tapi nyatanya rasa gugup masih ia rasakan.

Kalau boleh jujur, Naruto sebenarnya masih belum percaya kalau saat ini dia sedang duduk di atas panggung bersama keempat rekannya untuk menyanyikan lagu-lagu terbaru dari album perdana mereka.

Rasanya baru kemarin ia menolak ajakan Kakashi untuk mengikuti audisi personil Konoha's Academy. Rasanya baru kemarin ia bertengkar dengan Sasuke karena ia menolak hadir di audisi yang diadakan di gedung management. Rasanya baru kemarin ia diberitahu kalau ia lolos dari audisi dan dipilih menjadi leader. Dan rasanya baru kemarin ia pindah ke apartemen untuk tinggal bersama keempat sahabatnya kini.

Suara jentikan jari Sasuke membawanya kembali ke alam sadar. Suara tenang Neji terdengar merdu, diiringi suara humming Gaara, Kiba dan Sasuke. Naruto tersenyum dan ikut mengiringi suara Neji dengan suaranya sendiri. Untuk lagu pertama ini mereka memang menyanyikannya secara akapela, versi yang diungkapkan Neji di video tadi.

Lagu ini adalah salah satu lagu yang disukai kelimanya. Selain karena harmonisasinya yang menenangkan, arti dari lagu ini sendiri memang sesuai dengan perasaan kelimanya.

Setelah semua yang mereka alami hingga detik ini, akhirnya mereka mulai menapaki tahap perjuangan yang sebenarnya. Impian kelimanya akan segera terwujud, namun mereka juga sadar kalau setelah impian yang ada di depan mata bisa mereka raih, akan muncul impian-impian lain yang lebih tinggi.

Pada akhirnya mereka akan terus berusaha meraih mimpi dan cita-cita mereka. Hal yang ada di hadapan mereka sekarang nyatanya hanyalah satu dari ratusan atau bahkan jutaan mimpi yang mereka miliki. Dan yang akan mereka tapaki sebentar lagi bukan merupakan akhir dari semuanya, tapi justru awal untuk mulai berusaha mencapai mimpi dan angan yang lebih tinggi.

.

Everyday and night with you

Furueru kimi no te wo nigiri shimeru kara

Everyday, every night, everywhere

Tsunagaru kanshoku wo zutto tashikameyou

Ima… monogatari wa

.

Everyday and night with you

Samenai binetsu dake moteamashi nagara

Everyday, every night, everywhere

Futari no umei wo sotto kasane you

Ima… futari dake de Begin

.

(Everyday and night with you)

(I take your hand)

(Everyday, every night, everywhere)

(Now we feel connection and verified)

(Now, let the story begin)

.

(Everyday and night with you)

(The heat and sparks form without cooling down)

(Everyday, every night, everywhere)

(Now our contact increases)

(Now, you and I, Begin)

.

.

.

END

.

.

Author Notes: akhirnya perjuangan panjang saya selesai sudah *rolling* Terimakasih untuk semua yang sudah membaca fic ini. Terimakasih untuk review, dukungan, kritik, saran dan kesabaran reader semua. Terimakasih banyak untuk semuanya~ *hug you all* :D