Title: Edinburgh Castle
Genre: Romance, Hurt/Comfort
Rate: PG +15
Casts: Yunho x Jaejoong (YunJae), Yoochun x Junsu (YooSu), Changmin, and many others
Warning: BL, OOC, AU, dll
Length : Chapter
Author : Din_Cassie

OoOoO

Tok Tok Tok

Kriet

"Chun!" teriak Junsu saat melihat sosok kekasihnya berdiri di depannya sambil merentangkan tangan. Dengan segera Junsu menghambur ke dalam pelukan hangat Yoochun yg sangat ia rindukan.

"Su," Yoochun memeluk erat Junsu sambil menghirup aroma tubuh sang kekasih. Hmm, dan itu membuat Yoochun ingin segera menggendong kekasihnya menuju kamar dan melakukan 'hal' yg sudah lama tak mereka lakukan.

"Ehemm!" suara deheman berat menginterupsi pikiran Yoochun. Dengan segera mereka melepaskan diri. Junsu lalu menatap heran pada seorang lelaki disamping Yoochun. Dia kemudian menatap Yoochun untuk meminta jawaban. Yoochun yg mengerti lalu menepuk pundak lelaki disampingnya dan berkata,

"Dia Masumi Tomora, sahabatku yg berasal dari Jepang. Dan Tomo, dia ini Park Junsu, kekasih sekaligus soulmate-ku," kata Yoochun. Mereka lalu bertatapan sebentar dan saling berjabat tangan.

"Park Junsu, tapi kamu bisa panggil Junsu atau Su-ie,"
"Masumi Tomora, biasa dipanggil Tomo-kun. Salam kenal," kata Tomo sambil tersenyum. Junsu lalu menatap Yoochun lagi seakan bertanya apakah dia tahu tentang 'keadaan' mereka dan hanya dibalas dengan senyum.

"Tenang, Su-ie. Dia sudah tau kalau kita vampir yg tidak memakan darah manusia,"

"Benar. Jadi, kamu tidak perlu khawatir. Lagipula saya dulu pernah tinggal dilingkungan vampir," jawab Tomo. Junsu kaget atas pengakuan Tomo tersebut. Tomo pun segera menambahkan,

"Dulu, saya sempat tinggal di Gettysburg sebagai peternak karena vampir disana hanya menghisap darah binatang. Tapi itu pun hanya beberapa bulan sebelum saya pindah," kata Tomo.

"Berarti kamu sering berpindah-pindah negara?" tanya Junsu yg disambut anggukan Tomo.

"Saya berpindah-pindah karena ingin menambah pengalaman,"

"Ooh. Ah, aku lupa. Silakan masuk," kata Junsu sambil menggandeng tangan Yoochun dan Tomo dengan gembira tanpa dia lihat sebuah seringai muncul mengiringi langkah mereka masuk ke dalam kastil itu.

OoOoO

"Hyuung!" teriak Junsu saat mereka sampai di ballroom yg sudah ditata sedemikian rupa. Jaejoong yg sedang menata bunga pun berbalik dan menemukan Junsu sedang merangkul Yoochun dan disampingnya berdiri orang asing yg menatapnya intens.

"Yoochun! Akhirnya kau pulang juga!" Jaejoong mendekat dan menepuk pipi Yoochun pelan.

"Aissh, hyung! Sakit!" kata Yoochun sambil mengelus pipinya.

"Hahahahahaha… Kau makin mirip Su-ie," tawa Jaejoong sambil menutup mulutnya dengan punggung tangan kirinya.

"Hmm, tidak apa-apa mirip Su-ku. Asal jangan mirip Yunho-hyung saja," Jaejoong menjitak kepala Yoochun, membuatnya meringis kesakitan.

"Sudah hyung. Oh ya, ini ada teman Chunnie. Dia manusia dan tidak mempermasalahkan kita. Namanya Tomo-kun," Junsu memperkenalkan Tomo pada Jaejoong. Jaejoong melihat tangan Tomo terulur untuk menjabat tangannya dan dengan senang hati disambutnya.

"Perkenalkan, Jung Jaejoong. Tapi bisa kamu panggil Jae atau Joongie,"

"Masumi Tomora, biasa dipanggil Tomo-kun," Jaejoong menatap wajah Tomo kemudian sedikit tersentak saat mengingat sesuatu.

"Tomo… Dari Jepang?" tanya Jaejoong.

"Iyaaa," jawab Tomo tanpa mengalihkan pandangannya dari mata hitan besar Jaejoong.

"Boleh saya tau kenapa kamu tidak khawatir dengan vampir seperti kami?" tanya Jaejoong lagi. Interaksi antara Jaejoong dan Tomo sedikit membuat heran Yoochun dan Junsu.

"Hyung, ke-"

"Saya dulu pernah tinggal dilingkungan vampir yg meminum darah hewan di Gettysburg," jawab Tomo. Jawaban Tomo sedikit menurunkan daya waspada Jaejoong tadi.

"Ooh. Ah, maaf sudah bertanya yg tidak-tidak padamu. Chun, ajak dulu dia ke kamar disamping kamar kalian," kata Jaejoong sambil berjalan keluar ballroom.

"Terus hyung mau kemana?" tanya Yoochun.

"Membangunkan Jung Yunho yg pemalas itu," jawab Jaejoong diikuti kikikan dari Junsu. Begitu tubuh Jaejoong hilang dibalik pintu, Tomo melihat ke arah Yoochun.

"Chunnie-kun, siapa Jung Yunho itu?" tanya Tomo penasaran.

"Jung Yunho, the Prince of Scót Vampire. Soulmate Jae-hyung, the Princess of Scót Vampire," kata Yoochun sambil mengajak Tomo ke kamarnya. Tomo menggeram pelan dan menatap jalan di depannya dengan pandangan aneh.

OoOoO

Kriet

Jaejoong membuka pintu dan masuk ke dalam kamar yg cukup mewah itu. Tak lupa ditutupnya pintu dengan hati-hati.

Blam

Tubuh indahnya berjalan gemulai menuju ranjang king size dihadapannya, tempat dimana Yunho masih berbaring diatasnya dengan mulut terbuka. Jaejoong cekikikan sendiri melihat tingkah Yunho. Perlahan dia duduk disamping Yunho dan berusaha membangunkannya.

"Yun, bangun. Sudah siang," kata Jaejoong sambil menggoncangkan badan Yunho.

"Mmm…" gumam Yunho tidak jelas, namun matanya masih terpejam.

"Yun," Jaejoong masih berusaha membangunkan Yunho.

"Hmm, kiss…"

"Hah?"

"Kiss me," gumam Yunho pelan sambil memajukan bibirnya. Jaejoong terkikik lagi melihat tingkah kekanakan Yunho.

"No, honey,"

"Hmm, please," Jaejoong sedikit tersipu malu. Perlahan dia mendekat dan mengecup bibir Yunho pelan. Namun, sebelum dia melepas ciuman itu, tangan sang 'pangeran' telah menahannya agar tidak beranjak. Jaejoong kaget dan berusaha menjauh. Namun, buaian bibir dan lidah Yunho mampu melumpuhkan saraf Jaejoong untuk sementara. Dengan senang hati dia membalas ciuman penuh gairah itu. Tak berhenti sampai situ, kini tangan Yunho sudah membuka kancing kemeja Jaejoong dan membuangnya kesembarang tempat. Menampilkan tubuh ramping yg putih dan menggoda.

Jaejoong merubah posisinya menjadi berbaring telungkup diatas Yunho, tanpa melepaskan ciuman mereka. Tangan Jaejoong lalu mengelus dada bidang Yunho yg tidak tertutup apapun itu. Sesekali dia menyenggol nipples Yunho membuat Yunho menjadi gemas akan kelakuan nakal sang 'putri'. Dia kemudian membalik keadaan, membuat Jaejoong berada dibawah kendalinya. Dengan nakal, dia menatap wajah sayu Jaejoong. Tak tahan, dia mencium Jaejoong lagi dengan cukup ganas. Melumat dan menggigit bibir cherry yg indah itu, membuatnya menjadi sedikit membengkak dan makin merah.

Saat Yunho akan mencicipi leher jenjang di depannya, terdengar gedoran dari arah pintu dan suara teriakan dari arah luar.

"JAE-HYUNG!" Jaejoong tersentak kaget dan buru-buru mendorong Yunho yg masih asyik berada diatasnya.

"Iyaa, tunggu sebentar!" buru-buru Jaejoong memakai lagi kemejanya dan menyuruh Yunho untuk mandi.

Kriet

"Wae?" tanya Jaejoong pada sosok didepannya.

"Hmm, hyung…"

"Ada apa, Minnie?" tanya Jaejoong lagi. Changmin terlihat merona dan menautkan tangannya. Jaejoong langsung kaget melihat ekspresi aneh Changmin. Dia segera menggoncangkan badan Changmin keras.

"Kau kenapa? Kau siapa? Mana si evil Changmin?"

Pletak

"Auuh!"

"Itu bukti kalau aku benar-benar Changmin, hyung," kata Changmin setelah menjitak Jaejoong.

"Terus kau kenapa?" tanya Jaejoong sambil mengerucutkan bibirnya.

"Mmm, tadi…. Hyun Joong…"

"Hmm?"

"Memintaku jadi pasangannya!" teriak Changmin sambil memeluk Jaejoong.

"Jinjja? Selamat, Min!" kata Jaejoong sambil memeluk balik Changmin dan tertawa bersamanya.

"Ehm! Jae, kau mau selingkuh dengan Changmin, hm?" kata Yunho menginterupsi adegan itu. Jaejoong berbalik dan mendapati Yunho telah mandi dan memakai pakaian santai. Jaejoong melepas pelukannya dari Changmin dan berbicara dengan Yunho.

"Tidak mungkin. Tadi Changmin mengabarkan kabar baik. Dia dan Hyun Joong sudah jadi pasangan," terang Jaejoong.

"Jinjja? Selamat!" kata Yunho sambil mengacak rambut Changmin.

"Makasih, hyung. Oh ya, Yoochun-hyung sudah datang kan? Terus namja yg bersama dia itu siapa? Pasangan barunya?" tanya Changmin.

"Namja? Junsu?" tanya Yunho.

"Bukan. Dia sepertinya bukan orang sini dan dia memiliki aura berbeda," kata Changmin lagi.

"Ooh. Dia itu Tomo-kun, teman Yoochun. Dia manusia," ucapan Jaejoong membuat Yunho dan Changmin kaget. Tapi sebelum mereka berbicara, Jaejoong sudah menginterupsinya.

"Tenang, dia pernah tinggal dengan vampir di Gettysburg, vampir peminum darah hewan. Dia tidak masalah, asalkan dia tidak bertemu vampir peminum darah manusia," kata Jaejoong menenangkan. Changmin mengangguk paham, sementara Yunho tampak berpikir sebentar.

"Yun, ada apa?" tanya Jaejoong.

"Tidak. Ah, Minnie, dimana Hyun Joong sekarang?" tanya Yunho pada Changmin.

"Di-dia ada dikamarku, hyung," ucap Changmin sedikit malu.

"Heh? Kalian…"

"Belum, hyung! Tadi dia numpang tidur dikamarku," elak Changmin.

"Changmin bohong ya? Ah, aku tanya Hyun Joong saja," Jaejoong berlari diikuti Changmin yg mengejarnya. Sementara Yunho masih berpikir mengenai kata-kata Jaejoong tadi.

"Tomo… Namanya mirip dengan generasi terakhir wolfman itu…

OoOoO

"Hmm, kalian ini…." kata Jaejoong sambil menunjuk ke arah Hyun Joong dan Changmin yg berdiri di depan pintu.

"Hyung! Sudah aku bilang berkali-kali kalau kita belum ngelakuin 'itu'!" kata Changmin.

"Hmm, ok deh. Tapi, aku menunggu kabar baik lain dari kalian~" goda Jaejoong sambil berjalan menjauh.

"HYUNG!" teriak Changmin sedikit gemas. Jaejoong hanya tertawa dan berbelok di ujung koridor.

Gyut

"Minnie jangan gitu. Hmm, biar tidak jadi bahan godaan Jae, mending kita lakuin aja~" ucap Hyun Joong sambil memeluk Changmin.

"TIDAK!"

OoOoO

Jaejoong sedang menyiram bunga ketika sebuah tangan menepuk pundaknya.
"Loh, Tomo-kun? Ada apa?" tanya Jaejoong ramah. Tomo hanya bisa terpaku sebentar lalu menggelengkan kepalanya membuat Jaejoong menelengkan kepalanya.

"Ada apa?" tanya Jaejoong lagi.

"Ah, itu… apa di sini ada makanan manusia?" tanya Tomo. Jaejoong tersenyum ramah, kemudian mematikan keran air dan menggandeng tangan Tomo.

"Ada. Mari, aku antar," Tomo terpaku lagi, namun kemudian sebuah senyum menghiasi bibirnya. Mereka memasuki kastil tanpa mengetahui sepasang mata melihat mereka dengan pandangan tak suka.

OoOoO
TBC
OoOoO
Note: K.O.M.E.N! gak komen, gak akan lanjut!