Balesan review:
To Flamer: –cuekin dia aja-
Senpai Awan hitam, Azuka kanahara, Uchiharuno Sasusaku, Sasusakuforever, hehe, Dhitta, Evey Charen , badboy sheva, mikagami shiho,ginanonano3, Arishima Ryuu-chan:
"terima kasih banyak atas dukungannya. Arti dari herbivor akan segera terjawab seiring berjalannya fict ini. Herbivor follower memang plesetan dari Boys before flower. XDXDXXXXX
Disclaimer :
Naruto © Masashi Kishimoto
Boys Before Flower © Yoko Kamio
Herbivor follower © Shiho Kazuki U.K
ALTERNATE UNIVERSE
Rada OOC
"Sayang, ayo bangun!!. Buka pintunya nak…!!!!! Kita dapat rejeki nomplok loh!!! "
Seorang gadis berambut merah muda yang emang pada dasarnya "kebluk" itu akhirnya terbangun sambil uring-uringan pada ibunya yang terus menerus berteriak membangunkannya dari jam 2 subuh sampai fajar menyingsing di ufuk barat (?). Ia pun membukakan pintu kamarnya yang hampir hancur karena 'ketukan' super ibunya.
"Ada apa sih bu, ganggu tidurku saja… Kalau ibu menang judi, gapapa deh. Uangnya buat ibu aja semuanya. Aku gak peduli…"
Ibu si gadis yang diketahui berambut pirang panjang diiket dua dan berdada besar itu *you know who* langsung masang muka sumringah di depan anaknya yang bernama Sakura. Dia nyengir-nyengir gaje kayak kuda mau dikawinin. Sakura sweatdrop ngeliat kelakuan ibunya yang boleh dibilang "aneh".
"Hei, lihat deh, lihat deh… pas ibu buka sabun cuci merk So What, ibu dapet kupon hadiah Beasiswa di SMA Shin Wuah yang elit dan termahal di negara kita!!"
"So, what mom? masa ibu mau sekolah di SMA lagi sih? Sadar umur dong…."
Sekarang Tsunade yang sweatdrop. 'bodoh amat sih gue punya anak?" inner Tsunade.
"Mana mungkinlah!, ini tuh buat kamu saku-chan!. Kamu yang harus sekolah disana,
tinggalkan sekolah lamamu yang dekil, bau dan gak mutu itu. Kamu sekolah di SMA Shin Wuah saja, bareng anak-anak kolorberat (?)"
Tsunade memperhalus ucapannya agar anak gadisnya yang keras kepala itu mau menuruti keinginannya.
"T-I-D-A-K!!"
Jawabnya tegas, lugas dan terpercaya.
"Kenapa tidak?, sekolah di SMA Shin wuah kan lebih menyenangkan daripada SMA ShaWah-mu yang kepala sekolahnya mesum itu? *reader pasti tahu kan siapa?*
"Tidak MAU, Pokoknya aku tidak mau!!!. Aku sudah betah di SMA ShaWah. Selain karena lokasinya dekat dengan tempat kerja sambilanku di kebon Bang Tobi, disana aku punya banyak teman-teman yang senasib denganku"
"Tapi ibu juga tidak mau tahu!, ini demi masa depanmu Haruno SAKURA!. Jarang-jarang loh ada yang dapat kupon sabun cuci berhadiah beasiswa sekolah di SMA Shin Wuah. Uchiha confrontation cuma menempelkannya setahun sekali dibalik label kemasan So What produksi mereka, dan rata-rata pemenangnya adalah orang-orang kelas menengah ke atas. Ibu mendapat sabun cuci So What ini pun dari seorang pemuda mabok keriputan yang ibu tolong tadi malem pas maen judi di rumah bordirnya RT Kakuzu (?)".
Tiga hari kemudian, Janda beranak dua itu akhirnya berhasil menyeret putri semata wayangnya yang emosian ke depan pintu gerbang sekolah impian generasi muda Konoha. Tentunya dengan perjuangan yang tidak 'mudah'.
Sebelumnya, ia harus menceramahi anaknya dengan berbagai alasan selama dua hari dua malam, sampai-sampai ia membawa Sakura untuk diceramahi oleh Haji Hidan agar dia mau sekolah di SMA Shin Wuah.
Alhasil, karena Sakura sudah tidak tahan mendengar kata-kata Tsunade dan petuah-petuah Haji Hidan yang menyesatkan. Ia pun memasrahkan diri untuk dibawa ke sekolah yang menurutnya merepotkan dan akan menjadi awal neraka dalam hidupnya. –author: evil laugh- *dikemplang sakura*
"Lihatlah, kalau memakai seragam sekolah ini kan kamu tampak lebih cantik dan berkelas"
Ucap Tsunade bangga, sambil memotret-motret Sakura dari berbagai sudut pandang dengan kamera peninggalan Mbah Hashirama yang jadul abiez. Sementara, murid-murid SMA Shin Wuah yang berlalu lalang di sekitar mereka sibuk berbisik-bisik ria sembari memandang seorang wanita pirang tidak tahu malu yang berpakaian aneh dan gadis berambut merah jambu berjidat lebar.
"Sudahlah bu, aku malu kalau dari tadi ibu terus memotretku seperti itu. Bukankah Ibu harus segera mengantarkan Konohamaru ke sekolah?"
Sakura melirik Konohamaru yang merengut, berguling-guling, meronta-ronta, menarik-narik baju ibunya yang lupa dengan nasib anak bungsunya sendiri yang juga harus mengenyam pendidikan dan kini dia hampir kesiangan.
"Ohohoho, maaf ya sayang.. ibu sampai lupa kalau kamu juga harus sekolah"
Wanita paruh baya yang masih tetap cantik itu mengelus-elus rambut Konohamaru untuk meredam death glare si bocah yang ditujukan padanya.
"Nampaknya Konohamaru sudah tidak sabar, ibu pergi dulu ya… hati-hati… jaga sikapmu di sekolah. Jangan lupa, berikan kupon aslinya pada wali kelasmu"
"Iya, aku mengerti…"
Dengan langkah malas ia memasuki gerbang sekolah, sebenarnya ada satu alasan kuat yang membuat dirinya mau menginjakkan kaki disini. Yaitu kabar burung yang mengatakan bahwa siswa yang dapat meraih perfect score saat ulangan, akan mendapat hadiah uang saku senilai 5.000.000¥. Jika dihitung-hitung, uang tersebut setara dengan hasil jerih payahnya bekerja 10 tahun di kebon Bang Tobi sebagai penjual 'rumput liar' –bahasa kasarnya sih, pakan ternak- *ditendang sakura*
Begitu masuk ke dalam dan melihat ke halaman belakang, Sakura dibuat terpesona dengan pemandangan gedung-gedung berarsitektur kuno, khas yunani. Taman-taman bunga yang indah, serta kolam air mancur yang dihiasi patung seorang kakek tua nan gagah yang lagi pipis (?), konon dialah pendiri sekolah Shin Wuah. Sarutobi Caesar Namikaze. Air kolamnya pun sangat jernih, Sakura jadi terangsang untuk meminumnya. Baru saja ia minum seteguk, air kolam tersebut mendadak bermandikan busa. Sakura jadi mual, ia benar-benar ingin muntah. Karena tak tahu toilet dimana, maka dengan sangat terpaksa ia muntah di kolam air mancur.
"HOEEKKK."
"Hoekkkk"
"Hei, maaf..."
"Hooekkk"
"Maaf nona...."
Sakura merasa ada yang berusaha berkomunikasi dengannya, tapi sekelilingnya tidak ada siapa-siapa.
Sakura's POV "Jangan-jangan, kolam ini ada penunggunya???!"
Ia gemetaran tak sanggup bergerak, apabila sudah berkaitan hal-hal berbau mistis.
"Ma, ma, maaf tuan penunggu kolam, ... aku tidak bermaksud mengotori kolammu"
Sakura berusaha membungkuk-bungkukan badannya yang agak merinding untuk meminta ampunan 'si penghuni kolam'.
"Kamu ini kenapa sih, memangnya aku ini hantu?"
Tiba-tiba seekor beruk berambut kuning menyembul dari dasar kolam bertelanjang dada, membuat Sakura kaget setengah mati dan kehilangan kesadarannya
–pingsan kalee-
Setengah jam kemudian,....
Duk, duk, duk,
Brak, brik, bruk
dor, dor, dor,
Jduk, jdak, jduk, jduk
Suara ribut dan berisik di atas membuat Sakura tersadar dari pingsannya.
"Dimana aku.,, apa aku sudah berada di surga?"
Ketika menengok ke kiri, ia melihat seorang pemuda berambut kuning yang rasanya ia kenal, mengenakan blazer putih ,kemeja putih, celana putih bak malaikat mengukir sesuatu di sebuah papan kayu bertuliskan:
R.I.P
SAKURA
28 MARET 9999
Sakura's POV WTF??Jadi aku benar-benar sudah mati??
Kesadaran nona Haruno kembali 100% saat menyadari namanya tengah diukir indah oleh pemuda bodoh bin baka.
Ia beranjak bangun menghampiri cowok rambut duren misterius, kemudian bertanya
"Sampurasun 1) Tuan, sebenarnya ini dimana?"
"Hwaaaaa.....!! o_O" Tuan rambut kuning langsung terjengkang kaget.
Sakura cengok ngeliatnya.
"OoooMayaGoat!!, ternyata kamu masih hidup toh. Kupikir dah koit?" ucapnya polos dan tanpa dosa.
"Berarti ini masih di dunia ya?, padahal aku dah seneng, kukira aku sudah diterima di surga".
Tuan blonde Jawsdrop.
"Mana mungkin Surga ada di belakang sekolah, lihatlah sekelilingmu kan cuma membawamu 10 meter dari air mancur!"
Tuan blonde nunjuk air mancur nista yang membuatnya repot bersama gadis bermata zamrud ini.
"OooHhh..." Sakura manggut-manggut kecil. Tetapi begitu pandangannya tertuju pada sebuah objek, pikiran cengoknya be 100% again (baca: be handred persen)
"Tapi apa maksudmu menulis namaku di papan kayu mirip nisan kuburan itu? Kau mau menguburku hidup-hidup ya?!!" Aura kemarahan terpancar dari mata Sakura, seolah siap menelan tuan blonde kotak-kotak (?).
"IYA"
Lagi-lagi, jawaban polos keluar dari mulut bocah lugu keturunan terakhir keluarga Namikaze.
"UAPAAAAA?"
Sakura Shock mendengar pernyataan bodoh si kumis kucing.
"Bercanda kok,.. dengarkan dulu penjelasanku,.. tadinya kukira kau sudah mati gara-gara muntah-muntah di kolam air mancur yang sedang kubersihkan, sebelumnya aku sudah mau memperingatkanmu agar tidak seenaknya mengotori kolam dengan muntahanmu yang bau bangkai tikus. Tapi kamu keburu tergeletak seperti orang mati di depan mataku. Lalu aku memutuskan untuk membaringkanmu di tempat yang agak teduh, agar kau segera bangun. Karena gak ada kerjaan, sambil nunggu kamu sadar, aku berinisiatif membuat papan nisan untuk beberapa pohon Sakura peliharaanku yang mati diseberang pagar sana "
Sakura jadi salah tingkah, wajahnya merah semerah tomat busuk, menahan malu akibat salah paham.
"Kalau begitu, terima kasih banyak tuan blonde. Aku minta maaf atas kesalahpahaman ini!"
Sakura membungkukan badan berkali-kali tanda permintaan maafnya.
"Tak apa... mmm, rasanya aku baru melihatmu disini. Apa kamu murid baru?"
"Iya, memangnya kenapa kalau aku murid baru?"
"Pelajaran sudah dimulai sejak 20 menit yang lalu"
1 detik, 2 detik, 3 detik,
Hening tidak ada reaksii
4, 5, 6, 7....
---
-------
-----------=_=
"KYAAAA, gawat aku TERLAMBAT!!!!. Bagaimaana ini"
Sakura memegangi kepalanya yang serasa mau pecah dan berlari sekencang-kencangnya meninggalkan tuan blonde.
"Tunggu, Jangan pergi!" Teriak tuan blonde.
Tapi cewek pinky itu tampak tidak mendengarkannya.
"Ya sudahlah..."
Gumam Naruto, ia pun memasukan kembali secarik kertas berlambang kipas kedalam saku blazernya.
"Gedung Z, lantai 31 kelas XI VIP Anggrek no. 13"
Sakura membaca berulangkali letak kelasnya yang tercantum pada kertas keterangan yang ia dapat dari sekretariat uchiha confrontation kemarin, suasana koridor yang ia lewati begitu hening layaknya kuburan. Sudah 15 menit ia berkeliling, namun tak jua menemukan letak kelasnya.
Sakura's POV " jadi illfeel nih?, mana alamat kelasnya kayak nomor kamar rumah sakit?
'BRUK'
"Aduh... kalau jalan lihat-lihat dong..."
Sakura jatuh terduduk di lantai gara-gara menabrak 'seseorang', ia meringis sambil mengelus-elus pantatnya yang sakit.
Ketika mata emerald bertemu raven....
"KAU!??!"
Ucap mereka berbarengan, diiringi musik ala telenovela.
TSUZUKU
Ahahaha, akhirnya jadi juga chapter 2 dalam waktu 2 hari 2 malam 2 jam 2 menit 2 detik XDXP.
Entah kenapa mood saia untuk mengetik lanjutan cerita ini datang secara tiba-tiba XPXD.
READERS: gak nanya!!! *sorakin author rame-rame*
REVIEW??
