Disclaimer :
Naruto © Masashi Kishimoto
Herbivor follower © Shiho Kazuki a.k.a Shiho Kazunari a.k.a Bukan Shiho Miyano
ALTERNATE UNIVERSE
Rada OOC, Gejeness
Maaf ya, cara menulis saya memang terkesan sangat buru-buru ^^ (karena udah dari sananya)
Tapi saya akan terus berusaha memperbaiki kekurangan saya.
Sankyuu…
Aurelia uchiha, ryena_yamato, hikari 'sakura' sakuragi, Mila mitsuhiko, Luthmelody, Shirayuki amane (nona biru tua), beby-chan dan Haruchi nigiyama.
Happy Reading
"KAU!"
Ucap mereka berbarengan, diiringi musik ala telenovela
Melihat wajah pemuda berambut ayam cemani yang takkan ia lupakan seumur jagung, Sakura langsung teringat apa yang pernah terjadi diantara mereka berdua tempo doeloe.
Flashback
Dahulu kala, terdapatlah dua orang bocah malang, laki-laki dan perempuan, yang dipertemukan oleh hujan di tepi kubangan lumpur Lapindo (?). Bocah laki-laki itu berusia sekitar 7 tahun-an dan bermarga uchiha. Si gadis kecil berambut soft pink nan imut bak marmut. Mereka berdua tampak tergesa-gesa di tengah derasnya hujan. Si gadis kecil sedang membawa sekarung besar rumput hijau daun hingga menutupi wajah manisnya –cieee-.
Sedangkan si bocah laki-laki yang memiliki nama Sasuke, sedang ngebut mendorong gerobak sampah -ng, ralat- gerobak pakaian laundry yang mengangkut baju, celana, jaket, CD ampe DVD bajakan (?) yang telah dicuci bersih oleh bokapnya dari arah berlawanan. Ia ngebut pastinya karena tidak mau pakaian-pakain yang dibawanya kotor lagi.
Dalam slow motion, Sasuke tampak mendorong gerobak dengan kecepatan seperti cheetah dikejar ayam. Sampai-sampai ia tidak konsentrasi melihat depan belakang, samping kiri kanan, atas dan bawahan kakinya.
So, bisa kita bayangkan yang selanjutnya terjadi adalah "BRUK, BRAK, EMBEK, MOOO, KAING, MIAW, GUKGUK, PRANG, CTARRR, AUU…."
Mendengar jerit dering SMS handphone khusus orderan laundry miliknya barusan, membuat Sasuke harus mengerem mendadak di tengah guyuran hujan. Si gadis pembawa karung rumput yang tak bisa memandang ke depan karena terhalang benda berwarna putih dekil yang berukuran lebih besar dari tubuh mungilnya itu pun, dengan indah menabrak gerobak sampah –ralat lagi- gerobak pakaian sasuke. Yang menyebabkan tumpahnya sang rumput yang telah tercampur air dan sedikit tanah di atas pakaian para pelanggan yang telah disucikan ayahnya tercinta.
*Fugaku yang lagi nyuci di rumah, langsung bersin-bersin*
"WAAAAAAAAA, Apa yang kau perbuat gadis ceroboh!"
teriak Sasuke panik gak ketulungan. Buru-buru ia singkirkan rumput-rumput nista yang menutupi baju pelanggannya ke arah kubangan lumpur lapindo XD.
"Kyaaaaaaaaaa, dasar bocah nakal idiot!. Salahmu sendiri, kenapa memarkir mobil-mobilanmu (?) sembarangan di tengah jalan!"
"Apa kau bilang?, hei jangan menghina ya. Ini bukan mobil-mobilan, tapi GEROBAK loh!"
Ungkap sasuke tegas seperti seorang salesman.
Sakura sweatdrop
"Aku tidak peduli itu mobil-mobilan atau apa,.. tapi, jangan hambur-hamburkan rumput hasil kerja kerasku seperti itu bodoh. Pokoknya kau harus ganti rugi!"
" ganti rugi?, yang harusnya merugi itu aku, karena rumputmu yang kotor ini, pakaian-pakaian yang kubawa jadi kotor lagi!" Sasuke menunjukkan bukti pakaiannya yang dikemas rapi dalam plastik bening sedikit kotor terkena noda rumput bertanah.
"aku juga rugi tahu, gara-gara kau aku kehilangan rumput special yang berharga untuk dijual ke bang Tobi" Mata sakura mulai berkaca-kaca meratapi rumput yang telah tamat riwayatnya itu.
"Itu kan cuma rumput, kau bisa cari lagi lain kali di belakang rumahku. Banyak kok.."
Ucap sasuke santai
"Kau tidak mengerti arti rumput itu bagiku…!" Sakura membentak sasuke
"Emang gak ngerti…"
Sungguh jujur sekali bocah uchiha ini
"Sudah ah, aku sibuk. Huh, gara-gara kau aku harus kembali ke rumah dan mencuci ulang pakaian-pakaian ini. Parahnya, aku pasti dimarahi ibuku.."
Dalam hitungan sekon, Sasuke ngibrit, putar balik ke belakang. Secepat kilat ia sudah menghilang dari pandangan Sakura. Kemudian lenyap ditelan hujan dan asap pembakaran sampah yang sedang dibakar oleh seorang kakek peyot yang kita kenal sebagai RT Kakuzu. Sakura cuma bisa cengok dengan mulut terbuka lebar, hampir aja tuh asap ikut masuk ke dalam mulutnya.
"AWAS KAU BOCAH NAKAL IDIOT, aku tidak akan melupakan peristiwa ini!"
Comeback again to future..
Kekesalan Sakura tiba-tiba meledak.
"Owaa, dasar ayam sialan! Kenapa aku bertemu lagi denganmu?"
"Mana kutahu, kau sendiri kenapa ada disini mata ijo!" –digaplokin Sakura & Kakuzu FC-
"Aku sekolah di tempat ini idiot?" Sakura menatap tajam Sasuke.
Sasuke melirik Sai yang ada disebelahnya, mata onyxnya memberi Sai isyarat untuk bicara mewakilinya. (bilang aja males ngomong sas =_=) - dichidori -
"Dia juga sekolah disini, pinku hairu…" Jawab Sai mewakili Sasuke.
"Aku kan tidak tanya padamu mayat hidup!"
Dahi Sai berkedut membentuk tiga buah segitiga siku-siku, senyum kecut terpampang di wajahnya yang menahan esmoni..
"Baru kali ini aku menemukan, gadis cantik bermulut kasar sepertimu nona…"
"Bermulut kasar katamu?" Sakura memberikan death glare terbaiknya pada Sai.
Sai pundung seketika di pojok WC.
"Cukup, berurusan denganmu akan membuatku sial. Lebih baik kau segera kembali ke kelasmu. Gadis ceroboh.."
Kata Sasuke, memotong kue ulang tahun yang telah disediakan di meja (?).
"Punya hak apa kau menyuruhku pergi?, mesin penghancur!. Urusan kita yang dulu belum selesai"
Sakura berkata ampe muncrat.
"ssssttt, kalian ini berisik sekali…"
Seekor beruk kuning menyela pertengkaran mereka. Ia muncul dari belakang sasuke membawa piñata (?)
"Eh, tuan blonde?."
Wajah sakura blushing melihat naruto yang datang dengan tampang cool-i
"wah-wah, lagi-lagi cewek pink ini, apa yang kau lakukan dengannya sas?".
Naruto menepuk punggung sasuke dengan kekuatan penuh hingga sasuke tersungkur.
""BAH, apa-apaan sih Dobe!. Tak bisakah kau berhenti menepukku hingga tersungkur tiap kali kita bertemu?"
Ucap Sasuke murka. Ia dibantu Sai yang pundungnya sudah reda untuk berdiri kembali.
"Soalnya aku senang melihat ekspresimu saat terjatuh, semenjak kau menolong Pakkun. Hehehe"
Si kepala duren mengangkat dua jarinya tanda 'peace' dan nyengir lebar.
Sasuke cuma bisa menggerutu dalam hati. "Bocah bedebah". Rutuknya kesal.
"Bwahahahahaa, rasakan!. Pasti sakit…"
Sakura tertawa puas, Sasuke cemberut, Sai ngupil, sedangkan Naruto melirik ke arah Sakura dan teringat sesuatu.
"Oh ya, kamu nona yang pingsan di air mancur tadi kan?" tanya naruto sambil asyik merogoh saku celana kolornya.
di chapter sebelumnya, harusnya naruto memindahkan 'barang itu' dari saku blazer ke celana kolor, karena blazernya ternyata terkontaminasi bird poof XD.
Sasuke dan Sai jijik ngeliat perbuatan teman baik mereka tersebut. Sedangkan Sakura langsung mimisan.
"Nih punyamu, benda ini terjatuh saat aku merebahkanmu di bawah pohon. Aku lupa mengembalikannya"
Naruto mengulurkan tangannya yang memegang secarik kertas lusuh yang sudah jamuran.
Sakura meraih kertas tersebut menggunakan kelingking dan jempol karena merasa kertas itu jadi lebih menjijikan sebelum jatuh ke tangan tuan Blonde.
"Te, terima kasih. Ano, ngomong-ngomong siapa nama kakak?"
Tanya sakura malu-malu tapi mau.
"Aku.."
To Be Continue…
Gomen, sedikit banget updatenya. Soalnya cerita selanjutnya ada di folder lain *lupa dimana nyimpennya* Tapi saya usahakan secepatnya lagi di update….
REVIEW?
