Disclaimer :
Naruto © Masashi Kishimoto
Herbivor follower © Shiho Kazuki a.k.a Bukan Shiho Miyano
ALTERNATE UNIVERSE
Rada OOC, Gejeness, Garing, Jayus may be, basi.
Only 992 Ms. WORD
DON'T LIKE DON'T READ
Kata-kata Naruto terpotong oleh suara teriakan anjing rabies –digebukin Kiba FC-
Author babak belur dari kemarin digebukin sama Sakura dan Kakuzu FC sekarang ditambah oleh Kiba FC. T^T
Sehingga merusak suasana meriah diantara mereka berempat.
"Hoi Sas, Sai, Nar!. Nyok kita berangkat, bentar lagi kan kita mesti ngejemput Hinata di Bandara Narita."
Kiba melambai-lambaikan tangannya dari jarak 20 meter kayak orang dadah-dadahan mau ditinggal pergi jauh ke pasar loak (?).
Mendengar si Kiba menyebut-nyebut nama H-I-N-A-T-A. Naruto bereaksi,
"Akh, Hinata!. Aku hampir lupa, hari ini dia kan pulang dari kampung sebelah…"
Berdasarkan nada suaranya, Naruto senang bukan main. Dia antusias berlari menuju Kiba yang telah siap mendekapnya mesra di ujung lorong sana.
"Loh, kok si Hinata pulang dari kampung sebelah ampe dijemput segala di Bandara?. Padahal cukup jalan kaki aja nyampe".
Tanya Sai dengan Oon-nya.
"Maksud si Dobe tuh, kampung sebelahnya kota Munchen alias Landen"
Jawab sasuke ngasal.
"Dasar anak bodoh, yang kau maksud itu mungkin London. Bukan Landen!"'
Sela Sakura, ikut-ikutan menjawab pertanyaan Sai.
"Aku kan tidak tanya padamu pink"
Kata Sai datar, membalas pernyataan Sakura di chapter kemarin yang membuatnya pundung di pojok kakus.
GRRR, Sekarang aura kekesalan yang menyelimuti Sakura yang jago menyiangi rumput di kebon binatang.
"Lagipula London kan pengucapannya memang Landen, bukan London"
Balas Sasuke dengan senyum penuh kemenangan. Hingga Sakura semakin terpojok oleh kedua kambing jantan ini.
"Hei Sasuke, lebih baik kita segera berangkat. Tampaknya percuma saja bicara dengan dia"
Kata Sai menarik tangan Sasuke dengan lemah lembut seperti seorang gadis pada kekasihnya.
"Sebentar, aku ingin mengucapkan barang sepatah patah patahnya kata dulu pada nona pinky"
Sasuke melepas pegangan tangan Sai di lengan kanannya. Kemudian berbalik menatap Sakura yang masih berdiri tegap di belakangnya.
"Apa?, mau mengajakku berantem disini heh?"
Tanya Sakura galak
"Tidak, aku hanya ingin memperingatkanmu. Kau pasti akan menerima balasan karena telah menertawakan dan menghina para pangeran ganteng -Hoeeek- HERBIVOR"
Seringai licik sasuke diiringi sound nenek sihir yang tertawa cekikikan.
"Coba saja kalau berani, memangnya aku takut padamu bocah nakal! Weee.."
Sakura menjulurkan lidahnya sebagai bukti ia telah menantang uchiha bungsu.
"Sebaiknya kau segera mencari kelasmu, gadis pemenang undian kupon sabun…."
Si rambut ayam berkata sambil tetep stay cool balik berjalan lurus ke depan ampe nabrak pagar halaman XD.
Sakura melongo. Ia heran, kenapa cowok nakal itu tahu kalau dia menang undian sabun cuci?. Parahnya, ia belum tahu namanya. Khususnya yang paling membuat Sakura penasaran adalah nama kakak berambut pirang yang telah menjadi malaikat penolongnya.
Inner Sakura
"Ngg, tunggu dulu. Bukankah si bocah nakal itu tadi mengucapkan sebuah nama aneh ? kalau tidak salah Her, her , her apa ya?. Hermes, Herem, Herbia, Hertz, Heroin, Herry, Hebi.. Ah ya, HERBIVOR!Herbivor? Apa itu?"
Setelah berputar-putar selama satu jam serta bertanya pada rumput yang bergoyang, anak kambing, anak orang, anak pejabat ampe anak dewasa…
Ia pun berhasil menemukan kelasnya yang ternyata terletak dekat sekali dengan lokasi pertengkarannya dengan Sasuke Cs.
Di kelas, Guy-sensei yang sedang mengajar ilmu lawak (?) memaklumi keterlambatan Sakura dan menerima kupon sabun cuci yang sudah buluk tersebut.
"Tak apa Sakura-san, kejadian murid baru yang nyasar sudah menjadi hal lumrah di sekolah Shin Wuah"
Inner Sakura "Lumrah? Kenapa tidak bikin penunjuk jalan saja sekalian! Sekolah ini terlalu besar untuk murid yang jumlahnya hanya 10 orang dalam satu kelas"
Pikir Sakura sembari memandangi wajah mengerikan orang-orang yang akan menjadi 'teman-temannya' kelak.
"Baiklah anak-anak, ini dia teman baru kita yang beberapa hari lalu diumumkan sebagai pemenang beasiswa sabun cuci So What tahun ini, produksi Uchiha Confrontation selaku pemilik sekolah Shin Wuah. Tepuk tangan yang meriah untuk HARUNO SAKURA!"
Ucap Guy penuh semangat masa tua.
Sakura berusaha memasang senyum terbaiknya, kemudian membungkukkan badan hingga menyentuh kaki (?) sebagai tanda hormat pada teman-teman barunya. Namun cuma satu orang yang bertepuk tangan ria seperti penghuni rumah sakit jiwa Sumber waras yang duduk di sudut kelas. Sedangkan siswa lain diam tanpa ekspresi dan gerakan berarti bak patung Pancoran. Dari muka-mukanya sih, mereka jelas-jelas tidak menyukai Sakura.
Siswa bersemangat itu berperawakan kerempeng dan berpotongan rambut bob serta memiliki kemiripan dengan wali kelas Sakura. Bagi Sakura, kedua orang tersebut sama anehnya.
"Oh Lee, semangat masa mudamu sungguh besar… hingga hanya kau saja yang memberi sambutan hangat pada teman barumu"
"Tidak masalah Guy-Sensei, ini sudah kewajibanku sebagai ketua murid kelas ini"
Ucap si jejaka bernama lengkap Lee-Rock sambil berlinang airmata haru.
"Lee"
"Guy-sensei"
"Lee"
"Guy-Sensei"
Author note: Apabila dialog dua orang ini dibiarkan berlarut-larut, maka akan mengarah pada sebuah pernyataaan bahwa Lee adalah Guy (homo). Oleh karena itu, mari kita skip saja dialognya –digiles Guy-
"Kalau begitu, Haruno Sakura. Kamu duduk di depan Lee, bangkumu berwarna merah dan ada label So What-nya. Itu sengaja dirancang khusus bagi pemenang undian Uchiha Confrontation"
"Iya, terima kasih sensei"
Inner Sakura "Mentang-mentang cuma pemenang undian, sampai segitunya amat sih. Huh, sekolah macam apa ini? Kenapa bangkuku norak sekali?. Kalau sampai aku bertemu kepala sekolahnya, akan kukritik".
Sementara itu di bagian Sasuke dan kawan-kawan yang lagi enjoy duduk-duduk di emperan bandara ..
Inner Sasuke
"Hmmm, menarik juga. Baru kali ini ada orang yang menantang plus menentang Hegemoni Herbivor di negara Hi. Aku akan membuat gadis ceroboh itu menyesal. Khukhukhu.."
"Sai kenapa tuh si Sasugay. Sejak perjalanan menuju kemari dia senyam-senyum mulu, sambil ketawa-ketawa ala nenek lampir pula?"
Tanya Kiba heran sanga.
"Belum minum obat kali dia"
Sai malah asyik sendiri dalam kegiatannya motret-motret bule yang berlalu lalang.
Dasar udik.
"Apa aku ketinggalan sesuatu yang menarik Kagamau?"
Tanya Kiba sama boneka anjing kecil kesayangannya yang sebesar gantungan kunci berukuran 5 cm. Awalnya dia ingin bertanya pada Naruto, tapi mengingat si Naru lagi mantengin pintu kedatangan penumpang –arrival gate- dengan ekspresi tak sabaran, bak suami yang lagi nunggu istrinya lahiran, Kiba mengurungkan niatnya dalam batok.
" Hinata-chan!"
"Sasuke-kun!"
Suara tersebut mengalihkan dunia Kiba dan Sai yang asyik dengan kegiatan masing-masing.
"Eh?"
TO BE CONTINUED….
Apa yang akan diperbuat Sasuke?
Tentunya berbeda dengan film BBF di TV.
REVIEW AND REVIEW?
Thank you
