Disclaimer :

Naruto © Masashi Kishimoto

Herbivor follower © Shiho Kazuki a.k.a Shinkerbell

Thank you so much for reviewer and reader sekalian :

Mira any, Just Ana, Mila Mitsuhiko, MissUchiwa dll

ALTERNATE UNIVERSE, OOC, JAYUS MAY BE

PAIR :

SASUSAKU lah, gak mungkin SESUKAKU

Cerita ini hanya untuk kepentingan hiburan dan humor semata, apabila ada bahasa tidak baku, EYD hancur, serta kemiripan tokoh, tempat, tanggal lahir, jenis kelamin, muka dan sejenisnya gak usah heran. XDXD

Warning:

Huruf Italic (Pikiran Author)

Jam istirahat tiba, teman-teman baru Sakura 'dipaksa' oleh Lee untuk berkenalan dengannya.

Mereka ngantri bersalaman sambil cipika cipiki dengan Sakura (bayangkan suasana orang yang mau dibagi BLT). Setelah itu baru mereka diperbolehkan istirahat.

Pada mau aja sih disuruh Lee..

Dimulai dari seorang cowok pemalas yang tukang tidur, cewek ganjen dengan potongan aneh, cowok bergigi tajam, gadis bercepol, pria berkucluk yang terlihat kacamata hitamnya saja dan makhluk-makhluk aneh lainnya –plaak-

Acara meet and greet 'Haruno Sakura' tersebut memakan waktu yang tidak bisa dibilang tidak lama, karena sempat diselingi pidato panjang seorang cewek berambut merah. Kita langsung saja menuju ke TKP.

"Gue Karin Ibiki, putri tunggal kepala polsek Matramangakure. Zodiak libra, hobi main ketapel, papih gue punya usaha sampingan grup sirkus di prefektur negara Hi. Gue sering jalan-jalan ke luar negeri. Semua bintang papan triplek pernah kencan sama gue, dari Leonarto dicaprio, Brad pelit, Tong cruise, Justin terbalik ampe Justin bibier pun pernah dapat french kiss dari pacarnya (?). Ibu gue secantik Angelina Jolie, dan pastinya kecantikannya itu turun ke gue. Kakek gue hobinya kawin lari. Gue keturunan keluarga ratu Elisah Beuh generasi ke XYZ. Paman adalah ... bibi balalalalalabalala...

"Finally, jangan macem-macem loe ama gue. Apalagi kalau loe ngedeketin gebetan gue,. Sasuke-kun"

Ucap Karin dengan angkuh, sambil ngisep-ngisep permen loli yang udah tinggal gagangnya doang.

Namun nyatanya saudara-saudara, apa yang dikatakan Karin tidak sepenuhnya benar. Sebab survey membuktikan bahwa ayah Karin ternyata seorang kepala preman pasar Rawa badak, yaitu Morino Ibiki (38) dan usaha sirkus yang dia maksud adalah Topeng monyet!.

"Sebodo ahmad, aku gak ada minat. Siapa lagi Sasuke-kun itu, aku gak kenal!" Sakura ngomong asal ceplos disertai muka masam.

"Heh, jangan bicara sembarangan tentang Sasuke-kun ya!"

Karin terpancing kail emosi. Dia menggebrak meja Sakura yang sudah reyot sekuat tenaga. Sakura mendengus kesal. Shikamaru yang merasa bakal terjadi perang antara dua perempuan bawel ini, buru-buru melerai.

"Sudah, jangan bertengkar di kelas!.Antrian perkenalannya masih panjang nih, kami mau segera istirahat dan makan siang"

Shikamaru mendelik ke belakang, menunjukan enam orang lainnya yang bertampang "lelah menunggu". Karin terpaksa mundur secara tidak hormat sambil mengangkat jari tengahnya yang dia tujukan pada Sakura. Gadis berpita merah jambu ini cuma bisa berkata dalam hati

'Si kadal merah itu, buat apa coba nunjukin jari tengahnya?. Cuma jari kudisan aja pake diacungin segala, gak nafsu tau!' (?)

HERBIVOR FOLLOWER

"Sasuke-kun!" teriak Hinata

"Hinata-chan!" sorak Naruto

Teriakan tersebut mengalihkan dunia Kiba dan Sai yang tengah asyik dengan kegiatan masing-masing.

"Loh, kok Hinata gitu?" Ucap Sai dan Kiba berbarengan.

Sasuke yang lagi melamun, berekspresi cengok melirik sumber suara yang memanggil nama kecilnya.

Naruto yang menyadari ada yang salah dengan apa yang harusnya Hinata katakan barusan, tertegun sejenak. Dalam pikirnya, kenapa tidak ada panggilan "Naruto-kun?". Dan sekarang Hinata Hyuuga berlari melewatinya begitu saja. Parahnya lagi, wanita itu malah memilih memeluk erat pria berjas hitam berambut spike ala kemoceng serta berwajah kumal yang sedang duduk-duduk di emperan sambil memegang gelas aqua bekas yang telah terisi duit recehan!.

Oh maaf, bukan, ternyata itu hanya imajinasi Naruto saja. Yang Hinata peluk bukanlah seperti apa yang Naruto bayangkan tadi. Fakta ini sungguh mengerikan daripada melihat Hinata memeluk seorang gembel kolong jembatan sekalipun!.

Hinata ternyata mendekap erat Sasukebe diiringi ucapan bernada mesra.

"Aku kangen padamu, Sasuke-kun..."

DUARRRR

Hujan deras turun dengan dahsyatnya beriringan bunyi petir yang sambar menyambar. Tatkala Naruto mendengar kata-kata 'menyakitkan' tersebut. Rasanya hatinya tertusuk ribuan jamur kutu air.

Sasuke sebagai si 'terpeluk' bingung dengan pernyataan Hinata.

Sasuke POV'S

'Nah loh, si Hinata kenapa nih. kok aku dipeluk-peluk?. Pake bilang kangen segala lagi, apa aku mulai mengalami gejala yang biasa orang-orang sebut dengan syndrom Boloteisme?. Tapi tidak mungkin, dia jelas-jelas bilang kangen. Emang sih, wajahku ini tipe stoic yang ngangenin. Gak kalah sama kakakku yang sok kegantengan itu'

Sasuke perlahan melepaskan pelukan Hinata yang teramat kencang hingga membuatnya sesak dan hampir tewas.

"Maaf ya Hinata,.. kamu salah orang. Naruto itu ada di sebelah sana" tunjuk Sasuke ke arah Arrival gate.

tampak jelas seorang kunyuk yang sedang menjilati daun kelor, pundung membelakangi mereka.

Apakah Naruto sedang berperan di iklan Axis?, tentu saja tidak!. Dia hanya sedang membelakangi penonton saja. Sorot mata Hinata memancarkan kekesalan tapi juga seperti ada sesuatu hal yang harus ia paksakan pada Naruto.

"Aku benci Naruto!" ucap Hinata tepat mengenai jantung hati Namikaze Naruto yang berhati lembut.

Setelah mengatakan hal itu, Hinata nangis bombay dan meninggalkan empat cowok tersebut tanpa alasan berarti dengan taksi yang entah kenapa mendadak ada di depan Hinata. Sungguh amat tidak jelas apa yang ada dipikiran nona Hyuuga. Sasuke diam, Sai diam, Kiba pun terdiam. Apalagi si Naruto, dia malah ngibrit ngejar-ngejar Hinata persis adegan film Kuch-kuch hota hai antara Anjeli dan Sharung kan.

"HINATA!"

"Mereka itu kenapa sih?" kata Kiba bertanya-tanya.

"Padahal dua minggu yang lalu hubungan mereka baik-baik saja" Tambah Sai

"Huh, dasar Dobe merepotkan. Pasti aku akan kena imbasnya" dumel Sasuke.

"Apa tidak sebaiknya kita menyusul mereka?" tanya Sai, berniat membantu Naruto. Padahal dalam hatinya ia hanya ingin memotret adegan pertengkaran mereka saja.

"Jangan. Biarkan saja mereka menyelesaikan masalahnya sendiri. Nanti juga baikan lagi" jawab Kiba.

Namun firasat Sasuke berkata lain, ia merasa ekspresi dan sikap Hinata agak berbeda dari biasanya. Belajar dari cekcok NaruHina yang pernah terjadi sebelumnya, pertengkaran kali ini rasanya akan menimbulkan efek yang lebih menyeramkan daripada virus H5N1 maupun H1N1.

"Benar apa kata Kiba, sebaiknya kita kembali saja ke Shin wuah"

HERBIVOR FOLLOWER

"Sakura-san. Maaf ya, tadi Karin kurang sopan padamu" Lee ber-ojigi (1) setelah kegiatan saling mengenal antar makhluk hidup itu selesai.

"Tidak apa, aku maklum kok. Pasti dia iri padaku, jadi sikapnya seperti itu" Sakura nyengir.

"Yokatta, Karin itu memang menyebalkan. Jangan diambil hati.."

"Iya, aku mengerti Lee-san"

"Kalau Sakura-san ada pertanyaan seputar siswa atau lingkungan sekolah Shin wuah, tanyakan saja padaku. Aku akan selalu siap membantumu!" Lee mengangkat tangan kanannya ala hormat bendera.

"Ah iya, aku ada pertanyaan. Apakah di sekolah ini ada sebuah gank atau grup lawak aneh yang salah satu anggotanya itu berambut seperti pantat ayam dan bertampang menyebalkan?"

Lee mikir sambil menggaruk-garuk pantatnya yang memang gatal.

"Ngg.. ah aku tau, yang Sakura-san maksud mungkin Herbivor!"

"Betul, betul, betul. Ceritakan dong tentang mereka" Sakura antusias sekali.

"Herbivor adalah kelompok anak muda berbakat yang diketuai Uchiha Sasuke, anak kelas XII. IPA 1. Sekaligus putra pemilik sekolah ini. Untuk lebih jelasnya, lihat saja isi map yang ada di kolong mejamu"

Sakura melirik ke dalam kolong laci mejanya, ada sebuah buku cukup tebal dalam map bening yang berisi profil lengkap plus foto dan tanda tangan semua anggota Herbivor.

"Apakah benda ini memang sengaja diberikan padaku?" tanya sakura sweatdropp

"Berdasarkan peraturan kepala sekolah Fugaku Uchiha-sama nomor 666 tahun 1666. Semua siswa wajib memilikinya, jadi map itu sudah disediakan disana sebelum kamu datang kemari"

Oh my goat, Herbivor itu sudah berdiri sejak zaman kapan sih?

Sakura membuka lembar demi lembar buku itu. Di halaman-halaman awal, begitu banyak kata pengantar dari berbagai pihak serta pesan dan kesan orang-orang tenar. Bahkan Perdana menteri Konoha pun telah membaca buku biografi itu. Berikut kutipan isi kesan 'Perdana menteri'

"Kyaa, saya suka banget buku ini!. Isinya betul-betul tidak mendidik dan membuat saya blushing tiap membaca dan menatap foto anggota-anggotanya. Apalagi Uchiha sasuke, anggota herbivor yang paling guanteng dan cute. Aktor hebat berbakat yang multitalenta. Berkat kalian dan keluarga, perekonomian Konoha menjadi yang terbaik selama sepuluh tahun terakhir. Gak nyesel deh kalau dah baca!. Salam manis untuk semua pembaca dan penggemar Herbivor. Lebih beruntung lagi kalau anda bisa sekolah di SMA Shin wuah. Two thumb up!"

TTD

Prof. Dr. Pein Yahiko suaminya Konan Edogawa (?)

Yaiks, sakura mual membaca kesan dari sang Perdana menteri. Kemudian ia melanjutkan ke halaman selanjutnya, namun isinya masih saja kata pengantar dan pesan tidak jelas. Barulah ketika mencapai halaman 113, profile anggota dimulai. Disebelah kanan profil, terpampang foto-foto si empunya.

Nama : Inuzuka Kiba

Alamat : Perumahan Bumi Burung (PBB) blok K no.73 hitam

Gol darah : ABO

TTL : Amazon, 29 februari xxxx

Sibling : Bungsu dari tiga bersaudara

Status : Single

Aktifitas : Sekolah sambil ngrusin bisnis ortu

Cita-cita : Dokter kandungan hewan

Motto : Berlarilah selagi bisa, sebelum kau dikejar anjingku

Nama : Sai bin Ki Danzo

Alamat : Anbu Regency, belok kanan dekat selokan no. 6

Gol darah : Biru

TTL : Rahasia dong,..

Sibling : Kakak gue dah mokad sekarang anak tunggal.

Status : Double

Aktifitas : mencari gadis-gadis molek untuk dijadikan model

Cita-cita : Pelukis handal

Motto : Seni bukan ledakan, tapi seni adalah kejutan!

Nama : Namikaze Naruto

Alamat : Samping rumahnya RT Kakuzu

Gol darah : O untuk Ooh biru juga..

TTL : Los angeles, 10 Oktober xxxx

Sibling : Gak punya kakak dan gak punya adik

Status : it's complicated

Aktifitas : makan, tidur, sekolah, makan, tidur, sekolah, makan, tidur, sekolah.

Cita-cita : kerja di perusahaan Shin wuah. Kalau gak, ya jadi Pengacara sajalah.

Motto : Sakinah, mawadah, dan warahmah (?)

Nama : Uchiha Sasuke

Alamat : Pondok Jengkol Permai, catnya warna krem, ada lambang kipas di gerbangnya.

Gol darah : AB

TTL : London, 23 Juli xxxx (boong banget tuh tempatnya)

Sibling : Anak kedua dari seorang kakak yang incest.

Status : Selagi buku ini dibuat, saya single.

Aktifitas : main sinetron stripping dan pemotretan di luar negeri.

Cita-cita : menjadi pemeran utama di sinetron yang gak tamat-tamat, Naruto Shippuden.

Motto : "Hnn" -_-

Sakura POV'S

Hoo,, jadi si pantat ayam itu namanya Uchiha sasuke, sekarang dia sudah jadi orang kaya -citanya konyol sekali, masa ingin jadi pemeran utama di sinetron yang gak ada juntrungnya itu. Dari zaman aku lahir, percaya deh, tuh sinetron gak bakalan kelar ampe kiamat.

Hah, tuan blonde tinggal samping rumah RT Kakuzu. Kok aku gak nyadar ya. Atau dia baru pindah?. Tapi kayaknya dia sudah punya pacar. Pasti pacarnya itu orang yang sangat sabar dan manis. Ayolah Sakura, jangan mengharapkan lebih dari orang yang telah memiliki hubungan dengan wanita lain'

Sakura menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Ano, Sakura-san.. apa kamu kurang enak badan?" tanya Lee sopan banget

"Iie, atashi wa daijobu desu" jawab Sakura (2)

"Menurutku wajahmu sedikit pucat, apa kamu belum makan?"

"Eeh, i,itu i,iya sih aku belum makan" Sakura jujur, perutnya keroncongan dari pagi.

"Kalau gitu, ayo kita ke kantin!"

"Hei tapi aaku,,."

Lee menyambar tangan Sakura cepat seperti menggunakan jurus shunshin no jutsu. Jika pak Minato si pemeran Hokage keempat di sinetron Naruto Shippuden melihatnya, dia pasti akan mengaku kalah dan sembah sujud pada bocah beralis tebal ini.

HERBIVOR FOLLOWER

Mata Sakura tak berhenti berkedip memandang gunungan makanan di depan matanya. Air liurnya sama sekali tidak menetes. Ia tak menyangka, bahkan sangat terkejut. Apakah yang ia lihat ini pantas disebut kantin?. Baginya ini lebih cocok disebut sebagai tempat pembuangan sampah , dan itu memang benar adanya!.

"Lee-san kenapa kamu mengajakku kemari, inikah kantin sekolah Shin wuah?"

"Hei, itu sih tempat pembuangan sampah. Lihatlah kesana, kantin ada di sebelah selatan"

Sakura dibuat terperangah untuk kedua kalinya, di depannya kini berdiri megah sebuah gedung seluas lapangan bola yang tidak bisa dibilang kantin. Karena lebih mirip dengan restoran bintang lima yang menyediakan candle dinner. Di dalamnya ada banyak pelayan yang mengenakan seragam putih hitam berdasi kupu-kupu dengan terampil melayani para siswa-siswi yang mau 'jajan'.

Tidak ada uang seribuan apalagi gopean yang keluar dari saku para pembelinya, mereka rata-rata menggunakan credit card berbagai macam bank atau lembaran berwarna pink yang memiliki lima nol dibelakang angka satu.

"Huh, membosankan... mengapa di berbagai tempat aku bertemu Haruno Sakura terus?"

Sakura membalikan badannya perlahan, ia sudah kenal suara menyebalkan ini. Siapa lagi kalau bukan...

TO BE CONTINUE...

Hahaha, akhirnya bertemu kembali dengan fict author yang super nista and unjelasly.

Di chapter kali ini, Shin sudah melakukan perombakan deskrip. Insya allah lebih rapi dari

biasanya dan enak dibaca oleh mata *ya iyalah, masa dibaca sama kaki*

Maafkan Shin apabila masih ada banyak misstype.

Ya sudahlah, mohon di review saja dengan menekan tombol biru di bawah.

REVIEW and REVIEW PLEASE?