Disclaimer :

Naruto © Masashi Kishimoto

Herbivor follower © masih punya saia

BACALAH PAIR INI:

Rated :

T bisa jadi M hehe

Genre : Humor/Romance/Parody

Kisah ini hanya untuk hiburan semata, apabila ada kesamaan nama tokoh,TKP, KTP dan akta kelahiran gak usah heran.

Ga pake bahasa sastrawan/sastrawati, apabila ada yang tidak suka dengan pendeskripsian macam ini, silahkan segera tekan icon back.

AU, OOC, JAYUS MAY BE, LEBAYNESS, GARING, KURANG ASEM, KURANG GARAM .. HARAP MAKLUM KARENA STOK BUMBU DI DAPUR SAYA HABIS! - *Plaak*

DONT LIKE DONT READ!

Sekitar jam tiga sore, kegiatan persekolahan di Shin wuah selesai. Sakura pulang tanpa mengenakan blazernya yang sudah ternoda kecap merk Ei-Bi-Si yang dituangkan oleh si buntut ayam laknat. Padahal cuaca di luar sana cukup dingin karena Konoha sudah mulai memasuki musim hujan yang ekstrem seperti di negara bernama Indonesia yang tidak ada dalam peta Konoha tentunya. Bisa dibayangkan betapa menggigilnya Sakura yang sekarang hanya mengenakan kemeja lengan pendek berwarna putih, rok biru tua lima cm di atas lutut, dan dasi berwarna hijau. Belum lagi, ia harus menghadapi omelan dari ibunya karena telah mengotori seragam yang sangat dibanggakannya itu. Untuk mengetahui penyebab kotornya seragam Sakura, mari kita sejenak kembali ke masa tiga jam yang lalu. Okey cekidot!

"Karin?" Sakura mengangkat kedua alisnya

"Ngapain loe kesini, kantin ini tuh ekslusif untuk orang berduit aja!" ucap Karin sinis

"Aku orang berduit kok, nih buktinya"

Sakura menyambitkan dua lembar seribuan lecek ke wajah Karin.

"Hiiih, apaan sih loe. Jijik gue sama duit segitu"

Karin bergidik jijay mengusap-usap wajahnya. Buru-buru ia lari ke kamar kecil bertuliskan 'Bukan WC Umum' untuk membersihkan kuman-kuman, najis, noda dan dosa yang menempel di sekujur tubuhnya (?).

"Aduh sekali lagi maafkan dia ya Sakura-san. Dia tuh orangnya gaje, suka caper"

"Dari tampangnya sih memang begitu.." Sakura memanyunkan bibirnya

"Ayo kita masuk ke kantin"

"Ekh, tapi aku gak bisa ke kantin itu deh. Soalnya aku..." Sakura agak ragu

"Gak punya uang kan, ceroboh?"

Sakura kaget, ada suara buruk yang benar-benar menyindir dirinya.

"Tuan muda Sasuke, sejak kapan anda dan kawan-kawan ada disini?"

Lee buru-buru nyamperin Sasuke untuk memberikan penghormatan.

"Lee, kenapa kau memanggilnya tuan muda? Itu terdengar menjijikan ta- uhh"

Buru-buru Lee membekap mulut Sakura agar tidak berkata yang tidak-tidak. Sakura meronta-ronta minta dilepaskan, karena tangan Lee bau sekali. Ia tak tahan.

"Lepaskan Lee, biarkan dia bicara" perintah Sasuke bak mandor real estate.

"Baiklah tuan Saskey!"

Sakura mengatur nafasnya pelan, rasanya ia baru keluar dari ruangan yang dipenuhi bau sigung. Ia patut berterima kasih pada Sasuke.

"Sekarang lanjutkanlah apa yang ingin kau katakan padaku"

"Kau men..."

Tanpa aba-aba Sasuke mengangkat dagu Sakura, wajah mereka kini sangat dekat. Tatapan onyx-nya mencerminkan wajah tanpa dosa dan terlihat sangat manieessss seperti madu dicampur racun. Mulai muncul semburat tidak wajar berwarna merah keunguan di pipi nona pinky. Ternyata seorang Sakura Haruno sekalipun tak bisa menolak pesona uchiha muda yang lebay ini.

Sakura Pov's

'Si bodoh ini ganteng banget sih, pantes aja dia jadi artis. Tatapannya itu loh, gak nahan minta ditampar. Hey sadarlah Sakura, dia itu musuhmu. Jangan tergoda oleh serigala berbulu ayam ini!'

"Tidak, lupakan saja!" Sakura segera membuang mukanya yang jelas-jelas blushing.

"Huh kenapa, kau takut padaku?"

Sasuke tertawa menang sambil mengguyurkan saus kecap yang biasa ia bawa dari dapur rumahnya ke bahu Sakura (?). Sai dan Kiba ikut-ikutan tertawa saja. Lee juga tertawa, tapi tawanya garing banget kayak kerupuk. Takut digaploked Sasuke.

Sedangkan Sakura? dia memilih lari dari empat orang bodoh itu dengan beberapa tetes airmata di pipinya. Lee yang merasa kasihan segera menyusulnya.

"Sakura-san tunggu, aku tidak bermaksud menertawakanmu!" Teriak Lee mendayu-dayu.

Setelah sejauh mata memandang dua anak kelas XI itu menghilang ditelan bumi, Kiba buka mulut.

"Sas, dia nangis ya?" tanya Kiba yang menyadari Sakura mewek.

" Ckckck, dia pasti nangis karena bahagia mendapat tatapan spesial dariku tau!" ucap Sasuke santai

Padahal dalam palung hatinya yang sedalam samudera dan setinggi langit di angkasa, Sasuke merasa agak bersalah. Sakura menangis pasti gara-gara ada kesalahan kata-kata yang diketik si author..

~Herbivor Follower~

Nah udah pada tau kan sekarang? Mari kita kembali ke masa depan! =3

Sakura POV'S

'Huh..Bagaimana ini, baru hari pertama saja sudah dapat musuh. Bagaimana bisa aku bertahan melewati dua tahun hidupku disana. Bisa-bisa aku menjadi bahan lelucon mereka terus. Sial sekali nasibku'

Sakura melangkah ogah-ogahan, sisa-sisa airmata yang telah mengering masih terlihat di wajahnya yang lusuh. Untuk saat ini, dia tidak berniat pulang ke rumah. Ia berpikir untuk mencuci blazernya dulu di sungai deket rumah Haji Hidan yang baik hati dan rajin menabung dosa. Sesungguhnya Sakura curiga, Haji Hidan adalah seorang pedofil bangkotan berumur empat puluh sembilan tahun penganut aliran sesat bernama Dewa Jashin. Titel 'Haji' yang disandangnya adalah sebuah kedok untuk menutupi kebejatannya pada anak-anak malang sejenis De'dara.

Dan entah mengapa masyarakat sekitar mempercayainya sebagai sesepuh kampung. Hingga banyak orang yang selalu meminta pendapat, nasehat atau didoakan olehnya. Sungguh ironis bukan. Contoh konkritnya adalah ibu Sakura sendiri yang menjadi korban cinlok dan kepalsuan Haji Hidan.

Setibanya di Sungai Konoha Cabang Bantar gebang (sKCB), Sakura duduk di sebuah batu besar tepi sungai dengan pose ibu-ibu yang biasa lagi nyuci di kali. Ia menggiles blazernya hingga gepeng dan bersih. Namun sayang sejuta sayang, noda kecap itu tidak hilang-hilang juga!. Entah kecap itu sudah dicampur jampi-jampi atau apa oleh bocah bedebah bernama Sasukebe.

"Uuh, kenapa kecapnya gak bisa hilang sih. Aku kan sudah pakai R***O anti noda yang bisa membersihkan berbagai noda membangkang!"

PRAAK, PRAAK, PRAAK

Sakura membanting-bantingkan blazernya ke batu yang ia duduki, berharap suatu keajaiban akan terjadi. Siapa tahu tiba-tiba muncul genie yang akan mengabulkan tiga permintaanya seperti kisah Alay'ding dan Non Jasmine

"Sampai kapanpun tu kecap gak bakal ilang kalau gak pake ini!"

BUKK

Sebungkus kresek hitam kecil mendarat dengan sukses di jidat Sakura berbarengan dengan suara tersebut. Oww, inikah pertolongan dari genie yang diharapkannya? Tapi mana mungkin ada genie yang dengan tak berprikegeniean melempar seenak jidat ke jidatnya yang sudah cukup lebar.

"Aww, sakit..." Sakura meringis tipis. Di tengah kepusingannya akibat terpukul plastik nista itu, matanya sibuk mencari sosok yang sudah tega melemparnya dengan kresek yang selidik punya selidik berisi lima sachet deterjen merk 'So What' produksi pabrik Uchiha sialan yang telah membuatnya kesal seharian.

Diseberang sungai sana telah berdiri tegak seorang pemuda yang sedang menyeringai mesum pada Sakura berlatarkan mobil jaguar silver miliknya.

"Hoi ayam tiren, ngapain kesini? Main sinetron saja sana!" Teriak Sakura kesal

"Aku mau membantumu gadis cengeng!"

balas Sasuke pake toa yang dia pinjam dari orang-orang yang sedang demo di gedung DePeErde Konoha.

"Aku tidak butuh bantuanmu, lagipula apa urusanmu?"

"Terserah kau mau atau tidak, yang penting aku sudah memberikan solusi untuk masalahmu"

Sasuke menunjuk blazer Sakura yang tengah menjuntai ke sungai dan siap hanyut terseret arus. Buru-buru Sakura meraih blazernya tercinta sebelum terlambat. Tapi ia tak bisa menggapainya, karena blazer itu terlanjur terombang-ambing dan nyangkut di salah satu bebatuan di tengah sungai. Terpaksa ia harus turun agak ke tengah menerjang arus dan berakibat pakaian Sakura basah kuyup.

"Uh, pakaianku jadi basah semua"

Sasuke terkikik dalam hati dan pergi begitu saja meninggalkan gadis yang telah merebut waktunya sesaat. Sakura berteriak memanggil nama orang bodoh yang lagi-lagi membuatnya sial. Makin bertambah saja penderitaannya.

~Herbivor Follower~

Sakura uring-uringan sepanjang jalan, kali ini ia merasakan hawa dingin yang teramat sangat karena tubuhya dari ujung kaki sampai ujung rambut basah kuyup. Mana rumahnya masih agak jauh pula. Di perempatan gang losmen RT Kakuzu, ia melihat sesosok rambut duren sedang duduk merenung di sebuah pos ronda menatap selembar foto berukuran A3. Setetes airmata suci merajuk keluar dari bolamatanya yang berwarna cerulian. Ternyata eh ternyata sosok itu adalah Narto Namikaze salah satu anggota Herbivor sial yang menurut Sakura paling baik. Dia penasaran apa yang sebenarnya sedang dilakukan tuan blonde di pos ronda malam-malam begini. Apakah dia sedang bersedih karena suatu hal, pake acara ada airmata yang menetes pula. Sakura jadi illfeel dan sekarang ia menganggap kalau tuan blode adalah bocah cengeng yang aneh dan suka melakukan hal gila.

"Maaf tuan blonde, apa yang sedang anda lakukan di pos ronda kampung ini?"

"Eh nona pinky? sedang apa, malam-malam masih berkeliaran?"

"Loh kok malah balik tanya, jawab dulu dong pertanyaanku"

"Hei, aku sih jelas-jelas lagi ronda nona. Ga liat apa, dari tadi aku serius ngeliatin foto buronan dan maling-maling kampung sini yang dikasih RT Kakuzu ampe mataku berair karena ngantuk?"

Naruto menodongkan foto itu pada Sakura yang sudah sweatdrop duluan. Bedebah, dia sudah salah duga.

"Kok mau aja sih nge-ronda? Setauku nge-ronda di kampung ini tuh sudah merupakan kewajiban antek-antek RT Kakuzu yang bernama Kankurou, Kisame, Kaguya, Zabuza dan Zetsu serta bawahannya"

"Katanya karena aku warga baru disini dan masih dalam masa percobaan, maka aku ditugaskan ngeronda untuk menunjukkan bahwa aku adalah warga kampung yang baik supaya dapat diterima oleh masyarakat Konoha demi menjadi calon perdana menteri di masa depan"

Gak nyambung lu nar.

"Ahaha, gitu yah… kupikir kamu lagi sedih"

Sakura miris mengetahui jawaban Naruto yang sedikit melenceng dari asumsinya.

"Aku kan sudah jawab, sekarang giliranmu"

Kemudian Sakura menceritakan panjang lebar kronologisnya hingga ia malam-malam masih berada di luar mengenakan seragam Shin wuah yang basah akibat perbuatan leader Herbivor yang berbuntut pertemuan dengan tuan blonde.

"Hmm gara-gara Sasuke ya,."

"Iya, si buntut itu benar-benar menyebalkan!"

Setelah menyebut nama Sasuke, Naruto terlihat berduka. Pikirannya menerawang kembali pada kejadian di bandara yang disambung oleh perdebatan besar antara dirinya dan Hinata di apartemen nona Hyuuga.

"Kita sudah tidak bisa bersama lagi Naruto, terimalah kenyataan!"

"Tapi kenapa Hinata, apa salahku?"

"Ini demi kebaikan kita, aku mohon tinggalkan aku NARUTO!"

"Tidak mau, kalau alasannya tidak jelas begini aku tidak terima!"

Naruto emosi, Hinata menangis sesenggukan. Dia tertunduk lesu sesaat memikirkan kata-kata yang tepat untuk disampaikan pada Aa Uto-nya seorang.

"Maafkan aku Naruto-kun, aku tidak kuasa untuk jujur padamu karena cepat atau lambat kau pun pasti akan tahu alasanku meninggalkanmu. Karena itu percayalah, apapun yang akan kau ketahui kelak, tetap Naruto-kun pria yang kucintai"

"Aku tidak mengerti, apa maksudmu?"

"Aku sudah…"

Cukup, Naruto tidak mau dengar kelanjutan percakapan tersebut yang hanya membuat hatinya sakit. Entah besok ia sanggup atau tidak bertemu dengan 'dia'.

"Sepertinya kamu sedih begitu menyebut nama Sasuke, apa ada masalah dengannya?"

"Tidak ada, hanya saja sekarang aku sedang banyak pikiran"

"Hnn bagaimana kalau besok kita pergi ke perayaan matsuri di kuil Nakano?"

"Boleh, sebenarnya aku pun berencana pergi kesana dengan seseorang. Tapi karena suatu hal dia mungkin tidak datang"

Sakura ingin berkata 'pacarmu ya?', tapi hatinya melarang. Begitu menyadari raut wajah Naruto yang sumpah ga enak banget buat dilihat.

"Ok, kita bertemu di bawah pohon maple gerbang desa Konoha jam 07.00"

Janji Naruto pada Sakura.

~Herbivor Follower~

Di Kediaman keluarga Uchiha

Sasuke yang sedang bebas dari segala macam acara persyutingan, sekarang sedang asyik bermain game Plant vs Zombie didampingi oleh oniichannya tercinta #Sasuke muntah.

Kegiatan gajenya itu harus rela terpotong oleh panggilan ayahnya yang sedang minum teh bersama Mikoto ditemani camilan krupuk jengkol. Teriakan ayahnya itu pun sontak membuat Sasuke kalah dan otaknya memberi instruksi untuk membanting laptop merek PineApple pemberian ibunya sebagai bentuk pelampiasan kekalahannya. Tapi adegan itu tak perlu terjadi karena dengan sigap sang aniki mengambil alih game tersebut dengan wajah sumringah setelah berjam-jam menunggu adiknya game over. Sasuke pun bergegas menuju ruang keluarga.

"Apa? Tumben ada di rumah"

tanya Sasuke datar sementara tangan kanannya bergerilya mencaplok kerupuk jengkol dalam toples. Ia duduk berhadapan dengan Fugaku, posisi duduk mereka lebih terlihat seperti Sasuke sebagai maling ayam yang hendak di interogasi oleh jajaran polsek Taman lawang.

"Ayah ingin bicara denganmu sebentar, kebetulan tousan dan kaasan senggang "

"To the point sajalah"

Sasuke stay cool mengunyah camilan favorit keluarganya itu, kebiasaan makan krupuk jengkol memang sudah mendarah daging dalam keluarga Uchiha sejak mereka masih kismin a.k.a miskin.

"Besok pergilah ke perayaan matsuri di kuil Nakano, carilah tatami ketujuh berwarna hijau keemasan dari arah kanan pintu masuk, buka dan lihat apa isinya"

Ucap Fugaku ngasal dan tak jelas apa tujuannya. Sontak Mikoto menyemburkan teh cap djenggoat dingin yang sedang diminumnya tepat ke muka Sasuke. Anak bungsunya itu bersyukur karena teh tersebut bukanlah teh panas seperti adegan-adegan dalam sinetron pada umumnya. Sehingga wajah gantengnya itu tak perlu cacat atau mengalami kerusakan seperti Misscake yang diperankan artis suna bernama Tayuya Kumiko di sinetron Cinta Fikri yang sampai sekarang telah mencapai thousand season tiada akhir, dimana Sasuke sebagai bintang utamanya mengalami gempor dan bibirnya miring empat puluh lima derajat persis orang stroke akibat sengaja didorong jatuh oleh Misscake yang cinta setengah mampus sama si Fikri di valley of the end yang fenomenal di sinetron Naruto Shippuyden. Berkat cerita di season ini, Sasuke jadi tak perlu repot membaca dan menghapal skrip lagi.

"Aduh maaf sayang, kaasan [gak] sengaja"

Mikoto narik taplak meja untuk mengelap wajah tampan anak kesayangannya.

"Arrgh, udah, udah cukup jangan lap lagi! Cepetan bilang apa yang mau kalian bicarakan?"

Dasar anak durhaka

Mikoto melirik Fugaku dan memberikannya death glare karena kelepasan bicara dengan membeberkan rahasia keluarga Uchiha tentang tatami ketujuh di kuil Nakano yang nyatanya berisi catatan utang keluarga mereka di masa lalu. Fugaku hanya menelan ludah sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"Tousanmu salah bicara Sasu, maksudnya besok kamu pergilah ke perayaan matsuri di kuil Nakano bersama Hinata ya?"

"Iyalah, biasanya juga gitu kok tiap tahun. Malah kami juga suka berangkat bareng Kiba, Naruto dan Sai"

"Anakku sayang, kaasan mohon. Kali ini kamu berangkat berdua saja bareng Hinata. Sai, Kiba dan Naruto suruh duluan atau sama yang lain saja"

"Hee?"

Sasuke mulai merasakan firasat tidak enak, apakah ini pertanda buruk? Jika dia menolak, kaasannya pasti akan mencak-mencak dan memohon terus hingga ia mau. Terakhir kali kaasannya membujuk Sasuke pergi ke Bermuda Triangle untuk menjalani tantangan dari team Fear Factor berakhir dengan tersesatnya ia selama dua hari di hutan Martabak Island yang tak jauh dari Bermuda triangle.

Pria bertitel anak baik di mata Mikoto ini dengan berat hati melepas kata

"Yasudahlah.."

Ia tak mau berkata apa-apa lagi maupun meminta alasan mengapa ia harus pergi bersama Hinata. Uchiha muda yang satu ini terlalu pasrah saudara-saudara.

To Be Continued

Saya akui, fict ini sangatlah jauh dari kata sempurna. Diperparah dengan pendeskripsian cerita yang terlampau lebay di chapter-chapter awal. Jujur saya minta maaf yang sebesar-besarnya bila itu memang mengganggu reader sekalian. Apabila perlu, saya bersedia menghapus cerita ini. Ketidakdisiplinan saya dalam mempublish lanjutan cerita pun jadi masalah besar yang sampai sekarang belum bisa saya selesaikan. Karena saya memiliki alasan yang membuat saya tidak dapat setiap saat memikirkan kelanjutan fict-fict.

To reviewer and silent reader saya sangat berterima kasih pada kalian semua. Tanpa dukungan kalian, mungkin saya akan sangat malas mengetik lanjutan cerita ini:

Smirk, Kasin kazama, Cabe kuning, Mila mitsuhiko, Yoona Furukawa, Miss uchiwa sasusaku's lover, violet7orange, Shinji aishiteru, uchiharuno sasusaku, smirk. bie dll

semuanya mohon mereview lagi dengan menekan tombol biru di bawah ya

REVIEW and REVIEW PLEASE?

20110117

Shinkerbell Company