Disclaimer :

Naruto © Masashi Kishimoto

Herbivor follower © Shinkerbell

DON'T LIKE DON'T READ

Ga pake bahasa sastrawan/sastrawati, apabila kawan tidak suka, silahkan segera tekan icon back.

ここ から 読めないでください

ALTERNATE UNIVERSE, OOC

PAIR :

SASUSAKU lah, gak mungkin SESUKAKU

Cerita ini hanya untuk kepentingan hiburan dan humor semata, apabila ada bahasa tidak baku, EYD hancur, serta kemiripan tokoh, tempat, tanggal lahir, jenis kelamin, muka dan sejenisnya gak usah heran. XDXD

Special for my imouto : Uchiharuno Sasusaku

"Wew, serius?"

"YA NGGAK LAH!" bentak Sakura

Oe oe oe eoeoeoeooeoeoeoeoeoeo

Bayi dalam gendongannya menangis keras-keras karena kaget dengan bentakan Sakura.

"huwa, Haru-chan, cup cup cup. Jangan nangis ya sayang"

Ungkap sakura memohon agar Haruka tidak menangis dan membuat gendang telinganya retak. Namun tangis sang bayi makin keras begitu mendengar permohonan dan timangan Sakura yang baginya amat hambar dan membosankan. Acapkali si tante berambut pink itu mengasuhnya, berkali-kali pula ucapan yang sama seperti di atas keluar dari mulut manisnya. Lima menit berlalu, namun tangis si bayi belum jua mereda. Sasuke yang merasa tolol karena hanya bisa terpaku melihat Sakura repot sendiri, akhirnya turun tangan.

"Aduh,,.. kau ini bisa ngurus anak gak sih?"

Sasuke mulai muak dan akhirnya mengambil paksa Haruka dari gendongan nona Haruno. Tidak kurang dari 20 detik, tangis Haruka mereda begitu berada dalam dekapan tuan Uchiha. Malah dia tertawa-tawa begitu Sasuke mengangkat-angkat tubuh mungilnya ke udara. Gantian Sakura yang cengo, dia tak menyanagka orang mengerikan dan jutek macam Uchiha bisa menenangkan bayi yang menangis. Sakura merasa kalah, padahal dia sudah lama makan buah asam dengan garam dalam mengasuh Haruka, tapi tak pernah mampu menenangkannya dalam jangka waktu secepat itu.

"Hoi, kenapa melamun jelek?" tanya sasuke

Ia mengibas-ibaskan tangan kirinya di depan wajah Sakura

"Eh, tidak apa-apa!" Sakura buru-buru memasang tampang apa-sih-

"hahaha, pasti kau melamun karena memikirkan kenapa aku bisa menenangkan anak ini ya?"

Goda Sasuke sembari mencolek hidung Sakura

"Hih, sudah kubilang tidak ya tidak bodoh!"

"Ckckck Sudahlah, aku bisa menebaknya kok dari matamu. Gak usah heran kali, jangankan bayi, banteng yang sedang mengamuk pun pasti akan tunduk di depanku seperti anak kucing"

Ungkapnya sambil tertawa sombong.

"Bodo, aku kan tidak tanya? Sekarang, cepat kembalikan Haruka!"

Sakura buru mengambil Haruka dari gendongan Sasuke. Doi sih pasrah-pasrah saja, tapi Haruka-nya yang gak terima dipisahkan dari pemuda ganteng ini. Bayi yang mirip Himawari dalam anime crayon Shinchan itu, mencengkeram erat kerah jas Sasuke. Dilihat dari ekspresi wajahnya, Haruka siap menangis lagi. Dia sungguh tak mau lepas dari Sasuke. Jelas saja, walau baru berumur satu setengah tahun, di rumah dia selalu disuguhi tontonan sinetron Cinta Fikri oleh Kurenai selaku sang ibu. Dan tokoh favoritnya adalah Fikri, yang dalam kenyataannya adalah Sasuke sendiri. Coba bayangkan, bila kalian berada dalam posisi Haruka sebagai fans?

"UuuHHHh Haru-chan, ayo kita pulang saja sayang" bujuk Sakura

Haruka terus mencoba bertahan, tapi dia gagal. Begitu terlepas dari Sasuke. Otomatis ia menangis (lagi)

"Hei jangan memaksanya dong bodoh! Dia kan tidak mau?"

"Apa urusanmu? Anakmu bukan?" gertak Sakura

"Dia juga bukan anakmu"

"Ya sudah, aku mau pulang saja!"

"Oke, siapa yang larang? Pulang sana ke rumah ayahmu!"

"Aku tidak punya Ayah, U-C-H-I-H-A SASUKE!"

"Pulang kemanapun sesukamu jelek!"

"dasar kejam!"

"rambut gulali!"

"aktor payah!"

Akhirnya cekcok mulut terjadi berkepanjangan diantara mereka berdua. Merasa terabaikan, Haruka memperkeras volume tangisannya. Hingga pertengkaran Uchiha Vs Haruno terhenti sesaat.

"tuh kan, gara-gara kau dia tak hentinya menangis!" ejek Sasuke

"berisik, aduh sayang, kamu kenapa nangis mulu sih?" ungkap Sakura sedikit kesal.

"mungkin dia lapar" kata Sasuke dengan nada sedikit tinggi

"iya aku tahu, tak usah mengajariku!" jawabnya

Sakura coba menggeledah isi kereta dorong Haruka, namun ia tak menemukan benda sejenis susu, makanan, mainan maupun pampers alias kosong tak ada apa-apa selain selembar kertas pesan berwarna merah muda:

Sakura-chan, bila kamu membaca pesan ini. Paman mohon kamu jangan salah sangka kalau ini adalah surat cinta. Jujur, paman masih cinta banget sama bibi Kurenai. Kamu pasti akan mendapatkan pria yang lebih ganteng seperti Fikri daripada pamanmu yang hina ini (?) Langsung saja, Sebenarnya paman minta maaf karena gak sempet naruh apa-apa disini. Kalau Haru-chan lapar, haus atau mau ganti popok. Kamu handle sendiri aja dulu, nanti paman ganti kapan-kapan (kalo inget) bye!baik-baik ya sama Haru-chan :P

Sakura Pov's

'apa-apaan sih paman Asuma itu? Suka ngaco deh! Dia pikir aku suka sama dia apa? aku kan gak suka tipe cowok brewokan dan doyan merokok kayak dia. Terus apa hubungannya coba sama mendapatkan pria yang lebih ganteng seperti Fikri. Ya walaupun paman memang bisa menerawang masa depan tapi tak semua ramalannya itu tepat. Loh? kok aku jadi ngelantur sih? DX. Eits, tunggu dulu. Fikri kan, Fikri kan, diperankan si Uchiha jutek yang kini berada di belakangku. Wah, jangan-jangan?'

"Ketemu gak susunya? Baca apa sih, serius amat?"

Sasuke penasaran apa yang sedang dibaca Sakura, ia sedikit mencuri pandang agar bisa melihat isi pesan tersebut. Sakura refleks meremas surat itu dan melemparnya ke arah pemakaman.

"Bukan apa-apa! itu cuma sampah" jawab Sakura sedikit gugup

" susunya?"

"gak ada"

Siuut.. DOR DOR DOR DOR DOR

Bunyi kembang api dari kejauhan di langit timur yang berasal dari matsuri di kuil Nakano mengalihkan perhatian mereka, Haruka yang sedang menangis pun ikut takjub melihat aneka macam kembang api yang berpendaran dilangit berbentuk bintang, hati dan lain-lain. Sasuke yang menyadari hal tersebut hendak berkata pada Sakura

"Bagaimana kalau kita.."

"Wah indah sekali!" potong Sakura yang juga terpesona akan hanabi malam itu.

Sasuke tersenyum tipis, melihat wajah Sakura yang merona senang, selama ini ia salah menyangka Sakura sebagai gadis kasar. Ternyata dia pun memiliki sisi manis dalam hatinya.

Setelah kembang api tersebut habis, Sasuke melanjutkan kembali perkataanya.

"Eeto, Sakura, bagaimana kalau kita pergi.."

" Ayo ke Matsuri di kuil Nakano" potong Sakura sambil menepuk pelan pundak Sasuke. Ia segera menaruh Haruka dalam kereta dorong dan berjalan duluan.

"Eh? Kenapa kau mendadak berubah pikiran?" tanya Sasuke heran.

"Sudahlah jangan banyak tanya, bukankah kau sendiri yang tadi ngotot mengajakku!"

"Hnn, baiklah. Lalu susu buat anak ini gimana? Masa kau mau menyusui dia? Dadamu kan kecil, pasti rasanya tidak enak" tutur Sasuke

'PLAAK'

Sebuah tamparan manis mengakhiri penuturan Sasuke yang membuat amarah Sakura kembali meningkat.

"Cerewet banget sih, kau membicarakan hal yang tidak perlu bodoh! pokoknya nanti kau yang belikan Haru-chan susu di mini market terdekat!"

Sasuke menutup mulutnya rapat-rapat, ternyata gadis ini memang sangar walau tadi terlihat manis saat menatap bunga api. Akhirnya mereka berdua berjalan beriringan seperti sepasang keluarga kecil yang bahagia –ralat- agak harmonis. Meninggalkan sebuah mobil jaguar silver dan perasaan saling benci mereka sejenak. Mungkin saudara bertanya-tanya, kenapa Sakura mendadak ingin pergi ke Matsuri. Ya, jawabannya sederhana saja. Karena ia baru ingat, kalau sudah beberapa tahun belakangan ia tak pernah datang ke festival akibat terlalu sering kerja sambilan hingga larut demi menopang hidup keluarganya. Dan Sakura pun menyadari bahwa Haruka sangat menyukai kembang api, yang pasti akan dipertontonkan lagi jam sembilan malam nanti. Sesebal-sebalnya ia pada bayi kecil itu, ia tetap menyayanginya.

"Oh iya, kenapa kau tidak pakai hakama?" tanya Sakura

Menepis suasana hening diantara mereka sudut siku-siku berkedut di dahi Sasuke. Pertanyaan yang sama terlontar kembali dari gadis yang berbeda. Huh, benar-benar menyebalkan, pikirnya

~Herbivor Follower~

Setibanya di Matsuri, Sasuke sudah mengenakan baju sejenis hakama seperti Ichigo kurosaki ketika melawan dedemit yang biasa disebut hollow dalam serial mini seri berjudul 'Peach' –judul asli disamarkan- hanya saja warnanya biru tua. Tapi darimana tuan Uchiha ini mendapat hakama dalam waktu singkat? Huh, itu sih gampang. Buat apa titel aktor tenar itu bertengger pada namanya, cukup telpon managernya (Orochi Management) maka simsalabim, sebuah hakama mahal hasil buatan tangan perajin Kirigakure, dikirim langsung via Anbu Delivery Express. Begitu mendengar Sakura menanyakan hal yang sama seperti yang Hinata tanyakan padanya, Sasuke sontak menelpon managernya meminta dikirimi hakama.

Sempat terlintas di benak Sasuke "kenapa gak dari sore aja gue minta dibeliin hakama baru sama manajer stress itu?" Ya terkadang saat sedang rempong memang membuat orang tidak bisa menggunakan kemampuan otaknya untuk berpikir jernih, contohnya Sasuke Uchiha putra Pak Fugaku, cucunya Eyang Madara yang satu ini.

"Sasuke, apa kau tidak khawatir akan dikerubuti fans di tengah keramaian ini?"

Tanya Sakura polos sambil memesan satu cotton candy yang senada dengan warna rambutnya.

"Tenang saja, kuil Nakano tahun ini mengadakan acara cosplay sebagai tambahan hiburan, sehingga pasti banyak orang yang memakai pakaian aneh atau mirip dengan artis idolanya. Lagipula di majalah Konoha StarDay edisi hari ini, aku diberitakan akan merayakan matsuri di Otogakure bersama keluargaku. Jadi mereka tidak akan menyangka kalau ternyata aku ada disini"

"Hoo" tanggap Sakura

"kita kemana dulu nih?" tanya Sasuke

"Hmm, pertama-tama kita ke kuil untuk berdoa. Setelah itu terserah kami, iya kan Haru-chan?"

Haruka yang tengah meminum susunya, melepas sejenak botolnya dan berceloteh, menandakan dia setuju dengan rencana Sakura.

~Herbivor Follower~

Sementara Sakura berdoa, Sasuke yang menunggu di halaman samping kuil, diam-diam hendak pergi untuk mencari kebenaran tentang tatami ketujuh di kuil Nakano yang sempat dikatakan ayahnya tempo hari. Namun pelariannya terhenti karena Haruka memanggil Sasuke dengan cara melempar botol susu yang telah kosong yang beberapa waktu lalu dibelikan oleh Uchiha bungsu itu.

"Ada apa? mau digendong?" tanya Sasuke memasang senyum manisnya

"thathachaca" Haruka berceloteh lagi, pertanda memang itulah yang dia mau.

Lalu Sasuke menggendong Haruka dipundaknya, benar-benar pemandangan bak ayah dan anak yang indah. Kemudian Sakura datang menghampiri mereka dengan nafas tersengal

"ma, maaf menunggu lama, habis berdoa aku mengantri beli bentou edisi matsuri untuk kita"

ucap Sakura mengangkat kotak bento yang isinya terlihat enak dan mewah itu

"memang kau punya uang?" tanya Sasuke meremahkan

"kau ini, aku kan sudah berbaik hati membelikan makanan, kau pikir aku semiskin apa sih? Anggap saja ini sebagai tanda terima kasihku karena sudah"

"bercanda, ayo kita makan, aku lapar"

mereka duduk di bawah pohon Sakura yang berada di belakang kuil, ada sebuah bangku kecil tapi cukup untuk tiga orang, tempatnya cukup sepi. Karena perhatian orang-orang sedang terkonsentrasi pada stand makanan, permainan dan atraksi yang rata-rata diselenggarakan di depan kuil.

"Sakura"

"apa?"

"Aku"

つずく

To be Continue..

Yoona Furukawa, Hoshi Yamashita, Andromeda no rei ga login, 4ntk-ch4n, Thia, Akasuna no hataruno tengtong, Reyouunyuu, Bella Uchiharuno, Sheila, Black lavender, Uchiharuno Sasusaku

TERIMA KASIH atas saran, kritik dan dukungan kalian semua, mungkin reader sudah mulai bosan dengan cerita yang belum juga berujung ini. Tapi semoga saya akan dapat menuntaskannya tahun ini XD. BAGI yang menunggu update-an For You, sedang saya ketik, baru dapet 500-an kata.

MIND TO REVIEW? Biar saya tambah semangat XDXD #Plaak

20110627

Shinkerbell Company