Flower And The Moon
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Thanks for read this ^^
Terimakasih kepada semua yang sudah memberi masukkan :D /girang sendiri baca review/ /
uchihyuu nagisa : Yup yup ;) sankyu udah mau baca ya :D baca terus untuk tahu akhirnya. ohohoho
Ekha : Sankyu udh mau baca :D Hehe, kan masih ada perasaan gantung Naruto. Belum bisa di tamatin
hyugha nanako : Sankyu for read Ah iya, itulah Naruto. LOL. Baca terus ya :D
Chikuma new : ya, cukup sulit untuk menghindarinya ;w; maaf. Ah, maaf jadi berliku XD Sankyu for read :) panggil Aya aja :D Aya-chan juga boleh ;) sesuka chikuma :D sankyu sankyu :D
lavender magic : Gyaa.. makasih udah mau baca ya;)
harunaru chan muach : Hoho.. sankyu udah mau baca ^^ baca terus ya ^^
CHAPTER 5
DAISY
Harapan yang berubah
Kegelisahan yang berubah
Berpura-pura tidak melihat kegelisahan
Begitulah caraku membangun rasa percaya diri ini
Pernikahan Sai dan Ino yang dilaksanakan kemarin cukup membuat para penduduk sibuk, karena 3 hari lagi mereka harus datang untuk menyambut penerimaan Hokage baru, Uzumaki Naruto. Salah satu dari sekian banyaknya Shinobi berbakat di Konoha. Merasa tanggung, Gaara memutuskan untuk tetap tinggal di Konoha setelah pengangkatan Hokage tersebut dilaksanakan.
"Aku akan disini untuk sementara waktu," Ucap Gaara yang sedang berjalan di samping Hinata.
"Eh? Berapa hari?" Tanya Hinata. Ia senang mendengar bahwa laki-laki disampingnya akan tinggal lebih lama dari sebelumnya.
"3 hari. Setelah ikut merayakan Naruto yang menjadi Hokage, aku langsung segera ke Suna. Tidak mungkin aku meninggalkan Desa terlalu lama." Gaara lalu menjelaskan. Ia menatap Hinata yang masih tetap diam mendengar penjelasan Gaara.
Hinata lalu mengangguk paham. Tentu ada sedikit kekecewaan di dalam hatinya, ia tetap ingin terus bersama Gaara, tetapi jarak tetap mempersulit hubungan mereka. Melihat raut wajah Hinata yang terlihat kecewa, Gaara lalu mengelus rambut Hinata lembut.
"Tenang saja, secepat mungkin aku akan kembali ke Konoha setelah mengurus segala hal. Dan langsung kemari lagi untuk melamar mu dengan resmi bersama para wakilku." Ujar Gaara menyenangkan hati Hinata. Hinata lalu tersenyum simpul mendengarnya.
"Gaara-kun, aku bimbang, setelah menikah. Aku akan tinggal dimana?" Tanya Hinata seraya menatap mata Gaara. Inilah salah satu hal dari sekian banyaknya hal yang mempersulit mereka. Gaara tidak yakin Hiashi mau melepaskan Hinata ke Desa lain, begitu halnya Hinata. Ia yakin kalau Gaara tidak mungkin meninggalkan Desa-nya, karena dia adalah Kazekage, pemimpin Desa Suna.
"Akan kupikirkan matang-matang mengenai hal itu," Jawab Gaara dengan senyum tipis yang mengikuti kalimatnya. Ia lalu mulai berjalan lagi bersama Hinata. Pikirannya penuh dengan berbagai hal, baik Suna, Hiashi, serta Hinata tentunya.
Konoha mulai ramai di saat matahari tenggelam, perayaan yang diselenggarakan Konoha untuk musim panas, seperti biasa dilaksanakan Konoha setiap tahun. Lewat janji tadi siang, Gaara dan Hinata memutuskan untuk bertemu dan datang di Festival Musim panas itu.
"Hinata!" Seru Gaara pelan melihat gadis yang sedari tadi ia tunggu tampak bingung mencari-cari dengan wajahnya yang ling-lung. Gadis itu memakai yukata panjang berwarna ungu tua dengan obi putih keperakan, rambut-nya yang teruari membuatnya tampak lebih manis dibanding sebelumnya. Gaara yang melihatnya langsung menutupi wajahnya dengan punggung tangannya, menutupi wajahnya yang mulai merona melihat kecantikan gadis itu.
Hinata tetap tidak mendengar panggilan Gaara, ia tetap mengedarkan pandangannya dan tampak mencari-cari Gaara, hingga akhirnya Hinata dikelilingi dua laki-laki yang mendekatinya.
"Wah, cantiknya," Rayu laki laki kurus dengan rambut hitamnya.
"Kau mau kemana?" Ujar lelaki satu lagi.
Hinata yang melihatnya hanya tertunduk. Ia langsung menggenggam erat tas kecil yang ia bawa di kedua tangannya. Melihat kondisi Hinata yang terpojok, kedua laki-laki itu lalu langsung menyentuh pundak Hinata.
"Hei, jangan diam terus!" Seru laki laki yang bahkan tidak dikenal oleh Hinata itu.
Gaara yang menyadarinya langsung berlari menuju ke arah Hinata. Andai saja ia lebih cepat, mungkin Gaara lah yang menyelamatkan Hinata dari komplotan laki-laki itu, tetapi nasib Gaara kurang baik. Laki-laki lain yang malah menolong gadis miliknya itu.
"Hei! Jangan dekat-dekat dia!" Ujar laki laki yang berdiri di samping Hinata. Ia langsung memukul kencang kedua laki-laki yang menggoda Hinata hingga terjatuh.
Gaara yang melihatnya hanya berdiri tegak. Ia menatap Hinata yang tampak sedang berbicara dengan pria yang tadi menolongnya dengan pandangan sinis. Meski Gaara tahu bahwa Hinata sudah tak menyukai laki-laki itu, hati Gaara percaya bukanlah tidak mungkin Hinata berpaling hati lagi padanya, Naruto Uzumaki.
"Gaara!" Seru Naruto yang menyadari keberadaan Gaara yang tidak begitu jauh dari tempatnya berdiri. naruto melambaikan tangannya untuk memanggil Gaara yang langsung berjalan menuju kearah-nya.
"Gaara-kun.. Kau, baru sampai?" Tanya Hinata, ia yang berdiri disamping Naruto masih shock dengan kejadian tadi. Meski kuat, Hinata bukanlah gadis yang bisa melawan saat digoda oleh lelaki mesum seperti tadi. Gaara yang melihat tubuh Hinata bergetar langsung menariknya tanpa mengucapkan sepatah kata apapun, tanpa menjawab pertanyaan Hinata dia meninggalkan Naruto.
"Gaara-kun, kita mau kemana?" Tanya Hinata yang mengikuti jejak Gaara. Menyadari bahwa Hinata sulit mengikuti langkah kakinya karena mengenakkan kimono, Gaara lalu menghentikan langkahnya. Mereka lalu berdiri dibawah pohon yang tak jauh dari tempat festival diadakan.
"Disini saja, jangan kemana-kemana." Ujar Gaara parau. Ia lalu menyentuh rambut Hinata yang terjuntai dengan indah. Rambut dengan warna biru tua yang halus serta harum. Gaara sangat menyukai rambut Hinata, mungkin karena hal inilah Gaara sering kali mendecakan rambut Hinata dengan mengelus-elus kepala Hinata hingga rambutnya sedikit berantakan.
Hinata mengangguk. "Baiklah, apapun katamu."
Terulas senyum tipis dari Gaara. Ia menarik pundak Hinata perlahan dan memeluk gadis itu erat, seakan takut kehilangan gadis itu apabila ia tidak menyelimuti gadis itu dengan dirinya. Gaara menaruh kepalanya diatas kepala Hinata yang menyender dipundak Gaara.
"Maafkan aku, andai saja aku lebih cepat, pastilah bukan Naruto yang datang menolongmu." Desis Gaara dengan raut wajahnya yang kesal, ia menggenggam tangannya erat, agar menahan emosinya. Hinata hanya tersenyum simpul.
"Tidak apa, Gaara-kun. Kehadiranmu saat ini, lebih penting." Ucap gadis dengan matanya yang berwarna indigo keputihan.
"Ung."
Mereka lalu melepaskan pelukan mereka perlahan. Gaara lalu mengelus rambut Hinata lembut. Ia hanya tersenyum dan menggenggam tangan Hinata erat. Hinata sendiri tidak berniat menolaknya. Mereka berdua lalu berjalan bersama menyusuri jalan yang dipenuhi dengan kedai serta stand-stand yang membuat aroma musim panas lebih terasa.
Sambil berpegangan tangan, Gaara dan Hinata lalu berhenti karena ada , apalagi kalau bukan teman-teman mereka yang heboh saat melihat pasangan dihadapan mereka secara terang-terangan menunjukkan bukti yang sebenarnya kalau ternyata benar bahwa mereka menjalin hubungan.
"Wah, senangnya ada pemandangan bagus malam-malam begini," Goda Tenten jahil.
"Hinata.." Neji yang melihatnya hanya terpaku tak percaya, kalau saja Tenten tak mencubit suami-nya itu, mungkin saja Neji sudah terkapar melihat sepupu kesayangannya sedang bergandengan tangan dengan laki-laki yang bahkan belum pernah ia ceritakan.
"Hinata! Kau ternyata menyembunyikannya dari kami!" Keluh Kiba bersama Akamaru yang ia bawa bersamanya.
"Bukan ... Begitu," Hinata lalu langsung memasang wajahnya yang terlihat salah tingkah itu. Ia lalu menyikut Gaara, meminta pertolongan.
Gaara yang melihat tingkah Hinata yang sudah merah padam itu, hanya menahan tawanya.
"Sepertinya ada yang menyusul kita, Sai." Ulas Ino tak kalah jahil dengan yang lain.
"Begitulah." Jawab Gaara tegas. Seluruh Shinobi yang berkumpul itu langsung terdiam. Setelah menangkap maksud Gaara, mereka langsung teriak bersama, kecuali Sai dan Neji tentunya.
"Benarkah! Hinata, benarkah?" Tanya Ino heboh. Hinata hanya tertunduk malu. Wajah Hinata benar-benar sudah merah lebih dari yang biasanya, wajahnya terasa panas serta jantungnya berdegup lebih kencang.
"Ini 'Big News'!" Seru Rock Lee diikuti yang lain.
Setelah hampir sejam mereka ramai dengan masalah Gaara dan Hinata, akhirnya dengan bantuan Ino yang mengerti bahwa mereka mengganggu, para Shinobi itu langsung pergi meninggalkan mereka berdua yang sedari tadi diam, bingung menjawab apa dengan hal barusan.
"Gaara-kun, baka." Ujar Hinata malu. Gaara hanya tertawa kecil mendengar gadis disebelahnya mencibir seraya menarik erat kain lengan bajunya.
"Ya sudahlah, Hinata. Cepat atau lambat mereka akan tahu. Dan aku senang apabila semua tahu." Gaara lalu tersenyum tipis. Hinata yang mendengarnya mengangguk angguk cepat.
"Benar juga."
Setelah merasa cukup melihat-lihat serta bermain di Festival musim panas itu, akhirnya Hinata dan Gaara berniat untuk kembali. Gaara lalu mengantar pulang Hinata. Waktu sudah menunjukkan tengah malam. Hinata awalnya masih ingin berlama-lama, tapi Gaara menolaknya, karena ia merasa tidak baik bagi seorang wanita tetap berada di luar malam hari. Sebenarnya pulang di saat waktu seperti ini tidak begitu dipermasalahkan Hiashi, karena ini adalah Festival yang hanya setahun sekali diadakan, dan para penduduk Konoha pun masih ramai tetap berada diluar meski sudah tengah malam.
"Padahal, teman-teman saja belum pulang." Gerutu Hinata.
Gaara memandang kembali gadis berkimono ungu itu, ia tersenyum simpul. "Bukan keberuntunganmu, Hinata."
Hinata yang mendengarkan langsung memanyunkan bibirnya, ia sedikit iri pada teman-temannya yang masih asik bermain bersama disana. Tetapi, Gaara malah menyuruhnya untuk langsung pulang. Mereka berdua yang sedang berjalan menuju rumah Hinata hanya diam, hanya saja Hinata tetap menggerutu pelan.
"Sudah sampai, sebaiknya kau langsung tidur dan jangan kemana-mana." Suruh Gaara khawatir. Ia lalu mengelus rambut Hinata.
"Aku mengerti, aku bukan anak-anak lagi, Gaara-kun." Jelas Hinata.
Gaara lalu segera melihat kearah pintu gerbang kediaman Hinata yang dibuka oleh Hiashi. Dilihatnya Hiashi hanya mengenakan piyama hitam dengan wajah lesu.
"Hinata? Kukira kau akan pulang lebih malam." Ucap Hiashi mengingat tahun-tahun sebelumnya.
"Gaara yang memaksaku pulang."
Gaara lalu membungkuk dihadapan Hiashi. "Maaf malam-malam begini, saya memaksanya karena tidak ingin ia pulang terlalu larut, Hiashi-sama." Ucap Gaara peduli. Mendengar hal itu, Hiashi tersenyum tipis dan langsunng membalikkan tubuhnya.
''Terimakasih, Gaara." Ujar Hiashi sebelum ia memasuki rumahnya.
Hinata lalu berdiri dihadapan Gaara dan memukul dada Gaara pelan hingga hampir sama sekali tak terasa bagi Gaara.
"Haha, kenapa, Hinata?" Tanya Gaara seraya tertawa kecil melihat tingkah Hinata yang baru pertama kali ia lihat.
"Dengan begini, impas!" Seru Hinata pelan. Gaara hanya tetap tertawa. Ia lalu menarik lengan Hinata dan memeluknya erat.
"Baik, baik Hinata-sama." Gurau Gaara. Ia lalu melepaskan pelukannya dan menunjuk pintu gerbang Hinata dengan ibu jarinya.
"Saat-nya pulang dan masuk kamar." Lanjut Gaara. "Oyasumi,"
Hinata lalu langsung menundukkan wajahnya. Kekesalannya langsung hilang melihat Gaara yang terlihat senang itu. Hinata lalu mengangkat wajahnya dan tersenyum manis.
"Oyasumi, Gaara-kun." Ujar Hinata. Ia lalu masuk kedalam rumahnya. Gaara yang berdiri sendiri langsung perlahan pergi menuju penginapannya. Wajah Gaara yang dihiasi senyuman itu membuatnya tampak berbeda dari Gaara yang biasanya. Saat kembali ke penginapannya, Temari hanya bingung dan bertanya - tanya mengapa sejak tadi adiknya yang tersenyumtipis.
"Kau kenapa, Gaara? Kau demam? Wajahmu merah begitu." Seru Temari melihat adiknya.
Gaara yang mendengar pertanyaan kakaknya hanya menggeleng, ia lalu menutupi wajahnya dengan tangan kanannya.
"Rahasia, nee-san."
Hari ini, Konoha terlihat hiruk pikuk dengan para penduduk serta para Shinobi yang terlihat beramai-ramai keluar menuju Gedung Hokage. Hari yang ditunggu-tunggu datang. Pengangkatan Naruto sebagai Hokage Ke enam terlihat meriah. Dengan seluruh penduduk Konoha yang sudah siap berdiri di depan Gedung Kazekege, akhirnya Naruto keluar bersama Tsunade.
"Semuanya! Hari ini, kita akan merayakan pengangkatan Hokage ke Enam! Rokudaime, yaitu Naruto Uzumaki!" Seru Tsunade.
"Terimakasih." Ucap Naruto pada Tsunade yang menyerahkan topi Kage-nya kepada Naruto.
Seluruh penduduk Konoha bersorak gembira dengan adanya pengangkatan Hokage baru tersebut. Semua sudah mengakui Naruto semenjak ia mengalahkan Pain yang menghancurkan Desa sedemikian dahsyat-nya.
"Baguslah," Bisik Gaara melihat sahabatnya itu tersenyum lebar atas Gedung Kazekage itu. Hinata yang mendengarnya, tersenyum senang.
Setelah perayaan itu berlangsung, para penduduk terus bersama-sama merayakannya dengan minum-minum di kedai bersama Shinobi lainnya, tetapi, tidak untuk Gaara. Ia harus segera kembali ke Desa bersama Temari yang menemaninya.
"Baiklah, aku harus pulang." Ulas Gaara pada Hinata yang sedang duduk di taman bersamanya. Taman itu sangat ramai dengan anak-anak yang bermain, hingga Gaara tidak bisa memperlakukan Hinata seperti biasanya.
"Um, Hati-hatilah. Aku akan sangat menunggumu, Gaara-kun." Hinata lalu berdiri dari duduknya, dan berjalan menuju Gerbang Konoha bersama Gaara.
"Hinata, aku akan kembali beberapa Minggu lagi, kurasa aku bisa kemari lagi." Ujar Gaara. Sebenarnya, memakan waktu banyak untuk datang ke Konoha, tetapi Gaara tetap bersedia bolak-balik Suna-Konoha demi Hinata, itulah hal yang membuat Hinata sangat mencintai laki-laki yang mencintai Hinata dengan tulus tanpa mengeluh sedikitpun.
"Tidak perlu memaksakan diri, Gaara-kun." Hinata tertawa kecil. Ia lalu melingkarkan tangannya di lengan Gaara.
"Hinata?" Gaara yang melihatnya sontak kaget dengan perilaku gadis yang berjalan disampingnya itu. Tidak biasanya Hinata bersikap begini, batin Gaara.
"Kuharap, kau bisa secepatnya kemari." Bisik Hinata malu-malu. Wajahnya sudah merona merah dengan tangannya yang masih melingkar di lengan Gaara.
Gaara lalu mengelus kepala Hinata pelan. Ia lalu mengambil tangan Hinata yang melingkar ditangan kirinya, menggenggam erat tangan itu.
"Kalau wajahmu begini, aku tambah tidak rela meninggalkanmu." Gaara lalu tersenyum dan mengetuk kening Hinata pelan.
Hinata mengangguk. "Maafkan aku, Gaara-kun."
Hinata lalu mengambil setangkai bunga Daisy dari jaketnya dan ia serahkan kepada Gaara.
"Ini, bunga Daisy." Ujar Hinata. Gaara langsung menerimanya seraya memandang bunga itu lekat.
"Daisy?"
"Ya, bunga Daisy itu dalam bahasa bunga adalah cinta yang setia. Ini menunjukkan kalau aku akan setia padamu, Gaara-kun." Ucap Hinata malu-malu. Gaara lalu memasukkan bunga itu hati-hati kedalam kantung kunainya.
"Aku pasti kembali, pegang ucapanku ini." Gaara lalu menggandeng tangan Hinata dan berjalan menuju Gerbang Konoha. Dilihatnya para Shinobi Konoha sudah menunggu Gaara bersama Temari. Awalnya, karena malu, Hinata berniat melepaskan genggaman Gaara di tangan kanannya, tetapi Gaara yang menyadari hal itu, malah mengeratkan genggamannya.
"Yoo! Lama sekali kau, Gaara!" Seru Naruto yang mengenakan jubah Kage lengkap. Naruto sedikit terlihat kesal melihat Gaara yang sedang menggenggam tangan Hinata, tapi ia berhasil mengatasi emosinya itu.
"Um, Maaf." Ucap Gaara. Ia lalu melepaskan genggaman tangannya dari Hinata. Gaara lalu mengambil tong besar miliknya dan langsung ia kenakan di belakang punggungnya perlahan.
"Baiklah, terimakasih telah datang, Gaara!" Ujar Naruto seraya tersenyum lebar.
"Hn, sama-sama." Gaara lalu membungkuk memberi hormat pada Hokage baru yang juga merupakan temannya itu.
"Kami pergi dulu!" Seru Temari.
"Baik, hati-hatilah!" Naruto lalu melambaikan tangannya.
"Hati-hati, Temari-san, Gaara-kun." Ucap Hinata yang berdiri disebelah Naruto.
Sebelum meninggalkan Konoha, Gaara melirik kearah Hinata dan tersenyum tipis.
"Aku pergi dulu, Hinata."
CHAPTER 5
FINISH
NEXT:
CHAPTER 5
AKASIA
Thanks for read all ^^
please rnr :D sankyu~~
Hoho maaf ya telat update sebagai gantinya, aku buatkan hadiah kecil pada para teman-teman yang sudah mau baca dan review ^^ Maaf ya kalau jelek, aku memang tidak berbakat ~~ XDD
.com/art/Dad-coming-home-205395183?q=gallery%3Ahyuugafuuko%2F29723472&qo=2
